Tag Archives: tahan

Kisaran Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025


Jakarta

Dalam membangun sebuah rumah dibutuhkan fondasi yang kuat. Sebab, fondasi bertujuan untuk menyokong seluruh struktur bangunan yang berdiri di atasnya.

Salah satu material yang banyak digunakan sebagai fondasi rumah adalah batu kali. Batu jenis ini disebut cocok untuk struktur ringan seperti hunian tapak.

Harganya yang juga terjangkau membuat batu kali banyak dipilih masyarakat sebagai fondasi rumah. Ingin tahu harga batu kali terbaru di 2025? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025

Secara umum, batu kali dijual dalam satuan per meter kubik (m3). Namun, ada juga beberapa toko bangunan yang menjual dalam satuan per truk atau per pick up.

Untuk harga batu kali sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari kualitas dan lokasi penjualan. Dengan begitu, terdapat perbedaan harga batu kali yang dijual di Jakarta dan Tangerang.

Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (18/7/2025), berikut kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru di 2025:

  • Batu kali belah: Rp 180.000-Rp300.000/m3
  • Batu kali belah wilayah Jakarta: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Tangerang: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Depok: Rp 1.999.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Bekasi: Rp 1.899.000/truk (7 m3).

Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan toko bangunan. Biasanya, pihak toko akan memberikan harga yang lebih murah jika membeli batu kali dalam jumlah banyak untuk kebutuhan proyek konstruksi besar.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Kali Sebagai Fondasi Rumah

Batu kali banyak digunakan sebagai fondasi rumah karena memiliki sejumlah kelebihan, seperti kokoh dan mudah didapat. Namun, ada beberapa kekurangan dari jenis batu ini yang perlu diketahui sebelum membelinya.

Mengutip catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan batu kali sebagai fondasi rumah:

Kelebihan

  • Kuat
  • Tahan lama
  • Harga relatif murah
  • Mudah didapat di banyak toko bangunan.

Kekurangan

  • Mudah timbul retakan pada bangunan
  • Perlu teliti dalam membelinya. Jika memiliih batu kali yang sempat terendam air maka dapat memengaruhi kekuatannya.

Demikian kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru 2025 untuk fondasi rumah. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Atasi Atap Baja Ringan Berisik Saat Hujan & Angin Kencang



Jakarta

Atap baja ringan kerap dipilih untuk rumah-rumah modern karena terkenal kuat, tahan lama, dan praktis. Namun, tak sedikit pemilik rumah yang mengeluhkan suara berisik dari atap ini saat turun hujan deras atau angin kencang menerpa.

Suara denting atau gemeretak dari atap baja ringan memang bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa jadi pertanda ada yang tidak beres dengan pemasangannya.

Kenapa Atap Baja Ringan Bisa Berisik?

Dilansir dari Metal Roofing Alliance, suara berisik pada atap baja ringan umumnya disebabkan oleh tiga hal utama, yaitu:


  • Dek atap
  • Material insulasi
  • Teknik pemasangan

Selain itu, karakteristik logam itu sendiri juga memengaruhi. Logam akan berbunyi saat terkena benturan atau tekanan-termasuk tetesan air hujan. Bentuk atau struktur atap pun turut berperan. Atap yang lebih tinggi dan memiliki ruang loteng, cenderung lebih senyap dibanding atap datar.

Waspadai! Atap Berisik Bisa Jadi Tanda Masalah

Menurut Metal Roofing Alliance, atap logam yang menimbulkan suara berlebihan bisa mengindikasikan adanya kesalahan teknis. Beberapa di antaranya:

  • Pemasangan tidak sesuai standar pabrik
  • Jumlah pengencang kurang atau longgar
  • Penempatan panel atap yang tidak tepat
  • Insulasi atap tidak memadai

Jika tidak segera diperbaiki, masalah ini bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang.

Solusi Mengurangi Kebisingan Atap Baja Ringan

Melansir JJ Roofing Supplies, ada beberapa cara untuk mengurangi suara bising pada atap baja ringan:

Pastikan Proses Pemasangan Tepat

Kunci utama adalah pemasangan yang benar oleh tenaga profesional sesuai panduan pabrik.

Gunakan Insulasi & Lapisan Bawah (Underlayment)

Material ini dapat meredam suara tetesan hujan atau gesekan angin, sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Perhatikan Desain dan Kemiringan Atap

Atap dengan kemiringan curam lebih baik dalam meredam suara karena air hujan lebih cepat mengalir, tidak menumpuk di satu titik.

Manfaatkan Ruang Loteng

Ruang loteng berfungsi sebagai penyangga tambahan suara, sekaligus membantu sirkulasi udara di rumah.

Jika dipasang dengan benar dan dilengkapi insulasi yang memadai, atap baja ringan bisa menjadi investasi jangka panjang yang tak hanya tahan lama, tetapi juga memberi kenyamanan akustik bagi penghuni rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Wallcovering dan Wallpaper


Jakarta

Penggunaan wallcovering tengah menjadi tren di sejumlah masyarakat untuk mempercantik interior rumah. Namun, masih banyak yang mengira jika wallcovering dan wallpaper adalah sama.

Meski sama-sama digunakan untuk menutup dinding, tapi ternyata wallcovering dan wallpaper memiliki perbedaan cukup banyak. Singkatnya, bahan yang digunakan pada wallcovering lebih premium daripada wallpaper.

Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lain antara wallcovering dan wallpaper. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Pengertian Wallcovering dan Wallpaper

Sebelum mengetahui perbedaan antara wallcovering dan wallpaper, sebaiknya ketahui dulu definisinya masing-masing. Dilansir situs Tectonics, berikut penjelasannya:

Apa Itu Wallpaper?

Wallpaper merupakan kertas berlapis yang dapat menempel di dinding. Pada umumnya, wallpaper diterapkan pada dinding interior rumah agar terlihat lebih rapi dan estetis.

Biasanya wallpaper memiliki lebar antara 52-75 cm. Wallpaper terbuat dari material kertas atau vinyl tipis dengan motif dan warna tertentu. Pemasangannya juga cukup mudah karena hanya membutuhkan lem perekat agar menempel di dinding.

Apa Itu Wallcovering?

Wallcovering juga digunakan untuk menutup dinding ruangan. Namun, bahan yang digunakan cenderung lebih premium daripada wallpaper. Umumnya bahan yang digunakan adalah vinyl tebal, kain, serat alami, atau material sintetis dengan ukuran antara 75-140 cm.

Wallcovering lebih cocok digunakan untuk penggunaan komersial, seperti ruang kantor, rumah sakit, atau kamar hotel. Meski begitu, banyak produsen wallcovering yang menyediakan produk untuk rumah.

Perbedaan Wallcovering dan Wallpaper

Agar tidak bingung dalam membedakan wallcovering dengan wallpaper, simak penjelasannya di bawah ini:

1. Material

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perbedaan paling jelas terletak pada materialnya. Wallpaper menggunakan bahan kertas atau vinyl tipis, sedangkan wallcovering memakai vinyl tebal, kain, material sintetis, dan serat alami.

2. Daya Tahan

Wallcovering disebut memiliki daya tahan yang lebih baik daripada wallpaper. Dengan material yang premium, wallcovering dapat bertahan hingga 10-15 tahun, sedangkan wallpaper umurnya hanya 3-5 tahun saja.

Di sisi lain, wallcovering juga tahan terhadap air, api, kelembapan, tidak mudah sobek, dan anti bakteri. Sementara wallpaper akan mudah rusak jika terkena air dan suhu lembap. Apalagi jika terpapar api, tentu langsung hangus tak tersisa.

3. Pemasangan

Wallpaper cenderung lebih mudah dipasang pada dinding rumah karena hanya membutuhkan lem perekat khusus dinding. Sebaliknya, pemasangan wallcovering harus dilakukan oleh tenaga ahli karena menggunakan bahan khusus agar bisa merekat di dinding.

“Kekurangan dari wallcovering terletak pada pemasangannya. Meskipun luas area yang dicakup lebih luas dan jumlah sambungannya lebih sedikit, tapi wallcovering perlu dipasang secara profesional dan harus mengikuti panduan produsen secara tepat,” kata Paul Walden, spesialis wallcovering interior di Inggris dan Eropa.

4. Harga

Perbedaan paling nyata antara wallcovering dan wallpaper terletak di harganya. Penggunaan material premium membuat harga wallcovering jauh lebih mahal ketimbang wallpaper.

Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Kamis (31/7/2025), harga 1 roll wallcovering vinyl dibanderol sekitar Rp 5-8 jutaan. Sedangkan harga 1 roll wallpaper kualitas premium dibanderol Rp 20-80 ribuan. Sebagai catatan, harga bisa berbeda-beda tergantung dari bahan dan ukurannya.

Demikian perbedaan antara wallcovering dan wallpaper. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Selain Terlihat Indah, Ini Keuntungan Pasang Wallcovering di Rumah


Jakarta

Ada banyak cara agar interior rumah terlihat cantik dan estetis, salah satunya dengan memasang wallcovering. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tak tahu keuntungan pasang wallcovering di dalam rumah.

Bahkan, sebagian orang masih mengira jika wallcovering dan wallpaper adalah sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Singkatnya, wallcovering menggunakan bahan premium seperti vinyl tebal, kain, dan material sintetis, sedangkan wallpaper menggunakan lapisan kertas atau vinyl tipis.

Bagi kamu yang sedang membangun atau merenovasi rumah dan berencana menggunakan wallcovering pada ruangan, simak dulu sejumlah kelebihannya dalam artikel ini.


Keuntungan Pasang Wallcovering di Rumah

Sales marketing J. Josephson Sebastian mengatakan memasang wallcovering tak sekadar untuk estetika. Ada sejumlah keuntungan jika memasang wallcovering pada interior rumah, yaitu:

1. Mudah Dibersihkan

Bahan premium yang digunakan pada wallcovering tak hanya indah dipandang dan nyaman dipegang, tapi juga mudah dibersihkan. Sebastian menyebut wallcovering sangat mudah dibersihkan dari noda atau kotoran seperti debu, tumpahan saus, atau sisa makanan yang menempel.

“Sangat mudah dirawat dan dibersihkan. Jika ketumpahan saus, jus jeruk, hingga apa pun yang mengenai wallcovering, kamu cukup mengelapnya dengan kain kering atau tisu, dan tidak ada lagi noda tersisa,” kata Sebastian kepada wartawan dalam acara Goodrich Lifestyle Fest 2025, Kamis (31/7/2025).

Jika tidak menggunakan wallcovering, noda atau kotoran yang menempel di dinding terkadang sulit dihilangkan. Seiring waktu, cat dinding juga akan kusam sehingga perlu dicat ulang agar ruangan terlihat kembali cantik.

2. Desain yang Menarik

Bagi kamu yang suka desain estetis dan menarik mata, Sebastian menyarankan agar memasang wallcovering di rumah. Ada banyak desain dan motif yang menarik dan cocok untuk berbagai konsep hunian, mulai dari minimalis, modern, atau Scandinavian.

“Desain wallcovering sangat menarik karena mengikuti perkembangan tren. Contohnya wallcovering motif garis-garis yang sempat populer sekitar 15-20 tahun lalu, tapi kini populer lagi dan mendapat sentuhan baru sehingga lebih minimalis dan keren,” ujarnya.

3. Punya Kualitas Premium

Memasang wallcovering mampu membuat ruangan jadi terkesan mewah dan elegan. Ditambah bahan yang digunakan memiliki kualitas premium di kelasnya, sehingga tidak mudah rusak bahkan tahan terhadap api.

Sebastian mengingatkan wallcovering dan wallpaper memiliki perbedaan yang signifikan. Menurutnya wallpaper sudah ‘jadul’ dan banyak ditinggalkan orang karena mudah rusak. Kini banyak yang sudah beralih ke wallcovering karena punya kualitas terbaik.

“Ketika berbicara tentang wallcovering, banyak orang yang berpikir itu adalah wallpaper. Padahal wallpaper sudah ketinggalan zaman, sangat rapuh, mudah rusak, dan gampang lepas dari dinding,” jelas Sebastian.

“Saat ini, wallcovering banyak dipilih orang karena punya kualitas yang terbaik, anti api, dan anti bakteri, sehingga aman digunakan untuk hunian atau komersial,” paparnya.

4. Ramah Lingkungan

Keunggulan lain yang dimiliki wallcovering adalah ramah lingkungan. Sebastian mengungkapkan seluruh produk wallcovering milik J. Josephson telah memiliki sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) dan Health Product Declaration (HPD) Amerika Serikat.

Selain itu, sudah banyak produk wallcovering yang kini mengusung VOC (Volatile Omission Compounds) rendah. Artinya, saat memasang wallcovering di dalam ruangan maka tak akan tercium aroma material yang dapat mengganggu kenyamanan penghuni.

“Jadi kalau masuk ke salah satu ruangan yang baru dipasang wallcovering, terkadang tercium aroma dari material atau lem yang tidak nyaman di hidung. Namun karena sudah rendah VOC maka tidak akan mencium aroma yang terlalu menyengat. Hal ini tentu sangat baik untuk kenyamanan dan juga kesehatan,” pungkas Sebastian.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Tips Menghemat Listrik Tanpa Mengurangi Kenyamanan


Jakarta

Tagihan listrik merupakan pembayaran wajib bagi penghuni rumah per bulannya. Besar tagihan tersebut dapat berbeda-beda. Jika memakai token listrik, batas pemakaian listrik tergantung pada jumlah daya yang dibeli.

Meskipun pembayaran listrik merupakan kewajiban, pemilik rumah bisa lho menyiasati agar biaya pemakaian listrik tidak begitu mahal. Caranya dengan menghemat pemakaian listrik di rumah

Dilansir The Times of India, berikut tips menghemat listrik tanpa merusak kenyamanan.


Tips Hemat Listrik di Rumah

1. Strategi Pasang AC

Tidak bisa dipungkiri, saat ini hampir setiap rumah memakai AC sebagai perangkat pendingin udara paling praktis. Pada kenyataannya penggunaan AC ini salah satu penyedot daya terbesar pada listrik rumah.

Jika pemilik rumah tetap ingin memakai AC, tapi dengan listrik yang hemat coba ikuti trik ini. Atur suhu AC 24 celsius sambil kipas untuk mendinginkan udara di dalam ruangan. Sebab, semakin rendah suhu AC, semakin banyak listrik yang digunakan.

2. Manfaatkan Pencahayaan Alami

Salah satu cara menghemat listrik di rumah adalah meminimalisir penggunaan lampu. Buat banyak ventilasi cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Bisa dengan membuat jendela yang lebar dan besar, atau skylight yang bisa menerangi baik siang dan malam. Bisa juga mematikan lampu utama, lalu hanya menyalakan lampu tambahan yang wattnya lebih kecil di rumah saat tidak begitu dibutuhkan.

3. Pakai Bohlam LED

Untuk lampu utama, pilih yang hemat listrik. Bisa dengan membeli bohlam LED karena jenis lampu satu ini tidak menggunakan begitu banyak listrik. LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama. Meski bohlam ini lebih mahal, biaya listrik ke depannya lebih murah.

4. Cabut Aliran Listrik yang Tak Terpakai

Perlu diingat setiap perangkat listrik, termasuk kabel, sebaiknya dicabut apabila tidak digunakan. Sebab, listrik tetap akan terpakai apabila tidak dicabut dari stop kontak. Selain itu, membiarkan kabel masih tersambung ke stop kontak juga berbahaya apabila terjadi korsleting listrik.

5. Pilih Perangkat Hemat Energi

Selain lampu yang hemat energi, coba pilih perangkat elektronik yang berjenis sama. Harga perangkat tersebut mungkin terasa mahal di awal, tetapi selanjutnya akan menguntungkan karena bisa hemat listrik.

6. Hemat Penggunaan Mesin Cuci

Salah satu perangkat yang menyita daya listrik cukup tinggi adalah mesin cuci. Pastikan mesin cuci terisi penuh saat hendak mencuci pakaian. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu, sehingga tidak perlu buang-buang listrik mencuci terlalu sering.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Atasi Lembap di Dinding Samping Rumah


Jakarta

Dinding rumah yang lembap bukan cuma bikin tampilan jadi kusam, tapi juga bisa menimbulkan masalah serius. Mulai dari cat yang mengelupas, jamur, hingga potensi penyakit akibat udara lembap yang tidak sehat.

Masalah ini kerap terjadi di bagian dinding samping rumah yang langsung terpapar hujan, panas, atau kelembapan tanah. Kalau dibiarkan terlalu lama, dinding bisa rusak dan biaya perbaikannya pun jadi membengkak.

Lalu, bagaimana cara mengatasi dinding lembap, terutama di area samping rumah? Simak 3 langkah berikut, dilansir dari Home Building and Renovating dan New Line Painting.


1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan cat yang sudah terkelupas. Tujuannya agar permukaan dinding kembali rata dan tidak menumpuk jamur atau kotoran.

Gunakan alat pengikis cat untuk membersihkan bagian yang rusak. Jika ada noda membandel seperti minyak atau lumut, bersihkan terlebih dulu dengan air sabun dan lap bersih. Permukaan yang bersih akan memudahkan proses perbaikan berikutnya.

2. Cek Sumber Kelembapan

Setelah dinding dibersihkan, kamu perlu cari tahu penyebab utama kelembapannya. Apakah karena rembesan air hujan, pipa bocor, atau ada retakan kecil di dinding yang membuat air meresap dari luar?

Retakan halus atau lebar bisa menjadi jalan masuk air yang membuat tembok lembap dari dalam. Di sisi lain, pipa air yang bocor juga sering jadi penyebab yang tak terlihat. Kalau sumber masalahnya tidak diatasi, dinding akan terus-menerus lembap meski sudah dicat ulang berkali-kali.

3. Gunakan Cat Dasar dan Cat Ulang

Setelah memastikan dinding kering dan bebas dari masalah struktural, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar (primer). Pilih primer yang khusus untuk area lembap agar bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap jamur dan rembesan air.

Setelah itu, cat ulang tembok menggunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang tahan cuaca. Untuk dinding luar rumah, penting memilih cat yang punya ketahanan terhadap sinar matahari, hujan, dan kelembapan tinggi.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Mencegah Saluran Air Tersumbat, Jangan Asal Buang ke Wastafel!


Jakarta

Saluran air yang tersumbat sering menjadi masalah di rumah, terutama di dapur dan kamar mandi. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh rambut rontok, sisa makanan, sabun, hingga minyak bekas masakan.

Kalau dibiarkan, saluran air mampet bisa bikin aktivitas rumah terganggu. Bahkan, dalam beberapa kasus, perbaikannya bisa memerlukan jasa profesional dengan biaya yang tak murah.

Nah, agar saluran air tetap lancar dan sistem perpipaan rumah tidak bermasalah, yuk simak beberapa tips pencegahannya yang dikutip dari American Home Shield berikut ini.


1. Jangan Buang Sisa Makanan ke Saluran Dapur

Sisa makanan sebaiknya tidak langsung dibuang ke wastafel dapur. Sebaiknya, kumpulkan dan buang ke tempat sampah, atau manfaatkan sebagai kompos. Untuk minyak goreng bekas, tuang dulu ke dalam wadah tertutup setelah dingin, baru dibuang ke tempat sampah.

2. Cegah Rambut dan Sabun Menyumbat Kamar Mandi

Rambut rontok jadi salah satu penyebab utama saluran kamar mandi tersumbat. Untuk mencegahnya, gunakan kasa jaring atau perangkap rambut yang dipasang di saluran bak mandi dan pancuran. Alat ini tersedia dalam berbagai bahan, seperti silikon atau baja tahan karat.

Ikat rambut sebelum mandi agar tidak banyak yang rontok dan masuk ke saluran air. Kalau kamu memandikan hewan peliharaan seperti anjing di kamar mandi, sebaiknya tutup saluran pembuangan dengan kain lap agar bulunya tidak ikut masuk ke saluran.

3. Perhatikan Apa yang Kamu Buang ke Toilet

Toilet sebenarnya hanya dirancang untuk membuang kotoran manusia dan kertas toilet. Jangan buang barang lain seperti tisu basah, benang gigi, popok, pembalut, atau sampah rumah tangga lainnya karena bisa menyumbat pipa.

Barang-barang tersebut sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah agar sistem saluran toilet tetap lancar dan tidak macet.

Itulah beberapa cara mencegah saluran air tersumbat di rumah. Dengan kebiasaan yang tepat, kamu bisa menghindari masalah besar dan menjaga rumah tetap nyaman!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Usir Ngengat Kain Biar Baju di Lemari Nggak Digerogotin!



Jakarta

Sering menemukan lubang-lubang kecil pada pakaian? Bisa jadi itu tanda pakaian digigit oleh ngengat. Walau ada serangga lain yang bisa jadi pelakunya, yakni kumbang karpet, tetapi ia lebih mudah dibasmi daripada ngengat.

Namun, tidak semua ngengat dapat menggerogoti pakaian karena sebetulnya mereka makan tanaman. Jadi, yang menggerogoti pakaian hanyalah ngengat kain atau clothes moth.

Dilansir dari situs NY Times, ngengat kain berukuran sekitar 1 cm dan memiliki warna kuning atau keabu-abuan. Ngengat kain akan mencari tempat yang gelap, hangat, dan lembap untuk bertelur, seperti pakaian kotor apalagi jika ada noda keringat dan noda makanan.


Larva ngengat berukuran sangat kecil dan tertutup oleh lapisan perekat. Larva-larva ini yang akan memakan kain. Mereka juga sangat menyukai serat yang berasal dari hewan, seperti wol, bulu halus, dan kasmir. Salah satu mengetahui adanya larva ngengat kain yaitu terdapat jaring seperti ingus kering.

Hal yang Harus Dilakukan Jika Ada Ngengat Kain di Lemari

Untuk menghindari adanya hewan pengganggu pakaian ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuang pakaian yang sudah rusak parah yang tidak bisa diperbaiki lagi. Tidak peduli jika itu adalah pakaian kesayangan karena bisa jadi dihinggapi ngengat.

Kemudian, bersihkan lemari secara menyeluruh. Ngengat kain dan larvanya sangat menyukai sudut dan celah yang gelap. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan lemari untuk mencegah timbulnya sarang ngengat.

Cara lain yang juga unik adalah panaskan atau dinginkan pakaian wol. Namun, pastikan pakaian wol tidak memiliki manik-manik atau plastik. Panaskan pakaian wol di dalam oven atau dinginkan pakaian wol di dalam freezer.

Selain itu, bisa juga lindungi pakaian dengan kantong pakaian plastik yang tertutup rapat. Namun, penyimpanan kedap udara ini harus dibarengi dengan lemari yang harus sering dibuka juga. Membuka tutup lemari dapat mencegah ngengat berkeliaran karena mereka tidak menyukai cahaya dan gerakan.

Produk pengharum lemari juga bisa mengusir ngengat asal terbuat dari bahan kayu cedar atau minyak cedar. Dikutip dari situs Good House Keeping, minyak cedar merupakan bahan pencegah yang paling umum digunakan dan tahan lama. Jika tidak suka aroma minyak cedar, bisa diganti dengan aroma lavender, cendana, atau eukaliptus.

Dari semua yang telah disebutkan, hal terpenting adalah mencuci pakaian dengan bersih dan mengeringkannya. Jangan biarkan ada pakaian yang belum kering sepenuhnya karena dapat membuat lemari menjadi lembap. Pastikan lemari memiliki ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Faktor Penyebab Dapur Terasa Lembap dan Panas Meski Tidak Dipakai


Jakarta

Dapur hampir setiap hari pasti digunakan selama ada penghuni di dalamnya. Ruangan ini seharusnya dibuat sama nyamannya seperti kamar tidur karena terkadang memasak membutuhkan waktu yang lama dan bisa dilakukan tanpa duduk.

Kenyataannya sering ditemui beberapa dapur terasa pengap, lembap, panas, dan tidak nyaman untuk berada lama-lama di dalamnya. Kondisi ini bukan dikarenakan kompor sedang menyala atau banyak sumber panas sedang digunakan. Melainkan ada faktor eksternal yang terkadang tidak disadari oleh penghuni rumah.

Kondisi dapur yang panas dan lembap meski tidak digunakan juga bisa memicu percepatan munculnya jamur di dinding, kitchen set hingga ke plafon. Munculnya jamur hitam pada area rumah dapat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyerang sistem pernapasan.


Lantas, apa saja faktor yang dapat memicu dapur terasa panas dan lembap selain kesalahan terhadap desain dapur tersebut?

Dilansir dari Europe Enchanting, berikut beberapa penyebab dapur terasa panas dan lembap beserta cara mengatasinya.

1. Ventilasi Udara

Ventilasi udara adalah komponen penting pada rumah yang tidak boleh dilewatkan, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi. Fungsinya bukan hanya untuk akses cahaya alami masuk ke dalam rumah, melainkan untuk jalur pertukaran udara panas di dalam dengan area luar yang segar. Dengan begitu, dapur tidak akan terasa lembap.

Apabila sudah terlanjur membuat dapur tanpa ventilasi, siasati dengan memasang AC sehingga dapur tidak akan terasa panas dan tidak begitu lembap. Bisa juga memakai kipas angin, tetapi kurangnya adalah tidak bisa membuat suhu jadi lebih sejuk.

2. Curah Hujan

Faktor luar yang menyebabkan dapur terasa panas dan lembap adalah suhu udara di luar yang turun drastis serta kandungan air di udara jadi lebih tinggi. Apabila bagian dapur terdapat pintu area belakang, ini dapat menyebabkan udara dingin tersebut mudah masuk ke area dapur. Oleh karena itu udara di dapur terasa menyesakkan.

Untuk menjaga dapur tetap kering adalah dengan memakai cat tahan air pada dinding rumah bagian luar. Pastikan cat tersebut tahan terhadap jamur, lumut, dan bisa mencegah air hujan meresap ke dalam dinding. Selain itu, juga lakukan waterproofing pada atap rumah, supaya air hujan tidak merembes masuk melalui atap.

3. Lantai Tidak Tahan Air

Kelembapan juga bisa muncul dari lantai. Hal ini ditandai dengan lantai yang selalu basah atau terasa dingin padahal udara sedang panas. Penyebab lantai menjadi celah masuknya kelembapan adalah lapisan adukan semen pada lantai tidak kedap air dan penuh. Air tanah memiliki celah untuk naik dan merembes ke lantai.

Cara mengatasinya mau tidak mau harus dengan membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Hal ini dilakukan hanya jika kondisi lantai sudah sangat buruk.

4. Kamar Mandi

Sebenarnya ada anjuran untuk tidak meletakkan dapur di dekat kamar mandi. Menurut paham feng shui, hal itu dapat memengaruhi aliran energi baik di rumah atau qi.

Selain dari feng shui, letak dapur dekat dengan kamar mandi juga bisa menjadi salah satu faktor ruangan tersebut terasa panas dan lembap. Biasanya kamar mandi sering terpapar air dan jarang kering serta minim ventilasi udara sehingga memengaruhi kelembapan sekitar.

Apabila tata letak di rumah tidak bisa diubah, cara mengatasinya adalah dengan memasang exhaust fan. Perangkat elektronik ini adalah kipas angin yang dirancang untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Cara lainnya adalah dengan menaruh kapur barus atau kamper untuk mengurangi kelembapan pada kamar mandi.

Itulah sederet faktor penyebab dapur terasa lembap dan panas walau tidak sedang dipakai.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Pilih Kitchen Set Anti Jamur dan Rayap, Dijamin Tahan Lama



Jakarta

Saat ini kitchen set merupakan komponen yang hampir ditemukan di setiap dapur. Kitchen set dapat membuat tampilan dapur jauh lebih rapi dan memiliki ruang penyimpanan yang luas.

Namun, kitchen set ini tidak dapat dibeli sembarangan karena ukurannya harus disesuaikan dengan luas dapur, jumlah yang diperlukan, hingga material yang ingin dipakai. Dalam kata lain, kitchen set merupakan barang yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Lantas, bagaimana cara memilih kitchen set yang sesuai dengan keinginan dan tahan lama?

Tips Pilih Kitchen Set yang Cocok buat di Dapur

Menurut manajer FurnitureMu Sidiq saat membeli kitchen set konsumen harus berkonsultasi terlebih dahulu. Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap rumah memiliki ukuran dan bentuk dapur yang berbeda. Setidaknya konsumen mengetahui luas ruangan, terutama ruang kosong yang hendak diisi dengan kitchen set.


Setelah itu, dari pihak pembuat atau desainer interior akan datang ke rumah untuk melihat secara langsung dan menanyakan konsep kitchen set seperti apa yang diinginkan konsumen.

“Harus survey lokasi mengukur ruangan, berkomunikasi dengan konsumen maunya seperti apa. Kemudian kita buatkan desain dan kita konsultasikan ke konsumen apakah sudah sesuai atau ada revisi jika sudah sesuai, buat gambar kerja lalu eksekusi,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

Pada saat konsultasi, konsumen bisa menanyakan apa saja, seperti bahan yang paling direkomendasikan atau pilihan bahan kitchen set yang bagus tetapi masuk dengan jumlah modal yang dimiliki.

Apabila ingin mendapat rekomendasi sebelum bertemu dengan produsen, Sidiq mengatakan bahan kitchen set yang disarankan olehnya adalah multiplek finishing HPL. Bentuk material ini mirip dengan penampakan kayu, tetapi sebenarnya ini bukan kayu asli. Kisaran harga mulai dari Rp 1,7-1,8 juta per meter.

Sidiq mengungkapkan kitchen set dari bahan kayu saat ini sudah terlindungi dari risiko lembap karena barang tersebut akan dipasang dengan jarak aman dari sumber panas. Meskipun kitchen set terkena hawa panas saat memasak, kualitasnya tetap terjaga.

“Sebetulnya tidak terlalu karena pemasangan kitchen set biasanya jarak antar kabinet bawah dan atas sudah disesuaikan sehingga risiko terkena panas dan air bisa dikurangi,” jelasnya.

Sidiq menyarankan material lain agar konsumen lebih tenang dari serangan jamur dan rayap, yakni PVC board yang terbuat dari bahan plastik polyvinyl chloride dan material aluminium.

“Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya.

Setelah memilih bahan dan bentuknya termasuk bentuk penyimpanan di dalam lemari, kitchen set akan dibuat dan dipasang di dapur.

Demikian tips dan penjelasan mengenai cara memilih kitchen yang pas di dapur. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com