Tag Archives: sungai

56 Hektare Tertutup Gulma, Situ Bagendit Dibersihkan Besar-besaran



Garut

Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat membersihkan kawasan wisata danau Situ Bagendit agar bersih dari gulma atau tanaman liar yang selama ini tumbuh menyebar sehingga mengganggu keindahan danau.

“Ini harus segera dibersihkan kalau tidak akan meluas lagi, jangan sampai tak terkejar,” kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/7/2025).

Pemkab Garut bersama TNI/Polri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis lalu.


Ia menuturkan gerakan bersih-bersih tanaman liar di kawasan danau Situ Bagendit itu merupakan upaya agar tanaman tidak terus tumbuh banyak dan meluas menutupi permukaan danau.

Selama ini, kata dia, luas danau Situ Bagendit sekitar 87 hektare dan sekitar 56 hektare sudah terganggu oleh tanaman gulma seperti eceng gondok, teratai, dan jenis tumbuhan lainnya yang tumbuhnya cukup cepat.

“Kita melihat bahwa sekarang pada saat ini dari 87 hektare, 56 yang terganggu gulma, teratai, dan eceng gondok, ini harus segera dibersihkan karena akan menyebar,” katanya.

Ia mengatakan upaya memperbaiki kawasan Situ Bagendit itu akan dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang berwenang dalam mengelola wilayah air.

Pemkab Garut, kata dia, tidak hanya siap membersihkan tanaman liar yang tumbuh di danau, tapi juga siap melakukan perbaikan kawasan Situ Bagendit.

“Insyaallah kita akan perbaiki,” katanya.

Kegiatan bersih-bersih tanaman liar di Situ Bagendit itu rutin dilaksanakan oleh sejumlah pihak, termasuk saat ini jajaran TNI dan Polri bersinergi melakukan aksi bersih-bersih di Situ Bagendit.

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, juga hadir Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Puluhan personel TNI dan Polri diturunkan untuk membersihkan area danau menggunakan perahu ponton, dan perlengkapan lainnya dalam rangka pelestarian lingkungan dan mendukung pemulihan fungsi ekowisata Situ Bagendit.

Banyaknya tanaman liar di Situ Bagendit sudah dikeluhkan pengunjung sejak bulan Mei lalu. “Situ Bagendit sudah jadi situ teratai,” ujar Tita, pengunjung yang datang dari Tasikmalaya.

Sementara mengutip detikJabar, jumlah pengunjung yang datang ke Situ Bagendit sepanjang libur sekolah ini juga dinilai tidak terlalu banyak.

Sepinya Situ Bagendit ini, sudah berlangsung sejak lama. Beberapa pedagang di Situ Bagendit yang berbincang dengan detikJabar di lokasi menyebut, sepinya Situ Bagendit disebabkan banyak faktor.

“Kalau yang naik rakit, kebanyakan tidak mau karena kondisi danaunya kotor. Banyak eceng gondok dan teratai,” kata seorang pedagang.

Selain kotornya kondisi danau yang dipenuhi eceng gondok, sejumlah fasilitas yang ada di Situ Bagendit, juga terlihat tidak sementereng sebelumnya.

Beberapa orang lainnya menilai jika pamor Situ Bagendit yang kini kalah dengan tempat wisata lain yang ada di Garut menjadi biang kerok sepinya Situ Bagendit.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Trekking di Sentul, Berakhir dengan Pemandangan Indah



Sentul

Sentul kini naik pamor sebagai salah satu tempat liburan akhir pekan warga Jabodetabek. Aktivitas favoritnya, trekking!

Tak perlu jauh-jauh ke Puncak untuk menikmati keindahan dan udara sejuk Bogor. Sentul mulai menjadi destinasi weekend getaway untuk mereka yang tak mau macet-macetan di Puncak.

Masuk Kabupaten Bogor, Sentul diperkaya dengan alam asri yang menantang. Aktivitas liburan yang sedang naik daun adalah trekking.


Traveler yang belum tau lokasi trekking di Sentul, wajib membaca artikel ini sampai habis.

Lokasi Trekking Sentul

1. Cisadon

Cisadon viral sebagai tempat trekking baru di Sentul. Desa ini mudah dijangkau dan cocok untuk pemula. Keunggulannya terletak pada pemandangan sawah, bukit dan danau yang indah. Panjang jalur trekking sekitar 2-3 km dengan waktu tempuh sekitar 1-2 jam. Waktu terbaik untuk trrekking adalah pagi hari, di mana pengunjung bisa melihat matahari terbit dari balik kabut. Pemandangannya dramatis!

2. Leuwi Hejo, Barong dan Leuwi Lieuk

Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoBermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi Hejo Foto: (Luthfi hafidz/detikcom)

Kamu yang butuh tantangan bisa memilih jalur trekking menuju Curug Leuwi Hejo. Biasanya para pendaki langsung menggabungkan rute ini menuju ke tiga lokasi sekaligus, yaitu Leuwi Hejo, Curug Barong, dan Leuwi Lieuk. Untuk bisa sampai ke tempat trekking ini kamu akan menempuh waktu selama 3-4 jam dengan perjalanan jauh sekitar 4-5 kilometer.

3. Curug Ciburial, Kembar dan Hordeng

Bogor juga punya banyak curug alias air terjun yang bisa disambangi traveler. Salah satunya ada curug Ciburial yang segar. Lokasinya tak jauh-jauh amat dari Jakarta lho! Nih penampakannya.Bogor juga punya banyak curug alias air terjun yang bisa disambangi traveler. Salah satunya ada curug Ciburial yang segar. Lokasinya tak jauh-jauh amat dari Jakarta lho! Nih penampakannya. Foto: Rachman_punyaFOTO

Bagi kamu yang sudah berpengalaman ada rute trekking Sentul yang tak boleh ketinggalan untuk dicoba yaitu Curug Kembar, Ciburial, dan Hordeng.

Rute trekking awal kamu bisa memulainya dari Curug Ciburial dan kamu akan dimanjakan dengan pemandangan indah dari lembah, hutan, dan jalur yang naik-turun.

4. Bukit Paniisan dan Curug Cibingin

Rute trekking yang satu ini disebut long track dan khusus untuk pendaki profesional. Bukit Paniisan dan Curug Cibingbin ini memiliki lembah hutan dengan jalur yang cukup ekstrim. Namun, rasa lelah dari jalur trekking yang ekstrim ini akan segera terbayar dengan pemandangan indah dari perbukitan sekitar.

Setelah kamu mencapai ke tempat ini dalam waktu 2 jam, kamu akan sampai di puncak bukit Paniisan dengan ketinggian 846 m di atas permukaan air laut.

5. Curug Cibaliung

Wisata Petualangan di Bogor, ada off road di Sentul, panjat tebing di Ciampea, Curug Cibaliung dan Leuwi LieukCibaliung Foto: (My Trip My Adventure)

Jalur trekking yang panjang namun berujung dengan lokasi wisata yang indah adalah Curug Cibaliung. Jarak pulang pergi sekitar 7 km dan tidak disarankan untuk keluarga. Di tengah perjalanan menuju trekking curug Cibaliung ini kamu akan melewati beberapa sungai, perbukitan indah, persawahan, Leuwi Hejo, Leuwi Benjol, dan Kebun Kopi.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi Tempat Seru Dekat Jakarta



Jakarta

Kawasan Sentul di Bogor dikenal sebagai destinasi liburan paling terdekat dari Jakarta yang menyajikan puluhan destinasi seru. Mulai dari petualangan alam hingga spot makanan hits.

Oleh karena itu, di kala akhir pekan kawasan tersebut akan selalu ramai dikunjungi wisatawan sebagai tepat healing yang dekat dari Kota Jakarta. Buat traveler yang ingin menjelajahi kawasan itu, berikut detikTravel kasih beberapa rekomendasinya.

1. Curug Leuwi Hejo

Di tempat ini traveler bakal disuguhkan dengan beberapa air terjun, ada Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet, dan Curug Leuwi Baliung. Dan kawasan itu juga dikenal sebagai Green Canyon-nya Bogor.


Lokasi: Jalan Raya Jungleland Sentul, Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Taman Budaya Sentul City

Destinasi ini cocok banget buat traveler yang membawa keluarga, karena ragam aktivitas tersedia di objek wisata ini. Mulai dari wisata edukasinya, kuliner, hingga wisata alamnya juga sudah tersaji.

Taman Budaya SentulTaman Budaya Sentul. (Instagram/@tamanbudaya_id)

Lokasi: Jalan Siliwangi No. 1 Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

3. Sawah Segar Sentul

Kawasan dengan bentangan sawah ini bakal membuat traveler lebih tenang dan hikmat dengan alam. Selain bisa menikmati sajian kuliner ala Sunda dan Betawi, tempat ini juga cocok buat yang senang foto-foto, sangat instagramable.

Restoran Sawah Segar 2 di Sentul, Bogor.Restoran Sawah Segar Sentul. (Instagram/@sawahsegarsentul)

Lokasi: Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

4. Gunung Ciung

Buat traveler yang ingin mendaki tipis-tipis, Gunung Ciung bisa jadi pilihannya. Di sini juga terdapat camping groundnya, kemudian jika ingin bermain air, Gunung Ciung juga punya tempat pemandian yakni Leuwi Ciung dengan air yang jernih dan segar.

Lokasi: Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

5. Rafting Kalibaru

Buat yang ingin sedikit mengasah adrenalin sekaligus bermain air, traveler bisa menyusuri Sungai Kalibaru dengan aktivitas rafting. Di sana traveler bisa menyusuri dengan perahu karet ataupun river tubing.

Lokasi: Jalan Sukaraja No. 15, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

6. Goa Agung Garunggang

Keindahan alam Sentul yang perlu traveler jelajahi lainnya adalah Goa Agung Garunggang, untuk sampai di sana traveler perlu trekking sekitar 30 menit. Semua capek akan terbayar dengan keindahan goa yang menakjubkan.

Gua Agung Garunggang menjadi daya tarik wisata di area Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Bogor. Eksotisme gua ini bisa saja pudar karena masih marak kasus pungli di Gunung Pancar.Gua Agung Garunggang menjadi daya tarik wisata di area Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Bogor. (Andhika Prasetia/detikcom)

Lokasi: Jalan Ptp Terusan, Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

7. Hutan Hujan Sentul

Area hutan pinus seluas 26 hektar ini bisa dinikmati oleh traveler dengan berbagai aktivitas, bisa bersepeda, lari, trekking ataupun sekadar jalan-jalan. Suasana yang rimbun, asri, juga sejuk akan membuat healing traveler menjadi lebih hikmat.

Lokasi: Jalan Babakan Madang Sukamakmur, Kampung Cigobang, Central Karang, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Mengalir saat Kemarau



Semarang

Kali Odo merupakan salah satu destinasi wisata air yang menawarkan pengalaman unik dan menyegarkan, yang ada di Semarang. Sungai ini mengalirkan air jernih langsung dari mata air alami, memberikan nuansa alami yang khas dan menenangkan.

Letaknya di Desa Gedangan, Kabupaten Semarang, Kali Odo dikenal bukan hanya sebagai tempat wisata. Tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat.

Keunikan Aliran Air Kali Odo

Mengutip informasi dari situs resmi Desa Gedangan, aliran air di Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah. Menariknya, aliran sungai tersebut justru muncul di musim kemarau, sementara saat musim hujan airnya menghilang.


Fenomena itu menjadikan Kali Odo berbeda dari kebanyakan sungai lainnya. Air dari mata air ini tidak hanya dimanfaatkan untuk wisata, tetapi juga menjadi sumber air bersih yang sangat vital bagi warga.

Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, air Kali Odo juga mengairi lahan pertanian dan sawah di beberapa desa, termasuk Gedangan, Sraten, dan Rowosari. Totalnya, lebih dari 50 hektare lahan pertanian bergantung pada aliran air ini.

Nilai Sejarah dan Budaya yang Melekat

Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata yang memiliki dua jenis lahan pertanian, yaitu area perkebunan dan sawah. Di wilayah barat desa, terdapat beberapa sumber mata air lain yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi.

Hal itu dibuktikan dengan adanya susunan batu bata kuno yang ditemukan di sekitar sumber tersebut, meski hingga kini belum dilakukan penggalian lebih lanjut untuk menelusuri peninggalan tersebut.

Selain kekayaan alam dan sejarahnya, Kali Odo juga menyimpan nilai budaya yang tinggi. Salah satu tradisi masyarakat yang masih lestari hingga kini adalah ritual sadranan. Dalam tradisi ini, warga berkumpul di sekitar sungai untuk melakukan kegiatan keceh atau mandi bersama di aliran air.

Acara tersebut disertai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan air yang menghidupi mereka. Setiap kali musim kemarau tiba dan air dari mata air mulai mengalir, masyarakat mengadakan selamatan dengan menyajikan puluhan nasi tumpeng.

Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap alam dan bentuk kebersamaan warga dalam menjaga warisan leluhur.

Lokasi

Kali Odo ini lokasinya berada di Desa Gedangan, Kecamata Tuntang, Kabupaten Semarang.

Harga Tiket Masuk

Untuk tiket masuknya, traveler dikenakan biaya Rp 5 ribu per orang. Dan jika ingin menyewa pelampung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5 ribu.

Jam Operasional

Wisata Kali Odo ini dibuka setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai 18.00 WIB

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuknya



Jakarta

Lagi kumpul bareng keluarga di Yogyakarta? Ada satu tempat yang wajib untuk dikunjungi, Ledok Sambi Ecopark atau lebih sering disebut Ledok Sambi. Objek wisata ini menawarkan berbagai permainan yang seru, sehingga cocok untuk liburan bareng teman ataupun keluarga.

Ledok Sambi juga menyuguhkan tempat yang asri dan sejuk. Alhasil, banyak juga wisatawan yang datang ke sini hanya untuk sekadar refreshing sambil menikmati beragam kuliner lezat.

Lantas, apa saja sih daya tarik dari Ledok Sambi? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Ledok Sambi

Ledok Sambi merupakan salah satu objek wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan, terlebih saat memasuki akhir pekan atau musim liburan. Soalnya, ada daya tarik tersendiri yang membuat masyarakat ingin berkunjung ke tempat wisata ini.

Mengutip Instagram resminya @ledoksambiecopark, berikut sejumlah daya tarik dari Ledok Sambi:

1. Menikmati Suasana Alam

Ledok Sambi membentang di lembah sungai Kali Kuning, dikelilingi persawahan, ladang, dan pepohonan hijau asri. Udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan Gunung Merapi menambah kenyamanan liburan. Pengunjung bisa menggelar tikar dan bersantai di bawah pohon.

Kamu juga bisa bermain bersama teman-teman ataupun si kecil di pinggiran sungai. Tenang saja, air yang mengalir cukup tenang sehingga travelers bisa bermain ke tengah sungai. Namun tetap hari-hati karena terdapat batu kali yang licin.

2. Berkemah

Kurang puas bermain seharian di Ledok Sambi? Tenang, pengunjung juga bisa berkemah di Ledok Sambi, lho. Bahkan, pihak pengelola telah menyediakan tenda dengan ukuran yang bervariasi.

Biar nggak penasaran, berikut daftar harga camping di Ledok Sambi:

Camping Tenda sedang (untuk 2 orang) Rp 200.000
Tenda besar (isi 5 orang): Rp 250.000/tenda

Paket Camping Ceria: Rp 475.000/2 orang
Paket Camping Ceria Trio: Rp 600.000/3 orang
Paket Camping Ceria Plus: Rp 900.000/5 orang.
Sebagai catatan, untuk paket Camping Ceria, Ceria Trio, dan Ceria Plus sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur.

Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi wisatawan yang ingin menggunakan api unggun hingga sewa alat BBQ, yaitu:

Api unggun kecil: Rp 75.000
Api unggun besar: Rp 100.000
Sewa alat BBQ: Rp 50.000
Paket BBQ (daging dan alat): Rp 150.000 (sapi/ayam).

Perlu diingat, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Bagi travelers yang mau camping, dianjurkan melakukan reservasi terlebih dahulu paling telat H-2 sebelum kedatangan.

3. Bermain Outbound

Di Ledok Sambi juga terdapat fasilitas outbound untuk rombongan (minimal 20 pax), sehingga cocok untuk mengajak anak-anak sekolah ataupun outing perusahaan.

4. Bermain Flying Fox hingga RC

Bagi travelers yang tidak mengambil paket outbound tetap bisa bermain di seluruh wahana yang ada di Ledok Sambi, kok. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga mainan RC.

Setiap wahana permainan dikenakan biaya tiket masuk yang berbeda-beda. Simak rincian harganya di bawah ini:

– Fying Fox
HTM : Rp. 25.000 / orang

  • 2x luncuran kurang lebih 250m.
  • Bisa tandem (berdua)
  • maksimal berat 300kg

– Gel Gun

HTM : Rp. 25.000 / orang

Sudah termasuk 500 peluru

– Remote Control Car
HTM : Rp. 25.000 / 15 menit

– Paint Ball

HTM :
Rp. 50.000/ orang / 25 peluru
Rp. 80.000/ orang / 50 peluru

5. Menikmati Kuliner Lezat dan halal

Setelah lelah seharian bermain di Ledok Sambi, sudah saatnya untuk mengisi perut dengan makanan agar tenaga kembali full. Ledok Sambi kini sudah tersertifikasi halal jadi sudah mantap ya.

Di sini ada warung jajanan yang tersedia berbagai macam jajanan, makanan dan minuman yang bisa dinikmati dengan harga bersahabat.

Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

Ledok Sambi tidak mematok harga tiket masuk sama sekali untuk pengunjung. Mengutip situs Instagramnya, untuk masuknya gratis, nggak cuma buat anak-anak, orang dewasa juga bisa ikutan seru-seruan.

Dengan begitu, detikers hanya perlu mempersiapkan uang untuk bermain di sejumlah wahana dan membeli makanan serta minuman di Ledok Sambi. Jika ingin membeli tiket terus pun lumayan terjangkau, hanya Rp 80.000

Oh ya, siapkan juga uang untuk membayar tiket parkir. Bagi yang membawa sepeda motor dikenakan parkir Rp 3.000, sementara untuk mobil Rp 5.000.

Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

Alamat :
Jl. Kaliurang KM 19.2, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Ledok Sambi hanya berjarak sekitar 20-22 km dari pusat Kota Jogja. Dengan mobil, durasi tempuh berkisar 45 menit hingga 1 jam tergantung lalu lintas

Jam Buka :
09.00-17.00

Tips Sebelum Berkunjung

  • Bawa baju ganti dan sunscreen, karena banyak aktivitas air
  • Cek prakiraan cuaca untuk kenyamanan
  • Usahakan datang di pagi hari untuk suasana lebih sejuk dan aktivitas lebih banyak

Dengan pemandangan alam yang asri, permainan seru, dan harga ramah di kantong, Ledok Sambi Ecopark jadi destinasi ideal untuk liburan keluarga, piknik teman, hingga paket outing

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Wisata di Bali yang Dipercaya Mampu Menetralisir Ilmu Hitam



Jakarta

Bali terkenal dengan wisata spiritual yang beragam. Salah satunya adalah melukat atau penyucian diri. Melukat tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu Bali, tetapi juga dapat dilakukan oleh siapa saja.

Di Bali terdapat banyak tempat untuk melaksanakan kegiatan spiritual melukat ini, salah satunya adalah Pura Tirta Empul Apuan Bangli.

Sejarah

Pura Tirta Empul Apuan ini dulunya adalah tempat beryoga Rsi Markandya saat berada di Bangli. Kala itu, masih di bawah kekuasaan Raja Tamanbali.


Diberikan nama Tirta Empul karena terdapat tiga buah kepulan mata air yang berasal dari tempat tersebut. Pada jaba tengah terdapat dua sumber mata air yang biasa digunakan untuk melasti ketika pelaksanaan piodalan pada pura kahyangan tiga setempat. Sumber mata air pada jaba tengah khusus untuk pelaksanaan Dewa Yadnya saja.

Daya Tarik

Pura Tirta Empul Apuan Bangli ini memiliki area persembahyangan yang berarsitektur klasik Bali. Lokasinya berada di tengah rimbunnya hutan dan panorama alam hijau karena berada di bawah tebing dan di atas sungai sehingga suasana hening jauh dari keramaian.

Pura Tirta Empul Apuan Bangli berdiri megah dengan kolam untuk melaksanakan penglukatan atau pembersihan diri. WIsata ini disebut penghulun tukad atau hulu sungai.

Pura ini memiliki dua buah telaga di sebelah kanan dan kiri pura. Pada telaga kanan dilengkapi bale agung di tengah telaga. Sedangkan yang kiri tidak ada bale agung. Kedua telaga tersebut sebagai lambang Brahma dan Wisnu. Simbol Brahma yang berisikan bale agung dan simbol Wisnu telaga yang hanya kolamnya saja.

Saat mengunjungi wisata ini, detikers akan merasakan suasana spiritual yang kental dengan pura, kolam, dan patung macan di bawah beringin Pura Tirta Empul Apuan ini. Areal tersebut diyakini sebagai penetralisir ilmu hitam (magis) atau niskala.

Lokasi

Pura Tirta Empul Apuan berada di tengah pulau Bali, yaitu di Jalan Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Rute

Mengunjungi Pura Tirta Empul Apuan memerlukan waktu tempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit dari Denpasar dengan jarak sekitar 36 km. Ketika sudah sampai di parkiran wisata ini, Anda dapat berjalan sekitar 200 meter untuk sampai di Pura Tirta Empul Apuan ini.

Jam Buka

Meski tidak ada informasi khusus terkait jam buka Pura Tirta Empul Apuan, detikers yang ingin mengunjungi wisata ini sebaiknya datang di kisaran pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore.

Tiket Masuk

Untuk memasuki wisata ini, perlu menyiapkan uang untuk medana punia (pemberian tulus ikhlas). Belum ada tarif pasti terkait tiket masuk.

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Baca selengkapnya di sini.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Selo, Gerbang Pendakian ke Gunung Merapi



Boyolali

Selo di Boyolali dikenal sebagai pintu gerbang pendakian ke gunung Merapi. Mari mengenal lebih dekat jalur pendakian ini:

Selo adalah nama salah satu kecamatan di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bagi para pendaki, Selo adalah pintu gerbang pendakian ke beberapa gunung sekaligus, mulai dari gunung Merbabu hingga Merapi.

Di Selo, ada basecamp yang kerap disambangi para pendaki sebelum mulai mendaki gunung Merapi. Meski saat ini pendakian gunung Merapi masih ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tapi tidak ada salahnya mengenal jalur pendakian Selo.


Jalur pendakian gunung Merapi via Selo dikenal memiliki lintasan terpendek. Trek awal yang harus pendaki lalui adalah jalan aspal yang tidak begitu panjang, tapi cukup menguras tenaga.

Setelah melewati gardu pandang New Selo, para pendaki akan memasuki jalur pendakian yang didominasi oleh ladang penduduk. Saat sampai batas ladang, kalian akan disambut oleh gerbang pendakian gunung Merapi.

Traveler harus melanjutkan perjalanan sampai ke Patok 1 atau Pos 1 Merapi. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Pos Joglo II di atas desa Plalangan.

Jalur ini punya medan yang terus menanjak dan hanya dapat dilalui oleh satu orang pendaki saja. Di pos 2, para pendaki bisa mendirikan tenda untuk beristirahat.

Selepas pos 2, para pendaki akan sampai di batas vegetasi. Artinya, kalian tidak bisa menjumpai pepohonan, yang ada hanya bebatuan besar. Itu tandanya kalian sudah dekat dengan pos berikutnya yaitu Pasar Bubrah.

Di Pasar Bubrah, para pendaki bisa melihat Puncak Gunung Merapi yang menjulang tinggi. Di pos inilah batas aman pendakian Gunung Merapi. Setelah pasar Bubrah, pendaki akan mendaki sampai ke puncak.

Pendakian ke puncak gunung Merapi saat ini masih dilarang untuk dilakukan. Gunung Merapi sampai saat ini adalah siaga (level III).

Pada level ini, potensi bahayanya antara lain guguran lava dan awan panas, meliputi Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km; Sungai Woro maksimal 3 km; dan Sungai Gendol 5 km.

Di samping itu, lontaran material vulkanik dapat menjangkau sejauh 3 km dari puncak jika ada letusan eksplosif.

Pihak Taman Nasional Gunung Merapi pun sudah memasang papan larangan pendakian di pintu masuk pendakian Selo, serta mengecek berkala jalur pendakian.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Alternatif yang Bisa Dijajal Traveler di Sekitar Gunung Merapi



Yogyakarta

Kawasan Gunung Merapi memang punya pesonanya sendiri. Sehingga banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke sana.

Meski dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, daya tariknya justru terletak pada perpaduan antara keindahan alam, sejarah letusan yang dramatis, hingga kehidupan masyarakat yang tetap berdiri tegak di sekitarnya.

Namun, sebelum traveler tergoda menyusun rencana liburan ke sana, ada baiknya menyimak perkembangan terkini. Hingga September 2025 ini, status Gunung Merapi masih berada di siaga level III.


Pendakian ke puncak melalui jalur seperti Selo dan Sapu Angin masih ditutup total sejak 2018, dan belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali dalam waktu dekat. Kondisi ini dipertegas oleh laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta sejumlah media nasional.

Nah jangan khawatir traveler, sebagai alternatifnya, di sekitar kaki Gunung Merapi juga ada banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi tanpa harus menantang bahaya. Kawasan seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Cangkringan tetap menyimpan segudang pengalaman seru yang aman dinikmati oleh wisatawan.

Salah satu yang paling populer tentu saja adalah Lava Tour Merapi. Naik jeep terbuka, kamu akan diajak menyusuri bekas aliran lava erupsi 2010. Di sepanjang perjalanan, pemandangan dramatis bekas rumah-rumah yang luluh lantak, sungai kering yang jadi jalur lahar, hingga batu-batu besar yang terlontar dari kawah menjadi saksi bisu dahsyatnya Merapi.

Jika ingin suasana yang lebih tenang, Kaliurang bisa jadi pilihan tepat. Udaranya sejuk, banyak penginapan bergaya klasik Jawa, dan cocok untuk wisata keluarga. Di sana juga ada Ullen Sentalu Museum, tempat yang tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah dari Dinasti Mataram, tapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang begitu mendalam.

Tak jauh dari sana, ada juga Bunker Kaliadem. Tempat ini dulu digunakan sebagai tempat perlindungan saat erupsi, namun sekarang menjadi spot favorit wisatawan untuk menikmati panorama Merapi dari kejauhan. Saat cuaca cerah, puncak Merapi terlihat jelas berdiri megah di balik kabut tipis.

Selain itu, buat traveler yang ingin menikmati sisi edukatif dari bencana Merapi, ada Museum Sisa Hartaku di Desa Petung. Museum kecil itu menampilkan sisa-sisa rumah, motor, peralatan rumah tangga, hingga kerangka hewan ternak yang tak sempat diselamatkan saat erupsi.

Semuanya ditata secara apa adanya, membuat pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana dahsyatnya letusan Merapi saat itu.

Jangan lupa, kawasan ini berada di zona rawan bencana, dan cuaca di pegunungan bisa berubah cepat. Maka dari itu, selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat, dan ikuti arahan dari petugas atau pemandu lokal.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Tempat Pembuangan Sampah, Kini Wisata Air Favorit di Akhir Pekan



Kalasan

Tempat wisata air ini dulu tidak cantik, malah jadi tempat pembuangan sampah. Namun berkat kerjasama dan usaha semua warga, ia kini berubah jadi tempat wisata.

Inilah Umbul Sidomulyo Kalasan. Berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tempat ini adalah sebuah umbul atau kolam pemandian dari mata air asli.

Sumber mata air mulai memancar pada awal tahun 2000. Namun, air itu terbuang langsung ke sungai dan belum dimanfaatkan oleh warga.


Buat warga, tempat ini dulu hanyalah tempat pembuangan sampah. Pemandian ini dulunya digunakan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

Sampai akhirnya pada tahun 2019 silam, warga kampung setempat saling bekerja sama untuk membangun tempat wisata ini.

Ibu Karti (63) salah satu keluarga pedagang warung pertama di Umbul Sidomulyo mengatakan bahwa wisata air ini diurus oleh RT 8/RW 17 Desa Brintikan Sidomulyo.

“Dulu urunan, seorang tiga ratus ribu,” ucapnya.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Bu Karti berkata bahwa pemandian ini sangat ramai di akhir pekan, apalagi saat musim lebaran, di mana orang-orang pulang kampung. Pengunjung ramai jajan di warungnya.

“Biasanya mulai datang pengunjung pagi dari jam 7, tapi baru jajan jam 10 siang biasanya,” ungkapnya.

Akhir pekan ini, Umbul Sidomulyo cukup ramai, namun pengunjung masih leluasa untuk berenang. Pernah ada satu beberapa momen, pemandian yang memiliki 5 kolam ini penuh sampai pengunjung tidak mampu bergerak di dalam air.

“Ini masih enak, dulu pernah di kolam enggak bisa bergerak sama sekali,” ucap Irma, salah seorang pengunjung.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Air kolam pemandian mengalir langsung ke kolam renang. Bahkan bisa diminum secara langsung!

Zoey (8), sering datang ke sini bersama adiknya, Key (3). Ia sangat suka bermain di sini.

“Aku suka ke sini karena airnya dingin,” ucapnya.

Bocah asal Klaten ini sudah ada di pemandian sejak pukul 11.00 WIB. Ia tak mau keluar dari kolam dan terus berenang sampai pukul 14.00 WIB.

Umbul Sidomulyo mulai beroperasi pukul 06.00-16.40 WIB. Pemandian ini ditutup setiap Selasa dan Jumat untuk pengurasan air kolam.

Tiket masuknya sebesar Rp 5.000 pada hari biasa dan Rp 8.000 pada akhir pekan. Untuk warga desa setempat yang kontribusi bisa membayar seikhlasnya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi Wisata Populer di Purwokerto nan Sejuk



Jakarta

Purwokerto yang berada di kaki Gunung Slamet memiliki hawa sejuk sehingga pas buat healing. Banyak destinasi wisata alam yang bisa dikunjungi, ke mana saja ya?

Traveler yang ingin melepas penat dan rehat dari rutinitas ibu kota, Purwokerto bisa menjadi tujuan wisata yang patut dicoba. Dari perbukitan hijau hingga air terjun yang menyejukkan, ada banyak destinasi menarik yang siap membuatmu merasa lebih rileks dan kembali segar.

Purwokerto juga relatif mudah dijangkau dari Jabodetabek. Kota yang berada di Banyumas, Jawa Tengah itu terhubung dengan transportasi publik, bus umum dan kereta, dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam.


Sejak dulu hingga kini, Purwokerto selalu punya cara menarik perhatian wisatawan. Ke mana saja ya saat pelesiran di Purwokerto?

Berikut 5 Destinasi Purwekerto yang populer:

1. Baturraden

BaturradenBaturraden (Anggraini Sekar/d’Travelers)

Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Purwokerto dan Banyumas. Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Slamet membuat suasana di Lokawisata Baturraden terasa sejuk dan menenangkan.

Traveler bisa berenang di kolam renang, bermain sepeda air, hingga pemandian air panas. Alhasil, tempat wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh rombongan keluarga besar.

Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan hijau sekaligus merasakan suasana alam yang sejuk dan segar. Baturraden buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 WIB.

2. Telaga Sunyi

telagaTelaga Sunyi (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Berada di sekitar Baturraden, Telaga Sunyi masuk dalam daftar desatinasi sepi dan menenangkan. Diintip dari website resmi Visit Jawa Tengah, Telaga Sunyi berbentuk kolam air yang tidak begitu luas dengan kedalaman kurang lebih sampai 5 meter.

Diawali dengan air terjun kecil dan berakhir dengan sungai yang banyak batunya. Sehingga membuat terdengar suara gemericik air yang iramanya menenangkan. Di samping Telaga Sunyi juga terdapat gua sepanjang 6 meter.

Telaga Sunyi buka setiap hari dari jam 8.00 sampai jam 17.00. Tiket masuk Telaga Sunyi cukup terjangkau. Lokasi Telaga Sunyi berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, atau sekitar 15 menit dari Wana Wisata Baturraden.

3. Gunung Slamet

Sunrise gunung SlametSunrise gunung Slamet (Gema Bayu Samudra/d’Traveler)

Bagi kamu yang suka tantangan, mendaki Gunung Slamet bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, pendakian ke puncaknya membutuhkan usaha ekstra, tetapi pemandangan yang ditawarkan benar-benar sepadan.

Gunung Slamet memiliki cukup banyak jalur pendakian, salah satunya dari Purwokerto. Yakni, dimulai dari Baturraden.

Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Baturraden relatif landai namun cukup panjang. Start dan finish dari sini, traveler bisa merasakan mandi-mandi air panas di kaki gunung.

4. The Village Purwokerto

Taman rekreasi di PurwokertoTaman rekreasi di Purwokerto (vindifitriana/d’Traveler)

The Village adalah sebuah wisata kota yang menghadirkan taman publik seluas 2.5 hektar di tengah Karisidenan Banyumas. Diresmikan pada tanggal 7 Februari 2018 dan mulai dibuka untuk umum mulai tanggal 9 Februari 2018.

The Village juga menawarkan kesempatan untuk bertamasya dengan rancangan bangunannya yang memadukan karakteristik Barat dan Nusantara, alam dan kota.

5. Pancuran Tujuh

Baturraden punya banyak destinasi unggulan yang menawarkan berbagai aktivitas seru buat wisatawan. Salah satunya adalah pijat blerang di Pancuran Pitu.Baturraden punya banyak destinasi unggulan yang menawarkan berbagai aktivitas seru buat wisatawan. Salah satunya adalah pijat blerang di Pancuran Pitu. (Arbi Anugrah/detikcom)

Pancuran Tujuh merupakan sumber air panas alami yang berada di kawasan Baturaden. Airnya mengandung belerang yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit.

Untuk onsen massal bisa diisi 10-20 orang. Onsen antara laki-laki dan perempuan dibuat terpisah. Setiap onsen massal ini memiliki ruang bilas masing-masing.

Selain itu, terdapat juga onsen privat yang bisa dinikmati lebih intim. Wisatawan bisa berkumpul dengan keluarga di onsen ini. Untuk sementara onsen privat masih terbatas, yaitu 4 onsen.

Tarifnya Rp 150 ribu per jam untuk 5 orang, kalau nambah orang Rp 30 ribu per kepala. Onsen massal hanya Rp 15 ribu per orang. Jam operasional Pancuran 7 dari pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara itu, onsen buka dari jam 09.00 karena dibutuhkan waktu untuk menguras terlebih dahulu.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com