Tag Archives: tahan

Jendela Lama Tak Terpakai Jangan Dibuang, Bisa Pintu Lemari



Jakarta

Membuat pintu lemari baru dari jendela lama adalah proyek yang menarik dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah ada, kamu tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada material yang mungkin sudah tidak terpakai.

Alat dan Bahan

Melansir This Old House, untuk menyelesaikan proyek ini, kamu perlu mengumpulkan alat-alat seperti bor atau obeng, pahat, pisau serbaguna, obeng, memarut, kuas, jigsaw atau gergaji, (jika diperlukan untuk memotong), amplas dengan berbagai grit.

Serta pita pengukur, dan pensil, serta bahan-bahan seperti jendela tua, pengisi kayu, primer, cat sesuai warna pilihan kamu, engsel baru, disarankan engsel melingkar, sekrup, kenop atau tarikan, dan pengisi epoksi sebelum memulai.


Pilih dan Persiapkan Penutup Jendela

Sebelum memulai renovasi, penting untuk memilih penutup jendela yang sesuai dan mempersiapkannya dengan baik, karena langkah awal ini akan menjadi fondasi untuk proyek kamu.

Ketika memilih penutup untuk pintu lemari, penting untuk mempertimbangkan ukuran, bahan, dan gaya yang cocok dengan interior rumah kamu. Pilihlah penutup yang terbuat dari kayu yang tahan lama, seperti mahoni atau cedar, agar dapat bertahan terhadap penggunaan sehari-hari dan konstruksi.

Tempat penjualan barang bekas, pasar loak, dan platform daring adalah sumber yang baik untuk menemukan penutup antik. Disarankan untuk memilih penutup yang sedikit lebih besar dari ukuran lemari kamu, sehingga kamu dapat memotong dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

Perbaiki dan Bersihkan Jendela Lama

Setelah memilih penutup jendela, bersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kotoran, debu, dan cat yang mengelupas.

Periksa penutup tersebut untuk mendeteksi kerusakan dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Isi retakan atau lubang dengan dempul kayu, lalu amplas permukaannya hingga halus.

Lepas Perangkat Lama

Lepaskan semua perlengkapan yang terpasang pada penutup jendela, termasuk engsel, kait, dan elemen dekoratif lama yang tidak akan digunakan dalam pintu lemari baru kamu.

Gunakan obeng atau bor untuk mencabut benda-benda ini dengan hati-hati agar tidak merusak kayu.

Pengisian dan Pengamplasan

Setelah melepas perangkat keras, langkah selanjutnya adalah memperbaiki ketidaksempurnaan pada daun jendela. Isi lubang engsel lama dan lubang sekrup lainnya dengan pengisi epoksi.

Setelah pengisi benar-benar kering, gunakan kikir untuk meratakan permukaan epoksi. Kemudian, amplas seluruh permukaan daun jendela agar menjadi halus sebagai persiapan untuk pengecatan.

Mulailah dengan amplas kasar dan lanjutkan dengan amplas yang lebih halus untuk mendapatkan hasil akhir yang mengkilap.

Mengubah Jendela Berpalang Menjadi Pintu Lemari Baru

Setelah penutup jendela kamu siap, kamu dapat mulai mengubahnya menjadi pintu lemari dengan mengukur, memotong, memasang engsel, dan merakit pintu tersebut.

Ukur dan Potong

Ukur bukaan lemari dengan teliti dan tandai pada daun jendela. Jika diperlukan, gunakan gergaji ukir untuk memotong daun jendela hingga ukuran yang tepat. Pastikan untuk mempertimbangkan tumpang tindih atau bagian yang ingin kamu buat di sekitar tepi bukaan lemari.

Jika kamu membuat pintu bifold menggunakan dua daun jendela, kamu mungkin perlu menghapus rabbet atau strip penghalang cahaya di mana dua daun jendela bertemu agar tepinya menjadi halus.

Membuat Mortis Engsel

Untuk memastikan pintu berfungsi dengan baik, kamu perlu membuat lubang baru untuk engselnya. Ukur dan tandai posisi engsel, biasanya sekitar tiga inci dari bagian atas dan bawah penutup.

Buat garis tepi engsel menggunakan pisau serbaguna, lalu gunakan pahat untuk memotong kayu dengan hati-hati hingga mencapai kedalaman plat engsel. Langkah ini akan membantu pintu lemari kamu berfungsi dan tergantung dengan benar.

Merakit Pintu Lemari

Setelah lubang engsel dibuat, saatnya untuk merakit pintu lemari kamu. Jika kamu menggunakan beberapa daun jendela untuk membuat satu set pintu bifold, sambungkan daun-daun tersebut dengan engsel pintu.

Pastikan untuk menyelaraskan daun jendela dengan hati-hati agar dapat dibuka dan ditutup dengan lancar. Periksa kesejajarannya dengan meletakkan pintu yang telah dirakit pada rangka lemari.

Mengecat dan Menyelesaikan Pintu Lemari Baru

Lapisan cat baru dapat mengubah penampilan pintu lemari kamu dan memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan yang umum terjadi.

Persiapkan Penutup Jendela

Mulailah dengan mengaplikasikan lapisan cat dasar pada kedua sisi penutup jendela. Langkah ini akan membantu cat menempel dengan lebih baik.

Setelah cat dasar benar-benar kering, amplas permukaannya dengan lembut untuk menghilangkan serat atau ketidaksempurnaan yang terlihat.

Terapkan Lapisan Akhir

Terapkan dua lapis cat lateks, biarkan setiap lapisan mengering, dan amplas dengan lembut di antara aplikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

Gunakan kuas cat berkualitas tinggi atau pertimbangkan untuk menggunakan cat semprot agar hasil cat lebih merata, terutama jika jendela kamu memiliki detail yang rumit.

Pasang Engsel

Pasang engsel ke dalam lubang yang telah kamu buat sebelumnya. Bor lubang untuk sekrup agar kayu tidak pecah, kemudian kencangkan engsel pada penutup.

Jika kamu menginginkan bukaan penuh 180 derajat, yang umum digunakan pada kebanyakan lemari, kamu perlu memasang engsel melingkar.

Memasang Pintu

Tahan penutup di tempatnya pada rangka kabinet, dan mintalah bantuan jika diperlukan. Tandai posisi engsel pada rangka, kemudian buat lubang pasak yang sesuai di kabinet.

Pastikan pintu sejajar dengan baik dan pasang engsel di tempatnya. Uji fungsi pintu dan lakukan penyesuaian jika pintu tidak menutup sepenuhnya atau tidak beroperasi dengan lancar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Hebel Vs Bata Merah, Mana yang Lebih Kokoh?



Jakarta

Material yang kokoh dan tahan lama tentu menjadi pilihan ketika membangun rumah. Setidaknya ada dua material yang sering dipilih untuk membangun rumah, yaitu hebel dan bata merah.

Bata merah masih banyak dipilih orang dalam membangun rumah. Akan tetapi, banyak juga yang lebih memilih hebel atau bata ringan karena dinilai punya kelebihan daripada bata merah.

Lantas, apa sih yang membedakan antara hebel dan bata merah? Lalu lebih kuat mana di antara kedua material tersebut? Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


Pengertian Hebel dan Bata Merah

Hebel dan bata merah memiliki sejumlah perbedaan. Agar tidak bingung, simak masing-masing pengertiannya di bawah ini:

1. Hebel

Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.Foto: Lamhot Aritonang

Hebel merupakan salah satu jenis bahan material yang terbuat dari campuran beton, pasir, dan gypsum. Sebenarnya, hebel adalah sebuah merek yang memproduksi bata ringan, namun masyarakat lebih terbiasa menyebutnya hebel ketimbang bata ringan.

Berat bata hebel jauh lebih ringan daripada bata merah dan beton. Maka dari itu, proses instalasinya juga lebih mudah ketimbang material tersebut.

Selain itu, hebel juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni punya kemampuan isolasi termal yang baik serta membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan. Hebel juga tahan terhadap api dan dapat menghambat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

Hebel menggunakan pengikat seperti semen saat proses produksinya. Cara ini dilakukan agar pondasi lebih kuat, sehingga jauh lebih kokoh daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat.

Tak hanya itu, proses pembuatan bata ringan hebel juga sama seperti beton. Jadi, bahan ini memenuhi standar material untuk membuat bangunan tahan gempa.

2. Bata Merah

Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Foto: Rico Bagus

Sementara itu, bata merah adalah salah satu jenis bahan material yang sudah banyak digunakan untuk membangun rumah. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, setelah itu dibakar pada suhu tinggi.

Salah satu kelebihan dari bata merah cenderung bersifat poros dan mampu menyerap air dengan mudah. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembapan dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

Kekurangan dan Kelebihan Hebel serta Bata Merah

Adapun sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel dan bata merah. Dalam beberapa poin, hebel terlihat lebih unggul. Namun, ada beberapa hal yang membuat bata merah lebih meyakinkan daripada hebel.

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzul Rizki membagikan sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel serta bata merah. Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Hebel

Kelebihan:

  • Lebih ringan
  • Tahan api
  • Punya isolasi termal yang baik
  • Materialnya lebih kuat dan kokoh
  • Harganya cenderung lebih murah jika dihitung per meter kubik.

Kekurangan:

  • Ukurannya lebih besar daripada batu bata merah.

2. Bata Merah

Kelebihan:

  • Banyak tersedia di toko bangunan
  • Lebih mudah diangkut dan dibawa karena ukurannya lebih kecil.

Kekurangan:

  • Mudah menyerap air, sehingga dinding cepat lembap yang dapat mengurangi kekuatan bangunan
  • Cukup berat
  • Harga cenderung lebih mahal kalau dihitung per meter persegi.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Musim Hujan Bisa Bikin Dinding Lembap, Hati-hati Struktur Rumah Bisa Rusak!



Jakarta

Saat musim hujan seperti saat ini, salah satu masalah yang muncul di rumah adalah dinding lembap. Kondisi ini tak bisa diremehkan, sebab dinding lembap dapat menimbulkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

Artikel ini membahas mengenai cara mengatasi dinding lembap. Sebelum bahas itu ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, berikut pembahasannya.

Penyebab Dinding Bisa Lembap

Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


  • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
  • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
  • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
  • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
  • Pipa talang air yang bocor
  • Terdapat kebocoran atap

Cara Mencegah Dinding Lembap

Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

1. Periksa Retakan pada Dinding

Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

1. Rusaknya Struktur Rumah

Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

2. Kayu Membusuk

Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

3. Cat Dinding Terkelupas

Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Boleh Asal, Ini 5 Tips Bersihkan Lantai Marmer di Kamar Mandi


Jakarta

Marmer adalah salah satu batuan alam yang bisa dipasang di kamar mandi karena marmer tahan terhadap kelembapan, air, dan tahan lama. Namun, perlu diingat marmer juga bisa ditumbuhi jamur atau noda hitam sehingga perlu rajin dibersihkan.

Cara membersihkan marmer berbeda dengan keramik atau bahan lantai lainnya. Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce begini tips membersihkan lantai marmer di kamar mandi.

Tips Membersihkan Lantai Marmer di Kamar Mandi

1. Hati-hati Memilih Bahan Pembersih

Mengingat batuan ini cukup mahal, kamu perlu berhati-hati jika ingin menggunakan cairan pembersih yang mengandung bahan kimia. Bahan-bahan pembersih yang tidak cocok untuk membersihkan marmer adalah pemutih, cuka, pembersih untuk kaca, dan pembersih yang mengandung asam (seperti asam sitrat).


2. Gunakan Kain Mikrofiber atau Alat Pembersih dari Plastik

Alat pembersihAlat pembersih Foto: The Spruce

Agar marmer tidak banyak goresan, kamu bisa menggunakan kain mikrofiber sebagai gantinya. Usap lantai marmer atau alat penyeka air yang terbuat dari plastik lentur yang memiliki gagang panjang.

Keringkan lantai kamar mandi setiap setelah mandi. Cara ini untuk menghilangkan kelembapan dari udara dan membersihkan sisa sabun atau kotoran dari tubuh.

3. Pakai Campuran Air Hangat dan Sabun Cuci Piring

Sabun cuci piring memiliki pH yang aman untuk membersihkan noda di marmer. Kamu bisa membuat cairan pembersih dengan sabun cuci piring yang dicampur air hangat. Kemudian masukkan ke dalam botol spray. Semprotkan cairan tersebut pada area yang akan dibersihkan.

4. Hindari Alat Pembersih yang Berbulu Keras

Alat pembersih dengan bulu yang kaku dan keras dapat karena menggores marmer. Bahkan spons yang permukaannya kasar juga sebaiknya tidak digunakan saat membersihkan marmer.

5. Minta Pasang Lapisan Anti Jamur dan Pelindung Goresan

Sebenarnya ini bisa kamu lakukan sejak awal memasang marmer. Namun, kamu tetap bisa meminta marmer di kamar mandi dipasang lapisan penghambat jamur dan lumut. Kamu juga bisa menambahkan lapisan anti gores agar perawatannya lebih mudah.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Mudah! 6 Tips Mendapatkan Hasil Cat yang Tahan Lama


Jakarta

Saat mengecat dinding rumah, tentunya kamu menginginkan hasil cat yang sempurna dan juga tahan lama. Dalam memilih cat tidak bisa asal dan saat mengecat juga tidak boleh sembarangan.

Apabila kamu menginginkan hasil cat yang tahan lama, ada beberapa tips yang bisa digunakan. Dilansir dari Davis Painting, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil cat yang tahan lama.

Pilih Cat Berkualitas Tinggi

Kualitas cat yang kamu pilih memegang peranan penting dalam ketahanannya. Cat yang premium biasanya diformulasikan dengan pigmen dan pengikat berkualitas tinggi sehingga menghasilkan daya tutup serta daya tahan yang lebih baik.


Untuk interior, pilih cat yang dapat tahan gores dan noda. Untuk eksterior, gunakan cat tahan cuaca yang dirancang untuk menahan kondisi buruk seperti sinar UV, hujan, dan suhu.

Persiapkan Permukaan secara Menyeluruh

Persiapan permukaan yang tepat sangat penting agar cat dapat melekat dengan baik. Jika permukaan tidak dibersihkan, dihaluskan, atau diberi cat dasar dengan benar, cat tidak akan melekat dengan baik dan akan mulai mengelupas atau terkelupas lebih cepat.

Bersihkan kotoran, debu, dan minyak menggunakan detergen lembut dan air. Isi setiap retakan, lubang, atau ketidaksempurnaan dengan dempul. Ampelas permukaan untuk menciptakan dasar cat yang halus dan rata.

Aplikasikan Beberapa Lapisan Cat

Meskipun terkadang mengaplikasikan satu lapisan cat tebal membuat pekerjaan lebih cepat selesai, penggunaan beberapa lapisan cat tipis akan menghasilkan hasil akhir yang lebih tahan lama.

Lapisan cat tipis mengering secara merata dan melekat lebih baik sehingga mengurangi risiko terkelupas, retak, atau menggelembung seiring waktu. Biarkan setiap lapisan mengering sepenuhnya sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

Perhatikan Cuaca

Jika kamu mengecat bagian luar rumah, kondisi cuaca memegang peranan penting dalam menentukan seberapa lama cat akan bertahan. Mengecat dalam suhu yang sangat panas, dingin, atau lembap dapat mencegah cat mengering dengan baik.

Suhu terbaik untuk pengecatan eksterior berkisar antara 10°C hingga 29°C dengan tingkat kelembapan rendah. Hindari pengecatan tepat sebelum hujan atau pada hari yang berangin.

Berikan Waktu Pengeringan yang Cukup

Penting untuk membiarkan cat mengering sepenuhnya yang dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada jenis cat dan kondisi lingkungan. Waktu pengeringan eksterior akan lebih lama dari permukaan interior.

Kebanyakan cat interior mengering dalam waktu dua minggu, tetapi ada baiknya menunggu sebelum membersihkan atau memperbaikinya. Jika terburu-buru dalam melakukan pengeringan cat, dapat merusak lapisan akhir dan mengurangi keawetan cat.

Perawatan Rutin

Setelah pengecatan selesai, perawatan rutin dapat membantu memperpanjang usia cat. Kotoran, debu, dan jamur dapat menumpuk di dinding serta permukaan eksterior yang akan merusak cat.

Itulah beberapa cara agar cat di dalam maupun luar ruangan bisa tanah lama. Semoga bermanfaat ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Mudah Merawat Kasur Agar Tahan Lama


Jakarta

Tidur dapat mempengaruhi aspek kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan kinerja otak. Sehingga kasur menjadi komponen penting untuk kenyamanan saat tidur.

Faktor lamanya kasur bertahan tergantung pada bahan dan perawatan yang diberikan. Ada kasur yang bertahan enam tahun dan juga ada beberapa bahan kasur yang bertahan hingga 10 sampai 20 tahun.

Dilansir dari CNET, berikut beberapa cara mudah merawat kasur agar tetap awet selama bertahun-tahun.


Gunakan Pelindung Kasur

Pelindung kasur menjadi bagian penting dari perlengkapan tempat tidur kamu. Pelindung kasur berfungsi sebagai penghalang antara kamu dan tempat tidur, menyerap keringat, tungau, dan benda lain yang bersarang di kasur.

Pelindung kasur juga mencegah tempat tidur dari noda. Pelindung kasur yang dipasang seperti seprai akan menutupi seluruh tempat tidur kamu.

Cuci Seprai Sesering Mungkin

Idealnya, mencuci seprai dilakukan setiap minggu. Saat mencucinya, kamu dapat menggunakan pengaturan untuk pakaian halus. Mencuci seprai memastikan seprai tetap segar dan melindungi kasur dari noda serta kelembapan akibat keringat.

Jangan Loncat-loncat di Atas Kasur

Meskipun loncat-loncat di atas kasur seperti trampoline menyenangkan, seiring waktu, tindakan ini dapat merusak tempat tidur lebih cepat. Produsen mendesain tempat tidur untuk penggunaan rutin. Melompat di tempat tidur menciptakan benturan yang lebih keras yang dapat merusaknya.

Balikkan Kasur Secara Teratur

Salah satu cara paling efektif untuk membuat tempat tidur lebih awet adalah dengan membalik atau memutar kasur. Cara ini mencegah tempat tidur kamu mengalami penurunan secara permanen karena menggunakan sisi bagian tempat tidur yang sama. Biasanya hal ini harus dilakukan setiap beberapa bulan sekali, agar tempat tidur bertahan lama.

Bersihkan Noda dengan Segera

Kesalahan di tempat tidur salah satunya adalah adanya tumpahan noda. Hal ini harus segera diatasi sebelum noda menempel permanen.

Direkomendasikan untuk membuat pasta ke noda, biarkan selama 30 hingga 60 menit, lalu bersihkan dengan handuk bersih. Kamu juga bisa menggunakan air sabun cuci piring dan soda kue untuk membersihkan noda.

Hindari Makan atau Minum di Tempat Tidur

Makan dan minum di tempat tidur dapat mengakibatkan noda kecil yang tidak terlihat. Hal ini akan mengundang semut dan kecoa untuk datang yang akan membuat kasur kamu terlihat kotor.

Waspada Terhadap Kutu Busuk

Serangan kutu busuk dapat membuat kasur tidak dapat digunakan lagi. Maka dari itu, kamu perlu melindungi tempat tidur dari kutu busuk dengan menggunakan pelindung serta menjaga kamar tidur tetap bersih.

Itulah beberapa cara untuk menjaga kasur tetap awet. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Bisa Bikin Rumah Makin Cantik


Jakarta

Adanya tanaman di rumah bisa memberikan kesan adem dan asri. Meletakkan tanaman di depan pintu rumah juga bisa mempercantik fasad.

Nah, ada beberapa tanaman yang cocok untuk diletakkan di depan pintu rumah. Apa saja? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

Bunga Tulip

Tulip flower background, Colorful tulips meadow nature in spring, close upBunga Tulip. Foto: iStock

Bunga tulip yang warna-warni bisa mempercantik fasad rumah. Bunga ini juga bisa tumbuh hingga mencapai setinggi 3 kaki atau 91 cm.


Dracaena

Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillDracaena. Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

Tanaman hijau ini bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di depan pintu. Dracaena cocok diletakkan di luar ruangan dan tahan akan cuaca panas. Namun, jangan diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung, kamu bisa meletakkannya di tempat yang teduh atau ada kanopinya.

Fern atau Tanaman Paku

Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

Tanaman ini cocok untuk digantung di area pintu masuk. Jika ingin meletakkan di luar, jangan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Caladium atau Keladi

Caladium planters-red and white. Horizontal.Caladium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Joe_Potato

Tanaman berwarna merah muda ini bisa memperindah tampilan rumah. Nah, kalau mau ditaruh di depan rumah kamu bisa meletakkannya di tempat yang tidak terkena matahari langsung karena tumbuhan ini menyukai suhu yang hangat.

Begonia

Beautiful mixture of various vibrant colored flowers in a hanging baskets on a house wall. Red and orange begonias, pink and purple petunias and pinkish geranium. Begonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/hopsalka

Tanaman yang memiliki beragam warna ini cocok untuk membuat tampilan rumah tampak ‘hidup’. Begonia menyukai suhu yang hangat, jadi pastikan suhu di daerah rumah kamu tidak terlalu dingin ya.

Itulah beberapa tanaman yang cocok diletakkan di depan pintu masuk.

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Ini 3 Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi yang Berkarat


Jakarta

Pagar besi sering dipilih oleh banyak pemilik rumah karena lebih praktis saat membuka atau menutup pagar. Lalu, pagar besi juga dinilai awet dan punya tampilan yang membuat rumah terlihat lebih mewah.

Meski terbilang awet, tetapi pagar besi tetap membutuhkan perawatan khusus. Soalnya, pagar besi berisiko mengalami karatan akibat terkena air, terutama air hujan.

Kalau pagar besi sudah berkarat, tampilannya akan terlihat jelek dan tidak estetik lagi. Namun jangan khawatir, masalah pagar besi berkarat dapat diatasi dengan menggunakan sejumlah alat.


Lantas, apa saja alat untuk mengatasi pagar besi yang berkarat? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi Berkarat

Dilansir situs Aberdeen Gate, sedikitnya ada tiga alat yang wajib dimiliki untuk mengatasi karat di pagar besi. Berikut alat-alatnya:

1. Sikat Kawat, Kikir, dan/atau Bor Listrik

Apabila pagar rumah detikers sudah mulai berkarat, sikat kawat bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Bulu baja pada sikat kawat berfungsi untuk menghilangkan cat atau kotoran yang lepas, terutama pada area yang sulit dijangkau seperti area yang tergulung, batang yang terpuntir, dan area yang membulat.

Lalu, roda kawat yang dipasang pada mata bor dapat digunakan untuk mengamplas, mengikis, dan menggilir. Kemudian ada sandblaster yang bisa dipakai untuk menghilangkan pembentukan karat.

2. Kuas Pembersih Lubang

Apabila ada karat yang sulit dihilangkan, cobalah menggunakan asam fosfat yang disemprot ke area tersebut. Nantinya karat yang membandel akan berubah menjadi serpihan hitam dalam waktu 24 jam.

Serpihan tersebut akan lebih mudah dibersihkan dengan sikat pembersih lubang kawat baja tahan karat. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan permukaan tersembunyi secara efektif.

3. Kuas Cat

Untuk mencegah karat dapat terjadi lagi, kamu perlu melapisi pagar dengan cat primer berbahan dasar minyak yang telah dibersihkan sebelumnya. Untuk mengaplikasikan cat primer hanya dibutuhkan kuas cat yang kualitasnya baik.

Jika cat primer benar-benar sudah kering, pakai kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

Sebagai catatan, jangan menggunakan cat eksterior biasa atau cat tembok untuk pagar besi. Sebab, cat jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM atau direct-to-metal.

Tanda-tanda Pagar Besi sudah Karatan

Dilansir BBC, karat pada besi diakibatkan hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Jadi, besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang dikenal sebagai karat.

Selain disebabkan oleh cuaca, terutama akibat air hujan, pagar besi dapat berkarat karena kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga caat pelindung yang mulai mengelupas.

Untuk mengetahui apakah pagar besi di rumah sudah mulai berkarat atau tidak, simak tanda-tandanya di bawah ini:

  1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
  2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
  3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

Apabila pagar rumah sudah mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan proses pembersihan pagar dari karat dengan pengecatan ulang. Namun jika pagar mengalami karat yang cukup parah, sebaiknya mengganti pagar tersebut dengan yang baru.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

7 Jurus Jitu Atasi Dinding Rembes Saat Musim Hujan


Jakarta

Masalah kerap muncul di rumah ketika musim hujan tiba. Air hujan bisa saja menembus rumah sampai mengakibatkan dinding rembes.

Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika tidak segera diatasi, rumah kamu bisa tergenang air, bangunan menjadi rusak, dan masalah lainnya bakal bermunculan.

Nah kalau mengalami dinding rembes, kamu harus mencari tahu akar penyebabnya. Kamu bisa meminta bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah dan mencarikan solusi yang tepat.


Selain itu, kamu bisa mencoba jurus jitu berikut ini buat mengatasi dinding rembes seperti yang dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.

Tips Mengatasi Dinding Rembes

Inilah cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan.

1. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

2. Melapisi Retak Rambut

Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

3. Mengecat Eksterior Rumah

Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

4. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

Bila dinding rumah kamu terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

5. Memperbaiki Pipa yang Rusak

Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, kamu mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

6. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

7. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa kamu coba di rumah. Pastikan kamu mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan lebih efektif.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Biasanya Cepat Layu, 5 Tanaman Hias Ini Bisa Tahan di Ruang AC


Jakarta

Meletakkan tanaman hias di dalam rumah ternyata memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun keindahan ruangan. Namun, saat ini banyak rumah yang memakai air conditioner (AC), bahkan di ruang tamu atau ruang keluarga sekalipun. Banyak yang ragu apakah tanaman bisa hidup di ruang ber-AC seperti itu.

Menurut situs bloomscape, ruangan ber-AC membuat kelembapan yang dibutuhkan pada tanaman hias menurun drastis karena suhu yang dingin. Alhasil beberapa tanaman yang tidak cocok di ruang ber-AC akan cepat layu dan merontokkan daunnya. Hal ini seperti ini mirip dengan cara tanaman di negara 4 musim bertahan saat masuk musim dingin. Selain daunnya jadi mudah berguguran, AC juga menghambat pertumbuhan tanaman tersebut.

Apabila kamu menemukan tanaman seperti ini setelah diletakkan di ruang ber-AC, jangan dipaksakan. Sebab, ada jenis tanaman lain yang aman dan cocok di ruang ber-AC.


Dilansir dari Simplify Plants, berikut ini beberapa tanaman yang cocok berada di ruangan ber-AC.

1. Lidah Mertua

Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

Lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang bisa bertahan meskipun jarang disiram sekalipun. Mereka merupakan tanaman yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Bahkan tanaman ini bisa tumbuh di ruang yang gelap. Mendapatkan siraman cahaya matahari selama 6-8 jam sudah cukup bagi tanaman ini.

Ternyata selain dua keunggulan tersebut, tanaman lidah mertua bisa diletakkan di ruang ber-AC. Tanaman ini tidak akan mudah dehidrasi dan bagus sebagai penghasil oksigen.

2. Monstera

Monstera Monkey Mask houseplant against the gray brick wallMonstera Monkey Mask houseplant against the gray brick wall Foto: Getty Images/iStockphoto/Oksana Chaun

Bagi yang butuh tanaman hijau dengan daun lebar dan unik, kamu bisa merawat monstera di dalam rumah. Daya tarik dari tanaman monstera adalah daunnya yang lebar dan bolongan di permukaannya.

Monstera cocok ditaruh di ruangan ber-AC karena mudah beradaptasi. Tanaman ini juga tidak perlu terkena cahaya matahari langsung dan dapat tumbuh di tempat dengan cahaya yang redup.

Tanaman ini tidak cepat dehidrasi atau kekeringan. Kamu bisa menyiramnya seminggu sekali atau pada saat terlihat tanahnya kering. Jika terlalu sering disiram, justru monstera tidak dapat berkembang.

3. Peace Lily

Spathe flower in flowerpot on wooden backgroundSpathe flower in flowerpot on wooden background Foto: iStock

Bosan dengan tanaman hijau biasa? Kamu bisa merawat peace lily di rumah ber-AC karena tanaman ini menyukai suhu dingin. Bunga peace lily juga memiliki beberapa jenis warna sehingga kamu bisa berganti tanaman.

Tips untuk merawat Peace Lily di ruang ber-AC adalah letakkan tanaman ini di area yang tidak terkena matahari langsung. Terlalu banyak cahaya justru kurang bagus bagi tanaman ini. Siram Peace Lily beberapa hari sekali untuk menjaga kelembaban tanah.

4. Spider Plant

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman spider plant merupakan pilihan tanaman yang tepat untuk diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini kuat hidup di ruang ber-AC dan mudah dirawat. Tips untuk merawat tanaman ini jangan meletakkan tanaman ini di tempat yang terkena sinar matahari. Sebab, jika terkena sinar matahari langsung dapat membakar daunnya dan membuat perkembangannya melambat. Kamu bisa menyiram tanaman ini seminggu sekali atau ketika tanahnya mulai kering.

5. Aglaonema Merah

Colorful Aglaonema plants in the garden.Common name: Aglaonema Scientific name: Aglaonema sp. Family: Araceae.Colorful Aglaonema plants in the garden.Common name: Aglaonema Scientific name: Aglaonema sp. Family: Araceae. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alohapatty

Ada pula tanaman lainnya yang tak kalah cantik. Tanaman aglaonema merah memiliki daun yang lebar dan berwarna. Jika diletakkan di ruangan akan terlihat indah. Tanaman ini juga mudah dirawat dan dapat tumbuh di bagian manapun di rumah, bahkan di ruangan ber-AC. Namun, jangan terlalu dekat dengan tempat keluarnya angin dari AC.

Pastikan tanaman ini tidak terkena matahari langsung agar daunnya tetap berwarna pink ke merah-merahan. Aglaonema menyukai tanah yang lembab, maka kamu bisa menyiramnya setiap beberapa hari sekali dan pastikan sisa airnya kering.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com