Tag Archives: suhu panas

Waspada! Jamur Bukan Hanya Tumbuh saat Lembab, tapi Juga Suhu Panas



Jakarta

Jamur adalah masalah rumah tangga umum yang muncul pada tempat basah dan berventilasi buruk. Jamur menyebar melalui spora kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Spora ini dapat ditemukan di dalam dan luar ruangan, serta ketika kondisinya tepat, jamur dapat mulai tumbuh dan berkembang biak.

Jamur dapat tumbuh dan berkembang biak pada suhu yang lembap atau panas, simak pembahasan berikut untuk mengetahui dan mencegah di suhu berapa jamur dapat tumbuh.

Pertumbuhan Jamur pada Suhu Dingin

Melansir Union Restoration, pada (19/11/2024), jamur dapat tumbuh di berbagai suhu, namun ada kisaran suhu optimal untuk jamur tumbuh, yaitu sekitar 20 derajat celcius dan 86 derajat celcius. Namun faktanya, beberapa spesies jamur dapat tumbuh subur di suhu rendah yaitu 0 derajat celcius.


Area dengan insulasi yang buruk atau bagi kamu yang tidak memiliki pemanas berhati-hatilah, karena hal ini dapat menciptakan titik dingin pada tempat jamur untuk bisa tumbuh subur. Tempat-tempat seperti ini biasanya ditemukan di banyak tempat, termasuk loteng dan ruangan yang sempit.

Jika kamu menduga terdapat masalah jamur pada rumah, maka penting bagi kamu untuk segera mengambil tindakan untuk membasminya sebelum kamu menghadapi masalah kesehatan termasuk masalah pernapasan, alergi, serta infeksi.

Pertumbuhan Jamur pada Suhu Panas

Walaupun jamur lebih suka suhu sedang untuk pertumbuhannya, namun nyatanya jamur juga dapat bertahan di suhu panas. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena suhu tinggi saja tak dapat menghilangkan potensi pertumbuhan jamur.

Jamur dapat berkembang biak pada suhu yang mencapai 49 derajat celcius, jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan kebanyakan orang. Namun, harus diperhatikan bahwa suhu yang sangat tinggi dapat memperlambat pergerakan pertumbuhan jamur.

Ini merupakan salah satu alasan betapa penting untuk menjaga suhu rumah kamu pada tingkat sedang dan menghindari area yang terlalu panas atau dingin. Faktor-faktor lain seperti tingkat kelembapan, kadar air, dan bahan substrat juga berkontribusi terhadap pertumbuhan jamur.

Dengan mengatasi faktor ini secara terpadu, kamu bisa menciptakan lingkungan yang kurang mendukung perkembangbiakan jamur dan menjaga ruang hidup yang jauh lebih sehat. Merawat dan membersihkan sistem HVAC pada rumah secara rutin dan memperbaiki kebocoran atau kerusakan akibat air dengan cepat juga dapat mencegah pertumbuhan jamur.

Tingkat Kelembapan

Kelembapan adalah faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan jamur, yang cenderung tumbuh pada tempat yang memiliki kelembapan tinggi, biasanya di atas 60% kelembapan relatif.

Terdapat beberapa contoh kelembapan yang memengaruhi jamur untuk berkembang biak, seperti kamar mandi dan dapur. Kamar mandi merupakan ruangan yang memiliki tingkat kelembapan yang cenderung tinggi, karena terdapat pancuran bak mandi, serta wastafel.

Sementara itu pada bagian dapur jamur tumbuh karena uap yang dihasilkan meningkatkan tingkat kelembapan pada dapur. Uap dapat terkumpul di permukaan, yang dapat menyebabkan pertumbuhan koloni jamur, apalagi jika tidak ada ventilasi yang memadai, karena hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada ubin, dinding, dan langit-langit.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

6 Penyebab Suhu di Rumah Terasa Panas Banget dan Bikin Gerah


Jakarta

Beberapa hari terakhir cuaca di Indonesia lagi panas-panasnya. Suhu udara di sejumlah kota bisa mencapai 37,6 derajat Celcius. Kondisi ini tentu bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak berada di luar ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebab, di rentang waktu tersebut suhu udara sangat panas.

Meski dianjurkan berada di dalam ruangan, terkadang suhu ruangan juga ikut menjadi panas. Hal ini menyebabkan tubuh terasa gerah dan udara menjadi pengap.


Kalau suhu di dalam rumah terasa panas dan bikin gerah, sebaiknya segera diatasi agar penghuni kembali merasa nyaman. Ketahui penyebab udara panas di rumah dalam artikel ini.

Penyebab Suhu Rumah Panas dan Bikin Gerah

Ada sejumlah penyebab suhu di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Dilansir situs Southern Living, berikut penyebabnya.

1. Terlalu Banyak Sinar Matahari

Faktor yang pertama karena terlalu banyak sinar matahari yang masuk ke rumah. Pada dasarnya, cahaya matahari dapat membantu menerangi rumah sekaligus mencegah kelembapan.

Namun, di kondisi cuaca panas esktrem seperti sekarang ini, sebaiknya hindari menyerap sinar matahari terlalu banyak. Hal itu yang membuat suhu di dalam rumah jadi terasa sangat panas.

“Ketika sinar matahari bersinar langsung melalui jendela, ia memanaskan semua yang terpapar olehnya, seperti lantai, furnitur, dan dinding. Hal ini dikenal sebagai pemanas surya pasif,” kata Owner Air Treatment Company Dan Simpson.

Simpson mengatakan jendela besar yang menghadap matahari langsung dan tanpa gorden jadi pemicu udara terasa panas di dalam rumah. Pada waktu tertentu, terutama saat siang hari, suhu di dalam ruangan terasa jauh lebih panas karena sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Ruangan dengan jendela besar tanpa penutup yang menghadap matahari dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat sehingga terasa sangat panas daripada bagian rumah lainnya,” jelasnya.

2. Retakan di Jendela dan Pintu

Munculnya retakan di jendela dan pintu rumah ternyata jadi pemicu suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Al Fagundes menyebut retakan kecil sekalipun tetap memungkinkan udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

“Suhu udara yang sangat panas itu dapat menghambat kinerja AC dan menyebabkan pendinginan yang tidak merata. Untuk itu, segera tutup retakan dengan didempul demi menjaga udara dingin tetap masuk dan udara panas tetap keluar,” tutur Fagundes.

3. Warna Atap Rumah Hitam Gelap

Banyak hunian modern yang kini menggunakan atap rumah berwarna hitam gelap. Meski terlihat estetis, tapi warna ini bisa menjadi faktor utama meningkatnya suhu panas di dalam rumah.

“Jika atap Anda berwarna gelap, kemungkinan besar atap tersebut menyerap banyak sinar matahari dan memancarkan panasnya ke loteng,” ungkap Fagundes.

4. Tidak Ada Ventilasi Udara

Faktor berikutnya karena rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan suhu udara panas di dalam rumah yang bikin penghuni terasa gerah dan pengap, terutama saat siang hari.

Di sisi lain, ventilasi udara yang buruk bisa memicu masalah kesehatan karena udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar, sedangkan udara bersih tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sejumlah penyakit yang berisiko terjadi di antaranya gangguan pernapasan, alergi, hingga TBC.

5. Dinding Bata

CEO Chris Heating & Cooling Jon Gilbertsen mengatakan rumah yang menggunakan dinding bata ternyata bisa meningkatkan udara panas di dalam ruangan. Sebab, bata dikenal sebagai material yang dapat menyerap panas matahari dan melepaskan panas tersebut saat malam hari.

“Jika Anda tinggal di rumah dari bata tanpa sekat termal seperti celah udara, panas yang terkumpul di dalam bata akan menghangatkan ruangan sampai malam hari, bahkan setelah suhu di luar ruangan mulai turun,” imbuhnya.

6. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik yang Menyala

Selain kulkas, beberapa barang elektronik lainnya yang menyala seperti oven dan mesin cuci juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan sehingga terasa panas. Lampu yang terus dibiarkan menyala saat siang juga menciptakan hawa panas.

“Di ruangan berukuran 10×10 meter dengan pintu tertutup, kondisi ini dapat meningkatkan suhu ruangan, terutama jika aliran udara buruk dan perangkat elektronik yang terus menyala sepanjang hari,” tutur Gilbertsen.

Itulah enam hal yang bikin suhu ruangan di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com