Tag Archives: sungai

Punya Kolam Ikan Bisa Bikin Rumah Sejuk dan Minim Stres, Ini Penjelasannya



Jakarta

Kolam ikan di rumah biasanya ada karena alasan estetika rumah atau sebagai bentuk realisasi hobi semata. Padahal dengan memiliki kolam ikan di rumah, banyak sekali manfaatnya bahkan untuk kesehatan fisik dan psikologis seseorang.

Menurut Arsitek Denny Setiawan membuat kolam ikan bisa membantu menurunkan suhu di rumah sehingga terasa lebih sejuk. Hal ini juga berlaku jika di rumah tersebut memiliki area pancuran air atau kolam renang.

Terpisah, hal yang sama dijelaskan dalam situs Grand Design Magazine, bahwa air di dalam kolam akan diserap oleh udara panas dalam bentuk uap air. Kemudian, uap air tersebut akan membuat udara di sekitar kolam terasa lembap dan menurunkan suhu di sekitarnya sehingga terasa sejuk.


Manfaat lainnya adalah riak air pada kolam ikan dapat memberikan pengaruh baik pada psikologis seseorang yang melihatnya. Selain itu, gerakan ikan di dalamnya juga dapat membantu seseorang merasa lebih tenang.

“Goyangan air apalagi ditambah liukan ikan, itu akan membuat psikologi akan terasa lebih tenang. Gerakan ikan itu, penelitiannya mengatakan bahwa itu membuat otak atau pikiran kita menjadi lebih tenang,” ungkap Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

Denny menyampaikan, kolam ikan di rumah tidak harus besar bak sungai buatan. Membuat akuarium di dalam rumah yang sederhana juga bisa memberikan efek yang serupa.

“Manfaatnya tetap sama karena kolam ikan dan akuarium digunakan untuk mereduksi tingkat stres yang ada di otak manusia. Itu saja tujuannya. Jadi, terserah dia mau kolam ikan, mau kolam akuarium, yang penting kan memang sebenarnya liukan atau hasil cahaya yang dihasilkan oleh liukan air yang membuat suasana atau otak kita tingkat stresnya menurun,” jelasnya.

Cara merawat kolam ikan juga tidak begitu sulit, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah pada bagian filter air. Setiap kolam memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi sesuaikan ukuran filter air dengan volume kolam dan jenis ikan yang ada di dalamnya.

Ada pun fungsi dari filter kolam ikan adalah untuk menjaga kebersihan kolam agar ikan tetap nyaman dan sehat. Kolam yang tidak dipasang filter, sangat cepat ditumbuhi alga dan bakteri yang membuat air kolam cepat keruh serta dasarnya berlumut dan licin.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Liburan Murah Meriah di Kaki Gunung Sawal



Ciamis

Menghabiskan libur panjang long weekend di bulan Mei 2025, traveler bisa mencoba wisata curug Jami yang murah meriah di kaki gunung Sawal, Ciamis.

Curug Jami menjadi salah satu tempat wisata yang cukup ramai dikunjungi di Kabupaten Ciamis. Destinasi ini menawarkan wisata alam yang murah meriah.

Curug Jami berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jarak dari pusat perkotaan Ciamis sekitar 27 kilometer atau 40 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.


Meski berada di Ciamis, namun wisata alam ini lebih dekat ke Kota Tasikmalaya yang jaraknya hanya sekitar 20-30 menit saja. Akses jalan hot mix yang mulus membuat tempat destinasi ini mudah dikunjungi.

Curug Jami menawarkan panorama alam Gunung Sawal yang hijau. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter tersebut berasal dari mata air gunung. Curug ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto ria.

Suasana di destinasi wisata Curug Jami, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis di hari terakhir long weekend, Selasa (13/5/2025).Suasana di destinasi wisata Curug Jami Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Di sekitar lokasi Curug terhadap fasilitas yang tersedia seperti tempat parkir sepeda motor, mobil, Musala, toilet, gazebo (sewa Rp 5 ribu) untuk makan dan bersantai serta sejumlah warung makanan.

Tidak ada tiket masuk alias gratis untuk menikmati keindahan air terjun ini, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir Rp 3 ribu.

Pengunjung yang ingin merasakan sensasi berenang di alam liar, bisa juga mengunjungi Sungai Cibaruyan yang lokasinya tak jauh dari Curug Jami. Pengunjung cukup berjalan kaki ke bawah sekitar 5-10 menit. Tiket menuju area Sungai Cibaruyan tersebut hanya Rp 2 ribu per orang.

Di tempat tersebut pengunjung bisa merasakan dingin dan segarnya mata air pegunungan asli. Arus airnya yang cukup deras serta jernih membuat aktivitas berenang di alam bersama keluarga menjadi lebih seru dan asyik.

Pengunjung juga dimanjakan dengan sejumlah fasilitas yang disediakan oleh warga setempat. Mulai dari saung-saung untuk bersantai, kamar bilas, warung jajanan, hingga tempat duduk untuk nongkrong.

Dari pantauan di lokasi, terlihat ratusan pengunjung dari Ciamis dan Tasikmalaya memadati destinasi Curug Jami dan Sungai Cibaruyan. Mereka mengisi liburan dengan menikmati suasana alam sambil makan bersama. Beberapa di antaranya bermain air dan berenang di Sungai.

Suasana di destinasi wisata Curug Jami, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis di hari terakhir long weekend, Selasa (13/5/2025).Suasana di destinasi wisata Curug Jami Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

“Tahu curug Jami dari medsos, lagi cari-cari tempat wisata di Ciamis untuk ngisi libur panjang Minggu ini. Ketemu Curug jami, penasaran di medsos tempatnya sepertinya bagus jadi didatangi bersama anak dan keluarga,” ujar Ratna, pengunjung asal Linggasari, Ciamis.

Menurutnya, destinasi Wisata Alam Curug Jami ini sangat cocok untuk healing. Lokasinya di bawah Gunung Sawal dengan pemandangan hijau membuat pikiran menjadi tenang, di tambah dengan suasana sejuk dan teduh.

“Lokasinya pas untuk healing, tidak jauh dari kota juga murah apalagi aksesnya mudah, murah dan jalannya mulus,” katanya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Tempat Wisata Tangsel yang Wajib Dicoba


Tangerang Selatan

Siapa bilang Tangerang Selatan cuma kota penyangga Jakarta? Jangan salah, Tangsel punya banyak tempat wisata seru yang cocok banget buat ngisi waktu luang.

Healing tipis-tipis di sela kepadatan aktivitas adalah jalan keluar yang tepat buat tetap pikiran tetap fresh. Kalau traveler ingin coba sesuatu yang berbeda dan melipir dari Kota Jakarta, beberapa tempat wisata di Tangsel ini bisa menjadi opsi-opsinya.

1. Taman Kota 2 BSD

Lokasi dari Taman Kota 2 BSD ini sangat strategis, banyak pohon tinggi, ada jalan setapak yang asik buat jogging atau jalan santai, dan suasananya tenang banget. Cocok buat nyari inspirasi atau sekadar duduk bengong sambil ngopi.


Taman seluas 7,2 hektar ini banyak selain suasananya yang menenangkan, tentunya yang jadi primadona pengunjung adalah aliran sungai dan ornamen di pinggirannya. Jika traveler berfoto di sana, rasanya seperti berada di Korea Selatan.

2. Scientia Square Park

Di Scientia Square Park ini, merupakan destinasi wisata keluarga yang seru di Tangsel. Traveler bisa lihat sawah kecil, bermain dengan kupu-kupu, kasih makan ikan koi, atau nongkrong di kafe lucu yang ada di dalamnya.

Selain itu aktivitas yang bisa dilakukan saat berada di kawasan ini adalah berolahraga, terdapat jogging track, area panjat tebing, dan juga arena air yang seru dijajal bersama keluarga.

3. Kandank Jurank Doank

Kandank Jurank DoankKandank Jurank Doank. (Instagram/kandankjurank)

Kalau traveler pengen suasana pedesaan yang nggak terlalu jauh dari kota, tempat ini harus masuk list. Di sini traveler bisa main lumpur, flying fox, atau belajar soal pertanian dan lingkungan.

Kandank Jurank memang cocok untuk traveler yang ingin wisata alam bersama keluarga. Sebagai informasinya, Kandak Jurank ini pemiliknya adalah artis Dik Doank, yang awalnya memiliki harapan untuk bisa membuat anak-anak kurang mampu mengeyam pendidikan.

4. The Breeze BSD

The Breeze ini bisa dibilang mall, tapi beda. Konsepnya semi-outdoor, banyak spot ijo, danau buatan, dan resto yang estetik banget. Mau nongkrong, kerja remote atau dinner bareng pasangan, semuanya bisa. Sering juga ada event komunitas yang seru.

5. Taman Wisata Situ Gintung

Taman Wisata Situ GintungTaman Wisata Situ Gintung. (Instagram/pulausitugintung)

Tempat ini cocok buat traveler yang pengen suasana chill. Banyak pepohonan, tempat duduk santai, dan kadang ada event komunitas juga.

Atau buat traveler yang ingin jajal aktivitas lainnya, di sana juga terdapat kolam renang anak dan dewasa, arena outbond, paintball. Dan di Taman Wisata Situ Gintung, jika traveler ingin merasakan suasana berbeda bareng keluarga, kawasan itu juga terdapat area campingnya loh.

6. Kampung Konservasi RIMBUN

Buat traveler yang masih bingung ngajak keluarga liburan ke mana, Tangsel punya salah satu wisata alam yang seru buat ajak anak-anak bermain sekaligus belajar. Kampung Konservasi RIMBUN ini pengunjung bisa belajar tentang menanam dan merawat tanaman sayuran.

Selain itu, nantinya pengunjung juga bisa membeli bibit tanaman untuk dibawa dan ditanam di rumah. Dulunya, tempat ini adalah hamparan kebun cabe dan kini diubah menjadi kawasan wisata alam favorit.

7. Trans Snow World Bintaro

Buat traveler yang ingin merasakan salju, tapi tinggal di Jakarta, nggak perlu khawatir. Karena tinggal melipir ke Tangsel untuk datang ke Trans Snow World Bintaro, di sana traveler akan merasakan sensasi seru beraktivitas di tengah salju.

Terdapat wahana seperti seluncuran hingga kereta gantung atau sky lift, zorb ball, hingga seluncuran yang menarik. Jika traveler pergi dan bermain di sini, yakin deh rasanya seperti lagi benar-benar main salju di luar negeri.

Jadi udah nggak perlu jauh-jauh lagi ke luar kota buat healing dan quality time bareng keluarga. Karena Tangsel udah punya semuanya, jadi, minggu ini traveler mau ke mana dulu nih?

(upd/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Berendam di Air Panas Angseri Bali, Konon Bisa Obati Gatal dan Rematik



Tabanan

Bali tidak hanya punya pantai, tapi juga sumber mata air panas di pegunungan. Cobalah berendam di wisata Air Panas Angseri yang bisa menyembuhkan aneka penyakit.

Objek wisata Air Panas Angseri di Tabanan, Bali tidak hanya menjadi tempat pelancong untuk berendam dan relaksasi. Objek wisata tersebut juga kerap dikunjungi oleh mereka yang memiliki penyakit seperti rematik dan gatal-gatal.

Salah satu penjaga di Air Panas Angseri, Wirasutama, mengatakan jumlah pengunjung yang ingin berobat di sana rerata mencapai lima orang per hari.


“Biasanya mereka mengobati rematik dan gatal-gatal dengan berendam di air panas,” tutur dia.

Wirasutama menuturkan mereka yang berobat dan beragama Hindu biasanya juga membawa banten (sesajen). Banten itu lalu diletakkan di samping patung Ganesha yang berada di tepi kolam air panas untuk pengobatan.

Wirasutama menjelaskan pengunjung juga kerap melukat (pembersihan diri) di Air Panas Angseri. Mereka melukat di kolam air panas berukuran 2 meter persegi tersebut.

Wirasutama menerangkan tiket masuk kolam pengobatan adalah Rp 30 ribu per orang. Tiket itu jauh lebih mahal dengan tiket masuk pengunjung domestik dewasa untuk dua kolam air hangat yakni Rp 10 ribu.

Kami pun mencoba berendam di kolam pengobatan tersebut. Suhu air di kolam tersebut lebih panas dibandingkan dengan kolam dewasa dan anak-anak. Perlu waktu untuk membiasakan tubuh saat berendam di kolam tersebut.

“Suhunya memang lebih panas, sampai 40 derajat celcius,” tutur Wirasutama.

Menurut Wirasutama, suhu air di kolam pengobatan lebih panas karena sumbernya berasal dari dalam tanah di tepi kolam itu. Adapun, air hangat yang berada di kolam dewasa, anak, dan ruang privat berasal dari bawah tanah di Tukad (sungai) Panahan yang dialirkan melalui pipa sepanjang 300 meter.

Adapun suhu kolam dewasa Air Panas Angseri adalah 25 derajat celcius. Sedangkan, kolam anak lebih rendah lagi yakni sekitar 15 derajat celsius.

Salah satu penjaga loket tikat di Air Panas Angseri, Wayan Biasa, menerangkan Air Panas Angseri belum dikenal oleh para pelancong. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan saat hari kerja, Senin-Jumat, yang tak sampai 20 orang per hari.

Saat akhir pekan atau saat libur, jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisata itu bisa mencapai 100 orang per hari. Air Panas Angseri buka sejak pukul 08.00-18.00 Wita. Objek wisata tersebut tidak buka pada malam hari.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Lokasi dan Harga Tiket Masuk


Jakarta

Umbul Cokro adalah salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun tahukah kalian, Klaten memiliki banyak umbul atau kolam mata air alami yang tak kalah menarik.

Simak artikel ini untuk mengetahui daya tarik wisata Umbul Cokro dan 7 wisata alternatif Umbul Cokro, lengkap dengan lokasi, jam buka, dan harga tiket masuknya.

Wisata Umbul Cokro

Umbul Cokro KlatenUmbul Cokro Klaten Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Dilansir dari situs Pemprov Jawa Tengah, Umbul Cokro dahulunya bernama Umbul Ingas karena berada di antara pohon ingas besar. Umbul ini lalu dikenal dengan Cokro karena berada di Desa Cokro.


Di sini, pengunjung tak hanya bisa berenang dan berendam, tetapi banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan, seperti main di Waterboom Cokro Tulung, water slide, snorkeling, river tubing, rafting, ATV, dan sebagainya.

Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket

Umbul Cokro berada di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dari pusat kota Klaten, jaraknya sekitar 16 km atau ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.

Jam buka Umbul Cokro adalah pukul 07.30 hingga 17.00 WIB setiap hari. Sementara harga tiket masuknya Rp 15 ribu per orang.

Wisata Alternatif Umbul Cokro

Jika traveler sudah bosan berwisata ke Umbul Cokro, ada beberapa wisata alternatif Umbul Cokro yang bisa kalian pilih, seperti dikutip dari situs Desa Sidowayah dan laman detikJateng.

1. Umbul Manten

Objek wisata air Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Foto diunggah pada Senin (11/12/2023).Objek wisata air Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Jalan Janti Boto, Boto, Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam buka: 06.00-18.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Yang pertama adalah Umbul Manten memiliki beberapa kolam, yakni untuk anak hingga dewasa, dan ada juga kolam terapi ikan. Suasananya asyik buat berendam atau mencari ikan kecil-kecil. Di sini ada tempat makan yang nyaman.

2. Umbul Pelem

Objek wisata Umbul Pelem di Desa Wunut, Tulung, Klaten. Foto diunggah Selasa (2/4/2024).Objek wisata Umbul Pelem di Desa Wunut, Tulung, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Jalan Tegalgondo-Janti, Dukuh Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam buka: 05.00-16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 8.000 (weekday), Rp 10 ribu (weekend).

Tak jauh dari Umbul Manten terdapat Umbul Pelem yang airnya juga jernih. Tempat ini cocok buat kalian yang cuma ingin bersantai tanpa berendam. Ada juga kolam terapi ikan yang membuat rileks. Selain itu, terdapat wahana mandi busa yang seru buat anak-anak.

3. Umbul Nilo

Umbul Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.Umbul Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dusun Margosuko, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam Buka: 08.00-18.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 6 ribu (weekday), Rp 8 ribu (weekend dan liburan).

Umbul Nilo memiliki suasana yang alami karena dikelilingi pohon-pohon beringin. Airnya juga jernih, terdapat kolam untuk anak maupun dewasa. Terdapat joglo dan gazebo untuk bersantai sambil jajan makanan lokal yang enak.

4. Umbul Brintik

Umbul Brintik di Desa Malang Jiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Foto diunggah pada Selasa (12/12/2023).Umbul Brintik di Desa Malang Jiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dusun Brintik, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.
  • Jam buka: 04.30-16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Umbul Brintik terkenal dengan kolam terapinya yang membuat badan jadi rileks dan tentunya menyehatkan. Ada beberapa kolam yang sesuai dengan usia, baik anak-anak maupun dewasa. Selain itu, terdapat sungai kecil yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.

5. Umbul Sigedang Kapilaler

Umbul Sigedhang Klaten konon namanya diambil dari nama pohon pisang yang mengelilinginya. Airnya jernih dan diyakini untuk ritual.Umbul Sigedhang Klaten. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dukuh Umbulsari, Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
  • Jam buka: pukul 07.00-17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Wisata alternatif Umbul Cokro lainnya adalah Umbul Sigedang Kapilaler yang airnya jernih. Wisatawan bisa berfoto underwater bersama ikan-ikan di bawah air. Suasana umbul ini sangat asri karena terdapat beberapa pohon yang rindang. Tempat ini cocok buat kalian yang pengin healing sejenak.

6. Umbul Siblarak

Tempat wisata Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten.Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dusun Gondang, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
  • Jam buka: pukul 07.30-17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

Umbul Siblarak memiliki dua kolam renang yang besar, sehingga lebih nyaman untuk berenang. Selain berenang, tempat wisata ini juga menawarkan wahana seru seperti flying fox dan menjelajah kawasan sekitar naik ATV.

7. Umbul Ponggok

Foto Underwater di Umbul Ponggok.Foto Underwater di Umbul Ponggok. Foto: Najhan Zulfahmi/detikcom
  • Lokasi: Ponggok, Polanharjo, Ponggok, Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam buka: pukul 06.00-16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu.

Yang terakhir ada Umbul Ponggok yang juga tak kalah terkenal. Umbul ini cukup luas dengan kolam berisi ikan-ikan berwarna-warni. Kalian bisa snorkelling dan melakukan foto bawah air yang seru.

Demikian tadi informasi mengenai Umbul Cokro dan wisata alternatif Umbul Cokro, lengkap dengan lokasi, jam buka, dan harga tiket masuknya.

(bai/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

6 Destinasi Wisata Sungai yang Menarik Dijelajahi



Jakarta

Indonesia memiliki banyak sungai yang potensial menjadi destinasi wisata. Traveler yang tertarik menjajal wisata susur sungai, dapat mengunjungi 6 destinasi ini.

Wisata sungai menjadi salah satu opsi liburan anti-mainstream yang sayang dilewatkan. Tidak hanya sekadar melamun dan menenangkan pikiran, saat ini banyak destinasi wisata sungai di Indonesia yang menawarkan wisata minat khusus yang menarik dicoba, seperti arung jeram atau rafting.

Mengutip situs Kemenparekraf, inilah 6 destinasi wisata sungai yang menarik dijelajahi:


1. Sungai Mahakam

Sungai MahakamSungai Mahakam. Foto: dok. Kemenparekraf

Destinasi wisata sungai di Indonesia yang pertama dan menjadi incaran wisatawan adalah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Menjadi sungai sungai terpanjang kedua di Indonesia, Sungai Mahakam menawarkan pengalaman liburan di sungai yang menyenangkan.

Sungai sepanjang 920 kilometer ini merupakan rumah bagi hewan langka, yaitu lumba-lumba air tawar atau dikenal dengan Pesut Mahakam. Selain itu, traveler bisa bertemu langsung dengan raja udang, burung enggang, bangau, lutung, hingga berang-berang di Sungai Mahakam.

2. Sungai Asahan

Sejumlah warga menikmati permainan arung jeram di kawasan Sungai Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Arung Jeram ini di klaim sebagai terbaik ke-3 di dunia lho.Sungai Asahan. Foto: Pradita Utama

Bisa dibilang, Sungai Asahan menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Sumatera Utara. Tidak hanya menjadi destinasi wisata andalan wisatawan lokal, Sungai Asahan juga menjadi incaran pecinta wisata arung jeram karena termasuk wisata spot arung jeram terbaik ketiga di dunia.

Bagi traveler yang masih pemula jangan khawatir, karena Sungai Asahan memiliki beberapa spot dan level jeram yang bisa dipilih. Sambil bermain arung jeram, traveler akan disuguhi dengan pemandangan tebing dan air terjun yang indah.

3. Sungai Maron

Pernah dengar Sungai Maron di Pacitan? Inilah Sungai Amazon versi Indonesia.Sungai Maron. Foto: Budi Hartadi

Berikutnya adalah Sungai Maron, salah satu destinasi wisata sungai di Indonesia yang hampir tidak pernah sepi pengunjung. Pasalnya sungai yang terletak di Pacitan, Jawa Timur ini menawarkan pemandangan dan suasana layaknya di Sungai Amazon.

Meski harus melewati medan yang cukup menanjak dan curam, namun bisa dipastikan traveler tidak akan menyesal. Traveler akan disambut dengan pemandangan air Sungai Maron berwarna hijau kebiruan, dan dikelilingi oleh pepohonan rindang yang asri.

4. Sungai Ayung

Rafting di Sungai AyungRafting di Sungai Ayung. Foto: (Grandy/detikFOTO)

Selain pantai, Bali juga memiliki destinasi wisata sungai yang menarik disusuri, yaitu Sungai Ayung. Sungai terpanjang di Bali yang berlokasi di Kedewatan Ubud ini dikenal sebagai tempat arung jeram yang menurut “Skala Kesulitan Sungai Internasional” dengan enam tingkat kesulitan.

Di Sungai Ayung traveler juga akan dibuat kagum dengan airnya jernih, udara sejuk, dan pemandangan indah. Saking indahnya, panjang arung jeram di Sungai Ayung yang mencapai 10 kilometer terasa sangat ringan dan lebih menyenangkan.

5. Sungai Cukang Taneuh

Destinasi wisata sungai di Indonesia yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi berikutnya ada di Kabupaten Pangandaran, yaitu Sungai Cukang Taneuh atau lebih populer dikenal Green Canyon. Dalam bahasa setempat, Cukang Taneuh berarti “Jembatan Tanah”. Pemilihan nama ini berdasar pada jembatan alami yang berasal dari tanah dan melintang di atas Sungai Cijulang.

Salah satu aktivitas yang menarik dicoba di Sungai Cukang Taneuh adalah naik perahu sambil telusur Sungai Cijulang. Sepanjang perjalanan, traveler akan dibuat kagum dengan keindahan alam yang masih alami, dan melintasi gua yang dipenuhi stalaktit dan stalakmit.

6. Sungai Musi

Sungai MusiSungai Musi. Foto: dok. Kemenparekraf

Satu lagi destinasi wisata sungai di Indonesia yang sangat populer, yakni Sungai Musi, Palembang. Mendapat gelar sebagai sungai terpanjang di Sumatera, Sungai Musi menawarkan aktivitas serta pengalaman berlibur yang menyenangkan dan tidak terlupakan.

Saat mengunjungi Sungai Musi jangan lupa sempatkan waktu mampir ke Pulau Kemaro yang lokasinya berada di tengah Sungai Musi. Di Pulau Kemaro, traveler bisa mengunjungi berbagai objek wisata yang menarik, seperti Pagoda, Klenteng Hok Tjing Rio, atau Pohon Cinta.

(pin/pin)



Sumber : travel.detik.com

Konon, Ini Mata Air Tempat Wudu Sunan Kalijaga



Gunungkidul

Ada sebuah sumber mata air di Gunungkidul yang dipercaya sebagai tempat wudunya Sunan Kalijaga. Sumber air Tuk Dungsono, begitu warga setempat mengenalnya.

Mata air Tuk Dungsono itu berada di Padukuhan Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Mata air itu terletak di pinggir sungai Kedung Sono.

Airnya mengalir dari sepotong bambu yang tertancap di batu tebing yang tingginya sekitar 2,5 meter. Terdapat atap dari seng yang menaungi sumber itu.


Air yang keluar dari sumber tersebut tampak bening, kontras dengan air di sungai yang berwarna nyaris seputih susu.

Di bawah aliran air itu terdapat sebuah ember biru berukuran kurang lebih 50 liter. Dari permukaan ember hingga ke atas tebing terdapat dua ruas paralon.

Dua ruas paralon itu tersambung melalui sebuah mesin pompa air. Saat Tim detikJogja mencoba meminum air tersebut, airnya terasa segar dan tidak berbau.

Tampak seorang warga sekitar dengan anaknya sedang mengambil air dari sumber tersebut menggunakan galon berkapasitas 15 liter.

Warga itu bernama Gunawan (41). Ia menuturkan jika mata air itu dipercaya pernah menjadi tempat wudu Sunan Kalijaga.

“Katanya sumber di sini dulunya tempat wudunya Sunan Kalijaga. Tapi saya tidak paham betul bagaimana ceritanya,” ungkap Gunawan kepada saat ditemui di lokasi, Minggu (4/2/2024).

Ia mengatakan biasa mengambil air bersih untuk dikonsumsi di sumber tersebut.

“Sehari-harinya biasa ambil air di sini buat minum sama memasak,” katanya.

Mata Air Muncul Saat Sunan Kalijaga Mau Salat

Dukuh Plumbungan, Sulistyo menuturkan, sumber air tersebut dipercaya muncul ketika Sunan Kalijaga hendak menunaikan salat saat berada di wilayah tersebut. Saat itu, kata Sulistyo, cuaca sedang kemarau.

“Dulu kan gini cerita yang kami yakni, Sunan Kalijaga sama muridnya nyari air untuk wudu pas musim kemarau tapi tidak ada air. Akhirnya Sunan Kalijaga nyari di sana. Dia memasukkan telunjuknya di batu itu (lalu muncullah mata air tersebut),” jelas Sulistyo saat ditemui di Padukuhan Plumbungan, Minggu (4/2/2024).

Mata air itu, jelas Sulistyo, dikenal sebagai Tuk Dungsono karena dulunya sungai tersebut dipenuhi oleh pohon Sonokeling.

“Karena di tempat itu banyak Sonokeling dulunya akhirnya akhirnya dikasih nama sama warga Kedung Sono atau Tuk Dungsono,” terangnya.

Usai muncul mata air itu, kata Sulistyo, Sunan Kalijaga bersama muridnya menunaikan salat di sungai tidak jauh dari sumber air yang saat itu sedang kering. Sulistyo menjelaskan posisi sungai tempat Sunan Kalijaga salat berada di atas sumber dan tepat menghadap ke kiblat.

“(Sungai) Di atas itu ada batu yang rata menghadap ke kiblat. Pas menghadap kiblat bener,” katanya.

Lokasi Tuk Dungsono yang berada di samping sungai Kedung Sono, Gunungkidul, pada Minggu (4/2/2024).Mata air Tuk Dungsono Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja

Pada awalnya, Sulistyo mengungkapkan sumber air itu tidak diberi bambu. Diameter lubangnya, tutur Sulistyo, dulunya hanya sebesar telunjuk orang dewasa.

“Awalnya nggak dikasih bambu, sekarang dikasih untuk ambil air. Dulu besarnya setelunjuk jari. Besar mungkin faktor air,” terangnya.

Pada saat gempa di Jogja tahun 2006 silam, Sulistyo menceritakan banyak sumber air di wilayahnya yang mati. Namun tidak dengan sumber air Tuk Dungsono.

“Dulu gempa tahun 2006 itu banyak yang mati sumber di sini. Dan itu (Tuk Dungsono) yang belum berubah sampai sekarang,” terangnya.

“Sekarang dimanfaatkan untuk air minum yang deket sini. Tidak pernah macet, airnya stabil meskipun kemarau,” lanjutnya.

Kini, jelas Sulistyo, banyak masyarakat yang tidak paham akan cerita yang dipercaya tersebut. Ia mendapat cerita tersebut sewaktu kecil dari kakeknya.

“Kalau sekarang masyarakat sudah hampir nggak paham. Dulu mbah yang cerita sebelum tidur. Mbah saya dulu dukuh kedua yang pertama itu bapaknya si mbah,” ungkapnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ada yang Panas, Ada yang Dingin



Sibolangit

Ada sebuah keajaiban alam di Sibolangit, Sumatera Utara. Di sana, ada sungai dengan dua rasa air. Ada yang panas, ada juga yang dingin.

Kecamatan Sibolangit di Sumatera Utara terkenal akan wisata alamnya yang menakjubkan. Selain Air Terjun Dua Warna, Sibolangit juga mempunyai Sungai Dua Rasa yang unik.

Bagi traveler yang menyukai kegiatan mandi-mandi sambil menyaksikan pemandangan alam yang indah, Sungai Dua Rasa adalah pilihan yang tepat. Hangat dan dinginnya sungai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.


Lokasi dan Cara Menuju ke Sungai Dua Rasa

Sungai Dua Rasa terletak di Negeri Gugung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua, karena jalur menuju sungai ini masih sempit dan sulit dilalui kendaraan roda empat.

Perjalanan menuju sungai ini dapat ditempuh selama 3-4 jam dari Kota Medan. Sebelum bisa benar-benar sampai ke sungainya, traveler perlu trekking selama 15 menit.

Jangan khawatir, pengelola sudah menyediakan jembatan untuk memudahkan pengunjung hingga sampai ke tepi sungai. Di tepi sungai, traveler dapat melihat pepohonan dengan akar yang besar.

Pohon-pohon rindang juga memberikan suasana sejuk di sekitar sungai. Begitu sampai di sungai ini, traveler akan betah dan rasanya tak mau pulang.

Jam Buka dan Harga Tiket Sungai Dua Rasa

Wisata Sungai Dua Rasa buka setiap hari selama 24 jam. Bagi traveler yang ingin berkunjung ke sungai ini dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu. Jika ingin menikmati pemandiannya, dikenakan lagi biaya sebesar Rp 5 ribu.

Daya Tarik Sungai Dua Rasa

Sesuai dengan namanya, sungai ini memiliki dua sensasi rasa yang berbeda, yaitu panas dan dingin. Aliran air panas berasal dari mata air panas Siburak dan air dinginnya berasal dari aliran Sungai Lau Jabi.

Selain keunikan suhunya, sungai ini juga memiliki warna biru tosca yang menarik dipandang mata. Hal ini dikarenakan sungai sudah tercampur belerang dari pegunungan.

Aliran sungai ini juga tidak pernah keruh, karena selalu memiliki bebatuan di setiap alirannya. Di sisi sungai yang panas, bebatuan tampak terlihat putih karena kandungan mineral yang tinggi.

Suhunya yang panas membuat para wisatawan bahkan dapat memasak telur dan mie. Pemandangan di sekitar sungai ini juga turut menjadi perhatian wisatawan. Unik sekali!

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sisi Gelap Cikapundung Riverspot: Bau Pesing-Air Berwarna Cokelat



Bandung

Bandung punya Cikapundung Riverspot yang sempat tenar. Namun sayang, aliran sungai di sini kini kondisinya bau pesing dan berwarna keruh kecokelatan.

Setelah membenahi kawasan Taman Cikapundung di Jalan Siliwangi, Pemkot Bandung kini menyasar perbaikan Cikapundung Riverspot di Jalan Dr Ir Sukarno.

Terlihat sejumlah pekerja tengah membersihkan dan memoles kembali area ruang terbuka hijau itu. Tak ada yang salah dari wajah Cikapundung Riverspot yang masih berbenah.


Namun, jika menengok ke bagian sungai, sisi gelap Sungai Cikapundung yang sedang surut pun terlihat. Di sungai yang dangkal, mudah ditemukan sampah-sampah bercampur dengan tanah yang mengendap di dasar sungai.

Padahal, terlihat jelas peraturan dilarang membuang sampah terpasang di area pagar sungai. Wajah Cikapundung yang seharusnya terbingkai sempurna dengan kecantikan Jalan Asia Afrika jadi tak terlihat menawan.

Sungai Cikapundung BandungSungai Cikapundung Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar

Jika berjalan ke area Jalan Dr Ir Sukarno menuju ke arah Jalan Asia Afrika, tercium aroma tak sedap seperti aroma pesing kencing dari sisi pagar sungai.

Dadang (39), salah satu petugas kebersihan di sekitar Cikapundung Riverspot mengaku sampah yang terdapat di sungai merupakan kiriman sehari-hari dari pedagang sekitar. Menurutnya, hal tersebut sudah jadi kebiasaan, sehingga meski sudah diingatkan sampah akan terus mudah ditemukan.

“Saya biasa nyapu di sini dari pagi sampai malem, kalau sampah itu bukan cuma ditemukan di pinggir jalan tapi juga sungai aja banyak sampah. Itu biasanya pedagang, jurig (cosplayer) juga buang sampah ke situ,” kata Dadang, Senin (27/5/2024).

Sepanjang jalan tersebut, juga tak ditemukan adanya tong sampah. Tapi, Dadang mengatakan hal itu bukan jadi penyebab pedagang sekitar buang sampah sembarangan. Sebab, tong sampah kerap dicuri oknum tak bertanggung jawab.

“Dulu ada tong sampah di dua titik, sekarang udah nggak boleh. Jadi cuma titik di pinggir jalan gitu, soalnya tong sampah itu suka diambil (dicuri),” ceritanya.

15 tahun menjadi petugas kebersihan, Dadang juga mengaku kerap menjumpai tingkah jorok para turis maupun warga lokal. Katanya, banyak orang yang kencing sembarangan di trotoar jalan itu. Jangan heran jika aroma tak sedap tercium saat berjalan-jalan di sekitar Jalan Asia Afrika.

“Toilet itu (Cikapundung Riverspot) soalnya nggak ada airnya. Jadi pada kencing sembarangan di deket sungai itu, di ke sanain (ke sungai). Terus kalau pagi itu orang mabok, muntah-muntah di jalan. Jadi saya biasanya bersihin pagi-pagi,” kata Dadang.

Kini, dari perbaikan yang berusaha Pemkot Bandung lakukan, Dadang berharap ada yang bisa berubah dari kota tempatnya lahir. Sebab menurutnya, warga Bandung pun akan malu jika wajah buruk kota dilihat para wisatawan.

“Ini kan baru mau diperbaiki lagi, ya semoga toilet sarana apapun semuanya ada, terus juga bebersih sungai mungkin, sama pedagang lebih teratur. Soalnya dibilangin gitu suka susah,” ujarnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Melihat Wajah Baru Teras Cikapundung yang Kini Lebih Segar



Bandung

Pemkot Bandung telah menata ulang Teras Cikapundung. Mari lihat wajah barunya yang kini terasa lebih segar!

Program reaktivasi Teras Cikapundung diberi nama Gemericik (Gelaran Mengekspresikan Rindu Cikapundung). Program tersebut diinisiasi oleh Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono yang kemudian diresmikan bersama Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin pada Sabtu (25/5).

Dalam program reaktivasi tersebut, Pemkot Bandung berambisi memperbaiki fasilitas Teras Cikapundung, serta menaruh beragam kegiatan dan acara setiap minggunya.


Rencananya, Disbudpar Kota Bandung bakal rutin menggelar acara musik tradisional setiap minggunya. Kemudian diikuti dengan reaktivasi kawasan Babakan Siliwangi Forest Walk dan Teras Cihampelas.

Harapannya, langkah tersebut dapat meningkatkan indeks kebahagiaan warga Kota Bandung, objek wisata ini tak berbayar dan bisa jadi wisata murah meriah bagi warga.

Wajah Teras Cikapundung setelah direaktivasi.Wajah Teras Cikapundung setelah direaktivasi. Foto: Anindyadevi Aurellia/detikJabar

Sekilas, tak banyak yang berubah dari reaktivasi taman tersebut. Namun terlihat seluruh bagian di ruang terbuka hijau itu dicat kembali dan diwarnai ulang.

Pijakan kayu pada jembatan yang rusak telah diperbaiki, serta dibangun pagar agar lebih aman bagi pengunjung anak-anak.

Perubahan ini pun dirasakan oleh Risna (20), mahasiswi yang tengah rehat berolahraga bersama temannya. Namun, kata dia, masih ada beberapa hal yang belum dioptimalkan.

“Iya sering olahraga di sini, jadi tahu kalau dicat ulang. Ditambah pagar juga, bagus biar aman kalau ada anak kecil. Cuma belum terasa banyak berubahnya di sarana, kayak tempat sampah. Soalnya tadi mau buang sampah bingung tempatnya di mana, ternyata ada tapi di ujung dan nggak kelihatan,” katanya.

Selain itu, bagian seberang amphitheater terdapat warung gorengan dan mi dadak. Sayangnya, bagian ini tampaknya belum sempat dibenahi oleh Pemkot Bandung. Sebab terlihat kursi makan ditutup spanduk seadanya dan terdapat bagian kursi yang rusak.

Area tamannya pun terlihat belum rapi. Sehingga terlihat seperti jalan buntu. Padahal menurut Badig (47), warga setempat, jalan setapak tersebut sebetulnya bisa jadi akses pejalan kaki dari arah Babakan Siliwangi Forest Walk.

“Kami sudah sampaikan di sini masih ada yang belum ditata lagi. Itu kan sebetulnya akses juga ke arah sana, jadi pejalan kaki itu nggak perlu dari depan, bisa dari akses yang ini juga. Tapi jalannya belum dibenahi, jadi sepertinya nggak bisa dilalui,” ucap Badig.

“Terus kursinya ini sebetulnya kursi sekrup, tapi kami baru bisa beri tali supaya bisa untuk duduk nyaman. Kursinya juga sudah agak rusak. Jadi mungkin yang sebelah sini juga bisa diperhatikan,” lanjutnya.

Badig yang juga menjadi Pengurus Komunitas Cikapundung, mengapresiasi langkah Pemkot Bandung dan menyambut baik penataan Teras Cikapundung. Hanya saja, sebagai pegiat alam ia memberikan masukan terkait beberapa hal.

“Sebetulnya desain awal itu kan nggak dipagar, sekarang dipagar biar aman ya itu betul. Tapi sebetulnya ada alasan kenapa nggak dipagar, itu supaya warga bisa lebih mudah ngambil dan naikkan kalau ada sampah nyangkut, atau musibah kemarin ada yang hanyut,” kata dia.

Teras Cikapundung Harus Dirawat

Badig mengaku, meskipun langkah reaktivasi ini dinilai masih bersifat seremonial, ia berharap pemerintah bisa lebih peka dengan kondisi Sungai Cikapundung dan berkoordinasi dengan komunitas yang terjalin antara Kecamatan Cidadap dan Coblong tersebut.

“Ya jujur ini seperti seremonial aja, ya kalau saya mangga selama tidak merugikan atau mengubah tata letak dan lainnya. Tapi warga kepeduliannya bukan ke arah situ. Kita ingin tetap ada perawatan, yang memang sekarang disupport dana oleh BBWS, tapi juga komunitas dilibatkan dalam diskusi serta adanya perhatian pada relawan yang nunggu atau bersih-bersih di sini,” ucap Badig.

Teras Cikapundung, Bandung.Teras Cikapundung, Bandung. Foto: Wisma Putra

Sebetulnya, Badig ingin warga kembali peduli dengan sampah di Sungai Cikapundung melalui sosialisasi dengan turun ke sungai dan bebersih bersama. Namun, Pemkot Bandung tak memberi izin dan sudah memasrahkan kebersihan sungai dengan petugas terkait.

Meskipun begitu, Badig berharap langkah awal dari Pemkot Bandung ini bakal terus terjaga konsistensinya. Teras Cikapundung mampu menarik wisatawan, sosialisasi sungai bebas sampah terus terjalankan, serta kemauan warga di sekitar sungai untuk menjaga kebersihannya juga terus terjaga.

“Ya kami menyambut baik, meski mungkin kemarin sempat komunikasi yang kurang bagus karena tiba-tiba ada pengecatan, peresmian, dll. Tapi kami berharap ini konsisten, terjaga kebersihannya, kegiatannya juga lebih aktif, fasilitasnya ditambah terutama tempat sampah,” kata dia.

“Silakan anggota kami juga bisa dilibatkan, kasih fasilitas alat kebersihan yang memadai. Kami cuma takut perawatannya tak diperhatikan lagi. Kalau saya bandingkan itu takutnya seperti Taman Regol yang diurus Pemkot Bandung dan jadinya kumuh,” harap Badig.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com