Tag Archives: surga

6 Jenis Serangga Kecil yang Sering Muncul di Kamar Tidur


Jakarta

Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia, tetapi serangga juga kerap ditemukan di sini. Meski berukuran kecil, kehadiran serangga cukup mengganggu penghuni.

Serangga bisa muncul di berbagai tempat di dalam rumah, tak terkecuali kamar tidur. Berbagai serangga kerap menyelinap masuk kamar tidur karena menemukan lingkungan yang cocok buat ditinggali.

Lantas, makhluk kecil apa saja yang sering muncul di kamar tidur? Simak ulasannya berikut ini.


Serangga yang Sering Ada di Kamar Tidur

Inilah deretan serangga kecil yang bisa ditemukan di kamar tidur.

1. Kutu Kasur

Dikutip dari Pointe Pest Control, serangga yang identik dengan kamar tidur adalah kutu kasur. Serangga ini biasanya berada di kasur atau dipan tempat tidur. Mereka juga dapat tinggal di wallpaper, koper, gorden, karpet, dan sofa.

Ruang yang berantakan adalah surga bagi kutu kasur karena mereka perlu tempat bersembunyi buat bertahan hidup. Kutu kasur membutuhkan darah manusia untuk bertelur. Namun, mereka dapat hidup setahun tanpa makanan.

2. Laba-laba

Laba-laba kerap terlihat di kamar tidur. Serangga ini tidak terlalu mengganggu, tetapi suka membuat sarang atau bersembunyi di sudut-sudut ruangan. Titik masuk laba-laba biasanya melalui celah dan retakan di sekitar jendela.

Arakhnida ini mencari kehangatan dan makanan di kamar tidur. Mereka biasanya bersembunyi di dekat jendela, sudut ruangan, atau bawah furniture.

3. Kecoak

Terkadang kecoak dapat masuk kamar tidur dan mengganggu ketenangan penghuni. Tak heran, kecoak adalah serangga pembawa penyakit yang sangat kotor.

Serangga ini senang tinggal di tempat yang lembap dan berantakan. Mereka pun berkembang biak dengan cepat.

4. Semut

Dilansir dari M&M Pest Control, semut tak hanya mencari makanan di dapur, tetapi juga di kamar tidur. Semut tertarik masuk kamar tidur kalau ada makanan atau tumpahan makanan. Sebab, sebagian penghuni rumah terkadang makan di dalam kamar, bahkan di atas tempat tidur.

5. Kutu

Jika serangga kecil di atas tempat tidur, kemungkinan itu adalah kutu. Serangga ini berakhir di kamar tidur karena terbawa hewan peliharaan yang masuk kamar.

Kutu adalah serangga kecil tak bersayap yang menghisap darah hewan. Mereka juga bisa menghisap darah manusia sampai meninggalkan sensasi gatal dan bekas merah pada kulit.

6. Nyamuk

Berdasarkan Aptive Pest Control, nyamuk merupakan serangga bersayap yang suka menghisap darah manusia. Hal ini membuat kulit manusia bentol-bentol dan gatal pada kulit.

Serangga ini suka masuk kamar tidur lewat jendela atau pintu yang terbuka. Mereka tertarik dengan karbon dioksida dari pernapasan manusia dan suhu hangat di kamar.

Itulah serangga kecil yang suka berada di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jelajahi Daya Tarik Pantai Kampa, Surga Tersembunyi di Konawe Kepulauan



Konawe Kepulauan

Terletak jauh dari pusat kota, Konawe Kepulauan atau yang dikenal dengan Pulau Wawonii menyimpan segudang keindahan alam. Pantai Kampa, menjadi salah satu surga tersembunyi yang dapat ditemui di pulau ini.

Beberapa waktu lalu, tim detikcom berkesempatan mengunjungi langsung Pantai Kampa. Sesampainya di sana, kami disambut dengan pesona hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Barisan pohon kelapa serta tebing batuan karst yang berada di pinggir pantai menambah kecantikan pantai ini.

Pantai Kampa memang merupakan salah satu tempat terpopuler di Pulau Wawonii. Di sini, kamu bisa berjalan di sepanjang bibir pantai, bermain air atau bahkan berenang.


Selain menjadi wisata andalan warga setempat, Pantai Kampa juga seakan menjadi tempat beristirahat dari hiruk pikuk dunia. Di sepanjang bibir pantai, terlihat beberapa pengunjung yang duduk menikmati ketenangan deburan ombak ditemani hembusan angin yang lembut. Namun, tak sedikit pula dari pengunjung yang asyik bersenang-senang sambil selfi di berbagai sudut pantai.

Jelajahi Daya Tarik Pantai Kampa, Surga Tersembunyi di Konawe KepulauanJelajahi Daya Tarik Pantai Kampa, Surga Tersembunyi di Konawe Kepulauan (Foto: Rafida Fauzia/detikcom)

Fasilitas Pantai Kampa

Tak jauh dari Pantai Kampa, kamu bisa menemukan homestay dengan berbagai fasilitas. Di sana, tersedia 6 villa yang dapat kamu sewa dengan harga Rp 300 ribu per malam.

“Di destinasi Pantai Kampa, kami juga menyediakan homestay atau villa yang menyediakan berbagai fasilitas di antaranya ada homestay itu sendiri, kemudian ada aula pertemuan. Lalu ada gazebo, MCK, musala dan tempat foto, serta berbagai fasilitas lainnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparmudora) Konawe Kepulauan Zakaria Rasjid kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Meski letak homestay Pantai Kampa cukup jauh dari pusat kota, kamu tak perlu takut soal jaringan internet. Pasalnya, lokasi Pantai Kampa telah terjamah dengan akses internet. Homestay Pantai Kampa juga telah dilengkapi dengan BAKTI Aksi (Akses Internet) dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dengan kecepatan 4-10 Mbps. Jadi, kamu bisa membagikan momen traveling kamu ke media sosial.

Hadirnya fasilitas internet di Pantai Kampa diakui Zakaria turut mendorong peningkatan jumlah wisatawan. Berdasarkan dari data kunjungan wisata Dispora Konawe Kepulauan, angkanya mengalami peningkatan sekitar 2-3 persen dari tahun-tahun sebelumnya sebelum ada fasilitas internet.

“Sebelum adanya akses internet tentu menghambat jumlah kunjungan wisata karena pengunjung merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarganya dan kami dinas pariwisata juga merasakan kesulitan untuk melakukan promosi dan pemasaran terhadap potensi di Pantai Kampa karena,” katanya.

“Tapi di dua tahun terakhir setelah adanya akses internet dari BAKTI Komdigi memberikan kontribusi besar terhadap jumlah pengunjung. Dan bahkan pengunjung sudah merasa nyaman berada di sana karena mereka bisa berkomunikasi dengan keluarganya secara lancar,” imbuhnya.

Jelajahi Daya Tarik Pantai Kampa, Surga Tersembunyi di Konawe KepulauanJelajahi Daya Tarik Pantai Kampa, Surga Tersembunyi di Konawe Kepulauan (Foto: Rafida Fauzia/detikcom)

Akses Pantai Kampa

Buat kamu yang tertarik menikmati pesona alam Pantai Kampa, jaraknya hanya sekitar 20 menitan saja. Terdapat dua akses yang bisa kamu pilih, yakni lewat Desa Langara atau Desa Wawobili.

“Aksesnya ini dua jalur lewat Barat dari Desa Langara juga bisa, kemudian lewat atas dari Desa Wawobili atas juga bisa. Hanya akses jalan lewat atas ini masih agak ekstrim, tapi masih bisa dilalui. Tapi kebanyakan dari arah Langara karena akses jalannya bagus, lebih mending dari arah atas,” pungkas Pengelola Homestay Villa Pantai Kampa Heryanto.

detikcom bersama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengadakan program Tapal Batas untuk mengulas perkembangan ekonomi, wisata, infrastruktur, dan pemerataan akses internet di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ikuti terus berita informatif, inspiratif, unik dan menarik dari program Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

(akd/ega)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rumah Gemuk, Si Rumah Kaca Estetik nan Menawan di Bali



Tabanan

Namanya Rumah Gemuk, tapi penampakannya malah estetik dan menawan. Ya, inilah rumah kaca yang patut traveler kunjungi di Bali.

Pulau Dewata menyimpan banyak destinasi unik nan menawan untuk dikunjungi. Di tengah-tengah bentang alam pegunungan di Bedugul, ada satu rumah kaca cantik yang bisa jadi pilihan ide kencanmu.

Rumah kaca itu adalah Rumah Gemuk Bali. Kadek, waiters Rumah Gemuk, menjelaskan alasan pemilihan nama yang unik ini.


Ia menjelaskan nama ini diambil dari filosofi bahwa gemuk berarti subur dan bahagia. Sehingga semua pengunjung yang datang bisa makan dengan bahagia.

“Rumah Gemuk ini diambil dari filosofinya kalau gemuk itu kan subur, kalau orang subur itu pasti bahagia. Jadi kita ingin pengunjung yang datang ke sini itu bisa makan dengan bahagia,” ujar Kadek.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Sudah berdiri sejak 2020, Kadek menyebut dahulu Rumah Gemuk Bali berawal dari wedding venue yang estetik. Setelah pandemi Covid-19 mereda, akhirnya rumah kaca cantik ini dibuka untuk umum.

Rumah Gemuk Bali menonjol dengan arsitektur rumah kaca yang cantik. Desain bangunan ini memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, menciptakan suasana terang dan hangat di dalamnya.

Dengan dinding kaca yang transparan membuat traveler bisa menikmati pemandangan alam sekitar tanpa halangan.

Rumah Gemuk Bali memiliki dua lantai, yang terdiri dari Piknik Area yang ada di lantai 1 dan Lago Restoran yang terletak di lantai 2.

Tak salah jika rumah kaca ini menjadi tempat favorit pasangan dan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Rumah Gemuk Bali menjadi lebih menarik karena menawarkan lokasi piknik indoor yang jarang ditemui di Bali.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Pengunjung bisa piknik di dalam rumah kaca komplit dengan pemandangan bunga warna warni dan rerumputan hijau. Jika memilih untuk duduk di lantai 2 atau Lago Restoran, traveler akan disuguhkan pemandangan Danau Bratan dari ketinggian dan barisan bukit yang berwarna hijau.

“Kalau lokasi favorit pengunjung, pas jam makan siang itu lebih banyak yang memiliki lokasi di piknik area karena lebih adem. Kalau sore hari lebih banyak yang memilih di lantai 2 karena mendapatkan pemandangan langsung ke danau,” kata Kadek.

Bagi traveler penggemar fotografi dan media sosial, Rumah Gemuk Bali adalah surga yang wajib dikunjungi. Setiap sudut rumah kaca ini menawarkan spot foto yang Instagramable.

Dari jendela-jendela besar dengan pemandangan alam yang indah hingga dekorasi interior yang artistik, semua bisa menjadi latar belakang foto yang sempurna.

Tak hanya pemandangannya yang cantik, Rumah Gemuk Bali juga menawarkan berbagai pilihan menu yang siap mengguncang lidah. Beberapa menu andalannya adalah pad thai, tom yum goong, nasi lemak ayah, dan beef rice.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Rumah Gemuk Bali menggunakan konsep deposit. Setiap pengunjung yang datang saat weekdays diwajibkan melakukan deposit Rp 50 ribu per orang dan Rp 100.000 per orang saat weekend.

“Untuk deposit yang dibayarkan pengunjung di awal, akan langsung dipotong di billnya,” katanya.

Pengunjung yang masuk pun akan dikenakan minimal spent, jika traveler memilih tempat di pinik area dikenakan minimal spent Rp 265 ribu untuk 2 orang dan Rp 500 ribu untuk 4 orang.

Jika traveler memilih di Lago Restoran, traveler dikenakan minimal spent sebesar Rp 50 ribu saat weekdays dan Rp 100 ribu saat weekend.

Konsepnya yang estetik membuat Rumah Gemuk Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Menurut Kadek, setiap harinya rumah kaca ini bisa dikunjungi sekitar 30 hingga 50 pax.

“Ramainya itu saat weekend, baiknya reservasi dahulu sih. Bisa ke Instagram @rumahgemukbali,” tutur Kadek.

Jam Buka dan Alamat

Rumah Gemuk Bali berlokasi di Jalan Drupadi No.2, Candikuning, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Rumah kaca ini buka setiap hari, pukul 10.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 10.00 – 19.00 WITA saat weekend atau hari libur.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Wisata Curug Walet, Surga Alam Tersembunyi di Kaki Gunung Salak


Jakarta

Curug Walet adalah salah satu destinasi wisata alam di kawasan Bogor dengan udara sejuk dan asri.
Keindahan alam tersembunyi tempat ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Tempat ini menawarkan pengalaman dan sensasi healing, untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Curug Walet bisa jadi destinasi yang wajib dikunjungi, apalagi buat kamu yang suka menikmati keindahan dan berpetualang di alam.

Aktivitas Menarik di Curug Walet

Berbagai aktivitas menarik dan seru bisa kalian lakukan di Curug Walet. Mulai dari menikmati pemandangan air terjun, bermain air, hingga trekking.


1. Trekking Curug Walet

Lokasi Curug Walet sangat cocok dijadikan tempat trekking. Setelah sampai di lokasi, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Untuk menuju ke air terjun Curug Walet, pengunjung akan berjalan melewati jalan berbatu dan cukup licin terutama jika setelah hujan. Jadi disarankan untuk memakai sepatu gunung dan selalu berhati-hati.

Jalannya cukup ekstrem, cukup sempit, dan bahkan sering kali akan menemui jurang di kanan kirinya.

Oiya, sebelum mencapai Curug Walet, kita juga akan melewati Curug Payung. Walaupun, air terjunnya tidak terlalu besar namun masih tetap indah.

Dari Curug Payung perjalanan masih berlanjut, dengan jalur yang makin ekstrem karena wisatawan perlu melewati sisi tebing. Perjalanan trekking ke air terjun Curug Walet kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Dilihat dari salah satu situs trip tour, harga trekking ke Curug Walet berkisar Rp 300-400 ribu per pax.

Biaya tersebut merupakan estimasi biaya open trip ke Curug Walet dari Jakarta.
Harga tersebut sudah termasuk:

  • Transport PP Hiace
  • Tiket masuk Gunung.Halimun Salak
  • Tiket masuk Curug Walet
  • Local guide
  • Tour leader dari Jakarta

Paket tidak termasuk:

  • Makan
  • Obat-obatan pribadi
  • Pengeluaran keperluan pribadi selama perjalanan
  • Penambahan dan atraksi wisata di luar program
  • Tipping tour leader dan driver

2. Menikmati Keindahan Alam di sekitar Curug Walet

Selama di perjalanan sebelum memasuki hutan, jalur kamu juga bisa melihat hamparan sawah di kanan kiri. Pengunjung akan ditawari pemandangan alam, dengan hutan yang asri selama melakukan perjalanan untuk menuju air terjunnya.

3. Bermain Air di Air Terjun

Curug Walet memiliki air jernih berwarna kehijauan karena berasal dari mata air Gunung Salak. Jika tercampur tanah dan hujan, biasanya air berwarna cokelat.

Dikutip dari salah satu situs travel, Air terjun di Curug Walet terdiri dari tiga tingkatan. Air terjun yang paling tinggi ada di area atas. Untuk menuju ke sana, disediakan akses berupa tangga. Jangan lupa mengabadikan momen di Curug Walet dengan berfoto-foto ria.

Alamat Curug Walet

Curug Walet berlokasi di Desa Ciasihan, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Dari pusat kota Bogor ke sini, jaraknya sekitar 38 km dan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

Harga Tiket Curug Walet 2024

Tiket masuk ke Curug Walet berkisar Rp 20.000. DItambah biaya untuk parkir motor Rp 5.000 dan untuk mobil Rp 10.000.

Itu tadi informasi seputar wisata Curug Walet di Bogor. Keindahan alamnya yang masih alami, mungkin bisa memberikan kamu kesan liburan yang tak terlupakan.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Deretan Tempat Wisata yang Didatangi IShowSpeed Selama di Indonesia



Jakarta

Kedatangan Youtuber IShowSpeed diyakini turut mempopularkan destinasi pariwisata Indonesia. Secara langsung, dia mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia yang didatangi.

Youtuber IShowSpeed mencuri perhatian netizen Indonesia karena kedatangannya disiarkan langsung dan ditonton lebih sejuta netizen. Selama di Indonesia, dia berkeliling Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

detikTravel telah merangkum nih, tempat wisata yang didatangi IShowSpeed selama di Indonesia. Bisa jadi referensi liburan kamu.


1. Kota Tua

Heboh! IShowSpeed Dapat Hadiah Nasi Padang dari PenggemarnyaSpeed di Kota Tua, Jakarta (YouTube/IShowSpeed)

Hari pertamanya, IShowSpeed langsung live streaming di Kota Tua, Jakarta. Saat dia turun dari mobil, para penggemar langsung menyambutnya.

Selama di Kota Tua, Speed seru-seruan dengan bermain di Rumah Hantu. Dia juga mencoba jasa ramal dan bergoyang mengikuti alunan musik angklung yang bergema di Kota Tua.

2. Pasar Baru

Setelah dari Kota Tua, Speed menuju ke pasar Baru di Jakarta Pusat. Selama berada di Pasar Baru, IShowSpeed sempat mengunjungi toko batik dan melayani permintaan swafoto pengunjung. Para penggemar terus mengikuti IShowSpeed sampai dia masuk ke mobilnya, yang diparkir di depan Antara Heritage Center di Pasar Baru.

Informasi nih untuk traveler, di pasar Baru kamu juga bisa belanja thrifting lho. Banyak barang-barang menarik yang bisa kamu buru.

Serta Pasar Baru juga surga bagi pecinta fotografi, karena banyak tempat service kamera bagus di sana.

3. Jalan Malioboro

IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024).IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024). (Youtube.com/@IShowSpeed)

Saat di Yogyakarta, Speed menyusuri Jalan Malioboro dengan andong hingga ke Pasar Beringharjo. Dia pun streaming memakai blangkon yang dihadiahi oleh fansnya.

Speed pun singgah ke toko batik bernama Hamzah Batik. Ia disambut para penari dari Raminten Kabaret Show. Di sana, ia dikenakan batik dan disodori makanan khas Yogyakarta yakni bakpia.

Di sana Speed juga menabuh gendang diiringi pemusik tradisional lainnya. Kemudian, petualangannya berlanjut dengan memasuki area toko batik. Matanya langsung tertuju ke tenan penjual jamu. Penasaran, ia pun memesan segelas minuman tradisional tersebut. Oleh sang acaraki, Speed diberikan segelas jamu beras kencur.

4. Alun-alun Kidul Yogyakarta

iShowSpeediShowSpeed di Alun-alun Kidul Yogyakarta (YouTube)

Speed selalu dikerubungi fansnya saat berkeliling Yogyakarta. Salah satunya saat dia menyuruh fansnya dengan kalimat “minggir lu miskin” saat berkunjung ke Alun-alun Kidul. Kalimat spontan itu pun langsung trending di medsos.

Netizen merespons dengan berbagai komentar kocak. Mereka juga menanyakan siapa yang mengajarkan kalimat itu kepada Speed?

5. Uluwatu

Sat di Bali, salah satu tempat yang dituju Speed adalah menonton tari kecak di Uluwatu. Tak hanya menonton, Speed juga ikut menari dan melenggak-lenggok dengan gerakan ala kadarnya bersama seniman yang sedang tampil.

Soraakn penonton pun meramaikan penampilan Speed. Apalagi saat Speed dan Hanoman memparodikan selebrasi ala CR7.

6. Monkey Forest Ubud

Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed.Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed di Monkey Forest Ubud (YouTube/IShowSpeed)

Berkunjung ke Monkey Forest Ubud, Speed juga berselfie dan berfoto dengan monyet liar di sana. Saking lucunya, foto selfie Speed dengan monyet pun tersebar dan jadi bulanan lelucon netizen.

Saat di sana, mikrofon Speed sempat dibawa kabur oleh para monyet. Setelah pencarian dan mencoba melacak, Speed terpaksa merelakan mikrofonnya hilang.

7. Pasar Seni Ubud

Saat di Pasar Seni Ubud, Speed membeli jersey Cristiano Ronaldo. Saat berkeliling Speed pun ditawari souvenir spesial berbentuk penis. Dia pun kaget dan bertanya fungsi dari benda khas dari Bali ini. Kemudian pedagang mengatakan jika itu adalah pembuka botol.

8. Naik ayunan raksasa di Ubud

Selama di Bali, Speed terlihat berkunjung ke beberapa tempat menarik. Salah satunya adalah ayunan raksasa yang lokasinya berada di pinggir tebing Ubud. Aksi kocaknya pun terlihat saat ayunan diayun lebih keras dan tinggi. Speed pun berteriak-teriak “santai.. santai..”.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

3 Curug untuk Canyoning di Gunung Menir Bogor



Bogor

Gunung Menir di Kecamatan Pamijahan, Bogor menjadi surga bagi para pecinta olahraga ekstrem, khususnya canyoning. Tiga curug ikonis di kawasan ini, Curug Hordeng, Curug Tebing, dan Curug Saderi, menawarkan pengalaman seru dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

Muhammad Rian Fermana, seorang instruktur canyoning setempat, menjelaskan keunggulan masing-masing curug yang dapat memuaskan hasrat petualangan para wisatawan.

1. Curug Hordeng: Pilihan Aman untuk Pemula

Curug Hordeng, dengan ketinggian 8 meter, cocok bagi pemula yang ingin menjajal canyoning untuk pertama kalinya. Aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga peserta dapat belajar teknik dasar canyoning tanpa terlalu khawatir.


“Curug ini ideal untuk pemula. Dengan ketinggian yang tidak terlalu ekstrem, peserta bisa beradaptasi dengan olahraga ini sambil menikmati keindahan alam,” ujar Rian saat diwawancarai detikTravel pada Minggu (22/12/2024).

2. Curug Tebing: Tantangan dengan Tebing Vertikal

Curug Tebing menjadi favorit para petualang berkat ketinggiannya. Ketinggian Curug mencapai 15-16 meter serta karakteristik tebing vertikal.

“Curug ini memiliki debit air yang stabil dan cocok untuk aktivitas canyoning sepanjang tahun,” ungkap Rian.

“Karakter vertikal dari Curug Tebing membuatnya lebih cocok untuk aktivitas canyoning. Stabilitas debit airnya juga menjadi alasan mengapa kami terus memasarkan destinasi ini,” tambah Rian.

3. Curug Saderi: Sensasi Ekstrem di Ketinggian 25 Meter

Bagi penggemar adrenalin sejati, Curug Saderi adalah pilihan utama. Dengan ketinggian hingga 25 meter dan debit air yang deras, curug ini memberikan tantangan ekstrem.

“Ini adalah curug tertinggi di kawasan Gunung Menir. Para peserta harus benar-benar siap fisik dan mental untuk menaklukkan curug ini,” ujar Rian.

Terdapat Curug baru yang akan dicanangkan oleh Riyan dan Timnya, Yaitu Curug Ciampea yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selain ketiga curug utama di Gunung Menir, Rian juga memperkenalkan Curug Ciampea yang baru saja dibuka pada Desember 2024.

“Curug ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan ketinggian sekitar 22 meter,” kata Riyan.

Namun, Curug Ciampea memiliki tantangan tersendiri. Debit air curug yang tidak stabil menjadi tantangan bagi pengelola aktivitas ekstream ini.

“Curug ini agak horizontal, sehingga aliran airnya bisa sangat deras saat musim hujan. Tetapi jika musim kemarau, debit airnya justru kecil,” tambah Rian.

Pada Januari 2025, Rian dan timnya telah merencanakan 20 trip canyoning. Masing-masing 10 trip di Curug Tebing dan Curug Ciampea.

Riyan juga memberikan pesan kepada wisatawan bahwa jangan pernah takut mencoba canyoning atau aktivitas ekstream lainnya. Karena aktivitas ekstrem biasanya mampu menghilangkan stress.

“Jangan bosan untuk berlibur, jangan takut untuk menikmati alam. Dalam kondisi apa pun, alam selalu bisa membantu kita menyegarkan diri dan memperbaiki jiwa setelah rutinitas yang melelahkan,” kata Rian.

Canyoning di Gunung Menir bukan hanya tentang petualangan ekstrem, tetapi juga cara menikmati keindahan alam Bogor yang memukau. Dengan karakter unik masing-masing curug, kawasan ini layak menjadi destinasi liburan traveler berikutnya.

Siapkah Anda menjelajahi Curug Hordeng, Curug Tebing, atau Curug Saderi? Jangan lewatkan juga kesempatan mencoba Curug Ciampea yang baru saja dibuka di tahun 2025!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Libur Long Weekend ke Pulau Peucang TN Ujung Kulon, Begitu Memikat



Pandeglang

Pulau Peucang bisa menjadi pilihan untuk mengisi hari libur atau akhir pekan. Pasalnya, di Pulau Peucang menyajikan keindahan alam yang sangat alami.

Pulau Peucang terletak di ujung barat pulau Jawa atau di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional Ujung Kulon.

Hal itu tertuang dalam SK Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023. Di kawasan itu terdapat 14 situs warisan geologi (geosite), enam situs keanekaragaman hayati atau biodiversity, dan dua situs keragaman budaya (cultural sites).


Untuk menuju ke pulau, membutuhkan waktu perjalanan laut sekitar dua sampai tiga jam, dari Pelabuhan Sumur, Pandeglang. Begitu tiba di lokasi, kita akan disambut pasir putih, air laut biru dan tenang.

Di sana, kita bisa melihat ragam penghuni air dengan melakukan snorkeling atau diving. Ombak yang tenang, cocok untuk bermain air. Gerombolan ikan akan ikuti menemani saat bermain.

Pulau Peucang TN Ujung KulonPulau Peucang TN Ujung Kulon (Foto: Aris Rivaldo/detikcom)

Tak hanya itu, di kawasan Pulau Peucang bisa ditemukan satwa darat yang hidup bebas, seperti rusa, monyet, banteng, burung merak. Hewan-hewan itu tak akan mengganggu waktu liburan kita.

Pemandangan sunset atau mata hari tenggelam juga bisa dinikmati saat senja. Keindahan langit itu, bisa membuat kita ingin bertahan lebih lama.

Wajar saja jika Pulau Peucang dikunjungi wisatawan setiap liburan, atau pada saat akhir pekan. Mereka sengaja datang untuk menikmati semua jejak keindahan yang ditawarkan.

Untuk menuju Pulau Peucang, kita bisa mengikuti open trip yang dibuka oleh warga lokal. Jika mengikuti open trip ongkos perjalanan akan lebih murah. Untuk harga, sekitar Rp 600 sampai 750 ribu. Tarif tersebut sudah dapat makan, dan penginapan selama kegiatan.

Sudah saatnya luangkan waktu liburan ke Pulau Peucang. Ajak keluarga atau teman dekat untuk diajak berlibur.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Sukabumi



Sukabumi

Di selatan Kabupaten Sukabumi, jauh dari jalan utama dan keramaian wisata populer, Pantai Minajaya terhampar tenang. Pasir hitamnya memanjang, bersentuhan langsung dengan laut lepas yang tak dibatasi beton atau pemecah ombak.

Suasana di sini terasa seperti ruang jeda tak terlalu banyak pengunjung, tak banyak bangunan, hanya suara air dan angin.

“Tempatnya bersih dan sepi. Tidak banyak hal yang dibuat-buat. Saya malah senang enggak ada warung-warung besar di tepi pantai,” kata Dira, warga Bandung.


Dira berjalan menyusuri pasir yang sedikit lembap. Sesekali ia melihat karang-karang kecil dan jejak kaki burung. Ia memilih duduk di bawah pohon cemara laut, membentangkan tikar kecil, dan membuka bekal yang dibawanya dari penginapan. Tak ada musik, tak ada jaringan internet yang stabil dan itu justru membuatnya betah.

Beberapa ratus meter dari tempat Dira duduk, Arman (34) seorang mahasiswa semester akhir dari salah satu universitas di Bogor terlihat sibuk menyiapkan kamera DSLR di atas tripod. Ia sudah lima kali datang ke Minajaya sejak 2022 dan hampir semuanya untuk memotret lanskap pantai.

“Pantai ini punya karakter yang kuat. Langitnya terbuka, garis pantainya panjang, dan kadang bisa lihat perahu nelayan masuk di ujung timur. Kalau sore, pantulan cahaya di pasir basah itu luar biasa,” ujar Arman.

Tak hanya untuk fotografer, Minajaya juga cocok bagi wisatawan yang butuh suasana tenang. Ombaknya sedang, tidak terlalu keras, dan pasirnya padat cukup nyaman untuk berjalan kaki.

Pantai Minajaya, Sukabumi.Pantai Minajaya, Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Beberapa titik menawarkan latar menarik untuk berfoto, mulai dari susunan batu karang hingga pohon tunggal yang berdiri sendiri di tepi pantai.

Saat ini, Pantai Minajaya sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet umum, dan beberapa gazebo yang dikelola oleh warga. Akses jalannya pun semakin baik.

Untuk yang ingin berkunjung ke lokasi ini, waktu terbaik adalah pagi dan sore hari. Sinar matahari tidak terlalu terik dan pantulan cahaya di air terlihat lebih dramatis.

Disarankan membawa bekal makanan, alas duduk, serta kantong sampah pribadi. Jaringan internet terbatas, namun justru itulah daya tarik tempat ini pengunjung bisa benar-benar lepas dari layar telepon seluler.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar, baca selengkapnya di sini.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ambisi Pulau Payung di Kepulauan Seribu Jadi Surga Glamping



Jakarta

Pulau Payung di Kepulauan Seribu berbenah untuk menjadi destinasi wisata yang siap bersaing secara global. Sebuah wisata glamping ditawarkan.

Pulau Payung bukan pulau kosong. Pulau itu adalah pulau berpenduduk dan ada akomodasi komersial, Asha Resort.

Dengan luas sekitar 40 hektare dan populasi mencapai 40 ribu jiwa, Pulau Payung bertekad untuk bertransformasi menjadi kawasan wisata berkelanjutan.


Pada sektor pariwisata, Pulau Payung dikunjungi oleh 1.500-2.000 jiwa per bulan.

Pulau Payung tidak mengunggulkan hutan mangrove sebagai daya pikat pariwisata, sebab pulau itu tidak memiliki hutan mangrove. Kendati tidak memiliki hutan mangrove, masyarakat setempat memanfaatkan batu karang alami sebagai penahan abrasi, langkah sederhana namun efektif menjaga garis pantai dari pengikisan laut.

Akses Mudah Menuju Pulau Payung

Wisatawan dapat menempuh perjalanan menuju Pulau Payung melalui empat jalur berbeda. Dua di antaranya menggunakan kapal cepat dari Marina Ancol dan Pelabuhan Baywalk Pluit, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Alternatif lainnya, kapal kayu dari Muara Angke dan Muara Kamal (Jakarta Barat) membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

“Ada empat cara menuju Pulau Payung atau Asha, masing-masing menempuh waktu 1-3 jam perjalanan, yakni dari Marina Ancol, Pelabuhan Baywalk di PIK 2 Jakarta, serta dari Muara Angke dan Muara Kamal. Muara Kamal berbatasan dengan PIK 2, Jakarta, dan Banten, dengan pilihan kapal cepat maupun kapal kayu,” ujar Yulia, pemandu wisata dari Asosiasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (AHPI) yang bekerja sama dengan Suku Dinas Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang mendampingi detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta pada 22-23 Oktober 2025.

Asha Resort beroperasi pada 2023. Meski banyak yang mengenalnya sebagai Pulau Asha, sebenarnya lokasi resort ini berada di wilayah Pulau Payung Besar.

“Sebenarnya di sini (Asha Resort) letaknya di Pulau Payung Besar, tapi masyarakat lebih mengenalnya dengan Pulau Asha,” kata Yulia.

Asha Resort: Glamping Mewah Bernuansa Alam

Asha Resort dibangun di Pulau Payung dengan mengusung konsep glamping (glamorous camping), Resor itu menawarkan 16 unit penginapan eksklusif di tepi pantai. Proyek kedua berlanjut dengan jenama Cora.

Untuk menginap di sini, pengunjung tidak perlu lagi repot mendirikan tenda, karena setiap glamping dilengkapi fasilitas modern layaknya hotel.

Selain menginap, wisatawan juga bisa menikmati berbagai aktivitas seperti ATV menyusuri hutan konservasi dan bersantai di kafe tepi laut yang menjual paket makanan dan minuman tanpa tiket masuk tambahan. Harga paket Asha Resort dibanderol sekitar Rp 400 ribu pada weekday dan Rp 500 ribu saat weekend yang sudah termasuk transportasi kapal pulang pergi.

Menariknya, baik pengunjung yang memilih paket one day trip maupun menginap akan menikmati fasilitas transportasi laut yang sama. Terdapat dua dermaga utama, yaitu Dermaga Payung dan Dermaga Asha, tergantung paket perjalanan yang dipilih.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com