Tag Archives: subang

Curug Cijalu Subang, Wisata Asyik Untuk Singgah atau Berkemah



Subang

Mencari spot liburan yang tak jauh dari kota, traveler bisa coba berkunjung ke Curug Cijalu di Subang. Curug ini cocok dikunjungi bagi traveler yang hanya singgah atau untuk berkemah.

Liburan Nataru tiba, mungkin ada traveler yang masih bingung untuk menentukan objek wisata mana yang ingin disinggahi. Perihal macet dan ramainya objek wisata tentunya menjadi masalah tersendiri ketika berlibur di musim liburan. Mencari alternatif liburan yang nyaman namun tetap dapat melepas penat tentunya jadi hal yang perlu diperhitungkan.

Untuk itu, traveler mungkin bisa coba berkunjung ke Curug Cijalu yang berada di Subang, Jawa Barat. Curug ini masih cukup terjangkau jika ditempuh dari Jakarta. Tepatnya di Cipancar, Serangpanjang, Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jika dari Mampang, Jakarta Selatan, jaraknya berkisar 126 kilometer dan dapat ditempuh sekitar 2 – 3 jam.


Lalu, mengapa tempat ini bisa menjadi opsi liburan yang cocok pada Nataru 2023? Salah satu yang paling menarik dari tempat ini karena ramah untuk berkemah.

Tentunya, suasana air terjun atau curug memang cocok dinikmati dengan berlama-lama. Menikmati air jatuh dan terhempas kembali lewat percikan air, bermain pada genangannya, hingga mendengar gemuruhnya, membuat siapapun gemar berlama-lama di Curug Cijalu.

Selain menawarkan panorama alam lewat air terjun, tempat ini menawarkan lanskap area yang cukup bersahabat dan nyaman. Berkunjung ke sini traveler akan menemukan dua curug yakni Curug Cijalu itu sendiri dan Curug Putri.

Daerah ini terdiri dari banyak hamparan padang rumput yang luas dan area camping yang ada di beberapa titik. Hal ini membuat banyak traveler yang berkunjung tak sekedar singgah, namun juga berkemah.

Curug Cijalu telah lama diresmikan dan dibuka untuk umum, tepatnya sejak 1 September 1984. Tempat ini berada di tapal batas barat-selatan antara Subang dan Purwakarta.

Curug Cijalu, Subang.Kemah di Curug Cijalu, Subang. (Weka Kanaka/detikcom)

Ketika detikTravel berkunjung ke Curug Cijalu pada Senin (25/12/2023), terlihat tenda-tenda dari wisatawan telah tegak berdiri. Tak hanya menikmati panorama air terjun, banyak dari mereka juga terlihat melakukan aktivitas seperti bakar-bakar, bermain kartu, hingga bermain gitar.

Traveler mungkin bisa berkemah dengan cukup aman kendati berada di area air terjun. Pasalnya, area kemah berada tak terlalu dekat dari tempat jatuhnya air. Selain itu, berbagai fasilitas di sini pun cukup lengkap, seperti adanya mushola, toilet, hingga warung yang siap menemani traveler yang ingin bermalam.

Mengingat berbagai penginapan ketika musim liburan kerap habis, fasilitas kemah di sini bisa menjadi opsi untuk bermalam di tempat wisata. Selain itu, traveler pun bisa mendirikan tenda sendiri atau menyewa tenda yang disediakan di sini. Untuk biaya berkunjung juga cukup bersahabat, berikut ini rinciannya:

Tiket masuk: Rp 17,5 ribu (per orang)
Tiket masuk mobil: Rp 5 ribu
Parkir mobil: Rp 20 ribu
Biaya mendirikan tenda: Rp 10 ribu (per hari)
Biaya sewa tenda: Bervariasi
Toilet: Rp 2 ribu (buang air kecil) dan Rp 5 ribu (mandi)

Untuk jam operasionalnya curug ini buka 24 jam, namun bagi traveler yang tak ingin bermalam, baiknya tidak berkunjung terlalu malam.

(wkn/wkn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Liburan ke Curug Cijalu Subang, Apa Saja Daya Tariknya?



Subang

Curug Cijalu merupakan salah satu curug yang terkenal di kawasan Subang. Curug ini terletak tak terlalu jauh dari Jakarta dan berikut daya tariknya.

Liburan Nataru mungkin sudah lewat, namun suasana liburan mungkin masih melekat. Bagi traveler yang mencari opsi wisata tak jauh dari sekitaran Jakarta, Curug Cijalu mungkin bisa menjadi opsinya.

Jarak Curug Cijalu masih cukup dijangkau, berlokasi di Cipancar, Serangpanjang, Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Subang. Jika berkunjung dari Mampang, Jakarta Selatan, jaraknya hanya berkisar 126 kilometer dan dapat ditempuh sekitar 2-3 jam menggunakan mobil.


detikTravel berkesempatan berkunjung ke lokasi Curug ini pada Senin (25/12/2023). Pada saat kedatangan kami, traveler membanjiri objek wisata satu ini. Mereka tersebar di beberapa lokasi dan tempat aktivitas di sini, mulai dari menikmati air terjun, kulineran, hingga berkemah. Berikut ini kami rangkum beberapa daya tariknya.

1. Spot Asyik Berkemah

Curug Cijalu, Subang.Lokasi kemah di Curug Cijalu, Subang. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, lokasi Curug Cijalu memiliki beberapa area yang cocok untuk dijadikan tempat berkemah. Tak ayal banyak juga traveler yang menancapkan patok beserta kemahnya di sini.

Terlihat wisatawan yang berkemah di sini terdiri dari rombongan pelajar, keluarga, hingga muda-mudi. Area kemah yang luas digunakan oleh rombongan pelajar untuk melakukan aktivitas kemah serta kegiatannya. Sedangkan para keluarga dan muda-mudi menghabiskan waktu berkemah dengan aktivitas seperti bakar-bakar, bercengkrama, hingga bermain gitar.

Menariknya, berkemah di sini bisa membawa peralatan sendiri ataupun dengan menyewa dari pengelola. Menurut penuturan wisatawan, biaya mendirikan tenda hanya Rp 10 ribu per hari. Sedangkan untuk biaya sewa tenda bervariasi.

2. Buka 24 Jam

Karena selain dikunjungi untuk dinikmati curugnya, tempat ini jadi spot kemah bagi wisatawan. Tak ayal tempat ini memiliki jam operasional 24 jam.

Bagi traveler yang menginap di sini dapat menggunakan fasilitas seperti mushola, toilet umum, hingga kedai makanan yang terus buka.

Namun, bagi yang berkunjung untuk pulang-pergi, baiknya untuk datang atau pulang di waktu yang tak terlalu malam. Itu karena jalan ke area curug tak terlalu banyak pencahayaan.

3. Banyak Kuliner

Berkunjung ke sini traveler tak perlu takut kelaparan. Pasalnya, terdapat aneka kedai dan kuliner yang dapat dicicipi.

Tersedia kuliner tradisional macam sate maranggi yang terkenal di Purwakarta, jagung bakar, mie, hingga makanan modern seperti burger.

4. Kebun Teh Menuju Curug

Lokasi video syur wanita di kebun teh Ciwidey, Kabupaten Bandung.Ilustrasi kebun teh. (Yuga Hassani/detikJabar)

Salah satu daya tarik dari Curug Cijalu adalah dalam perjalanannya. Hal itu karena dalam perjalanan menuju curug ini, traveler akan disuguhkan pemandangan dari perkebunan teh di sisi kanan.

Melipir sejenak untuk mengambil foto atau berpiknik juga bisa menjadi hiburan tersendiri.

5. Spot Foto hingga Main Air

Curug Cijalu, Subang.Curug Cijalu, Subang. (Weka Kanaka/detikcom)

Nah, yang terakhir tentunya adalah daya tarik curugnya itu sendiri. Curug Cijalu memiliki dua aliran air terjun. Dalam perjalanan menuju Curug Cijalu, nantinya traveler akan menemui Curug Putri terlebih dahulu. Yakni merupakan curug kecil yang menjadi pintu kesegaran di area Curug Cijalu.

Kemudian berjalan kaki lebih lanjut, nantinya traveler akan menemui Curug Cijalu yang cukup megah. Aliran air di sini memang tak terlalu deras, namun percikannya cukup menyegarkan. Menariknya, traveler dapat juga bermain air atau berendam di area kolam alami di bawah air terjun.

Namun, traveler mesti pastikan beberapa petunjuk dan aturan di lokasi tersebut ya.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Pondok Pesantren di Subang yang Didirikan di Lingkungan Komunis



Subang

Pondok Pesantren Pagelaran III di Desa Gardusayang adalah ponpes tertua di Subang. Dahulu, ponpes ini didirikan di lingkungan komunis. Seperti apa sejarahnya?

Ponpes Pagelaran III yang sudah ada sejak tahun 1962 didirikan oleh salah satu tokoh agama di Jawa Barat yaitu Kiai Haji Muhyiddin. Ponpes Pagelaran III ini pun sekarang sudah berkembang pesat dan terkenal di masyarakat khususnya di Subang.

Menurut pengasuh Ponpes Pagelaran III Kiai Haji Arie Gifary, Ponpes yang didirikan oleh Kiai Haji Muhyiddin tersebut terbagi menjadi 3.


Ponpes Pagelaran I yang terletak di Cimeuhmal, Tanjungsiang, Subang, Ponpes Pagelaran II berada di Kabupaten Sumedang, serta Ponpes Pagelaran III di Cisalak, Subang.

“Jadi sebelum didirikan Pagelaran III sudah didirikan Pagelaran I dan II. Pagelaran I didirikan padah tahun 1918 sudah satu abad lebih, Pagelaran II 1950 dan yang terakhir di Pagelaran III ini. Kiai Haji Muhyiddin ini terkenal sebagai ulama yang kharismatik di Jawa Barat dan seorang pejuang kemerdekaan,” ujar Arie belum lama ini.

Arie mengatakan, bukan hanya menjadi ulama di Jawa Barat, sosok dari pendiri Ponpes Pagelaran Kiai Haji Muhyiddin ini juga merupakan salah satu pejuang tanah air yang ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Beliau dulu bergabung dengan Hizbullah dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan telah diajukan menjadi salah satu pahlawan nasional di Provinsi Jawa Barat karena telah berjuang bersama dengan santri-santrinya pada saat pertempuran di Bandung,” katanya.

Arie menceritakan, berdirinya Ponpes Pagelaran III ini berawal dari Kiai Haji Muhyiddin yang diminta oleh masyarakat Cisalak Subang untuk mendirikan sebuah Ponpes untuk memperbaiki akhlak masyarakat sekitar. Sebab, bukan tanpa alasan, dari sejarah yang ada di lokasi tersebut merupakan salah satu basis dari komunis.

Oleh karena itu, Kiai Haji Muhyiddin yang saat itu masih tinggal di Ponpes Pagelaran II Sumedang hingga akhirnya menyetujui untuk pindah ke Cisalak, Subang dan mendirikan Ponpes Pagelaran III.

“Karena memang di daerah sini dulunya basis komunis sehingga dibutuhkan seorang tokoh atau ulama untuk memperbaiki akhlak masyarakat yang berada di Cisalak ini. Pada tahun 1962 Kiai Haji Muhyiddin berkenan untuk pindah ke sini dan menamai Pondok Pesantren Pagelaran III, dan Allhamdulilah sampai dengan hari ini sudah lebih dari 52 tahun Pondok Pesantren ini masih eksis berdiri,” ucapnya.

Setelah Ponpes Pagelaran III berdiri, lanjut Arie, seiring berjalannya waktu Ponpes Pagelaran III ini pun menjadi salah satu Ponpes yang terbilang berkembang dengan sangat cepat.

Kegiatan santri Ponpes Pagelaran III SubangKegiatan santri Ponpes Pagelaran III Subang Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar

Hingga saat ini, Ponpes Pagelaran III masih mengusung Ponpes tradisional dengan basis kitab kuning sistem sorogan atau pembelajaran kitab secara individual.

“Jadi Pondok Pesantren Pagelaran III yang didirikan oleh Kiai Haji Muhyiddin ini merupakan Pondok Pesantren tradisional. Pesantren tradisional ini mengedepankan dengan konsep pendidikan berbasis kitab kuning dengan sistem sorogan dan bandongan lah kalau bahasa dulu. Jadi itulah yang diajarkan,” kata dia.

“Selain itu juga mengembangkan kegiatan majlis taklim dan pendidikan ke masyarakat. Seiring perjalanannya dan Kiai Haji Muhyiddin wafat pada tahun 1973 dan dilanjutkan oleh salah satu putranya Kiai Haji Abdul Qoyum itu kebetulan ayah saya almarhum. Pada jaman Kiai Haji Abdul Qoyum perkembangan pesantren begitu pesat dan mulai didirikan pendidikan-pendidikan normal,” ungkapnya.

Arie menuturkan, perkembangan dari dunia pendidikan pun terus berjalan. Kini, Ponpes Pagelaran yang telah memiliki ratusan santriwan maupun santriwati tersebut telah mendirikan sekolah formal dengan tingkat SMP, SMA hingga SMK dengan sistem mondok atau boarding.

“Jadi sistem yang didirikan dan yang dilaksanakan di sini adalah sistem pesantren salafiyah yang mengedepankan pendalaman kitab-kibat tradisional atau kitab-kitab kuning hasil karangan-karangan para ulama Indonesia atau di Dunia,” tuturnya.

“Yang ke dua kita juga sudah mendirikan sekolah formal itu setingkat SMP, SMA, dan SMK tapi semuanya sistemnya boarding atau wajib mondok. Sehingga menjadi sebuah perpaduan antara sistem pendidikan umum dan pendidikan tradisional dan sekolahnya tentu berbasis pesantren atau SDP disebutnya,” sambungnya.

Dengan memadukan antara pendidikan umum dan tentunya pendidikan akhlak dari para santri, segi pendidikan di Ponpes Pagelaran III pun menjadi komprehensif karena dilaksanakan di lokasi yang berbeda akan tetapi dengan tujuan yang sama.

“Model perpaduan ini tentunya menjadi pendidikan yang komprehensif di mana pendidikan umumnya dilaksanakan di sekolah dan pendidikan akhlak pesantrennya dilaksanakan di pesantren. Sehingga membuat perpaduan dengan kurikulum yang sudah kita kemas sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan terbaiknya yang alhamdulillah saat ini sudah menyebar di Indonesia,” pungkas Arie.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Villa Keluarga di Bandung, Cocok buat Liburan



Jakarta

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, dikenal sebagai kota yang menawarkan banyak pesona alam dan keindahan arsitektur. Tidak heran jika kota ini selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung bersama keluarga, berikut beberapa rekomendasi villa keluarga di Bandung yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihan ini diambil dari berbagai sumber terpercaya untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan selama liburan Anda.

Foto: dok. Traveloka

Foto: dok. Traveloka


1. Villa Air Natural Resort

Villa Air Natural Resort terletak di Lembang, Bandung. Vila ini menawarkan suasana alam yang asri dengan pemandangan pegunungan yang menenangkan. Fasilitas yang ditawarkan antara lain kolam renang, taman yang luas, dan ruang keluarga yang nyaman. Vila ini sangat cocok untuk keluarga besar yang ingin menikmati liburan dengan suasana alam yang tenang.

2. Villa Damar

Berada di kawasan Setiabudi, Villa Damar menawarkan akomodasi dengan desain arsitektur yang unik dan interior yang nyaman. Villa ini menyediakan berbagai tipe kamar yang luas dengan fasilitas modern.

Lokasinya yang strategis membuat Anda mudah menjangkau berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Farmhouse Lembang dan Kampung Gajah Wonderland. Villa Damar juga memiliki restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat, sehingga Anda tidak perlu khawatir mencari tempat makan.

3. Sari Ater Hotel & Resort

Sari Ater Hotel & Resort berlokasi di Ciater, Subang, tidak jauh dari Bandung. Resort ini terkenal dengan pemandian air panas alami yang berasal dari Gunung Tangkuban Perahu. Selain menikmati berendam di air panas, Anda dan keluarga juga dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi lainnya, seperti flying fox, outbond, dan berkuda. Kamar-kamar di Sari Ater Hotel & Resort didesain dengan gaya modern dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk kenyamanan Anda.

4. Green Forest Resort

Green Forest Resort terletak di Cihideung, Bandung Barat. Resort ini menawarkan pemandangan hijau yang menyegarkan dengan udara pegunungan yang sejuk. Fasilitas yang ditawarkan termasuk kolam renang, area bermain anak, dan taman yang luas. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan suasana alam yang asri sambil menikmati berbagai fasilitas rekreasi.

5. Kampung Sampireun Resort & Spa

Kampung Sampireun Resort & Spa berada di kawasan Garut, sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung. Resort ini menawarkan konsep penginapan tradisional Sunda dengan bungalow yang terletak di tepi danau.

Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang berbeda dengan suasana pedesaan yang tenang dan nyaman. Resort ini juga menyediakan fasilitas spa untuk relaksasi Anda selama liburan.

6. Villa Istana Bunga

Villa Istana Bunga terletak di Parongpong, Lembang. Vila ini menawarkan berbagai tipe akomodasi, mulai dari vila kecil untuk keluarga inti hingga vila besar yang dapat menampung banyak orang.

Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, taman bermain anak, dan area barbecue. Lokasinya yang berada di dataran tinggi Lembang membuat vila ini menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

7. The Jayakarta Suites Bandung

The Jayakarta Suites Bandung berlokasi di Dago, salah satu kawasan elit di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang luas dan nyaman dengan pemandangan kota Bandung yang indah.

Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang, pusat kebugaran, dan spa. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Dago Pakar dan Kebun Binatang Bandung.

8. Villa Chocolate

Villa Chocolate berlokasi di kawasan Lembang, dekat dengan berbagai objek wisata populer seperti Floating Market dan De Ranch. Vila ini menawarkan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas modern. Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan liburan dengan suasana yang tenang namun tetap dekat dengan pusat keramaian dan objek wisata.

9. Marbella Suites Bandung

Marbella Suites Bandung terletak di Dago Pakar, kawasan yang dikenal dengan pemandangan alam yang indah. Hotel ini menawarkan suite yang luas dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan pusat kebugaran. Marbella Suites Bandung juga memiliki area bermain anak, sehingga cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak.

10. Grand Tjokro Bandung

Grand Tjokro Bandung berlokasi di Cihampelas, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas modern.

Selain itu, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam renang, spa, dan restoran yang menyajikan berbagai menu lezat. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk berbelanja dan menikmati wisata kuliner di Bandung.

Nah itulah deretan rekomendasi vila di Banding yang punya banyak pilihan tempat menginap untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Dari vila yang asri di pegunungan hingga hotel mewah di pusat kota, Anda dapat memilih akomodasi yang paling sesuai untuk menikmati liburan bersama keluarga. Pastikan download aplikasi Traveloka untuk urusan liburan yang lebih mudah!

(Content Promotion/Traveloka)



Sumber : travel.detik.com