Tag Archives: sumatera utara

12 Wisata Medan yang Wajib Dikunjungi Beserta Jam Buka dan Harga Masuknya


Medan adalah salah satu kota di Indonesia yang menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik. Mulai dari keindahan alam hingga warisan budayanya, membuat ibu kota Sumatera Utara wajib dieksplor.

Wisata Medan juga punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak heran, jika Medan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi terutama mereka yang ingin mengeksplorasi pesona Sumatera Utara.

Wisata Medan yang Terkenal

Telah dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar destinasi wisata Medan yang bagus untuk dikunjungi:


1. Istana Maimun

Lokasi: Jalan Brigjen Katamso No. 1, Medan, Sumatera Utara.

Istana Maimun (laman disbudpar Sumut)Istana Maimun. Foto: dok. laman Disbudpar Sumut.

Salah satu wisata Medan terkenal yang wajib dikunjungi adalah Istana Maimun. Di sini, wisatawan bisa berkeliling menikmati kemegahan bangunan, berkeliling, menaiki delman dan kendaraan listrik hingga belajar sejarah.

Dilansir situs Itjen Kemdikbud, Istana Maimun dibangun pada 26 Agustus 1888 atas perintah Sultan Ma’moen Al Rasyid, Kerajaan Deli. Pembangunannya baru selesai pada 18 Mei 1891.

Istana Maimun dirancang oleh Theodoor van Erp, tentara Belanda kelahiran Ambon, Maluku, dan didesain juga oleh seorang arsitek Italia bernama Ferrari.

Kondisi Istana Maimun Medan yang mirip pasarTampak depan Istana Maimun Foto: Nizar Aldi

Bangunannya begitu mencolok di mata dari kejauhan, pasalnya didominasi warna kuning-emas. Arsitektur Istana Maimun mengandung unsur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa.

Berdiri di lahan seluas 2.772 km2 dengan megah, istana ini memiliki 30 ruangan yang terdiri dari 3 bagian utama bangunan induk, sayap kiri, dan sayap kanan.

Jam Buka

Istana Maimun buka pada 08.00 WIB – 17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Dari catatan detikSumut, harga masuk ke Istana Maimun sekitar Rp 10 ribu per orang. Sementara untuk anak-anak di bawah 5 tahun gratis.

2. Masjid Al-Mashun

Lokasi: Jalan Mahkamah No.74 c, RT.02,Kota Medan.

Bersilaturahmi disela sela acara salad idul adha di Masjid Raya Al-Mashun MedanMasjid Raya Al-Mashun Medan Foto: Aisyah Luthfi Munthe/detik.com

Masjid Al-Mashun adalah masjid tua cantik yang lokasinya bersebelahan dengan Istana Maimun. Masjid ini juga bagian dari peninggalan Kesultanan Deli.

Masjid Al-Mashun dibangun oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam. Pembangunannya dipimpin oleh beliau pada 12 Agustus 1906 dan selesai pada 10 September 1909.

Selain untuk beribadah dan melihat arsitekturnya, di area masjid pengunjung juga bisa melihat makam para Sultan Deli.

Berdasarkan pengalaman detikSumut, area pemakaman tersebut ada berbagai bentuk. Ada juga nama nisan yang terukir bertuliskan bahasa Arab.

Makam Sultan Deli ke-9 dibentuk setinggi kurang lebih 1 meter dan berwarna kuning. Pada nisan pun tertulis para nama Sultan Deli beserta istri hingga anaknya, seperti nama Sultan Deli ke-9 Sultan Ma’moen Al Rasyid.

Makam para Sultan Deli ditempatkan berbeda dengan makam para keturunan Melayu lainnya.

Jam Buka

Masjid Al-Mashun buka setiap hari mulai pukul 04.00 – 00.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Masuk ke Masjid Al-Mashun tidak dipungut biaya alias gratis.

3. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

Lokasi: Jalan Sakura III No. 7 – 10, Tj. Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Pengunjung melihat dari dekat Graha Bunda Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/11/2017). Tempat yang diresmikan pada tahun 2005 ini dibuat untuk menjadi tempat berziarah atau mencari tahu sejarah tentang kerohanian. Grandyos Zafna/detikcom-. Kesan kuil India langsung luruh begitu Anda masuk ke bagian dalam bangunan. -. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni terbuka untuk umum. -. Tidak ada tiket masuk yang diberlakukan alias gratis bagi siapa saja yang ingin melihat, berziarah, serta mencari tahu sejarah tentang peristiwa kerohanian.-. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni ini didirikan dan dibangun oleh Pastor James Bharataputra S.J.-. September 2001 pembangunan graha mulai dilakukan selama empat tahun dengan biaya yang dihabiskan sebesar Rp 4 miliar. -. Dana datang dari kemurahan hati para pecinta dan pemuja Maria, baik Katolik maupun non Katolik. 60 persen dana berasal dari umat di Indonesia, 30 persen Singapura, selebihnya dari Malaysia, India, dan Dubai.Graha Bunda Maria Annai Velangkanni, Medan. Foto: Grandyos Zafna

Graha Maria Annai Velangkanni merupakan tempat ziarah dan ketaatan umat Katolik kepada Bunda Maria (penyembuh orang sakit). Dibangun pada tanggal 8 oktober 2001, dengan gaya bangunan Indo-Mughal (Islam-Hindu).

Arsitekturnya sangat menarik, yakni seperti bentuk candi yang membungkuk ke atas. Bangunan graha berlantai 7,yang terdiri dari 3 stupa, 2 di lantai 4 dan melambangkan kesempurnaan dan 7 langit.

Jam Buka

Graha Maria Annai Velangkanni buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB di weekdays. Sementara untuk weekend tutup pada 19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Masuk ke Graha Maria Annai Velangkanni gratis.

4. Danau Siombak

Lokasi: Jalan Pasar Nippon Ujung, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Destinasi Wisata Danau SiombakDestinasi Wisata Danau Siombak, Medan. Foto: Kartika Sari

Dilansir dari laman pemkomedan.go.id, karena letaknya jauh dari laut, Danau Siombak berair payau.

Wisatawan bisa menikmati pemandangan indah di dermaga yang menghadap ke hamparan hutan di sekeliling danau. Bakal lebih seru lagi, kalau kalian menaiki perahu, bebek air kayuh, atau berenang di kolam renang yang ada di sekitar sana.

Jam Buka

Danau Siombak buka setiap hari, dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB di weekdays. Sementara di weekend tutup pada 19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Danau Siombak hanya Rp 2 ribu.

5. Tjong A Fie Mansion

Lokasi: Jl. Jendral Ahmad Yani No. 105, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. Foto: Putu Intan/detikcom

Tjong A Fie Mansion merupakan museum berupa bangunan bersejarah dengan gaya gaya arsitektur Cina, Melayu, dan Art Deco. Tjong A Fie Mansion disebut juga sebagai “permata bersejarah di Medan”.

Sebenarnya, ini adalah rumah Tjong A Fie seorang pengusaha, bankir dan kapitan asal Hakka, Tiongkok. Kini, rumah ini telah menjadi bangunan bersejarah sekaligus cagar budaya dan museum.

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. Foto: Putu Intan/detikcom

Dilansir situs resminya, rumah ini dibangun pada tahun 1895 di atas lahan 8000 m2. Bangunannya juga dibangun dengan memperhatikan prinsip feng shui.

Ketika masuk ke dalam, pengunjung akan melihat pemandangan rumah mewah ala Tiongkok zaman dahulu. Kamar-kamar ada di keempat sisi bangunan dan mengelilingi halaman terbuka di bagian tengah. Ini melambangkan “Sumur Surga”.

Menariknya, pada setiap sudut rumah perabotan atau meubelnya pun terjaga keasliannya.

Jam Buka

Tjong A Fie Mansion buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB. Namun, setelah pukul 16.30 pengunjung sudah dilarang masuk.

Museum ini akan tutup pada Hari Tahun Baru Cina.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Tjong A Fie Mansion adalah Rp 35.000 per orang.

6.Kampoeng Selfie (Kongsi)

Lokasi: Jalan DR. Cipto, Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Kampoeng Selfie di MedanKampoeng Selfie di Medan. Foto: Jefris Santama/detikcom

Kampoeng Selfie adalah salah satu destinasi viral di Medan. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Medan, waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit saja.

Dilansir dari sittus Universitas Sumatera Utara, wisata Kampung Selfie Medan resmi dibuka pada sejak 25 November 2017. Sesuai namanya, tempat ini mengusung konsep kreativitas seni dan penanaman tanaman di depan ruman.

Jalanan di kampung ini terlihat indah dengan sentuhan cat warna-warni kontras nan meriah. Daya tarik kongsi ini adalah menawarkan pengalaman wisatawan untuk merasakan keseruan berfoto selfie berlatar belakang spot-spot foto menarik, kekinian, dan beragam.

Jam Buka

Kampoeng Selfie Medan buka hari Senin-Sabtu pada pukul 09.00 WIB – 20.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Kampoeng Selfi Medan tidak dipungut biaya.

7. Museum Perjuangan TNI

Lokasi: Jalan KH. Zainul Arifin No. 8, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Dilansir situs Arsip Indonesia, Museum Perjuangan TNI Medan menjadi wisata sejarah mengenai perjuangan ABRI serta rakyat di Sumatera Utara.

Dilansir situs Arsip Indonesia, bangunan Museum Perjuangan TNI didirikan pada 1928 oleh pemerintah Belanda sebagai bangunan Arhnehen atau Asuransi NV Levensverzekering.

Pada tahun 1942 – 1945 bangunan ini dikuasai oleh Jepang. Barulah pada 1971 hingga sekarang menjadi Museum Perjuangan TNI.

Wisatawan yang berkunjung bisa melihat senjata, obat – obatan, hingga seragam TNI digunakan pada perang kemerdekaan Indonesia melawan pemberontakan pada tahun 1985.

Tidak hanya pernak-pernik TNI, koleksi di museum ini juga ada perlengkapan militer, arkeologi, relief, hingga monumen.

Jam Buka

Museum Perjuangan TNI Medan buka setiap Selasa – Kamis 07.00 sampai 15.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Museum Perjuangan TNI Rp 0 alias tidak dipungut biaya.

8. Pos Bloc Medan

Lokasi: Jalan Pos, No. 1, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Pos Bloc MedanPos Bloc Medan. Foto: Putu Intan/detikcom

Pos Bloc Medan adalah tempat hits di Medan yang bisa didatangi secara gratis. Tempat ini menjadi tempat bersejarah yang kini disulap menjadi area dengan unsur seni, budaya, dan hiburan. Kegiatan kreatif sering dilakukan di area Maidan Hall dan Cultural Hall di Pos Bloc.

Dilansir akun Instagram @posblokmedan, dulunya Pos Bloc Medan merupakan kantor pengiriman surat. Di mana ruangannya menjadi kantor para pegawai Pos, dengan gudang yang penuh sekat.

Jam Buka

Pos Bloc Medan buka dari pukul 10.00 – 22.00 WIB di weekdays, sedangkan di weekend mulai pukul 08.00 – 23.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Pos Bloc Medan gratis.

9. Taman Sri Deli

Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Mesjid, Kota Medan.

Taman Sri Deli. Foto: direktoripariwisata.idTaman Sri Deli. Foto: Dok.direktoripariwisata.id

Tempat wisata gratis di Medan selanjutnya ada Taman Sri Deli. Taman ini dibuat tahun 1920-an atas gagasan Amaludin Sani Perkasa Alamsyah, Sultan Deli ke-10.

Taman Sri Deli juga bisa jadi pilihan objek wisata Medan yang romantis, untuk pilihan tempat nongkrong. Menerapkan perpaduan arsitektur Turki, India, dan Mesir, taman ini didesain oleh arsitek Italia.

Letak taman ini berseberangan dengan Masjid Raya Medan. Di sini, pengunjung bisa bersantai. Di sekitar lokasi juga banyak warung untuk membeli makanan.

Jam Buka

Taman Sri Deli Medan buka setiap hari, mulai pukul 07.00-21.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Taman Sri Deli gratis.

Lokasi: Jalan S. Parman No. 309, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

Wisatawan mancanegara mengamati koleksi serangga yang diawetkan di Rahmat International Wildlife Museum dan Galeri di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/6/2024).  Museum yang memiliki 2.600 spesies dan 5.000 spesimen hewan dan satwa yang diawetkan tersebut menjadi salah satu obyek wisata favorit di Medan serta menjadi sarana pembelajaran bagi anak sekolah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/rwa.Wisatawan mengamati koleksi yang diawetkan di Rahmat International Wildlife Museum dan Galeri di Medan, Sumatera Utara. Foto: ANTARA FOTO/FransiscoCarollio

Galeri Rahmat Medan adalah satu-satunya galeri bertaraf internasional di Asia. Galeri ini mengoleksi sekitar 2.600 spesies binatang liar yang diawetkan dan 5.600 spesimen.

Para hewan disusun dengan artistik dalam ruangan khusus untuk menjaga kelembapan. Selain ada koleksi satwa, museum ini juga menyediakan perpustakaan berisi informasi seputar berbagai jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara.

Para spesiesnya berasal dari perburuan legal dengan konservasi, pemberian dari berbagai negara, hasil pembelian secara legal.

Jam Buka

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery buka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Harga Tiket

Biaya masuk ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery sebesar Rp 75.000 ribu per orang.

11. Kebun Binatang Medan

Lokasi: Jalan Simalingkar Raya, Medan.

Keterangan Foto : Suasana pengunjung yang berwisata ke Medan Zoo di momen hari libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Selasa (3/5/2022).Suasana pengunjung yang berwisata ke Medan Zoo di momen hari libur. Foto: Goklas wisely/detisumut

Medan Zoo jadi destinasi untuk melihat para fauna dan flora, sehingga cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan si kecil.

Jam Buka

Kebun Binatang Medan setiap hari mulai pukul 08.30 sampai 17.30 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga masuk Kebun Binatang Medan adalah Rp 15.000 per tiket di weekdays, dan Rp 20.000 di weekend.

12. Kuil Shri Mariamman (Mariamman Temple)

Lokasi: Jalan Teuku Umar No.18, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan.

Gerbang kuil Shri Mariamman di Medan. (Farid Achyadi Siregar/detikSumut)Gerbang kuil Shri Mariamman di Medan. (Farid Achyadi Siregar/detikSumut)

Kuil Shri Mariamman menjadi salah satu kuil tertua di Kota Medan. Berdiri sejak tahun 1884, kuil ini menjadi tempat untuk memuja Dewi Mariamman.

Kuil ini juga menjadi saksi masuknya umat Hindu dan orang India di kota Medan. Pengunjung bisa ke sana untuk melihat keindahan kuil.

Jam Buka

Kuil Shri Mariamman buka setiap hari pada pukul 06:00-12:00 WIB. Lalu, akan buka kembali pada pukul 16:00-20:00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Masuk ke Kuil Shri Mariaman gratis.

Sebagai destinasi wisata yang terus berkembang, Medan bisa jadi pilihan tempat bagi wisatawan dengan keramahan dan kekayaan budayanya yang khas. Wisata Medan mana yang tertarik untuk detikers kunjungi?

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Fakta-fakta Aceh, Tuan Rumah PON XXI yang Tengah Disorot



Banda Aceh

Penyelenggaraan PON XXI di Aceh-Sumut tengah disorot publik karena banyak kontroversi. Berikut fakta-fakta menarik tentang Aceh, salah satu tuan rumah PON 2024.

Mulai dari venue pertandingan yang bobrok hingga makanan untuk para atlet yang dinilai tidak layak membuat Aceh tengah banyak diperbincangkan publik.

Dikenal dengan sebutan ‘Tanah Rencong’, Aceh memiliki karakteristik unik dan berbeda dari daerah lain di Nusantara. Provinsi ini terletak di ujung paling barat gugusan pulau Indonesia.


Aceh menjadi salah satu provinsi yang kaya akan sejarah, budaya, dan tradisi. Baik dari segi kuliner, budaya, hingga ragam sukunya. Aceh juga menawarkan pesona tersendiri yang patut untuk kita telusuri.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh luasnya sekitar 56.839,09 km2. Menempati posisi strategis sebagai pintu gerbang lalu lintas di bagian barat Indonesia.

Berikut fakta-fakta unik yang perlu kamu ketahui tentang Aceh:

1. Dijuluki Sebagai Serambi Mekah

Sebagai provinsi paling barat di Pulau Sumatera, Aceh merupakan salah satu daerah pertama masuknya Islam di Indonesia. Selain itu, kota Aceh dikenal dengan tradisi Islam yang kuat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari laman resmi Pemerintahan Provinsi Aceh, Dosen Ilmu Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) Supriyatno mengatakan Aceh merupakan bagian wilayah Indonesia pertama yang memeluk agama Islam.

Berdasarkan penuturannya, pada abad ke-7 Masehi wilayah Aceh pertama kali menerima kedatangan Islam yaitu Pasai, Aceh Utara dan Peurelak.

Pengaruh Islam terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, termasuk dalam seni, musik dan arsitektur. Simbol budaya Aceh salah satunya adalah tari tradisional Saman yang dinamis dan penuh energi yang menjadi budaya keagamaan Islam di Aceh.

2. Kampung Bule di Desa Lamno

Kampung Bule di Indonesia ternyata ada lho di Aceh. Suku unik ini dikenal dengan Suku Lamno yang terletak di desa Lamno, pesisir barat Aceh.

Suku ini sangat istimewa karena warga Lamno memiliki ciri fisik berbeda dari kebanyakan orang Indonesia, yaitu hidung mancung, berpostur tinggi seperti orang Eropa, memiliki mata biru dan berambut pirang.

Warga desa Lamno adalah hasil kawin campur bangsa Portugis yang berdagang di Aceh dan menikahi penduduk setempat. Hal inilah menjadi saksi bisu dari percampuran budaya dan warisan genetik yang langka.

3. Bubur Memek dari Simeulue

Jika mendengar kata “memek”, kamu mungkin mengira ini adalah kata yang berkonotasi negatif. Namun di Aceh, khususnya di pulau Simeulue, “memek” adalah nama hidangan tradisional berbentuk bubur yang terbuat dari campuran pisang, beras ketan, santan, dan gula.

Bubur ini sering disajikan untuk menyambut tamu penting yang berkunjung ke Simeulue serta pada upacara adat. Salah satu warga Simeuleu, Almawati mengatakan mamemek memiliki arti mengunyah atau menggigit.

Memek, salah satu makanan khas Aceh.Memek, salah satu makanan khas Aceh. (Agus Setyadi)

Sejak zaman dahulu, nenek moyang mereka sering mengunyah beras ketan yang diolah dan dicampur pisang. Perlahan-lahan masyarakat menyebut makanan khas ini dengan sebutan memek.

“Masyarakat Simeuleu sejak zaman dahulu membuat bubur memek untuk disantap bersama keluarga, Hal inilah mewariskan makanan khas Simeuleu warisan leluhur,” Kata Almawati seorang warga Simeuleu.

Kuliner khas Pulau Simeulue ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di tahun 2019. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat bubur memek menjadi salah satu kuliner kebanggaan masyarakat Simeulue.

4. Bahasa Aceh yang Singkat dan Efisien

Bahasa Aceh juga memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam hal singkatan beberapa kata yang digunakan sehari-hari. Contohnya kata “air kelapa” dalam bahasa Aceh diucapkan sebagai “Ie (air) dan Uk (Kelapa).”

Bahasa Aceh cenderung menggunakan kata-kata pendek namun tetap efektif dalam menyampaikan makna. Hal ini menunjukkan keefisienan komunikasi dalam budaya Aceh, dimana masyarakatnya terbiasa berbicara dengan cepat dan lugas.

5. Budaya Tarek Pukat

Budaya “Tarek Pukat” merupakan tradisi menangkap ikan yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat pesisir Aceh. Dalam tradisi ini, para nelayan menarik pukat atau jaring besar ke daratan bersama-sama.

Setelah ikan-ikan berhasil ditangkap, hasilnya akan dibagi rata di antara para nelayan. Selain sebagai mata pencaharian, budaya ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat Aceh, terutama di komunitas pesisir.

Dengan kekayaan budaya dan tradisinya, Aceh bukan hanya sekedar provinsi di ujung barat Indonesia, tetapi juga simbol keberagaman dan kearifan lokal yang tetap hidup dan dihormati sampai hari ini.

Dari kuliner, suku, bahasa, hingga budaya gotong royong, Aceh menawarkan pesona unik yang membuatnya istimewa dan patut kita lestarikan.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yuk, Liburan Akhir Tahun Bareng Keluarga di Mikie Funland!



Karo

Akhir tahun adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Sudahkah kamu mempersiapkan destinasi wisata seru, lengkap, dan ramah di kantong? Kalau belum, Mikie Funland di Berastagi, Sumatera Utara, bisa jadi pilihan tepat untuk liburan kali ini!

Mikie Funland adalah taman hiburan outdoor terbesar dan pertama di Sumatera Utara. Dengan lebih dari 35 wahana menarik, Mikie Funland menawarkan pengalaman seru untuk semua kalangan, baik dewasa maupun anak-anak.

Berada di kawasan sejuk Berastagi, taman hiburan ini jadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati udara segar sambil bermain.


Bagi kamu yang suka tantangan, ada berbagai wahana ekstrem yang wajib dicoba. Tapi, kalau liburan bersama anak-anak, Mikie Funland juga menyediakan wahana ramah anak seperti Bumper Bee, The Breeze, Happy Ocean, Wild Ride, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, ada juga hiburan spesial seperti Raptor Show dan kesempatan untuk berfoto bersama maskot lucu Mikie Funland!

Lokasi dan Cara Menuju Mikie Funland

Mikie Funland berlokasi di Jalan Jamin Ginting, Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, sekitar 60 kilometer dari Kota Medan. Perjalanan ke sini memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, tergantung kondisi lalu lintas. Selama perjalanan, kamu bisa menikmati panorama indah dan udara sejuk khas Berastagi.

Jam Operasional Mikie Funland

Taman hiburan ini beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Namun, jangan khawatir! Saat hari libur nasional, Mikie Funland tetap buka untuk menyambut para pengunjung. Jadi, pastikan kamu datang tepat waktu dan menikmati semua wahana serunya!

Beli Tiket Mikie Funland di detikevent.com!

Agar liburan makin lancar, pastikan kamu sudah menyiapkan tiket masuk Mikie Funland sebelumnya. Tiket tersedia secara online melalui detikevent.com.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Danau Gunung Tujuh, Kaldera Tertinggi di Asia Tenggara yang Menakjubkan



Kerinci

Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu destinasi wisata alam menakjubkan yang wajib dikunjungi traveler jika datang ke Kabupaten Kerinci, Jambi.

Jika datang ke destinasi wisata ini, maka traveler akan disuguhkan dengan pemandangan pagi yang begitu syahdu dan tenang. Kabut bak tembok putih perlahan-lahan pun membuka lanskap hijau danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara ini.

Pemandangan inilah yang dinikmati wisatawan Danau Gunung Tujuh setiap pagi. Danau Gunung Tujuh dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan.


Danau ini berada di Desa Palompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau Gunung Tujuh memiliki ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer.

Sesuai namanya, danau ini dikelilingi tujuh gunung di antaranya, Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl).

Danau Gunung Tujuh adalah danau yang tercipta karena proses letusan gunung api dari Gunung Tujuh. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.

Perjalanan menuju Gunung Tujuh dapat dilakukan melalui transportasi darat. Jika berangkat dari Kota Sungai Penuh, jaraknya kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Tujuh di Desa Palompek, yang dikelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Trekking menuju danau memakan waktu sekitar dua-tiga jam dengan jalur yang cukup menantang. Wisatawan akan melewati tiga pos dengan jalur tanah yang basah dan akar-akaran yang terus menanjak.

Wisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh dengan latar gunung yang mengelilinginyaWisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh Foto: (Foto: Dimas Sanjaya)

Wisatawan akan melewati hutan tropis yang rimbun dengan pepohonan besar. Sesekali, suara monyet dan kicauan burung bersautan menambah kesan alami dalam perjalanan ini. Meski cukup melelahkan, udara sejuk dan segarnya alam membuat rasa letih sedikit terobati.

Setiba di pos tiga atau pos terakhir, wisatawan akan turun sekitar 500 meter untuk menuju danau. Jalur turun menuju danau ini sedikit curam sehingga memerlukan kehati-hatian, apalagi jika jalur dalam keadaan basah setelah hujan.

Akan tetapi di jalur ini, ada pegangan tali yang memagari jalur hingga ke bawah danau, sebagai pegangan untuk para wisatawan.

Setibanya di bawah, panorama Danau Gunung Tujuh langsung menyambut dengan keindahannya yang memukau. Airnya yang jernih membentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau yang mengelilingi danau.

Di tepian danau, wisatawan dapat mendirikan tenda untuk nge-camp. Wisatawan juga bisa memilih pulang di hari yang sama atau yang dikenal dengan istilah pendakian tektok. Jika nge-camp, wisatawan dapat mengabadikan momen matahari terbit dan kabut yang menyingsing di danau tertinggi ini.

Pengalaman ke Danau Gunung Tujuh memberikan kesan mendalam bagi banyak wisatawan. Salah satunya, Rifani (27), wisatawan dari Kota Jambi, mengaku terpesona dengan keindahan alamnya terutama suasana pagi harinya.

“Saya sudah dua kali ke sini, yang pertama tektok dan yang kedua kali ini nge-camp. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi begitu sampai, semua terbayar lunas,” katanya.

Danau Gunung TujuhDanau Gunung Tujuh Foto: detik

Hal senada dikatakan wisatawan dari Sumatera Utara, Aryo (30) yang mengaku Danau Gunung Tujuh cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan karena suasananya yang tenang. Ini merupakan pengalaman pertamanya mendaki di Danau Gunung Tujuh.

“Sebelumnya saya cuma lihat-lihat di media sosial saja, tapi akhirnya bisa sampai ke Danau Gunung Tujuh ini. Suasana dan pemandangan di sini benar-benar keren,” ujarnya.

Sebagai destinasi wisata alam yang masih alami, Danau Gunung Tujuh membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihannya. Masih banyak ditemukan sampah baik di tepi danau maupun di jalur pendakian.

“Sangat disayangkan masih banyak pendaki meninggalkan sampah, semoga ada aturan tegas dari pengelola terkait masalah sampah ini agar tidak mengganggu ekosistem di sekitar danau,” kata Aryo.

Selain berkemah di tepian danau, wisatawan juga dapat menikmati alam dengan memancing, atau sekadar duduk menikmati udara segar sambil menyeruput kopi hangat.

Beberapa wisatawan juga memilih menjelajahi danau Gunung Tujuh dengan perahu kayu atau sampan milik warga setempat.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Terkuak, Jakarta Kalah Macet dari Bandung



Jakarta

Kemacetan lalu lintas masih menjadi momok di banyak kota besar, tak terkecuali di Indonesia. Platform TomTom Traffic baru saja merilis daftar kota termacet di dunia dan hasilnya cukup mengejutkan. Kota mana saja yang masuk daftar?

TomTom Traffic Index enggak cuma asal tebak, namun memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail. Termasuk, memakai ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD) yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data itu didapat dari fitur GPS di perangkat pengguna.

Metode ‘Detektif’ Kemacetan Ala TomTom Traffic

TomTom Traffic ini seperti detektif yang menganalisis kemacetan. Mereka enggak cuma lihat jalanan yang macet, tapi juga faktor-faktor lain yang bikin macet makin parah. Ada tiga faktor utama yang mereka amati.


Yang pertama, faktor kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya, kemudian faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Kemudian, yang ketiga adalah faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

Dengan faktor-faktor itu, bisa diketahui kapan jalanan seharusnya lancar. Dengan menggabungkan semua data ini, TomTom Traffic bisa memetakan kota mana yang paling ‘menyiksa’ buat para pengendara.

Kota-Kota ‘Neraka’ Lalu Lintas di Indonesia

Ini dia daftar kota termacet di Indonesia:

  1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
  2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
  3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
  4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
  5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik

Kota Termacet di Dunia

Ternyata, kota termacet di dunia itu ada di Barranquilla, Kolombia. Waktu tempuh rata-rata per 10 km di sana mencapai 36 menit 6 detik! Wah, bisa sembari nonton drakor di jalan tuh!

Kalau di Asia, kota termacetnya ada di Kolkata, India. Waktu tempuh per 10 km di sana mencapai 34 menit 33 detik.

Di Asia Tenggara, kota termacetnya ada di Davao City, Filipina. Waktu tempuh mencapai 32 menit 59 detik untuk jarak 10 km. Filipina juga enggak mau ketinggalan macetnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Menara Doa Sinatapan, Tempat Menikah dengan Latar Danau Toba



Samosir

Pesona danau Toba memang tiada duanya. Traveler yang mau menikah dengan latar danau cantik ini bisa mencobanya di Menara Doa Sinatapan.

Menara Doa Sinatapan adalah destinasi wisata yang relatif baru di Samosir, Sumatera Utara. Dari spot ini, traveler bisa mengadakan acara pernikahan dengan berlatarkan kecantikan danau Toba.

Menara Doa Sinatapan dibangun pada 20 Desember 2017. Menara ini berfungsi sebagai tempat doa sekaligus destinasi wisata rohani dengan pemandangan menakjubkan Danau Toba dari ketinggian.


Lokasi tepatnya berada di desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kata ‘Sinatapan’ sendiri berarti ‘melihat’ atau ‘menatap’ dalam bahasa Batak.

Bangunan sederhana nan cantik ini pun sarat akan makna religius, serta mencerminkan tempat untuk merenung sambil menatap kebesaran ciptaan Tuhan.

Menara Doa Sinatapan lantas semakin dikenal luas berkat pesona alam Danau Toba yang dapat dinikmati dari menara setinggi 10 meter.

Keindahan pulau Samosir yang tampak jelas ditambah dengan hamparan bukit hijau, menjadikan kawasan ini destinasi rohani sekaligus wisata alam yang banyak dikunjungi.

Salah satu pasangan yang melangsungkan acara pernikahan di Menara Doa Sinatapan adalah Hendry Donald Hanesty Sinurat, B.Eng., M.Sc dan Efriska Ginasti Mayangsari Br. Nadeak, S.KPm., M.Si.

Mereka memilih Menara Doa Sinatapan sebagai lokasi pernikahan karena kedekatan emosional terhadap tanah leluhur.

Meskipun keduanya bukan berasal dari Samosir, tapi rasa kedekatan itu mendorong keputusan mereka untuk menggelar acara pernikahan di sana.

“Ini adalah wujud syukur kami sekaligus bentuk kepedulian untuk ikut melestarikan keindahan alam dan budaya Samosir. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang juga mencintai tanah leluhur,” ujar Efriska.

Fenomena pernikahan dengan latar nuansa alam diyakini akan terus berkembang dan jadi tren, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan alam.

Lokasi-lokasi yang menawarkan nilai spiritual serta keindahan panorama menjadi pilihan yang banyak dipertimbangkan pasangan muda. Terlebih ketika tempat tersebut sarat makna bagi sejarah dan budaya keluarga mereka.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Peta Lengkap Pulau Sumatera untuk Traveler



Jakarta

Traveler yang ingin menjelajahi keindahan Sumatera, harus baca peta wisata ini. Banyak tempat menarik yang bisa kamu temukan, mulai dari keindahan laut, kuliner hingga kekayaan budaya di Pulau Sumatera.

1. Aceh

Masjid Baiturrahman Aceh (Agus Setyadi/detikcom)Masjid Baiturrahman Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

Tak lengkap rasanya bila tak mencicipi mie aceh dan teh tarik saat wisata ke Provinsi Aceh. Kekayaan kuliner dengan rempah yang khas membuat masakan Aceh juga selalu menjadi incaran pecinta kuliner.

Selain itu, Aceh juga banyak punya potensi wisata seperti Pulau Weh (Sabang) Pantai Iboih, Kilometer Nol, destinasi alam dan sejarah. Jelajahi juga megahnya Masjid Baiturrahman yang berdiri megah di Banda Aceh.


2. Sumatera utara

UNESCO menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark dalam Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO hari Selasa 7 Juli  2020.Kaldera Toba (KBRI Paris)

Adapun wisata yang bisa kamu kunjungi di Sumatera Utara diantaranya Danau Toba, Pulau Samosir, Air Terjun Sipiso-piso, Bukit lawang dan Istana Maimun & Rumah Tjong A Fie.

Traveler pecinta alam harus banget nih datang ke Bukit Lawang yang menjadi gerbang utama ke Taman Nasional Gunung Leuser dan habitat orangutan Sumatera.

Teruntuk kamu yang mencari kuliner, harus banget menikmati Bika Ambon (kue Medan bertekstur berongga dan manis), Sasagun (snack Batak dari tepung ketan dan gula, simbol ikatan keluarga), Sambal Andaliman, Ikan Arsik, serta Soto Medan dan masakan Batak.

3. Sumatera Barat

Siapa yang tak kenal Jam Gadang? Ikon Bukittinggi, Sumatera Barat ini hampir 100 tahun berdiri kokoh meski tanpa besi penyangga dan semen. Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat (Rifkianto Nugroho)

Sumatera Barat dikenal dengan kekayaan kulinernya yang beragam. Datang ke Ranah Minang harus banget makan rendang, sate, dan aneka jajanan pasarnya yang unik di berbagai daerah.

Destinasi wisata yang iknoik dengan Sumbar diantaranya Jam Gadang ( Bukittinggi), Ngarai Sianok, Lembah Harau (Payakumbuh), Sawahlunto dan lainnya. Bagi kamu yang ingin menikmati keindahan laut Sumbar, bisa datang ke kawasan Mandeh di Pesisir Selatan.

4. Riau

Koleksi Museum Sang Nila Utama (Foto: Raja Adil/detikcom)Koleksi Museum Sang Nila Utama (Raja Adil/detikcom)

Wisata ke Riau, kamu bisa datang ke Museum Sang Nila Utama (Pekanbaru). Nikmati juga olahan gulai belacan dan gulai ikan patin yang otentik.

5. Jambi

Foto udara sejumlah pengunjung berada di halaman Candi Tinggi, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Muaro Jambi, Jambi, Minggu (2/7/2023). Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Muaro Jambi mencatat, jumlah rata-rata kunjungan wisatawan selama libur Lebaran Idul Adha di kawasan pendidikan tertua di Indonesia dan terluas di Asia yang berdiri sejak abad 7 hingga 12 Masehi itu mencapai seribu pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YUFoto udara sejumlah pengunjung berada di halaman Candi Tinggi, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Muaro Jambi, Jambi (Wahdi Septiawan/Antara)

Beberapa tempat wisata yang bisa kamu datangi di Jambi yaitu Candi Muara Jambi, Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, dan Bukit Khayangan. kamu harus tahu nih bahwa Candi Muara Jambi merupakan salah satu komplek candi terbesar di Asia Tenggara lho.

6. Sumatera Selatan

Bersantai menikmati sore di Jembatan Ampera atau tepian Sungai Musi bisa nih kamu lakukan saat menikmati keindahan Sumatera Selatan. Selain itu kunjungi juga Danau Ranau, Air Terjun Bidadari, dan Taman Sriwijaya.

Nikmati juga kuliner khas di sana yaitu pempek, lenggang, martabak kuah kari, kopi tradisional dan pindang yang menggugah selera.

7. Bengkulu

Pekerja mengecat bagian dalam situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu, Bengkulu, Selasa (15/10/2024). Pengecatan tersebut dilakukan untuk merawat dan menjaga situs cagar budaya dalam kondisi baik saat dikunjungi para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa.Pekerja mengecat bagian dalam situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu (Muhammad Izfaldi/rwa/Antara)

Bila datang ke Bengkulu, sempatkan berkunjung ke Pantai Panjang dan Benteng Marlborough. Saat di sana, cobalah pendap, hidangan ikan seperti bagar hiu dan ikan pais.

8. Lampung

Pulau Pahawang LampungPulau Pahawang Lampung (Instagram @pahawang.island.lampung)

Lampung dikenal dengan kekayaan lautnya yang selalu menjadi tujuan open trip kaula muda. Seperti berkunjung ke Way Kambas, Pantai Gigi Hiu, Puncak Mas dan Pulau Pahawang.

9. Bangka Belitung

Replika Sekolah Laskar Pelangi merupakan objek wisata populer di Belitung Timur. Objek wisata ini pernah digunakan untuk lokasi pembuatan film Laskar Pelangi.Replika Sekolah Laskar Pelangi merupakan objek wisata populer di Belitung Timur. (Fakhri Hermansyah/Antara)

Manjakan lidah traveler dengan mie Bangka, lempah kuning dan otak-otak khas Bangka yang ‘ikan banget’. Kunjungi juga pesona alamnya yang memukau seperti Pantai Tanjung Tinggi dan Danau Kaolin

Kamu yang membaca novel Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ juga bisa berkunjung ke resplika SD Muhammadiyah Gantong yang berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kutablang, Stasiun Paling Barat Indonesia, dan Relasi Erat dengan KA Cut Meutia



Jakarta

Stasiun Kutablang hidup lagi. Stasiun kereta api yang berada di ujung barat Indonesia itu, berdenyut setelah layanan Kereta Api (KA) Perintis Cut Meutia beroperasi kembali.

KA Cut Meutia melayani lintas Krueng Geukueh – Kutablang di Provinsi Aceh. Jalur itu menjadi simbol keterhubungan masyarakat sekaligus bagian penting dari sistem pertahanan nasional berbasis rel.

Sepanjang Januari-September 2025, KA Cut Meutia melayani 31.412 pelanggan. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.


“KA Cut Meutia menjadi alat transportasi dan lambang semangat Aceh untuk kembali bangkit melalui infrastruktur yang memperkuat konektivitas dan pertahanan wilayah barat Indonesia,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam rilis kepada detikTravel, Jumat (24/10/2025).

Stasiun KA Kutablang AcehStasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

Terletak di Gle Putoh, Kabupaten Bireuen, Stasiun Kutablang kini menjadi stasiun aktif paling barat di Indonesia. Dari sinilah perjalanan KA Cut Meutia berakhir setelah melintasi jalur sepanjang 21,45 kilometer dari Stasiun Krueng Geukueh. Kutablang menjadi penanda batas geografis perkeretaapian nasional dan simbol kedaulatan transportasi di wilayah Aceh.

“Kutabalang mewakili semangat menjaga wilayah terluar bangsa. Saat ini, selain untuk pertahanan juga menjadi fasilitas yang menghubungkan masyarakat, pendidikan, serta wisata,” kata Anne.

Dari Rel Perang ke Jalur Pertahanan dan Harapan

Sejarah perkeretaapian Aceh dimulai tahun 1876, ketika jalur pertama dari Ulee Lheue ke Kutaraja (Banda Aceh) sepanjang 5 kilometer dibangun untuk kepentingan militer. Rel ini digunakan sebagai jalur logistik dan mobilisasi pasukan dalam Perang Aceh. Dalam dua dekade berikutnya, jalur terus diperluas hingga mencapai 502 kilometer, menghubungkan Banda Aceh – Sigli – Lhokseumawe – Langsa – Pangkalan Susu (Sumatera Utara).

Sejak awal, rel di Aceh berperan strategis bagi keamanan dan pertahanan. Jalur ini memungkinkan pasokan logistik dan pergerakan personel secara cepat di kawasan perbatasan barat. Setelah Indonesia merdeka, peran itu berlanjut sebagai infrastruktur dasar untuk membangun konektivitas nasional.

Stasiun KA Kutablang AcehKA Cut Meutia hidupkan Stasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

Meski operasional kereta api di Aceh sempat berhenti pada 1982 akibat kerusakan jembatan dan penurunan aktivitas ekonomi, semangat untuk menghidupkannya tidak pernah padam. Kini, melalui jalur Krueng Geukueh – Kutablang, rel yang dahulu dibangun untuk kepentingan militer kembali berfungsi sebagai jalur penguatan konektivitas dan pertahanan bangsa.

Selain sebagai infrastruktur pertahanan dan transportasi publik, lintas KA Cut Meutia juga berkembang menjadi jalur wisata edukatif. Penumpang dapat menikmati panorama sawah, perdesaan, dan pantai yang membentang di sepanjang jalur.

Beberapa sekolah dan komunitas di Aceh menjadikan perjalanan ini sebagai sarana belajar sejarah, mengenalkan generasi muda pada kisah perjuangan dan teknologi rel bangsa.

Perintis untuk Pemerataan dan Ketahanan Wilayah

KA Cut Meutia merupakan satu dari sembilan kereta api perintis di Indonesia. Bersama KA Datuk Belambangan di Sumatera Utara, KA Lembah Anai di Sumatera Barat, dan KA Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan, layanan ini memperluas pemerataan transportasi sekaligus memperkuat fondasi pertahanan wilayah dari barat hingga timur Nusantara.

“Kereta api adalah infrastruktur strategis. Di Aceh, KA Cut Meutia menjadi penghubung masyarakat sekaligus bagian dari kesiapan bangsa menjaga dan membangun wilayah Indonesia,” kata Anne.

(fem/row)



Sumber : travel.detik.com