Tag Archives: tahan

Antisipasi Kantong Jebol! Ini 5 Jenis Lantai yang Tahan Lama



Jakarta

Pemasangan lantai menjadi proyek yang mahal dan cukup memakan banyak waktu, sehingga untuk menggantinya memerlukan pertimbangan yang sangat matang dan memilih jenis lantai yang tahan lama.

Banyak jenis lantai yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama, namun itu saja tidak cukup. Pastinya kamu juga tidak ingin mendapatkan goresan dan retak pada lantai rumah.

Melansir The Spruce, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa pilihan lantai yang paling tahan lama sebagai rekomendasi untuk lantai rumah kamu.


Lantai Vinyl

Lantai vinyl menjadi pilihan terbaik untuk ketahanan murni juga memiliki ketahanan pada kelembapan. Jenis lantai ini seperti lembaran atau papan yang menjadi pilihan sangat baik untuk merenovasi dapur atau kamar mandi.

Keramik dan Porselen

Ubin keramik dan porselen lebih unggul dibandingkan jenis lantai lain, terutama karena tampilannya. Ubin sangat tahan terhadap goresan dan tumpahan, namun jika benda berat jatuh di atasnya, ubin pasti akan mengalami keretakan.

Satu ubin yang retak dapat diganti tanpa mengganggu lantai lainnya. Pemasangan oleh ahli membantu meningkatkan daya tahan. Lapisan bawah yang tidak tepat atau rongga yang tersisa di bawah ubin dapat menyebabkan keretakan.

Laminasi

Laminasi menjadi lebih tahan lama karena saat ini produsen meningkatkan lapisan aus dan dasarnya. Lapisan atas dapat sangat terhadap goresan dari benda tajam dan furniture.

Disarankan untuk tidak dipasang di lingkungan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Namun, kamu bisa membeli laminasi kedap air karena laminasi kedap air tidak mengandung kayu sama sekali.

Jika mempertimbangkan ketahanan, lantai vinyl bisa menjadi pilihan daripada lantai laminasi.

Lantai Beton

Lantai beton menyediakan permukaan yang seragam untuk penggunaan komersial dan merupakan lantai yang sedang tren karena daya tahannya. Beton adalah lantai dalam ruangan yang paling tahan lama.

Namun, beton tidak cocok di semua ruangan tetapi bisa menjadi tambahan yang layak untuk ruang-ruang tertentu yang lembap dan sering terkena goresan. Hal ini karena beton tahan lembap dan anti terhadap goresan.

Kayu Keras Padat

Lantai kayu keras padat merupakan salah satu lantai yang paling tahan lama. Jika lantai tergores, lantai dapat diamplas. Setelah satu atau dua kali pengamplasan, sebagian besar lantai kayu padat akan kembali ke tampilan aslinya yang halus.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Ingin Bangun Pagar Rumah? Ini 10 Hal yang Penting Diperhatikan


Jakarta

Pagar termasuk elemen penting pada sebuah rumah. Selain menawarkan keamanan dan meningkatkan privasi penghuni rumah, pagar mampu mempercantik tampilan hunian.

Namun sebelum membangun pagar, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini supaya pagar yang dipasang kokoh tahan lama dan proyek pembangunan pagar tidak mengganggu tetangga. Lantas, apa saja yang mesti diperhatikan?

Tips Sebelum Membangun Pagar Rumah

Dilansir Better Homes & Gardens dan MasterClass, berikut sederet hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang pagar rumah:


1. Tentukan Tujuan Pasang Pagar

Sebelumnya, pastikan tahu tujuan membangun pagar lebih dulu. Jika ingin memasangnya supaya rumah aman dan privasi terjaga, maka pagar dapat dibuat tinggi dan kokoh agar tidak mudah dibobol.

2. Ketahui Batas Properti

Detikers harus tahu batas properti yang dimiliki di bagian depan, belakang, kanan, dan kiri. Hal ini untuk memastikan pagar dibangun dalam lingkup tanah sendiri, bukan di area milik orang lain.

3. Ukur Area Pagar

Setelah tahu batas ujung propertinya, tetapkan ukuran dan di mana pagar akan dipasang. Gunakan alat meteran untuk mengukur area yang ingin dibangun pagar, dan catat agar tidak lupa.

Pada saat ini, kamu bisa mulai mempertimbangkan model pagar yang cocok sesuai keinginan. Tentukan pula bentuk dan panjang pagar.

4. Tandai Jalur Perpipaan

Jika menggunakan layanan PDAM, detikers mesti tahu jalur perpipaan yang dilewati. Kalau perlu, tandai sepanjang jalurnya agar tidak terdampak pembangunan pagar. Berlaku pula untuk saluran air, sanitasi, dan perpipaan lainnya.

5. Pilih Material Pagar

Material pagar yang digunakan berdampak pada tampilan, daya tahan, dan perawatannya. Umumnya pagar terbuat dari kayu, tapi bisa juga dari bahan alternatif seperti aluminium, baja, vinyl, maupun bambu.

6. Pertimbangkan Menggunakan Jasa Tukang

Pagar rumah dapat dibuat sendiri jika detikers bisa melakukannya. Namun jika proyek pagar yang dibangun berskala besar, pemakaian jasa tukang boleh dipertimbangkan. Bisa tukang harian ataupun kontraktor, sesuaikan dengan budget.

7. Pikirkan jika Ingin Menambah Dekorasi

Banyak pemilik rumah tidak hanya memasang pagar tetapi juga menambahkan dekorasi seperti tanaman atau pohon di sekitarnya. Bila ingin sekaligus menghiasi sekeliling pagar, kamu bisa mulai memikirkan tanaman yang cocok dan letak ditanamnya.

Pertimbangkan pula pintu pagar untuk jalur keluar masuk. Bisa dibuat satu atau dua jalur sesuai yang dibutuhkan. Jika ada dekorasi lain yang ingin ditambahkan pada pagar, bisa mulai dipikirkan juga.

8. Pertimbangkan Iklim

Membangun pagar rumah juga perlu mempertimbangkan iklim di wilayah tempat tinggalmu. Seperti pagar bermaterial kayu, bambu, dan logam paling tahan lama di iklim dingin, sementara vinyl lebih cocok untuk hunian di daerah hangat dan lembap.

Pemasangan pagar juga mesti diperhatikan untuk mencegah terangkatnya tiang. Sebagai contoh di wilayah yang mengalami dingin beku, tiang perlu ditancapkan pada lubang cukup dalam supaya tidak terangkat ketika air di bawah tanah membeku.

9. Rencanakan Anggaran

Setelah mengetahui material, model, hingga proses pemasangan pagar yang diinginkan, detikers dapat menghitung perkiraan budget yang dikeluarkan. Apabila biaya melebihi anggaran yang disiapkan, kamu bisa mempertimbangkan ulang material yang dipilih. Penting untuk merencanakan budget dengan benar agar tidak boncos.

10. Beritahukan Pembangunan kepada Tetangga

Sebelum memulai proyek, detikers dapat memberitahukan rencana pemasangan pagar kepada tetangga. Hal ini untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan pembangunan tidak terlalu mengganggu kenyamanan tetangga.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, detikers bisa punya pagar yang pembangunannya tidak mengganggu tetangga. Seluruh fasilitas dan sarana umum masih bisa digunakan tanpa gangguan berarti.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Lindungi Rumah dari Banjir Pakai Jurus Ini



Jakarta

Banjir dapat menjadi ancaman serius bagi rumah, terutama di daerah yang rawan terkena dampak bencana ini. Untuk melindungi hunian dan barang berharga, ada beberapa solusi praktis yang dapat diterapkan.

Pertama, membuat sumur resapan atau biopori dapat membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan di permukaan. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan memasang jeruji untuk mencegah penyumbatan sangat penting agar aliran air tetap lancar.

Langkah lain yang efektif adalah meninggikan lantai rumah dan menggunakan konstruksi tahan banjir, seperti rumah panggung, yang telah terbukti berhasil menghindari genangan saat banjir besar.


Gunakan Material Tahan Banjir

Melansir Archdaily, pada Minggu (10/11/2024), material tahan banjir adalah jenis material yang mampu bertahan ketika terendam banjir selama minimal 72 jam tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Air banjir dapat muncul dalam bentuk genangan (hidrostatik) atau aliran (hidrodinamik).

Dan terkadang dapat menyebabkan pergeseran pada dinding pondasi, keruntuhan bangunan, pengapungan tangki bahan bakar, serta erosi. Istilah kerusakan yang signifikan merujuk pada kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih dari sekadar pembersihan atau perbaikan kosmetik yang murah, seperti pengecatan.

Untuk menghindari kerusakan tersebut, material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih.

Contoh material tersebut meliputi beton, bata berlapis kaca, insulasi sel tertutup dan busa, perangkat keras dari baja, kayu lapis yang telah diberi perlakuan tekanan dan kelas laut, ubin keramik, lem tahan air, cat epoksi poliester, dan berbagai jenis lainnya.

Meninggikan Bangunan

Sebagai langkah awal, arsitek perlu merancang struktur yang berada di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan jika banjir terjadi. Salah satu metode umum adalah dengan membangun struktur di atas kolom atau panggung.

Dalam situasi lain, fondasi yang kuat dapat dinaikkan ke ketinggian yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, seperti panduan mengenai konstruksi pesisir.

Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer yang Tahan Air

Ada dua jenis pelapisan anti banjir yaitu kering dan basah. Pelapisan anti banjir kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang dirancang untuk menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan.

Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air, yang berfungsi untuk menyegel dinding luar agar tidak dapat ditembus oleh air.

Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya menggunakan insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

Selain itu, pelapis dan sealant juga dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah, karena bukaan ini biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

Menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir adalah salah satu cara terbaik untuk melindunginya. Peralatan ini mencakup pemanas, ventilasi, pendingin udara, peralatan pipa, perlengkapan pipa, sistem saluran, serta peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

Jika komponen-komponen ini terendam air banjir, bahkan hanya untuk waktu singkat, mereka dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Khususnya, peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

Oleh karena itu, sebaiknya komponen-komponen ini ditinggikan di atas permukaan air banjir. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, komponen tersebut dapat dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir dengan menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, arsitek disarankan untuk berkonsultasi dengan peraturan kota setempat.

Ratakan Rumput Pada Area Rumah

Salah satu metode terakhir yang dapat diterapkan oleh arsitek untuk mengurangi kerusakan akibat banjir adalah dengan meratakan halaman rumput agar tidak terlalu dekat dengan rumah. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan.

Sebaliknya, jika halaman rumput dimiringkan ke arah luar, air hujan akan mengalir menjauh dari rumah. Untuk mencapai tujuan ini, halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir, sehingga limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kanopi Spandek dan Alderon, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


Jakarta

Ada banyak jenis lembaran kanopi yang dijual di pasaran. Yang paling terkenal adalah kanopi spandek dan kanopi alderon. Kedua kanopi ini dinilai tahan lama dan punya kualitas yang cukup baik/.

Meskipun bisa diganti, kita harus betul-betul mempertimbangkan jenis kanopi apa yang cocok dan jadi pilihan kita. Oleh karena itu, kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan kanopi spandek dan alderon.

Apa saja kelebihan dan kekurangan kanopi spandek dan alderon?


Kanopi Spandek

Kanopi atap spandek merupakan salah satu jenis kanopi yang terbuat dari campuran bahan alumunium dan seng. Beberapa produsen juga menambahkan beberapa bahan tambahan seperti silikon ke dalam campurannya untuk meningkatkan tingkat kelenturan produk atap. Dari komposisi bahan-bahan tersebut maka akan terciptalah produk kanopi atap rumah yang awet, kokoh dan ringan.

Kelebihan

  1. Daya tahan yang baik dan awet
  2. Warna yang variatif
  3. Anti pecah, keropos serta anti rayap
  4. Pemasangan mudah
  5. Harganya terjangkau

Kekurangan

  1. Daya serap panas tinggi
  2. Bising ketika hujan

Kanopi Alderon

Kanopi alderon terbuat dari baja ringan yang kuat. Tak hanya itu, kanopi alderon juga mampu meredam panas lebih baik dari kanopi spandek. Selain itu, kanopi alderon baja ringan juga dapat mendongkrak estetika dari rumah karena bentuknya yang menarik.

Kelebihan

  1. Ramah lingkungan
  2. Mudah dibersihkan
  3. Tidak mudah terbakar
  4. Kedap suara
  5. Tahan dengan berbagai cuaca
  6. Meredam panas

Kekurangan

  1. Harga relatif mahal
  2. Pilihan warna yang terbatas, hanya terdapat warna biru dan putih

Berikut kelebihan dan kekurangan dari kanopi spandek dan alderon. Semoga dapat membantu detikers dalam memilih jenis kanopi yang sesuai dengan preferensi dan budget.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



Jakarta

Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

1. Periksa Atap

Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

2. Periksa Kabel Listrik

Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

4. Periksa Halaman Rumah

Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

5 Material Talang Air Awet Tahan Lama, Kokoh hingga Puluhan Tahun


Jakarta

Talang air termasuk bagian vital pada sebuah hunian. Fungsinya untuk mengalirkan air hujan dari atap ke tanah melalui pipa pembuangan. Dengan begitu, air tidak akan menggenang maupun membuat atap rusak.

Saat akan memasang talang air, penting untuk mempertimbangkan material yang digunakan. Tujuannya agar talang tidak mudah jebol dan tahan lama. Lantas, seperti apa material yang awet untuk talang air?

Material Talang Air yang Tahan Lama

Dilansir This Old House, berikut deretan bahan talang air yang masa pakainya awet bertahun-tahun:


1. Aluminium

Aluminum roof gutterTalang air aluminium Foto: Getty Images/Luis Diaz Devesa

Aluminium jadi material yang banyak digunakan untuk talang air. Bahannya ringan, harganya terjangkau, dan cenderung mudah dipasang. Materialnya juga tahan terhadap berbagai cuaca dan iklim.

Aluminium tahan korosi dan dapat bertahan hingga 20 tahun. Material satu ini kuat menahan benturan cukup keras tanpa menimbulkan pecah atau retak. Namun, aluminium rentan penyok dan bengkok terutama jika terkena benda atau peralatan berat.

2. Baja

Talang air baja galvanisTalang air baja galvanis Foto: Getty Images/michael1959

Baja termasuk material talang air yang paling kokoh. Terdapat dua bahan baja yang kerap dipakai: galvanis dan tahan karat (stainless).

Baja galvanis berlapis seng di permukaannya sehingga meningkatkan daya tahannya terhadap cuaca dan mencegah karat. Masa pakainya hingga 20 tahun, pemasangannya lebih mudah, dan harganya tidak terlalu mahal.

Namun jika lapisan sengnya terkikis, baja akan mulai berkarat. Apalagi jika rumah di wilayah dekat laut, air asin yang menguap di udara mampu merusak lapisan baja lebih cepat.

Sementara baja stainless mengandung paduan 10-30% kromium, sehingga lebih tahan karat. Jenis baja ini dapat bertahan hingga 25 tahun. Ketahanannya akan cuaca lebih baik, tetapi biayanya cenderung mahal dan lebih sulit dipasang.

3. Tembaga

Tembaga juga banyak dipilih untuk talang air dan atap. Materialnya tahan cuaca dan korosi serta bisa awet sampai 50 tahun jika dirawat dengan baik. Tembaga memiliki sifat algisida dan fungisida alami sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan lumut pada talang.

Talang dari tembaga memiliki nilai estetika tinggi. Saat pemasangan biasanya akan dipoles dengan pelapis untuk mempertahankan kilau metaliknya. Dengan begitu mampu menambah kesan megah pada rumah.

Sayangnya, tembaga termasuk material talang paling mahal. Bahannya tidak sekuat baja dan memerlukan pemeliharaan rutin khusus.

4. Seng

Talang Air SengTalang air seng Foto: Getty Images/OceanProd

Talang air dapat dibuat dari seng. Bahannya tahan korosi dan dapat bertahan lama. Patina seng membuat permukaan luarnya terlindungi dari pelapukan.

Namun lapisan seng rentan rusak akibat udara pantai. Pemasangan seng juga tidak boleh dibarengi dengan atap kayu karena limpasan asamnya bisa merusak atap.

5. Kayu

Mengutip Leafguard Gutters, kayu juga bisa dipakai untuk material talang air tapi penggunaannya cukup jarang. Materialnya cukup awet namun harganya mahal karena umumnya terbuat dari kayu cedar tua.

Nah, itu tadi sederet material talang air yang tahan lama. Talang air logam cenderung lebih awet dibanding terbuat dari plastik yang biasanya rentan rusak.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

5 Penyebab Cat Dinding Outdoor Mudah Mengelupas Maski Baru Diaplikasikan


Jakarta

Cat dinding mengelupas bisa bisa menjadi masalah serius pada tampilan rumah. Apalagi jika terjadi pada bagian fasad atau outdoor rumah. Cat dinding yang seharusnya tahan lama dan tahan dari cuaca apa pun justru paling cepat rusak dan mengelupas. Lantas, apa penyebabnya?

Sebelum itu, kamu harus mengetahui jika cat untuk bagian luar dan dalam rumah berbeda. Hal ini dikarenakan bahan dasar dan fungsinya yang berbeda. Cat dinding bagian luar rumah dibuat lebih tahan paparan sinar matahari, perubahan suhu ekstrem, kelembapan, jamur, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, harga cat dinding luar pun lebih mahal.

Apabila kamu sudah memakai cat dinding yang benar yakni khusus untuk outdoor, tetapi setelah diaplikasikan justru mengelupas, melansir dari Family Handyman, berikut beberapa penyebabnya.


1. Kondisi Lingkungan yang Terlalu Lembap

Kelembapan akibat hujan atau dekat dengan daerah yang basah membuat cat dinding lebih mudah terkelupas. Air yang masuk ke dalam cat membuat jaringan pengikatnya longgar sehingga mudah terkelupas.

2. Kualitas Cat yang Tak Bagus

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian outdoor rumah harus memakai cat yang berbeda dengan indoor. Selain itu, pilih juga cat yang berkualitas, jangan hanya terlena dengan harga yang murah. Biasanya cat yang mahal itu menentukan kualitas. Menerapkan cat di luar suhu dan kondisi aplikasi yang direkomendasikan pabrikan dapat menyebabkan cat terkelupas.

Cat yang bagus juga memiliki daya ikat yang kuat sehingga terkena air, kelembapan, sinar matahari, panas yang lama, cat tidak akan begitu terpengaruh. Selain itu, hindari juga pengecatan bagian outdoor saat hujan deras yang lama. Mau sebagus apa pun cat yang dipakai, waktu keringnya akan lama dan semakin rentan rusak.

Cat dinding perlu dilapisi 3-5 kali dengan jeda beberapa jam hingga lapisan sebelumnya kering. Apabila kamu tidak sabaran dan langsung melapisi dinding dengan lapisan berikutnya padahal belum begitu kering, risikonya adalah cat mudah mengelupas. Hal ini disebabkan lapisan di bawahnya masih lunak sehingga tidak menempel sempurna dan mudah rusak apabila terkena goresan, air, atau panas.

Untuk waktu tunggu cat mengering, kamu bisa mengecek instruksi di kaleng cat atau sekitar mengecek secara berkala setiap 2-3 jam sekali.

4. Permukaan Dinding yang Belum Siap Dicat

Terkadang permasalahan cat mengelupas justru disebabkan karena dinding yang belum siap. Seperti apa itu?

Misalnya kamu ingin mengecat ulang, tetapi cat lama masih menempel. Nah, kondisi seperti ini bisa merusak cat dinding yang baru. Lebih baik, kikis seluruh cat yang lama, baru kemudian lapisi dengan cat yang baru.

Kemudian, dinding yang terlalu lembap, dinding yang kasar, berjamur, itu juga perlu diatasi dahulu, sebelum dinding dilindungi dengan cat.

5. Memakai Jenis Cat yang Tidak Sesuai

Cat dinding memiliki beragam jenis. Ada yang hasil finishing-nya matte atau mengkilap karena dilapisi minyak. Nah, sebelum memutuskan untuk memakai salah satu jenis cat, kamu harus memikirkan daya tahannya dengan lokasi dinding yang akan diaplikasikan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Mencegah dan Mengatasi Atap Logam yang Berkarat


Jakarta

Atap logam menawarkan daya tahan dan estetika yang menarik. Namun tanpa perawatan yang tepat, atap logam rentan terhadap karat dan korosi. Karat tidak hanya mengurangi umur atap, tetapi juga dapat menyebabkan kebocoran dan kerusakan struktural yang lebih serius.

Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah efektif untuk mencegah atap logam berkarat, mulai dari pemilihan bahan yang tepat hingga teknik perawatan rutin. Dengan informasi ini, kamu dapat menjaga atap logam tetap dalam kondisi prima dan melindungi rumah.

Cara Mencegah dan Mengatasi Atap Logam Berkarat

Melansir RPS Metal Roofing, pada (30/11/2024), langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa atap kamu untuk mencari tanda-tanda karat. Mulailah dengan mencuci atap logam untuk menghilangkan kotoran atau debu.


Perhatikan apakah ada ring atau sekrup yang berkarat dan segera gantilah. Kamu bisa menggunakan sikat kawat untuk menghapus noda karat yang terlihat. Jika terdapat panel yang berkarat, mungkin sudah saatnya untuk meminta bantuan profesional agar dapat memeriksa dan menggantinya. Jika karat dibiarkan menyebar, hal ini dapat menyebabkan kerusakan total pada seluruh atap dan penampilannya.

Lakukan Pengecatan

Mengaplikasikan lapisan cat baru dapat memberikan perlindungan tambahan pada atap logam kamu dari korosi. Kamu juga mungkin ingin mempertimbangkan untuk menggunakan lapisan primer yang mengandung setidaknya 80% seng, karena seng efektif dalam mencegah timbulnya karat.

Pastikan untuk membersihkan atap secara menyeluruh sebelum menerapkan cat atau primer agar tidak ada kotoran yang terperangkap dalam hasil pengecatan. Sebagai aturan umum, sebaiknya cat atap setiap tiga tahun sekali untuk menjaga perlindungannya seiring waktu.

Gunakan Panel Logam Berkualitas

Saat memasang atap, penting untuk memastikan bahwa kamu menggunakan panel logam yang berkualitas tinggi. Sebaiknya, panel tersebut mengandung sejumlah seng yang dapat membantu mencegah karat pada atap logam. Seng berfungsi melindungi tepi yang terpotong, jadi pastikan panel yang kamu pilih mengandung elemen ini.

Gunakan Beberapa Jenis Pelapis

Salah satu metode yang terbukti efektif untuk mencegah karat pada atap logam adalah dengan menggunakan pelapis elastomer, silikon, atau akrilik, masing-masing memiliki keunggulannya sendiri.

Misalnya, pelapis elastomer tersedia dalam berbagai warna, sehingga dapat menjadi pilihan menarik. Pelapis ini juga berfungsi untuk mencegah masuknya udara dan kelembapan ke dalam atap.

Dengan adanya lapisan pelindung, korosi dan penyebaran karat pada atap dapat dihentikan, membentuk penghalang yang membantu mencegah kerusakan lebih lanjut. Kamu selalu dapat berkonsultasi dengan profesional untuk menentukan jenis pelapis yang paling sesuai untuk atap logam. Pastikan juga untuk membersihkan atap dengan baik sebelum menerapkan pelapis apapun.

Atap Galvanis

Salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk perawatan atap logam adalah melakukan galvanisasi. Untuk melakukannya, kamu perlu merawat atap dengan seng cair, yang memberikan lapisan perlindungan tambahan agar atap terhindar dari karat atau korosi.

Mengaplikasikan lapisan pelindung ini memiliki banyak keuntungan, alasan utama untuk melakukan ini adalah untuk mencegah karat pada atap logam kamu. Namun, ada manfaat lain, seperti meningkatkan kekuatan dan daya tahan atap.

Jika kamu sudah melihat tanda-tanda karat, galvanisasi dapat menghentikan penyebarannya. Sebaiknya aplikasikan material tersebut langsung pada area yang berkarat untuk menghentikan penyebaran karat di atap logam kamu.

Galvanisasi dengan seng juga akan memperpanjang umur atap, menjadikannya lebih tahan terhadap berbagai kondisi cuaca seperti pada musim hujan dan panas ekstrem.

Pemeliharaan dan Perawatan Rutin

Jika kamu ingin mencegah karat pada atap logam, penting untuk berinvestasi dalam perawatan rutin. Salah satu keuntungan dari atap logam adalah bahwa mereka tidak memerlukan perhatian dan perawatan sebanyak beberapa alternatif lainnya.

Namun, tetap penting untuk melakukan perawatan tahunan. Pertimbangkan untuk meminta tukang atap setempat memeriksa dan menunjukkan area yang mungkin berkarat kepada kamu.

Dengan cara ini, kamu dapat segera menangani masalah tersebut dan mencegah karat menyebar ke bagian lain dari atap. Menemukan titik-titik karat lebih awal dapat menghindarkan kamu dari masalah dan biaya yang lebih besar di kemudian hari. Jangan lupa juga untuk mengecat atap yang seharusnya menjadi bagian dari perawatan rutin atap logam.

Kamu perlu melapisi atap dengan pelindung. Setelah itu, kamu dapat melanjutkan dengan perawatan rutin, dan pastikan untuk menjauhkan cabang pohon dari atap logam, karena ini akan membantu mencegah goresan.

Jika atap tergores, logam akan terpapar udara, yang memungkinkan terjadinya penumpukan air yang dapat menyebabkan karat dengan cepat. Elemen lain seperti tanah, serpihan, dan daun juga dapat menahan air di sekitar logam.

Oleh karena itu, pastikan untuk menghilangkan semua benda ini saat membersihkan atap sebagai bagian dari perawatan rutin. Memeriksa atap juga memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi area lain yang mungkin mulai berkarat sehingga kamu dapat segera mengambil tindakan.

Jika Atap Sudah Berkarat

Hilangkan Semua Karat

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghilangkan karat sebanyak mungkin, bertindaklah segera, karena karat dapat dengan cepat menyebar ke area lain di atap. Jika kamu membiarkannya, kerusakan yang lebih parah mungkin akan terjadi.

Perbaiki bagian-bagian yang karatnya dapat ditangani dengan cepat untuk menghentikan proses korosi. Sebaiknya, hubungi perusahaan atap setempat yang dapat datang untuk mengevaluasi kerusakan dan merawat area yang berkarat.

Gunakan Lapisan Pelindung

Jika atap kamu berkarat, penting untuk mengaplikasikan lapisan pelindung. Ini akan membantu mencegah masalah karat yang lebih lanjut dengan memberikan penghalang yang lebih efektif antara atap dan lingkungan serta elemen cuaca.

Sebelum memilih pelapis, periksa berbagai opsi yang tersedia, karena beberapa pelapis menawarkan daya tahan dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan yang lain.

Itulah cara mencegah atap logam berkarat. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Bahan Sofa yang Bisa Jadi Pilihan untuk Tampilan Menarik



Jakarta

Dengan mengetahui bahan sofa terbaik tidak hanya akan mempengaruhi sofa, tetapi juga seberapa lama sofa tersebut akan bertahan. Bahan sofa mengacu pada pelapis sofa, menentukan bahan sofa adalah langkah untuk menemukan sofa terbaik.

Hal ini pastinya akan membantu mempersempit pilihan dan memastikan memilih bahan sofa sesuai dengan yang kamu inginkan.

Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa pilihan bahan sofa yang bisa menjadi panduan kamu untuk memilih bahan sofa yang tepat.


Serat Alami

Linen, katun, wol menjadi beberapa bahan sofa yang umum digunakan. Linen sering dianggap mewah, mudah dicuci, dibersihkan, dan disedot debu. Bahan linen mudah kusut dan melar sehingga cocok digunakan dalam suasana yang sangat kasual.

Katun adalah pilihan lain yang sangat baik karena lembut, mudah menyerap keringat, dan terjangkau sehingga cocok untuk suasana kasual atau tradisional. Namun, katun dapat kusut dan kurang tahan lama kecuali dicampur dengan bahan sintetis.

Bahan sofa wol ideal untuk iklim dingin. Namun, bahan ini bisa jadi agak kasar, sebaiknya pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih bahan ini.

Beludru

Bahan yang elegan dan seringkali berwarna-warni, beludru adalah pilihan yang nyaman sehingga akan menambah sentuhan elegan pada setiap ruangan di rumah. Pilih warna netral untuk tampilan yang lebih kalem.

“Beludru modern memiliki tumpukan yang lebih pendek, sehingga memberikan tampilan yang ramping dan kontemporer sekaligus sangat tahan lama dan anti noda. Bahannya lembut, dan ramah anak menjadikannya pilihan yang praktis namun mewah,” kata Thea Bloch-Neal, pendiri dan desainer Curated by Thea.

Kain Chenille

Chenille adalah bahan sofa alternatif yang bagus daripada linen yang juga merupakan pilihan yang sangat nyaman. Bahan ini cocok dengan kebangkitan gaya tahun 1970-an yang anggun di dunia desain interior.

Namun pertimbangkan tekstur pada bahan sofa ini, bahan ini rentan tersangkut. Meski begitu, detail tekstur adalah cara yang sangat baik untuk menambahkan lebih banyak daya tarik visual ke ruangan kamu.

Material ini dapat dilihat sebagai perpaduan yang pas antara beludru dan bounclé.

Kulit

Tambahkan sentuhan berkelas ke ruangan dengan menambahkan sofa kulit. Kulit menjadi pilihan yang tidak lekang oleh waktu dan serbaguna, menawarkan berbagai pilihan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Bahan kulit juga mudah dibersihkan.

Perlu diingat bahwa ada berbagai jenis kulit, seperti kulit asli yang memberikan kesan alami dan mewah sehingga membentuk patina seiring waktu dan kulit sintetis yang menawarkan alternatif yang terjangkau, meskipun kurang tahan lama.

Bahan sofa yang diwarnai anilin memiliki warna yang kaya, kulit ini menarik bagi penggemar desain tetapi lebih rentan terhadap noda karena kurangnya lapisan pelindung.

“Namun, tidak ada yang lebih baik daripada sofa kulit berwarna cerah,” kata Cheryl, seorang desainer.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Perbaiki Kitchen Set Berjamur Gegara Lembap, Mudah!


Jakarta

Dapur masa kini banyak yang dilengkapi dengan kitchen set yang berguna sebagai tempat penyimpanan barang di dapur. Bentuknya seperti lemari atau rak dan kitchen island. Lokasinya berada di atas kompor atau di bawahnya.

Ada yang perlu kamu tahu saat ingin memasang kitchen set, yakni tempat penyimpanan ini berpotensi berjamur. Penyebabnya adalah permukaannya yang mudah lembap sehingga jamur mudah berkembang di sana. Salah satu bahan kitchen set yang biasanya rentan berjamur adalah kayu.

Penyebab Kitchen Set Berjamur

Melansir dari laman JMT Kitchens and Bedrooms, kitchen set yang berjamur biasanya disebabkan karena faktor luar seperti tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak.


Meningkatnya kelembapan di sekitar kitchen memicu pertumbuhan jamur. Tandanya dengan timbulnya noda berwarna, saat dilihat dari dekat terdapat serabut halus di permukaannya. Lama kelamaan warna tersebut menghitam dan makin jelas.

Apabila didiamkan, jamur ini dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur.

Namun, tidak perlu khawatir, tidak semua kitchen set berbahan kayu seperti ini. Biasanya juga dari pihak penjual, permukaannya sudah dilapisi dengan cat khusus anti jamur dan rayap.

Namun, apabila kamu sudah menemukan tanda pertumbuhan jamur, kamu bisa mengatasinya dengan cara berikut.

Cara Mengatasi Jamur di Kitchen Set

1. Bersihkan jamur menggunakan larutan pembersih jamur dan sikat scrub.

2. Pastikan area yang dibersihkan kering. Kamu bisa menggunakan kipas angin atau dehumidifier.

3. Perbaiki kebocoran dan tambah ventilasi untuk mencegah pertumbuhan jamur kembali.

4. Gunakan cat tahan jamur. Cat dinding dan langit-langit dapur dengan cat tahan jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Kamu bisa memiliki material lain yang lebih aman dari jamur dan rayap seperti HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com