Tag Archives: sumatera

10 Ikan Hias Aquarium Tercantik Air Tawar untuk Memperindah Ruangan


Jakarta

Telah lama ikan hias menjadi daya tarik utama bagi pecinta akuarium. Keindahan warna, bentuk tubuh, dan perilaku unik dari berbagai ikan tersebut bisa menciptakan pemandangan bawah air yang menarik.

Dalam akuarium, ikan hias tak hanya sekedar menghuni, api juga dapat menambah estetika ruangan. Dari ikan yang berukuran kecil dengan aneka warna sampai dengan yang mempunyai bentuk sirip yang cantik, setiap ikan mempunyai pesonanya masing-masing.

10 Ikan Hias Aquarium Tercantik

Ikan hias aquarium tercantik di antaranya adalah ikan guppy, ikan cupang, dan ikan bidadari. Berikut informasi lengkapnya.


1. Ikan Guppy

Bisnis Ikan GuppyIkan Guppy (Kartika Bagus/detikcom)

Guppy menjadi salah satu kan yang menghiasi akuarium selama lebih dari 100 tahun. Mengutip laman Aqueon, kini sudah banyak corak dan warna berbeda selama beberapa generasi.

Sifatnya yang suka berteman dengan warna-warna cerahnya membuat ikan guppy banyak disukai. Ikan vivipar ini mudah dibiakkan dengan betinanya mampu melahirkan tiap 30 hari. Menurut jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, ikan guppy harus berada di air dengan pH 6-8 dan suhu 28-32°C agar tumbuh dengan baik.

2. Ikan Cupang

Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal.Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal. Foto: iStock

Ikan cupang juga merupakan ikan warna-warni yang banyak disukai. Mengutip laman Aquarium co-op, spesies yang paling populernya adalah Betta splendens dengan aneka corak dan bentuk ekor yang beragam.

Perlu diketahui, cupang memiliki sifat yang agresif. Sehingga tidak semua cupang bisa ‘berteman’ dengan ikan lainnya di akuarium. Jenis ikan ini cocok dipelihara di dalam akuarium dengan kualitas air yang bersih dan sehat dengan suhu 24-26°C

3. Ikan Discus

Karyawan Pabrik di Pasuruan Jadi Jutawan Jualan Ikan DiscusKaryawan Pabrik di Pasuruan Jadi Jutawan Jualan Ikan Discus Foto: Muhajir Arifin

Discus merupakan salah satu ikan air tawar terindah yang dipelihara di akuarium bahkan dijuluki sebagai raja akuarium. Ada beberapa jenis dari ikan discus, yaitu brilliant turquoise, pigeon blood, sampai albino yellow.

Ikan discus lebih menyukai suhu yang hangat antara 29-30°C untuk bisa tumbuh, dengan panjang tubuh mencapai 13-18 cm. Jika merawat ikan ini kuncinya adalah meningkatkan suhu air, menjaga aliran tetap bersih dan stabil, dan memberi makan yang baik.

4. Ikan Bidadari

Ikan bidadari atau manfish mempunyai bentuk tubuh yang unik, yaitu seperti layangan. Mengutip buku Budidaya Ikan Angelfish yang cantik oleh Ishan Latif, gerakan tubuhnya juga sangat tenang.

Pada bagian bawah terdapat dua sirip kecil dan panjang melengkung ke ekor. Ikan cantik ini tidak suka menyerang ikan lainnya.

5. Ikan Molly

Potret ikan hias molly.Potret ikan hias molly. Foto: BACbKA/Wikimedia Commons

Ikan molly sering disebut sebagai ikan balon karena perutnya yang menggelembung. Salah satu jenis ikan molly yang banyak dipelihara adalah molly hitam.

Ikan jantannya memiliki sirip punggung seperti layar membuat spesies ini sangat populer selama bertahun-tahun. Ikan molly merupakan anggota genus yang sama dengan ikan guppy.

6. Ikan Pelangi Boesemani

Ikan PelangiIkan Pelangi Foto: USA Today

Ikan pelangi adalah ikan berkelompok yang dikenal dengan warna-warnanya yang menakjubkan. Salah satu spesies yang paling terkenalnya adalah ikan pelangi boesemani.

Tubuhnya berbentuk almond dengan warna biru berkilau di bagian depan dan oranye terang di bagian belakang. Ikan jantannya tumbuh hingga 10 cm dan pada usia dewasa bisa mencapai 1,2 m.

7. Ikan Louhan

Ikan Louhan yang Mahal DigorengIkan Louhan Foto: Wikipedia

Ikan Louhan mempunyai ciri yang dominan, yaitu benjolan atau jenong di bagian kepala. Mengutip buku Cara Merawat Ikan Louhan yang Mudah dan Praktis oleh Majella Setyawan, warna ikan louhan beragam mulai dari merah, merah muda, oranye, bercak hitam, dan kombinasi lainnya.

Bentuk badan ikan louhan agak bulat dengan ekor yang pendek. Siripnya agak melebar. Namun, semakin tua ikan louhan, siripnya akan berbentuk kuncup. Sementara itu, mulutnya identik monyong dan tebal.

8. Ikan Cherry Barb

Ikan cherry barb memiliki bentuk ukuran tubuh yang berkisar antara 10-12 cm. Menurut buku Ragam Desain Akuarium Penghias Interior Rumah oleh Ela Puspita, corak warnanya begitu cantik, yaitu kuning keemasan pada bagian atas dan kuning terang di bagian bawah. Ikan ini bisa hidup di akuarium dengan suhu 22-24°C, serta banyak tanaman air, kayu-kayuan, dan bebatuan di dalamnya.

9. Barbus Tetrazona

Berasal dari Sumatera, Barbus tetrazona seringkali disebut juga sebagai ikan Sumatera. Saat berada di alamnya, ikan ini hidup berkelompok hanya dengan sesama jenisnya.

Corak pada barbus tetrazona begitu cantik. Mulai dari kepala sampai ujung ekornya dibalut dengan warna hitam berbentuk cincin. Jika ingin memeliharanya, ikan ini cocok dipelihara di dalam akuarium dengan suhu 20-26°C.

10. Killifish

Pada habitatnya, Killifish lebih suka hidup berkelompok daripada menediri. Jika ada di dalam air tawar, ikan ini lebih suka hidup di semak-semak rawa pohon bakau.

Panjangnya sekitar 8-10 cm dengan warna dan corak kuning keemasan. Uniknya, bentuk sirip bagian tengahnya begitu panjang sampai ekor. Ikan ini bisa hidup dengan sehat di akuarium dengan kualitas air yang bersih, sehat, dengan pH normal, dan suhu 25°C.

Buat detikers yang tertarik memelihara ikan hias aquarium tercantik ini, pastikan tersedia cukup ruang untuk menaruh aquarium dan perlengkapannya. Termasuk pakan ikan, vitamin, serta semua kebutuhan hewan peliharaan. Selain itu, pastikan mendapat cukup cahaya matahari dan tidak lembab.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Sembari Mudik, Yuk Simak Rekomendasi 6 Tempat Staycation di Sumatera



Jakarta

Hari Raya Idulfitri menjadi momen untuk menghabiskan libur panjang, di samping bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat terdekat. Salah satu yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia saat Lebaran yaitu mudik.

Nah, yuk buat momen libur Lebaranmu semakin berkesan dengan staycation bersama keluarga agar semakin hangat. Minimal sekali setahun kamu ajak mereka staycation ke hotel atau penginapan yang punya konsep unik.

Bagi yang mudik ke Sumatera, ada banyak pilihan hotel atau penginapan yang cocok untuk staycation. Dikutip dari laman Indonesia Travel, berikut enam di antaranya:


1. Jukung Vietnam, Lampung

Jukung Vietnam terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro, Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Tiket masuk wisata ini cuma Rp 10.000.

Bagi kamu yang ingin staycation, disediakan vila untuk disewakan. Fasilitasnya ada TV, AC, kulkas, dan kamar mandi.

Menariknya, di sini ada kamar dengan balkon pemandangan langsung menghadap ke laut. Harga setiap kamar berkisar Rp 450.000.

Untuk urusan makan, di sini juga ada resto yang menyediakan beragam menu yang bisa kamu pilih.

2. Villa Hotel Gunung Gare, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Ilustrasi LiburanVila Gunung Gare. (Foto: Shutterstock)

Vila gunung gare adalah salah satu vila di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Cocok buat kamu yang ingin staycation bersama keluarga sembari menghabiskan libur Lebaran.

Vila Gunung Gare juga memiliki suasana yang sejuk karena berada di tengah hamparan perkebunan teh. Untuk ukuran kamar mandi di sini cukup besar, bahkan tersedia juga air hangat dan peralatan mandi yang lengkap.

Harga yang ditawarkan untuk masuk ke area vila ini sebesar Rp 5.000. Jika kamu ingin staycation, ada berbagai tipe kamar yang tersedia dengan harga variatif mulai Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000.

3. Paradiso Village Cubadak, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Bagi kamu yang ingin liburan Lebaran sekalian staycation di Sumatera Barat, Paradiso Village Cubadak bisa menjadi pilihan.

Lokasinya berada di Pulau Cubadak, Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Vila ini berada di Pulau Cubadak yang merupakan sebuah pulau seluas sekitar 40 km2.

Vila ini tersembunyi di antara rimbunnya hutan yang eksotik. Setiap saat kamu juga bisa dengar deburan ombak yang merdu.

Paradiso Village Cubadak dibangun dengan gaya arsitektur kayu yang langsung menghadap ke arah laut. Kamu juga tidak perlu ke mana-mana untuk makan, karena restonya juga menyediakan ragam menu makanan.

Mulai dari hidangan oriental hingga Italia. Bahan makanan seafood juga masih segar, karena diperoleh langsung dari nelayan lokal. Untuk tarif kamar per malamnya berkisar Rp 1.500.000.

4. Ashamaya Belitung, Pulau Belitung

detikers yang pulang kampung atau liburan panjang Idul Fitri di Pulau Belitung, jangan lewatkan staycation di Ashamaya Belitung yang merupakan dome glamping site. Lokasinya terletak di Pasarbaru.

Glamping ini menawarkan parkir pribadi gratis, layanan kamar, dan WiFi gratis.

Setiap kamar juga sudah dilengkapi pengering rambut (hairdryer) dan peralatan mandi. Kamu dapat juga bersepeda di area glamping atau sekadar jalan-jalan di taman.

Ashamaya Belitung merupakan tempat yang cocok untuk staycation bareng keluarga di sini. Untuk tarif glamping dibanderol dengan harga antara Rp 1.300.000 hingga Rp 1.700.000.

5. Samosir Cottage Resort, Sumatera Utara

Ilustrasi LiburanSamosir Cottage Resort. (Foto: Info Samosir)

Samosir Cottage Resort bisa jadi alternatif pilihan kamu untuk staycation dengan view Danau Toba. Lokasinya berada di Pulau Samosir, sehingga kamu harus menyeberang dulu dengan kapal.

Kamu dapat menikmati pemandangan yang mempesona dengan melihat langsung Danau Toba dari resor ini. Desain resor ini mengusung konsep Rumah Bolon yang merupakan rumah adat Suku Batak.

Ada kolam renang dengan panorama langsung ke Danau Toba, sehingga kamu bisa berenang sembari menikmati pemandangan tepi danau. Tarif menginap di sini mulai dari Rp 500.000.

6. Casa Nemo Beach Resort & Spa, Pulau Weh

Di ujung Pulau Sumatera, kamu bisa mencoba staycation di Casa Nemo Beach Resort & Spa. Lokasinya beberapa langkah dari Pantai Sumur Tiga, Pulau Weh, Aceh.

Casa Nemo Beach Resort & Spa menawarkan akomodasi penginapan dengan teras, restoran, taman, dan bar. Kamar mandinya juga sudah lengkap dengan shower dan perlengkapan mandi.

Saat sarapan di restonya, kamu bisa melihat monumen Tugu 0 km Indonesia dari jauh. Tarif menginap di sini mulai dari Rp 650.000,-.

Ditunggu cerita staycation terbaik #DiIndonesiaAja versi kamu ya. Untuk inspirasi liburan lainnya, pastikan kamu sudah follow Instagram @pesona.indonesia. Selamat menikmati libur Lebaran 1445 Hijriyah!

(ncm/ega)



Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Taman Benyamin Sueb Bekas Markas Kodim untuk Mengenang Legenda Betawi



Jakarta

Sebagai apresiasi terhadap pengaruh besar Benyamin Sueb, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap bekas Kodim 0505 Jatinegara menjadi Taman Benyamin Sueb. Kini, tempat tersebut menjadi tujuan wisata sekaligus menyimpan jejak-jejak karya Benyamin Sueb.

Jauh sebelum menjadi Taman Benyamin Sueb, atau pada 1625, bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Meester Cornelis Senen. Dia utusan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan yang ini dikenal sebagai Jatinegara.

Kemudian pada 1950-an bangunan itu menjadi markas Kodim 0505 Jatinegara. Kemudian, oleh Pemprov DKi saat dipimpin Anies Baswedan bangunan itu diresmikan sebagai Taman Benyamin Sueb, tepatnya pada 2018.


Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, menjelaskan selain sebagai apresiasi kepada sang seniman, taman itu juga menjadi keinginan Bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb. Dia pernah menyatakan keinginannya agar Jakarta memiliki wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja. Dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” kata Heni kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady)

Di Taman Benyamin Sueb itu bukan hanya terdiri dari area terbuka layaknya sebuah taman, tetapi juga terdapat kurang lebih enam bangunan. Yakni, Museum Benyamin Sueb, tiga bangunan yang merupakan peninggalan zaman dulu yang terletak di belakang museum dan juga di kanan-kiri museum. Kemudian, terdapat bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.

Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb. Ada penghargaan-penghargaan yang sempat ia peroleh dari segala bidang, lalu rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Heni mengatakan arsip dan foto-foto yang ada di museum itu merupakan mengatakan peninggalan Benyamin Sueb. Benda-benda yang ada di sana juga merupakan barang asli yang pernah dipakai oleh sang seniman.

Heni juga membeberkan museum itu baru saja mendapatkan koleksi teranyar, yakni sepeda ontel. Walaupun bukan sepeda yang pernah dipakai bang Ben, tapi sepeda tersebut serupa dengan yang pernah dipakai oleh Benyamin.

“Ya ini yang di Museum Benyamin Sueb itu barang-barang milik almarhum semua. Semuanya kita dapat dari Yayasan Benyamin Sueb, kita dapat juga dari sahabat-sahabat beliau. Nah, yang belum lama kita dapat sepeda juga kita dapat hibah dari Komunitas Sepeda Ontel tapi itu sepeda zamannya beliau,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati (Muhammad Lugas Pribady)

Dalam kesempatan berkunjung ke Taman Benyamin Sueb, detikTravel melihat beberapa orang yang tengah berlatih tari di bangunan Rumah Betawi. Heni juga mengatakan ada beberapa sanggar yang kerap berlatih di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa.

“Contohnya ini sedang ada latihan dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ini dia rutin menggunakan gedung kami setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Heni.

detikTravel pun penasaran untuk melihat latihan tersebut. Ketua Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, Teguh Hari Santoso, menjelaskan sanggar yang ia kelola merupakan sanggar tari yang mencakup berbagai tarian di seluruh Indonesia. Dan Sanggar SBK sudah rutin berlatih di Taman Benyamin Sueb sejak lima tahun yang lalu.

“Alhamdulilah di sini tuh sudah hampir empat atau lima tahun ya, kita latihan seminggu dua kali. Kalau untuk diklatnya itu hari Selasa dari jam 15.00 sampai jam 20.00 WIB. Terus di hari Jumat itu pembekalan anak-anak yang sudah mahir,” kata Teguh..

Teguh juga menyampaikan dengan hadirnya Taman Benyamin Sueb sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sangat membantu sanggarnya untuk mengeksplorasi tarian. Dan ia menjelaskan di sanggar besutannya itu tari Betawi merupakan gerbang untuk menguasai berbagai tarian Indonesia lainnya.

“Wah alhamdulillah dengan adanya Taman Benyamin Sueb ini kami selaku sanggar yang ada di Jakarta Timur terbantu sekali dengan adanya Taman Benyamin Sueb jadi kita bisa latihan dan eksplorasi gerak di Taman Benyamin Sueb ini,” katanya.

“Justru pengenalan awalnya itu (tari) Betawi gitu, setelah itu akan meningkat ke Bali, Sumatera, Sulawesi gitu. Ya jadi untuk pertama kali masuk di sanggar ini pasti kita kasihnya tari Betawi yang dasar, biasanya kita kasih tari cokek terus sama tari ragam dasar Betawi,” ujar dia.

Taman Benyamin Sueb ini dibuka untuk umum jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Sementara itu, untuk area Taman Benyamin Sueb seperti Rumah Betawi yang dijadikan tempat latihan oleh sanggar, pengelola membatasi waktu kegiatan hingga pukul 21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Bandar Lampung untuk Keluarga, Cocok Buat Healing


Jakarta

Bandar Lampung adalah sebuah kota yang menawarkan beragam pesona alam yang memikat hati pengunjungnya. Terletak di ujung Selatan Pulau Sumatera, kota ini menjadi pintu gerbang utama para wisatawan yang mau menjelajahi keindahan alam dan budaya di wilayah Lampung.

Wisatawan yang datang ke Lampung akan menemukan banyak wisata alam yang menyuguhkan keindahan dari ketinggian. Selain itu ada pula museum di mana wisatawan dapat mengetahui sejarah Lampung lebih dalam. Sehingga beberapa wisata di sini cocok untuk liburan keluarga. Berikut beberapa rekomendasi wisata Bandar Lampung.

10 Wisata Bandar Lampung

Bandar Lampung mempunyai aneka wisata yang beragam. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga edukasi.


1. Taman Kupu-kupu Gita Persada

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Wan Abdurrahman, Hutan, Kecamatan Hutan, Lampung.

Taman Kupu-kupu Gita Persada merupakan kawasan wisata dan sarana edukasi yang dikelola oleh Yayasan Sahabat Alam pada 1999. Mengutip laman Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, kawasan ini didirikan demi menghindari kepunahan segala jenis kupu-kupu Natar Lampung Selatan.

Ada lebih dari 100 spesies kupu-kupu di kawasan ini. Salah satu kekayaan yang dimiliki Taman Kupu-kupu Persada adalah keanekaragaman kupu-kupu khas Sumatera.

2. Wisata Lengkung Langit

Wisata Lengkung LangitWisata Lengkung Langit (Instargram @lengkunglangit.id)

Jam buka:

  • Senin-Jumat: 08.00-19.00 WIB.
  • Sabtu-Minggu dan tanggal merah: 09.00-20.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Lengkung Langit 1 Rp 10.000.
  • Lengkung Langit 2 Rp 15.000.

Belum termasuk tiket terusan dan masing-masing wahana.

Lokasi:

  • Lengkung Langit 1: Pinang Jaya, Kemiling, Bandar Lampung.
  • Lengkung Langit 2: Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung.

Wisata Lengkung Langit menawarkan pemandangan indah di atas bukit dengan ketinggian 300 mdpl. Dari ketinggian tersebut, wisatawan dapat melihat keindahan Lampung dan Gunung di sisi lainnya.

Ada dua lokasi Lengkung Langit yang hanya terpisah 2 km. Keduanya sama-sama menyuguhkan keindahan lanskap dari ketinggian. Tapi ada beberapa spot yang berbeda.

Lengkung Langit 1 (Pinang Jaya) mempunyai bangunan rumah-rumah kecil bernuansa Eropa serta berbagai spot foto. Lengkung Langit 2 (Sumber Agung) juga memiliki banyak spot foto, yaitu seperti rumah pohon, perahu kaca, kolam terap, dan beberapa bangna lainnya.

3. Bukit Sakura

Bukit SakuraBukit Sakura (Bagus Eko Prasetyo/d’Traveler)

Jam buka: 08.00-21.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Melati Raya, Langkapura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Bukit Sakura merupakan tempat wisata yang menyuguhkan suasana ala Jepang. Ada pohon sakura buatan, lampion, serta berbagai spot foto bernuansa Jepang.

Mengutip laman repository Darmajaya, untuk menambah keseruan, destinasi ini juga menyediakan fasilitas penyewaan pakaian tradisional Jepang untuk anak-anak dan orang dewasa. Ada pula kolam renang dan playground untuk tempat bermain anak-anak.

4. Museum Lampung

Pengunjung mengamati benda bersejarah yang dipajang di museum Lampung, Sabtu (6//7/2024). Menurut pengelola, jumlah pengunjung pada hari libur sekolah di museum Lampung didominasi kaum generasi muda khususnya pelajar yang ingin melihat  perjalanan sejarah di Provinsi Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah/nz.Pengunjung mengamati benda bersejarah yang dipajang di museum Lampung, Sabtu (6//7/2024). (Ardiansyah/Antara)

Jam buka:

  • Selasa-Kamis :08.00-14.00 WIB
  • Jumat: 08.00-10.30 WIB.
  • Sabtu-Minggu: 08.00-14.00 WIB
  • Senin dan libur nasional tutup.

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000.
  • Mahasiswa: Rp 2.000.
  • Anak-anak: Rp 1.000.

Lokasi: Jl. ZA. Pagar Alam No.64, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Ada dua lantai di Museum Lampung. Menurut laman Instagram Museum Lampung, pada lantai pertama, wisatawan akan belajar tentang peninggalan sejarah terbentuknya Provinsi Lampung hingga koleksi uang-uang kuno yang pernah beredar di provinsi Lampung.

Lantai dua terdapat perlengkapan adat yang dipakai sehari-hari berdasarkan siklus daur hidup masyarakat Lampung mulai dari kelahiran, beranjak remaja, pernikahan hingga kematian. Selain itu ada alat musik khas Lampung dan miniatur perlengkapan begawi

5. Wira Garden

Wira Garden LampungWira Garden Lampung (Instagram Wira Garden Lampung)

Jam buka:

  • Senin-Jumat 09.00-17.00 WIB.
  • Sabtu-Minggu: 08.00-18.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 15.000.

Lokasi: Jalan Wan Abdurrahman, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Wira Garden adalah tempat wisata Bandar Lampung yang menyuguhkan pesona alam dengan pepohonan besar dan Rindang. Ada taman hijau, area outbound, sungai yang jernih, dan spot-spot foto yang menarik.

Traveler bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berjalan-jalan, bersepeda, outbond, bahkan menginap di tepi sungai menggunakan tenda.

6. Puncak Mas Lampung

Puncak MasPuncak Mas (Instagram @puncakmasthomas)

Jam buka: Rp 08.00-22.00 WIB.

Harga tiket: Rp 20.000.

Lokasi: Jl. H. Hamim RJP, Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.

Puncak Mas Lampung menawarkan pemandangan perbukitan yang memukau dari ketinggian. Di sini, wisatawan bisa menikmati keindahannya pada pagi, sore, dan malam hari.

Selain pemandangan yang indah, destinasi ini juga memiliki wahana yang cukup memacu adrenalin, seperti sepeda gantung. Tak usah khawatir, sebab, peralatan dan perlengkapan yang tersedia sudah sesuai dengan standar keamanan.

7. Bukit Aslan

Bukit Aslan di Bandar Lampung.Bukit Aslan di Bandar Lampung. (Dok. Instagram/bukitaslan)

Jam buka:

  • Selasa-Sabtu: 14.00-22.00 WIB.
  • Minggu/Libur Nasional: 10.00-22.00 WIB.
  • Senin: Tutup.

Harga tiket masuk:

  • Weekdays: Selasa-Jumat Rp 25.000/orang (e-payment) atau Rp 35.000/orang (tunai).
  • Weekend: Rp 35.000/ orang (e-payment) atau Rp 45.000/orang (tunai).
  • Anak-anak di bawah 5 tahun: gratis.

Lokasi: Jalan Bukit Aslan nomor 2 Way Gubak, Sukabumi, Bandar Lampung.

Tempat wisata Lampung berikutnya juga menyuguhkan keindahan Lampung dari ketinggian. Dari atas, wisatawan bisa melihat keindahan kota dan juga laut.

Melihat laman Instagram Bukit Aslan, salah satu spot menarik di Bukit AsLan adalah Magical Forest. Di sini, ada beberapa patung binatang yang unik dan amphitheater.

8. Lampung Walk

Lampung WalkInfinydream di Lampung Walk (Lampung Walk/instagram)

Jam buka:

  • Waterpark: 08.00-18.00 WIB.
  • Infinydream: 10.00-21.00 WIB.
  • Sport Center: 08.00-24.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Waterpark: Rp 35.000.
  • Infinydream: Rp 45.000.

Lokasi: Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Lampung Walk merupakan tempat rekreasi yang cukup unik. Melihat laman instagramnya, kolam renang di Lampung Walk yang cukup besar dengan aneka perosotan untuk anak-anak sampai orang dewasa.

Destinasi ini juga mempunyai Infinydream, yaitu ruangan dengan 20 spot foto unik dan kece beserta sport center.

9. Taman Wisata Lembah Hijau

Photo satwa burung pelikan di Taman Satwa Lembah Hijau LampungPhoto satwa burung pelikan di Taman Satwa Lembah Hijau (detikcom)

Jam operasional: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket:

  • Tiket masuk Rp 15.000 per orang.
  • Tiket Waterboom: Rp 25.000 per orang.
  • Tiket Taman Satwa: Rp 50.000 per orang.
  • Tiket Taman Satwa+Waterboom: Rp 55.000 per orang.

Lokasi: JI. Radin Imba Kesuma Ratu, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Taman Wisata Lembah Hijau berada di lereng Gunung Betung, sekitar 3-4 km dari pusat kota. Menurut laman Pemprov Lampung, kawasan wisata ini mempunyai suasana yang indah dan tenang dengan suasana yang sejuk.

Di dalam wisata ini, wisatawan bisa melakukan aktivitas seperti bersepeda, melihat satwa, menunggangi gajah, berenang atau sekedar menikmati alam sekitar. Taman ini dilengkapi gazebo dan juga restoran

10. Farm Day

Jam operasional: 09.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Weekdays: dewasa: Rp 20.000 dan anak-anak: Rp 15.000
  • Weekend: dewasa: Rp 25.000 dan anak-anak: Rp 15.000.

Lokasi: Jalan Khadin Tihang Gang 1 No. 4, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Farm Day adalah kafe sekaligus taman edukasi Lampung untuk bersantai dan belajar. Konsepnya modern dengan kolam-kolam kecil yang dihiasi kincir angin mini.

Di sini terdapat berbagai jenis hewan seperti domba merino, ayam, kelinci, ikan, dan burung. Wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan dengan memberi maka atau foto bersama.

Itulah sederet wisata Bandar Lampung untuk keluarga. Kamu tertarik untuk mengunjungi yang mana? Jangan lupa update informasi lebih dulu sebelum berkunjung ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Medan Dekat Pusat Kota yang Menarik dan Ramah di Kantong


Medan adalah kota terbesar ke-3 di Indonesia dengan berbagai destinasi wisata menarik, yang mudah diakses dari pusat kota. Ada banyak pilihan wisata Medan terdekat dari pusat kotanya, mulai dari tempat bersejarah, taman hijau, hingga tempat religi.

Setiap destinasi menawarkan pengalaman yang berbeda. Menjadikannya pilihan sempurna untuk liburan.

Wisata Medan Terdekat dari Pusat Kota

1. Kampoeng Selfie (Kongsi)

Kampoeng Selfie di MedanKampoeng Selfie di Medan. (Jefris Santama/detikcom)


Kampoeng Selfie (Kongsi) termasuk wisata Medan dekat pusat kota, yang jarak tempuhnya hanya sekitar 30 menit saja.

Sesuai namanya, kampung ini mengusung konsep kreativitas seni. Tempat ini menawarkan pengalaman wisatawan untuk merasakan keseruan berfoto dengan latar belakang spot-spot foto menarik, warna-warni, dan kekinian.

Dikutip dari situs Universitas Sumatera Utara, wisata Kampung Selfie Medan resmi dibuka pada 25 November 2017. Sentuhan cat warna-warni kontras nan meriah juga bisa kita lihat di sepanjang jalan.

  • Lokasi: Jalan DR. Cipto, Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan
  • Jam buka: Senin-Sabtu mulai dari jam 09.00 – 20.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

2. Taman Tjong Yong Hian

Taman Tjong Yong Hian (Instagram/tjongyonghiangallery)Taman Tjong Yong Hian. (dok.Instagram @tjongyonghiangallery)

.

Taman Tjong Yong Hian adalah taman bunga ala Tiongkok sebagai wujud penghormatan untuk sosok Tjong Yong Hian. Beliau saudara dari tokoh ternama, Tjong A Fie, yang merupakan orang berpengaruh dalam sejarah kota Medan.

Di setiap sudut taman ini, pengunjung akan melihat panorama taman bunga dan aneka tumbuhan yang cantik. Di sana juga terdapat makam Tjong Yong Hian dan istrinya dan batu prasasti dengan inskripsi Bahasa Arab, Belanda, dan Tionghoa.

  • Lokasi: Jalan Kejaksaan, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, 20151
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 08.00 – 17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

3. Masjid Raya Al-Mashun (Masjid Raya Medan)

Bersilaturahmi disela sela acara salad idul adha di Masjid Raya Al-Mashun MedanMasjid Raya Al-Mashun Medan (Aisyah Luthfi Munthe/detik.com)

Masjid Raya Al-Mashun menjadi wisata Medan yang dekat dengan pusat kota. Jika dilihat dari Google Maps, jarak dari pusat kota Medan ke Masjid Raya Al-Mashun sekitar 12-13 menit saja.

Didirikan pada 21 Agustus 1906 M, masjid bersejarah ini berusia lebih dari 100 tahun. Selain menjadi peninggalan dari Kesultanan Deli, Masjid Raya Al Mashun juga menjadi ikon yang digunakan sebagai tempat pusat kegiatan agama di Kota Medan.

Menariknya, arsitektur masjid ini perpaduan dari Timur Tengah, Eropa dan Asia. Tidak hanya itu, ada ornamen dan kaligrafi di setiap bagunan yang mangandung makna kehidupan dan keberagaman budaya.

Keunikan dan kemegahan masjid ini membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

  • Lokasi: Jalan Mahkamah No.74 c, RT.02, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 04.00 – 00.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

4. Tjong A Fie Mansion (Rumah Tjong A Fie)

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. (Putu Intan/detikcom)

Tjong A Fie Mansion merupakan rumah saudagar kaya China bernama Tjong A Fi. Bagunannya punya arsitektur China, Eropa dan Melayu.

Dilansir laman resminya, dan Museum Tjong A Fie dibuka untuk umum pertama kali sejak Juni 2009. Rumah ini memiliki 35 kamar dan 2 lantai dengan luas mencapai 8000 m2.

Rumah Tjong A Fie termasuk destinasi sejarah di Medan dan termasuk bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  • Lokasi: Jalan Jend. A. Yani, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 09.00 – 17.00 WIB. Tutup pada Tahun Baru China.
  • Harga tiket masuk: Rp 35 ribu per tiket.

5. Istana Maimun

Kondisi Istana Maimun Medan yang mirip pasarIstana Maimun di Medan (Nizar Aldi)

Bagi yang suka wisata edu religi, kamu bisa mengunjungi Istana Maimun. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Medan, hanya sekitar 13 menitan.

Istana Maimun adalah istana yang dibangun pada masa Kesultanan Deli, sekitar tahun 1888-1891. Pembangunanya dilakukan atas perintah Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah.

Dalam jurnal tahun 2023 berjudul Strategi Peningkatan Pelayanan Istana Maimun sebagai Warisan Budaya Melayu oleh Muhammad Rizki Lubis, pembangunan Istana Maimun ini didesain oleh arsitek Capt. Theodoor Van Erp, seorang tentara Kerajaan Belanda.

Arsitekturnya percampuran antara budaya Islam, tradisional Melayu, dan Eropa. Di bagian depan, atap, lengkungan (arcade), ornamen gedung mengingatkan pada seni budaya Islam Timur Tengah dan India, sedangkan pada bagian pintu dan jendela dirancang dengan gaya bangunan Spanyol.

Dulunya, Istana Maimun adi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Sultan. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, Istana ini telah beralih fungsi menjadi obyek wisata sekaligus hunian bagi keluarga ahli waris.

  • Lokasi: Jalan Brigadir Jenderal Katamso · Aur, Medan Maimun, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap Hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa.

Itu tadi beberapa rekomendasi wisata Medan dekat pusat kota yang wajib dikunjungi. Jadi, traveler tak perlu bingung lagi mencari tempat untuk liburan tanpa perlu jauh-jauh dari pusat kota.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ini Pondok Pesantren Berusia 4 Abad dari Semarang



Semarang

Di kota Semarang, berdiri sebuah pondok pesantren yang konon usianya sudah 4 abad alias 400 tahun. Inilah pondok pesantren Luhur Dondong.

Salah satu pondok pesantren (ponpes) tertua di Indonesia ada di Semarang. Saat ini, usianya dipercaya sudah 4 abad. Ponpes tersebut dikenal dengan nama pondok Luhur Dondong.

Hingga kini, pondok tersebut dianggap menjadi penolong bagi para perantau di Kota Semarang. Sesuai namanya pondok ini berada di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.


Di pondok pesantren tertua ini, tampak bangunan yang cukup lawas. Di salah satu sudutnya terdapat kentongan dengan ukuran cukup besar.

Suasana di pondok itu tampak sepi pada siang hari. Hanya ada beberapa santri pengelola pondok yang bersiap untuk salat zuhur. Salah satunya Ifan Fahrudin (22). Santri asal Kendal itu pun sempat menceritakan sejarah Pondok Luhur Dondong yang jadi pondok tertua di Indonesia.

“Iya ini masuk pondok tertua di Indonesia. Sejarahnya, pondok ini berdiri sekitar tahun 1.609, didirikan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro pada zaman Mataram,” kata Ifan saat ditemui, Rabu (23/10) pekan lalu.

Pada saat era Sultan Agung itu, lanjut Ifan, Mbah Syafi’i, panggilan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro, diutus untuk ikut serta dalam penyerangan di Batavia. Pada saat itu, ia memutuskan untuk singgah ke pesisir Mangkang.

Mbah Syafi’i yang kerap disebut sebagai Panglima Diponegoro itu pun tak hanya ikut serta dalam peperangan. Ia turut melakukan dakwah hingga mendirikan pondok di Jalan Dondong.

“Dulu awalnya beliau mendirikan padepokan dulu, dekat laut. Tapi makin lama kemakan zaman sama banjir rob, akhirnya geser ke sini yang lebih aman,” jelasnya.

Suasana Pondok Luhur Dondong, di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (23/10/2024).Suasana Pondok Luhur Dondong Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Santri yang telah menimba ilmu di Pondok Luhur Dondong selama kurang lebih empat tahun itu mengatakan, dua dari lima bangunan pondok kondisinya masih seperti sedia kala. Bangunannya masih menggunakan kayu dengan lantai masih berupa tegel. Pengampunya pun sudah dari generasi ke-7.

Ifan mengatakan, saat ini hanya ada sekitar 20 santri yang mengaji di Pondok Luhur Dondong. Beberapa dari mereka pun merupakan perantau dari berbagai daerah yang saat ini tengah bekerja di Kota Semarang.

“Menurut saya pondok ini termasuk pondok yang menolong, untuk menolong orang yang ingin bekerja. Dari pada di kos-kosan yang mahal, mereka bisa tinggal di sini, ikut ngaji,” jelasnya.

Biasanya, para santri akan bekerja maupun sekolah pada pagi hingga siang hari. Sementara pada sore hingga malam hari, mereka akan memperdalam ilmu keagamaan dengan mengaji.

“Santri paling jauh ada dari Sulawesi, Serang, Bogor, yang dari Sumatera dulu juga ada. Kebanyakan yang ngaji di sini itu buruh pabrik, tapi anak SMA juga ada,” paparnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Stasiun KA Paling Sibuk pada Januari-Oktober 2024



Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis daftar stasiun kereta api paling sibuk sejak Januari hingga Oktober 2024. Stasiun Pasarsenen juaranya.

KAI membagi stasiun kereta api menjadi tiga jenis, yaitu stasiun penumpang, stasiun barang dan stasiun operasi. Saat ini, KAI mengelola 569 stasiun yang tersebar di wilayah operasionalnya.

Nah, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan yang optimal bagi para penumpang kereta api, KAI berupaya melakukan modernisasi fasilitas dan meningkatkan aksesibilitas di berbagai stasiun.


Vice President of Public Relations KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa pada 2024 terlihat kepadatan jumlah penumpang di banyak stasiun, hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta api semakin meningkat.

“Peningkatan jumlah penumpang ini menjadi memacu kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan fasilitas dan layanan stasiun, guna menjadikan kereta api sebagai pilihan utama bertransportasi,” ujar Anne seperti dikutip dari rilis KAI, Rabu (13/11/2024).

Anne mengatakan ada 10 stasiun dengan jumlah terbanyak naik – turun penumpang KA JJ yang dikelola KAI pada periode Januari s.d Oktober 2024 sebagai berikut:

Stasiun dengan jumlah naik penumpang KA Jarak Jauh tertinggi:

1. Stasiun Pasarsenen: 3.589.144 penumpang
2. Stasiun Gambir: 2.531.864 penumpang
3. Stasiun Yogyakarta: 2.450.955 penumpang
4. Stasiun Surabaya Gubeng: 1.475.647 penumpang
5. Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.362.481 penumpang
6. Stasiun Bandung: 1.268.243 penumpang
7. Stasiun Lempuyangan: 1.252.075 penumpang
8. Stasiun Semarang Poncol: 1.241.267 penumpang
9. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 1.239.622 penumpang
10. Stasiun Purwokerto: 1.229.558 penumpang

Stasiun dengan jumlah turun penumpang KA Jarak Jauh tertinggi:

1. Stasiun Pasarsenen: 3.091.590 penumpang
2. Stasiun Yogyakarta: 2.396.462 penumpang
3. Stasiun Gambir: 2.355.125 penumpang
4. Stasiun Surabaya Gubeng: 1.547.969 penumpang
5. Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.351.323 penumpang
6. Stasiun Bandung: 1.292.396 penumpang
7. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 1.275.828 penumpang
8. Stasiun Semarang Poncol: 1.273.213 penumpang
9. Stasiun Purwokerto: 1.244.528 penumpang
10. Stasiun Lempuyangan: 1.240.867 penumpang

Dari Januari hingga Oktober 2024, KAI Group telah melayani 378.998.962 penumpang. Adapun rinciannya yaitu 42.767.683 penumpang yang dikelola KAI, 309.694.220 penumpang dikelola KAI Commuter, 16.858.617 penumpang yang dikelola LRT Jabodebek, 4.889.754 penumpang dikelola KCIC, 4.667.314 penumpang yang dikelola KAI Bandara, dan 121.374 penumpang dikelola KAI Wisata.

Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api dapat dimanfaatkan oleh brand yang ingin bermitra dengan KAI.

“KAI membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama dalam program branding di stasiun, kereta dan hak penamaan (naming rights) seluruh wilayah KAI Group Jawa dan Sumatera, nantinya nama brand milik mitra akan diterapkan dalam berbagai penyebutan baik audio maupun visual di berbagai media seperti, signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan berbagai publikasi lainnya terkait stasiun tersebut,” kata Anne.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Das Wisata Kelawi, Green Canyon-nya Lampung Ini Lee…



Jakarta

Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan dijuluki Green Canyon-nya Lampung. Selain itu, inovasi agrowisata menjadi daya tarik.

Berkat itu pula Desa Kelawi diganjar penghargaan Desa Brilian Hijau 2023 oleh BRI. Keunggulan lainnya, Desa Kelawi mudah dijangkau dari Pelabuhan Bakauheni. Jarak Desa Kelawi dengan Pelabuhan Bakauheni tidak sampai 10 kilometer atau sekitar 15 menit berkendara melalui jalur lintas Sumatera.

Setelah melewati jalan berbukit dan berliku sambil dimanjakan hamparan perkebunan, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi. Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut.


Soal kebersihan, warga bikin terobosan program Bank Sampah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelawi Mandiri. melalui program itu, warga Desa Kelawi bergotong royong memastikan kebersihan Pantai Minang Rua dan seluruh wilayah desa.

Warga mengumpulkan sampah dan bisa dijual dan uangnya masuk ke rekening BRI warga. Nah, sampah-sampah itu dikelola BuMdes.

Kehadiran Bank Sampah menjadi penyemangat warga Kelawi dalam menjaga alam. Tidak hanya meningkatkan kesadaran soal kebersihan, mereka juga bentuk nyata hadirnya literasi dan inklusi keuangan yang secara positif dijalankan BRI.

Selain itu, desa Kelawi memiliki air terjun Jemara dan air terjun Khaja Saka.

Selain keindahan pariwisata, Desa Kelawi juga memiliki keunggulan dari sisi agrowisata. Melalui inovasi pertanian, mereka berhasil melahirkan varietas alpukat terbaru, yakni alpukat sipit kelawi yang telah memiliki hak paten dan sertifikasi.

Warga diajak untuk menanam jenis alpukat itu. Sementara, potensi wisata dikembangkan dengan mengajak pengunjung merasakan langsung kenikmatan alpukat asli dari desanya.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Nagari Kapau, Kampung yang Menjadi Asal-usul Nasi Kapau


Jakarta

Bagi travelers pecinta kuliner, tentu sudah tidak asing dengan nasi kapau. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang lezat di mulut. Maka tak heran kalau banyak pecinta nasi kapau dari berbagai daerah di Tanah Air.

Jika kamu warga Jakarta, kalian bisa mencoba nasi kapau autentik yang terletak di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Bertepatan di samping fly over, berjejer penjual nasi kapau yang menyuguhkan puluhan lauk yang menggugah selera.

Namun, banyak yang mengira kalau nasi kapau berasal dari Padang. Sebab, nasi kapau ataupun nasi padang memang sama-sama dari Sumatera Barat.


Namun, nasi kapau sendiri berasal dari sebuah kampung kecil bernama Nagari Kapau. Penasaran dengan kampung yang menjadi asal-usul nasi kapau? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Mengenal Nagari Kapau, Asal Mula Hadirnya Nasi Kapau

Nagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. Jaraknya sekitar 4 kilometer dari ibu kota kecamatan dan 74 kilometer dari ibu kota kabupaten.

Sebenarnya, tak ada yang begitu spesial dari kampung ini. Lanskap alam yang indah dan hijau menjadi pemandangan umum seperti nagari-nagari atau kampung lainnya di Tanah Minang. Hal ini wajar karena sebagian besar lanskap kampung ini adalah sawah.

Gerbang penanda masuk Nagari KapauNagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. (detikTravel)

Luas Nagari Kapau tercatat 5,54 kilometer persegi atau 5,78 persen dari luas wilayah Kecamatan Tilatang Kamang. Mengutip e-jurnal Kecamatan Tilatang Kamang dalam Angka oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam, jumlah penduduk nagari yang terdiri dari 12 jorong (kampung) tercatat sebanyak 3.129 jiwa pada 2019.

Sebagian besar penduduk Nagari Kapau berprofesi sebagai petani. Namun, ada juga yang menjadi pedagang, terutama penjual makanan. Akan tetapi jumlahnya terbilang sedikit.

Meski tak banyak masyarakat yang berprofesi sebagai penjual makanan, tetapi makanan yang paling terkenal dari nagari tersebut adalah nasi kapaunya. Hebatnya, nasi kapau justru tersebar hingga ke berbagai daerah di Tanah Air karena terkenal akan kelezatannya.

Penggunaan nama nasi kapau dipakai oleh para pedagang generasi pertama. Hal ini dilakukan untuk membedakan nasi mereka dengan nasi padang lainnya. Kemudian, nama tersebut terus dipakai oleh setiap pedagang yang benar-benar berasal dari Kapau atau memiliki hubungan kekerabatan dengan Nagari Kapau.

Meski terkenal hingga ke pelosok daerah, tetapi penjual nasi kapau di Nagari Kapau sendiri sangat sedikit, hanya ada tujuh tempat makan. Itu pun dengan tampilan rumah makan yang sederhana.

Ciri Khas dari Nasi Kapau

Salah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. Namun, nasi kapau tak langsung terkenal di masyarakat karena berkembang secara bertahap.

Pada akhir 1960-an, gulai kapau mulai dijajakan ke kampung-kampung atau diletakkan dalam periuk di atas senggan rotan yang dijunjung di kepala. Sejatinya, keunikan dari nasi kapau adalah penampilan makanannya yang berbeda dari hidangan lainnya.

Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSalah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

Tak seperti di restoran, setiap lauk atau gulai nasi kapau akan ditempatkan dalam panci besar yang bersusun-susun tinggi ke atas, lalu diletakkan di antara bangku tempat para pembeli makan dengan si penjual.

Untuk menyendok atau mengambil gulai juga unik karena menggunakan sendok dari batok kelapa bertangkai panjang. Soalnya, di antara susunan panci-panci gulai tersebut ada yang terlalu jauh jika dijangkau tangan tanpa alat bantu.

Hebatnya, penyajian nasi kapau saat ini tidak ada perbedaan dari zaman dahulu. Puluhan lauk akan ditaruh di wadah, lalu disusun bertingkat dengan posisi penjual yang lebih tinggi dari pembeli.

“Kemudian masyarakat makan berguyub bersama. Pedagang dan penikmat makanan juga saling berinteraksi,” kata sejarawan kuliner Indonesia, Fadly Rahman beberapa waktu lalu.

Fadly mengungkapkan, nasi kapau diyakini sudah ada sejak abad ke-19, tepatnya saat zaman kolonial Belanda. Jejaknya lalu beriringan dengan tradisi merantau dan berdagang di kalangan masyarakat Minang. Kala itu, para wanita yang ditinggal suaminya merantau, mendirikan usaha rumah makan.

Mereka menawarkan nasi dan aneka lauk khas Minang, tetapi ada beberapa jenis lauk yang hanya ada di Kapau, seperti gulai kapau dan tambusu. Selain dijual di wilayah Kapau, para wanita ini juga membuka warung cukup jauh dari wilayah asalnya. Fadly menyebut ada banyak warung nasi kapau yang berdiri di Pasar Payakumbuh pada 1911.

Mengenai ciri khas tampilan nasi kapau yang disusun bertingkat, travelers bisa melihatnya di kedai-kedai nasi kapau di Pasar Lereng Kota Bukittinggi, jaraknya sekitar 8 kilometer dari Nagari Kapau. Tempat itu dikenal dengan nama Los Lambuang dan disebut-sebut sebagai surganya nasi kapau di Bukittingi.

Mengutip arsip berita detikFood, kata Los Lambuang diibaratkan sebagai food court di dalam sebuah mall. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, kata ‘Los’ berarti lorong dan ‘Lambuang’ berarti lambung.

Salah satu kedai nasi kapau yang cukup terkenal di sana adalah Kedai Nasi Kapau Uni Lis. Ia telah berjualan nasi kapau sejak tiga generasi. Penikmat nasi kapau buatan Uni Lis kebanyakan juga datang dari para pesohor ternama di Tanah Air.

“Yang paling khas itu ya tambunsu. Tidak semua penjual nasi di Sumatra Barat yang ada tambunsunya. Hanya ada di nasi kapau,” ujar Nurfida, salah satu karyawan Kedai Nasi Kapau Uni Lis.

Perbedaan Nasi Kapau dengan Nasi Padang

Beberapa orang menganggap nasi kapau dan nasi padang adalah hal yang sama. Sebab, cita rasa dari kedua makanan tersebut mirip-mirip sehingga dianggap sama saja.

Padahal, nama nasi padang biasa digunakan oleh pemilik rumah makan yang umumnya dari Sumatera Barat, terutama dari kota Padang. Sementara itu, nasi kapau memang digunakan oleh penjual makanan dari daerah Nagari Kapau.

Pedagang menyiapkan nasi kapau pesanan pengunjung di Los Lambuang Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (18/6/2023). Kawasan Los Lambuang yang merupakan lokasi wisata kuliner di kota Jam Gadang itu ditetapkan pemerintah daerah setempat sebagai zona dengan kuliner yang memenuhi kriteria halal, aman, dan sehat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YUBeragam menu di nasi kapau (Iggoy el Fitra/Antara)

Jika travelers berjalan-jalan ke Los Lambuang di Bukittinggi, kamu akan menemukan banyak penjual lapau nasi kapau yang punya keunikan tersendiri. Keunikan yang pertama adalah pada nama nasi kapaunya, yakni hampir seluruh penjual nasi kapau selalu menggunakan nama ‘Uni’ untuk menamai lapaunya.

“Hampir seluruhnya pakai nama Uni. Ada Uni Pit, Uni Lis dan lain sebagainya,” ujar Pakar Kuliner Minang, Reno Andam Suri.

Lalu, keunikan lainnya juga terdapat pada warna lapau. Reno mengatakan lapau nasi kapau di Los Lambuang semuanya berwarna biru. Sebab, biru adalah warna kebanggaan masyarakat Bukittinggi.

Kemudian, terdapat aturan tidak tertulis mengenai penggunaan label ‘Kapau’ pada nama lapau di Los Lambuang. Jadi, hanya pedagang yang berasal dari Nagari Kapau yang boleh menamai lapaunya dengan label ‘Kapau’.

Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSedap…. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

Ingin mencoba nasi kapau, tapi bingung saat memilih lauknya? Pastikan travelers memesan gulai kapau yang sangat khas dengan warna kunyitnya. Rasanya gurih dan lumayan pedas dapat menambah kenikmatan saat makan.

Sayur gulai sendiri terdiri dari potongan nangka muda, rebung, kol, pakis, kacang panjang, dan jengkol. Semuanya berada dalam kuah yang tidak terlalu kental.

Menu wajib lainnya dari nasi kapau adalah gulai tunjang atau kikil, serta usus yang merupakan campuran telur dan tahu yang dilumatkan. Selain itu, ada masakan lain yang juga menggugah selera, seperti dendeng balado, ayam gulai, hingga ayam rendang.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



Lampung

Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

4. Desa Wisata Dayun di Riau

Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

“Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com