Tag Archives: tanaman

8 Tips Rawat Tanaman di Rumah saat Musim Hujan


Jakarta

Belakangan ini, musim hujan masih banyak melanda berbagai daerah. Turunnya hujan terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat tanaman di rumah.

Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, perlu perhatian khusus dan tindakan preventif. Lalu, bagaimana caranya merawat tanaman saat musim hujan?

Melansir Root Bridges, Sabtu (23/3/2024), berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa membantumu merawat tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan.


1. Hindari Adanya Genangan Air

Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

2. Sediakan Cahaya Tambahan

Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu di rumah.

7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

8. Cegah Erosi Tanah

Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

Demikianlah tips merawat tanaman di rumah saat musim hujan. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menjaga kesehatan tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan. Terapkan langkah-langkah preventif ini untuk memastikan tanaman tetap tumbuh subur dan berbunga meskipun hujan turun dengan deras. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, 10 Tanaman Ini Berbahaya Bagi Hewan Peliharaan di Rumah



Jakarta

Tanaman adalah salah satu faktor bagus yang dapat memberi ruangan di rumahmu lebih banyak tekstur. Sayangnya, tidak semua tanaman aman bagi hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

Bagi para pemelihara hewan peliharaan, memastikan hewan favoritnya dari bahaya adalah tanggung jawab besar yang harus dihadapi. Dilansir dari Garden Design, Sabtu (23/3/2024) walaupun banyak tanaman yang aman, tapi ada juga tanaman yang bisa menyebabkan iritasi ringan sampai kematian.

Sebelum membeli tanaman hias, cari tahu dulu tanaman tersebut tidak hanya kondisi pertumbuhannya, tapi juga keamanan bagi hewan peliharaanmu. Berikut beberapa tanaman yang berbahaya bagi hewan peliharaan.


1. Palem Sagu

beautiful green tropical palm tree in a potIlustrasi palem sagu Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

Palem sagu (Cycas revoluta) memiliki tampilan yang elegan, tapi seluruh bagian tanaman ini beracun jika termakan oleh hewan peliharaan, bagian yang paling beracun adalah bijinya. Nama racunnya adalah cycasin; gejala yang dapat ditimbulkan meliputi gagal hati, tinja berdarah, muntah, pendarahan internal, penyakit kuning, retensi cairan di area perut, dan kematian. Pengobatan harus secepat mungkin dilakukan melihat dari bahaya dan parahnya gejala.

2. Tanaman Giok

Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldIlustrasi tanaman giok Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

Tanaman giok (Crassula ovata) atau yang juga dikenal sebagai jade plant, adalah tanaman sukulen yang ditanam sebab daunnya tebal dan tampilannya kokoh mirip pohon yang memberikan kesan eksotis. Tanaman ini diperkenalkan sebagai tanaman hias beberapa dekade lalu. Jika ada bagian tanaman yang termakan akan berbahaya bagi hewan peliharaan, tapi belum diketahui sifat racunnya. Gejala yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan, meliputi kehilangan nafsu makan, lesu, muntah, dan yang ekstrim adalah detak jantung yang lambat atau kejang-kejang.

3. Amarilis

Bunga amarilis.Bunga amarilis. Foto: iStock/ballycroy

Amarilis (Hippeastrum) memiliki batang yang kokoh dan tinggi dengan bunga berbentuk terompet besar yang tersedia dalam berbagai warna. Tanaman ini memiliki nama lain, seperti cape belladonna, naked lady, dan St Joseph lily. Tanaman ini beracun ringan sampai sedang bagi hewan peliharaan, zat beracunnya adalah lycorine. Zat ini bisa membuat air liur berlebihan, depresi, diare, hipotensi, muntah, dan tremor. Umbinya lebih beracun daripada bunga dan daunnya.

4. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Populer sebab banyak kegunaannya, lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen yang tumbuh alami di daerah tropis di seluruh dunia. Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman di luar ruangan di daerah beriklim sedang, bisa juga dijadikan tanaman hias. Lidah buaya memiliki bentuk runcing dan mudah dirawat, gel yang diekstrak dari daunnya digunakan sebagai salep untuk mengobati luka bakar. Lidah buaya juga dipakai untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya.

Aloe spp memiliki kandungan saponin, racun dengan sifat berbusa yang mirip sabun sangat bahaya bagi hewan peliharaan jika termakan. Gejalanya adalah diare, lesu, muntah, perubahan warna urin, dan terkadang tremor. Di beberapa kasus, toksisitasnya ringan sampai sedang. Namun, pada beberapa kasus ekstrim, jika tertelan bisa mengancam jiwa karena dehidrasi parah yang bisa terjadi.

5. Ara Menangis

Houseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white backgroundHouseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white background Foto: Getty Images/iStockphoto/Viorika

Ara menangis (Ficus benjamina) adalah pohon yang biasa ditanam di Asia dan Australia. Pohon ini memiliki daun yang melengkung dengan indah, mengkilap, dan tahan di berbagai kondisi pertumbuhan. Enzim ficin beracun bagi hewan peliharaan karena terdapat di semua bagian tanaman ara menangis, zat ini bisa merusak protein pada anjing yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh. Zat beracun lainnya adalah ficusin, bisa menimbulkan fotosiensifitas dan mengiritasi kulit saat terkena sinar matahari. Gejalanya meliputi agitasi, diare, kehilangan nafsu makan, air liur berlebihan, muntah, dan sakit mulut. Gejala kulit meliputi kemerahan, melepuh, dan peradangan. Toksisitas umumnya ringan kecuali kalau termakan dalam jumlah yang banyak.

6. Philodendron

Jenis philodendron.Jenis philodendron. Foto: 87 Philodendron Tampil Menawan/Yoe Kok Siong dan NS Budiana

Philodendron adalah andalan para pecinta tanaman hias karena toleransinya pada kondisi pertumbuhan, terutama cahaya redup. Philodendron yang banyak ditanam adalah yang berdaun hati (Philodendron scandens), termasuk tanaman hias yang gampang tumbuh dan digemari sebab daunnya yang indah dan dapat merambat. Daunnya beracun bagi hewan peliharaan, bahan beracun berupa kristal kalsium oksalat dikeluarkan saat menggigit atau mengunyah bagian tanaman. Gejalanya meliputi air liur berlebihan, bengkak di mulut, nafsu makan kurang, nyeri, muntah, dan terkadang bisa terjadi penyempitan saluran napas. Toksisitasnya ringan sampai sedang.

7. Begonia

Begonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink BegoniaBegonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink Begonia Foto: Getty Images/iStockphoto/Jobrestful

Begonia (Begonia spp) memiliki daun berbentuk hati dan tersedia dalam bermacam corak dan warna, juga bunganya yang indah. Berbahaya jika termakan, racunnya adalah kalsium oksalat yang larut, yang terpusat di umbi bawah tanah dibandingkan batang dan daunnya. Efek yang ditimbulkan umumnya ringan, misal diare, muntah, kesulitan menelan, kehilangan nafsu makan, dan air liur berlebihan.

8. Tanaman ZZ

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia) memiliki daun mengkilap dan melengkung yang bisa bertahan dalam cahaya redup dan bisa tumbuh subur dalam keadaan terabaikan. Beracun karena mengandung kalsium oksalat yang bersifat toksik ringan sampai sedang. Bisa menimbulkan pembengkakan di kulit, mata, dan selaput lendir. Dalam kasus lain, bisa terjadi diare, muntah, dan sakit perut bisa sembuh dengan sendirinya.

9. Calla Lily

White Cala lily over dark background, beautiful white flower on black backgroundWhite Cala lily over dark background, beautiful white flower on black background Foto: Getty Images/iStockphoto/Sirirak

Calla lily (Zantedeschia aethiopica) terkenal dengan bunganya berbentuk tabung yang cantik dan bisa ditanam sebagai tanaman outdoor maupun indoor. Berbahaya jika termakan karena mengandung kristal kalsium oksalat. Gejalanya meliputi sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, kesulitan menelan, dan tersedak, yang bisa bertahan sampai dua minggu. Kalau termakan dalam jumlah besar, gejalanya meliputi gagal ginjal, kejang-kejang, kesulitan bernapas, muntah, bahkan kematian. Tingkat keracunannya ringan sampai sedang.

10. Kalanchoe

Beautiful Kalanchoe Luciae plant in the garden under the sunBeautiful Kalanchoe Luciae plant in the garden under the sun Foto: Getty Images/iStockphoto/soniabonet

Kalanchoe (Kalanchoe blossfeldiana) memiliki warna cerah dan daun bergigi yang menarik. Sukulen tropis ini digemari para pecinta tanaman hias sebab gampang ditanam dan toleransinya di bermacam kondisi. Semua bagiannya beracun bagi hewan peliharaan, karena mengandung glikosida. Toksisitasnya ringan sampai sedang, gejalanya meliputi diare, muntah, dan air liur berlebihan. Pada kasus ekstrim, efeknya bisa berupa detak jantung tidak normal, kejang, kelesuan, pupil mata melebar, dan tremor.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Batang Pohon Menjalar ke Rumah Sebelah, Buahnya Hak Siapa?



Jakarta

Menanam pohon atau tanaman di depan rumah dianjurkan dalam Islam bahkan nilainya seperti pahala jariyah. Seperti sabda Rasulullah SAW selama penanaman pohon tersebut bermanfaat maka nilainya pahala.

“Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman,'” (HR Ahmad).

Sifatnya sebagai makhluk hidup, tanaman pasti akan terus tumbuh, membesar, dan ada pula yang berbuah seperti pohon mangga, nangka, jambu, rambutan, dan sebagainya.


Semakin membesar, batang pohon akan menjalar kemana-mana bahkan sampai ke rumah tetangga. Khawatirnya daun kering atau buah yang sudah matang jatuh ke halaman tetangga dan mengotori halaman orang lain.

Melansir dari detikFood, Jumat (13/10/2023), Ustadz Adi Hidayat menjelaskan pohon beserta buahnya yang masuk ke pekarangan tetangga menjadi hak bersama. Dengan kata lain, dalam Islam, buah dari pohon yang masuk ke pekarangan tetangga tersebut menjadi milik tetangga.

Maka, ketika kamu melihat buah tersebut sudah matang, kamu bisa mengambilnya lalu memberikan kepada tetangga atau kamu memberitahu mereka untuk mengambilnya sendiri.

Ustadz Adi Hidayat menekankan dalam kasus ini pemilik pohon dan tetangganya perlu berkabar jika buahnya dapat diambil dan halaman rumah bisa kotor karena pohon tersebut.

“Sampaikan bahwa nanti ada buah yang jatuh di pekarangan rumah saya, saya izin memintanya, Pak. Nanti kalau daun jatuh atau ada sampai pohonnya biar saya bersihkan saja. Jadi, kita rawat bersama pohonnya,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Mengutip dari detikHikmah, bahkan Rasulullah SAW bersabda jika daun atau buah dari tanaman depan rumah dicuri, kamu harus mengikhlaskan karena bernilai sedekah.

“Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-) nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,'” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304).

Apabila batang-batang pohon yang menjalar tersebut dikeluhkan oleh tetangga, maka kamu harus memotongnya. Bahkan hukumnya jika pemilik pohon tidak mau memotong batang pohon tersebut tetangga boleh memotongnya sendiri.

“Jika dahan pohon atau akarnya menjalar ke tanah tetangga maka pemiliknya dipaksa untuk memindahnya. Jika ia enggan melakukan maka tetangganya (pemilik tanah) boleh memindahkannya kemudian memotongnya walaupun tanpa seizin hakim, sebagaimana penjelasan dalam Tuhfah. (Abdurrahman Ba’alawi, Bugyah, halaman 142 dalam kitab Az-Zawajir).

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

4 Tips Menyimpan Tanaman Saat Ditinggal Bepergian Tanpa Khawatir Layu


Jakarta

Saat hendak bepergian selama beberapa hari meninggalkan rumah, selain keamanannya, kamu juga perlu memikirkan nasib tumbuhan. Sebagai makhluk hidup mereka perlu dirawat minimal dengan disiram agar tidak mati.

Saat musim hujan, kamu akan terbantu karena tumbuhan mendapatkan air tanpa perlu disiram manual. Namun jika selama kamu pergi tidak ada hujan, bagaimana?

Melansir dari House Beautiful, Jumat (29/3/2024) berikut ada beberapa tips meninggalkan tumbuhan agar tidak mudah layu dan rusak selama liburan.


1. Kelompokkan Tanaman di Luar Ruangan

Pertama kamu bisa mengelompokkan jenis-jenis tanaman yang harus diletakkan di luar dan di dalam rumah. Untuk tanaman yang di luar ruangan adalah tanaman yang memerlukan cahaya matahari langsung, tidak masalah jika tidak disiram terlalu sering, dan tanaman rambat. Letakkan di tempat yang teduh, tetapi masih bisa terkena air hujan.

2. Siapkan Tempat Untuk Tanaman di Dalam Ruangan

Tanaman di dalam ruangan juga ada yang bisa tidak diberi air setiap hari, tetapi mereka tidak bisa terkena matahari secara langsung sehingga di bawa masuk.

Untuk tanaman yang butuh air setiap hari, kamu bisa menggunakan bathtub, ember, kolam karet anak-anak, atau bak untuk menampung pot-pot tanaman tersebut. Isi air setinggi 3-5 cm ke dalam wadah besar tersebut lalu letakkan tanaman dan pot tersebut di genangan air tersebut. Tanaman akan menyerap air sendiri sesuai kebutuhannya.

3. Atur Suhu Ruangan

Apa pun musimnya, tanaman menyukai suhu rendah ke normal sekitar 13-27 derajat celsius. Cara untuk melembapkan suhu di dalam ruangan adalah dengan menyiapkan wadah berisi air dan kerikil. Letakkan di dekat tumbuhan tersebut dan pilih tempat yang memiliki ventilasi udara.

4. Buat Irigasi Tetes

Membuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekasMembuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekas. Foto: YouTube Petani Pedas/Tangkapan Layar

Jika kamu punya waktu dan biaya lebih, coba buat aliran irigasi otomatis sederhana untuk tanaman di rumah. Misalnya menggunakan botol gelas lengkap dengan tutupnya. Isi botol dengan air sampai penuh. Buat satu lubang sebesar ujung sumpit bambu, lalu hambat dengan menusukkan kayu sebesar lubang tersebut. Balikkan botol plastik dengan posisi tutup botol di bawah, air akan keluar dari lubang yang ditusuk kayu. Cara ini seperti kerja infus di rumah sakit.

Irigasi tetes menggunakan galon dan selangIrigasi tetes menggunakan galon dan selang. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

Jika tanamannya banyak, kamu bisa menggunakan galon bekas berisi air. Lalu siapkan selang sesuai pot yang butuh disiram. Masukkan kain ke dalam selang tersebut dan lebihkan sampai menjuntai di kedua ujung. Posisikan ujung selang ke bawah sehingga saat ujung kain di dalam galon menyerap air, ujung lainnya yang mengarah ke pot dapat meneteskan air.

Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah.Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

Bisa juga melobangi botol plastik bekas sebesar tutup pulpen. Lubangi di samping bagian bawah botol sehingga tetap bisa tertutup dengan tanah. Nanti air akan keluar sedikit-sedikit.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Kapan Waktu Terbaik untuk Menyiram Tanaman? Ada Aturannya Lho



Jakarta

Pernahkah kamu mengalami kejadian di mana tanaman di rumahmu mati walaupun sudah rajin menyiramnya? Bisa jadi kita salah aturan saat menyiram tanaman

Beberapa dari kita sering memiliki pola berpikir di mana tanaman yang ada di rumah kita harus selalu basah, atau bahkan ada juga yang sering menyirami seluruh bagian tanaman di siang hari ketika cuaca sedang panas.

Tapi tahukah kamu, sebenarnya terlalu sering menyirami tanaman atau menyirami tanaman di siang bolong ketika cuaca sedang panas adalah hal yang kurang tepat. Karena perlakuan tersebut malah terhitung tidak efisien atau hanya buang-buang air saja.


Lalu sebenarnya bagaimana cara menyiram tanaman yang tempat?

Mengutip dari southernlivingplants.com, setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, seperti waktu, suhu, tanah, dan umur juga bisa menjadi faktor utama yang menentukan kapan dan seberapa sering tanaman kamu membutuhkan air.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menyiram Tanaman?

Seperti yang telah dijelaskan, setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Akan tetapi, pada umumnya tanaman membutuhkan banyak air saat pagi hari hingga menjelang sore hari.

Maka dari itu, biasanya waktu yang terbaik untuk menyiram tanaman adalah pada pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari ketika matahari mulai terbenam.

Penyiraman di pagi hari dimaksudkan untuk mempersiapkan tanaman untuk menghadapi proses fotosintesis pada siang hari, lalu penyiraman di sore hari bertujuan untuk mendinginkannya.

Lalu kenapa tidak menyiramnya di siang hari ketika tanaman sedang berfotosintesis? Jika kamu menyiram pada siang hari (terutama saat musim panas), panas dan sinar matahari akan membuat air menguap alih-alih terserap ke dalam tanah dan akar.

Sebagai catatan, penyiraman di pagi hari sebenarnya lebih baik daripada penyiraman di sore hari. Hal ini dikarenakan tanaman yang disiram pada pagi hari memiliki waktu untuk mengering sebelum matahari terbenam. Sebaliknya, bila kamu menyiram pada sore hari, air akan cenderung mengendap di dalam tanah sehingga mendorong pembusukan, pertumbuhan jamur, dan juga serangga.

Gunakan Tanah Kering Sebagai Indikator

Sedikit tips saja, bila kamu ragu harus menyiram tanaman pada siang hari atau tidak ketika musim panas (kemarau), kamu bisa mengecek tanah pada tanaman tersebut. Jika tanah tersebut sangat kering walaupun di pagi hari kamu sudah menyiramnya, maka kamu boleh mencoba untuk menyiramnya sedikit demi sedikit.

Penyiraman Menurut Umur dari Tanaman

Umur dari tanaman juga bisa kamu jadikan sebagai patokan untuk seberapa sering kamu harus menyiramnya.

Tanaman yang masih baru tumbuh memerlukan air lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua. Alasannya karena tanaman yang masih muda masih memerlukan banyak makanan untuk mengembangkan akar dan batangnya.

Itulah cara menentukan waktu yang baik untuk menyiram tanaman di rumah kamu. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Menyimpan Tanaman Biar Nggak Layu saat Mudik Lebaran


Jakarta

Sebelum mudik Lebaran, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum meninggalkan rumah. Salah satunya adalah memastikan tanaman bisa bertahan hidup selama ditinggal penghuni rumah.

Sebab, apabila tanaman tidak diberi air dalam waktu yang lama, kemungkinan bisa mengalami kekeringan dan berujung mati. Tentunya kamu nggak mau dong pulang mudik tiba-tiba banyak tanaman yang mati?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ada beberapa tips meninggalkan tanaman agar tidak mudah layu dan rusak selama liburan.


1. Kelompokkan Tanaman di Luar Ruangan

Dilansir dari House Beautiful, Jumat (5/4/2024), hal pertama yang kamu lakukan adalah mengelompokkan jenis-jenis tanaman yang harus diletakkan di luar dan di dalam rumah. Untuk tanaman yang di luar ruangan adalah tanaman yang memerlukan cahaya matahari langsung, tidak masalah jika tidak disiram terlalu sering, dan tanaman rambat. Letakkan di tempat yang teduh, tetapi masih bisa terkena air hujan.

2. Siapkan Tempat Untuk Tanaman di Dalam Ruangan

Tanaman di dalam ruangan juga ada yang bisa tidak diberi air setiap hari, tetapi mereka tidak bisa terkena matahari secara langsung sehingga perlu dibawa masuk.

Untuk tanaman yang butuh air setiap hari, kamu bisa menggunakan bathtub, ember, kolam karet anak-anak, atau bak untuk menampung pot-pot tanaman tersebut. Isi air setinggi 3-5 cm ke dalam wadah besar tersebut lalu letakkan tanaman dan pot tersebut di genangan air tersebut. Tanaman akan menyerap air sendiri sesuai kebutuhannya.

3. Atur Suhu Ruangan

Apa pun musimnya, tanaman menyukai suhu rendah ke normal sekitar 13-27 derajat Celsius. Cara untuk melembabkan suhu di dalam ruangan adalah dengan menyiapkan wadah berisi air dan kerikil. Letakkan di dekat tumbuhan tersebut dan pilih tempat yang memiliki ventilasi udara.

4. Buat Penyerapan Air Secara Tradisional

Dilansir dari CNET, Jumat (5/4/2024), kamu bisa membuat alat penyerapan air secara tradisional.

Caranya, siapkan wadah air dan tali kapas. Potong tali cukup panjang yang mampu menjangkau wadah air dan pot tanaman.

Tips meninggalkan tanaman saat mudikTips meninggalkan tanaman saat mudik Foto: Chris Parker/CNET

Taruh salah satu ujung tali ke dalam tanah, dekat tanaman namun jangan sampai mengganggu akarnya. Letakkan ujung tali lainnya ke dalam wadah yang sudah diisi oleh air. Pastikan tali menyentuh bagian bawah wadah air.

Nantinya tali kapas akan menyerap air secara perlahan dan memindahkannya ke dalam pot, menjaga tingkat kelembapan tanah.

5. Buat Irigasi Tetes

Membuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekasMembuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekas. Foto: YouTube Petani Pedas/Tangkapan Layar

Jika kamu punya waktu dan biaya lebih, coba buat aliran irigasi otomatis sederhana untuk tanaman di rumah. Misalnya menggunakan botol gelas lengkap dengan tutupnya. Isi botol dengan air sampai penuh. Buat satu lubang sebesar ujung sumpit bambu, lalu hambat dengan menusukkan kayu sebesar lubang tersebut. Balikkan botol plastik dengan posisi tutup botol di bawah, air akan keluar dari lubang yang ditusuk kayu. Cara ini seperti kerja infus di rumah sakit.

Irigasi tetes menggunakan galon dan selangIrigasi tetes menggunakan galon dan selang. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

Jika tanamannya banyak, kamu bisa menggunakan galon bekas berisi air. Lalu siapkan selang sesuai pot yang butuh disiram. Masukkan kain ke dalam selang tersebut dan lebihkan sampai menjuntai di kedua ujung. Posisikan ujung selang ke bawah sehingga saat ujung kain di dalam galon menyerap air, ujung lainnya yang mengarah ke pot dapat meneteskan air.

Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah.Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

Bisa juga melobangi botol plastik bekas sebesar tutup pulpen. Lubangi di samping bagian bawah botol sehingga tetap bisa tertutup dengan tanah. Nanti air akan keluar sedikit-sedikit.

Itulah beberapa cara untuk menyimpan tanaman agar tidak mudah layu dan cepat mati. Semoga bermanfaat!

Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

(/dna)



Sumber : www.detik.com

8 Tanaman Hias yang Tidak Butuh Banyak Sinar Matahari


Jakarta

Belakangan ini kembali ramai tren memelihara tanaman hias di rumah, tren ini tentunya sangat baik bagi masyarakat Indonesia supaya mereka jadi lebih semangat untuk menanam tumbuhan di rumah mereka.

Dengan adanya tren ini, tidak hanya semata untuk menyemangati masyarakat untuk menghiasi rumahnya dengan tumbuhan, tren ini juga membantu masyarakat Indonesia dalam memerangi isu perubahan iklim.

Sayangnya, tren ini memerlukan media tertentu dan memakan tempat yang tidak sedikit. Biasanya, tanaman hias ini ditempatkan di luar ruangan. Selain untuk menghindari masuknya serangga, membiarkan tanaman hias di luar ruangan juga ditujukan agar tanaman lebih mudah untuk mendapatkan asupan sinar matahari supaya bisa tetap hidup.


Hal ini membuat masyarakat kota besar di Indonesia menjadi kesulitan untuk mengikuti tren ini. Pasalnya, kebanyakan dari mereka tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam tanaman hias tersebut.

Nah, bagi kamu yang punya masalah serupa, sebenarnya masih ada alternatif lain untuk kamu supaya bisa tetap mengikuti tren ini, caranya yaitu dengan menanam tanaman hias di dalam rumah.

8 Tanaman Hias Indoor Low-Light

Mengutip dari housebeautiful.com, sebenarnya masih ada banyak tanaman hias yang tidak memerlukan banyak sinar matahari, bahkan ada juga tanaman hias yang bisa hidup di area yang gelap. Berikut beberapa contohnya.

1. Peperomia Hijau Polos (Baby Rubber Plant)

Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

Tanaman hias yang satu ini memiliki sebuah rahasia. Tanaman ini bisa berbunga dan menumbuhkan duri. Syaratnya, kamu harus menyimpannya di tempat yang minim cahaya.

Penyiraman: 1x dalam seminggu

2. English Ivy

A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

Tanaman ini sangat ideal ditempatkan pada kamar mandi atau tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya matahari. English Ivy memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, maka dari itu ada baiknya jika kamu menanamnya pada pot gantung.

Penyiraman: 1x dalam seminggu

3. Stromanthe Triostar

Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor.Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor. Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography

Tanaman ini adalah salah satu tanaman hias yang memiliki banyak warna, selain itu tanaman ini juga hanya memerlukan air yang sangat sedikit sehingga sangat cocok bagi para pemula.

Penyiraman: 1x dalam 2 minggu

4. Sirih Gading Enjoy (Pothos ‘N’joy’)

The Pothos with a Natural Light in the Morning Summer DayThe Pothos with a Natural Light in the Morning Summer Day Foto: iStock

Tanaman hias yang satu ini memiliki sifat tubuhnya yang berecabang dan bisa tumbuh panjang.

Penyiraman: 1~2x dalam seminggu

5. Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata)

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Sansevieria Trifasciata atau biasa dikenal dengan sebutan Lidah Mertua adalah salah satu tanaman hias yang sudah umum dan sering kita lihat di Indonesia.

Penyiraman: Setiap dua hingga tiga minggu sekali, biarkan tanah mengering di antara penyiraman

6. Aglaonema

Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view.Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view. Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

Spesies tanaman Aglaonema belakangan ini memang ramai digemari ibu rumah tangga. Tanaman ini memiliki daya tahan indoor yang sangat tinggi, tetapi sayangnya tanaman ini hanya boleh ditempatkan di ruangan yang kering.

Selain itu, Aglaonema juga sangat beracun bagi hewan peliharaan seperti Kucing, Anjing, dll. Oleh karena itu, tanaman ini tidak ideal bagi pemilik hewan peliharaan.

Penyiraman: 1x dalam 7~10 hari

7. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Kemampuan beradaptasi tanaman ini membuatnya sangat mudah untuk tumbuh, tetapi suhu yang terasa terlalu panas atau dingin dapat menyebabkan kematian pada tanaman ini. Selain itu, kamu harus memastikan tanahnya selalu sedikit lembab.

Penyiraman: 1x dalam seminggu (Pastikan tanah tetap lembab dengan menyemprotkan air dari botol)

8. Janda Bolong atau Monstera

Monstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden roomMonstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden room Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

Disamping membutuhkan cahaya yang sedikit, tanaman ini tidak akan tumbuh cepat bila disimpan pada tempat yang minim cahaya, sehingga sangat cocok untuk ruangan yang sempit.

Akan tetapi, tanaman ini sangat beracun, baik itu bagi manusia maupun hewan, jadi kamu harus ekstra hati-hati.

Penyiraman: 1x dalam 1~2 minggu

Nah itu dia beberapa tanaman hias yang bisa kamu tanam di tempat yang minim cahaya, atau bahkan di tempat yang gelap.

Sebenarnya, masih ada banyak lagi tanaman hias yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Sebelum membeli tanaman hias, kamu bisa mengecek spesifikasi perawatan tanaman tersebut. Bila tanaman tersebut tidak memerlukan banyak sinar matahari, biasanya tanaman tersebut bisa ditanam di dalam ruangan.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


Jakarta

Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

2. Beri Air yang Cukup

Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

3. Beri Pencahayaan yang Tepat

Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

5. Ganti Pot Bila Perlu

Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

6. Bersihkan Daun secara Berkala

Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

7. Gunting Daun Berlebih

Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Lebih Baik Ketimbang Air Keran


Jakarta

Menyiram tanaman dengan air sangat penting agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain jumlah dan intensitas yang tepat, ternyata jenis air yang digunakan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lho.

Melansir dari Spectrum News 1, Selasa (30/4/2024) air hujan adalah opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Sebab, hujan mempunyai manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air keran yang biasa kita gunakan.

Kalau pengin pekarangan tumbuh subur dan indah, maka air hujan sangat diperlukan! Biasanya pekarangan rumah yang baru disiram hujan yang lebat tampak lebih segar, bukan?


Nah, berikut ini alasan menyiram tanaman lebih baik dengan air hujan daripada air keran.

Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Menyiram Tanaman?

Alasan utama air hujan bagus untuk tanaman antara lain senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Ada nitrogen yang terkandung dalam air hujan yang baik untuk tanaman.

Air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur. Lalu, karbon dioksida juga terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

Sementara air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

Kemudian, hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata, sehingga tidak ada bagian pekarangan yang tertinggal. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Kalau cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

Selain itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Salah satu indikasinya bisa dengan mengecek kelembapan tanah menggunakan jari.

Demikian penjelasan tentang menyiram tanaman dengan air hujan. Semoga bermanfaat!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


Jakarta

Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

1. Menyiram Terlalu Banyak Air

Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com