Tag Archives: tanam

Cara Ampuh Lindungi Tanaman di Rumah dari Hama, Mudah!


Jakarta

Adanya hama bisa membuat tanaman kamu rusak atau bahkan mati. Tentunya kamu nggak mau kan hal itu terjadi?

Nah, sebaiknya sebelum menanam tanaman, kamu simak tips beberapa berikut ini untuk menghindari hama yang merusak tanaman. Berikut ini beberapa tipsnya.

Pasang Pembatas

Dilansir dari Real Simple, Minggu (7/7/2024), kamu bisa memasang pagar pembatas dari kawat untuk mencegah serangga yang lebih besar, tupai, atau bahkan kelinci yang mau memakan tanaman kamu. Jika kamu memiliki pohon buah, bungkus buah dengan plastik agar tidak dimakan oleh hewan lainnya, misalnya seperti kelelawar.


Pasang Tanaman Jebakan atau Penghalang

Kamu bisa membuat jebakan seperti menanam tanaman lain di dekat tanaman kamu. Misalnya, jika kamu memiliki tanaman tomat, kamu bisa menanam bunga nasturtium di dekatnya. Dengan demikian, kumbang atau serangga lainnya akan lebih tertarik ke bunga nasturtium dibandingkan tomat.

Perhatikan Genangan Air

Adanya genangan air bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Jangan sampai air yang ada di kebun kamu justru menjadi rumah bagi nyamuk.

Maka dari itu, kamu harus membersihkan genangan air yang da di taman atau kebun. Misalnya di pot tanaman, kandang burung, atau memotong semak-semak di sekitar kebun.

Tanam Tanaman Khas Daerah Tertentu

Menurut Profesor Departemen Entomologi Penn State, John Tooker menanam beragam spesies tanaman asli sesuai dengan daerah masing-masing bisa mendukung komunitas serangga yang kuat. Dengan adanya komunitas tumbuhan dan serangga yang beragam harus mendukung dan menyertakan predator alami yang dapat membantu mengendalikan spesies hama.

“Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari (pemakaian) insektisida kecuali tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Nggak Ada Alasan Males Lagi, 5 Tanaman Ini Bisa Tumbuh Subur Tanpa Tanah



Jakarta

Tanah bukan satu-satunya media tanam yang bisa digunakan, tanaman juga bisa tumbuh di atas air. Tanaman jenis ini bisa jadi pilihan bagi kamu yang tidak bisa menyiram tanaman terlalu sering.

Tanaman seperti ini menyedot air untuk mengambil larutan nutrisi mineral untuk mereka berkembang. Kamu tidak perlu khawatir nanti akar atau batang busuk karena beberapa tanaman memang tercipta untuk direndam lama di dalam air.

Tampilan tanaman-tanaman ini pun beragam. Tidak hanya hijau seperti melainkan ada pula yang memiliki bunga. Selain itu, tanaman ini bisa ditempatkan di wadah yang ukurannya kecil.


Melansir dari Wild Plantage, Senin (7/10/2024), berikut beberap jenis tanaman yang dapat hidup tanpa tanah, melainkan dengan air.

1. Sirih Gading (Pothos)

selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

Sirih Gading adalah salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman dengan nama lain pothos bisa ditanam di air dan ditempel ke dinding atau media lain karena Sirih Gading adalah tanaman rambat.

Untuk perawatan sirih gading, kamu cukup rajin memotong bagian ujung batang sekitar 13 cm dan letakkan di jendela untuk mendapatkan sinar matahari alami.

Pothos memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak berujung fatal. Daunnya sangat tajam dan dapat merobek kulit, sehingga kamu perlu berhati-hati menangani tanaman ini.

2. Lucky Bamboo

bambu hoki Foto: Getty Images/iStockphoto/bentaboe

Jika kamu ingin tanaman hias yang berukuran kecil, kamu bisa memajang lucky bamboo di rumah. Tanaman ini dapat tumbuh di air dan tidak butuh tanah. Bahkan kamu cukup sediakan tempat kecil, lucky bamboo juga dapat tumbuh.

Kuncinya saat merawat lucky bamboo adalah ada media yang dapat menahan bentuknya, seperti beberapa batu kecil di dasar wadah. Potong sedekat mungkin dengan batang induk secara bersih dan tajam sekitar 10-15 cm. Sisakan satu set daun lalu kupas dedaunan agar tidak masuk ke dalam air.

Tanaman ini hanya memerlukan matahari secara tidak langsung dan cukup ditaruh di ruangan yang terang agar tanaman bisa tumbuh subur. Namun, tanaman ini beracun bagi hewan peliharaan apabila tertelan, maka dari itu kamu harus pasikan anabul tidak dekat-dekat dengan lucky bamboo.

3. Sukulen

Ilustrasi Tanaman Hias Sukulen Foto: Getty Images/agrobacter

Sukulen adalah tanaman kecil yang bentuknya cantik dan biasanya simetris. Tanaman ini bentuknya mirip dengan kaktus, tetapi warnanya beragam. Tanaman ini bisa tumbuh subur di dalam air dan tidak perlu terpapar matahari.

Cara menanamnya adalah dengan memastikan bagian ujung tidak terendam air yakni di atasnya.

4. Herbal Bertangkai Lunak

Tanaman rempah Foto: iStock

Herbal ini memiliki batang yang lunak merupakan jenis tanaman dalam ruangan yang bisa tumbuh di dalam air. Meskipun tumbuhan ini memiliki batang kayu yang bisa bertahan, tetapi masih ada kemungkinan terjadi pembusukan di bagian bawah batang.

Beberapa tanaman herbal yang memiliki batang lunak dan bisa hidup di air di antaranya thyme, dill, ketumbar, basil, mint, peterseli, marjoram, dan tarragon. Tanaman herbal berbatang kayu tidak bisa tumbuh di air tanpa akan melakukan pembusukan, contohnya sepertidaun salam, sage, dan rosemary.

Sesekali coba potong batang lunak tanaman herbal yang sudah tumbuh mapan, kemudian letakkan di ambang jendela untuk penerangan sinar matahari. Karena herbal dipakai untuk bahan masakan, ini aman untuk dikonsumsi. Namun, untuk beberapa jenis ada yang bisa meracuni hewan peliharaan. Oleh karena itu, lebih baik jauhkan tanaman herbal dari hewan peliharaan.

5. Anthurium

1207005970 Foto: Getty Images/iStockphoto/Pranee Mankit

Tanaman dengan kuping daun yang menarik adlaah anthurium. Tanaman satu ini memiliki ciri khas daun lebarnya menghadap ke atas. Biasanya warnanya berbeda dengan batang dan bagian lainnya. Ternyata tanamana hias satu ini bisa hidup di dalam air lho. Sebab, dia senang dengan lingkungan yang memiliki kelembapan yang tinggi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Mau Tanam Cabai di Rumah? Begini Langkah-langkahnya


Jakarta

Harga cabai yang tidak stabil membuat banyak masyarakat kerap dibuat pusing. Ditambah lagi kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu sehingga beberapa warga tak mampu untuk membeli cabai.

Namun jangan khawatir, ada solusi ampuh agar kamu tetap bisa menikmati cabai tanpa perlu mengeluarkan banyak uang, yakni dengan menanamnya di rumah. Memangnya bisa?

Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.


Ingin tahu bagaimana cara menanam cabai di rumah dengan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Menanam Cabai di Rumah

Menanam cabai tak bisa dilakukan sembarangan. Waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah ketika musim hujan. Selain itu, cabai lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.

Agar cabai bisa tumbuh subur, simak cara menanam cabai di rumah yang benar di bawah ini:

1. Rendam Benih Cabai

Agar cabai bisa tumbuh subur maka dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitas caranya adalah dengan merendam bibit ke dalam air hangat dengan suhu 50 derajat Celcius. Pada umumnya, benih yang berkualitas akan tenggelam di dalam air.

2. Semai Benih Cabai

Langkah berikutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kandang atau kompos yang sudah dicampur tanah dengan perbandingan 1:1, lalu tempatkan pada sebuah wadah atau polybag. Ketika sudah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Setelah itu, cabai mulai tumbuh perlahan sekitar 7-8 hari berikutnya. Benih cabai yang sudah tumbuh perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama proses ini pastikan kamu menyiram tanaman cabai setiap hari.

3. Pindahkan ke Tanah

Ketika tanaman cabai semakin besar, kamu perlu memindahkannya ke tanah agar tumbuh subur. Buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

Jika kondisi tanah sebelum ditanam kondisinya kering, kamu perlu mencampurnya dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Tambahkan juga pupuk susulan berupa urea, ZA, KCL sebanyak tiga kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam.

Untuk besaran masing-masing pupuk dapat disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat. Setelah itu, tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang, lalu masukkan cabai muda ke dalam lubang.

4. Merawat Tanaman Cabai

Tanaman cabai juga perlu diperhatikan dan dirawat sebaik mungkin. Setelah 1-2 minggu ditanam segera cek apakah ada bibit yang mati atau tidak. Jika ditemukan ada bibit yang mati atau sakit segera dibuang.

Sementara untuk bibit tanaman cabai yang sudah berkembang subur pastikan untuk selalu disiram secara rutin. Jika ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

5. Masa Panen Cabai

Masa panen cabai bisa berbeda-beda tergantung dari lokasinya. Jika ditanam di dataran rendah maka waktu panennya sekitar dua bulan lebih atau 70-75 hari, sedangkan di dataran tinggi sekitar 4-5 bulan. Apabila ditemukan buah cabai yang rusak maka segera disingkirkan.

Cara menentukan waktu panen dapat menyesuaikan dengan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai ingin dikirim ke daerah yang jauh, sebaiknya panen cabai ketika warnanya masih hijau, tapi jika untuk kebutuhan di rumah maka panen cabai ketika sudah berubah merah.

Demikian cara menanam cabai di rumah dengan mudah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Taman Agrowisata Cilangkap: Adem… Tiket Masuk Gratis



Jakarta

Di Jakarta Timur terdapat sebuah taman yang luas dan tanamannya rindang. Taman Agrowisata Cilangkap bisa jadi alternatif bersama saat liburan sekolah.

Taman Agrowisata Cilangkap ini terdapat sejumlah fasilitas buat pengunjung, seperti jogging track, area bermain anak, dan danau yang luas. Berada di Jalan Raya Cilangkap No 45, Jakarta Timur, Taman Agrowisata CIlangkap berdiri di tanah seluas 19,5 hektar.

Dengan area yang luas itu, traveler bisa eksplor beberapa tempat. Saat pertama masuk ke Taman Agrowisata Cilangkap, traveler akan disuguhi deretan pohon-pohon buah. Berbagai pohon buah-buahan berada di area pertama, pohon-pohon seperti alpukat, mangga, jambu, belimbing hingga durian ada di taman ini.


Di sepanjang kebun itu terdapat jalur jogging. Dijamin jogging dengan suasana berbeda karena traveler jogging di tengah kebun buah-buahan.

Nantinya jika sedang beruntung saat berkunjung ke sini akan menemukan buah-buahan yang jatuh dari pohon. Saat detikTravel berkunjung ke sana, Senin (8/7/2024) terdapat beberapa buah belimbing matang yang tergeletak di bawah pohon. Walaupun ukurannya tak terlalu besar tapi rasa buah belimbing itu manis dan mengandung begitu banyak air, cukup menyegarkan dahaga ketika terik matahari menyengat.

Beranjak dari area kebun pohon-pohon buah dan berjalan lebih dalam lagi di taman ini, kamu akan menemukan beberapa green house yang di dalamnya terdapat tanaman-tanaman hidroponik.

Dimas, petugas teknis di kebun hidroponik Taman Agrowisata Cilangkap, menjelaskan terdapat empat greenhouse untuk tanaman hidroponik, namun hanya tiga yang difungsikan karena sisanya tengah dalam proses renovasi.

Sembari menyusuri tiap-tiap green house, Dimas membeberkan tiga green house tersebut ditanami berbagai tanaman hidroponik seperti bayam merah, kangkung, kailan, terong, lidah buaya, tomat, cabe hingga buah melon. Selain budidaya hidroponik, di greenhouse ini juga terdapat budidaya konvensional dengan media tanah.

“Ini kan green house A, di green house B ini baru direnov. Nah di sini sebelumnya dulu budidaya hidroponik sistem DFT (deep film technique) seperti kayak gini nih kan ada kangkung sama bayam merah. Kebetulan ini udah kemakan waktu jadi tempatnya udah gak bisa digunain lagi nah tapi kita manfaatin jadi tempat budidaya melon,” kata Dimas sembari menunjukkan tanaman buah melon.

“Nah melon ini ada dua cara tanamnya kalau yang ini konvensional masih menggunakan tanah ya biasa media tanamnya tuh tanah, pupuk sekam, pupuk kandang, sekam bakar, sekam mentah. Nah kalau yang sebelah sini hidroponik medianya cuma sekam bakar full terus nutrisinya ini dari abemik,” Dimas menambahkan.

Setelah menjelaskan beberapa cara tanam melon, Dimas juga memberikan contoh hasil melon dengan dua cara tanam berbeda itu, Menurut dirinya melon yang ditanam dengan cara hidroponik rasanya cenderung lebih manis dan tekstur daging buahnya lebih crunchy, walaupun secara ukuran tak ada perbedaan.

Kemudian di Taman Agrowisata Cilangkap ini juga kerap mengirim hasil panen tanaman hidroponik mereka ke supplier yang nantinya didistribusikan ke berbagai tempat seperti supermarket. Tanaman hidroponik yang bisa tempat ini kirimkan adalah bayam merah, kangkung, dan kailan.

Dimas juga mengatakan biasanya beberapa pelajar mulai dari SD hingga mahasiswa datang ke sini untuk belajar tentang budidaya tanaman secara hidroponik dan di bulan Agustus mendatang juga akan ada

“Nggak lama (nanti) mau ada juga tapi bukan dari pelajar tapi ini dari Polda, tahun kemarin sih udah ada. Dia buat program nanti yang mau pada pensiun itu, bulan Agustus nanti mau belajar di sini tentang hidroponik,” ujar dia.

Bisa Dikunjungi oleh Masyarakat Umum dan Gratis

Koordinator Petugas Teknis Hidroponik Taman Agrowisata Cilangkap, Agus Misbah, taman itu terbuka bagi siapapun yang ingin berkunjung dan belajar untuk menanam. Mereka tinggal datang langsung ke taman itu tanpa dipungut biaya.

Agus juga menerangkan ada tiga bentuk kinerja dari agro eduwisata ini yaitu untuk pelayanan, produksi, dan juga edukasi.

Nantinya jika pengunjung ingin datang dan belajar langsung saja masuk dan bertanya pada penjaga yang berjaga. Agus mengatakan pengunjung akan diarahkan langsung kepada petugas yang ada di area tersebut. Misalnya, ingin belajar tentang penanaman hidroponik, maka pengunjung akan dibawa langsung ke area hidroponik.

“Terus kalau bentuknya serius misalnya ingin pada pelatihan singkat atau pelatihan menyeluruh gitu ya tentang apa itu hidroponik, nah itu biasanya kita arahkan dulu untuk bersurat ke kantor (Pusat Pengembangan benih dan Proteksi Tanaman DKI Jakarta),” ujarnya melalui sambungan telepon.

“Tidak ada biaya itu kan bentuk pelayanan kita terhadap masyarakat yah, nggak ada biaya. Kecuali kalau mereka membeli produk kita karena kan semua produksi kita ditujukan untuk retribusi jadi apa yang dibeli sama mereka atau yang datang itu nanti untuk setoran ke retribusi,” kata dia.

Agus menyatakan Taman Agrowisata Cilangkap dibuka untuk umum setiap hari. Biasanya jam operasional taman disesuaikan dengan jam operasional kantor, mulai dari 07.00 hingga 16.30 WIB.

Agus bilang biasanya di Sabtu atau Minggu pagi masyarakat banyak yang berdatangan ke taman itu.

“Bahkan, setiap pagi itu apalagi hari Sabtu atau Minggu itu rame, ada yang jogging, ada yang bawa sepeda, yang bawa raket (bulutangkis), yang bawa bola. Ya kita perbolehkan sepanjang tidak mengganggu tanaman dan tidak mengganggu kebersihan seperti itu,” kata Agus.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit Beda di Pangandaran Sambil Petik Melon Inthanon



Pangandaran

Ngabuburit menunggu azan Maghrib di Pangandaran bisa diisi dengan kegiatan yang berbeda, yaitu memetik buah melon langsung dari pohonnya.

Aktivitas ini bisa dinikmati di kebun melon milik Tuslam, yang berlokasi di Dusun Sukanegara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Kebun melon ini menggunakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) yang dikembangkan oleh Tuslam di halaman belakang rumahnya.

Saat Ramadan, kebun melon milik Tuslam ramai dikunjungi warga, terutama karena sedang memasuki panen raya. Uniknya, ia sengaja tidak memanen seluruh melon yang sudah matang, sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi memetik sendiri langsung dari pohonnya.


Kebun milik Tuslam memiliki luas 130 meter persegi dengan populasi 150 tanaman melon jenis Inthanon. Ia pun berharap kebun ini bisa menjadi destinasi agrowisata baru di kampungnya.

Tuslam, mengungkapkan bahwa kebun melon ini berawal dari hobinya dalam bertani.

“Awalnya hanya hobi, tapi kemudian saya coba menanam melon secara hidroponik. Alhamdulillah hasilnya bagus,” tuturnya.

Sebagai lulusan jurusan pertanian, ia ingin menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya sekaligus berbagi pengalaman dengan masyarakat sekitar.

Tuslam juga memiliki visi untuk mengembangkan kebunnya sebagai destinasi agrowisata dan edukasi, di mana pengunjung tidak hanya bisa membeli, tetapi juga memetik melon langsung dari pohonnya.

“Awalnya hanya iseng, tapi saya berpikir bahwa hobi itu harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Tuslam menjelaskan bahwa kebun melon miliknya baru berjalan selama satu tahun, tetapi dalam lima bulan pertama sudah dua kali panen.

“Dari awal tanam hingga panen hanya butuh waktu sekitar dua bulan. Dalam satu pohon, hanya dipertahankan satu buah agar kualitasnya terjaga,” jelasnya.

Melon jenis Inthanon yang ia budidayakan tergolong langka di pasaran. Selain memiliki rasa yang sangat manis, melon ini juga dikenal dengan aromanya yang harum dan teksturnya yang renyah.

Kebun melon ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada bulan Ramadan. “Setiap hari selalu ada pengunjung, mulai dari pagi, siang, hingga sore hari,” ujar Tuslam.

Pengunjung Tahu dari Media Sosial

Meski luas lahannya terbatas, kebun ini mampu menghasilkan buah melon yang cukup melimpah. Ika Umika, seorang pengunjung asal Kalipucang, mengaku mengetahui kebun ini dari media sosial dan tertarik untuk datang.

“Saya dapat info dari media sosial, katanya bisa memetik melon segar langsung dari pohonnya,” ujar Ika.

Menurutnya, melon merupakan buah favoritnya karena rasanya yang manis dan segar, terutama untuk hidangan berbuka puasa.

Hal serupa juga dirasakan oleh Rifda, yang mengetahui kebun melon ini dari status WhatsApp temannya.

“Saya melihat teman update sedang memetik melon disini, jadi saya langsung datang. Kebetulan lokasinya masih dekat dengan rumah,” kata Rifda.

Kebun Melon Tuslam Menghasilkan Cuan

Dari hasil panen, Tuslam mengaku bisa memperoleh pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya operasional.

“Jika dirata-ratakan, penghasilan per hari bisa mencapai Rp 1 juta lebih. Alhamdulillah, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama menunggu panen berikutnya,” katanya.

Namun, penghasilan yang lumayan itu dia dapatkan ketika kebun melonnya mengalami musim panen.

“Kebetulan Ramadan ini pun waktunya panen,” ucapnya.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman memetik sendiri, harga satu buah melon dengan berat 1 kg adalah Rp 35 ribu. Sementara dalam sehari kebun Tuslam mampu menjual sekitar 30 kg melon yang dibeli langsung oleh pelanggan.

“Alhamdulillah, saat ini lebih banyak yang membeli langsung ke kebun,” ucapnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Kebun Melon di Pangandaran, Alternatif Long Weekend Dekat Jakarta


Pangandaran

Libur long weekend jelas menyenangkan dan selalu mengundang antusiasme. Sayang, harapan relaksasi dan healing kerap terbentur macet serta jarak destinasi wisata yang terlalu jauh. Akibatnya waktu liburan habis di perjalanan dan malah bikin lelah.

Bagi warga Jakarta, wisata petik melon di Pangandaran mungkin bisa jadi alternatif liburan. Pangandaran bisa diakses dengan kereta dan transportasi lain dari Jakarta menuju destinasi wisata pilihan. Akomodasi dan biaya yang diperlukan bisa dirancang dengan baik.

Lokasi Kebun Melon Milik Tuslam

Destinasi wisata ini berada di Dusun Ciledug RT 42/11, Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantauan google maps menyatakan alamat itu terdata atas nama G_i Farm dengan visual terakhir diambil pada 2021.

Ada Apa di Kebun Melon Milik Tuslam?

Kebun ini menyediakan wisata petik melon yang dikelola Tuslam seorang warga setempat yang menimba ilmu di bidang pertanian. Pengunjung bisa memilih melon matang di pohon lalu memetiknya dengan alat yang telah disediakan.

Selanjutnya, melon tersebut ditimbang dan dibayar dengan harga yang telah ditetapkan pengelola. Harga melon jenis inthanon adalah Rp 35 ribu per kilogram. Pengunjung wajib membayar melon yang telah dipetik.

Dalam arsip detikcom dijelaskan, melon dibudidayakan dengan sistem hidroponik Nutritient Film Technique (NFT). Melon tidak menggunakan media tanam tanah sejak awal seperti pertanaman biasa.

Dikutip dari situs Hydroplanner, NFT adalah sistem pertanaman yang memberikan nutrisi pada tanaman lewat aliran air. Aliran air yang menyentuh akar tanaman sangat tipis hingga mirip lapisan film.

Air dialirkan lewat saluran sempit untuk menjamin semua akar tanaman mendapat nutrisi. Sirkulasi air diatur dengan sistem kelistrikan untuk menjamin tidak berhenti. Tanaman berisiko langsung mati jika aliran air dan nutrisi berhenti.

Tuslam terbukti berhasil menerapkan sistem hidroponik NFT pada budidaya melon inthanon. Dengan luasan kebun 130 meter persegi, Tuslam bisa menghasilkan melon hingga 30 kg per hari di masa panen. Populasi dalam kebun tersebut mencapai 150 tanaman jenis ithanon.

detikers bisa naik kereta menuju Stasiun Banjar dengan alternatif sebagai berikut dikutip dari KAI Access:

  • Pangandaran: Rp 275 ribu
  • Pangandaran panoramic: Rp 675 ribu
  • Serayu: Rp 63 ribu.

Perjalanan selanjutnya bisa menggunakan transportasi online atau angkutan umum setempat. Jarak Stasiun Banjar hingga kebun melon di Dusun Ciledug adalah 39,3 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam saat lancar.

Pengunjung juga bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan melewati jalan tol Cikopo-Palimanan. Sebelum berkunjung, pastikan telah update info untuk menjamin ketersediaan layanan petik buah di kebun melon milik Tuslam. Update info nisa memudahkan pengunjung menyusun itinerary menuju kebun melon.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com