Tag Archives: tanjung

5 Pohon yang Bikin Rumah Teduh, Ini Daftarnya!


Jakarta

Memiliki rumah yang sejuk dan teduh tentu menjadi impian banyak orang, terutama di lingkungan yang panas dan gersang. Kehadiran pohon peneduh di sekitar rumah menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Umumnya, tanaman peneduh memiliki ukuran yang cukup besar, dengan daun yang lebat, sehingga dapat mengurangi intensitas cahaya matahari yang jatuh ke permukaan tanah.

Tanaman peneduh sering digunakan di taman, halaman rumah, area parkir, atau kawasan perkotaan yang membutuhkan perlindungan dari panas berlebih. Kehadirannya dapat menciptakan suasana sejuk dan nyaman bagi lingkungan sekitar.


Pohon peneduh memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, terutama di wilayah perkotaan yang terpapar sinar matahari sepanjang hari. Ada beberapa jenis pohon yang memiliki keunggulan khusus, yaitu daunnya tidak mudah rontok sehingga meminimalkan pekerjaan pembersihan dan menjaga estetika lingkungan.

Berikut ini adalah daftar tanaman peneduh yang bisa ditanam di rumah.

Ketapang Kencana (Terminalia mantaly)

Ketapang kencana or Terminalia mantaly trees at the park. Nature backgroundKetapang kencana Foto: Getty Images/Elisa Irmalia

Ketapang Kencana adalah pilihan populer di perkotaan karena memiliki daun kecil yang tidak mudah rontok, tajuknya berbentuk rapi dan dapat memberikan keteduhan yang cukup luas, pohon ini tumbuh dengan cepat dan cocok untuk taman, trotoar, serta area parkir. Ketapang Kencana juga tidak memerlukan perawatan yang rumit.

Pohon Tanjung (Mimusops elengi)

Mimusops elengiMimusops elengi Foto: Getty Images/Come on cooperation with us

Melansir lindungihutan.com, batang dan ranting pohon tanjung kuat, sehingga kamu tidak perlu khawatir saat angin kencang menerpa. Pohon Tanjung dikenal dengan daunnya yang lebat dan tidak mudah rontok, bahkan saat pergantian musim, tajuk pohon ini padat sehingga memberikan keteduhan yang optimal.

Pohon Angsana (Pterocarpus indicus)

Giant stem of pterocarpus indicus tree against sun on summer day.Pterocarpus indicus Foto: Getty Images/iStockphoto/CJ_Romas

Pohon Angsana adalah salah satu pohon peneduh terbaik dengan tajuk yang lebar dan daun-daunnya yang relatif jarang rontok, angsana sering digunakan sebagai peneduh di sepanjang jalan dan area perkantoran karena kanopinya yang lebat mampu memberikan keteduhan dalam skala besar. Selain itu, kayunya juga bernilai ekonomis tinggi.

Pohon Beringin (Ficus Benjamina)

pohon beringin bondowosopohon beringin bondowoso Foto: Chuk Shatu W

Pohon Beringin adalah pilihan populer untuk area taman atau ruang publik. Selain sebagai peneduh, daunnya yang lebat tidak mudah rontok sehingga tidak memerlukan banyak perawatan, pohon ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi di beberapa daerah di Indonesia dan sering kali dipilih sebagai simbol ketahanan dan kelestarian alam.

Pohon Flamboyan (Delonix regia)

Luxuriant tropical environment and residential wooden house in Key West, FloridaPohon flamboyan Foto: Getty Images/imagedepotpro

Pohon Flamboyan dikenal dengan bunga-bunganya yang berwarna cerah dan indah, daunnya yang rimbun dan tidak mudah rontok menjadikannya sebagai pilihan pohon peneduh yang menarik. Flamboyan tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai tinggi yang signifikan, membuatnya sangat cocok untuk digunakan di taman, jalan raya, area terbuka, maupun di sekitar rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Taman Situlembang, Destinasi Sejuk dan Asri di Jakpus



Jakarta

Taman kota bisa menjadi pilihan traveler untuk menghabiskan waktu bersama orang tercinta atau menyendiri untuk mengusir penat. Taman Situlembang di Jakarta Selatan memberikan momen tersebut.

Tak perlu mengeluarkan kocek besar, cukup dengan membeli makanan dan minuman di pinggir taman atau bahkan membawa perbekalan dari rumah, traveler sudah bisa menikmati sejuknya udara Jakarta. detikTravel pun berkunjung tepat saat sore tiba, Jumat (19/7/2024).

Saat tiba di taman, atraksi air mancur pun langsung menyambut, beruntung karena air mancur di tengah danau itu tak selalu beroperasi. Menurut petugas yang berjaga air mancur akan beroperasi dua jam sekali.


Benar saja tak lama berselang, air mancur pun terhenti. Sedikit mencari keringat dengan berkeliling beberapa kali mengitari taman yang kurang lebih 14.700 meter persegi ini cukup membuat nafas terengah-engah, selagi berjalan banyak masyarakat yang duduk santai di setiap area taman.

Duduk di pinggir danau pun menjadi spot yang menyenangkan bagi masyarakat, belum lagi terdapat kawanan bebek yang tengah berenang. Tapi hati-hati juga karena terdapat dua soang yang kerap ‘iseng’ mengejar pengunjung.

Pengunjung yang menjadi sasaran angsa itu adalah Liora dan Sheila. Sempat ketakutan mereka pun akhirnya tenang setelah soang-soang itu pergi. Kedua sahabat tersebut datang dari Depok ke Taman Situlembang memang untuk menikmati sore.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Waktu itu sih ngeliat di Instagram ada postingan taman ini viral terus kan saya sendiri juga suak taman jadi pengen lihat ke sini. Kita di sini dari jam setengah empat sih, suasananya enak nyaman karena di dalam perumahan juga sih,” katanya.

Selain cocok untuk duduk-duduk santai menghadap danau, suasana sejuk nan rimbun juga tercipta karena banyaknya pepohonan yang ada di Taman Situlembang. Berbagai pohon ada di taman ini seperti mahoni, buni, beringin, tabebuya, angsa hingga tanjung dan bunga-bunga indah yang ditanam di sisi danau.

Terlihat keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain di area taman, ada yang bermain dengan bebek hingga bermain di wahana anak seperti perosotan dan ayunan. Novian salah satu yang mengajak keluarganya untuk berkunjung ke Taman Situlembang.

Baginya berkunjung ke sini jika sore maupun pagi adalah waktu yang tepat untuk menikmati hari, belum lagi momen bersama keluarga bisa lebih seru ketika berkunjung ke taman.

“Kalau main di sini nyaman sih sejuk apalagi kalau pagi dan sore itu suasananya dapet sih untuk kita duduk-duduk santai bareng keluarga. Saya dari Matraman sengaja untuk datang ke sini karena untuk main-main sama keluarga atau kumpul-kumpul bareng kan enak di sini,” kata Novian sambil menggendong anaknya.

Momen nyaman pun dirasakan oleh Ahmad, duduk-duduk santai di sore hari dengan minuman dingin yang ia pesan adalah kenikmatan yang tak bisa dibeli. Bersama kedua temannya ia datang dari Kwitang untuk sekadar nongkrong menikmati matahari terbenam.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Datang ke sini udah sering sih buat nongkrong, di sini tuh udaranya seger, adem, terus banyak pohon. Biasanya di sini dari jam empat sampe sebelum Maghrib, ya gini aja nongkrong sambil ngopi,” katanya.

Taman Situ Lembaga ini menjadi tempat yang murah meriah juga mudah dicapai oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri tanpa harus mengeluarkan kocek tinggi. Setiap harinya banyak masyarakat yang datang ke Taman Situlembang ini terutama di pagi dan sore hari, masyarakat juga bisa datang ke sini setiap harinya mulai dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Jalan-jalan Sore di Surabaya, Cobalah ke North Quay



Jakarta

Surabaya kini semakin baik dalam menyediakan fasilitas umum untuk bersantai bagi warganya. Jika traveler ingin menikmati pemandangan laut di sore hari, cobalah ke North Quay.

Lokasinya berada di Pelabuhan Tanjung Perak. Melansir dari laman Surabaya Tourism, Surabaya North Quay tepatnya berada di lantai 3 area Pelabuhan Pelindo 3.

Syahdunya senja bisa dinikmati di sini. Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan laut lepas sembari melihat aktivitas lalu-lalang kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.


Yang menarik di Surabaya North Quay

Surabaya North Quay terkenal atas lokasinya yang strategis untuk melihat pemandangan matahari terbenam. Pengunjung yang datang bisa menikmati keindahan senja dengan pemandangan Selat Madura dan Jembatan Suramadu.

Di pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia ini juga menjadi lokasi sandarnya kapal pesiar mewah. Jika sedang beruntung, pengunjung bisa melihat langsung gagahnya kapal pesiar yang sandar.

Surabaya North QuaySurabaya North Quay (Foto: Bapekko Surabaya)

Jam operasional Surabaya North Quay

Surabaya North Quay dibuka pada hari Selasa hingga Minggu dengan jam operasional yang variatif. Untuk Selasa hingga Kamis, jam operasional dimulai pukul 12.00-19.00 WIB. Sementara, jam operasional pada Jumat dimulai pukul 13.00-19.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan, tempat wisata ini dibuka pada 12.00-20.00 WIB.

Tiket Masuk Surabaya North Quay

Berdasarkan informasi dari media sosial resminya, tiket masuk Surabaya North Quay sebesar Rp 10.000 per orang. Wisatawan akan mendapat potongan harga senilai Rp 4.000 apabila melakukan pembelian di food court minimal Rp 20.000 dengan menggunakan voucher masuk. Ketentuan ini berlaku kelipatan Rp 20.000.

Sementara untuk area Teras Tepi Laut, pengunjung diwajibkan membeli voucher makan senilai Rp 50.000 per orang. Voucher tersebut dapat dibelanjakan di food court dan mendapat welcome drink.

Baca artikel selengkapnya di detikJatim

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Cerita Mata Air Asin yang Diburu Warga Tasikmalaya buat Lebaran



Tasikmalaya

Menjelang Lebaran, sebuah sumber mata air dengan rasa asin banyak diburu oleh warga Tasikmalaya. Mereka menggunakan air asin itu untuk membuat ketupat.

Penjualan air asin Tanjung di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Warga tasik mulai terlihat antre untuk membeli sumber mata air yang dijadikan bahan pembuatan ketupat tersebut.

Mata air asin Tanjung ini merupakan salah satu keunikan yang ada di Tasikmalaya. Jika biasanya mata air punya rasa tawar, tapi sumber mata air Tanjung malah mengeluarkan air asin.


Oleh masyarakat, air ini kerap dimanfaatkan untuk membuat ketupat. Selain bisa memberi rasa yang khas pada ketupat, air asin Tanjung ini juga dipercaya membuat ketupat lebih tahan lama dan bisa awet sampai seminggu.

Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dulu dan membawa berkah bagi daerah setempat. Sejumlah warga terlihat sudah memadati Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tempat di mana sumber air asin Tanjung ini berada.

Ketua Pengelola air asin Tanjung, Iman Hermansyah (42) mengatakan pembeli air asin Tanjung mulai ramai sejak awal bulan Ramadan.

“Dari tanggal 5 Ramadan sudah ramai masyarakat yang membeli air asin Tanjung untuk membuat ketupat Lebaran. Penjualan meningkat sekitar 60 persen dari hari-hari biasa,” kata Iman.

Iman mengatakan mereka yang membeli air asin Tanjung untuk bahan pembuatan ketupat, tidak hanya datang dari wilayah Tasikmalaya saja, melainkan dari berbagai daerah.

“Pembeli tidak hanya warga Tasikmalaya, dari luar seperti Ciamis, Banjar, Garut dan daerah lainnya juga ada,” kata Iman.

Tak sedikit pula mereka yang datang, membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk dijual kembali.

“Selain mereka membeli untuk membuat ketupat di rumah, ada juga mereka yang akan menjual lagi,” jelasnya.

Harga jual air asin ini relatif murah, satu galon dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

“Kalau jeriken biru yang 35 liter Rp 15 ribu, kalau galon Rp 10 ribu,” papar Iman.

Hasilkan Ketupat dengan Rasa yang Khas

Iman membenarkan membuat ketupat dengan air asin Tanjung akan memberikan cita rasa yang khas serta tekstur ketupat yang lebih kenyal dan tahan lama.

“Air Tanjung itu keistimewaannya seperti ada pengawet alami. Rasa ketupat atau lontong jadi beda, agak kenyal juga. Terus ketupat kalau pakai air asin Tanjung bisa bertahan sampai 6 hari,” ujar Iman.

Dia juga berharap penjualan di Lebaran kali ini akan semakin meningkat sehingga warga bisa mendapatkan cuan yang maksimal.

Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya.Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

“Biasanya semakin dekat Lebaran semakin membeludak, kalau stok banyak,” kata Iman.

Sumber mata air unik ini dikelola oleh pihak RW dengan melibatkan warga. Setidaknya ada 21 warga yang dilibatkan dalam bisnis pemanfaatan Air Tanjung ini.

Sehari ada 3 atau 4 orang yang jaga. Mereka bertugas melayani pembeli, menampung air dan lain-lain. Warga yang bekerja tentu dapat upah, sisanya disetor ke kas RW.

Secara swadaya masyarakat mengelola air itu dengan cara menampungnya ke bak-bak penampungan. Kemudian dari bak dialirkan ke dua tangki air kapasitas 1000 liter.

Air Tanjung memang perlu ditampung sebagai stok, karena volume mata air tidak besar. Penasaran dengan rasanya yang menurut warga asin, beberapa bulan lalu kami pernah mencoba mencicipi air Tanjung tersebut.

Rasa asin memang ada, tapi tak terlalu kentara. Lidah justru merasakan gurih. Seperti air kelapa, tapi air kelapa tua yang hambar.

Beberapa saat setelah menenggak, tenggorokan terasa kering seperti usai minum air laut. Begitu kira-kira rasa dari mata air unik ini.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Libur Akhir Pekan di Tanjung Lesung, Ini 5 Destinasinya



Pandeglang

Untuk suasana yang berbeda, traveler bisa menghabiskan libur akhir pekan di Tanjung Lesung. Berikut 5 pilihan destinasinya:

Berlokasi di pesisir provinsi Banten, Tanjung Lesung jadi destinasi yang kerap disambangi traveler dari ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

Tanjung Lesung memiliki pantai dan wisata lain yang menarik dan cocok untuk segala usia. Berikut beberapa pilihan destinasinya:


1. Lalassa Beach Club

Yang pertama ada Lalassa Beach Club, sebuah pusat kegiatan olahraga air dan darat di Pantai Lalassa. Di sini traveler bisa menjajal berbagai kegiatan wisata air atau darat yang seru, baik untuk perorangan maupun keluarga.

Traveler bisa mencoba main jetski, stand up paddle board, glass kayaking, banana boat, donat boat, snorkeling, diving, hingga glass bottom trip. Jika tidak mau basah-basahan, traveler bisa seru-seruan naik all-terrain vehicle atau ATV maupun sepeda.

2. Pantai Lalassa

Selanjutnya ada Pantai Lalassa, dimana traveler bisa menghabiskan waktu untuk main air dan pasir, melihat sunset romantis, hingga duduk di bangku sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang sejuk.

Tidak perlu khawatir perut lapar atau haus di pantai ini, karena di sekitar pantai Lalassa ada restoran Candini yang menyediakan beragam menu seafood hingga minuman menyegarkan seperti es kelapa atau aneka jus buah-buahan.

3. Pantai Bodur

pantaipantai Bodur di Tanjung Lesung Foto: (Randy/detikTravel)

Pantai lain yang bisa traveler sambangi adalah pantai Bodur. Pantai ini memiliki pasir putih nan lembut, air laut yang jernih, dan langit yang biru.

Pantai ini juga direkomendasikan untuk melihat sunset. Traveler akan melihat matahari bulat sempurna berukuran lebih besar dari biasanya dengan latar gradasi langit berwarna jingga yang perlahan hilang bersamaan dengan matahari yang tenggelam.

4. Mongolian Culture Center

Di Tanjung Lesung juga ada Mongolian Culture Center, pusat kebudayaan Mongolia pertama di Asia Tenggara. Di sini traveler bisa mengenal budaya Mongolia dengan lebih dekat.

Pantai Tanjung LesungMongolian Cultural Center Foto: Aris Rivaldo/detikcom

Banyak aktivitas menarik yang bisa dicoba di sini, mulai dari melihat dan memasuki tenda khas Mongol yang identik dengan kehidupannya nomaden, foto pakai kostum orang Mongolia hingga latihan memanah.

5. Penangkaran Penyu

Terakhir, traveler bisa main-main ke tempat penangkaran penyu di Tanjung Lesung. Destinasi ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Si kecil bisa diajak untuk mengenal cara melestarikan penyu, melihat aneka jenis penyu, hingga memegang dan berfoto langsung dengan penyu muda maupun tukik (anak penyu).

(wsw/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Berjalan di Dasar Laut Tanpa Berenang


Badung

Traveler yang ingin menikmati keindahan bawah laut Bali, tapi tidak bisa berenang dan menyelam, sepertinya harus mencoba kegiatan sea walker ini. Sesuai namanya, kamu akan berjalan di dasar laut sembari melihat ikan-ikan berwarna-warni.

Aktivitas sea walker ini bisa kamu rasakan di Bintang Dive & Watersport yang berada di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Selain melayani sea walker, banyak aktivitas menarik lainnya di sini misal banana boat, jet ski, fly board, snorkling, diving, dan lainnya.

Weekend lalu, detikTravel berkesempatan mencoba sea walker bersama teman-teman. Sebelum masuk ke laut, kami menerima briefing dari instruktur.


“Nanti saat turun jangan kaget ya jika kuping tiba-tiba sakit seperti saat pesawat mau landing. Memang tekanannya seperti itu. Nah, untuk mengurangi sakit bisa kalian lakukan beberapa cara, salah satunya mengangkat dagu sedikit lalu goyangkan rahang ke kiri dan kanan. Atau nanti buka mulutnya seperti sedang menguap,” jelas instruktur.

Aktivitas sea walker di Nusa Dua, BaliAktivitas sea walker di Nusa Dua, Bali (dok. Syanti Mustika/detikcom)

Kami juga diajari bahasa isyarat yang nanti digunakan di dalam laut untuk berkomunikasi. Mulai dari jempol yang bergerak ke atas yang berarti ingin naik ke atas, nunjuk ke telinga yang mengisyaratkan ada masalah dengan kuping, hingga isyarat yang artinya ada masalah.

“Jika terjadi apa-apa misalnya ingin naik ke permukaan, ada masalah dengan kuping, ingin berjalan, berdiri, dan lainnya silahkan gunakan bahasa isyarat untuk memberi tahu instruktur selam yang mendampingi,” lanjutnya.

Info lain yang disampaikan adalah, kami akan menggunakan helm yang beratnya lebih dari 40 kg. Namun, helm terasa lebih ringan dan tidak menjadi beban tubuh saat berada di dalam air untuk melakukan sea walker.

Saat berada di dasar laut, kami diingatkan untuk berpegangan ke pagar yang sudah ditancapkan dan ditata sedemikian rupa hingga wisatawan bisa melakukan sea walker dengan aman dan nyaman. Setelah sesi briefing selesai, kami bersiap menuju kapal.

Kami hanya melakukan perjalanan selama lima menit, sebelum pindah ke kapal yang lebih besar. Kapal ini mengapung di tengah laut dan menjadi seperti stasiun bagi turis yang akan menyelam dan berjalan di dasar laut.

Aktivitas sea walker di Nusa Dua, BaliAktivitas sea walker di Nusa Dua, Bali (dok. Syanti Mustika/detikcom)

Saat naik ke kapal besar, kami melihat beberapa helm besar dan sandal karet yang nantinya akan digunakan di dalam air. Jujur kami semua merasa deg-degan karena takut, khawatir, tapi juga excited menyambut pengalaman baru sea walking.

Setelah menggunakan sandal karet dan peralatan lain, kami bersiap masuk laut didampingi instruktur. Setelah berdoa, perlahan saya menuruni anak tangga yang melekat di kapal hingga hanya kepala yang muncul di permukaan air.

Kemudian petugas memakaikan helm besar itu hingga seluruh kepala saya tertutup rapat. Selanjutnya, instruktur sea walker perlahan menarik saya ke dasar laut. Benar saja, kuping terasa makin sakit seiring kedalaman kami menyelam. Rasa sakit ini mengingatkan saya dengan kondisi saat pesawat hendak landing.

Ketika sampai di spot sea walker, saya sempat panik karena kuping seperti akan meledak. Lalu saya memberikan instruksi kepada penyelam untuk menarik saya menuju ke atas permukaan. Instruktur tidak langsung menarik saya ke permukaan, ketika sudah siap untuk jalan di dasar laut.

Dia bertanya dengan bahasa isyarat, apakah telinga terasa sakit yang langsung saya respon dengan anggukan. Kemudian, instruktur memberi instruksi untuk memasukkan tangan ke dalam helm dan menutup hidung. Setelah mengikuti arahan, perlahan rasa perih itu berkurang dan saya mulai tenang.

Instruktur kembali menanyakan keadaan saya dan saya menjawab ‘ok’ dengan bahasa isyarat. Saya pun mencoba bernafas dengan normal sembari menenangkan diri dan beradaptasi dengan keadaan di bawah laut.

Saya di arahkan ke arah pagar yang ada di dasar laut untuk pegangan selama berjalan di dasar laut. Oh iya, di dalam helm kita bisa bernafas layaknya di darat kok, jadi kamu tak perlu panik ya. Momen saya berada di bawah air mengenakan helm besar ini mengingatkan saya pada karakter Sandy temannya Spongebob.

Saya hampir melupakan rasa takut di awal setelah melihat banyak ikan berlenggak-lenggok di depan helm besar ini. Momen favorit saya adalah bisa melihat ikan nemo berenang di terumbu karang. Sungguh menggemaskan! Setelah sekitar 20 menit di dalam air, kami didorong instruktur kembali menuju ke permukaan dan diantar kembali ke daratan.

Berapa Biaya Sea Walker?

Salah satu staf Bintang Water Sport, Devi, mengatakan biaya sea walker adalah Rp 1,2 juta per orang dengan durasi 30 menit. Tarif ini mencakup sewa skin suit untuk menyelam, biaya kapal, dan dokumentasi di dalam air.

Bagi yang tertarik mencoba wahana ini, bisa datang langsung ke Bintang Water Sport seperti yang saya lakukan. Mereka mulai buka pukul 09.00-17.00 WITA dengan batas pemesanan untuk sea walker hanya sampai pukul 16.00 WITA.

Soal kelengkapan fasilitas, kamu nggak perlu khawatir. Di sini juga kamar bilas dan toilet yang bisa kamu gunakan setelah beraktivitas di laut dengan aman dan nyaman.

(sym/row)



Sumber : travel.detik.com

Jadwal Kereta Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta



Jakarta

Kereta api menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tanjung Priok. Jalan-jalan ke sana makin mudah jika tahu jadwal kereta apinya.

Jadwal keberangkatan dari Tanjung Priok ke Jakarta dan sebaliknya tidak seperti commuter line (KRL) Jabodetabek. Mengetahui jadwal keberangkatannya membuat rencana perjalanan lebih efisien. Berikut jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota.

Jadwal Kereta Stasiun Tanjung Priok-Jakarta Kota

Kereta commuterline dari Stasiun Tanjung Priok memiliki satu jalur berwarna pink yaitu dengan tujuan Jakarta Kota. Menurut laman KAI Commuter, kereta pertama berangkat pada pukul 05.30 dan kereta terakhir berangkat pada pukul 21.00 WIB.


Perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota hanya memerlukan waktu selama sekitar 16 menit. Berikut jadwalnya:

05:30, 06:00, 06:30, 07:00, 07:30, 08:00, 08:30, 09:00, 09:30, 10:00, 10:30, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:00, 15:30, 16:00, 16:30, 17:00, 17:30, 18:00, 18:30, 19:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00.

Jadwal Kereta Stasiun Jakarta Kota-Tanjung Priok

Keberangkatan pertama kereta dari Stasiun Jakarta Kota ke Tanjung Priok dimulai dari pukul 05.00 WIB, sementara keberangkatan terakhirnya pada pukul 20.30 WIB.

Berikut jadwalnya:

05:00, 05:30, 06:00, 06:30, 07:00, 07:30, 08:00, 08:30, 09:00, 09:30, 10:00, 10:30, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:00, 15:30, 16:00, 16:30, 17:00, 17:30, 18:00, 18:30, 19:00, 19:30, 20:00, 20:30.

Rute KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok

Kereta dari Stasiun Tanjung Priok hanya melalui beberapa stasiun. Berikut rutenya:

  • Tanjung Priok
  • Ancol
  • Kampung Bandan
  • Jakarta Kota

Tarif Kereta dari Stasiun Tanjung Priok

Tarif kereta dari Stasiun Tanjung Priok berbeda-beda tergantung tujuannya. Untuk selain tujuan Ancol, Kampung Bandan, dan Jakarta Kota, pengguna KRL harus transit terlebih dahulu. Berikut tarif kereta dari Stasiun Tanjung Priok:

Tanjung Priok-Jakarta Kota: Rp 3.000
Tanjung Priok-Manggarai: Rp 3.000
Tanjung Priok-Tanah Abang: Rp 3.000
Tanjung Priok-Jatinegara: Rp 3.000
Tanjung Priok-Tangerang: Rp 4.000
Tanjung Priok-Depok: Rp 5.000
Tanjung Priok-Cikarang: Rp 6.000
Tanjung Priok-Parung Panjang: Rp 6.000
Tanjung Priok-Citayam: Rp 6.000
Tanjung Priok-Bogor: Rp 7.000

Itulah jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota dan sebaliknya. Sebelum menggunakan KRL relasi Tanjung Priok-Jakarta wajib update info jadwal lebih dulu, untuk memastikan ketersediaan layanan. Semoga informasi ini membantumu, ya.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com