Tag Archives: tahayul

Benarkah Jemur Pakaian Malam Hari Bisa Ketempelan Setan?



Jakarta

Pernahkah kamu mendengar larangan menjemur pakaian di malam hari? Beberapa orang percaya jika menjemur pakaian di malam hari bisa membuat baju-baju tersebut ‘ditempeli’ setan. Adakah ilmu yang mendasari aturan ini atau apakah ini hanya tahayul orang terdahulu?

Menurut Ustad Farid Nu’man Hasan dalam agama Islam sendiri tidak ada aturan yang melarang seseorang untuk menjemur pada malam hari atau mengharuskan pakaian dijemur pada siang hari.

“Tidak ada larangan hal itu dalam Islam, baik Al Quran, As Sunnah, Ijma’, atau keterangan ulama empat mazhab. Apa yang tersebar di medsos bahwa itu menjadi tempatnya syetan adalah khurafat dan tahayul, tidak ada dasar sama sekali,” ungkap Ustad Farid kepada detikcom beberapa waktu lalu.


Begitu pula dengan anggapan menjemur pakaian di malam hari dapat ‘ketempelan’ setan atau hantu, ia menyebut hal tersebut sebagai tahayul dan tidak ada dasarnya.

Menjemur pakaian biasanya memang di siang hari karena matahari masih bersinar sehingga pakaian bisa kering lebih cepat. Sementara saat malam hari proses pengeringan tidak akan secepat pada siang hari karena udaranya tidak sepanas itu. Pada malam hari biasanya anginnya lebih cepat sehingga bisa sedikit membantu pengeringan pakaian. Namun, tidak benar-benar kering melainkan menjadi lembap. Tempat yang lembap memberikan peluang untuk jamur tumbuh di pakaian sehingga membuat bau tak sedap seperti bau apek.

Ada pun, menurut Syaikh Shalih al Munajjid menyebut keyakinan seperti ini sebagai perbuatan yang salah.

وإنما هي دعوى باطلة ، وخرافة كالتي تنتشر بين الناس

Artinya: Itu adalah klaim batil dan khurafat yang tersebar di antara manusia. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 212916)

Ia menyampaikan dalam Islam menekankan untuk menjaga kebersihan dan keindahan. Hal tersebut tidak ada hubungannya dengan hantu atau setan, melainkan menjaga kebersihan dan keindahan baik untuk manusia. Keyakinan seperti itu tidak benar dan tidak berdasar menurut Islam sehingga tidak perlu dipercaya apalagi diterapkan.

“Namun jika alasannya adalah kebersihan dan kesehatan memang sebaiknya tidak menggantungkan pakaian di dinding rumah. Jika kotor maka taruh di tempat khusus pakaian kotor, jika bersih letakkan di lemari pakaian,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Konon Gantung Pakaian Kotor di Kamar Bisa Jadi Sarang Setan, Bener Nggak Sih?



Jakarta

Tidak semua pakaian yang sudah dikenakan akan diletakkan di mesin cuci atau keranjang pakaian kotor. Pasti beberapa di antara kalian ada yang memilih untuk menggantungnya di kamar tidur atau kamar mandi. Kamu menilai pakaian tersebut belum terlalu kotor dan masih bisa dipakai kembali.

Namun, ternyata menurut sebagian orang kebiasaan seperti ini tidak baik. Sebab, konon pakaian kotor yang digantung di kamar atau kamar mandi bisa jadi sarang setan.

Sebenarnya dalam pandangan Islam, hal seperti ini benar adanya atau hanya tahayul?


Menurut Anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, hingga saat ini ia belum menemukan sumber pendukung yang membahas soal hukum menggantung pakaian kotor di kamar atau kamar mandi.

“Dalam Islam sih saya belum menemukan dalil, baik itu hadist, Al-Quran, ataupun pendapat para ulama tentang menggantung baju di kamar khususnya atau juga bisa di kamar mandi, itu bisa mendatangkan jin. Saya belum menemukan dalilnya,” kata Suharsono saat dihubungi detikProperti, Rabu (19/3/2025).

Meskipun dari hadist, Al-Quran, ataupun pandangan ulama belum ada yang menetapkan hukum mengenai hal ini, tetapi jika dilihat dari faktor kebersihan dan Kesehatan, memang pakaian kotor yang disimpan dapat menjadi sarang bakteri dan kuman.

“Kalau saya melihat lebih dari faktor-faktor kesehatan, kebersihan, keindahan. Kalau baju kotor disimpan lama-lama kan juga kan jadi bateri, kuman, jadi nggak sehat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan selagi belum ditemukan dalil yang membahas mengenai hukum atas kebiasaan ini, maka hukumnya sah-sah saja dilakukan. Namun, jangan dilakukan berlebihan seperti pakaian tidak pernah dicuci atau digantung lama hingga berjamur dan bau.

“Jadi kalau yang sifatnya kebiasaan, aktivitas di rumah atau yang lainnya, selagi tidak ada dalil yang melarang berarti dibolehkan secara hukum. Tapi apakah ada manfaatnya atau nggak? Kalau cuma sekedar menggantung sesekali aja, boleh. Tapi kalau keterusan, digantung semua, malah jadi mudharat (berdampak negatif),” jelasnya.

Jika menggantung baju kotor justru membuat pemiliknya sakit-sakitan atau membuat kecelakaan di rumah, berarti kebiasaan tersebut harus ditinggalkan.

“Kesimpulannya kalau menggantung baju di kamar ataupun di kamar mandi, menyebabkan banyaknya bakteri, banyaknya kuman, dapat merusak kesehatan, maka hindari. Menghindari bahaya itu, lebih diutamakan dibandingkan melenggangkan kemaslahatan (kebaikan),” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com