Tag Archives: tari kecak

6 Fakta Tari Kecak, Sumber Inspirasi Soundtrack Avatar The Last Airbender



Jakarta

Tari Kecak boleh dibilang sudah tak asing bagi traveler yang pernah berkunjung ke Bali. Ternyata budaya Bali itu menjadi sumber inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

Tari Kecak adalah sebuah seni tradisional Bali yang umumnya ditarikan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar di sekeliling perapian. Terdapat pula beberapa penari yang menari di tengah lingkaran hingga ke kursi penonton.

Keunikan gerakan dan keanggunan tari ini menyimpan makna yang dalam dan filosofis. Lebih dari sekadar hiburan, tari Kecak bagi penduduk Bali adalah sebuah bentuk komunikasi spiritual dengan Tuhan dan para leluhur.

Tari Kecak menjadi salah satu tarian terkenal dari Bali dan menjadi pesona wisata budaya. Tak jarang wisatawan yang datang selalu menonton Tari Kecak sebagai wishlist yang wajib dilakukan.

Baru-baru ini nama tari Kecak kembali mencuat setelah komposer musik di Avatar The Last Airbender, Jeremy Zuckerman. Ia menyebut soundtrack itu terinspirasi dari Tari Kecak.

Penasaran dengan tari Kecak khas Bali?

Berikut 6 fakta menarik tentang Tari Kecak:

1. Hasil Kolaborasi Seniman Bali dan Seniman Musik Asal Jerman

Tarian legendaris tari Kecak merupakan karya seni dari seniman tari asal Bali bernama Wayan Lembak. Ia menciptakan tari Kecak bersama dengan Walter Spies, seorang seniman lukis dan musik asal Jerman.

Wayan Limbak terinspirasi untuk memodifikasi tari Sanghyang menjadi tari Kecak yang bisa diperkenalkan lebih luas ke seluruh dunia.

2. Mengisahkan Epos Ramayana

Saat menonton Tari Kecak, traveler akan dibuat merinding. Tarian ini ternyata mengangkat epos Ramayana dengan konsep dramatari. Tari Kecak yang mengisahkan Epos Ramayana, tepatnya pada saat Rahwana berusaha menculik Dewi Sinta dan bagaimana perjuangan Rama untuk menyelamatkan Dewi Sinta.

Jika ditelaah, tari Kecak menyampaikan pesan moral yang tinggi. Mulai dari pesan keberanian, kesetiaan pasangan, dan strategi yang baik.


3. Cuma Dimainkan oleh Laki-laki

Dalam pementasan tari Kecak hanya dimainkan oleh penari laki-laki saja. Bahkan jumlah penari bisa berkisar antara puluhan hingga lebih penari laki-laki yang duduk melingkar. Pementasan semakin meriah dengan irama dan seruan “cak” sembari mengangkat tangan.

Para penari akan menggunakan kostum yang sederhana, mengenakan kain (kamen) kotak-kotak, menyerupai papan catur. Selain itu, terdapat beberapa tokoh utama Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.

4. Tari Kecak Tak Diiringi Alat Musik

Jika biasanya tari Bali diiringi dengan gamelan khas Bali. Berbeda dengan Tari Kecak, tarian ini tak diiringi oleh alat musik sama sekali. Tari Kecak diiringi oleh suara seruan “cak”, “cak”, “cak” dari para penari laki-laki yang duduk melingkar.

Nah, seruan “cak”, “cak”, “cak” inilah yang ternyata menjadi inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

5. Tarian untuk Berkomunikasi dengan Tuhan

Selain terkenal dengan epos Ramayana, ternyata tari Kecak juga menjadi media berkomunikasi dengan Tuhan dan para leluhur. Kemunculan Tari Kecak juga terinspirasi dari ritual tari sanghyang, sebuah tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.

6. Jumlah Penari yang Banyak

Keunikan tari Kecak juga terletak pada jumlah penarinya yang tak terbatas. Penari inilah yang akan mengiringi pelakon di tengah lingkaran untuk mementaskan epos Ramayana. Tari Kecak bisa ditarikan oleh puluhan hingga ratusan orang. Bahkan, pernah tercatat di Rekor MURI, tahun 2006 tari Kecak pernah ditarikan oleh 5.000 penari.

Nah, traveler sudah tau kan beberapa fakta menarik tentang Tari Kecak. Kuy nonton Tari Kecak langsung di Pulau Dewata.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nonton Tari Kecak-Mobil Klasik di Pantai Kuta



Badung

Traveler yang liburan ke Bali kini bisa menikmati atraksi baru, yaitu nonton tari kecak di pinggir pantai Kuta dan lihat deretan mobil klasik.

Masa liburan telah tiba, banyak orang yang memanfaatkan momen ini untuk menghabiskan waktu dengan bersantai bersama keluarga ataupun dengan teman.

Bali masih jadi destinasi yang digandrungi. Daya tarik budaya dan keindahan alam masih jadi salah satu alasan ramainya Bali setiap musim liburan tiba.


Sebuah pusat perbelanjaan di Kuta, Bali, yakni Discovery Mall Bali pun menghadirkan pertunjukan tari kecak secara gratis untuk traveler. Pertunjukan itu digelar persis di pinggir pantai.

“Pada masa liburan ini, Discovery Mall Bali punya daya tariknya tersendiri untuk menarik wisatawan baik yang berasal dari domestik maupun mancanegara. Di sini diadakan pertunjukan tari kecak Bali secara gratis yang dapat ditonton oleh wisatawan,” ujar Dendi Satrio, owner Bikini Garage dan Pengurus Bidang Sosial PPMKI Bali, Selasa (25/6/2024).

Pertunjukan tari Kecak ini sengaja digelar untuk menaikkan pengunjung Discovery Mall Bali dan juga memberikan manfaat dengan skala lebih besar bagi Bali dan bagi Indonesia.

“Diadakannya event ini selain untuk menarik wisatawan, juga ditujukan untuk menaikkan taraf pariwisata di Bali, sehingga akan lebih banyak usaha-usaha lokal yang maju di sini. Ke depannya diharapkan taraf pariwisata se-Indonesia juga dapat berkembang secara pesat. Selain itu, kita juga bisa mengenalkan budaya nusantara terutama budaya Bali kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Dendi.

Discovery Mall Kuta BaliPertunjukan tari Kecak di Discovery Mall Kuta Bali Foto: (dok. Istimewa)

Selain pertunjukan tari kecak, ada satu lagi atraksi di dalam Discovery Park Kuta Bali yaitu Discovery Park Kebon Vintage atau disingkat DKV.

DKV ini berkonsep taman vintage yang dapat membawa pengunjung merasakan vibes-vibes masa lalu. Kebon vintage di Discovery Park Bali ini masih dalam tahap persiapan.

Rencananya, di dalam DKV tersebut akan terdapat berbagai barang-barang kuno dan antik mobil-mobil kuno koleksi dari Jos Dharmawan selaku pemilik Kebon Vintage Car Bali.

DKV ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Discovery Park Kuta Bali, baik pengunjung domestik maupun internasional.

“Kami juga sangat menanti-nanti Discovery Park Kebon Vintage yang sekarang dalam tahap persiapan. Adanya DKV ini bisa membuat kita para pengunjung merasakan dunia yang bertemakan zaman dahulu. Semoga langkah baru ini menarik pencinta mobil klasik dan unik untuk menikmatinya,” pungkasnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Wisata Murah di Bali, Ada yang Bayar Seikhlasnya Saja!


Jakarta

Bali tidak pernah kehabisan tempat wisata memukau. Dari sekian banyak spot wisata yang ada, beberapa di antaranya dapat diakses dengan tarif yang murah meriah saja.

Tempat-tempat ini bisa banget dikunjungi kalau ingin healing atau melepas penat sebentar dari hiruk pikuk kehidupan. Karena menawarkan pemandangan alam ciamik yang memanjakan mata.

Kamu dapat mendatangi sejumlah tempat wisata ini bersama keluarga maupun pasangan. Jadi, di mana saja tempat wisata murah di Bali? Simak pada uraian di bawah ini.


Rekomendasi Wisata Murah di Bali

Berikut beberapa tempat wisata murah meriah di Pulau Dewata yang bisa banget dikunjungi:

1. Nusa Gede Island (Peninsula Island)

  • Lokasi: Nusa Dua, Benoa, Kuta Selatan, Badung
  • Parkir: Rp 5.000 (motor)

Bisa datangi Peninsula Island kalau ingin menikmati wisata murah yang komplet. Di sini traveler dapat berjalan santai di area taman hijau tertata rapi yang ditumbuhi bunga warna-warni. Pengunjung juga boleh berolahraga pagi sore seperti jogging dan lari.

Karena areanya luas, kamu dapat menikmati panorama laut, sunrise dan sunset, hingga menjelajahi pantai di kawasan ini. Dapat ditemukan pula sejumlah patung dan monumen khas Pulau Dewata. Tenang, setiap sudut tempat ini bisa dijadikan spot aesthetic kok.

Untuk biaya masuknya, kamu hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja. Terdapat sejumlah warung makan, kafe, restoran, dan toilet umum di sini.

2. Pantai Pandawa

  • Lokasi: Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung
  • Harga tiket masuk: Rp 8.000-10.000 per orang
  • Parkir: Rp 2.000 (motor), Rp 5.000 (mobil)

Kalau mau ke pantai pasir putih bersih yang cantik dengan view laut biru jernih, bisa kunjungi Pantai Pandawa. Meski sudah cukup ramai, panorama pantai maupun di perjalanannya benar-benar ciamik. Deretan tebing dan patungnya bisa jadi background foto Instagramable.

Di pantai ini, traveler boleh bermain pasir atau sekadar main air. Bisa pula mendayung kano atau menyusuri pinggir laut menggunakan perahu yang muat sampai 10 orang. Dapat juga sewa sepeda listrik untuk berkeliling pantai.

Fasilitas di Pantai Pandawa tergolong lengkap, mulai dari tempat makan, kafe, mushola, toilet, dan kursi+payung yang bisa disewa. Selain pantai ini, pengunjung dapat mendatangi Pantai Tanah Barak yang berjarak cukup dekat.

3. Sumampan Waterfall

  • Lokasi: Kemenuh, Sukawati, Gianyar
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000 per orang

Di Pulau Dewata juga ada tempat wisata air terjun yang murah meriah lho, yaitu Sumampan Waterfall. Jalan menuju spot air terjunnya tidak terlalu jauh dari area parkir, perlu melewati area kebun warga. Ada akses tangga juga yang tinggi curam tapi sudah ada pembatas untuk pegangan.

Air di sini menyegarkan untuk bermain air, namun arus airnya cukup deras dan di sekelilingnya bebatuan ya. Kalau mau ke air terjunnya, hanya ada seutas tali jadi perlu ekstra hati-hati. Sumampan Waterfall belum terlalu ramai seperti spot air terjun lain di sekitarnya.

4. Pantai Melasti

  • Lokasi: Ungasan, Kuta Selatan, Badung
  • Harga tiket masuk: Rp 8.000-10.000 per orang

Pantai biru jernih lain di Pulau Dewata yang dapat dikunjungi, yakni Pantai Melasti. Di sini pengunjung bisa bermain pasir, berenang di pinggiran, maupun berkeliling pantai. Ada scooter listrik yang bisa disewa lho.

Panorama laut dan kawasan pantainya indah sehingga sangat memanjakan mata. Kalau ingin menonton penampilan tari kecak, ada juga di sini. Kamu perlu membeli tiket tambahannya terlebih dahulu ya.

Untuk fasilitas umum di sini lengkap, mulai dari area parkir luas, toilet, mushola, tempat makan, hingga beach club dapat ditemukan.

5. Pemandian Tukad Arca

  • Lokasi: Menanga, Rendang, Karangasem

Pemandian Umum Tukad Arca bisa didatangi kalau ingin main air atau berenang di kolam dengan air yang langsung dari alam. Pemandangan tempat ini mempesona dikelilingi pepohonan dan tanaman hijau serta suasana pedesaan yang asri.

Area pemandiannya cukup luas dan terdapat beberapa kolam di sini. Ada pancuran air dan air terjun kecil yang mengalirkan air cukup deras, bagus juga dijadikan spot foto. Tersedia beberapa warung, toilet, dan ruang ganti di sini. Untuk tarif masuknya tidak dipatok harga, tapi seikhlasnya saja.

6. Taman Nasional Bali Barat

  • Lokasi: Gilimanuk, Jembrana
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000 per orang

Taman Nasional Bali Barat dapat dikunjungi kalau ingin menikmati hutan mangrove, pantai pasir, hingga pesisir laut yang dangkal. View tempat ini masih sangat alami dan dapat ditemukan hewan-hewan seperti kijang, rusa, kera, dan Curik Bali.

Wilayah taman nasional ini sebagian besar terdiri dari sisa-sisa gunung berapi dengan Gunung Patas menjadi titik tertinggi di sini. Fasilitas yang tersedia di sini ada area parkir, toilet, hingga gazebo.

7. Lazy River Penarungan

  • Lokasi: Penarungan, Mengwi, Badung
  • Harga tiket masuk: Rp 35.000 per orang

Di Lazy River Penarungan, traveler dapat bermain rafting yang seru. Rute sungainya lumayan panjang, kurang lebih sekitar 30 menit. Kamu dapat bermain sendiri ataupun berdua. Dan arus sungai di sini tenang dan tidak deras, jadi bisa bermain cukup santai.

Nantinya, pengunjung bisa bermain air di rute finish. Dengan tarif yang relatif terjangkau, sudah termasuk ban, helm, rompi pelampung, dayung, loker, dan kamar mandi. Tersedia kantin yang menyajikan mi instan, camilan ringan, dan minuman.

Nah, itu tadi sederet tempat wisata murah di Bali yang patut dikunjungi. So, kamu tertarik ke tempat mana nih?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Perbedaan Tari Kecak dengan Tari Bali Lainnya


Jakarta

Tak perlu diragukan lagi, tari kecak merupakan tari yang paling populer di kalangan wisatawan Bali. Tarian ini begitu atraktif meski banyak gerakan yang sebetulnya monoton.

Lantas apakah yang membuat tari ini berbeda dari tari Bali lainnya? Simak perbedaan dan keunikan tari kecak berikut ini. Ketahui juga jenis-jenis tari Bali lainnya untuk mengetahui perbedaannya dengan tari kecak.

Keunikan Tari Kecak

Dirangkum dari buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara oleh Resi Septiana Dewi dan buku Unsur Tari dan Simbolnya, berikut ini 5 keunikan tari kecak yang membedakan dengan tari Bali lainnya:


1. Iringan Musik

Tari kecak berbeda dari tari pada umumnya yang menggunakan iringan musik. Tari kecak tidak diiringi dengan musik dari gamelan atau alat musik tradisional lain, melainkan cuma diiringi suara para penarinya.

Para penari bersuara ‘cak’ secara berulang dan sebagian melantunkan nada-nada tertentu sehingga membentuk musik akapela. Ada juga yang bertindak sebagai dalang untuk membawakan alur cerita.

2. Jumlah Penari

Tari kecak biasanya dimainkan oleh sekitar 50 orang penari. Kebanyakan penari merupakan pengiring cerita sekaligus bersuara ‘cak’ sebagai iringan musik. Mereka duduk melingkar dan memberikan suasana dalam alur cerita.

Sementara beberapa penari bertindak sebagai tokoh dalam cerita, seperti Rama, Sinta, Rahwana, dan Hanuman. Mereka menari dan berperan sesuai alur cerita di tengah-tengah lingkaran.

Jumlah penari ini tak dibatasi. Bahkan pada 1979, tari kecak pernah dimainkan 500 penari. Rekor dipecahkan pada 2006 oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan yang menyelenggarakan kecak kolosal dengan 5 ribu penari.

3. Gerakan

Gerakan tari kecak tidak serumit tari tradisional lainnya. Gerakannya tidak banyak variasi karena kebanyakan hanya menggerakkan lengan ke atas kepala menggoyang-goyangkan telapak tangan.

Gerakannya pun cenderung bebas tanpa pakem-pakem seperti tari lainnya. Gerakan tari kecak mengutamakan alur cerita dan perpaduan dengan suara ‘cak’.

4. Kostum dan Properti

Kostum para penari pengiring sangat sederhana, yakni hanya kain poleng atau kain hitam putih yang digunakan sebagai bawahan dan tanpa mengenakan baju. Mereka juga mengenakan setangkai bunga yang disematkan di telinga.

Sementara para penari yang menjadi tokoh, mereka mengenakan kostum sesuai tokohnya, misalnya Rahwana mengenakan topeng raksasa atau Hanuman mengenakan kostum kera.

Ada beberapa properti digunakan dalam tari kecak, antara lain bara api, bunga kamboja, gelang kerincing, selendang hitam putih, dan tempat sesajen yang membuat nuansa terasa sakral dan mistis.

5. Drama yang Dimainkan

Setiap tari biasanya memiliki cerita yang dimainkan. Tari kecak mengisahkan cerita Ramayana. Kisahnya mengenai Rama dan Hanuman yang berusaha membebaskan Dewi Sinta dari tangan Rahwana. Cerita ini juga dimainkan dalam Sendratari Ramayana di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jenis-jenis Tarian Bali

Dikutip dari situs ISI Denpasar, jenis tarian Bali dibedakan menjadi tiga berdasarkan fungsinya, yakni:

1. Tari Wali

Tari wali disebut juga tari sakral, yakni berfungsi sebagai pelengkap tata cara dalam upacara keagamaan. Tari ini biasanya dilakukan di pura-pura dan tempat-tempat yang berhubungan dengan upacara keagamaan.

Tari ini tidak memakai lakon alias tidak bercerita. Contoh tari wali antara lain tari rejang dan tari pendet.

2. Tari Bebali

Tari bebali sering digunakan sebagai tari seremonial, tetapi juga bisa digunakan sebagai pengiring upacara atau upakara di pura maupun di luar pura. Tari ini umumnya memakai lakon, contohnya drama tari, tari topeng, tari arja.

3. Tari Bali-balian

Tari bali-balian termasuk seni hiburan karena tidak termasuk tari wali maupun tari bebali. Tari ini dibuat dengan unsur dan dasar tari yang luhur. Contohnya adalah tari kecak, legong keraton, dan tari joged.

9 Tarian Bali yang Terkenal

Untuk mengetahui perbedaan tari kecak dengan tari Bali lainnya, simak 9 tari Bali berikut ini, dikutip dari situs Perumda Kerthi Bali Santhi:

1. Tari Pendet

Tari pendet melambangkan turunnya dewa-dewi ke bumi. Tari ini biasanya dipentaskan lima orang penari wanita atau lebih. Para penari mengenakan pakaian adat dan membawa bokor atau canang sari berisi bunga. Tari ini umumnya dipentaskan di halaman pura menghadap ke sebuah palinggih, tempat bhatara dan bhatari diistanakan.

2. Tari Barong

Tari barong ada berbagai macam, seperti barong macan, barong asu, barong bangkal, dan barong gajah. Tari ini menggambarkan pertentangan antara kejahatan dan kebajikan.

Tari barong memiliki unsur komedi, biasanya dibawakan dua penari laki-laki. Satu penari mengendalikan kepala kostum dan satu lainnya mengendalikan ekor.

3. Tari Legong

Tari legong berasal dari kata ‘leg’ (gerak tari yang luwes) dan ‘gong’ (gamelan). Tarian ini menekankan kelenturan dan keluwesan penarinya, diiringi dengan Gamelan Semar Pegulingan.

Penari wanita menggunakan kipas sebagai atribut utama. Dulunya, tari ini hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan di keraton, namun kini dapat dinikmati siapa saja.

4. Tari Baris

Awalnya, tari baris berfungsi untuk ritual upacara keagamaan, tetapi kini digunakan sebagai hiburan bagi wisatawan di Bali. Tari baris menggambarkan kepahlawanan, menunjukkan keahlian dan keberanian seorang prajurit dalam menggunakan senjata perang.

5. Tari Puspanjali

Tari puspanjali berasal dari kata ‘puspa’ dan ‘anjali’ yang masing-masing berarti ‘bunga’ dan ‘menghormati’. Tari ini biasa digunakan untuk penyambutan tamu sebagai tanda penghormatan kepada mereka lewat simbol sekuntum bunga.

6. Tari Janger

Tari janger dibawakan oleh 10 penari muda-mudi Bali yang berpasangan. Gerakannya sederhana namun ceria dan bersemangat. Penari terdiri dari kelompok putra (kecak) dan kelompok putri (janger) yang saling berpasangan sambil bernyanyi lagu janger secara bersahut-sahutan.

7. Tari Bumbung atau Joged Bumbung

Tari atau joged bumbung adalah tarian hiburan tradisional Bali yang sering ditampilkan pada acara-acara seperti pernikahan, perayaan pascapanen, dan hari raya. Tarian ini dibawakan oleh seorang penari perempuan, yang kemudian akan memilih seorang penonton pria untuk diajak menari bersama, yang disebut ‘ngibing’.

8. Tari Gambuh

Tari gambuh memadukan unsur seni tabuh, dialog, sastra, rupa, dan rias, sehingga bisa dikatakan menyerupai teater. Tari ini dibawakan oleh 25 hingga 40 penari pria dan wanita, termasuk penari lanjut usia.

9. Tari Topeng Sidakarya

Tari topeng sidakarya biasanya ditampilkan di akhir sebuah acara sebagai tanda penutup. Tarian ini termasuk dalam kategori seni pertunjukan sakral dari Bali. Alur ceritanya bervariasi, disesuaikan dengan upacara yang digelar.

Nah, sudah tahu kan bedanya tari kecak dengan tari Bali lainnya? Kalau detikers ingin menyaksikan tari kecak, bisa datang ke beberapa lokasi, antara lain Pura Luhur Uluwatu dan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Menyaksikan Tari Kecak di Jakarta? Bisa di Mana dan Kapan?



Jakarta

Tari Kecak adalah pertunjukkan unik yang menggabungkan seni drama dan tari. Berkisah tentang kisah cinta segitiga, Tari Kecak bisa dinikmati di luar Bali.

Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh dua tokoh, yakni penari asal Bali bernama Wayan Limbak dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Tari Kecak yang terinspirasi dari tradisi Sanghyang itu pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an.

Setelah itu, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini. Hal ini ia lakukan saat berkeliling dunia bersama dengan rombongan penari Bali dari sanggarnya. Hingga saat ini, Tari Kecak menjadi kesenian yang dapat dinikmati oleh banyak orang.


Biasanya, tarian ini dilakukan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

Mereka menyerukan “cak cak cak” sambil mengangkat kedua lengan. Pada satu segmen, mereka menirukan adegan saat barisan kera membantu Rama dalam pertempuran melawan Rahwana yang menculik Dewi Sita.

Suara “cak cak cak” itu pula yang menjadi musik pengiring tarian yang membuat pertunjukan semakin magis. Sesekali, terdengar pula suara kerincingan yang diikatkan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana.

Cerita Ramayana yang menjadi inti dari Tari Kecak melambangkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Kemenangan Rama di akhir cerita menjadi pesan bahwa kebaikan pada akhirnya akan selalu mengalahkan kejahatan, memberikan harapan dan optimisme bagi para penonton.

Setiap gerakan yang dilakukan oleh penari juga memiliki makna yang sangat penting. Selain itu, Tari Kecak juga diyakini sebagai sebuah ritual untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

Tari Kecak di Jakarta

Tari Kecak kini bisa dinikmati di Jakarta, tempat wisata yang menggelarnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Pertunjukan tersebut diadakan secara rutin setiap bulan di Panggung Budaya Amphitheater, yang berlokasi dekat Istana Anak-Anak Indonesia.

Berlangsung pada pekan keempat setiap bulan, baik Sabtu maupun Minggu, Tari Kecak dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati tari kecak secara gratis, hanya dengan membeli tiket masuk TMII.

Untuk bisa menikmatinya, pengunjung diminta untuk datang lebih awal, sekitar dua jam sebelum pertunjukan di mulai. Panggung Budaya Amphitheater memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga perlu sedikit usaha untuk dapat menikmati pertunjukan ini.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com