Tag Archives: taman sari

10 Tempat Staycation di Jakarta Kurang dari Rp 500 Ribuan


Jakarta

Staycation jadi salah satu alternatif liburan bagi mereka yang ingin menikmati waktu santai di tengah kota. Jakarta punya berbagai tempat menginap yang nyaman, strategis, dan fasilitas yang cukup lengkap.

Jangan khawatir, staycation di Jakarta tak melulu harus mahal kok. Dengan budget kurang dari Rp 500 ribu per malam, ada berbagai pilihan tempat menginap yang cocok untuk melepas penat sejenak.

Rekomendasi Hotel Staycation Murah di Jakarta

Dirangkum detikTravel dari website resminya dan beberapa situs agen travel online (13/11/2024), berikut adalah beberapa pilihan tempat staycation di Jakarta kurang dari Rp 500 ribu per malam:


1. Ampera Avenue Residence

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 350 ribuan.
  • Alamat: Jl. Ampera I No.1, RT.2/RW.9, Ragunan, Jakarta Selatan.

Ampera Avenue Residence lokasinya ada di kawasan komersial Jakarta Selatan. Kamu bisa staycation di sini sambil menikmati kolam renang outdoor hingga lounge bersama.

Selain dapat akses wifi gratis, setiap kamar di sini juga usah dilengkapi dengan AC. Pembuat kopi dan teh, TV layar datar, kulkas mini., kamar mandi shower, handuk bersih dan peralatan mandi gratis juga termasuk fasilitas yang akan tamu dapatkan jika menginap di sini.

2. 101 URBAN Jakarta Thamrin

  • Harga kamar: Rata-rata mulai dari Rp 358 ribu.
  • Alamat: Jl. Taman kebon Sirih I No.3, RT.10, RW. 10, Kp. Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

1O1 URBAN Jakarta Thamrin menawarkan pemandangan kota Jakarta yang menawan. Selain itu, ada kolam renang atap, bar, restoran,kamar berAC, hingga wifi gratis.

Ada berbagai destinasi terdekat untuk dieksplorasi dari sini. Mulai dari pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Monumen Nasional hingga Pasar Tanah Abang.

3. Ghurfati Hotel Mangga Besar

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 111 ribu.
  • Alamat: Jalan Mangga Besar IV H No.29, Taman Sari, Jakarta Barat.

Di sini, kamu akan mendapatkan wifi gratis di dalam kamar dan pemandangan kota yang menakjubkan dari teras. Dengan lokasi yang strategis untuk menjelajahi harta budaya Jakarta, ini adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk dua wisatawan.

4. Sentral Cawang Hotel

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 300 ribuan.
  • Alamat: Jl. Letjen MT Haryono 9, Jakarta Selatan.

Para tamu yang menginap di Sentral Cawang Hotel akan akses layanan concierge dan layanan kamar selama menginap. Kamar hotel ini juga menawarkan kulkas dan AC di setiap ruangannya.

Akses wifi gratis, kolam renang, dan sarapan juga bisa kamu dapatkan di hotel ini. Lokasinya pun cukup strategis. Beberapa lokasi terkenal terdekat dari hotel ini ada Masjid Perahu (3,9 km) dan Makam Perang Jakarta (4,6 km).

5. Hotel Falatehan Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 286 ribu.
  • Alamat: Jl. Falatehan I No.26, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Jenis kamar yang tersedia di hotel ini ada suite, superior, dan deluxe. Fasilitas yang bisa kamu gunakan di hotel ini di antaranya, wifi, parkiran, lift , resepsionis 24 jam.

Menariknya, dari sini kita bisa ke pusat perbelanjaan Pasaraya Blok M dengan 5 menit berjalan kaki. Di jalan Mahakam yang berselang 10 menit jalan kaki dari hotel, kalian juga bisa menemukan berbagai pilihan restoran untuk berkuliner.

6. MK Hotel Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 317 ribu.
  • Alamat: Jl. Ciledug Raya No.1, RT.9/RW.5, Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

MK Hotel Jakarta (sebelumnya bernama Kyriad Metro Kebayoran) memiliki resepsionis dan restoran yang buka 24 jam. Setiap kamar di sini juga sudah dilengkapi dengan AC, TV layar datar, meja kerja dan brankas.

Berbagai fasilitas seperti wifi gratis, mini bar, kolam renang infinity juga bisa kamu nikmati. Selain itu, hotel ini juga menyediakan layanan penitipan bagasi dan layanan concierge.

7. Monolog Hotel Pasar Baru

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 305 ribu.
  • Alamat: Jalan KH Samanhudi No.25, Jakarta Pusat.

Kamar di hotel bintang 3 ini berlantai kayu dan dilengkapi dengan AC. Fasilitas kamar termasuk meja kerja, TV layar datar, brankas, kamar mandi dengan pengering rambut, shower air panas dan peralatan mandi gratis.

Selain bisa bersantap di hotel, traveler juga bisa eksplor kuliner, di kedai makanan pinggir jalan dan restoran masakan China yang ada di area sekitar hotel.

Bagi yang ingin berwisata, dari sini kamu bisa 15 menit berkendara ke Kota Tua Jakarta. Menuju Stasiun Kereta Api Gambir dan Monumen Nasional bisa ditempuh sekitar 9 menit dengan berkendara.

8. Leaf Hotel

  • Harga kamar: Rp 179-217 ribu.
  • Alamat: Jl. Mangga Besar IV I No.29, RT.3/RW.5, RT.3/RW.1, Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Hotel ini bisa jadi pilihan cocok untuk menginap dengan harga terjangkau tapi tetap nyaman. Meskipun terjangkau, resepsionis 24 jam, wifi, parkir, AC, hingga lift masih bisa kamu dapatkan di sini.

9. Asyana Kemayoran Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 138 ribu.
  • Alamat: Jl. Bungur Besar Raya No.79-81, Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Asyana Kemayoran Jakarta berlokasi di jantung kota Jakarta. Hotel ini menawarkan 131 kamar modern dan nyaman. Setiap kamarnya sudah dilengkapi dengan area tempat duduk, smart TV, AC, dan meja.

Sekitar 1,3 km kamu bisa mengunjungi Masjid Istiqlal. Monumen Nasional berjarak 2 km dari Asyana Kemayoran Jakarta, sedangkan Museum Nasional Indonesia berjarak sekitar 2,5 km.

10. Hotel Alia Matraman Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 271 ribu.
  • Alamat: Jl. Matraman Raya No.224, RT.4/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Lokasi hotel ini berjarak sejauh 550 meter dari Stasiun Jatinegara. Setiap kamarnya sudah dilengkapi dengan televisi, AC, shower dan peralatan mandi gratis.

Di sini, kamu juga bisa menikmati restoran, kolam renang dan WiFi. Jika jenuh di dalam hotel, kamu bisa berkunjung ke City Plaza Jatinegara (350 meter) atau ke Pasaraya Manggarai (2,3 km).

Harga yang disebutkan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai catatan, harga yang diiklankan di situs agen travel juga mungkin belum termasuk semua pajak dan biaya lainnya. Namun, kamu juga bisa mendapatkan harga lebih murah jika mendapatkan promo.

Itu tadi berbagai pilihan tempat staycation murah di Jakarta dengan fasilitas yang cukup lengkap. Jadi, apakah traveler udah siap menghabiskan waktu liburan untuk healing sambil staycation?

(khq/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Gedung Arsip Nasional Ternyata Dulu Rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda



Jakarta

Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada di Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, sangat mencolok di antara bangunan lain di sekitarnya. Ternyata, dulu rumah tinggal gubernur jenderal Hindia Belanda.

Merujuk catatan sejarah, bangunan tersebut milik seorang Belanda yang bernama Gubernur Jenderal Reiner de Klerk. Sebelum diangkat menjadi gubernur jenderal, ia adalah anggota Raad van Indie atau organisasi pusat Pemerintah Hindia-Belanda. Dan, saat masih menjadi anggota Raad van Indie, di tahun 1755, itulah ia membeli tanah di Jalan Gajah Mada itu.

Kemudian, pada 1760 bangunan megah dengan arsitektur khas tersebut berdiri.


Kini, setelah 264 tahun, bangunan utama rumah pribadi itu masih kokoh. Bangunan itu bisa dilihat dari pinggir jalan ketika melintasi jalanan Gajah Mada.

Selain bangunan utama, di kedua sisinya juga terdapat paviliun-paviliun yang digunakan untuk menyambut tamu sebelum masuk ke dalam rumah.

detikTravel menyambangi bekas kediaman sang Belanda tersebut dan melihat keindahan bangunannya secara langsung, Kamis (18/7/2024). Pada tahun 1777 diangkatlah Reiner menjadi Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dan rumah pribadinya pun berubah menjadi istana negara.

Menurut salah satu pemandu di Gedung Arsip Nasional mengatakan bahwa Reiner merupakan seorang pejabat yang agamis. Itu bisa dilihat dari ukiran-ukiran yang berada di atas pintu-pintu rumah itu (loster angin) seperti perempuan yang sedang memegang salib, perempuan memegang jangkar, perempuan di atas kerbau, vas bunga, dan lelaki di atas singa

“Ornamen-ornamen di rumah ini tuh memiliki simbol, punya filosofi bukan hanya sekadar pemanis ruangan seperti ini perempuan megang salib itu filosofinya adalah si Tuang Reiner itu orang yang taat terhadap agama. Terus pintu utama itu perempuan memegang jangkar itu adalah ucapan selamat datang,” kata pemandu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

“Terus ada vas bunga itu filosofinya tuh si Tuan Reiner itu berharap rumah ini berkembang, harum, dan ini wanita di atas kerbau jadi harapannya si Tuan Reiner VOC atau Belanda itu tidak kekurangan pangan. Sebelah sini ada lelaki di atas singa, singa kan salah satu simbol kekuatan jadi Belanda atau VOC itu bisa menguasai dunia,” ujar dia sambil berjalan.

Dari ceritanya gedung bersejarah ini masih terjaga sekitar 90% keasliannya mulai dari pintu, lantai, hingga langit-langit atapnya masih terawat hingga sekarang. Bekas kediaman Reiner ini memiliki dua tingkat.

Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Selain agamis, dari bangunan rumah itu, Reiner juga merupakan sosok yang senang berkumpul bersama teman dan kolega-kolega. Tinggalan itu berupa lantai dua yang berfungsi untuk menjamu kedatangan tamu-tamu Reiner.

Di bagian atas setelah menaiki tangga yang ikonik akan terlihat ruang luas yang di tengahnya terdapat meja makan kayu yang panjang. Di tempat inilah Reiner akan menikmati hari bersama rekan dan koleganya, ada cerita menarik dari ruang perjamuan ini.

Pemandu itu bercerita ketika Reiner dan rekan serta koleganya sudah masuk ke dalam ruang tersebut maka pintu utama yang berada di tengah akan di tutup.

Untuk itu, para pelayan tak boleh melewati pintu utama selagi Reiner dan yang lainnya sudah di dalam. Akses masuk para pelayan berada di pintu samping dekat tangga untuk masuk ke dalam ruangan.

“(Pintu) ini ketika acara sudah dimulai dia lewat situ jadi ketika si tuan sudah ready dan perjamuan makan sudah di mulai, (pintu) ini ditutup, pintu itu ditutup, nah yang ini dibuka. Jadi ini dibuka khusus pelayan yang menyajikan makanan,” kata pemandu itu sambil menutup pintu.

Selain terdapat berbagai furniture yang sudah ratusan tahun, di area ini juga terdapat beberapa peta dan lukisan-lukisan jadul. Reiner juga merupakan ketua organisasi sejarah Hindia-Belanda yang oleh karenanya terdapat banyak koleksi peta-peta zaman dahulu.

Beranjak dari bangunan utama, di belakang yang terdapat halaman luas itu berdiri deretan ruangan di setiap sisi yang dulu dipakai untuk tempat tinggal para pelayan di rumah Reiner. Adapun replika lonceng yang digunakan untuk menentukan jam kerja para pelayan.

Reiner meninggal pada tahun 1780 dan sepeninggalnya bangunan ini diwariskan kepada sang cucu Franz Reiner. Mulai dari peristiwa inilah bangunan tersebut banyak berganti kepemilikan dan berganti fungsi.

Setelah Tak Didiami Reiner: Rumah Yatim Piatu, Gedung Arsip

Satu tahun setelah Reiner meninggal, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda beralih kepemimpinan di bawah Johannes Siberg. Dia membeli rumah Reiner itu pada 1786.

Kemudian, ia meninggal pada 1817. Di tahun yang sama rumah itu pun kembali beralih kepemilikan ke tangan Ketua Dewan Keuangan Hindia-Belanda, Lambertus Zeegers.

Hanya satu tahun memegang kuasa penuh rumah ini, Leendert Miero, berhasil membeli rumah dengan arsitektur Closed Dutch Style itu. Puluhan tahun berlalu, tepatnya 1844 bangunan itu kemudian dibeli oleh College van Diakenen dari Gereja Protestan.

Oleh diakenen, bangunan itu digunakan sebagai rumah yatim piatu.

Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di tahun 1900 Pemerintah Hindia-Belanda mengambil alih bagunan tersebut karena dianggap sudah tak layak digunakan. Setelah itu dialihfungsikan kembali menjadi kantor Dinas Pertambangan kala itu.

Kemudian, mulai 1925 Pemerintah Hindia-Belanda kantor Dinas Pertambangannya menjadikan rumah itu sebagai kantor arsip milik pemerintah.

Dari sinilah silsilah kantor arsip miliki Hindia-Belanda menjadi kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kini, gedung itu tidak lagi berfungsi sebagai gedung arsip, karena semua arsipnya dipindahkan ke Gedung ANRI yang berada di Jalan Ampera.

Selain daya tarik tentang bangunan bersejarah itu, di kawasan tersebut juga terdapat Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan. Pusat studi itu ,menyimpan arsip tentang perjalanan Presiden Soekarno.

Jam Operasional dan Tiket masuk

Masyarakat yang ingin berkunjung dan melihat bangunan bekas rumah Reiner de Klerk bisa berkunjung setiap harinya mulai dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB, tanpa dipungut biaya.

Sama halnya dengan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan pengujung tidak perlu mengeluarkan biaya dan bisa datang di jam yang serupa, namun hanya bisa dikunjungi dari hari Senin sampai Jumat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Napak Tilas Perjalanan Bapak Pendiri Bangsa Ir. Sukarno di Gedung Arsip Nasional



Jakarta

Arsip-arsip dan informasi tentang Presiden Pertama Indonesia, Ir. Sukarno tersimpan rapi dan bisa diakses oleh siapapun. Semua itu tersimpan di Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan (Pusdiapres) yang berada di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Pusdiapres ANRI ini terletak di Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, tepatnya berada di belakang bangunan bersejarah bekas rumah Gubernur Jenderal Reiner de Klerk. Bangunan Pusdiapres kontras bila dibandingkan dengan bekas rumah Reiner karena bangunan Pusdiapres ini begitu modern.

Dalam gedung tersebut menyimpan sejumlah arsip-arsip yang tentunya bisa masyarakat lihat seperti surat pidato Ir. Sukarno saat kongres di Amerika Serikat pada tahun 1956. Selain informasi berbentuk teks, di Pusdiapres ANRI ini masyarakat juga bisa menyaksikan video-video informasi yang bisa dipilih peristiwa sejarahnya.


Ketua Tim Layanan Pusdiapres, Nuarta Situmorang, mengatakan penyimpanan arsip Sukarno itu sebagai media pembelajaran bagi generasi saat ini untuk mengenal dan mengenang Presiden Sukarno, dengan suasana yang menarik juga nyaman untuk dikunjungi.

“Ini semua berisi tentang arsip-arsip Presiden Sukarno, bagaimana kami menyajikan arsip-arsip ini kami buat seindah mungkin dan semenarik mungkin agar anak-anak sekolah, khususnya anak-anak SD, SMP, SMA. Boleh ke sini belajar sejarah tentang presiden kita secara khususnya Presiden Sukarno,” katanya kepada detikTravel, Kamis (18/7/2024).

Ketika masuk ke dalam Gedung Pusdiapres ini masyarakat akan dipandu dan di ajak ke lantai empat untuk merunut perjalanan sang proklamator itu. Tenang saja untuk menuju ke lantai empat, pengunjung tak perlu menaiki tangga karena sudah tersedia lift.

Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan di Gedung ANRI, Jakarta BaratPusat Studi Arsip Statis Kepresidenan di Gedung ANRI, Jakarta Barat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

detikTravel pun merasa beruntung saat pertama kali berkunjung ke sini tak perlu menaiki tangga. Perjalanan karir Bung Karno ini dibagi menjadi empat lantai.

Yang pertama (lantai empat) adalah Hall 1 (Aku, Indonesia) yang menyajikan dari awal kelahirannya hingga beliau menghembuskan nafas terakhir, Adapun foto Bung Karno dari masa muda sampai masa tua, adapun tulisan tangan untuk istrinya Ratna Sari Dewi.

Kemudian, di Hall 2 yakni Jalan Politik terdapat informasi tentang bagaimana Sukarno mampu menjadi seorang tokoh yang disegani oleh negara manapun. Bagaimana dirinya bisa membuat Indonesia merdeka dan di hall ini juga pengunjung bisa melihat replika tulisan teks proklamasi yang dibuat oleh Presiden Sukarno. Bahkan ketika Sukarno harus merasakan tidur di balik penjara dan beberapa kali merasakan pengasingan, informasi tersebut bisa dilihat oleh masyarakat dalam ruangan ini.

Dari perjuangan dan bagaimana perjalanan karir politiknya di Hall 2, pada Hall 3 (Patron Budaya) pengunjung akan disajikan informasi terkait sisi lain seorang Sukarno. Beliau adalah tokoh yang tak pernah lupa dengan budaya yang dianutnya, di setiap acara kenegaraan Sukarno selalu menyelipkan kesenian entah itu tarian atau pun lagu-lagu daerah.

Menariknya, di hall ini juga terdapat kegemaran lainnya yang dimiliki oleh Sukarno yakni kuliner, terlihat dari peninggalan buku yang ia tulis terkait sajian masakan Nusantara berjudul Mustikarasa dan bidang olahraga pun tak terlupakan. Bidang ini disebut Sukarno sebagai media pembangunan karakter bangsa.

Kemudian, Hall 4 sebagai yang terakhir adalah kesejahteraan dan kerakyatan, yang mana melalui pemikiran-pemikirannya sebagai pemimpin bangsa Sukarno harus mampu mencukupi ekonomi negara dan membuat rakyatnya tidak menderita. Terpampang dalam dinding kalimat Sukarno yang mencerminkan perjuangannya untuk kesejahteraan rakyat.

Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan di Gedung ANRI, Jakarta BaratPusat Studi Arsip Statis Kepresidenan di Gedung ANRI, Jakarta Barat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

‘Dalam cita-cita politikku, aku ini seorang nasionalis. Dalam cita-cita sosialku, aku ini seorang sosialis. Di dalam cita-cita sukmaku, aku ini seorang theis. Sama sekali percaya kepada tuhan, sama sekali ingin mengabdi kepada tuhan’.

Pusdiapres ANRI tentang Presiden Sukarno ini begitu menarik untuk dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Jakarta. Tempat ini baru saja diresmikan pada tahun 2023 lalu oleh Presiden Indonesia Kelima Megawati Sukarnoputri, walaupun sebetulnya di tahun 2020 tepat ini sudah siap dikunjungi namun karena pandemi melanda alhasil harus ditunda.

“Kebetulan saya ini di sini sejak awal dibuka waktu itu Februari 2020 kita sudah siap menerima tamu tapi kita akhirnya terkendala karena Covid,” kata Ara.

Masyarakat yang ingin berkunjung ke Pusdiapres ANRI ini bisa datang dari hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Dan masyarakat tak perlu mengeluarkan kocek sepeserpun untuk melihat dan menikmati koleksi arsip Presiden Sukarno.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenang Pempek Unyil, Tempat Nongkrong Anak Muda Palembang Tahun 90-an



Palembang

Di era tahun 1990-an, anak muda di Kota Palembang pasti tidak asing dengan namanya Pempek Unyil. Inilah tempat nongkrong hits pada masa itu.

Berlokasi di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Pempek Unyil pernah tersohor menjadi tempat tongkrongan remaja era 80-90an.

Pada era tahun 80-an dan 90-an, Pempek Unyil merupakan salah satu tempat favorit bujang gadis Palembang untuk nongkrong dan berpacaran, karena tempat ini menyediakan makanan dan minuman khas Palembang.


Menurut Lusi (50), jika mendengar nama Pempek Unyil dirinya langsung ingat masa-masa remaja yang hampir setiap Minggu ke tempat makan Pempek Unyil bersama suaminya dulu.

“Seingat saya saat itu tahun 1985an, saya dan suami setiap Minggu ke Pempek Unyil untuk menghabiskan waktu mengobrol dan menikmati makanan beragam jenis Pempek, saat itu saya dan suami masih pendekatan, tempat itu memang terkenal semua remaja Palembang tahun 80-90an itu pasti pernah ke Pempek Unyil,” katanya.

Lusi menjelaskan harga Pempek Unyil dulu per satu biji Rp 500 dan harga es campur Rp 800. Era itu, Pempek Unyil merupakan tempat tongkrongan pempek yang lumayan mewah.

“Namun sayang hampir masuk tahun 2000-an Pempek Unyil yang berada di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir berangsur sepi dan akhirnya tutup karena sudah banyak saingan,” ujarnya.

Sementara itu, Budayawan Palembang Mang Amin mengatakan pada era 80-90an di kawasan Jalan Kepandean selain Pempek Unyil memang ada beberapa tempat kedai pempek yang sangat digemari.

“Di lingkungan itu memang terkenal dengan pempeknya. Dan pada masa itu Bujang Gadis Palembang berlomba-lomba mengajak pasangan ke lokasi itu karena memang hits untuk tempat muda-mudi, di sana Selain Pempek Unyil, ada juga yang namanya pempek remaja dan pempek taman sari, namun memang Pempek Unyil yang paling terkenal,” katanya.

Saat ini, di lokasi Pempek Unyil dan beberapa kedai pempek lainnya di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang yang sempat terkenal tahun 80-90an tinggal kenangan.

Tidak terlihat lagi bekas ruko jualan Pempek Unyil tersebut kini yang terlihat hanyalah ruko yang berjualan pakaian dan sepatu.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


Jakarta

Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


1. Stasiun KA Jakarta Kota

Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Jam buka: 24 jam.

Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

3. Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

4. Taman Fatahillah

Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

5. Toko Merah

Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

6. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Umum: Rp 5 ribu
  • Pelajar/mahasiswa: gratis

Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

7. Museum Bank Mandiri

museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
  • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
  • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

9. Museum Bahari

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
  • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

10. Magic Art 3D Museum Jakarta

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 10.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
  • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

11. Museum Wayang

Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

12. Kawasan Kali Besar

Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

13. Jembatan Kota Intan

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

14. Pasar Petak Sembilan Glodok

Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 06.00-15.30 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

15. Vihara Jin De Yuan

Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Habiskan Akhir Pekan di Event Lifestyle Yogyakarta!



Jakarta

Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi saat momen liburan tiba. Pasalnya, kota tersebut menghadirkan sejumlah keistimewaan dan keunikan tersendiri yang cocok dikunjungi oleh wisatawan berbagai daerah.

Mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga otomotif pun hadir di kota yang memiliki sebutan sebagai ‘Kota Pelajar’. Berikut adalah sejumlah destinasi wisata yang patut dikunjungi.

1. Jalan Malioboro


Berwisata ke Yogyakarta rasanya kurang pas kalau tidak mengunjungi Jalan Malioboro. Pasalnya area tersebut merupakan ikon wisata Yogyakarta yang terkenal.

Pusat perbelanjaan ini menawarkan berbagai barang unik, dari batik hingga kerajinan tangan. Selain itu, terdapat banyak penjual makanan khas Yogyakarta yang menggugah selera, seperti gudeg, bakpia, dan sate klathak.

2. Taman Sari

Puas berbelanja, tidak ada salahnya bergeser untuk berwisata yang kental dengan budaya seperti Taman Sari.

Taman Sari merupakan bekas taman kerajaan Yogyakarta yang kini menjadi objek wisata populer. Tempat ini menawarkan pemandangan yang indah dan sejarah yang kaya.

3. Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan menawarkan keindahan alam yang mempesona. Tempat ini cocok untuk bersantai dan menikmati udara segar, serta menjadi lokasi favorit untuk berfoto dengan latar belakang pepohonan pinus yang menjulang tinggi.

4. Fazzio Modifest di Alun-Alun Royal Ambarrukmo Plaza

Setelah menjelajahi berbagai destinasi hits di Yogyakarta, jangan lewatkan acara seru Fazzio Modifest yang akan digelar di Alun-Alun Royal Ambarrukmo Plaza pada tanggal 10 Agustus 2024. Acara ini menawarkan berbagai kegiatan menarik yang sayang untuk dilewatkan:

– City Touring

Jelajahi keindahan kota Yogyakarta dengan tur keliling kota bareng Yamaha Fazzio yang pasti seru banget. Tur ini akan membawa Anda melewati berbagai landmark penting dan destinasi menarik di kota ini.

– F&B Tenant

Nikmati berbagai makanan dan minuman lezat dari tenant-tenant terbaik. Dari kuliner lokal khas Yogyakarta hingga hidangan internasional, semua bisa ditemukan di sini.

– Live Painting

Saksikan seniman lokal menunjukkan keahlian mereka dalam melukis secara langsung di motor Yamaha Fazzio. Anda bisa melihat proses kreatif mereka dan bahkan membeli karya seni yang dipamerkan.

– Modification Workshop

Ikuti workshop menarik tentang modifikasi tipis-tipis yang bikin motor jadi modis, dipandu oleh para ahli. Workshop ini akan memberikan wawasan dan teknik-teknik baru dalam dunia modifikasi.

– Photo Contest

Abadikan momen-momen terbaik di acara ini dan ikut serta dalam kontes foto. Kontes ini terbuka untuk semua pengunjung, dengan hadiah menarik untuk foto terbaik.

– Cosplay

Lihat para cosplayer tampil dengan kostum-kostum keren dan kreatif. Ini adalah kesempatan bagus untuk berfoto bersama dan menikmati kreativitas para cosplayer.

– Live Music

Nikmati penampilan musik live dari berbagai band dan musisi ternama. Penampilan spesial dari Jumbrong & Friends serta Orkes Rumah Opet akan menghibur pengunjung dengan musik-musik terbaik mereka.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati akhir pekan yang penuh keseruan di Fazzio Modifest 2024. Ajak keluarga dan teman-teman Anda untuk berpartisipasi dan merasakan pengalaman yang tak terlupakan. Sampai jumpa!

(ads/ads)



Sumber : travel.detik.com

Aktivitas Seru dan Jam Buka


Jakarta

Kota Tua termasuk wisata favorit di Jakarta. Kawasan ini kental dengan nilai sejarah, terlihat dari arsitektur sejumlah bangunannya. Di sisi lain, gedung-gedung bergaya vintage itu terbilang estetik dan kerap jadi spot foto para wisatawan.

Berbagai aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di Kota Tua, mulai dari mengunjungi museum, berkeliling dengan sepeda, hingga nongkrong di tempat bersejarah. Penasaran? Simak panduan berwisata ke Kota Tua Jakarta di bawah ini.

Aktivitas Seru di Kota Tua Jakarta

Berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Kota Tua Jakarta:


1. Belajar Sejarah di Museum

Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh sejumlah museum yang memperkenalkan banyak koleksi bersejarah. Kalau tertarik berwisata edukasi, maka museum-museum di kawasan ini boleh banget dikunjungi. Berikut beberapa museum di area Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. (Tripa Ramadhan)

Dilansir situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini patut didatangi jika ingin mengetahui sejarah panjang Kota Jakarta sejak masa prasejarah, kolonial, hingga masa kini. Bangunan museumnya sendiri telah dibangun sedari 1707.

Jika ingin mengenal sejarah bank sentral di Tanah Air, maka dapat mengunjungi museum satu ini. Selain itu, traveler bisa mengetahui perkembangan ekonomi serta mata uang Indonesia dari masa ke masa di sini.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi kesenian wayang yang ada di Indonesia. Mulai wayang yang terbuat dari kayu, kulit, boneka, dan bahan lainnya. Kabarnya terdapat lebih dari 6.800 buah koleksi wayang di sini lho.

Museum BahariMuseum Bahari (Almadinah Putri Brilian/detikcom)

Museum ini menampilkan koleksi kebaharian dan kenelayanan seluruh bangsa Indonesia bisa dilihat di museum ini. Koleksi yang ada berupa berbagai perahu tradisional, miniatur kapal, perlengkapan pelayaran, hingga alat navigasi kapal. Terdapat juga koleksi biota laut sampai tokoh-tokoh maritim Nusantara.

Kalau mau tahu informasi dan melihat koleksi aktivitas perbankan tempo dulu dan perkembangannya, kamu bisa datang ke museum ini. Ditampilkan berbagai koleksi operasional bank, seperti peti uang, mesin hitung uang, surat berharga, hingga mata uang kuno.

2. Membuat Gerabah di Museum Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaMuseum Seni Rupa dan Keramik Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Selain sejumlah museum sebelumnya, ada pula Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua. Sesuai namanya, museum ini menyimpan sejarah seni di Tanah Air hingga menampilkan berbagai koleksi keramik dan karya seni.

Menariknya, traveler dapat mengikuti pottery class di sana. Cukup mengeluarkan kocek Rp 50.000, kamu akan belajar membuat tembikar atau gerabah dengan bimbingan ahlinya. Nantinya, karya yang berhasil dibuat itu bisa traveler bawa pulang.

3. Nongkrong di Toko Merah

Ada kafe di Toko Merah Kota Tua JakartaToko Merah Kota Tua Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat bangunan berbata merah di kawasan Kota Tua yang berusia hampir tiga abad, yaitu Toko Merah. Dilansir Historia, gedung ini dibangun pada 1730. Setelahnya bangunan ini berganti-ganti pemilik.

Pada 1998, Toko Merah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung ini dimiliki oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak 2003. Usai sekian lama tidak difungsikan, Toko Merah kini menjadi kafe untuk nongkrong aesthetic bernuansa vintage bernama RODE Winkel.

RODE Winkel menawarkan aneka kopi dan menu makanan nusantara yang lezat. Kafe ini juga menyajikan berbagai pastry, camilan, dan minuman non kopi. Tempat nongkrong ini buka setiap hari dari jam 10.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-22.00 pada Sabtu-Minggu.

4. Berkeliling dengan Sepeda

Area Kota Tua Jakarta cukup luas, karena itu traveler dapat mengelilinginya dengan bersepeda. Pengunjung bisa menyewa sepeda ontel di sekitar kawasan tersebut dengan harga cukup terjangkau.

Kamu pun dapat berkeliling Kota Tua sesukamu tanpa lelah, bahkan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

5. Hunting Foto

Objek wisata baru di Kota Tua JakartaKali Besar Kota Tua Jakarta (detikcom)

Berfoto merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Kota Tua. Pasalnya, setiap sudut di kawasan ini bisa jadi spot foto Instagramable. Gedung-gedung kuno yang terawat memiliki vibes vintage yang estetik.

Jalan sedikit ke area Kali Besar Kota Tua terdapat bekas dermaga di masa lalu yang dominan berwarna putih jadi spot favorit berfoto pengunjung. Selain itu, bisa pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal pada abad ke-5 untuk melihat kapal dan perahu-perahu bersandar. Atau ke Jembatan Kota Intan yang dulunya untuk lalu lintas perahu dan dibangun pada 1628.

6. Wisata Kuliner

Kalau lapar setelah seharian bermain di Kota Tua Jakarta, kamu dapat mengunjungi restoran, kafe, serta tenant makanan yang terdapat di sana.

Bisa mampir ke Cafe Batavia ikonik yang bangunannya masih berdiri kokoh sejak 1805. Menu yang disuguhkan otentik makanan nusantara seperti Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

Terdapat Kedai Seni Djakarte yang gedungnya juga bergaya tempo dulu. Kamu dapat mencicipi aneka menu makanan berat, camilan, dan minuman. Kalau ingin mencoba berbagai pizza ala New York City, bisa datang ke NYPD Pizza.

Kawasan Kota Tua Jakarta terletak di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dari pusat kota Jakarta, tempat ini berjarak dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

Lokasi Kota Tua mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Bisa turun di Stasiun Jakarta Kota bagi pengguna KRL. Keluar dari stasiun maka traveler sudah berada di sekitar kawasan Kota Tua.

Jika naik Transjakarta maka kamu dapat berhenti di Halte Kota yang berlokasi di sebelah Stasiun Jakarta Kota. Bus Transjakarta yang melayani rute melewati atau ke kawasan ini, antara lain:

  • Koridor 1: Blok M – Kota
  • Koridor 1A: Pantai Maju – Balai Kota
  • Koridor 3H: Stasiun Pesing – Kota
  • Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
  • Koridor 12A: Kota – Kali Adem
  • Koridor 12B: Pluit – Senen

Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat memesan langsung menuju kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara bila menaiki kendaraan pribadi, traveler bisa mengandalkan online maps jika tidak tahu rutenya ya.

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

Untuk masuk ke kawasan Kota Tua tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu barulah akan dikenakan tiket jika mengunjungi sejumlah museum. Tapi tenang saja, tiket masuk museum rata-rata sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000-15.000 saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua, tepatnya Taman Fatahillah dapat diakses setiap hari mulai jam 06.00-22.00 WIB. Waktu operasional sejumlah museum lebih singkat lagi. Berikut jam buka beberapa museum di Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Indonesia: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Mandiri: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Seni Rupa dan Keramik: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bahari: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Wayang: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB).

Tips Berkunjung ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kalau tertarik mengunjungi kawasan Kota Tua, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti nih. Dilansir Jakarta Tourism, berikut tips berkunjung ke Kota Tua Jakarta:

  • Pastikan kondisi badan fit
  • Tentukan tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelum berangkat
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Datang di waktu pagi agar belum terlalu ramai
  • Tidak datang di waktu sore karena sejumlah museum sudah tutup
  • Gunakan sunblock karena cuaca panas menyengat di siang hari
  • Bawa payung dan alas duduk
  • Tidak buang sampah sembarangan.

Nah, itu tadi panduan lengkap berwisata ke Kota Tua Jakarta. Jadi, apakah kamu berminat mengunjungi kawasan wisata ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

8 Ide Museum Date di Jakarta, Bangun Suasana Romantis dan Seru


Jakarta

Museum date adalah konsep kencan di mana pasangan menghabiskan waktu bersama di museum. Mereka biasanya menjelajahi pameran seni, sains, sejarah, atau budaya.

Jakarta jadi salah satu kota yang sangat cocok untuk museum date. Selain memiliki banyak museum, museum di jakarta juga menawarkan suasana yang nyaman,sarat pengetahuan dan instagrammable.

Bagi detikers yang bingung mau liburan akhir tahun sama pangan ke mana? Kamu bisa pilih tempat-tempat ini untuk museum date.


Ide Museum Date di Jakarta

Dirangkum detikcom dari akun sosial media dan websitenya, berikut adalah beberapa rekomendasi museum yang bisa jadi pilihan museum date di Jakarta:

1. MoJa Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. (Rifkianto Nugroho)
  • Harga tiket masuk: Rp 125 ribu-240 ribu.
  • Lokasi: Gelora Bung Karno Sports Complex, Main Stadium, Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Setiap hari dari jam 11.00-19.30 WIB.

MOJA museum jadi salah satu museum terkenal di Jakarta yang interaktif dan instagrammable. Di sini, kamu bisa melihat banyak eksibisi seni interaktif.

Berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di MoJa museum di antaranya MoPaint (untuk kamu yang suka gambar), golf, atau RoJa yakni wahana roller skating (sepatu roda).

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (Tiara Rosana/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu (pelajar), Rp 3 ribu (mahasiswa), dan Rp 5 ribu (dewasa).
  • Alamat: Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga museum Fatahillah, adalah bangunan yang jadi ikon di kawasan Kota Tua Jakarta. Dilansir Antara, museum ini memiliki koleksi sekitar 23.500 barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika.

Dilansir laman Jakarta Tourism, dulunya, bangunan museum merupakan markas administrasi Perusahaan Hindia Timur, dan kemudian Pemerintah Belanda. Kebanyakan koleksi di museum ini terdiri dari peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI.

3. Galeri Nasional Indonesia

Pengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agrPengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (anak-anak), Rp 20 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Tim. No.14, RT.6/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Selasa-Sabtu dari jam 09.00-19.00 WIB.

Museum seni dan pusat pameran ini lokasinya ada di jantung kota Jakarta. Di sini kamu bisa menikmati ruang seni dan budaya, dengan beragam koleksi karya seni rupa.

Baik itu yang bersifat klasik maupun kontemporer dari seniman Indonesia maupun internasional. Galeri Nasional Indonesia cocok banget buat dijadikan ide museum date, karena banyak spot foto estetik dengan suasana yang tenang dan nyaman.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaArea Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu-15 ribu (lokal), Rp 5 ribu (mahasiswa), Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Pos Kota No.2 9, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 09.00 WIB – 15.00 WIB.

Sesuai namanya, museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Selain melihat koleksi, kamu dan pasangan date kamu juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di sini lho.

5. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara)

Museum MACANMuseum MACAN. (Chelsea Olivia/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 36 ribu-90 ribu.
  • Alamat: AKR Tower Level M, Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari 10.00-18.00 WIB.

Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer dari Indonesia dan luar negeri. Museum ini memang populer dikalangan pecinta seni dan anak muda.

Museum MACAN juga kerap menghadirkan pameran dan event kolaborasi dengan tema yang berbeda-beda.

6. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu (anak-anak), Rp 25 ribu (dewasa), Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,
  • Jam buka:Selasa-Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Kompleks Museum Nasional berdiri di atas tanah seluas 26.500 meter persegi.Terdiri dari Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa, dan Gedung B (Gedung Arca) untuk pameran, juga digunakan untuk laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, perpustakaan, dan kantor.

Dilansir laman resminya, sampai saat ini koleksi yang dikelola museum ini ada sekitar 190.000an. Benda-benda tersebut terdiri dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, dan etnografi.

7. Museum Bank Indonesia (BI)

Pameran Rupiah Berkisah tentang TimurPameran Rupiah Berkisah tentang Timur. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu per orang, gratis bagi pelajar/mahasiswa.
  • Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 08.00-15.30 WIB.

Museum BI dulunya digunakan oleh De Javasche Bank, salah satu gedung dengan nilai sejarah yang tinggi. Lokasinya masih berada di kawasan Kota Tua.

Museum ini pertama kali dibuka pada tanggal 15 Desember 2006. Museum BI menyimpan berbagai koleksi numismatik dan arsitektur gedung.

8. Museum Wayang

Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia.Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu (anak-anak dan pelajar/mahasiswa), Rp 10 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa – Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Museum Wayang banyak memamerkan dan melestarikan warisan seni budaya pertunjukan boneka tradisional indonesia. Koleksinya meliputi wayang golek, wayang kulit, serta beberapa koleksi wayang dari daerah serta negara lain.

Tips untuk Museum Date

  • Ketahui tanggal dan waktu buka museum.
  • Pakai outfit terbaikmu, jangan lupa juga pilih yang nyaman.
  • Abadikan momen dengan berfoto di spot-spot menarik dan Instagramable.
  • Bangun obrolan dengan membahas topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Itu tadi beberapa pilihan tempat untuk ide museum date di Jakarta yang bisa dikunjungi. Selain menawarkan suasana yang lebih santai dan estetis, date di museum juga sangat bernuansa romantis.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Kenangan Masa Kolonial hingga Merdeka


Jakarta

Kompleks Kota Tua Jakarta adalah kawasan wisata sejarah dan budaya yang sangat populer sekaligus ikonik. Main ke Jakarta sangat sayang jika sampai melewatkan wisata ke Kota Tua Jakarta yang Instagramable dan selalu berbenah. Foto Kota Tua Jakarta cocok banget buat update status dan feed di medsos.

5. Hidden Gem Kota Tua Jakarta

Sejarah Kota Tua Jakarta berawal di tahun 1619 saat Jayakarta direbut Belanda dan diubah namanya menjadi Batavia. Kota Tua Jakarta adalah pusat pemerintahan dan kantor pusat perusahaan perdagangan Belanda VOC. Seiring waktu, Kota Tua Jakarta menjelma menjadi destinasi sejarah dan budaya populer.

Beberapa spot di Kota Tua dikenal sebagai hidden gem, meski bukan sepenuhnya tersembunyi. Spot ini cocok untuk dieksplor lebih jauh untuk memperoleh konten medsos atau bahan obrolan baru.


1. Lighting Art Kota Tua Jakarta

Pengunjung berpose saat foto di Lighting Art Kota Tua, Jakarta, Kamis (3/4/2025).Lighting Art Kota Tua, Jakarta (dok. Grandyos Zafna)
  • Jam buka: setiap hari 10.00-21.00
  • Harga tiket: anak Rp 40 ribu, dewasa Rp 45 ribu hanya bisa dibeli on the spot alias offline
  • Lokasi: Gedung Dharma Niaga lantai 3 Jl. Kali Besar Timur 4, RT 7/RW 7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Wahana yang tersedia mulai Jumat (28/3/2025) ini menyediakan lebih dari 20 ruangan penuh cahaya, yang bikin foto makin estetik. Waktu kunjungan tak terbatas, sehingga kita bisa berlama-lama ambil foto super estetik di tiap spotnya. Kita sebaiknya datang lebih pagi supaya bisa mencoba lebih banyak ruang penuh cahaya.

“Super aesthetic dan murah banget untuk destinasi sebagus ini. Antreannya saat weekend cukup panjang dan ada beberapa spot foto yang harus antri dengan durasi waktu. Kita bisa membawa tripod untuk pengambilan foto atau video. Ada staf juga yang bisa bantu,” tulis akun Bellia Magdhalena dalam google review.

2. Magic Art 3D Museum

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum (dok. Tiara Rosana/detikcom)
  • Jam buka: Senin-Jumat: 10.00-18.00, Sabtu-Minggu: 10.00-19.00
  • Harga tiket: anak (0-16 tahun) Rp 60 ribu, dewasa Rp 80 ribu bisa diperoleh online dan offline
  • Lokasi: Gedung Kerta Niaga 1 Unit GF, Jl. Kali Besar Timur Nomor 9, Pinangsia, Kota Tua, Jakarta Barat

Destinasi wisata ini punya 100 lukisan mural dengan ilusi optik tiga dimensi, yang sangat seru buat jadi spot foto. Lukisan 3D perlu treatment khusus selama pembuatan hingga perawatan agar dimensi panjang, lebar, tingginya terjaga dan bisa disaksikan pengunjung. Karena itu, pengunjung yang mau masuk zona lukisan 3D wajib lepas sepatu lebih dulu.

“Tempat ini worth it buat cari hiburan seru dan spot foto kece. Masuk ke sini agak tersembunyi juga dan harus tanya-tanya security. Usahakan kali mau ke sini minimal ada teman untuk bantu foto-foto dan biar bisa ikut seru-seruan,” tulis akun Mutia Triana dalam akun google review.

3. Kedai Seni Djakarte

kedai seni djakarteKedai Seni Djakarte (dok. Devi S. Lestari/detikFood)
  • Jam buka: Senin tutup. Selasa 10.00-19.00 Rabu-Minggu 10.00-20.00
  • Tarif per orang: Rp 25-50 ribu bergantung jumlah dan harga pesanan
  • Lokasi: Pintu Besar Utara Jl. Taman Sari Raya Nomor 17 RT 4/RW 6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Kedai ini sebetulnya mudah terlihat saat masuk kompleks Kota Tua Jakarta, meski baru dikunjungi setelah lelah muter-muter. Di sini ada beragam menu Nusantara dan fusion plus art performance di sekitar resto dan di dalam. Kita bisa ngopi, ngemil, atau makan hidangan berat di sini.

“Tempatnya estetik banyak ornamen antik dan suasananya nyeni banget, bener-bener pas dengan vibe Kota Tua. Harga makanan terjangkau untuk kafe di destinasi wisata. Staff ramah menyambut tamu. Ada ruang berAC juga cocok buat yang pengen ngadem,” tulis akun google Yanti Mandasari.

4. Museum Wayang

Museum Wayang dengan wajah baruMuseum Wayang dengan wajah baru (dok. Syanti Mustika/detikcom)
  • Jam buka: Senin tutup, Selasa-Minggu 09.00-15.00
  • Harga tiket: anak weekdays Rp 5 ribu dan weekend Rp 5 ribu, dewasa weekdays Rp 10 ribu dan weekend Rp 15 ribu
  • Lokasi: Kawasan Kota Tua Jl. Pintu Besar Utara Nomor 27, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Museum wayang menyimpan 6.800 koleksi dari seluruh Indonesia dari berbagai bahan. Koleksi ini terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber, dan gamelan. Di sini juga ada ruang immersif tempat kita bisa menikmati game interaktif, foto, menikmati permainan bersama AI.

“Baru sekali ke Museum Wayang, jujur bagus banget loh. Awalnya agak underestimate karena dari luas kaya bapuk, tapi pas masuk ternyata bagus dan wayangnya tersimpan dengan baik. Ruangannya bagus, bersih, adem, sama sekali nggak horor. Highly recommended, apalagi tiketnya murah dan bikin main pinter,” tulis akun google Caroline.

5. Rumah Akar

Rumah Akar BataviaRumah Akar Batavia (dok. Instagram akarbatavia)
  • Lokasi: Jl. Kali Besar Timur Nomor 19, Jakarta Barat

Spot hidden gem ini tidak terbuka untuk umum, artinya hanya tersedia untuk yang reservasi lebih dulu. Biasanya, pemesan hendak melakukan sesi foto untuk pernikahan atau keperluan lain dan ingin latar yang dramatis. Seperti namanya, rumah akar berisi akar-akar tumbuhan yang menjuntai berukuran besar yang mungkin berusia ribuan tahun.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita


Jakarta

Petak 9 di Glodok, Jakarta, adalah kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Traveler bakal menemukan suasana autentik, kuliner, dan wihara megah di sini.

Petak 9 terletak di Jalan Kemenangan Raya nomor 40, RT 5/RW 1, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Pecinan Jakarta, yang disebut-sebut sebagai kawasan Pecinan terbesar sekaligus tertua di Indonesia.

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir mobil di tepi jalan sekitar Petak 9 dengan tarif sekitar Rp 10 ribu.


Petak 9 tidak memiliki papan nama resmi yang menandakan kawasan ini, sehingga traveler yang baru kali pertama berkunjung sebaiknya bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

Bagi detikers yang hobi membuat konten vlog atau fotografi, tempat ini bisa jadi spot seru untuk menangkap suasana khas Pecinan yang autentik. Deretan kios di sepanjang gang menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari buah, sayur, ikan segar, hingga jajanan tradisional Tionghoa. Beberapa toko juga menjual perlengkapan ibadah umat Tionghoa seperti dupa, angpau, dan lampion.

“Toko biasanya ramai menjelang Imlek. Banyak warga Tionghoa datang untuk membeli kue keranjang dan perlengkapan sembahyang,” ujar Li Xau, pedagang di Toko Kuh Kok di Petak 9.

Di kawasan ini juga banyak pedagang pakaian, perabot rumah tangga, buah, sayur, dan ikan. Traveler yang ingin membeli ikan segar, waktu terbaik datang adalah pagi hari karena stok ikan masih baru dan kualitasnya lebih baik.

Jalanan sempit dengan genangan air dari kios ikan menjadi ciri khas Petak 9. Suasana ramai membuat pengunjung kadang harus bergantian lewat dengan pengendara motor yang melintas. Meski padat, atmosfernya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan khas Pecinan Jakarta.

Kawasan Petak 9 juga dikenal dengan deretan wihara yang berdiri megah di antara bangunan tua. Dua wihara paling terkenal di area ini adalah:

Wihara Dharma Bakti

Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

Terletak di pertigaan pertama Petak 9 sebelah kanan. Aroma dupa langsung menyambut begitu pengunjung masuk ke dalam area wihara. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

Wihara Dharma Jaya Toasebio

Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

Berada di Jalan Kemenangan III nomor 48, Jakarta Barat, sekitar 450 meter dari Wihara Dharma Bakti. Vihara ini menjadi tempat sembahyang sekaligus destinasi religi yang sering dikunjungi wisatawan.

Petak 9 yang kental dengan nuansa Tionghoa memang jadi destinasi pilihan bagi penyuka wisata budaya, sejarah, dan fotografi. Buat kamu yang mau jalan-jalan di sini, jangan lupa bawa payung atau sunscreen sehingga tetap nyaman traveling saat panas atau hujan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com