Tag Archives: sulawesi utara

Keindahan Desa Wisata Pulisan di Jantung DSP Likupang



Minahasa Utara

Desa Wisata Pulisan merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang berada di Likupang, Sulawesi Utara. Keindahannya memukau.

Desa wisata ini berada di jantung Destinasi Super Prioritas (DSP) yang sedang gencar dipromosikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Jarak tempuh dari Bandara Samratulangi ke Desa Pulisan sekitar 45 menit dengan menggunakan transportasi umum.


Keunikan Desa Wisata Pulisan

Desa Wisata Pulisan menjadi salah satu desa wisata andalan di Likupang yang menawarkan paket wisata laut komplet. Dua destinasi wisata andalan di Desa Pulisan adalah Pantai Pulisan dan Bukit Pulisan. Pantai Pulisan sendiri merupakan salah satu pantai favorit di Likupang, karena memiliki pasir putih yang lembut sepanjang bibir pantainya.

Pantai dengan hamparan pasir putih ini seakan terdiri dari 3 bagian, yang masing-masing dipisahkan oleh tebing batu yang menjorok ke arah laut. Ragam aktivitas menarik yang dapat dilakukan Sobat Parekraf di Pantai Pulisan adalah menyelam dan snorkeling. Tak kalah menarik, wisatawan juga dapat mengunjungi rumah-rumah apung yang ada di tengah-tengah perairan di sekitar Pantai Pulisan.

Sementara itu, Bukit Pulisan yang berada di area Desa Wisata Pulisan juga punya pemandangan yang tak kalah indahnya. Dari atas bukit Sobat Parekraf dapat melihat hamparan rumput laut berwarna hijau tosca yang berpadu dengan lautan biru. Meskipun harus trekking terlebih dahulu, namun pemandangan dari atas Bukit Pulisan akan menghapus rasa lelah tersebut.

Daya Tarik Wisata Desa Pulisan

Daya tarik wisata Desa Pulisan semakin lengkap berkat adanya Gua Pulisan dan Cagar Alam Tangkoko Dua Saudara. Cagar alam ini merupakan habitat dari satwa langka yang dilindung, seperti yaki atau monyet hitam besar endemik Sulawesi Utara, serta burung maleo.

Selain itu, pemerintah setempat juga telah menyiapkan sejumlah infrastruktur untuk membuat liburan wisatawan semakin nyaman saat singgah di Desa Wisata Pulisan. Mulai dari homestay hingga memberikan dukungan sinyal 4G di sekitar Desa Wisata Pulisan.

Harapannya dengan segala fasilitas yang ada di desa wisata ini dapat membantu menarik minat wisatawan untuk singgah lebih lama di Desa Wisata Pulisan. Sehingga hal ini dapat kembali menggeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Desa Wisata Berprestasi

Tidak hanya berlokasi strategis, Desa Wisata Pulisan termasuk dalam salah satu desa wisata berprestasi di Indonesia. Mengutip dari minut.go.id, Desa Wisata Pulisan berhasil menyabet gelar runner up dalam ajang Trisakti Tourism Award 2021 yang berlangsung Agustus 2021. Desa Wisata Pulisan berhasil menang dalam kategori desa wisata dengan video favorit pilihan netizen, dengan jumlah likes sebanyak 3.650 pada akun Instagram Trisakti Award.

Penganugerahan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan potensi desa dan mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, Trisakti Tourism Award juga diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah agar mampu memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, terutama pembangunan dan pengembangan desa wisata.

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Asyik Juga Keliling Taman Mini Naik Shuttle



Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bisa menjadi destinasi tujuan akhir pekan. Cek yuk akses ke sana.

Setelah revitalisasi dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 September 2023, kini TMII tampil dengan wajah baru. Selain menyuguhkan kebaruan, TMII membuat kebijakan untuk mendorong pengunjung memanfaatkan moda transportasi umum sebagai pilihan utama.

Kendaraan pribadi tidak bisa lalu lalang di dalam area TMII. Untuk berkeliling di dalam TMII, pengunjung bisa berjalan kaki, menggunakan kendaraan listrik, atau dengan fasilitas shuttle bus.


Langkah itu tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung dalam menjelajahi berbagai wahana dan budaya yang ada di kawasan tersebut.

Pada kunjungan detikTravel pada Selasa (5/11/2024), shuttle bus tidak sulit didapatkan. Merujuk liputan terdahulu, jumlah shuttle bus tidak sebanding dengan pengunjung harus rebutan. detikTravel menuju TMII dengan LRT.

Traveler yang ingin berkunjung ke TMII, dengan memulai perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota, bisa memilih KRL jurusan jurusan Bogor, kemudian turun di Stasiun Cawang. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan LRT Cibubur Line (Harjamukti), lalu traveler turun di Stasiun LRT Taman Mini.

Setelah turun dan menggunakan eskalator, traveler akan sampai di lobi, lalu traveler dapat belok kiri dan bertemu dengan staf TMII baju berwarna kuning yang menawarkan layanan shuttle bus gratis menuju TMII.

Dengan membayar tiket masuk TMII sebesar Rp25.000 beroperasi setiap hari dari jam 07.00 hingga 19.00 WIB depan Travoy Hub LRT – TIC TMII, traveler dapat menaiki shuttle bus gratis berwarna kuning dengan tulisan “TMII,” yang akan mengantarkan traveler ke pintu utama Taman Mini Indonesia Indah dan mengantarkan kembali ke stasiun LRT Taman Mini, memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menjelajahi destinasi wisata ikonik tersebut.

“Kakak duduk sini aja membayar tiket 25.000 per orang nanti saya bantu scan untuk pembayarannya. Kakak duduk saja nanti tunggu sekitar kurang lebih 10 sampai 15 menit mobil akan menuju ke sini, untuk akses shuttle bus ini berangkat dan pulang ya ka tiketnya jangan dibuang, ketika sudah mau pulang kaka bisa tunggu di tempat shuttle bus kaka turun tadi,” kata salah satu staff TMII saat ditemui oleh detikTravel.

Tidak hanya mengantarkan traveller dari stasiun ke pintu utama saja, shuttle bus gratis di TMII juga siap membawa traveler berkeliling untuk menikmati berbagai wisata menarik. Dengan shuttle bus udara terbuka (Angkling/Angkutan keliling) traveler akan disuguhkan pemandangan dan segarnya udara Taman Mini tanpa asap kendaraan, termasuk mengunjungi anjungan dari setiap rumah adat provinsi di Indonesia serta berbagai museum yang tersebar di dalam kawasan TMII.

Dengan adanya fasilitas shuttle bus gratis ini, traveller dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa harus khawatir mengenai transportasi, sehingga memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi kekayaan budaya, sejarah, dan keunikan setiap provinsi dengan nyaman dan praktis dalam suasana wisata yang lebih berkesan.

Namun, traveller tidak perlu khawatir jika ingin berhenti di lokasi tertentu tapi tidak menemukan nama museum atau anjungan yang tertera di halte. Petugas yang ramah dan siap membantu selalu ada untuk memberikan informasi dan panduan, memastikan setiap pengunjung dapat mencapai tujuan mereka dengan mudah dan nyaman.

Berikut Rute dan Halte Shuttle Bus Angkling yang tersedia di TMII:

Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), berbagai halte shuttle bus gratis tersebar di seluruh area untuk memudahkan traveller menjelajahi fasilitas dan anjungan budaya yang ada. Beberapa halte utama dengan fasilitas menarik di antaranya:

Rute Utara:

  1. Halte Museum Penerangan: Menyediakan akses ke Gedung Parkir, Museum Penerangan, serta informasi wisata. Dari sini, pengunjung juga bisa mengunjungi Anjungan Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Riau. Terdapat pula food and beverage.
  2. Halte Sky World: Menawarkan fasilitas seperti Ganara Art, Among Putro Skyworld, dan Museum Pemadam Kebakaran, dengan akses ke Anjungan Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
  3. Halte Anjungan Terpadu: Akses ke Taman Konservasi Burung, Taman Burung Jagat Satwa, dan Istana Anak-Anak Indonesia, dengan Anjungan Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Gorontalo, Maluku Utara, Banten, dan Bangka Belitung.
  4. Halte Taman Burung : terdapat fasilitas Community centre, Taman Burung Jagat Satwa, Indonesian Science Centre, Monumen Persahabatan, Negara-negara non blok, dengan Anjungan Bangka Belitung.
  5. Halte Utara: Fasilitas meliputi Museum Indonesia, Museum Contemporary, Art Gallery, Teater Tanah Airku, Tower Saujana, Taman Prasasti APEC, Sasono Adiguno, dan Gedung Pengelola, serta akses ke Anjungan Bengkulu, Sulawesi dan Jambi.
  6. Halte Anjungan Aceh: Fasilitas meliputi Plaza Malaka, Among Putro Skyworld dan Ganara Art, untuk Anjungannya yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh dan Kalimantan Barat.
  7. Halte Anjungan Kalimantan Barat: Memiliki fasilitas yaitu Plaza Arsipelago, Ganara Art, Museum Pemadam Kebakaran dan Taman Melati, untuk Anjungan yaitu Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  8. Halte Community Centre: Fasilitasnya mencakup Community Center, Istana Anak-Anak Indonesia, untuk akses ke Anjungan yaitu Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Sulawesi Barat

Rute Selatan:

  1. Gerbang TIC dan melewati berbagai halte dan tempat wisata menarik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dimulai dari halte Anjungan Jawa Timur, perjalanan berlanjut ke Halte Anjungan Sulawesi Tenggara, dan kemudian menuju Taman Burung.
  2. Selanjutnya, traveler akan melewati Halte PP IPTEK dan Museum Migas, tiba di Halte Museum Perangko, Halte Museum Transportasi, dan Halte Fresh Water Aquarium. Rute perjalanan ini berakhir di Taman Legenda Keong Emas.
  3. Beberapa wahana yang dilewati dalam perjalanan ini termasuk Kereta Gantung yang berhenti di Stasiun A, Istana Anak-Anak Indonesia, Fresh Water Aquarium, dan Museum Serangga. Selama perjalanan, pengunjung juga akan melewati berbagai museum dan taman, seperti Borobudur Mini, Museum Komodo, Museum Transportasi, Museum Keprajuritan, dan Museum Pusaka.
  4. Selain itu, perjalanan ini juga melintasi beberapa anjungan budaya yang mewakili berbagai provinsi Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Tak ketinggalan, berbagai rumah ibadah juga dapat ditemukan di sepanjang rute, seperti Klenteng Kong Miao, Masjid Diponegoro, Gereja Santa Katrina, Gereja Haleluya, Pura Hindu Dharma, dan Wihara Budha dan Arya Sasana Adi Roso.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Patung Yesus Tertinggi di Dunia Ada di Indonesia, Tingginya 61 Meter



Jakarta

Ada banyak patung Yesus di sejumlah negara, salah satunya di Indonesia. Menjulang begitu tinggi, patung-patung Yesus tidak hanya menjadi tempat ziarah bagi umat Kristiani, tapi juga menjadi daya tarik wisata global.

Berbagai patung bahkan dikelilingi bentang alam yang begitu indah. Indonesia sendiri memiliki beberapa patung Yesus yang tersebar di beberapa daerah. Lantas di manakah letak patung Yesus tertinggi di dunia?

Patung Yesus Tertinggi di Dunia

Predikat Patung Yesus Tertinggi di dunia dimiliki oleh Patung Yesus Penyelamat di Sibea-bea, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Mengutip laman Indonesia Travel dari Kemenparekraf, patung ini memiliki ketinggian 61 meter.


Patung Yesus Penyelamat dibangun menghadap ke Danau Toba. Bentuknya mirip dengan patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brasil yang memiliki ketinggian 38 meter.

Pose patung Yesus ini membuka kedua tangannya seolah ingin merangkul area sekitarnya. Cat putih yang melapisinya membuat cahaya matahari memantul, seolah patung ini bersinar terang. Setelah pembangunan selama 4 tahun, Patung Yesus Penyelamat yang mulai dibangun di awal tahun 2020 diresmikan pada bulan September 2024.

Patung Yesus Lainnya di Indonesia

Selain di Sibea-bea, Samosir, ada beberapa patung Yesus lainnya di Indonesia. Berikut di antaranya:

1. Patung Yesus Memberkati, Tana Toraja

Buntu Burake, Tana Toraja, Sulsel memiliki objek wisata religi yang megah. Di lokasi ini terdapat Patung Yesus Buntu Burake, patung Yesus tertinggi di dunia!Buntu Burake, Tana Toraja, Sulsel memiliki objek wisata religi yang megah. Di lokasi ini terdapat Patung Yesus Buntu Burake, patung Yesus tertinggi di dunia! Foto: Kemenparekraf

Patung Yesus yang berada di Buntu Burake, Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini memiliki ketinggian 45 meter. Mengutip laman STAIN Sultan Abdurrahman, Patung Yesus Memberkati berada atas ketinggian 1.700 mdpl, tepatnya di atas puncak Bukit Buntu Burake.

Dibuka sejak tahun 2015, Patung Yesus Memberkati menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi, khususnya umat Kristiani. Pengunjung bisa menikmati pemandangan dari ketinggian jembatan kaca di dasar patung Yesus.

2. Patung Yesus Memberkati, Manado

patung yesus memberkati di manadoPatung Yesus Memberkati di Manado Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Patung Yesus memberkati berdiri setinggi 30 meter di Manado, Sulawesi Utara. Dibangun pada tahun 2007, patung ini menjadi destinasi bagi wisatawan yang datang ke Manado.

Patung Yesus Memberkati terbuat dari 25 ton serat logam dan 35 ton baja dengan ketinggian 30 meter. Dengan kemiringan 35 derajat, patung ini terlihat seperti melayang di udara. Kedua tangannya seperti sedang memberkati area sekitarnya.

3. Monumen Kristus Raja, Maluku

Di Desa Olilit Timur, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terdapat wisata religius yaitu momumen Kristus Raja. Yuk kita lihat.Di Desa Olilit Timur, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terdapat wisata religius yaitu momumen Kristus Raja. Yuk kita lihat. Foto: Agung Pambudhy

berdiri di atas bangunan tiga lantai yang dihiasi bentuk-bentuk salib di dindingnya. Ketinggian dari patung Yesus yang berlokasi di Desa Oilut Timur, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Tanimbar, Maluku ini yaitu 25 meter.

Monumen ini dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan pada tahun 2006. Monumen Kristus Raja menghadap ke Laut Arafuru. Di kawasan ini, terdapat pula patung Yesus disalib dengan ketinggian 10 meter

4. Patung Yesus Kristus, Papua Barat

Patung Yesus selanjutnya ada di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat. Menghadap ke barat, patung ini berdiri tegak sambil membentangkan tangan. Tinggi patungnya mencapai 14,5 meter, sementara pilar penyangganya mencapai 15 meter.

Patung ini terbuat dari lempengan baja, tembaga, kuningan, dan timah. Dari kota Manokwari, patung Yesus ini terlihat jelas berdiri tegak di antara pepohonan. Pada sisi kiri patung, terdapat patung perempuan memegang guci air setinggi 3 meter.

5. Patung Yesus, Merauke

Patung Yesus di Taman Doa Gerbang Hati Kudus Yesus, Merauke, Papua Selatan, ini memiliki tinggi 12 meter. Spot ikonik ini diresmikan pada 14 Agustus 2011, sesuai dengan periode masuknya Gereja Katolik di Merauke ratusan tahun lalu.

Itulah informasi mengenai patung Yesus tertinggi di dunia dan yang ada di Indonesia. Semoga informasi ini membantumu ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

6 ‘Negeri di Atas Awan’ di Indonesia yang Menawan


Jakarta

Istilah “negeri di atas awan” merujuk pada lokasi yang tinggi sehingga awan tampak lebih dekat dan terkadang menyelimuti kawasan itu. Hal tersebut menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Di Indonesia, ada tempat-tempat yang disebut negeri di atas awan karena menawarkan daya tarik sensasi dramatis dan keindahan alam yang menawan.

Negeri di Atas Awan yang Ada di Indonesia

Negeri di atas awan lokasinya ada di sekitaran dataran tinggi, pegunungan hingga puncak gunung. Tak heran, sehingga tempat-tempatnya sering dijadikan destinasi wisata.


Berikut adalah beberapa tempat yang disebut sebagai negeri di atas awan di Indonesia versi detikTravel:

1. Bukit Panyangrayan

Lokasi: Tasikmalaya, Jawa Barat.

Traveler pernah mendengar nama Bukit Panyangrayan? Pesonanya di pagi hari bakal memanjakan mata travaler saat menikmati sunrise dari atas ketinggian. Bahkan saking indahnya, ada yang menjulukinya sebagai negeri di atas awan.Bukit Panyangrayan dengan pesonanya di pagi hari. (Dadan Kuswaraharja)

Bukit Panyangrayan beralamat di Kampung Pramuka Sadaukir Kapunduhan Barumekar, Sukapura, Sukaraja, Tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya, untuk menuju lokasi waktu tempuhnya sekitar 30-40 menit.

Bukit ini berada di ketinggian sekitar 350 mdpl (meter di atas permukaan laut). Dilansir situs Perhutani, Bukit Panyangrayan adalah wisata rintisan yang dikelola bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sadaukir.

Jika traveler ingin mencari sensasi melihat sunrise dan melihat Gunung Galunggung, disarankan untuk sudah di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Karena pada jam tersebut kabut begitu tebal, dan mulai menipis saat matahari beranjak naik sekitar mulai pukul 07.00 WIB.

Di sana, traveler juga bisa berkemah. Di atas bukit saat malam hari, akan ada pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Tasikmalaya.

2. Dataran Tinggi Dieng

Lokasi: Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/6). Kawasan dieng merupakan salah satu wisata pengunungan andalan di Jawa Tengah.File/detikFoto.Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Agung Pambudhy)

Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan julukan negeri di atas awan Indonesia selanjutnya. Lokasinya ada di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian 2.093 mdpl. Di sana, traveler akan melihat samudra awan ditambah pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

3. Puncak Lolai

Lokasi: Toraja Utara, Sulawesi Utara.

Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (29/7/2024). Pemerintah setempat melakukan penataan kawasan wisata alam tersebut agar lebih produktif serta ramah lingkungan berbasis kearifan lokal. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/aww.Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (Sakti Karuru/Antara)

Dewa wsiata Lolai beralamat Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Utara. Desa Lolai Toraja berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Terkenal dengan sebutan negeri di atas awan, karena dari sana traveler bisa melihat hamparan awan di pagi hari. Terkadang, di sela-selanya juga akan terlihat puncak puncak gunung yang megah.

Dari puncaknya, kita juga bisa melihat sunset dan sunrise dengan udara yang sejuk. Tentunya, hal ini membuat tempat ini memiliki banyak spot untuk diabadikan.

4. Puncak B29

Lokasi: Lumajang, Jawa Timur

Puncak B29Puncak B29. (Lily Kusumawati/d’Traveler)

Negeri di atas awan Jawa Timur dijuluki untuk Puncak B29 Lumajang. Alamatnya ada di Lokasinya berada di Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Puncak B29 memiliki ketinggian 2.900 mdpl. Letaknya berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Mengutip situs pemerintah Kecamatan Sumber,Probolinggo, ada dua versi alasan di balik nama Puncak B29 ini. Pertama, huruf “B” artinya bukit dan angka 29 adalah nomor urutan dari jumlah bukit di sana.

Untuk versi kedua, asalan nama puncak B29 yaitu karena penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (bahasa Jawa) dan dalam bahasa Indonesia artinya 29 mengacu pada ketinggiannya yang 2900 mdpl.

Puncak B29 juga disebut Puncak Argosari, yang merupakan puncak tertinggi di kawasan gunung bromo. Makannya, dari sini kita akan disajikan pemandangan indah vegetasi khas gunung dan savanna.

5. Puncak Citorek Gunung Luhur

Lokasi: Banten.

Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten. (Afif Farhan/detikcom)

Citorek Gunung Luhur beralamat di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Banten. Jarak tempuhnya dari Jakarta sekitar sekitar 80 km barat daya.

Puncak Gunung Luhur memiliki ketinggian 1.037 mdpl. Pemandangan lautan awan yang menakjubkan bisa dilihat di pagi hari sekitar jam 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Supaya tak melewatkan pemandangan tersebut, traveler disarankan untuk bermalam di puncak. Namun, pemandangan lautan awan juga bergantung jika kondisi cuaca sedang bagus.

6. Puncak Wolobobo Bajawa Flores

Lokasi: Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)

Negeri di atas awan juga jadi julukan untuk Puncak Wolobobo yang memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Lokasinya ada di Desa Turekisa, Kecamatan Gelowa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Selain lautan awan yang menutupi lembahnya, puncak Wolobobo juga diapit oleh perbukitan hijau yang rimbun, hamparan kebun kopi yang tertata dan Gunung Inerie yang indah.

Untuk mencapai spot foto utama dan melihat pemandangan yang menawan, traveler berjalan kaki sekitar 100 meter dari area parkir. Di area puncak, traveler bisa sambil duduk menikmati kopi arabika khas Ngada gazebo dengan latar belakang Gunung Inerie dan Laut Sawu.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com