Tag Archives: sunda

Sisa-sisa Peradaban Sunda Kuno yang Ditemukan Belanda di Sukabumi



Sukabumi

Sisa-sisa peradaban Sunda Kuno ternyata ditemukan oleh orang Belanda di Sukabumi. Bagaimana kisah penemuannya?

Lokasi penemuan peradaban Sunda masa lampau itu berada di Kampung Salak Datar, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Dari hasil penelusuran sejarah, area itu pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama Hasskarl di tahun 1842.


“Lokasi Salak Datar pertama kali dilaporkan oleh Hasskarl tahun 1842. la melaporkan adanya bangunan Punden berundak di Salak Datar. Penelitian lebih lanjut terhadap Megalit Salak Datar tercatat adanya susunan batu di tengah sawah terdiri dari monolit berhias dakon, sejumlah menhir, dan batu datar,” kata Eldi, Tim Ahli Cagar Budaya (TACG) Kabupaten Sukabumi.

Penelitian Hasskarl kemudian berlanjut, sejumlah peneliti asal Belanda kembali mendalami situs tinggalan budaya tersebut.

Bahkan hingga kini, sejumlah peneliti dengan berbagai latar belakang dan berasal dari berbagai negara masih rajin mendatangi lokasi tersebut.

“Penelitian dilanjutkan oleh Vordeman (1885), N.J. Krom (1914), Puslit Arkenas (1977), dan beberapa peneliti lain baik dari peneliti asing, pemerintah, swasta, dan univeritas yang dilakukan di Lokasi Salak Datar hingga saat ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, lokasi Salak Datar merupakan lokasi dengan ciri tradisi Megalitik. Tradisi ini berkembang pada Masa Prasejarah Periode Perundagian, yaitu sekitar awal tarikh masehi,” beber Eldi.

Sejak September 2023 kawasan itupun ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya dan keberadaannya dilindungi oleh Undang-undang.

Secara fungsi, Eldi merinci berbagai temuan di kawasan itu, setiap situs bebatuan memiliki arti dan fungsi yang memang mirip dengan situs tetinggal di masa lampau lainnya.

“Lokasi Salak Datar difungsikan sebagai tempat ritual pengagungan arwah leluhur pada masa lalu. Hal itu dibuktikan dengan tinggalan-tinggalan megalitik yang tersebar di lokasi. Seperti ditemukannya menhir dan batu datar menyerupai lantai yang saling berkaitan, dimana pada masa lalu dipergunakan untuk tempat pertemuan atau pengagungan terhadap arwah leluhur, itu catatan ahli cagar budaya dari lokasi,” ungkap Eldi.

“Letak Lokasi Salak Datar juga dekat dengan sumber air, berjarak sekitar 4 meter. Air merupakan komponen penting dalam tradisi megalitik, karena fungsi air digunakan sebagai kegiatan bersuci untuk mendukung upacara ritual pemujaan dalam tradisi megalitik,” sambungnya.

Situs Salak Datar di Desa Cimaja, lokasinya tersembunyi diantara permukman warga dan area perbukitan kawasan TNG Halimun-SalakSitus Salak Datar di Desa Cimaja, Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Nurdin Maulana (48), juru kunci Situs Salak Datar mengatakan ia meneruskan almarhum ayahnya Abah Kosih (72) yang juga juga kunci kawasan tersebut

“Saya meneruskan almarhum ayah saya, sejak beliau meninggal dunia 10 bulan silam. Saya menjalankan amanat atau wasiat dari almarhum untuk menjadi juru kunci di sini,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan peninggalan Situs Salak Datar berasal sejak zaman Sunda Wiwitan, lokasi itu kerap ramai pengunjung ketika memasuki bulan (kalender jawa) Muharam, Sapar dan Mulud.

“Biasanya yang datang ke sini tujuannya ziarah, silatuurahmi menelusuri jejak sesepuh dahulu. Muharam, Sapar dan Mulud di bulan biasa juga suka aja ada yang datang kadang satu orang dua orang seminggu,” kata Nurdin.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cerita, Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tariknya


Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat. Orang-orang juga mengenalnya sebagai Tangkuban Perahu.

Dilansir laman pengelola Taman Wisata Alam (TWA) ini, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung berapi aktif yang memiliki deretan kawah yang menakjubkan.

Lokasi Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu berada di Jl. Tangkuban Parahu No. 282, Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Lokasinya sekitar sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung. Akses ke Tangkuban Parahu bisa ditempuh dengan jalur Bandung-Ledeng-Lembang.

Jika dari arah Lembang, untuk bisa mencapai gerbang utama masuk objek wisata Gunung Tangkuban Parahu jaraknya 11 km ke arah Subang.

Daya Tarik Tangkuban Parahu

Terdapat beberapa kawah TWA Gunung Tangkuban Parahu yaitu:

  1. Kawah Ratu
  2. Kawah Upas
  3. Kawah Baru
  4. Kawah Domas.

Kawah yang paling populer di Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu. (Irpan Rispandi/d’Traveler)

Tidak hanya menikmati pemandangan alam daan kawah putihnya yang terkenal, sekarang di sana juga terdapat permainan outbound, taman cinta dan taman edukasi.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Tangkuban Parahu adalah Rp 20.000 untuk weekdays, dan Rp 30 ribu di weekend. Harga tersebut berlaku untuk wisatawan lokal.

Sementara, bagi wisatawan mancanegara dikenakan Rp 200.000 per orang di weekdays dan Rp 300.000 per orang.

Anak usia 5 tahun ke atas sudah dikenakan biaya tiket. Berdasarkan akun Instagram @twa_tangkubanparahu dilihat (30/07/2024), berikut adalah daftar harga tiket masuk Tangkuban Perahu:

Weekdays

  • Rombongan Pelajar/Mahasiswa: Rp 18.000 per orang.
  • Wisatawan lokal: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 200.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 12.000 per unit.
  • Tiket masuk mobil: Rp 25.000 per unit.
  • Tiket masuk bus (roda 6): Rp 110.000 per unit.
  • Tiket angkutan shuttle/ontang-anting: Rp 10.000 per orang.

Weekend dan Tanggal Merah

  • Wisatawan Lokal: Rp 30.000 per orang.
  • Pelajar/Mahasiswa: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 300.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 14.500.
  • Tiket masuk mobil: Rp 30.000.
  • Tiket masuk bus: Rp 125.000.

Biaya Parkir

  • Parkir bus: Rp 10.000.
  • Parkir mobil: Rp 5.000.
  • Parkir motor = Rp 3.000 (weekdays) dan Rp 3.500 (weekend).

Jam Buka

Tangkuban Parahu buka setiap hari untuk umum, mulai dari jam 08.00-17.00 WIB.

Fasilitas Tangkuban Parahu

Wisatawan tak perlu khawatir, karena di objek wisata Tangkuban Parahu telah banyak fasilitas tersedia. Berikut di antaranya:

  • Pusat informasi di ara Kawah Ratu.
  • Parkir kendaraan.
  • Toilet.
  • Gazebo.
  • Terminal bus Jayagiri.
  • Aula serbaguna.
  • Angkutan ontang-anting (shuttle).
  • Pos kesehatan.
  • Masjid.
  • Orchid garden.
  • Area outbond.
  • Menara.
  • Panggung budaya.

Cerita Tangkuban Parahu

Geografiwan sekaligus Pengamat dan Pecinta Lingkungan, T. Bachtiar menjelaskan mengapa dinamakan Gunung Tangkuban Parahu karena gunungnya terlihat seperti parahu terbalik.

“Karena ada dua kawah yang berdampingan dengan arah barat dan timur. Jadi, terlihat gunung itu dari arah selatan seperti perahu terbalik. Itu sebabnya mengapa Gunung Tangkuban Parahu, bentuknya terlihat seperti perahu yang terbalik. Jadi hanya orang yang melihat dari arah selatan (Lembang) yang melihat gunung itu seperti perahu yang terbalik,” terang Bachtiar dikutip dari situs TWA Tangkuban Parahu.

kawahKawah di area Tangkuban Perahu. (Neny Setiyowati/d’Traveler)

Legenda Sangkuriang

Tangkuban Parahu juga jadi salah satu cerita rakyat terkenal, yakni legenda Sangkuriang. Mengisahkan tentang seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi.

Karena parasnya yang cantik, banyak raja jatuh hati padanya. Bahkan mereka rela berperang untuk mendapatkan hati Dayang Sumbi.

Suatu waktu, Dayang Sumbi tengah mengasingkan diri bersama jelmaan dewa berwujud seekor anjing jantan bernama Tumang di sebuah bukit.

Ketika tengah menenun, kain Dayang Sumbi terjatuh. Ia pun memberi sumpah bahwa siapa pun yang mengambilkan kain itu berjenis laki-laki, maka akan dijadikan suaminya.

Ternyata, si Tumang yang mengambil kain tersebut. Akhirnya mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Sangkuriang.

Singkat cerita, Sangkuriang tumbuh menjadi pemanah andal. Suatu hari saat ia tengah berburu, dirinya menyuruh si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang.

Namun, Tumang tidak menurut. Dengan anak panahnya, Sangkuriang pun membunuh Tumang.

Setelah itu, hati si Tumang diberikan kepada Dayang Sumbi untuk dimakan dan dimakan. Setelah mengetahui kebenarannya, Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok dari tempurung kelapa.

Pukulan itu membuat luka di kepala Sangkuriang. Sejak itu, Sangkuriang sangat menyesal dan memutuskan untuk pergi mengembara.

Setelah sekian lama, tanpa disadari ia kembali lagi ke tempat sang ibu, Dayang Sumbi. Namun, keduanya tidak saling mengenali. Tak disangka, mereka berdua jatuh cinta.

Suatu waktu, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang. Seketika, ia pun teringat. Kemudian dirinya mencoba untuk menjelaskan pada Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya.

Sangkuriang pun tidak peduli dan tetap ingin menikahi Dayang Sumbi. Namun, Dayang Sumbi tidak ingin pernikahan itu tidak terjadi. Alhasil, Dayang Sumbi pun meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau dengan perahunya dalam waktu satu malam.

Dirinya menganggap bahwa Sangkuriang sepertinya tidak bisa memenuhi permintaan itu. Namun, Sangkuriang berusaha untuk mewujudkan permintaan itu dan dibantu oleh jin.

Melihat hal tersebut, Dayang Sumbi pun segera menebarkan kain ke arah timur dan memohon pada Sang Yang Tunggal supaya Sangkuriang gagal. Permintaannya pun dikabulkan dan matahari segera terbit.

Mengetahui hal itu, Sangkuriang pun marah. Seketika ia menendang perahu yang dibuatnya sampai perahu, tersebut terbalik dalam posisi telungkup. Dari situlah perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Namun, Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang menghilang dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Konon, Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi sampai pada akhirnya menghilang ke alam gaib.

Terlepas dari cerita rakyat tersebut, situs TWA Gunung Tangkuban Parahu menulis bahwa Gunung Tangkuban Parahu sebenarnya terbentuk dari letusan Gunung Sunda. Di mana Gunung Sunda meletus sebanyak dua kali. Kedua letusan tersebutlah yang melahirkan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan ke Banten, Tempat Kelahiran Rizki Juniansyah


Serang

Kebahagiaan Indonesia bertambah saat Rizki Juniansyah meraih medali Olimpiade Paris 2024. Atlet angkat besi itu berasal dari Banten, lho!

Rizki merebut medali emas kedua Indonesia di Olimpiade 2024 setelah mencatatkan total angkatan 354 kg, jauh melampaui para pesaingnya di kelas 73 kg putra di South Paris Arena 6, Paris, Jumat (9/8/2024) dinihari WIB.

Lahir di Kota Serang Banten, mari lihat-lihat wisata apa saja yang bisa traveler sambangi di sana.


Berikut tujuh wisata Banten:

1. Taman Nasional Ujung Kulon

TN Ujung Kulon berada di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kawasan itu dinyatakan sebagai geopark nasional dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023.

Pulau Peudang di Taman Nasional Ujung KulonPulau Peudang di Taman Nasional Ujung Kulon (Hudan Zulkarnaen/d’traveler)

TN Ujung Kulon adalah wilayah satu-satunya habitat badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Indonesia. Satwa soliter yang dilindungi itu saat ini terancam punah karena indikasi marak diburu.

Taman Nasional Ujung Kulon sendiri memiliki luas wilayah sekitar 105.694 hektare, yang terdiri dari, daratan 61.357,46 hektare dan sisanya perairan.

2. Kampung Baduy

Kampung Suku Baduy LuarKampung Suku Baduy Luar (A. Maulana Nugraha/d’Traveler)

Kampung Baduy menjadi salah satu tempat wisata populer di Banten. Berada di Desa Kanejes, Lebak, Banten, wisatawan bisa datang dan melihat langsung kehidupan warga Baduy. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang.

Kampung Baduy terbagi menjadi dua yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Di Baduy Luar, wisatawan bisa berjalan-jalan sambil treking. Untuk Baduy Dalam agak berbeda, wisatawan yang masuk harus memiliki izin dan mentaati sejumlah peraturan adat yang berlaku, termasuk tidak memfoto warga dan keadaan kampung.

3. Tanjung Lesung

Tanjung LesungTanjung Lesung (dok. Istimewa)

Tanjung Lesung saat ini memiliki status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan mendapat nama dari kemiripannya dengan “lesung,” yang dalam Bahasa Sunda berarti tempat untuk menumbuk beras.

Tanjung Lesung berlokasi di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jawa Barat, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Ibu Kota.

Tanjung Lesung memiliki jam operasional selama 24 jam. Untuk memasuki Pantai Tanjung Lesung, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 25.000 pada hari biasa dan Rp 40.000 pada akhir pekan.

4. Hutan Mangrove

Wisata Mangrove Jembatan Pelangi di Lontar, Kabupaten SerangWisata Mangrove Jembatan Pelangi di Lontar, Kabupaten Serang (Syanti Mustika/detikcom)

Nama tempat wisata yang ada di Lontar, Kabupaten Serang ini adalah Taman Wisata Mangrove Jembatan Pelangi. Nama pelangi ini berasal dari cat warna-warni yang menghiasi jalur trekking di sekitar hutan mangrove.

Awalnya, hutan mangrove ini berfungsi sebagai penahan abrasi dan angin laut, melindungi tambak-tambak warga yang ada di sekitarnya. Namun atas usulan orang Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, pengelola pun menyulap hutan ini menjadi destinasi wisata.

Untuk masuk ke taman mangrove ini kamu akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orangnya. Di sini terdapat warung-warung, saung, musala dan toilet. Untuk jam operasional mulai pukul 07.00-17.30 WIB.

5. Taman Wisata MBS

Taman Wisata MBS di SerangTaman Wisata MBS di Serang (Syanti/detikcom)

Nama tempat rekreasi ini adalah Taman Wisata MBS (Mahoni Bangun Sentosa). Lokasinya sekitar 20 menit dari pusat kota Serang, tepatnya di Cideheng, Kelurahan Kemanisan, Curug, Kota Serang.

Jika kita perhatikan, taman ini berkonsep paduan Eropa dengan budaya Banten. Kamu nanti akan menemukan bangunan bergaya Eropa dan juga bangunan bergaya Banten.

Untuk harga tiket masuk Taman Wisata MBS yaitu Rp 25 ribu dan anak di bawah 3 tahun gratis. Jam operasional taman dari pukul 08.00-17.00 WIB dan buka setiap hari.

6. Museum Multatuli

Museum Multatuli di Lebak, BantenMuseum Multatuli di Lebak, Banten (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli berlokasi di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Berlokasi di Jl. Alun-Alun Timur No.8, Rangkasbitung Bar., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Museum Multatuli buka mulai Selasa-Minggu pukul 08.00-15.00 WIB.

Tarif tiket masuk museum terbagi tiga kategori. Untuk anak-anak Rp 1.000, umum atau dewasa Rp 2.000, dan untuk turis Rp 15.000.

Museum Multatuli adalah satu-satunya museum di Banten, lho!

7. Gua Maria Bukit Kanada

Gua Maria Bukit KanadaGua Maria Bukit Kanada (Dodi Bayu Wijoseno/d’Traveler)

Gua Maria Bukit Kanada (GMBK) berlokasinya sekitar 3 kilometer dari Alun-alun Rangkasbitung.

Kata ‘Bukit Kanada’ merupakan singkatan dari Bunda Kita Kampung Narimbang Dalam. Artinya, nama gua itu menunjukkan lokasi gua ini berada.

Gua Maria dibangun oleh umat Paroki Rangkasbitung dengan bantuan pimpinan Kongregasi Suster-suster Fransiscan Sukabumi yang tinggal di Rangkasbitung tahun 1988. Awal mulanya, gua difungsikan untuk tempat beribadah umat Katolik. Seiring berjalannya waktu, GMBK juga menjadi salah satu destinasi religi di Rangkasbitung.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Namu Hejo Riverside Bandung, Camping Ground Seru di Kawasan Hutan Pinus


Jakarta

Namu Hejo adalah tempat wisata alam di Kabupaten Bandung dengan berbagai aktivitas seru. Tempatnya alami karena berada di kawasan hutan pinus dan di tepi sungai yang jernih.

Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi lengkap mengenai Namu Hejo, mulai dari aktivitas seru, daftar harga, menu makanan, lokasi, dan rutenya.

Aktivitas Seru di Namu Hejo

Namu Hejo, camping ground tepi sungai di Kabupaten Bandung.Rafting di Namu Hejo. Foto: dok. Instagram @namuhejo

Dikutip dari akun Instagram dan WhatsApp Business resmi Namu Hejo, beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Namu Hejo antara lain sebagai berikut:


1. Berkemah

Aktivitas paling populer di Namu Hejo adalah berkemah atau camping. Lokasi paling asyik yakni berada di tepi sungai. Dari tenda, traveler juga bisa menyaksikan asyiknya orang yang sedang rafting di sungai.

2. Rafting

Tak cuma melihat orang rafting, traveler juga bisa rafting bersama teman-teman di Sungai Palayangan sejauh sekitar 4 km dengan durasi 1,5 jam. Kamu akan diantar ke titik awal rafting menggunakan mobil dan akan diantar kembali ke Namu Hejo.

3. Offroad

Selain rafting, kalian juga bisa menjelajah kawasan Pangalengan naik mobil jip melalui lintasan offroad. Satu mobil bisa diisi untuk 7-8 orang.

4. ATV

Tak cuma naik mobil jip, traveler juga bisa menjajal sensasi offroad dengan naik ATV. Kalian bisa naik ATV sendirian maupun tandem berdua.

5. Paintball

Buat traveler yang datang rombongan, paintball menjadi salah satu aktivitas yang cocok buat seru-seruan. Kalian bisa membagi beberapa tim untuk beradu tembak.

Daftar Harga di Namu Hejo

Untuk melakukan berbagai aktivitas di atas, masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Berikut daftar harganya:

1. Paket Camping

Paket camping biasa untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi umum. Harganya sebagai berikut:

  • Weekday: Rp 700 ribu
  • Minggu: Rp 750 ribu
  • Weekend dan liburan: Rp 950 ribu

2. Paket Glamping

Paket glamping untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi khusus dengan air hangat. Harganya sebagai berikut:

  • Weekday: Rp 1.350.000
  • Weekend dan liburan: Rp 1.550.000

3. Offroad

Aktivitas offroad dapat dilakukan 7 orang atau 8 orang.

  • Offroad 7 orang: Rp 1,5 juta per mobil.
  • Tambahan orang ke-8: Rp 150 ribu

4. Rafting

Rafting dibedakan untuk maksimal 5 orang dan 6 orang.

  • Rafting maksimal 5 orang: Rp 750 ribu per boat.
  • Rafting maksimal 6 orang: Rp 850 ribu per boat.

5. ATV

ATV untuk satu orang berbeda harganya dengan ATV tandem.

  • Single: Rp 180 ribu
  • Double: Rp 225 ribu

6. Paintball

Paintball dihargai Rp 100 ribu per orang dengan minimal peserta 10 orang.

Namu Hejo juga menawarkan kuliner yang khas, terutama ala Sunda. Beberapa menunya antara lain sebagai berikut:

  • Nasi tutug oncom: Rp 32 ribu
  • Nasi dendeng batokok L Rp 32 ribu
  • Nasi goreng: Rp 23 ribu
  • Iga bakar: Rp 52 ribu
  • Rujak cireng: Rp 25 ribu
  • Mie goreng/rebus: Rp 18 ribu
  • Dimsum: mulai Rp 20 ribu
  • Kopi: mulai Rp 15 ribu
  • Non kopi: mulai Rp 7 ribu

Lokasi dan Rute ke Namu Hejo

Lokasi Namu Hejo berada di Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 33 km atau ditempuh sekitar 70 menit dari pusat Kabupaten Bandung.

Rute yang bisa dilintasi ada dua, yakni jalur Pangalengan atau jalur Gambung Riung Gunung. Jika melalui Pangalengan, lewatlah di Jalan Raya Pangalengan, kemudian Jalan Situ Cileunca. Ikuti jalan hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo.

Jika melalui jalur kedua, setelah menemui wisata Gambung Riung Gunung, traveler akan melintasi jembatan, kemudian kebun stroberi di kiri jalan. Lurus sedikit kemudian akan melewati wisata Hutan Pinus Hejong. Lurus hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo, nantinya parkiran ada di sebelah kanan.

Sebelum parkiran, kamu akan melewati jalan kebun teh berbatu. Mulai dari parkiran hingga tenda, jaraknya kurang lebih 70 meter dengan berjalan kaki.

Nah, itulah tadi informasi lengkap tentang Namu Hejo Bandung, tempat camping yang menawarkan berbagai aktivitas seru, lengkap dengan daftar harga dan lokasinya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Villa Keluarga di Bandung, Cocok buat Liburan



Jakarta

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, dikenal sebagai kota yang menawarkan banyak pesona alam dan keindahan arsitektur. Tidak heran jika kota ini selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung bersama keluarga, berikut beberapa rekomendasi villa keluarga di Bandung yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihan ini diambil dari berbagai sumber terpercaya untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan selama liburan Anda.

Foto: dok. Traveloka

Foto: dok. Traveloka


1. Villa Air Natural Resort

Villa Air Natural Resort terletak di Lembang, Bandung. Vila ini menawarkan suasana alam yang asri dengan pemandangan pegunungan yang menenangkan. Fasilitas yang ditawarkan antara lain kolam renang, taman yang luas, dan ruang keluarga yang nyaman. Vila ini sangat cocok untuk keluarga besar yang ingin menikmati liburan dengan suasana alam yang tenang.

2. Villa Damar

Berada di kawasan Setiabudi, Villa Damar menawarkan akomodasi dengan desain arsitektur yang unik dan interior yang nyaman. Villa ini menyediakan berbagai tipe kamar yang luas dengan fasilitas modern.

Lokasinya yang strategis membuat Anda mudah menjangkau berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Farmhouse Lembang dan Kampung Gajah Wonderland. Villa Damar juga memiliki restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat, sehingga Anda tidak perlu khawatir mencari tempat makan.

3. Sari Ater Hotel & Resort

Sari Ater Hotel & Resort berlokasi di Ciater, Subang, tidak jauh dari Bandung. Resort ini terkenal dengan pemandian air panas alami yang berasal dari Gunung Tangkuban Perahu. Selain menikmati berendam di air panas, Anda dan keluarga juga dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi lainnya, seperti flying fox, outbond, dan berkuda. Kamar-kamar di Sari Ater Hotel & Resort didesain dengan gaya modern dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk kenyamanan Anda.

4. Green Forest Resort

Green Forest Resort terletak di Cihideung, Bandung Barat. Resort ini menawarkan pemandangan hijau yang menyegarkan dengan udara pegunungan yang sejuk. Fasilitas yang ditawarkan termasuk kolam renang, area bermain anak, dan taman yang luas. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan suasana alam yang asri sambil menikmati berbagai fasilitas rekreasi.

5. Kampung Sampireun Resort & Spa

Kampung Sampireun Resort & Spa berada di kawasan Garut, sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung. Resort ini menawarkan konsep penginapan tradisional Sunda dengan bungalow yang terletak di tepi danau.

Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang berbeda dengan suasana pedesaan yang tenang dan nyaman. Resort ini juga menyediakan fasilitas spa untuk relaksasi Anda selama liburan.

6. Villa Istana Bunga

Villa Istana Bunga terletak di Parongpong, Lembang. Vila ini menawarkan berbagai tipe akomodasi, mulai dari vila kecil untuk keluarga inti hingga vila besar yang dapat menampung banyak orang.

Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, taman bermain anak, dan area barbecue. Lokasinya yang berada di dataran tinggi Lembang membuat vila ini menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

7. The Jayakarta Suites Bandung

The Jayakarta Suites Bandung berlokasi di Dago, salah satu kawasan elit di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang luas dan nyaman dengan pemandangan kota Bandung yang indah.

Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang, pusat kebugaran, dan spa. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Dago Pakar dan Kebun Binatang Bandung.

8. Villa Chocolate

Villa Chocolate berlokasi di kawasan Lembang, dekat dengan berbagai objek wisata populer seperti Floating Market dan De Ranch. Vila ini menawarkan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas modern. Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan liburan dengan suasana yang tenang namun tetap dekat dengan pusat keramaian dan objek wisata.

9. Marbella Suites Bandung

Marbella Suites Bandung terletak di Dago Pakar, kawasan yang dikenal dengan pemandangan alam yang indah. Hotel ini menawarkan suite yang luas dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan pusat kebugaran. Marbella Suites Bandung juga memiliki area bermain anak, sehingga cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak.

10. Grand Tjokro Bandung

Grand Tjokro Bandung berlokasi di Cihampelas, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas modern.

Selain itu, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam renang, spa, dan restoran yang menyajikan berbagai menu lezat. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk berbelanja dan menikmati wisata kuliner di Bandung.

Nah itulah deretan rekomendasi vila di Banding yang punya banyak pilihan tempat menginap untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Dari vila yang asri di pegunungan hingga hotel mewah di pusat kota, Anda dapat memilih akomodasi yang paling sesuai untuk menikmati liburan bersama keluarga. Pastikan download aplikasi Traveloka untuk urusan liburan yang lebih mudah!

(Content Promotion/Traveloka)



Sumber : travel.detik.com

Destinasi Eklektik Baru, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar



Jakarta

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar telah resmi beroperasi sejak 6 Juli 2024. Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini siap menghadirkan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan berkelas dengan fokus pada keunikan budaya lokal dengan sentuhan kemewahan modern.

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar memadukan esensi budaya Dago dengan desain yang menggabungkan motif tradisional Sunda dan elemen alam yang harmonis dengan sentuhan modern. Setiap detail dalam hotel ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung dari air terjun yang mengalir indah hingga cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.

Dengan 277 kamar dan suite yang elegan, setiap sudut hotel ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dilengkapi dengan motif batik lokal untuk menambah keunikan pengalaman menginap. Para tamu dapat bersantai di daybed yang nyaman, menikmati suasana tenang dan indah dari area Dago Pakar.


Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini menggabungkan keunikan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa. Hal tersebut menjadikan hotel ini sebagai destinasi ideal bagi tamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Apalagi hanya 30 menit perjalanan dari Jakarta melalui kereta api cepat.

Hotel Indigo Bandung mempersembahkan pengalaman menginap yang lebih kaya dan bermakna melalui program eksklusif ‘Neighbourhood Story’ yang terbagi dalam dua kategori utama: ‘Stay in Style’ bagi pasangan dan ‘Edgy Stay’ untuk keluarga. Program ini tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi destinasi lokal seperti Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

dusun bambuFoto: dok. Dusun Bambu

Para tamu yang memilih paket ini akan mendapatkan sarapan untuk dua orang bagi ‘Stay in Style’ dan empat orang bagi ‘Edgy Stay’. Selain itu, tamu juga akan menikmati voucher F&B yang dapat digunakan di Joempa atau Dagoan Lounge.

Sebagai bagian dari pengalaman yang unik, kegiatan kreatif seperti mewarnai motif kain batik dan pottery painting/mewarnai gerabah juga tersedia untuk menambah nilai pengalaman budaya selama menginap.

Adapun paket ‘Edgy Stay’ berlaku untuk tipe kamar Suite, sehingga dapat menajdi pilihan ideal bagi keluarga yang menginginkan pengalaman menginap mewah. Serta lengkap dengan petualangan budaya dan aktivitas menarik untuk semua anggota keluarga.

Dalam hal kuliner, hotel ini menghadirkan berbagai pilihan yang mencerminkan warisan budaya Sunda dan semangat Dago Pakar. Di Joempa, restoran utama hotel, para tamu dapat menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti cuanki dan batagor. Hidangan tersebut tersedia di menu terbaru dengan bahan-bahan segar langsung dari pertanian dan kebun rempah-rempah lokal.

Karbon, restoran dan bar di rooftop juga akan segera hadir. Restoran ini bakal menyuguhkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia.

Selain itu ada pula Dagoan Lounge dengan desain memadukan seni cahaya melalui lampu-lampu indah layaknya bintang dan kursi jaman dulu yang diadaptasi menjadi kreasi modern yang estetik. Lounge ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati aneka mocktail, cocktail kreasi bartender berbakat yang memenangkan beragam penghargaan. Tempat ini juga menyediakan ragam kudapan ringan yang lezat (finger food), mulai dari sajian khas Nusantara dengan sentuhan khas Sunda hingga sajian khas Barat, sambil menikmati pemandangan lereng bukit dan Bandung yang memukau.

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan fasilitas mewah, seperti infinity pool dan restoran di rooftop yang akan segera hadir. Ada juga Kids Club yang dinamai Kancil Club dengan aktivitas tradisional Sunda dan ruangan yang didesain khusus untuk menonton ragam film untuk anak, serta pusat kebugaran 24 jam dengan alat yang lengkap dan pemandangan indah.

indigo hotelFoto: dok. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar

Selain itu, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menyediakan kolam hangat dengan konsep infinity pool untuk keluarga yang dihiasi keindahan air terjun yang indah melambangkan curug yang ada di sekitar. Serta sembilan ruang pertemuan stylish dan Grand Ballroom yang luas untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan kecil hingga pernikahan besar.

“Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah penghormatan terhadap kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung. Kami sangat antusias dapat menyediakan tempat peristirahatan yang setiap detailnya mencerminkan semangat dan keindahan lingkungan yang kami cintai ini,” ujar Cluster General Manager Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar Pascal Caubo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan promo pembukaan yang menarik, serta kesempatan bagi para tamu untuk bergabung dengan IHG One Rewards. Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan dan menukarkan poin dengan berbagai manfaat eksklusif.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi situs web hotel atau hubungi +62 22 87806688 atau email ke hotelindigobandung.info@ihg.com.

(Content Promotion/Hotel Indigo Bandung Dago Pakar)



Sumber : travel.detik.com

Cipeundeuy, Stasiun Kecil yang Dirindukan Penumpang KA Jalur Selatan



Tasikmalaya

“Selamat datang kepada penumpang kereta api jarak jauh. Saat ini perjalanan anda tiba di Stasiun Cipeundeuy”.

Itulah announcement dari Arif dengan logat khas Sundanya yang menyambut kedatangan setiap penumpang KA jarak jauh. Pengucapan Stasiun Cipeundeuy yang khas ini, dengan spontan diikuti hampir semua pedagang di luar KA, bahkan para penumpang yang sudah hapal dengan adat unik nan beda dari stasiun ini.

“Hahaha…iya sampai hafal. Aku setiap berhenti disini juga spontan aja niruin ucapan masnya tadi. Selamat datang di Stasiun Cipeundeuy pakai logat Sunda gitu,” aku Dyah, penumpang KA dari Yogya tujuan Bandung ini sambil tertawa.


Selain announcement yang unik, menyebut nama Cipeundeuy, pasti tak asing untuk para penumpang kereta api jarak jauh tujuan Bandung atau Jakarta di jalur selatan. Karena di sinilah, penumpang yang kelaparan, akan mendapat pertolongan dengan hadirnya pedagang makanan kaki lima.

Stasiun Cipeundeuy berada di wilayah kerja Daop 2 Bandung. Dengan posisi di 772 MDPL, suhu dingin sekejap terasa ketika memasuki wilayah di lembah perbukitan Gunung Karaha Bodas ini. Di stasiun kecil dengan bangunan lawas Belanda inilah, semua rangkaian kereta api wajib berhenti.

Ayep Hanapi, Manager Humas 2 Bandung menjelaskan, pola operasi di Stasiun Cipeundeuy mengikuti grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Semua KA wajib berhenti di stasiun ini untuk mengikuti SOP pemeriksaan rangkaian gerbongnya.

“Semua KA wajib berhenti sekitar 10 sampai 15 menit untuk pengecekan rangkaian gerbong KA. Kenapa di Stasiun Cipeundeuy, karena dari timur jalur naik, begitu tiba di Cipeundeuy ke arah barat itu jalurnya akan menurun. Nah rangkaian gerbong KA harus diperiksa keamanannya,” papar Ayeb dihubungi beberapa waktu lalu.

Momen berhentinya semua KA ini menjadi kesempatan para penumpang berburu kuliner tradisional khas Sunda. Seperti cimol, siomay, batagor, tahu bulat sampai minuman bandrek. Beberapa ibu warga lokal, dengan serempak meneriakkan dagangan mereka masing-masing, begitu rangkaian KA berhenti dengan sempurna.

Sebuah pojok bagian bangunan dengan tulisan lawas “Cipeundeuy” menjadi spot kenangan manis bagi beberapa penumpang KA jarak jauh yang menikmati jajanan tradisional ini. Sebagian lainnya, memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati rokok dan segelas kopi panas.

Mereka yang baru punya pengalaman pertama, biasanya akan menuju spot itu dan membeli makanan tradisional yang di lapak dalam kondisi masih panas. Namun bagi yang sudah terbiasa, akan berjalan keluar stasiun menuju lokasi para pedagang makanan yang berjejer tepat di depan stasiun. Tak hanya penumpang, beberapa crew KA jarak jauh juga memanfaatkan kesempatan ini buat membeli makanan, camilan dan minuman di pedagang kaki lima di luar stasiun.

Achmad Cholik adalah satu diantara penumpang KA tujuan Jakarta yang menyimpan kenangan manis itu. Cholik yang merupakan pejabat di Pemkab Blitar kerapkali melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dengan naik kereta api. Baginya, Stasiun Cipeundeuy selalu menjadi titik singgah yang dirindukan.

“Biasanya kalau dari Blitar pagi sampai Cipeundeuy itu sore. Pas hawa dingin, kereta berhenti terus ada ibu-ibu jualan makanan dibalik pagar, aromanya sedap dan mengepul dari dandang. Wes langsung lari turun…jajan hahahaa,” kenangnya.

Ternyata tidak hanya Cholik seorang yang menyimpan kenangan mengesankan itu. Beberapa penumpang yang sering melakukan perjalanan tujuan Jakarta naik KA juga melakukan hal yang sama. Pokok sampai Stasiun Cipeundeuy harus turun untuk jajan.

“Soalnya makanan tradisional, masih hangat itu kan gak mungkin kita jumpai di dalam kereta. Itu cerita lama penumpang KA yang sekarang sudah tidak ada. Begitu lihat situasi Stasiun Cipeundeuy ini kok asik, otomatis banyak penumpang yang menikmatinya. Jajan dan merokok , puhh nikmat,” pungkas Kakok, penumpang asal Malang.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Agung Karawang Padukan Arsitektur Timur Tengah dan Budaya Sunda



Jakarta

Masjid Agung Karawang menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Karawang. Masjid itu kaya akan nilai sejarah dan memiliki arsitektur yang khas.

Masjid Agung Karawang atau Masjid Agung Syekh Quro Karawang merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Provinsi Jawa Barat. Masjid itu berdiri pada tahun 1418 Masehi atau 838 Hijriyah di Karawang, Jawa Barat.

Masjid ini didirikan oleh ulama tersohor pada saat itu bernama Syekh Quro yang bernama lengkap Syekh Hasanudin bin Yusuf Sidik. Juga ada dua ulama yang terlibat dalam pendiriannya, yaitu Syekh Abdurrahman dan Syekh Mualana Idhofi.


Semula bangunan masjid itu hanya sebuah pondok pesantren yang bernama Pesantren Quro sekaligus mushola kecil, hanya seluas kurang lebih 9 x 9 meter.

Kini, masjid itu megah. Renovasi besar-besaran terakhir dilakukan pada tahun 2017 di bawah arahan Bupati Karawang ke-28, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. Perubahan itu membawa tampilan baru pada masjid, dengan desain interior yang menggabungkan gaya Timur Tengah yang mewah dan budaya Sunda yang menegaskan identitas lokal.

“Konsep dari masjid yang baru ini, desainnya teh Celli memadukan arsitektur Timur Tengah dan budaya Sunda,” kata Hj. Acep Jamhuri, Ketua DKM Masjid Agung.

Selain memiliki desain yang menarik, Masjid Agung Karawang juga mengandung nilai historis yang tinggi.

Renovasi Pertama

Masjid ini pertama kali direnovasi pada tahun 1637 oleh Raden Singa Perbangsa, Bupati Karawang pertama. Renovasi berikutnya pada tahun 1747 dilakukan oleh Raden Mochamad Sholeh Singaperbangsa, Bupati Karawang keempat, yang memperluas masjid secara signifikan.

Masjid Agung KarawangMasjid Agung Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Raden Mochamad Sholeh Singaperbangsa, sosok penting dalam sejarah Karawang, pernah dimakamkan di serambi selatan masjid, yang kini dikenal sebagai Dalem Serambi.

Menurut Amir, salah satu marbot masjid, makam tersebut telah dipindahkan, meskipun penanda makam tetap diletakkan di sana sebagai simbol pentingnya sejarah tersebut.

Masjid yang telah berusia ratusan tahun ini mengalami perluasan dan peningkatan kualitas secara bertahap. Salah satu renovasi besar dilakukan pada tahun 1989 di bawah Kolonel Czi. H. Sumarmo Suradi, Bupati Karawang ke-20, yang meningkatkan kapasitas masjid untuk menampung lebih banyak jamaah. Renovasi tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas yang memudahkan pengunjung.

Pembangunan besar terakhir yang dilaksanakan oleh dr. Hj. Cellica Nurrachadiana semakin mendekatkan masjid ini dengan masyarakat.

“Pembangunan masjid ini didukung dengan dana dari provinsi,” kata Acep.

Pengunjung masjid juga merasakan peningkatan kenyamanan setelah renovasi.

“Masjid lebih bagus dan lebih luas setelah direnovasi. Dulu catnya sudah pudar, tapi sekarang tampak mewah dan lega, bisa menampung banyak orang,” kata Anita, salah seorang pengunjung.

Pendapat itu diperkuat oleh Agus, seorang pengunjung lain.

“Asyik, seru, dan nyaman setelah direnovasi karena terhubung langsung ke Alun – Alun Kota Karawang,” kata Agus.

Keterhubungan ini menjadikan Masjid Agung Karawang tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati lingkungan sekitar.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Putri yang Manja dan Keji di Balik Eksotisnya Telaga Warna Puncak



Bogor

Di kawasan Puncak, Bogor ada Telaga Warna yang begitu eksotis. Di balik keindahan telaga ini, ternyata ada kisah putri yang manja dan keji. Bagaimana kisahnya?

Di Puncak, ada tempat wisata bernama Telaga Warna. Dalam bahasa Sunda, tempat itu disebut Talaga Warna. Tempat itu merupakan danau yang di pinggir-pinggirnya banyak pepohonan. Suasana sejuk terasa jika berada di sekitar danau itu.

Sesuai dengan namanya, air di telaga itu sering berubah warna. Maka dari itu disebut Telaga Warna. Secara ilmiah, perubahan warna itu diakibatkan oleh ganggang yang berada dalam air danau tersebut.


Di samping fenomena yang terlihat, Telaga Warna menyimpan mitos. Di antaranya asal usul telaga tersebut. Konon, Telaga Warna terbentuk karena air mata.

Waktu itu, raja, permaisuri, dan rakyatnya menangis. Mereka menangisi kelakuan kurang beradab putri kerajaan. Air mata itu bercampur dengan mata air yang muncul tiba-tiba di halaman keraton, sehingga membentuk telaga.

Dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Jawa Barat, karya Maya Rohmayati dan Yodi Kurniadi (2018), kisah soal asal usul Telaga Warna tertulis dengan jelas.nan

Di Jawa Barat, dahulu ada sebuah kerajaan. Pemimpinnya adalah raja yang bijaksana, adil, dan sangat sayang kepada rakyatnya. Sebaliknya, rakyat pun sayang kepada raja berikut permaisurinya.

Semua titah raja dilaksanakan rakyat, begitupun segala kebutuhan rakyat dipenuhi oleh raja. Hari demi hari berjalan dalam kemakmuran di kerajaan tersebut.

Namun, raja yang disebut Prabu itu, juga istrinya, merasa ada yang kurang. Sudah bertahun-tahun memimpin kerajaan, mereka belum juga dikaruniai keturunan.

Cara A, B, C, sudah dilakukan pasangan Prabu dan Permaisuri ini untuk mendapatkan keturunan, namun Sang Hyang Tunggal belum juga menghendaki. Hingga akhirnya, keduanya mengangkat putra.

Seorang anak laki-laki diangkat keduanya sebagai anak. Namanya Kebo Iwa. Dia kemudian tumbuh menjadi remaja yang tampan, gagah, dan berbudi luhur.

Kebo Iwa punya kesaktian. Jika dia ingin minum, cukup dia tusukkan telunjukkan ke tanah, maka terpancarlah air bersih dan menyegarkan.

Waktu pun berjalan. Berbahagia kumbang-kumbang di taman, bunga-bunga mekar menjadi tanda anugrah yang dinantikan itu datang.

Di sela mengasuh putra angkatnya, Permaisuri ternyata mengandung. Dari kandungan itu, lahirlah bayi perempuan yang cantik, yang kelak menjadi putri kerajaan.

Lahir Putri Cantik yang Manja

Putri kerajaan itu tumbuh dan besar dalam lingkungan yang serba memberikannya kemudahan. Ingin A, datangah A tanpa sudah payah. Begitulah jua jika ingin B sampai Z, semuanya diantarkan kepadanya.

Lama kelamaan, dia tumbuh dengan diri yang nir empati. Tidak ada rasa pedulinya terhadap orang lain. Yang jelas, jika sesuatu tidak membuat enak dirinya, dia tidak suka dan akan dengan tegas menolaknya. Dia tumbuh menjadi putri yang manja.

Begitupun saat dia menghadapi pesta ulang tahun ke-17 usianya. Jauh sebelum pesta digelar, rakyat yang sayang kepada raja dan permaisuri mengirimkan berbagai perhiasan sebagai hadiah. Namun, raja menyimpannya barangkali suatu waktu rakyat akan membutuhkan.

Raja hanya mengambil sedikit saja dari emas yang didapatkan dan menyerahkannya ke pengrajin kalung. Raja minta dibuatkan kalung yang bagus dan cantik jalinan emas dan permata untuk anaknya yang akan berulang tahun.

Kalung pun selesai. Pesta pun digelar. Dalam pesta, ayah dan ibu sang putri hadir. Putri pun duduk di tengah-tengah mereka dan menghadapi rakyat yang juga hadir di pesta itu.

Tak ingin tertinggal momentum, raja menyerahkan hadiah ulang tahun untuk putrinya berupa kalung. Kalung emas berhias permata buatan perajin emas terbaik di kerajaan itu.

Namun, di mata putri manja itu, kalung seindah demikian tak ada artinya. Dia menampik pemberian ayahnya itu. Kalung yang disebutnya jelek itu lalu dihempaskannya ke lantai.

Raja, Permaisuri, dan Rakyat pun Menangis

Melihat kalung emas berhias permata dihempaskan ke lantai, semua hadiri pesta ulang tahun putri manja, tidak ada yang berani bicara. Semuanya terdiam.

Lambat laun, terdengar suara tangisan yang tertahan dari arah permaisuri. Begitupun raja, dia menangis namun sedikit ditahan. Tetapi, tangisan raja dan permaisuri itu menjadi tanda kesedihan bagi rakyatnya.

Rakyat yang menghadiri pesta ulang tahun itu semuanya menangis. hanyut dalam kesedihan bahwa raja dan permaisuri punya putri yang kurang tata krama. Semuanya menangis, hingga air mata menjadi banjir.

Air mata rakyat bercampur dengan air dari mata air yang tiba-tiba muncul dari tanah di halaman kerajaan. Alhasil, semuanya tenggelam.

Kalung emas berhias permata itu tak ada yang berani mengambilnya. Ketika semua sudah tenggelam menjadi telaga, kalung itu memantulkan cahaya yang menjadi pelangi. Itulah yang kini dikenal sebagai Telaga Warna.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

3 Wisata Pantai Pasir Putih PIK 2 Dekat Jakarta Buat Liburan Akhir Tahun


Jakarta

Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 merupakan kawasan yang seringkali menjadi tujuan bagi wisatawan yang ingin berlibur bersama teman atau keluarga. Dekat dengan Jakarta, kawasan ini mempunyai pantai pasir putih yang menarik untuk jadi tempat healing.

Dengan kawasan yang begitu estetik, pemandangan tepi laut yang mempesona, serta fasilitasnya yang cukup lengkap, pantai ini menawarkan ketenangan dan kesegaran di tengah-tengah kesibukan dan hiruk-pikuk ibukota.

3 Wisata Pantai Pasir Putih PIK 2 Dekat Jakarta

Ada 3 kawasan pantai pasir putih di PIK dekat Jakarta. Ketiganya menyuguhkan konsep yang berbeda-beda. Berikut informasinya:


1. Land’s End

Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung. Foto: dok detikcom

Land’s End merupakan pantai dengan konsep rustic coastal dan bangunan mercusuar yang menjulang. Kawasan ini memiliki pantai berpasir putih yang begitu estetik.

Mengutip laman instagramnya, ada banyak kursi pantai, sofa, bean bag dan tempat duduk yang bisa jadi spot nongkrong di pinggir laut, kamu bisa menikmati vibes laut sambil menyaksikan pesawat melintas.

Selain itu, aktivitas menarik lainnya adalah bermain pasir untuk membuat istana atau berbagai bentuk lainnya. Jika kamu datang bersama teman-teman, main voli di pantai ini juga bisa menjadi kegiatan yang seru.

Land’s End juga dilengkapi dengan aneka restoran dan tenant kuliner dengan berbagai menu makanan dan minuman. Jadi, kamu tak perlu khawatir kelaparan.

  • Jam operasional: 08.00-23.00 WIB
  • Harga tiket: Gratis
  • Lokasi: Jl. Yos Sudarso, Pasir Putih, Kabupaten Tangerang, Banten.

2. Aloha PIK

Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)

Aloha PIK menjadi wisata hits lainnya di kawasan PIK. Destinasi ini menawarkan pantai bernuansa tropis ala Hawaii.

Pada area outdoornya, wisatawan dapat menikmati suasana pantai pasir putihnya yang syahdu. Ketika melewati lobi utama, wisatawan akan melihat foyer luas dengan tempat duduk untuk bersantai. Selain itu, ada kolam-kolam kecil seperti oasis berhiaskan lampu warna-warni dan tanaman hijau.

Untuk kawasan anak-anak ada playground yang menyediakan kolam renang, perosotan, kolam bola, dan playhouse. Jadi, destinasi ini cocok untuk traveler yang mau berlibur bersama keluarga.

Aloha juga dilengkapi dengan aneka kulinernya. Ada restoran sunda, sushi, ice cream, smoothie, pizza, dan seafood. Mengutip laman instagramnya, untuk yang mau berolahraga, Aloha Pasir Putih juga menyediakan kelas olahraga, baik yang hanya ada pada event tertentu maupun yang rutin.

Senin-Kamis: 10.00-22.00 WIB
Jumat: 10.00-00.00 WIB
Sabtu-Minggu: 07.00-00.00 WIB

  • Harga tiket : Gratis
  • Harga tiket playground anak-anak: Rp 158.000
  • Harga tiket playground pendamping: Rp 80.000
  • Lokasi: Jl. Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

3. Pantai Pasir Putih PIK 2

Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN

Sesuai dengan namanya, Pantai Pasir Putih PIK 2 memiliki hamparan pasir putih dan pemandangan laut yang menenangkan. Wisatawan bisa menikmati aktivitas seperti berjemur, berfoto-foto di spot instagramable yang tersedia, serta bermain voli pantai.

Pasir putih di pantai yang merupakan area reklamasi ini terhampar seluas 4 km. Kawasan pasir putih PIK 2 juga sudah dilengkapi dengan food street, sehingga kamu tak usah repot-repot membawa makanan dari rumah.

Traveler disarankan datang sore hari agar bisa menikmati udara yang sejuk dan menyaksikan sunset yang cantik. Sebab lokasinya berada di dalam kawasan perumahan dan perkantoran dengan akses yang lumayan jauh, sebaiknya kamu membawa kendaraan pribadi untuk menghemat waktu

  • Jam operasional: 07.00-19.00 WIB
  • Harga tiket: Gratis
  • Lokasi: Kecamatan Kosambi, masuk ke Dadap, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Itulah beberapa wisata pasir putih yang berada di PIK. Sebelum datang ke sini, pastikan kamu sudah update informasi mengenai jam operasional dan tiket masuknya ya,

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com