Tag Archives: sulawesi

Kalegowa Destinasi Slow Travel Terbaik Kedua di Asia, Ada Apa di Sana?


Jakarta

Platform Agoda memasukkan Kalegowa dalam daftar rekomendasi slow travel 2025 bersama wilayah lain dari Asia Timur, Tenggara, dan Selatan. Kalegowa adalah wilayah di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Slow travel merupakan bentuk healing baru yang diminati masyarakat masa kini. Dikutip dari platform Revine, slow travel menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterkaitan dengan warga lokal. Slow travel atau tourims juga sangat menghargai pengalaman selama perjalanan.

Kalegowa mungkin belum banyak diketahui sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia. Dengan adanya rekomendasi slow travel Agoda 2025, Kalegowa mungkin bisa masuk daftar wishlist healing detikers berikutnya.


Fakta Kalegowa sebagai Top Agoda Slow Travel 2025

Kalegowa adalah wilayah yang menyaksikan sejarah Indonesia mulai zaman kerajaan, penjajahan, hingga menjadi negara merdeka. Masyarakat Kalegowa mengarungi perjalanan Indonesia dengan tetap memegang teguh tradisi dan kearifan lokal.

Sejarah Kalegowa

Kalegowa atau Kale Gowa adalah lokasi benteng pertama kerajaan Gowa di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Fungsi benteng ini adalah sebagai lokasi pemukiman raja dan keluarganya, sehingga menjadi pusat dinamika kegiatan kehidupan kerajaan.

Dikutip dari tulisan Benteng Kale Gowa Pada Masa Kerajaan Gowa (1510-1639) oleh Heri Setiani dari Universitas Negeri Makassar, benteng Kale Gowa tersebar di beberapa titik. Site tersebut adalah Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, Sumur Bissu, Sumur Lompowa, Masjid Tua Katangka, Kompleks Makam raja-raja Gowa dan keluarganya, Batu Tallua, dan Batu pelantikan.

Pesona Kalegowa

Dikutip dari situs Travel and Tour World, Kalegowa menawarkan kekayaan alam dan budaya yang bisa dinikmati selama healing. Beberapa pesona tersebut adalah:

  • Sawah hijau dan pepohonan rindang.
  • Arsitektur khas Bugis yang masih lestari dan mengundang decak kagum.
  • Masyarakat yang hangat dan menawarkan hospitality simpel namun sesuai kebutuhan turis.
  • Pasar tradisional dan hidangan khas yang menggambarkan masyarakat lokal.

Jarak dan Penginapan Kalegowa

Kalegowa hanya berjarak sekitar 2 km dari Somba Opu dikutip dari google maps. Situs BMKG menjelaskan, Kalegowa adalah dataran rendah dengan suhu hangat hingga panas.

Bagi detikers yang ingin berkunjung, detikers bisa pesan penginapan lebih dulu di platform wisata. Detikers juga bisa cari tahu akomodasi sesuai keperluan di media sosial atau berbagai situs wisata.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

6 Kota Favorit untuk Liburan Slow Travel di Indonesia


Jakarta

Slow travel jadi tren liburan terkini yang ingin lebih menikmati pesona destinasi wisata. Slow travel identik dengan kegiatan yang lebih mengenal (ngeblend) kebiasaan, kebudayaan, dan karakter masyarakat sekitar. Penikmat slow travel biasanya tinggal lebih lama di kota tujuan.

Kota Favorit Slow Travel

Destinasi wisata populer ternyata menjadi tujuan utama penikmat slow travel. Berikut rekomendasi kota tujuan slow travel

Kalegowa, Sulawesi Selatan

Lahan sawah di CirebonIlustrasi sawah Kalegowa (dok. Fahmi Labibinajib)

Kota ini dinobatkan sebagai kota terbaik kedua untuk slow travel di Asia versi Agoda. Kalegowa terkenal dengan sejarahnya yang panjang sebagai lokasi pertama benteng kerajaan Gowa. Kota ini juga punya pesona sawah hijau, pohon rindang, arsitektur Bugis masih lestari, serta warga lokal yang hangat dan ramah.


Yogyakarta, DI Yogyakarta

Tahukah traveler ada yang unik jika berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setiap pengunjung yang datang akan diperlakukan selayaknya tamu raja.tempat penyambutan pengunjung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Foto: Arawinda Dea Alisia

Penikmat slow travel bisa memilih destinasi wisata dan lokasi menginap yang jauh dari pusat. Selain Yogya, kamu bisa memilih lokasi wisata di Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan daerah lagi di Yogyakarta. Untuk lokasi wisata, kamu sebaiknya memilih museum, candi, situs sejarah dan budaya lain yang bisa dinikmati tanpa harus buru-buru.

Purwokerto, Jawa Tengah

Wisata Baturaden, Baturraden, PurwokertoWisata Baturaden, Baturraden, Purwokerto Foto: Ari Saputra

Ibu kota Kabupaten Banyumas ini kerap disebut mirip Yogya, namun tidak seramai kota tersebut. Purwokerto terkenal dengan hawa sejuk, adem, minim macet, masyarakat ramah, dan biaya hidup murah. Kendati begitu, Puwokerto tidak sulit diakses internet dan sangat adaptif pada perkembangan teknologi.

Bandung, Jawa Barat

Suasana Braga, Kota Bandung di momen libur panjang Waisak 2025.Suasana Braga, Bandung Foto: Rifat Alhamidi

Kota Bandung secara umum adalah destinasi wisata populer karena dekat Jabodetabel dan mudah diakses. Namun, Bandung menyediakan tempat bagi penikmat slow travel yang ingin berlama-lama meniknati keindahannya. Kamu bisa memilih destinasi wisata alam, sejarah, dan budaya yang tidak terlalu ramai pengunjung.

Raja Ampat, Papua Barat Daya

Laguna berbentuk bintang di Raja AmpatLaguna berbentuk bintang di Raja Ampat Foto: Johanes Randy

Potongan surga dunia ini sangat disayangkan jika tidak bisa dinikmati berlama-lama. Slow travel sangat direkomendasikan agar bisa menikmati keberagaman flora dan fauna Raja Ampat, hewan endemik, pasir putih, air laut biru hijau yang jernih. Selain itu, sungguh disayangkan jika harus meninggalkan Raja Ampat tanpa tahu kekayaan budaya dan sejarah masyarakatnya.

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo yang digunakan wisatawan kala berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT.Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Destinasi wisata ini adalah gerbang menuju habitat asli komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Di sini ada beragam spot wisata yang bisa kamu nikmati tanpa harus terburu-buru yaitu Goa Rangko, Air Terjun Cunca Rami, Bukit Sylvia, Sawah Lingko, dan Kampung Compang To’e Melo untuk mengenal budaya lokal Labuan Bajo.

Sebelum memilih destinasi wisata untuk slow travel, pastikan kamu sudah menyusun itinerary yang tepat sehingga waktu liburan terasa lebih efisien.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Raja Ampat Terancam Rusak, Ini Alternatif Tempat Diving


Jakarta

Indonesia tak pernah kehabisan wisata alam yang memancing jiwa petualangan pengunjung. Termasuk bagi penyuka diving dan snokeling yang mendamba keindahan bawah laut Indonesia, yang kaya keanekaragaman hayati.

Alternatif 12 Tempat Diving

Sebagai alternatif spot diving selain Raja Ampat yang kini sedang dalam polemik, berikut pilihannya

1. Bali dan Lombok

Keindahan Bali tak hanya yang terlihat di permukaan, tapi juga di bawah laut dengan biodiversity hewan dan tumbuhan. Spot menyelam di Bali dan Lombok dikutip dari situs Seacrush terdiri dari:


Padangbai

Spot Padangbai dengan air jernih biru memungkinkan penyelam melihat keindahan Padangbai dengan sangat jelas. Di sini juga ada kebun terumbu kerang dengan view yang sangat indah dan peluang mengasah kemampuan fotografi.

USAT Liberty Wreck

Di wilayah Tulamben, Bali bagian utara ada bekas kapal argo USA Army yang ditembak Jepang tahun 1942. Dengan kedalaman 5-30 meter, spot menyelam ini cocok dinimati pagi dan malam hari serta cocok bagi snorkeler. Buat yang sekadar ingin berenang, tentunya bisa juga menikmati spot ini.

Amed Japanese Wreck

Kapal ini dulunya adalah bagian dari patroli Jepang yang tenggelam tahun 1942. Kedalamanya adalah 2-12 meter yang lebih dangkap dibandung USAT Liberty Wreck. Spot menyelam in cocok bagi diver level 1.

Pulau Menjangan

Pulau ini terletak di pusat wilayah yang dilindungi di Bali bagian barat laut. Menjangan dengan kedalaman 20-30 meter ini menawarkan kekayaan kehidupan makro dibanding spot diving lain. Pulau Menjangan lebih cocok bagi penyelam profesional, dengan jumlah kunjungan lebih sedikit.

Crystal Bay dan Manta Point di Nusa Penida

Di sini, pengunjung bisa melihat ikan mola-mola pada pertengahan Juni hingga Oktober, atau ikan pari mantai di Manta Point. Spot Manta Point cocok bagi snorkeler.

2. Taman Nasional Komodo

Kawasan yang berstatus warisan dunia dan kekayaan biosfere dari UNESCO ini menawarkan pemandangan serta keanekaragaman hayati. Taman Nasional Komodo ini berlokasi di Selat Lintah dengan gelombang kuat, yang membawa banyak kehidupan. Spot menyelan di Taman Nasional Komodo adalah:

Manta Alley

Spot yang menjadi tempat ikan pari membersihkan diri ini adalah spot ikonik di Taman Nasional Komodo. Dengan kedalaman 20 meter dan gelombang kuat, spot ini lebih cocok penyelam berpengalaman yang nyaman dengan ombak.

Castle Rock

Site dengan kedalaman beragam 4, 20, hingga 24 meter ini punya ombak kuat. Namun site ini juga punya banyak keanekaragaman hayati yang sulit dilewatkan.

Cystal rock

Kawasan dengan ombak kuat ini sangat menarik bagi para raksasa penghuni laut. Hiu abu-abu, hiu sirip putih, dan giant trevally adalah beberapa contoh bagian dari ekosistem ini yang juga berkaitan dengan Castle Rock dan Gili Lawa Laut.

Batu Bolong

Dilihat dari atas, kawasan ini memang terlihat bolong tanpa ada yang istimewa. Namun di kedalaman 70 meter ada berbagai jenis ikan misal napoleon wrasse, giant trevallies, tuna, dan hiu sirip putih. Kawasan ini juga punya gelombang yang sangat kuat.

Cauldron aka Shotgun

Kawasan ini hanya untuk penyelam berpengalaman yang biasa dengan gelombang kuat. Penyelam bergerak sepanjang struktur seperti dinding laut yang kaya ikan dan terumbu karang. Selanjutnya, penyelam seperti tertembak air laut ke dalam mangkuk raksasa. Mangkuk dengan dasar pasir laut ini membuat penyelam seperti sedang naik rollercoaster.

3. Taman Nasional Komodo dan Lembeh di Sulawei

Wilayah yang berlokasi di Manado bagian utara Sulawesi ini menawarkan pengalaman wall dives dan peluang mengambil foto bawah laut yang lias biasa cantik. Taman laut ini terdiri atas Pulau Bunaken, Siladen, Mantehage, Nain, dan Manado Tua dengan kedalaman mencapai 600 meter.

Lekuan 2

Site di luar Bunaken ini punya dinding vertikal dengan banyak terumbu karang lembut dan keras, serta visibilitas luar biasa baik. Site ini juga terkenal dengan fotografi wide angle.

Ron’s Point

Berlokasi di ujung selatan Pulau Bunaken, site ini punya lembah dengan plateau besar dan kedalaman 35 meter. Di sini ada penghuni laut besar misal hiu, tuna besar, dan pari raksasa.

Alternatif spot menyelam ini bisa jadi opsi dive dan snorkeling selain Raja Ampat.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Pesona Batang Pele di Raja Ampat, Hutan Lindung yang Dikepung Tambang


Jakarta

Batang Pele atau kerap ditulis Batangpele adalah pulau kecil di kawasan Raja Ampat yang kaya nikel dan sumber daya alam hayati. Dengan luas hanya 2.000 hektare atau kurang lebih 20 km2, Batang Pele berperan penting dalam konservasi alam di Raja Ampat.

Hutan Lindung Batang Pele

Batang Pele yang termasuk pulau kecil bahkan sangat kecil ini hampir separuhnya adalah hutan lindung. Dikutip dari situs lembaga nonprofit Mongabay, hutan lindung Batang Pele punya spesies endemik dan yang dilindungi. Beberapa spesies tersebut adalah

1. Pohon pelangi

Tumbuhan dengan nama ilmiah Eucalyptus deglupta atau rainbow eucalyptus ini dikenal juga dengan nama pohon leda. Seperti namanya, kulit pohon ini berwarna seperti pelangi bukan coklat seperti pohon kebanyakan. Tanaman ini adalah flora endemik di Papua Niugini, Papua, Pulau Seram, Maluku, dan Sulawesi.


2. Pohon trembesi

Trembesi dengan ciri tajuk yang sangat lebar ini adalah penyerap CO2 paling baik dibanding pohon lain. Pohon dengan nama ilmiah Samanea saman ini dikenal juga sebagai pohon hujan atau kihujan. Daun trembesi otomatis menutup saat mendung atau hujan, sehingga air yang turun bisa langsung sampai ke lahan. Trembesi biasa ditanam di ruang publik karena butuh area yang luas.

3. Pohon parijoto

Parijoto dianggap sebagai tanaman hutan terindah dengan daun yang selalu hijau dan buah berwarna merah ungu. Saat masih muda, warna buah parijoto adalah merah muda sehingga terlihat sangat cantik dan kontras dengan batangnya yang berwarna coklat. Parijoto tumbuh liar di gunung hutan dan dibudidayakan sebagai tanaman hias.

4. Cantigi gunung

Flora dengan nama latin Vaccinium varingiafolium ini tumbuh di ketinggian 1.800-3.340 meter. Ukuran pohon ini memang kecil dengan tinggi hanya 2,5-5 meter dan diameter 50 cm, namun akar dan kayunya sangat kuat. Saking kuatnya, pendaki biasa berpegangan pada cantigi saat melewati lahan terjal. Cantigi dicirikan dengan daun hijau lonjong yang berwarna kemerahan saat muda.

Batang Pele di Tengah Konsesi Tambang

Kekayaan Batang Pele tersimpan juga di perut bumi berupa nikel. Data GeoRIMA ESDM menjelaskan potensi nikel Batang Pele sebagai berikut:

  • Bijih terukur: 5.378.000 ton
  • Logam terukur: 52.327,94 ton.

Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batang Pele adalah PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) melalui pemerintah daerah setempat. Padahal, Batang Pele sebagai pulau kecil tak seharusnya bisa dieksploitasi apalagi statusnya adalah hutan lindung.

Pemerintah memang telah mencabut IUP yang diperoleh PT MRP, namun bukan tidak mungkin tambang kembali mengancam kelestarian hutan lindung Raja Ampat. Karena itu, masyarakat harus memastikan Batang Pele benar-benar terlindung dari keserakahan yang tidak bertanggung jawab.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Patung Rp 53 Miliar di Baubau, Sulawesi Tenggara Ini Faktanya!


Jakarta

Media sosial TikTok belakangan ramai dengan unggahan patung seharga Rp 53 miliar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sosok berkharisma yang diabadikan dalam patung ini ternyata adalah Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi seorang Pahlawan Nasional. Pemberian gelar secara resmi tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 120/TK/2019.

Dikutip dari Antara, bangunan ini disebut Patung Oputa Yii Koo yang merupakan gelar bagi Sulton Buton ke-20 dan ke-23. Total biaya ini memang sangat fantastis, bahkan situs Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut ongkos pembangunan mencapai Rp 60 miliar. Pembangunan dimulai sejak 2022 dengan APBD Provinsi Sultra.

Fakta Patung Oputa Yii Koo Rp 53 Miliar

Patung yang digadang-gadang menjadi ikon wisata terbaru di Baubau ini sudah selesai dibangun dan bisa dilihat secara utuh. Berikut beberapa fakta patung yang terlihat gagah ini


1. Apakah Rp 53 miliar terlalu mahal?

Pembangunan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sulawesi TenggaraPembangunan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sulawesi Tenggara (dok google maps September 2022)

Anggaran Rp 53 miliar memang sangat besar, namun patung ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi masyarakat Sultra. Area terbuka sekitar patung dapat digunakan untuk kegiatan sosial, menambah ruang publik baru bagi masyarakat, sekaligus menarik kunjungan wisata ke Baubau.

2. Lokasi patung di tepi pantai

Patung Oputa Yii Koo berlokasi di Kotamara, Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau. Bangunan patung berada di tepi pantai menjorok ke laut berpadu dengan warna air laut biru hijau. Hasilnya, patung terlihat sangat indah dan sangat eyecatching serta Instagramable.

3. Patung terbuat dari perunggu dan tembaga

Penampakan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sualwesi TenggaraPenampakan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sualwesi Tenggara Foto: google maps Juli 2024

Bahan penyusun Patung Oputa Yii Koo adalah perunggu dan tembaga, sehingga menghasilkan warna merah orange yang khas. Patung dibangun setinggi 22-23 meter dengan pose jari telunjuk kanan menunjuk ke arah matahari terbenam di sebelah barat. Saat sunset, patung terlihat sangat indah dan epik sebagai latar foto.

4. Area patung nyaris mencapai satu hektare

Patung Oputa Yii Koo berdiri di layan seluas 8.897 m² atau 0,89 hektare. Pembangunan patung dilakukan dalam dua tahap dengan total dana Rp 17 miliar dan Rp 36 miliar. Tahap pertama fokus pada pembangunan pondasi di dalam laut, pemasangan plat, sekalian dengan dudukan patungnya. Selanjutnya adalah pembangunan patung hingga selesai.

5. Patung belum diresmikan

Bangunan Patung Oputa Yii Koo sudah selesai dibangun, namun belum diresmikan pemerintah setempat. Patung rencananya diresmikan pada 2024, namun belum dilaksanakan hingga kini. Selain menjadi ikon wisata, komplek Patung Oputa Yii Koo direncanakan punya museum dan ruang kantor.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com