Tag Archives: tea

Rumah Sering Didatangi Kaki Seribu & Kelabang? Ini Penyebab dan Cara Usirnya



Jakarta

Kaki seribu dan kelabang sering jadi tamu tak diundang di dalam rumah. Meski tubuhnya kecil, kehadiran dua hewan ini cukup bikin merinding dan bikin penghuni rumah nggak nyaman.

Secara umum, kaki seribu dan kelabang tidak berbahaya karena jarang menggigit manusia. Tapi, jika tergigit, racunnya bisa menimbulkan rasa sakit atau reaksi ringan pada sebagian orang.

Supaya rumah bebas dari gangguan hewan melata ini, penting untuk tahu dulu apa penyebabnya dan bagaimana cara membasminya. Yuk, simak ulasannya!


Kenapa Kaki Seribu dan Kelabang Bisa Masuk Rumah?

Dikutip dari Better Homes & Gardens serta The Spruce, kaki seribu dan kelabang menyukai tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Nah, jika kamu sering menemukan hewan ini di rumah, bisa jadi kondisi rumahmu terlalu lembap atau banyak celah yang terbuka.

Kehadiran mereka juga bisa menjadi tanda bahwa rumahmu menyimpan serangga lain seperti kecoak, ngengat, rayap, atau lalat-karena itulah sumber makanan utama mereka.

Agar rumah tidak jadi sarang hama, kamu bisa melakukan hal berikut ini:

  • Perbaiki kebocoran pipa dan saluran air
  • Jaga ventilasi agar udara tetap kering
  • Bersihkan area-area yang sering lembap, seperti bawah wastafel atau kamar mandi
  • Tutup celah di pintu, jendela, dan dinding

5 Cara Usir Kaki Seribu dan Kelabang dari Rumah

Kalau rumah kamu sudah terlanjur didatangi hama melata ini, jangan panik. Berikut ini beberapa cara alami dan efektif untuk mengusirnya:

1. Semprotkan Cuka Putih

Cuka putih mengandung asam asetat yang cukup kuat untuk membasmi hama. Cukup semprotkan langsung ke arah kaki seribu atau kelabang tanpa perlu diencerkan. Selain itu, cuka juga punya sifat antimikroba yang bagus untuk kebersihan rumah.

2. Sebarkan Daun Pandan atau Serai

Aroma menyengat dari daun pandan dan serai tidak disukai kelabang. Potong atau geprek agar aromanya keluar maksimal, lalu letakkan di titik-titik yang sering jadi jalur mereka.

3. Gunakan Essential Oil

Campuran minyak esensial seperti tea tree atau peppermint dengan air bisa jadi semprotan alami yang ampuh. Aromanya bisa mengusir hama sekaligus bikin rumah lebih segar.

4. Taburkan Garam

Garam dapat menyerap kelembapan dan mengurangi area favorit kaki seribu dan kelabang. Taburkan di sudut-sudut rumah yang terasa lembap agar mereka enggan datang lagi.

5. Siram dengan Pemutih

Kalau hama makin bandel, kamu bisa pakai cairan pemutih pakaian. Siram langsung ke hewan yang terlihat. Namun, hati-hati ya, jangan campur pemutih dengan cuka karena bisa menghasilkan gas beracun!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tempat Nongkrong Asik di Bogor, View Bagus & Ada Live Music!


Jakarta

Selain tempat wisata, di Bogor juga banyak tempat dan kafe yang asik untuk nongkrong. Tempat-tempatnya pun aesthetic, homey, dan punya view yang bagus. Cocok pula untuk WFC.

Sambil nongkrong bisa sing along karena ada live music yang menemani. Beberapa tempat juga pet friendly, jadi boleh bawa peliharaan tersayang ke sini. So, di mana saja sih tempat nongkrong yang asik di Bogor ini? Cek di bawah.

Rekomendasi Tempat Nongkrong Asik di Bogor

Berikut beberapa tempat nongkrong asik di Bogor dengan rating tinggi dan banyak review di Google.


1. Roofpark Cafe & Restaurant

Lokasi dan Jam Buka:

  • RAJA FO Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 3 Minggu-Jumat (10.00-22.00), Sabtu (10.00-23.00)
  • RAJA FO Puncak, Jl. Raya Cimacan Senin-Rabu (10.00-22.00), Kamis-Jumat & Minggu (10.00-23.00), Sabtu (10.00-00.00).
Roofpark Cafe & RestaurantRoofpark Cafe & Restaurant Foto: Instagram @roofpark

Roofpark Cafe & Restaurant memiliki konsep taman cantik yang dipenuhi pohon rindang, tanaman, serta bunga warna-warni. Kafe ini bisa dibilang tempat nongkrong cukup populer di Kota Bogor dan di Puncak.

Menu di sini banyak dan komplet, mulai dari hidangan utama, camilan, dan dessert. Ada makanan tradisional, western, hingga Eropa. Di sini ada juga live music untuk sing along dan temani waktu nongkrong bersama teman-teman.

2. POPOLO Coffee

Lokasi:

  • Jl. Loader No. 9, Baranangsiang
  • Jl. Rena Wijaya, Baranangsiang
  • Jl. Rasamala, Curugmekar
  • Sumur Batu, Sentul.

Jam Buka: Senin-Sabtu (09.00-20.00).

POPOLO CoffeePOPOLO Coffee Foto: Instagram @popolocoffee

Kalau ingin nongkrong di tempat dengan suasana homey, teduh, dan dikelilingi kehijauan, bisa ke POPOLO Coffee. Kafe aesthetic ini juga pet friendly, jadi kamu bisa bawa hewan peliharaan tersayang ke sana.

Di sini tersedia banyak minuman kopi dan non kopi. Ada juga menu pasta, rice bowl, dan aneka fries untuk mengganjal perut.

3. Warung Kopi Nako

Lokasi:

  • Jl. Pajajaran Indah V No. 7, Baranangsiang
  • Taman Yasmin, Jl. KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh
  • Taman Budaya, Jl. Siliwangi No. 1, Babakan Madang,
  • Sentul City, Cijayanti.

Jam Buka: Minggu-Jumat (08.00-23.00), Sabtu (08.00-00.00).

Warung Kopi NakoWarung Kopi Nako Foto: Instagram @kopinako.sentul

Kopi Nako jadi tempat nongkrong pilihan banyak orang, terutama anak muda. Kedai kopi kontemporer ini punya ciri khas bangunan tinggi, tempat luas, dan tempat duduknya yang tribun.

Menu yang disajikan bervariasi. Mulai dari aneka kopi tentunya, minuman non kopi, camilan, sampai hidangan berat. Ada juga es krim kalau sekadar ingin yang simpel.

4. Raindear Coffee & Kitchen

Lokasi:

  • Jl. Bina Marga No. 7, Baranangsiang
  • Taman Budaya, Jl. Siliwangi No. 1, Sentul City.

Jam Buka:

  • Setiap hari (10.00-22.00)
  • Minggu-Jumat (08.00-22.00), Sabtu (08.00-23.00).
Raindear Coffee & KitchenRaindear Coffee & Kitchen Foto: Instagram @raindearcoffee

Kafe aesthetic untuk nongkrong lainnya yaitu Raindear Coffee & Kitchen. Tempatnya luas, seat banyak, dan ada live music yang bakal menemanimu.

Makanan dan minuman di sini sudah tersertifikasi halal. Menunya pun beragam, ada hidangan utama hingga camilan dan dessert yang lezat. Seperti sop buntut, steak, spaghetti, pizza, nachi, hingga waffle. Minumannya ada kopi dan non kopi.

5. Third Wave Coffee & Roastery

  • Lokasi: Jl. Prof. Dr. H. Andi Hakim Nasoetion, Tegallega
  • Jam Buka: Setiap hari (08.00-23.00).
Third Wave Coffee & RoasteryThird Wave Coffee & Roastery Foto: Instagram @thirdwavecoffeeco

Third Wave Coffee & Roastery punya ambience yang nyaman sehingga cocok buat nongkrong maupun WFC. Interior dan dekorasinya unik, bagus banget untuk foto Instagramable.

Ada banyak opsi kopi, camilan, serta makanan berat di sini. Kopinya ada varian manual brew sampai black coffee. Makanannya ada sop buntut, carbonara, hingga croffle.

6. Awal Mula Coffee

  • Lokasi: Jl. Binamarga II No. 5A, Baranangsiang
  • Jam Buka: Minggu-Jumat (09.00-21.00), Sabtu (09.00-22.00).
Awal Mula CoffeeAwal Mula Coffee Foto: Instagram @awalmulacoffee

Awal Mula Coffee punya ambience serba putih yang aesthetic. Kafe ini luas, punya tempat duduk indoor outdoor, dan bisa untuk WFC.

Tersedia menu seperti sandwich, burger, caesar salad, churros, risoles, singkong keju, pastry, cookies, kue, hingga rice bowl dan nasi goreng untuk mengisi perut. Tentu saja ada kopi serta minuman non kopi seperti hot choco dan lychee ice tea di sini.

7. Pasir Angin Pas

  • Lokasi: Jl. Raya Pasir Angin, Megamendung
  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00-21.00.
Pasir Angin PasPasir Angin Pas Foto: Instagram @pasiranginpas.official

Kalau ingin nongkrong di tengah-tengah hutan pinus, bisa datangi Pasir Angin Pas. Suasana alamnya yang sejuk dan view yang indah cocok banget untuk healing tipis-tipis. Di sini juga pet friendly lho.

Menunya banyak dan lengkap. Ada kopi, minuman non kopi, makanan berat Indonesia, Asia, hingga western. Ada pula aneka camilan dan hidangan penutup yang enak-enak.

Nah, itu tadi sederet tempat nongkrong asik dan aesthetic di Bogor. So, kamu tertarik ke tempat-tempat di atas nggak nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi di Toko Merah, Ngopi di Kafe dengan Nuansa Batavia



Jakarta

Toko Merah nan bersejarah di Kota Tua itu kini disulap menjadi kafe Rode Winkel Coffee & Savoury. Sebuah tempat ngopi bernuansa Batavia tempo dulu.

Bangunan ikonik Toko Merah itu berada di kawasan Kota Tua, tepatnya di Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Toko Merah itu mencolok dengan dinding betul-betul berwarna merah, bukan sekadar namanya.

Toko Merah yang sudah ada sejak 1730 itu hidup kembali melalui kafe Rode Winkel. detikTravel singgah di kafe itu akhir pekan lalu, Sabtu (25/10/2025).


Saat melangkah masuk, suasana klasik langsung terasa. Alunan lagu keroncong menyambut pengunjung yang datang, menciptakan nuansa nostalgia di tengah bangunan kolonial. Namun, kesan orisinal bangunan tetap dipertahankan, tangga berkarpet yang tampak kotor dengan debu, dinding putih yang catnya mulai mengelupas, serta ornamen tua yang dibiarkan apa adanya untuk menjaga nilai historis.

Bagian dalam Toko Merah tidak merah. Bagian dalam Toko Merah berwarna putih yang mulai pudar dimakan waktu. Kontras warna merah di bagian luar dan putih di bagian dalam itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Kedua warna itu seolah memperlihatkan lapisan sejarah yang masih hidup di setiap sudutnya.

Hampir seluruh interiornya unik, mulai dari lantai kayu tua, tangga melingkar, meja, hingga jendela besar bergaya Belanda. Setiap sudut membawa pengunjung kembali ke masa Batavia lama, saat kawasan Kali Besar menjadi pusat perdagangan penting di Asia.

Toko Merah dibangun oleh Meneer Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, di atas lahan seluas 2.471 meter persegi. Sejak berdiri, Toko Merah telah melalui berbagai perubahan fungsi, mulai dari rumah pejabat kolonial, asrama maritim, toko milik warga Tionghoa, hingga kantor bank dan gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang.

Toko Merah di Kota Tua, Jakarta BaratToko Merah di Kota Tua, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

Kini, bangunan cagar budaya golongan A yang dimiliki PT Dharma Niaga ini dikelola oleh pemerintah dan disewa sebagian oleh Rode Winkel Café. Area yang difungsikan sebagai kafe berada di lantai 1 bawah dan sebagian lantai 2 bagian depan, sementara area lainnya masih dikosongkan dan belum difungsikan.

Rode Winkel juga membagi dua jenis ruangan yang berbeda di kafenya, ada ruangan yang non AC dan ber-AC untuk para pengunjung.

“Awalnya ke sini buat foto-foto, ternyata nggak semua ruangan dibuka, hanya lantai 1 bagian depan dan lantai 2 depan sebagai kafe,” kata Dila, pengunjung asal Bekasi saat ditemui detikTravel.

Salah satu staf kafe bernama Resti ramah menyambut detikTravel. “Memang gedung ini disewakan untuk kafe kami (Rode Winkel). Kita yang nyewa ke pemerintah, nyewa satu gedung tapi nggak semua ruang dibuka,” ujar Resti.

Saat itu juga Resti menyodorkan lembaran menu. Di sana terpampang menu minuman dan makanan. Di bagian minuman di antaranya Espresso Based, Baby Sugar, Tea (Blended, manual Brew), Signature (Coffee & Non-Coffee), Juice, smoothies, Lite bites & Main Course. Adapun di bagian makanan ada nasi goreng, sop buntut, sop iga dll.

Makanan dan minuman itu memiliki kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu.

Merujuk sejumlah sumber, Toko Merah mengalami revitalisasi adaptif agar tetap hidup tanpa kehilangan nilai sejarahnya. Nah, Rode Winkel menjadi bagian kecil dari upaya menghidupkan kembali Toko Merah sebagai ikon heritage di jantung Kota Tua Jakarta.

Meski beberapa bagian bangunan masih menunjukkan usia dan belum dipugar sempurna, justru di situlah daya tariknya. Setiap detail di dalam kafe ini seolah mengisahkan perjalanan panjang Toko Merah yang dulu menjadi saksi kejayaan Batavia sebagai kota perdagangan Asia.

Kini, sambil menyeruput kopi dan mendengarkan alunan keroncong, detikers bisa menikmati nostalgia sejarah di antara dinding-dinding tua yang penuh cerita.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com