Tag Archives: surabaya

Gedung di Surabaya yang Dijaga 2 Singa Sejak 123 Tahun yang Lalu



Surabaya

Di Surabaya, ada bangunan kolonial Belanda yang dinamakan Gedung Singa. Itu karena gedung ini dijaga oleh dua ekor singa sejak 123 tahun yang lalu.

Gedung Singa beralamat di Jalan Jembatan Merah No 19 Surabaya. Gedung ini memiliki keunikan yang jadi ciri khasnya yakni dua patung singa yang diletakkan di depan Gedung.

Kenapa ada dua patung Singa menjaga gedung tersebut?


Dilansir dari buku Alweer een sieraad voor de stad: Het werk van Ed. Cuypers en Hulswit-Fermont in Nederlands-Indiƫ 1897-1927 karya Obbe Norburis, Gedung Singa yang saat ini sudah berusia 123 tahun, awalnya bernama Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Tunjangan Hidup).

Sejak zaman dahulu, orang-orang Surabaya sering menyebut gedung yang dibangun pada tahun 1901 ini dengan nama Gedung Singa karena ada patung dua ekor singa yang ‘berjaga’ di depan pintu masuk.

Patung Singa di depan pintu masuk utama gedung itu memiliki sepasang sayap. Singa bersayap ini jelas bukan merupakan singa lokal, melainkan terinspirasi dari sosok singa yang berasal dari luar negeri, seperti yang ada di Mesir.

Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

Dalam budaya Mesir Kuno, singa dipandang sebagai hewan istimewa. Dengan nama latin Panthera leo, singa diasosiasikan dengan matahari dan Firaun, mewakili kekuatan hidup dan mati di Mesir Kuno.

Karena itu, di bagian dada kedua Singa terdapat simbol matahari. Citra singa juga digunakan untuk objek kehidupan sehari-hari, seperti dengan kursi dan tempat tidur. Tidak hanya itu, dua patung singa di depan Gedung itu juga bisa digunakan sebagai perlindungan.

Sejarawan Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo menjelaskan terkait alasan mengapa ada dua patung singa di depan Gedung Singa tersebut.

Ia mengatakan bahwa peletakan patung singa itu didasarkan pada simbol teologi Yunani dengan arti kemakmuran.

“Itu ada banyak filosofi, jadi tidak hanya patung singa saja. Lukisan atasnya juga memiliki banyak filosofi. Kalau singa itu bersayap simbol Yunani, itu teologi Yunani tentang kemakmuran. Di atas itu di lukisan lebih konkret lagi memaknai,” terang Kuncar, Kamis (17/10) lalu.

Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

Lukisan porselen di bagian atas Gedung Singa juga dinilai Kuncar memiliki makna filosofi yang mendalam. Pasalnya, terdapat simbol Eropa kuno menggambarkan perkawinan dengan simbol-simbol pribumi dengan wujud perempuan berkebaya menggendong anak.

“Ada juga simbol lain, menggendong bayi dan mengangkat bayi. Kakinya salah satu menghadap di salah satu sisi. Kemudian, ada angka 1880 dimana itu peringatan jaringan Asuransi pertama kali dibuka di Belanda,” jelasnya.

Pada tahun 1957, Gedung Singa yang terletak di Jalan Jembatan Merah itu dinasionalisasi oleh PT Jiwasraya. Hingga kini, Gedung Singa tetap menjadi aset dari Jiwasraya.

Namun sekarang, kantor asuransi itu telah berpindah ke tempat lain mengikuti perkembangan zaman. Kantor Asuransi Jiwasraya telah pindah ke tempat yang lebih modern.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masih Ingat 8 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal Ini?


Jakarta

Masih ingatkah detikers dengan sejumlah tempat wisata Indonesia yang dulunya terkenal? Misalnya di Bandung ada Kampung Gajah Wonderland, kemudian Snowbay Waterpark di TMII.

Ternyata sekarang nasibnya sudah berubah drastis, tempat-tempat ini sudah tutup, terbengkalai, dan ada yang sudah tak berbekas. Mana sajakah tempat wisata tersebut? Simak artikel ini untuk mengetahui kabar dari tempat-tempat tersebut.

8 Tempat Wisata yang Dulunya Terkenal

Berdasarkan catatan detikcom, berikut ini 8 tempat wisata yang dulunya terkenal tetapi kini sudah tak lagi beroperasi:


1. Snowbay Waterpark di TMII

Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII. (Putu Intan/detikcom)

Bagi anak-anak yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, dulu mungkin senang mengunjungi Snowbay Waterpark yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Terlebih jika akhir pekan, pasti tempat ini ramai.

Tapi semenjak ada pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi. Setelah dua tahun tutup, tempat wisata ini tak lagi dibuka dan kondisinya terbengkalai.

Pada Januari 2022 lalu, detikcom sempat mengunjungi lokasi dan ternyata tempat itu dalam proses pembangunan untuk dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas penunjang lain untuk TMII.

2. Kampung Gajah Wonderland

Kampung GajahKampung Gajah. (Whisnu Pradana/detikJabar)

Kampung Gajah Wonderland berada di Jalan Sersan Bajuri, RT 03/07, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Tempat ini memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan.

Tempat rekreasi ini dibuka pada 2009, tetapi umurnya hanya sampai 9 tahun. Sejak 2018, Kampung Gajah Wonderland terpaksa tutup karena pailit.

Kala itu, harga tiket masuknya Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 20 ribu saat weekend. Pengunjung harus membayar lagi jika ingin naik wahana. Tapi ada juga tiket terusan yang dibanderol Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga tersebut termasuk mahal dibandingkan tempat wisata serupa lainnya.

Tim detikJabar sempat mengunjungi lokasi tersebut tahun lalu. Beberapa bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tak ada lagi patung-patung gajah yang menjadi ikon.

Tempat patung gajah itu kini difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman yang dijalankan oleh warga setempat.

3. Taman Remaja Surabaya

taman remaja surabayaTaman Remaja Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Taman Remaja Surabaya (TRS) menjadi salah satu tempat rekreasi kebanggaan warga Surabaya. Tempat ini sangat merakyat karena harganya terjangkau. Pengunjung dapat menikmati sekitar 20 wahana permainan.

Namun taman hiburan yang berdiri sejak 1971 itu ditutup karena kontrak kerja sama dengan pengelola sudah habis. Sempat ditutup sejak 2018, lokasi TRS kini dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya menjadi tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu.

4. Taman Festival Bali

Taman Festival BaliTaman Festival Bali. (dok. denpasarkota.go.id)

Taman Festival Bali pada 1997 adalah tempat wisata populer di kawasan Denpasar. Dulu tempat ini megah dan selalu menjadi tujuan wisata bagi siapa saja yang datang ke Bali.

Namun tempat ini sudah lama tutup dan terbengkalai, sehingga terkesan angker. Kondisi ini ternyata membuat sebagian orang penasaran dengan Taman Festival Bali. Mereka ingin melihat kehororan di sana dan menjadikannya sebagai tempat uji nyali.

Lokasinya mudah di akses, karena terletak di tepi pantai Padang Galak, Kesiman, Kota Denpasar, Bali.

5. Depok Fantasi Waterpark

Depok Fantasi WaterparkDepok Fantasi Waterpark. (dok. Tiket.com)

Depok Fantasi Waterpark juga dikenal dengan nama Aladin Waterpark. Tempat wisata air ini sebetulnya menjadi pionir rekreasi di Kota Depok. Tapi sayang, tempat ini kabarnya tutup akibat pandemi COVID-19.

Kini tak ada lagi sisa bangunan waterpark tersebut di Jalan Boulevard Grand Depok City, Depok, sebab lokasinya sudah rata dengan tanah karena digunakan untuk kompleks perumahan.

6. Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran AnyarHotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran Anyar. (dok. Instagram @skylodge.indonesia)

Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar sempat viral hingga ke luar negeri karena tempat ini sangat unik. Hotel ini menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

Untuk sampai ke hotel tersebut, pengunjung harus melalui tantangan, yaitu memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasinya berada di Gunung Parang, yaitu gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

Namun hotel ini sudah tidak beroperasi sejak pandemi COVID-19. Tapi traveler juga bisa naik gunung atau panjat tebing di Gunung Parang.

7. Wonderia Semarang

Taman Wonderia SemarangTaman Wonderia Semarang. (Google Street View)

Taman atau wahana hiburan Wonderia adalah tempat wisata populer di Kota Semarang. Letaknya yang berada di jantung Kota Semarang pun membuatnya mudah ditemukan

Nahas, pada 15 November 2007, terjadi kecelakaan pada wahana permainan plane tower atau balon udara. Wahana tower plane tersebut jatuh dan mengakibatkan 16 orang luka-luka. Bahkan peristiwa serupa pernah terjadi pada Februari 2006.

Taman Wonderia Semarang itu kemudian ditutup pada 17 November 2007 hingga waktu yang tidak ditentukan. Ada kabar bahwa lokasi taman wisata Wonderia akan diubah menjadi hutan kota.

8. THR Sriwedari Solo

anjungan-anjungan di THR Sriwedari dibongkarTHR Sriwedari saat dibongkar. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Terakhir ada Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Solo. Tempat ini mirip dengan Taman Remaja Surabaya, yaitu taman hiburan dengan berbagai wahana anak.

Tak hanya permainan, THR Sriwedari juga menjadi tempat pementasan seni musik, mulai dari dangdut, lagu-lagu Koes Plus, hingga musik rock.

Tempat ini sangat populer karena berada di tengah kota dan terjangkau. Namun setelah 32 tahun beroperasi, tempat ini harus tutup karena kontrak pengelola dengan Pemkot Solo sudah habis.

THR Sriwedari kemudian diratakan dengan tanah untuk dijadikan masjid. Namun pembangunan masjid di Taman Sriwedari itu mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

Itulah tadi 8 tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia yang dulunya terkenal, tetapi kini sudah tutup, terbengkalai, bahkan sudah tidak berbekas.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Kondisi Terkini Hotel Yamato, Tempat Insiden Perobekan Bendera Belanda


Jakarta

Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit, adalah tempat yang menyimpan jejak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, hotel tersebut masih eksis dan beroperasi. Menariknya, gaya bangunannya tetap mempertahankan infrastruktur klasik dan elegan dari masa kolonial.

Sebelum mengetahui beragam fasilitas hotel mewah ini, mari kita napak tilas kronologi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 lalu.


Peristiwa Hotel Yamato

Peristiwa yang terjadi di Hotel Yamato adalah insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda atau disebut het vlag incident. Insiden Hotel Yamato di latar belakangi oleh amarah masyarakat Surabaya, yang tidak terima terhadap pengibaran bendera Belanda di atas hotel tersebut.

Pasalnya, pengibaran bendera Belanda itu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus, tepat beberapa bulan yang lalu.

Mengutip buku Sejarah Indonesia Kelas XI Kemdikbud oleh Sardiman AM dan Amurwani Dwi Lestariningsih, ketika di Surabaya, orang-orang Inggris dan Belanda yang berhubungan dengan Jepang menginap di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman Belanda.

Pada 19 September 1945, seorang bernama Mr. Ploegman dibantu kawan-kawannya mengibarkan bendera Belanda berwana merah, putih, biru di atap menara Hotel Yamato.

Dikutip dari buku Surabaya di Mana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu? karya Ady Setyawan, pada pukul 09.00 WIB bendera Belanda itu dikibarkan. Aksi ini kemudian mengundang arek-arek Suroboyo berkumpul di depan hotel.

Ada beberapa pemuda yang berhasil memanjat atap hotel dan menurunkan bendera merah putih biru, kemudian merobek bagian warna birunya. Kusno Wibowo dan Onny Manuhutu adalah tokoh pemuda yang merobek bendera Belanda di Hotel Yamato.

Setelah warna biru bendera Belanda dirobek, bendera tersebut dikibarkan kembali sebagai bendera dengan warna merah putih. Dengan berkibarnya bendera Sang Merah-Putih, para pemuda Surabaya satu per satu meninggalkan Hotel Yamato dengan penuh semangat dan menjaga kewaspadaan.

Dampak insiden di Hotel Yamato melatar belakangi berbagai pertempuran di Surabaya, termasuk penyebab terjadinya “Pertempuran Surabaya”.

Sejarah dan Kondisi Terkini Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit dibangun oleh Sarkies Family atau Sarkies Brothers pada tahun 1910. Awalnya, hotel ini dikenal sebagai “Hotel Oranje atau Hotel Oranye.

Saat Jepang menjajah dan menguasai Indonesia, nama hotel ini berganti menjadi Hotel Yamato. Kala itu, hotel ini juga digunakan head porter atau base camp saat pertempuran.

Kemudian sekitar tahun 1969, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

hotel majapahit surabayaHotel Majapahit Surabaya. (Deny Prastyo Utomo)

Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya, menyebut bahwa pada 10 September 1945, hotel ini sempat bernama Merdeka.

“Tahun 1945 sampai 1946 berganti Lucas Martin Sarkies yakni kembali pada keluarga pendiri, tahun 1969 dijual ke Men Trust Holding. Nah, sampai sekarang, namanya tetap, yakni Hotel Majapahit,” ujar Benny kepada detikJatim, pada (23/04/2022) lalu.

Tim detikJatim pernah diajak berkeliling di hotel bersejarah yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar ini.

Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikcom)

Terlihat pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh. Namun, tetap ada tambahan, seperti beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

Hotel MajapahitHotel Majapahit. (Lena Ellitan/dtravelers)

Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, menyebut salah satu satu bukti keaslian bangunan terlihat dari ubin marmer yang diimpor langsung dari Belanda.

Menurutnya, selain untuk menjaga keaslian hal tersebut juga jadi karakter bagi bagunan vintage Majapahit.

Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Penamaan Majapahit sendiri bukan diambil asal-asalan. Nama ini diambil karena sejalan dengan visi misi Kerajaan Majapahit, yang jadi salah satu kerajaan jaya dan tertua pada eranya. Maka dari itu, Majapahit dipakai dengan harapan seperti namanya.

Hotel Majapahit ini juga telah mengalami beberapa kali perombakan kepemilikan, nama, hingga peremajaan. Tapi, tidak demikian dengan keorisinilan bangunan secara keseluruhan.

Lokasi Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit Surabaya beralamat di Jalan Tunjungan Nomor 65, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Lokasi hotel ini juga sangat strategis, yakni di jantung kota Surabaya.

Fasilitas Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit adalah hotel bintang 5 berkelas internasional dengan fasilitas yang lengkap. Menariknya, hotel ini masih mempertahankan beberapa elemen klasik era kolonial.

Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya.Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya. (dok. Instagram @hotelmajapahitsby)

Tidak hanya memberikan suasana yang kaya akan sejarah, namun tetap menawarkan kenyamanan modern. Hotel Majapahit memiliki sekitar 139 kamar.

Berikut adalah fasilitas yang ada di Hotel majapahit Surabaya:

  • Kolam renang
  • Restoran
  • Tempat parkir
  • Pusat kebugaran
  • Ruangan ber AC
  • Room service
  • Akses untuk kursi roda
  • Sarapan (breakfast)
  • Spa
  • Bar
  • Area hijau
  • Piano dan meja biliar
  • Area bermain anak-anak
  • Bak mandi air panas/Whirlpool
  • Tempat untuk pernikahan dan ruang pertemuan
  • Wifi gratis.

Mengingat hotel ini jadi tempat bersejarah, makna setiap ada event sejarah kemerdekaan tahunan yang biasa diselenggarakan. Di antaranya peringatan perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada bulan September, dan Parade Surabaya Juang di bulan November.

Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya (Aprilia Devi)

Dari catatan detikJatim, teatrikal yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda tentang sejarah Kota Pahlawan.

Acara-acara tersebut juga termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November yang telah rutin digelar sejak tahun 2009. Hotel ini juga masih digandrungi para wisatawan lokal maupun internasional.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024


Jakarta

Ada banyak tempat wisata edukasi yang berada di Surabaya, salah satunya yang terkenal adalah Tugu Pahlawan. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, khususnya saat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Sedikit membahas tentang sejarahnya, Tugu Pahlawan Surabaya didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952.

Mengutip situs resmi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, tujuan utama pembangunan Tugu Pahlawan Surabaya adalah untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam pertempuran sengit pada 10 November 1945 di Surabaya.


Bagi kamu yang tertarik untuk berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya, sebaiknya cek dahulu jam buka dan harga tiket masuknya. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

Daya Tarik Tugu Pahlawan Surabaya

Daya tarik utama dari Tugu Pahlawan Surabaya adalah bentuk monumennya yang mirip seperti paku terbalik. Monumen tersebut memiliki ketinggian sekitar 40,15 meter.

Selain itu, ada juga museum bernama Museum Sepuluh Nopember. Museum tersebut dibangun pada 10 November 1991 di area Kompleks Tugu Pahlawan. Museum itu resmi dibuka oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.

Menariknya, bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di bawah tanah (basement), sehingga hanya terlihat atapnya saja dari kejauhan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pemandangan Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya.

Di dalam museum, travelers dapat melihat ratusan koleksi foto, senjata rampasan penjajah, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya.

Lalu, terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti diorama elektronik dan diorama statis. Hal ini dapat mempermudah pengunjung yang ingin mempelajari sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah.

Fasilitas di Tugu Pahlawan Surabaya

Fasilitas yang tersedia di Tugu Pahlawan Surabaya cukup lengkap, sehingga pengunjung tak perlu khawatir saat berwisata ke museum ini. Beberapa fasilitas yang dimiliki di antaranya:

  • Toilet
  • Mushola
  • Area parkir kendaraan
  • Lapangan luas
  • Ruang diorama elektronik
  • Ruang diorama statis
  • Ruang auditorium
  • Perpustakaan
  • Kidzone dan laktasi.

Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya

Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya akan dikenakan tiket masuk. Dilansir situs resmi Tiket Wisata Surabaya, untuk harga tiket masuk (HTM) Tugu Pahlawan sebesar Rp 8.000 per orang.

Bagi pengunjung yang merupakan pelajar, tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali alias gratis. Menyenangkan bukan?

Nah, untuk pembelian tiketnya bisa dilakukan secara online lewat situs tiketwisata.surabaya.go.id. Untuk metode pembayarannya tersedia secara tunai dan QRIS.

Lokasi dan Jam Buka Tugu Pahlawan Surabaya

Tugu Pahlawan Surabaya beralamat di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Tempat wisata ini buka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Jika detikers berkunjung ke Tugu Pahlawan, sempatkan juga untuk mampir ke Museum Sepuluh Nopember. Usahakan datang sejak pagi hari agar bisa puas berkeliling museum.

Itu dia jam buka dan harga tiket masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Stasiun KA Paling Sibuk pada Januari-Oktober 2024



Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis daftar stasiun kereta api paling sibuk sejak Januari hingga Oktober 2024. Stasiun Pasarsenen juaranya.

KAI membagi stasiun kereta api menjadi tiga jenis, yaitu stasiun penumpang, stasiun barang dan stasiun operasi. Saat ini, KAI mengelola 569 stasiun yang tersebar di wilayah operasionalnya.

Nah, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan yang optimal bagi para penumpang kereta api, KAI berupaya melakukan modernisasi fasilitas dan meningkatkan aksesibilitas di berbagai stasiun.


Vice President of Public Relations KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa pada 2024 terlihat kepadatan jumlah penumpang di banyak stasiun, hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta api semakin meningkat.

“Peningkatan jumlah penumpang ini menjadi memacu kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan fasilitas dan layanan stasiun, guna menjadikan kereta api sebagai pilihan utama bertransportasi,” ujar Anne seperti dikutip dari rilis KAI, Rabu (13/11/2024).

Anne mengatakan ada 10 stasiun dengan jumlah terbanyak naik – turun penumpang KA JJ yang dikelola KAI pada periode Januari s.d Oktober 2024 sebagai berikut:

Stasiun dengan jumlah naik penumpang KA Jarak Jauh tertinggi:

1. Stasiun Pasarsenen: 3.589.144 penumpang
2. Stasiun Gambir: 2.531.864 penumpang
3. Stasiun Yogyakarta: 2.450.955 penumpang
4. Stasiun Surabaya Gubeng: 1.475.647 penumpang
5. Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.362.481 penumpang
6. Stasiun Bandung: 1.268.243 penumpang
7. Stasiun Lempuyangan: 1.252.075 penumpang
8. Stasiun Semarang Poncol: 1.241.267 penumpang
9. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 1.239.622 penumpang
10. Stasiun Purwokerto: 1.229.558 penumpang

Stasiun dengan jumlah turun penumpang KA Jarak Jauh tertinggi:

1. Stasiun Pasarsenen: 3.091.590 penumpang
2. Stasiun Yogyakarta: 2.396.462 penumpang
3. Stasiun Gambir: 2.355.125 penumpang
4. Stasiun Surabaya Gubeng: 1.547.969 penumpang
5. Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.351.323 penumpang
6. Stasiun Bandung: 1.292.396 penumpang
7. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 1.275.828 penumpang
8. Stasiun Semarang Poncol: 1.273.213 penumpang
9. Stasiun Purwokerto: 1.244.528 penumpang
10. Stasiun Lempuyangan: 1.240.867 penumpang

Dari Januari hingga Oktober 2024, KAI Group telah melayani 378.998.962 penumpang. Adapun rinciannya yaitu 42.767.683 penumpang yang dikelola KAI, 309.694.220 penumpang dikelola KAI Commuter, 16.858.617 penumpang yang dikelola LRT Jabodebek, 4.889.754 penumpang dikelola KCIC, 4.667.314 penumpang yang dikelola KAI Bandara, dan 121.374 penumpang dikelola KAI Wisata.

Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api dapat dimanfaatkan oleh brand yang ingin bermitra dengan KAI.

“KAI membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama dalam program branding di stasiun, kereta dan hak penamaan (naming rights) seluruh wilayah KAI Group Jawa dan Sumatera, nantinya nama brand milik mitra akan diterapkan dalam berbagai penyebutan baik audio maupun visual di berbagai media seperti, signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan berbagai publikasi lainnya terkait stasiun tersebut,” kata Anne.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Barbershop Surabaya buat Upgrade Penampilan di Akhir Pekan



Surabaya

Menghabiskan akhir pekan di Surabaya, saatnya meng-upgrade penampilan dengan mengunjungi 5 barbershop trendy ini.

Tren mengupgrade penampilan di akhir pekan bisa traveler lakukan di Surabaya. Di kota Pahlawan, ada beberapa barbershop trendy yang layak dikunjungi.

Mulai dari potongan klasik hingga tren rambut terkini, barbershop-barbershop ini menawarkan layanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga nyaman dan ramah di kantong. Berikut 5 Berbershop Trendy di Surabaya yang bisa dicoba:


1. Redwood Barbershop

Mau tampil beda dan kekinian soal rambut? Redwood Barbershop di Jl Semolowaru No.133 Surabaya ini bisa jadi jawaban. Barbershop yang lagi hits di Surabaya ini bukan cuma tempat untuk merapikan rambut, tapi juga tempat nongkrong asyik buat traveler yang berjiwa muda.

Interior Redwood Barbershop didesain dengan konsep yang modern dan kekinian. Dijamin bakal betah berlama-lama nongkrong di sini, sambil ngobrol sama para barber yang ramah dan kece.

Traveler tidak perlu khawatir kantong jebol, karena harga di Redwood Barbershop sangat terjangkau, mulai Rp 50 ribuan saja. Pas buat Anda yang punya budget terbatas, tapi pengen tampil kece.

Jam buka: 10.00 – 10.00 WIB.

2. Broadway Barbershop

Selanjutnya ada Broadway Barbershop yang berada di Jl Margorejo Indah No D205E Surabaya. Barbershop ini dikenal karena pelayanan yang cepat dan ramah. Barber yang berpengalaman di sini siap memberikan potongan rambut yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Potongan rambut di Broadway dikenal dengan kualitasnya yang sangat baik, rapi dan presisi. Para barber di Broadway Barbershop juga dikenal punya skill yang jago banget dalam menciptakan berbagai gaya rambut.

Mulai dari gaya rambut classic cut sampai yang paling kekinian, mereka bisa melakukan. Interiornya juga keren, bikin betah berlama-lama duduk di sana.

Barbershop satu ini juga tidak akan bikin kantong traveler jebol, karena harga di Broadway Barbershop sangat terjangkau. Harga cukur di Broadway Barbershop sekitar Rp 75.000.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB.

3. Captain Barbershop

Di Surabaya, juga ada Captain Barbershop yang punya banyak cabang. Setidaknya ada 8 cabang barbershop ini di kota Pahlawan.

Barbershop ini punya layanan grooming terbaik bagi para gentleman. Traveler bisa request aneka potongan rambut di sini. Mulai dari comma hair, two block, quiff haircut, side part, edgar cut, french crop, pompadour, hingga buzz cut, semua bisa dilakukan oleh para barber.

Layanan lain yang bisa dicoba traveler di sini antara lain Hair Spa, Smoothing, Perming, Korean Perm, Coloring, Anti-Dandruff Treatment, Hair Repair, Hair System, Hair Tattoo, Shaving, Anti Hair Fall hingga Masker Wajah.

Harga layanan Gentlemen Grooming di Captain Barbershop dimulai hanya dengan Rp70.000. Harga ini sudah termasuk potong rambut, quick massage, serta aplikasi tonik dan pomade.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB.

4. The Roots Barbershop

Didirikan pada tahun 2013, The Roots Barbershop dikenal dengan pelayanan yang sangat personal kepada para pelanggannya di Surabaya. Setiap barber yang bekerja di sini memiliki keahlian untuk memberi rekomendasi gaya rambut yang sesuai dengan karakter pelanggan.

Kualitas potongan rambut di barbershop ini disebut sangat baik oleh mereka yang pernah mencoba potong rambut di sini. The Roots juga mengedepankan teknik fade yang rapi dan terlihat alami.

Selain potong rambut, di sini traveler juga bisa berbelanja berbagai macam produk perawatan rambut. Suasana barbershop yang terletak di Jalan Pandan No.1A Surabaya itu juga cukup unik dan kekinian sehingga bikin betah berlama-lama.

Dengan fasilitas yang lengkap, The Roots Barbershop memberikan pengalaman potong rambut yang santai dan menyenangkan. Harga cukur di The Roots Barbershop mulai dari Rp 70 ribu.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB.

5. The Original Barbershop

Terakhir, ada The Original Barbershop yang sudah punya beberapa cabang di Surabaya, seperti di Jalan Raya Tenggilis 127 hingga di Jalan Raya Darmo Permai I No 57.

The Original Barbershop punya reputasi soal pelayanan yang sangat memuaskan. Para barber yang bekerja di sini sangat berpengalaman. Mereka siap memberikan potongan rambut sesuai dengan karakter pelanggan.

Tak hanya itu, para barber di sini ramah dan siap membantu traveler memilih gaya rambut yang paling cocok. Dijamin kalian bakal merasa nyaman berinteraksi dengan para barber.

Dengan desain interior barbershop yang klasik dan vintage, tempat ini menawarkan suasana yang menyenangkan dan hangat. Ruang tunggunya cukup luas dan menyediakan fasilitas yang membuat pengalaman potong rambut semakin menyenangkan.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pasar Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Rempah-rempah di Zaman Belanda



Surabaya

Di Surabaya, ada sebuah pasar yang dahulu pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah pada zaman kolonial Belanda. Pasar manakah itu?

Pasar Pabean di Surabaya ternyata masuk ke dalam kategori pasar tua dan memiliki sejarah yang panjang. Pasar itu didirikan sejak tahun 1849 silam.

Di ezaman itu, Belanda menggunakan Pasar Pabean sebagai pusat rempah-rempah. Pasar Pabean sendiri terletak di Jalan Songoyudan, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.


Dulunya kawasan itu merupakan kawasan Pecinan, bersebelahan dengan Jalan KH Mas Mansyur (dulu dikenal sebagai Kampementstraat), sebuah area yang dihuni oleh komunitas Arab.

Hingga kini, Pasar Pabean tetap menjadi ikon pasar ikan terbesar di Jawa Timur, berkat sejarahnya yang strategis dekat dengan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalimas di kawasan Tanjung Perak.

Sejarawan Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan bahwa Pasar Pabean dulu dijadikan sebagai Pusat Rempah-Rempah. Bahkan, telah dijadikan pusat rempah rempah sebelum Belanda datang ke tanah air.

“Sejak kolonial, Eropa sebelum Belanda. Kalau catatan orang Eropa datang itu tahun 1511. Karena Pabean dulunya pelabuhan, kemudian ada pasar ada gudang sehingga dijadikan pusat rempah-rempah di Pasar tersebut,” kata Kuncar, Kamis, (24/10).

Menurut Kuncar, wilayah Pabean yang dekat dengan pelabuhan memiliki lokasi strategis, sehingga koloni Eropa membangun pos perdagangan di area itu. Hingga kini, Pasar Pabean masih eksis dijadikan tempat/gudang untuk menyimpan rempah-rempah tersebut.

pasar pabeanPasar Pabean Foto: Firtian Ramadhani

“Ada ketumbar, kayu manis, lada, asem dan kemiri. Sebenarnya, peralihan pertama dari rempah kemudian ke produk hasil perkebunan seperti kopi, kacang. Sehingga, di sekitar area Pasar sempat ada pabrik kopi, salah satunya pabrik kopi Kapal Api lahir di situ,” terangnya.

Kuncar menegaskan pascakemerdekaan, Pasar Pabean telah beralih menjadi pasar yang menjual bawang merah dan bawang putih. Akan tetapi, karena lokasi Pasar Pabean yang tidak muat, pada akhirnya transaksi juga dilakukan di sekitar pasar.

“Telah beralih itu setahu saya pascakemerdekaan, menjadi sepenuhnya pasar bawang merah, bawang putih. Nah, karena lokasi Pasar Pabean tidak muat, penjualan akhirnya dilakukan juga di sekitar pasar,” urainya.

Selain menjual bawang, Pasar Pabean tetap digunakan sebagai pasar untuk penjualan rempah-rempah. Meskipun telah beralih usai Pasar Pabean tidak dikuasai oleh Koloni Eropa, warga tetap saja menjual rempah-rempah yang telah ada sejak dulu.

“Penjualan di sekitar pasar ada di Jalan Panggung itu banyak, yang eceran itu kan kelihatan. Jadi meski telah beralih, rempah-rempah tetap dijual di sana. Lokasi penyimpanan rempah-rempah dan kopi ada di dalam Pasar itu kan ada gudang, rempah-rempah dan kopi disimpan di situ,” tandas dia.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Di Tengah Cuaca Tak Menentu Ini, Main Saja di City Garden Eat and Play



Jakarta

Traveler yang sedang mencari ide liburan indoor di tengah cuaca tak menentu ini, City Garden Eat and Play bisa jadi pilihan kamu. Playground ini mudah kok ditemui di kota-kota favorit.

Sesuai dengan namanya, konsep dari Eat and Play berarti makan dan bermain karena pengunjung dapat menikmati kuliner yang tersedia di dalam playground nya sambil bermain seharian sepuasnya. Dan, playground indoor ini di mainkan oleh semua umur tanpa adanya batasan waktu bermain lho. Seru, kan?

Traveler pasti tahu dong dengan Rainbow Slide City Garden yang viral di sosmed? Nah, pastikan kamu menyambut Natal dan Tahun Baru kamu seru-seruan seluncuran dan berpose ciamik ya.


Harga tiket masuk City Garden Eat and Play sangat ramah di kantong, hanya Rp 35 ribu saja. Dengan harga tiket terjangkau kamu boleh kok sepuasnya bermain di dalam.

City Garden Eat and PlayCity Garden Eat and Play Foto: (dok City Garden Eat and Play)

Kamu juga bisa mengabadikan momen berkunjung ke City Garden dengan adanya beragam macam spot photo, seperti foto dengan dinosaurus, light tunnel, gazebo warna warni dan lampu lampu unik. Setiap sudut di sini sangatlah Instagramable.

City Garden menyediakan puluhan wahana yang bisa dinikmati semua umur, dari bayi hingga dewasa lho. Beberapa di antaranya yang menjadi wahana Babyland, Mandi Bola, Rainbow Slide, Balon Air, Rainbow Car, ATV, Gokart dan Motor Dino.

City Garden Eat and PlayCity Garden Eat and Play Foto: (dok City Garden Eat and Play)

Permainan free tanpa batas waktu seperti Istana Balon, becak mini, sepeda unik, Rumah Balon, Susun Lego, 3D Print hingga playhouse. Juga aneka ayunan dan perosotan menjadi incaran banyak anak-anak.

Cabang City Garden sudah berada di kota-kota lainya seperti di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Sentul Bogor, Serang, Banten, Tajur, Bogor, Cikarang Bekasi hingga Surabaya. Dan saat ini telah hadir di Cipadung Bandung dan akan segera hadir untuk warga Cimahi Bandung. Tunggu tanggalnya ya!

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Museum di Sidoarjo yang Pernah 3 Kali Dipindahkan



Sidoarjo

Di Sidoarjo ada sebuah museum yang memiliki kisah panjang karena sempat tiga kali dipindahkan. Museum itu bisa traveler kunjungi saat libur tahun baru.

Museum Mpu Tantular, yang saat ini terletak di Sidoarjo, ternyata memiliki sejarah panjang dan perjalanan yang tidak mudah. Ternyata, museum itu sempat dipindah tiga kali hingga berakhir menetap di Sidoarjo.

Praktisi sejarah Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, mengatakan museum itu dibangun pada 1933 di Jalan Pemuda, Surabaya. Museum itu didirikan atas prakarsa seorang kolektor benda-benda bersejarah asal Jerman bernama Godfried von Faber.


Von Faber mendirikan museum tersebut untuk memamerkan koleksi pribadinya berupa artefak budaya, keramik, dan benda-benda bersejarah yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Von Faber adalah tokoh penting dalam sejarah museum ini. Dia menginisiasi pendirian museum dengan tujuan agar generasi mendatang bisa mengenali kekayaan budaya Jawa Timur,” ujar Kuncar, Senin (30/12/2024).

Kuncar mengatakan setelah kemerdekaan Indonesia, museum itu akhirnya dipindahkan ke lokasi lain di Surabaya pada 1949. Pemindahan itu dilakukan untuk menyelamatkan koleksi yang mulai terancam kondisinya akibat kurangnya perhatian dan perubahan situasi politik.

“Pascakemerdekaan, museum membutuhkan tempat yang lebih memadai agar koleksinya bisa terus dijaga,” katanya.

Namun, lokasi kedua di Surabaya pun belum sepenuhnya ideal. Keterbatasan ruang dan perkembangan kota yang pesat membuat museum sulit berkembang.

Akhirnya, pada 1974, museum kembali dipindahkan ke Jalan Pemuda, Surabaya, di lokasi yang lebih strategis namun tetap memiliki keterbatasan ruang.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Sadari, menambahkan situasi itu mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencari lokasi yang lebih luas dan layak.

“Saat itu kami menyadari bahwa museum memerlukan ruang yang lebih besar agar koleksi bisa ditata lebih baik,” ujarnya.

Pada 1987, akhirnya diputuskan bahwa museum akan dipindahkan ke Sidoarjo, tepatnya di Jalan Raya Buduran. Proses pemindahan ini berlangsung bertahap hingga museum resmi dibuka untuk umum di lokasi baru pada 2004.

Lokasi ini dipilih karena memiliki lahan yang luas dan akses yang lebih baik dibanding lokasi sebelumnya.

“Di sini kami memiliki ruang yang cukup untuk menata koleksi, menyelenggarakan pameran, dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengunjung,” kata Sadari.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

9 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal, Kini Tinggal Kenangan


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di Indonesia yang dulu sangat terkenal dan ramai dikunjungi. Namun, beberapa di antaranya sudah tutup dan kini tinggal kenangan.

Ada sejumlah tempat wisata yang mungkin pernah travelers kunjungi, seperti Kampung Gajah Wonderland atau Snowbay Waterpark di TMII. Meski menjadi destinasi wisata populer di zamannya, tapi nasibnya sekarang berubah drastis karena telah berhenti beroperasi.

Penasaran, apa saja tempat wisata di Indonesia yang dulu terkenal tapi sekarang tinggal kenangan? Simak daftarnya dalam artikel ini.


9 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal

Bagi banyak orang, tempat wisata tak hanya sekadar wahana untuk seru-seruan dan melepas penat. Lebih dari itu, ada banyak kenangan yang tersimpan di memori saat berkunjung ke tempat tersebut.

Sayangnya, ada sejumlah tempat wisata yang kini ditutup permanen sehingga tidak bisa lagi dikunjungi. Berdasarkan catatan detikcom, berikut 9 tempat wisata yang dulu terkenal tapi kini sudah tidak beroperasi:

1. Kampung Gajah Wonderland

Kampung GajahKampung Gajah di Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikcom)

Tempat wisata yang pertama adalah Kampung Gajah Wonderland. Lokasinya berada di Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat.

Dahulu, tempat ini memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan, khususnya dari luar kota. Tiket masuknya juga terjangkau, yakni Rp 15 ribu (weekday) dan Rp 20 ribu (weekend).

Sayangnya, Kampung Gajah Wonderland terpaksa harus ditutup pada 2018 karena pailit. Tempat wisata ini hanya bertahan selama sembilan tahun sejak dibuka pertama kali pada 2009.

Tim detikJabar sempat mengunjungi lokasi tersebut beberapa tahun lalu. Sejumlah bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tidak terawat dan terkesan angker.

Beberapa patung-patung gajah yang dulu menjadi ikon Kampung Gajah Wonderland kini sudah tidak ada. Tempat patung gajah itu sekarang difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman oleh warga setempat.

2. Snowbay Waterpark TMII

Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII ((Putu Intan/detikcom)

Dahulu, ada sebuah waterpark modern di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), namanya Snowbay. Ciri khas dari waterpark ini adalah mengusung konsep salju, sehingga didominasi oleh warna putih dan terdapat beberapa patung beruang kutub yang menggemaskan.

Snowbay Waterpark menjadi salah satu pilihan alternatif bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin bermain air. Namun, semenjak pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi.

Setelah dua tahun ditutup, Snowbay Waterpark tidak lagi dibuka dan kondisinya terbengkalai. Seiring renovasi TMII, taman air tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas lainnya.

3. Taman Remaja Surabaya

taman remaja surabayaTaman Remaja Surabaya (TRS) (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Taman Remaja Surabaya (TRS) merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Kota Pahlawan. Dulu, objek wisata ini sangat merakyat karena harga tiket masuknya yang terjangkau. Selain itu, terdapat sekitar 20 wahana permainan yang seru dan menegangkan.

Sayangnya, Taman Remaja Surabaya yang berdiri sejak 1971 ditutup karena kontrak kerja sama dengan pihak pengelola sudah habis. Resmi ditutup sejak 2018, kini lokasi TRS dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya sebagai tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu penonton.

4. Taman Festival Bali

Di kawasan Denpasar, ada sebuah tempat wisata yang populer di kalangan para turis, namanya Taman Festival Bali. Namun, kondisinya sekarang sudah berubah menjadi angker dan terbengkalai sejak ditutup secara permanen.

Meski begitu, beberapa orang masih penasaran ingin melihat Taman Festival Bali dari dekat. Bahkan, lokasi tersebut sering dijadikan sebagai tempat uji nyali.

5. Taman Ria Senayan

Bagi warga Jakarta, mungkin sudah tidak asing dengan Taman Ria Senayan. Bahkan, nama tempat wisata ini disebut-sebut dalam lagu Rhoma Irama berjudul “Terajana”.

Pada tahun 70-an, Taman Ria Senayan merupakan salah satu objek wisata yang populer. Sebab, ada banyak wahana permainan yang seru dan bikin jantung deg-degan.

Namun seiring berjalannya waktu, Taman Ria Senayan mulai kehilangan peminatnya dan kalah bersaing dengan tempat wisata baru di Jakarta. Pada 2010, akhirnya Taman Ria Senayan resmi dibongkar.

Kini, lokasi bekas tempat wisata tersebut telah dibangun mall bernama Senayan Park atau Spark. Mall ini dikembangkan oleh PT Ariobimo Laguna Perkasa dan dikelola Lippo Group.

6. Depok Fantasi Waterpark

Satu lagi waterpark yang dulu ramai dikunjungi orang tapi kini sudah tutup, yakni Depok Fantasi Waterpark. Dikenal juga dengan nama Aladin Waterpark, wahana air ini sebenarnya menjadi pionir tempat rekreasi di Kota Depok.

Namun sayang, objek wisata ini kabarnya tutup secara permanen akibat pandemi COVID-19. Kini, tidak ada lagi sisa bangunan waterpark tersebut yang berlokasi di Jalan Boulevard Grand Depok City, karena sudah rata dengan tanah dan dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan.

7. Wonderia Semarang

Tempat wisata berikutnya adalah Wonderia Semarang. Objek wisata ini selalu ramai pengunjung karena lokasinya yang ada di tengah kota dan terdapat berbagai macam wahana permainan seru.

Nahas, terjadi kecelakaan pada wahana plane tower atau balon udara. Pada 15 November 2007, wahana tersebut jatuh dan mengakibatkan 16 orang luka-luka. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Februari 2006.

Akibat insiden itu, Taman Wonderia Semarang ditutup pada 17 November 2007 hingga waktu yang tidak ditentukan. Kabarnya, lokasi bekas objek wisata tersebut akan diubah menjadi hutan kota.

8. THR Sriwedari Solo

Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi anak-anak. Selain itu, tempat ini juga kerap dijadikan pementasan seni musik, mulai dari lagu dangdut hingga musik rock.

Dahulu, THR Sriwedari sangat populer karena lokasinya yang berada di tengah kota, sehingga mudah diakses masyarakat. Namun, setelah 32 tahun beroperasi akhirnya objek wisata ini harus tutup karena kontrak pengelola dengan Pemkot Solo sudah habis.

Lalu, lahan bekas THR Sriwedari diratakan dengan tanah untuk dijadikan masjid. Sayangnya, pembangunan masjid justru mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

9. Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran AnyarHotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar (dok. Instagram @skylodge.indonesia)

Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar sempat viral beberapa waktu lalu. Hotel ini terkenal hingga ke luar negeri karena sangat unik, yakni sengaja menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

Agar bisa sampai ke hotel tersebut, pengunjung harus melalui beberapa tantangan, mulai dari memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasi hotel tersebut berada di Gunung Parang, yakni gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

Namun, Hotel Gantung Purwakarta sudah tidak beroperasi lagi sejak pandemi COVID-19. Meski begitu, kamu masih bisa mendaki gunung atau panjat tebing di Gunung Parang.

Demikian sembilan tempat wisata di Indonesia yang dahulu populer, tapi kini tinggal kenangan. Pernah berkunjung ke salah satu objek wisata di atas?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com