Tag Archives: tanaman

5 Cara Mudah Basmi Ulat Bulu yang Suka Gerogot Tanaman


Jakarta

Ulat bulu adalah hama pengganggu bagi kamu yang memelihara tanaman. Ulat ini menggerogoti tanaman, sehingga merusak bahkan dapat mematikan tanaman.

Selain merusak tanaman, ulat bulu juga dapat menimbulkan rasa gatal jika kamu tak tersentuh olehnya. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara membasmi ulat bulu.

Ada beberapa ara mudah untuk membasmi ulat bulu. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Cleanipedia.


Cara Basmi Ulat Bulu

Inilah tips membasmi ulat bulu agar tanaman hias terlindungi.

1. Membersihkan Tong Sampah Secara Rutin

Bersihkan tong sampah 2-3 kali dalam seminggu, apalagi jika sampah tersebut adalah seperti sisa sayur dan kulit buah. Sisa makanan tersebut akan menarik perhatian ulat bulu.

2. Menggunakan Oli

Gunakan oli di pinggir pintu dan jendela untuk mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dan menghampiri tanaman hias. Ulat bulu membenci aroma dan kelengketan dari oli, sehingga akan berusaha menjauh.

3. Menggunakan Semprotan Cabai

Membuat pestisida alami dengan bahan-bahan seperti cabe merah, sabun atau sabun cuci piring, air, dan bawang putih. Rendam bahan-bahan tersebut di dalam air sabun dan endapkan.

Semprotkan campuran air tersebut ke batang tanaman dan daun untuk mencegah mereka memanjat ke tanaman lagi. Cairan ini bisa disimpan berminggu-minggu dan digunakan setiap hari sampai ulat bulu benar-benar hilang.

4. Mengambilnya Secara Langsung

Meskipun cara ini tergolong sedikit ekstrim, sebenarnya ini merupakan cara membasmi ulat bulu di tanaman yang paling efisien dan cepat. Kamu tinggal gunakan sarung tangan, penjepit atau sendok plastik saat mengambilnya secara langsung lalu buang.

5. Menggunakan Bubuk Bacillus Thuringiensis

Gunakan bubuk Bacillus Thuringiensis (Bt). Bubuk ini adalah semacam pestisida yang bisa didapatkan di toko tanaman dan tidak berbahaya saat ditaburkan langsung ke tanaman Kamu. Ini adalah salah satu cara mengatasi ulat bulu yang efisien.

Itulah cara basmi ulat bulu biar nggak makan tanaman kamu. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Jadi Tempat Persembunyian Ular di Rumah


Jakarta

Keberadaan ular di halaman bisa membuat penghuni rumah ketakutan. Ada beberapa hal yang bisa menarik ular untuk masuk ke pekarangan rumah, salah satunya tanaman.

Beberapa tanaman bisa menjadi tempat persembunyian ular. Maka dari itu, kamu harus hati-hati saat memilih tanaman sebagai hiasan di rumah.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


1. Tanaman Semanggi

bisnis daun semanggidaun semanggi Foto: dok. Koreaboo

Tanaman dengan daun berbentuk hati ini sangat menarik perhatian. Apalagi jika dalam satu tangkai semanggi memiliki empat daun yang kerap dianggap sebagai tanda keberuntungan.

Tanaman ini hanya hidup dalam waktu yang singkat. Namun, tingkat kepadatan daun semanggi yang tinggi di taman rumah bisa menjadi tempat mengumpan yang aman bagi ular.

2. Bunga Melati

Bunga melati.Bunga melati. Foto: iStock/Photographer

Dilansir dari greenkin, ular menyukai bunga melati karena memiliki wangi yang harum dan dedaunan yang lebat.

Hewan pengerat seperti tikus senang hidup di tempat gelap seperti di bawah semak-semak, yang membuat ular menangkap mereka dengan mudah. Ular juga suka mengumpat di balik tanaman dari predator.

3. Pohon Jeruk

Ilustrasi pohon jerukIlustrasi pohon jeruk Foto: Getty Images/mrtekmekci

Ular tertarik pada pohon jeruk karena memberikan pasokan makanan yang banyak, tempat berlindung, hingga air. Alih-alih memakan buahnya, ular memburu hewan pengerat yang mengonsumsi jeruk.

4. Rumput Tinggi

Down low in tall grass perspective looking toward the lawn garden tractor. Suburban residential district neighborhood front yard in June near the city of Rochester in western New York State. NOTE: Colors and features on lawn tractor changed in Photoshop to be generic.Ilustrasi rumput. Foto: Getty Images/iStockphoto/Willowpix

Jika halaman rumahmu memiliki rumput yang tinggi sebaiknya segera dipangkas. Sebab, rumput tinggi menjadi salah satu tempat yang digemari ular.

Dilansir The Economic Times, rumput pampas bisa menjadi tempat persembunyian ular ketika memburu hewan pengerat atau serangga yang sedang berada di rumput tersebut.

5. English Ivy

A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

Tanaman English ivy memberikan tempat persembunyian yang pas bagi ular untuk membidik mangsanya, seperti serangga dan hewan pengerat kecil. Dedaunan yang rimbun memberikan tempat yang aman, sejuk, dan lembap bagi ular.

Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang dan menjadi tempat persembunyian ular.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

6 Tanaman yang Dibenci Kucing, Bisa Cegah BAB di Taman


Jakarta

Terkadang, ada kucing yang suka datang ke halaman rumah hanya untuk buang air sembarangan. Untuk mencegahnya, kamu bisa menggunakan beberapa tanaman yang dibenci kucing.

Memelihara kucing tak hanya sekadar memberi makan dan membersihkan tubuhnya. Lebih dari itu, detikers juga harus menyediakan tempat untuk BAB. Biasanya, pemilik kucing telah menyediakan litter box atau bak berisi pasir khusus untuk BAB dan BAK kucing.

Namun, ada kalanya anabul kesayanganmu tidak mau buang air di bak pasir dan memilih buang air di taman atau pekarangan rumah. Apalagi jika sudah berurusan dengan kucing liar, pasti kamu akan kewalahan untuk mencegahnya.


Untuk mencegah kucing buang air di halaman rumah, kamu bisa menanam sejumlah tanaman. Bukan hanya sekadar hiasan, tanaman ini ternyata dibenci kucing sehingga ia tidak mau mendekatinya.

Lantas, apa saja jenis tanaman tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

Tanaman yang Dibenci Kucing

Ada sejumlah tanaman yang ternyata dibenci kucing, lho. Mengutip laman Tom’s Guide dan Home and Gardens, berikut daftar tanamannya:

1. Lavender

Tanaman yang pertama adalah lavender. Selain memiliki bunga yang cantik, aroma khas dari lavender ternyata juga tidak disukai oleh kucing.

Sebab, senyawa tidak beracun yang disebut linalool merupakan komponen penting yang tidak disukai serangga. Maka dari itu, lavender juga ampuh untuk mencegah beberapa hama, mulai dari tikus, lalat, nyamuk, dan semut.

Merawat lavender juga terbilang mudah. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama meski tidak disiram air, bahkan bisa bertahan dari serangan beku.

2. Serai

Sama halnya seperti lavender, sereh atau serai juga termasuk tanaman yang dibenci kucing. Meski bagi manusia tanaman ini memiliki aroma yang menenangkan, tetapi tidak disukai oleh hewan-hewan.

Serai termasuk tanaman tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh, serta suhu tidak pernah turun di bawah 4 derajat Celcius.

Tanaman ini juga tergolong minim perawatan, sehingga cukup disiram secara teratur di waktu musim panas. Ketika menanam di pot, sebaiknya mencari pot berukuran minimal 12 inci dan menggunakan tanah pot berkualitas tinggi.

3. Rosemary

Tanaman yang satu ini ternyata juga dibenci oleh para kucing. Rosemary memiliki aroma yang bikin kucing “putar balik” ketika akan memasuki halaman rumah detikers.

Rosemary bisa jadi pilihan alternatif sebagai tanaman hias di rumah karena mudah ditanam. Cukup menggunakan pot kecil dan rosemary bisa ditanam di dalam ruangan.

4. Oregano

Tanaman berikutnya yang dibenci kucing adalah oregano. Tanaman ini mengandung senyawa kimia alami bernama carvacrol yang dapat mengiritasi sistem pernapasan kucing.

Apabila detikers tidak punya banyak waktu untuk merawat tanaman, oregano bisa menjadi pilihan terbaik. Sebab, tanaman ini mudah tumbuh dan bekerja dengan baik di jenis dan kondisi tanah yang bebas pengeringan.

5. Geranium

Geranium banyak ditanam di halaman rumah karena memiliki semburan warna yang indah. Ternyata, tanaman ini juga dapat mencegah kucing mengacaukan pekarangan rumah, lho.

Aroma yang keluar dari geranium ternyata tidak disukai kucing. Selain itu, geranium juga memiliki daun yang berduri, sehingga bikin tidak nyaman untuk berjalan di dekatnya.

Tanaman ini juga termasuk yang mudah perawatannya. Geranium yang cerah mudah tumbuh di semua jenis tanah (kecuali basah), serta tumbuh subur di bawah sinar matahari atau sebagian/teduh.

6. Lemon

Kucing tidak menyukai buah lemon. Selain karena aroma lemon yang kuat, pohon lemon mengandung banyak minyak seperti limonene dan citral yang juga tidak disukai para kucing.

Untuk menanam pohon lemon, sebaiknya ditanam di pot yang berukuran besar. Hal ini agar pohon lemon bisa tumbuh lebih tinggi. Cara merawatnya juga harus hati-hati, pastikan tanahnya memiliki drainase yang baik dan sebaiknya menggunakan tanah organik.

Meski perawatannya cukup merepotkan, tetapi pohon lemon juga memiliki banyak keuntungan. Sebab, kalau buahnya sudah matang kamu tinggal memetiknya saja dari pekarangan rumah.

Itu dia enam tanaman yang dibenci kucing, sehingga dapat mencegah kucing buang air di halaman rumah. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Mengundang Hama ke Taman Rumah


Jakarta

Menanam tanaman di halaman rumah bisa memberikan kesan asri dan sejuk. Namun harus hati-hati karena ada beberapa tanaman yang justru menarik hama.

Keberadaan hama, seperti serangga hingga tupai, tentu bisa merusak tanaman. Tentu kamu nggak mau dong hal itu terjadi?

Nah, ada beberapa tanaman yang bisa mengundang hama ke taman. Dilansir dari Real Simple berikut ini informasinya.


Tanaman yang Mengundang Hama

1. Mawar

Pink rose bush in the evening sunBunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Izvekova

Buat kamu yang suka menanam mawar di rumah, hati-hati ya. Tanaman ini rentan terhadap diserang hama seperti kumbang Jepang, tungau laba-laba, maupun kutu daun.

2. Tomat

Ilustrasi cara simpan tomatIlustrasi tomat Foto: Getty Images/iStockphoto

Tomat merupakan salah satu tanaman yang disukai berbagai jenis hewan, seperti tupai, serangga, kutu daun, kutu busuk, maupun ulat tanduk. Maka dari itu harus waspada ya agar tanaman tidak dirusak hama.

3. Lili Air

Bright violet water lily. Flower and leaves in the pond. Bright floral natural background. Aquatic plants. Panoramic water landscapewater lily atau lili air. Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Giliarova

Tanaman cantik yang satu ini bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Hal itu karena pada tanaman ini terdapat bagian yang terisi air sehingga dipakai nyamuk untuk menaruh telurnya.

4. English Ivy

A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

English ivy bisa menjadi tempat berlindung yang aman bagi nyamuk karena area bawah tanaman yang lembap dan teduh. Selain itu, tanaman ini juga cenderung menarik perhatian kutu putih maupun hama tanaman lainnya.

5. Bunga Matahari

Bunga matahari.Bunga matahari. Foto: iStock/ohishiistk

Biji bunga matahari menjadi favorit banyak hewan, seperti tupai dan burung. Tak hanya itu, ada beberapa serangga yang juga tertarik pada tanaman tersebut seperti ngengat dan kumbang.

Cara Melindungi Tanaman dari Hama

Ada beberapa cara untuk melindungi tanaman dari hama yaitu sebagai berikut.

Buat Pembatas

Kamu bisa membuat pagar pembatas untuk mencegah hewan merusak maupun memakan tanaman.

Tanam Tanaman Pengusir Hama

Kamu bisa menanam tanaman perangkap untuk membasmi hama. Sebagai contoh, tanam nasturtium di dekat tomat. Hal itu karena kumbang akan lebih tertarik ke tanaman nasturtium sehingga tanaman tomat kamu akan aman.

Hati-hati dengan Genangan Air

Adanya genangan air bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Maka dari itu pastikan tidak ada genangan air di dekat rumah, termasuk pot tanaman.

Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang hama. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Merawat Bonsai dan Membentuknya Menjadi Indah


Jakarta

Bonsai adalah seni menanam pohon dalam ukuran mini. Tidak hanya sekadar tanaman hias, bonsai juga mencerminkan keindahan alam dalam versi yang lebih kecil, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tanaman.

Pohon mini ini membutuhkan perawatan khusus agar tetap sehat dan memiliki bentuk yang indah. Bonsai harus dirawat dengan teliti, mulai dari penyiraman, pemangkasan, pemupukan, hingga pengendalian hama.

Merawat bonsai tidak hanya tentang menjaga kesehatannya, tetapi juga membentuknya agar sesuai dengan keinginan. Proses pembentukan ini melibatkan teknik pemangkasan, penggunaan kawat untuk mengarahkan pertumbuhan cabang, serta penyesuaian lingkungan tumbuhnya.


Mengenal Tanaman Bonsai

Disadur dari laman Martha Stewart, bonsai adalah jenis pohon yang dikerdilkan dan ditanam di dalam pot. Tujuannya adalah untuk membuat miniatur dari pohon asli yang besar dan sudah tua di alam bebas.

Bonsai menjadi salah satu tanaman hias yang kerap digunakan untuk memperindah interior rumah. Istilah bonsai sendiri berasal dari Jepang yang merupakan seni tradisional pemeliharaan tanaman dalam sebuah pot dangkal, atau ‘ditanam dalam wadah’.

Bonsai adalah bentuk seni kuno yang berasal dari Tiongkok hampir 1.000 tahun yang lalu. “Bonsai melibatkan penggunaan berkebun dalam wadah dan teknik hortikultura lainnya untuk menjaga tanaman dalam ukuran mini dengan cara memangkas dan membentuknya,” kata Kelly Funk, presiden perusahaan perkebunan mawar Amerika, Jackson & Perkins dalam laman tersebut.

8 Cara Merawat Bonsai dan Membentuknya Menjadi Indah

Pohon bonsai seharusnya ditanam dan dirawat di luar ruangan. Tapi, pada varietas tertentu mungkin lebih cocok ditanam di dalam ruangan.

Merawat bonsai membutuhkan perhatian khusus agar tanaman ini tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Mulai dari pemilihan ukuran yang sesuai, penyiraman, hingga pengendalian hama, setiap langkah memiliki peran penting dalam menjaga keindahan bonsai.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar bonsai tetap terawat dengan baik, dirangkum dari laman Martha Stewart, Bonsai Empire, dan FTD.

1. Tentukan Ukuran Bonsai yang Sesuai

Sebelum mulai merawat bonsai, penting untuk memilih ukuran yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan perawatanmu. Bonsai memiliki berbagai ukuran, mulai dari sekitar 15 cm hingga lebih dari satu meter, tergantung pada jenis tanamannya.

Semakin besar ukuran bonsai, semakin banyak pula kebutuhan air, tanah, dan cahaya mataharinya. Selain itu, pemilihan ukuran bonsai juga harus mempertimbangkan kapasitas pot, ruang tempat bonsai akan ditempatkan, serta waktu yang bisa kamu luangkan untuk merawatnya.

2. Letakkan Bonsai di Lokasi yang Tepat

Menempatkan bonsai di lokasi yang sesuai dengan jenisnya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Pohon bonsai seperti juniper, pinus, dan cemara lebih cocok diletakkan di luar ruangan, sedangkan spesies subtropis lebih sesuai untuk lingkungan dalam ruangan dengan suhu yang stabil.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meletakkan bonsai adalah menjauhkannya dari paparan angin dan panas secara langsung, memastikan bonsai mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta menjaga kelembaban agar tanah tetap dalam kondisi optimal.

3. Penyiraman dengan Waktu dan Jumlah yang Tepat

Menyiram bonsai sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar akarnya dapat menyerap air dengan baik. Hindari menyiram bonsai secara berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan pembusukan akar.

Sebaliknya, jangan biarkan bonsai mengalami kekeringan karena bisa menyebabkan tanaman mati. Salah satu cara untuk mengecek kelembaban tanah adalah dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam media tanam. Jika masih terasa lembab, penyiraman bisa ditunda.

4. Pastikan Penjemuran Sudah Tepat dan Rutin

Bonsai memerlukan sinar matahari, tetapi terlalu banyak paparan sinar matahari justru bisa merusaknya. Oleh karena itu, keseimbangan antara penyiraman, penjemuran, dan pemangkasan sangat penting untuk menjaga kualitas bonsai.

Bonsai memerlukan sinar matahari untuk tumbuh dengan baik, tetapi intensitasnya harus diperhatikan. Jika terkena sinar matahari terlalu lama, bonsai bisa mengalami kerusakan.

Sebaiknya, mulai berikan sinar matahari setelah sekitar dua minggu sejak ditanam. Pada tahap awal, cukup jemur selama 1-3 jam per hari, kemudian durasinya bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.

Selain itu, lakukan penyiangan jika ada gulma yang tumbuh di media tanam. Menambahkan lumut di permukaan tanah juga bisa membantu menjaga kelembaban.

5. Lakukan Pemupukan Agar Nutrisi Cukup

Agar bonsai tetap sehat, pemupukan perlu dilakukan secara rutin dengan takaran yang tepat, idealnya sebulan sekali. Pupuk yang dapat digunakan antara lain NPK atau urea, disesuaikan dengan kebutuhan jenis bonsai yang dirawat.

Selain pupuk untuk tanah, pupuk daun juga perlu diberikan sekitar tiga kali dalam sebulan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih optimal.

6. Mengganti Pot Secara Berkala

Karena bonsai ditanam dalam pot yang dangkal, penggantian pot perlu dilakukan secara berkala untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Saat mengganti pot, pilih ukuran yang sedikit lebih besar agar akar memiliki ruang untuk berkembang.

Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawahnya untuk mencegah kelebihan air yang dapat menyebabkan akar bonsai membusuk.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama seperti ulat dan wereng coklat bisa menyerang bonsai dan menyebar ke seluruh tanaman, menyebabkan kerusakan serius. Untuk mencegahnya, penyemprotan insektisida dapat dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan.

8. Memangkas Bonsai Agar Terlihat Indah

Pemangkasan adalah langkah penting dalam merawat bonsai karena itulah cara utama untuk membentuknya agar terlihat unik dan indah. Sebelum mulai memangkas, tentukan terlebih dahulu bentuk atau gaya bonsai yang ingin kamu ciptakan.

Agar bonsai tetap terlihat rapi dan menarik, pemangkasan harus dilakukan secara rutin. Pemangkasan batang, cabang, dan daun bonsai harus dilakukan sesuai kebutuhan.

Jika pertumbuhannya cepat, pemangkasan dapat dilakukan sebulan sekali, sedangkan jika pertumbuhan lambat, cukup setiap dua hingga tiga bulan sekali. Saat memangkas dan membentuk bonsai, bisa gunakan beberapa tips berikut dari Kelly Funk dalam laman Martha Stewart:

  • Gunakan gunting khusus bonsai atau gunting pemangkas yang tajam dan bersih, agar hasil pemangkasan lebih rapi dan tanaman tetap sehat.
  • Fokuslah pada pembentukan struktur utama pohon, seperti batang dan cabang utama. Jika ada bagian yang terlalu rimbun, potong daun dan ranting yang berlebihan.
  • Periksa bonsai secara rutin dan pangkas pertumbuhan baru yang bisa mengganggu bentuk yang sudah dirancang.

Itulah tadi cara perawatan tanaman bonsai yang tepat. Dengan begitu, bonsai akan tumbuh dengan indah, dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Merawat bonsai memang memerlukan kesabaran dan ketelitian, jadi selamat mencoba!

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Takut Tanaman Layu Saat Mudik Nanti? Ini Tips Mudah Merawatnya



Jakarta

Bagi pecinta tanaman, bepergian dalam waktu yang lama seperti mudik tentu membuat hati galau. Mudik menjadi tak tenang karena selalu cemas memikirkan tanaman di rumah.

Tenang, rasa cemas itu bisa kamu lawan jika tahu bagaimana cara menjaga tanaman tetap segar walaupun ditinggal berhari-hari. Hanya perlu waktu singkat untuk mempersiapkan tanaman sebelum ditinggal pergi mudik. Melansir dari laman The Sill, berikut tipsnya.

Sesuaikan Cahaya dan Suhu

Kamu harus tahu bahwa semakin banyak sinar matahari yang diterima tanaman, semakin cepat juga tanaman “haus” dan layu. Tanaman paling banyak menggunakan air saat proses transpirasi, sedangkan laju proses transpirasi ini sangat bergantung dengan jumlah sinar matahari yang diterima oleh tanaman. Jadi, semakin banyak cahaya alami yang diterima tanaman, semakin banyak pula air yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, untuk membantu tanaman agar tidak layu selama kamu bepergian, kamu bisa memindahkannya ke tempat yang agak jauh dari cahaya matahari sebelum pergi.


Menjaga Kelembapan

Libur lebaran biasanya berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Jika kamu berencana untuk pergi mudik selama seminggu, menyiram tanaman sesaat sebelum berangkat sudah cukup untuk menjaga kelembapan tanaman. Pastikan kamu hanya menyiram tanaman dengan tanah pot yang kering atau sebagian besar kering. Setelah disirami, biarkan sisa air mengalir dari tanaman ke dalam pot sebelum kamu berangkat. Hal ini akan membuat tanah dalam pot tetap lembab tetapi tanaman tidak terendam dalam wadah berisi air, yang dapat menarik hama atau menyebabkan akar busuk.

Jangan Gunakan Pupuk

Jika kamu sering menggunakan pupuk untuk tanaman, pastikan untuk menunda pemupukan tanaman terutaman tanaman hias sampai kamu kembali ke rumah. Jangan memupuk tanaman kamu beberapa minggu sebelum keberangkatan karena ini akan membantu tanaman menghemat energi dan air.

Lakukan Pemangkasan Kecil

Selain memangkas dedaunan yang mati atau tampak tidak sehat, kamu juga bisa memangkas tunas dan bunga apa pun, yang biasanya memerlukan penyiraman lebih sering agar tanaman tetap sehat.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Daun Tanaman Menguning? Ini 8 Penyebab dan Cara Mencegahnya



Jakarta

Bagi yang suka memelihara tanaman di rumah, pasti sering menemui daun tanaman yang menguning. Kalau sudah menguning, maka harus dipotong bagian tersebut agar tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman. Namun, jangan khawatir karena daun baru akan tumbuh kembali.

Namun, sebetulnya kita bisa mencegah daun tanaman yang menguning. Caranya dengan mengetahui beberapa penyebab berikut yang dikutip dari The Spruce, Senin (10/03/2025), yaitu:

Tekanan Kelembaban

Penyebab paling umum ketika daun tanaman menguning adalah terlalu banyak air atau kekurangan air. Jika tanaman terlalu banyak air dapat merusak daun karena air dalam tanah dapat tergenang dan tidak mengalir dengan baik.


Jika kekurangan air, tanaman akan menggugurkan daunnya karena mengalami transpirasi atau penguapan yang merupakan cara tanaman berkeringat untuk menghemat air. Sebelum gugur, daun biasanya akan menguning dan terlihat bintik-bintik cokelat.

Untuk itu, pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur

Penuaan Normal

Daun tanaman menguning sebetulnya merupakan hal yang normal seiring bertambahnya usia tanaman. Daun akan menguning dan rontok. Namun, jangan khawatir karena dapat memotong batang utama untuk mendorong pertumbuhan tanaman baru.

Suhu Dingin

Suhu dan angin yang terasa dingin sering menyebabkan daun menguning dan rontok. Untuk itu, hindari menaruh tanaman di dekat ventilasi AC atau jendela yang dingin, apalagi jika tanaman tersebut termasuk tanaman tropis.

Kurang Cahaya

Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menguning kemudian gugur. Biasanya bagian yang menguning itu terletak pada sisi yang membelakangi cahaya. Misalnya, menaruh tanaman dekat jendela, maka sisi berlawanan akan menguning. Solusinya adalah memutar pot setidaknya seminggu sekali agar semua sisi mendapatkan cahaya.

Solusi terbaik adalah letakkan tanaman ke lokasi yang lebih cerah. Jika cahaya dalam rumah sulit didapat maka bisa menggunakan satu atau dua lampu tanaman buatan.

Kekurangan Nutrisi

Daun tanaman akan menguning jika tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Biasanya daun tersebut akan memiliki pola yang tidak biasa, seperti tulang daun tetap gelap sementara jaringan di antaranya menguning. Oleh karena itu, perhatikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman karena masing-masing spesies atau jenis tanaman membutuhkan nutrisi yang berbeda satu sama lain.

Infeksi Virus

Penyebab berikutnya kemungkinan adanya infeksi virus pada daun di seluruh bagian tanaman. Hal itu dapat dilihat tak hanya daun yang menguning, tetapi juga batang yang berubah bentuk serta bunga yang berubah warna. Infeksi virus pada tanaman biasanya sulit disembuhkan dan rentan menular ke tanaman di dekatnya. Solusinya adalah menggunakan fungisida atau bahan kimia untuk memberantas jamur pada tanaman.

Segera pisahkan tanaman yang terinfeksi virus dengan tanaman lainnya. Jika tidak dapat disembuhkan maka tanaman harus dibuang. Jangan lupa untuk mencuci dan mensterilkan alat serta pot sebelum menggunakannya pada tanaman lain.

Hama

Serangga atau hama seperti kutu daun, tungau, laba-laba, dapat mengisap getah daun tanaman sehingga warnanya menjadi kuning dan meninggalkan bercak. Solusinya adalah menyemprotkan insektisida atau bahan pembunuh serangga pada tanaman.

Repotting

Salah satu hal normal pada daun tanaman menguning adalah ketika tanaman dipindahkan ke pot lama ke pot yang baru. Ini menunjukkan cara tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sehingga, daun tanaman justru tiba-tiba bisa menguning tanpa sebab. Selama periode ini jangan beri pupuk dan biarkan tanaman mengendapkan akarnya serta menemukan nutrisi di tanah yang baru.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Bisa Hidup di Air dan Cara Merawatnya


Jakarta

Biasanya, menanam tanaman di rumah memerlukan media tanam seperti tanah. Tapi, kamu bisa lho menanam tanaman di air, tanpa tanah dan pupuk.

Menanam tanaman di air juga bisa dibilang lebih simple karena bisa menggunakan stoples atau vas. Kamu bisa meletakkannya di berbagai ruangan yang ada, misalnya dapur, ruang keluarga, maupun kamar.

Tanaman apa saja yang bisa hidup dan tumbuh subur di dalam air? Dilansir dari The Spruce, berikut ini daftarnya.


Tanaman yang Bisa Hidup di Air

1. Bambu Keberuntungan

Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

Tanaman ini bisa tumbuh tanpa tanah lho detikers. Karena tanaman ini bisa menjadi sangat berat di bagian atas, sebaiknya tambahkan batu kerikil di sekitarnya agar tetap berada di tempatnya dan menambah nilai ornamen.

2. Philodendron

house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

Banyak orang yang menyukai philodendron karena mudah dirawat. Selain bisa tumbuh dengan media tanah, tanaman yang satu ini juga bisa hidup di air.

Tanaman Philodendron tumbuh subur dalam semua jenis kondisi sinar matahari, tetapi jika tampaknya batang tanaman lebih banyak daripada daunnya, pencahayaan langsung yang lebih terang akan menghasilkan lebih banyak daun.

3. Sirih Gading

Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

Tanaman dengan daun berbentuk hati ini bisa tumbuh dengan cepat. Jika ingin menaruhnya dalam air sebaiknya buang daun-daun di bagian bawah sirih gading karena yang terendam di dalam air akan membusuk.

4. Spider Plant

cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman yang satu ini bisa hidup subur di dalam air. Agar bisa hidup lama, kamu harus memotong akarnya dengan cepat dan mengganti air setiap 3-5 hari sekali. Taruh tanaman di tempat yang terang dengan sinar matahari tak langsung.

Ingat, hanya bagian akarnya saja yang terendam di dalam air. Kamu juga bisa menambahkan batu agar tanaman tetap berada di tempatnya.

5. Chinese Evergreen

Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Dok. Istock

Untuk menanam Chinese evergreen di dalam air, kamu bisa memotong batang yang sehat sepanjang 6 inci dan masukkan ujungnya yang sudah dipotong ke dalam air. Jangan lupa singkirkan daun bagian bawah yang terendam di air. Nantinya akan ada akar yang muncul dalam 3-4 minggu.

Letakkan tanaman tersebut di bawah sinar matahari tidak langsung dan ganti air minimal 3 hari sekali atau saat air kotor maupun keruh. Berikan tanaman beberapa tetes pupuk cair setiap bulan untuk mendorong pertumbuhan.

Pilih Tempatnya

Wadah apapun sebenarnya bisa digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman. Stoples dan vas kaca bisa menjadi pilihan karena bisa melihat akar tanaman. Namun, kaca rentan terhadap pertumbuhan alga, jadi pilihlah vas yang tidak tembus cahaya sebagai pilihan yang lebih mudah dirawat.

Kebutuhan Cahaya

Pastikan kamu memeriksa kebutuhan tanaman akan cahaya. Beberapa jenis tanaman membutuhkan sinar matahari langsung dan ada yang membutuhkan sinar matahari tidak langsung.

Ganti Air

Kamu perlu mengganti air tanaman, apalagi kalau air sudah keruh dan kotor. Tak lupa berikan pupuk cair pada tanaman agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup di dalam air dan cara merawatnya.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman Wangi yang Cocok Jadi Pengharum Ruangan Alami


Jakarta

Tanaman sering kali dipajang di dalam rumah untuk menambah nilai estetika. Selain sebagai dekorasi, ada juga beberapa tanaman berbau wangi yang cocok jadi pengharum ruangan alami.

Tanaman dengan aromanya yang khas bisa memberi kesegaran di dalam ruangan. Keharuman ini dapat membantu menangani aroma tak sedap di rumah.

Lantas, tanaman apa yang bisa mengharumkan ruangan? Yuk, simak daftarnya berikut ini.


Tanaman yang Cocok Jadi Pengharum Ruangan Alami

Inilah tanaman yang mengeluarkan bau harum untuk dipakai mengharumkan rumah kita secara alami, dikutip dari Living.etc.

1. Melati (Jasminum officinale)

Close up of jasmine flowersBunga melati (jasmine). Foto: Getty Images/iStock/dtimiraos

Melati memang dikenal sebagai tangaman yang sangat wangi. Tanaman ini cocok sebagai tanaman dalam ruangan.

Tak hanya wangi, tanaman melati berwarna putih terlihat menarik. Melati putih biasa (J. officinale) juga tersedia secara luas hampir sepanjang tahun.

Penulis buku Dr Houseplant, William Davidson membagikan cara untuk merawat melati jika ditaruh dalam ruangan.

“Potong batang yang telah berbunga sejauh diperlukan, tetapi tidak seluruhnya. Mereka (tanaman melati) berbunga berdasarkan pertumbuhan yang terjadi pada musim sebelumnya, jadi beberapa tunas baru tidak boleh dipangkas,” ujar Davidson dikutip dari laman Living.etc.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap hari tanaman melati harus berada pada posisi yang menerima sinar matahari langsung.

“Saat tanaman ini (melati) tumbuh dan berbunga, beri mereka banyak air, cukup untuk menjaga kelembapannya setiap saat. Saat mereka beristirahat, berikan mereka air secukupnya saja agar tanah pot tidak mengering sepenuhnya,” paparnya.

2. Tanaman Kopi (Coffee Arabica)

Tanaman Kopi (Coffee Arabica).Tanaman Kopi (Coffee Arabica). Foto: Mikroman6/Getty Images

Tanaman kopi juga bisa menjadi pengharum ruangan alami. Tanaman ini dapat tumbuh subur di ruangan dengan kelembapan tinggi, dengan cahaya tidak langsung yang terang.

“Tanaman kopi adalah tanaman yang menyenangkan untuk ditanam. Tanaman ini benar-benar menghasilkan biji kopi, tapi kemungkinan besar tidak akan menghasilkan cukup untuk membuat secangkir kopi untuk kamu,” kata pakar tanaman hias Lisa Eldred-Steinkopf.

Ketika ditanam di pot dalam ruangan, pastikan disiram dengan baik tetapi tidak tergenang air.

“Kelembapan yang tinggi diperlukan untuk mencegah tepi daun berubah warna menjadi coklat, jadi letakkan tanaman Anda di atas nampan kerikil,” kata Lisa yang juga dikenal sebagai The Houseplant Guru.

3. Kumquat (Citrus japonica)

Pohon kumquat.Pohon kumquat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kurzumkin

Citrus japonica bisa melakukan penyerbukan sendiri. Hal ini membuatnya dapat menghasilkan buah yang berbau harum di dalamnya.

Pakar tanaman di Fast-Growing Trees Bethany Lakatos mengatakan bahwa beberapa varietas kumquat bisa mekar lebih dari sekali dalam setahun. Bunga mekarnya memiliki keharuman yang manis dan bersih.

“Jika tidak, letakkan kumquat di jendela yang menghadap ke Selatan atau Barat, tempat ia akan menerima banyak cahaya. Jika kamu tidak memiliki pencahayaan yang baik di rumah, pertimbangkan untuk menggunakan lampu tumbuh 12-14 jam sehari, dengan waktu istirahat 8 jam,” papar Lakatos.

4. Kacapiring Wangi (Gardenia)

A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Bunga Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

Gardenia adalah tanaman wangi yang beraroma sangat manis. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan Kacapiring Wangi. Gardenia dapat hidup di dalam maupun di luar ruangan.

“Sebagai tanaman hias, kacapiring membutuhkan tanah yang asam dan kehati-hatian saat menyiram,” ujar Bethany yang dikutip oleh situs Fast Growing Trees.

Ia menyarankan untuk memilih varietas kecil seperti Radicans atau Veitchii. Pasalnya, jenis tersebut bisa dipajang dalam pot elegan dengan lubang drainase.

Tempatkan kacapiring di tempat yang terang. Sirami air saat tanah di potnya terlihat kering, atau keringkan sekitar dua inci atau sekitar 5 cm ke dalam tanah.

5. Rosemary Tuscan

Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary. Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

Rosemary kerap digunakan untuk menambah keharuman dan cita rasa pada makanan. Keharumannya pun bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan.

“Beberapa tanaman hanya berbau harum saat sedang mekar, tetapi sapukan tangan kamu di atas dedaunan rosemary dan aroma gurihnya akan menyertai kamu sepanjang hari,” kata Bethany.

Bethany menyarankan untuk memilih varietas tegak seperti Tuscan Blue, yang memiliki bunga kecil berwarna biru tua seperti beludru aromatik.

“Tempatkan tanaman ini di bawah sinar matahari langsung di jendela dapur yang menghadap selatan atau barat. Campuran pot dengan drainase yang baik dan pot dengan lubang drainase sangat penting untuk kesehatan akar,” tambahnya.

Itulah beberapa tanaman wangi yang bisa dijadikan pengharum ruangan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tanaman di Rumah Membawa Berkah! Ini Keutamaannya dalam Islam



Jakarta

Menanam tanaman di rumah memiliki bisa mempercantik tampilan rumah sekaligus memberikan kesejukan. Namun menurut ajaran Islam, menanam tanaman di rumah memiliki manfaat lebih dari itu.

Menanam tanaman juga bisa membawa berkah dan pahala dalam ajaran Islam. Lantas, apa keutamaan menanam tanaman di rumah menurut Islam? Lalu apa saja jenis-jenis tanaman yang cocok ditanam? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Keutamaan Menanam Tanaman di Rumah

Dalam Islam, menanam pohon atau tanaman lainnya ternyata bisa membawa berkah dan pahala. Mengutip buku Hadits-Hadits Tarbawi oleh M. Ainur Rasyid, di dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan tentang pentingnya memperhatikan lingkungan, salah satunya termaktub dalam surat Al A’raf ayat 56:


وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Latin: Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Selain itu ada sejumlah hadits yang menjelaskan tentang keutamaan menanam tanaman atau pohon di rumah. Simak di bawah ini:

1. Amalan yang Bernilai Sedekah

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya: “Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-)nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat’.” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304)

2. Sedekah Bagi Sesama Makhluk Hidup

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه البخاري ومسلم والترمذي

Artinya: “Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya’.” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi)

3. Mendapatkan Pahala

عن مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد

Artinya: “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman’.” (HR Ahmad).

Jenis Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Rumah

Mulai tertarik untuk menanam tanaman hias di rumah, tapi bingung mau menanam apa? Jangan khawatir. Sebab, ada banyak jenis tanaman hias yang dapat mempercantik hunian detikers.

Dilansir situs Flower Aura dan House Beautiful, berikut jenis-jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah:

1. Lidah Mertua

Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designFoto: Getty Images/M.photostock

Rekomendasi yang pertama adalah lidah mertua. Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan tanaman hias yang satu ini.

Lidah mertua atau disebut juga tanaman ular merupakan salah satu tanaman hias yang bisa memberikan kesegaran dan kesejukkan di rumah. Selain itu, tanaman ini juga bisa mempercantik dekorasi rumah.

2. Kaktus Telinga Kelinci

Opuntia cactus in potsFoto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

Suka dengan tanaman kaktus? Jika iya, kaktus telinga kelinci bisa menjadi pilihan terbaik. Tanaman yang berasal dari Meksiko ini memiliki bentuk seperti bantalan melingkar berumpun.

Kaktus telinga kelinci merupakan sukulen yang memiliki tinggi sekitar 2-3 kaki. Lalu, kaktus ini memiliki duri yang pendek dan berwarna cokelat keputihan (glochid).

3. Tanaman Zebra

Close photo of the plant Aphelandra Squarrosa. The photo was taken from the top. The plant is in the flowerpot.Foto: Getty Images/iStockphoto/Caner CIFTCI

Selain kaktus, tanaman hias sukulen lainnya adalah tanaman zebra. Tumbuhan ini mempunyai keunikan tersendiri karena ujung daunnya yang lancip. Selain itu, daunnya yang bergaris hijau-putih juga menjadi ciri khas tersendiri.

Kamu bisa menanam tanaman ini di dalam ruangan atau di dekat jendela. Tanaman zebra juga mudah dirawat karena tak perlu banyak disiram air.

4. Lavender

Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

Rekomendasi tanaman hias berikutnya adalah lavender. Tanaman berwarna ungu ini dapat mengeluarkan wangi yang sedap, sehingga bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Selain itu, lavender diyakini juga bisa mengusir nyamuk di dalam rumah.

5. Gardenia (Kacapiring Wangi)

The Big White Gardenia Flower Blooming in Dark BackgroundFoto: iStock

Gardenia atau disebut juga kacapiring wangi merupakan tanaman hias yang terkenal dengan bunganya berwarna putih. Tak hanya indah dipandang, tanaman ini juga mengeluarkan aroma yang manis dari bunganya. Menariknya, gardenia bisa hidup di dalam maupun luar ruangan.

Itu tadi penjelasan mengenai keutamaan menanam tanaman atau pohon di rumah menurut Islam. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com