Tag Archives: telaga warna

Misteri Telaga Warna dan Mitos Dieng yang Masih Dipercaya


Jakarta

Telaga Warna dan Dieng menyimpan misteri yang masih banyak dipercaya masyarakat. Inilah misteri Telaga Warna dan mitos-mitos yang ada di Dieng.

Telaga Warna di Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu tempat wisata menarik di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dinamakan demikian karena warna telaga ini bisa berubah ubah, dari warna hijau, kuning, hingga pelangi.

Di balik keindahannya, ada misteri Telaga Warna dan mitos-mitos tentang Dieng yang masih banyak dipercaya oleh sejumlah masyarakat. Hal ini termasuk asal-usul, tempat keramat, hingga tradisi adat yang masih dijalankan.


Misteri Telaga Warna dan Asal-usulnya

Ada sejumlah versi cerita rakyat mengenai asal-usul Telaga Warna ini. Sebagian masyarakat mempercayainya dan sebagian menganggapnya sebagai dongeng belaka.

Berikut ini beberapa cerita mengenai misteri Telaga Warna dan penjelasan ilmiahnya:

1. Pakaian Ratu dan Putri

Perubahan warna pada Telaga Warna diyakini berasal dari pakaian ratu dan putri.

Suatu hari, seorang putri dan ratu mandi di sebuah telaga. Setelah melepas dan menggantung pakaiannya di pohon, tiba-tiba angin kencang menerbangkan pakaian mereka ke telaga.

Kemudian warna air telaga berubah sesuai dengan warna pakaian yang dikenakan sang ratu dan putri.

2. Cincin Bangsawan

Legenda lain mengisahkan sebuah cincin bangsawan yang menyebabkan air Telaga Warna berubah warnanya.

Suatu hari, cincin bangsawan tersebut jatuh ke dalam telaga. Konon, cincin tersebut sangat sakti sehingga bisa membuat warna air telaga berubah-ubah.

3. Kalung Putri Raja

Ada juga kisah tentang kalung putri raja yang membuat warna telaga berubah-ubah. Kisah ini sering dipentaskan dalam drama Telaga Warna.

Kisahnya tentang Putri Gilang Rukmini yang diberikan hadiah kalung untuk ulang tahunnya yang ke-17. Akan tetapi sang putri menolak dan membuang kalungnya.

Tingkah laku Putri Gilang Rukmini ini membuat permaisuri dan rakyat menangis. Bersamaan dengan peristiwa ini, tiba tiba muncul mata air yang tiada henti hingga menenggelamkan kerajaan. Warna di telaga ini pun berubah-ubah karena pantulan dari permata kalung sang putri.

4. Cupumanik Astagina

Masyarakat juga ada yang mengaitkan Telaga Warna dengan kisah Karmapala tentang Cupumanik Astagina, pusaka milik Batara Surya yang diberikan kepada Dewi Indradi. Namun, Dewi Indradi menunggu pujaan hatinya, Resi Gotama, yang sedang berperang memperebutkan dirinya.

Kemudian Batara Surya menyamar menjadi Resi Gotama dan memadu kasih dengan Dewi Indradi. Setelah menunjukkan wujud aslinya, Batara Surya memberikan cupumanik itu kepada Dewi Indradi.

Cupumanik itu disimpan oleh Dewi Indradi. Dewi Indradi lalu menikah dengan Resi Gotama dan melahirkan tiga orang anak, yaitu Dewi Anjani, Subali, dan Sugriwa. Namun keberadaan cupumanik itu diketahui Resi Gotama dan akhirnya dibuang.

Cupumanik itu jatuh terpisah di dua telaga, yaitu telaga Sumala dan Telaga Nirmala. Perubahan warna di Telaga Warna diyakini karena tumpahan dari isi pusaka tersebut.

5. Penjelasan Ilmiah

Secara ilmiah, perubahan warna telaga tersebut terjadi karena kandungan sulfur atau belerang yang cukup banyak di dalam telaga. Saat sinar matahari mengenai telaga, maka warna permukaan air akan tampak berwarna warni.

Mitos-mitos dan Misteri Dieng

Berikut ini sejumlah mitos dan misteri terkait Dataran Tinggi Dieng:

1. Gunung Kosmik

Dikutip dari buku Dieng: Data Geografis dan Wacana Umum (2021) oleh Otto Sukatno, Dieng diyakini sebagai gunung kosmik atau gunung primordial di masa purba. Tinggi gunung ini tidak terkira besarnya.

Akibat proses geologis dan vulkanologis, gunung itu terpenggal. Sisa-sisa penggalan itu membentuk Dataran Tinggi Dieng. Dataran tinggi ini sangat luas hingga muncul banyak puncak bukit dan puncak gunung di sekeliling Dieng.

2. Makhluk Penjaga Hutan Telaga Warna

Di sekitar Telaga Warna terdapat hutan yang masih dianggap keramat. Dikutip dari buku Bawana Winasis Dieng: Budaya Tak Terkatakan (2021) terbitan Kemdikbud, ada makhluk penjaga hutan bernama Kebondaru berbentuk kerbau dengan telinga yang menjalar ke bawah dengan badan dan tanduk yang besar.

Hutan ini merepresentasikan jagad alam tempat sumber air, makanan, dan sumber penghidupan lainnya. Kepercayaan ini membuat warga tetap melestarikan dan menjaga hutan dari perusakan oleh manusia.

3. Candi Tertua di Jawa

Berdasarkan situs indonesia.go.id, Dieng juga menyisakan misteri adanya candi yang diyakini sebagai candi tertua di Jawa, sedikit lebih tua dari Kompleks Candi Gedong Songo di Gunung Ungaran dan lebih tua dari Borobudur.

Tidak banyak prasasti yang ditemukan di sini. Satu-satunya prasasti adalah yang ditemukan di dekat Candi Arjuna. Disebutkan bangunan candi ini dibuat tahun 808-809 M. Namun, siapa yang membangun candi ini masih belum terungkap.

Awalnya diperkirakan ada puluhan bahkan mungkin mencapai 100 candi. Karena banyak peristiwa alam, candi yang ditemukan hanya tersisa 8 buah ketika ditemukan pada awal 1800-an. Pemerintah Hindia Belanda lalu merekonstruksi bangunan tersebut.

4. Banyak Gua Keramat

Ada banyak gua keramat di kawasan Dieng, seperti Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur, dan Gua Penganten yang berada di dekat Telaga Warna.

Gua Semar dipercaya sebagai tempat paling keramat. Konon, tempat ini digunakan raja-raja Jawa terdahulu untuk bersemedi dan mendapatkan wahyu.

Ada juga Gua Jaran yang konon dijaga oleh seorang resi bernama Kendali Seto (penunggang kuda putih). Gua ini sering jadi tempat tujuan ziarah pasangan yang kesulitan memiliki keturunan.

Gua Pengantin juga dipercayai masyarakat sebagai tempat keramat bagi pasangan yang ingin menikah.

5. Sumber Mata Air Suci

Banyak pula sumber mata air di Dieng yang dianggap keramat dan suci oleh masyarakat. Sumber mata air ini berwujud tuk, sendang, sungai, sumur, atau telaga.

Salah satunya adalah Tuk Bimo Lukar yang merupakan tempat penyucian diri yang telah ada sejak dibangunnya candi-candi di Dieng. Tuk Bimo Lukar ditemukan setelah dilakukan babad alas Dieng.

Tumenggung Kolodete saat itu membuka kembali dan bertapa di sana. Dari pertapaan itu, ia menemukan tujuh tuk lainnya.

Tuk Bimo Lukar juga menjadi tempat penyelenggaraan acara paling besar, yaitu ruwat desa atau bersih-bersih desa. Biasanya warga Dieng yang berada di luar daerah atau merantau ikut pulang kampung untuk merayakannya.

6. Ruwatan Rambut Gimbal

Di Dieng terdapat ritual yang wajib dilakukan yaitu ruwat rambut gembel. Tradisi ini adalah mencukur rambut anak berambut gembel yang dilakukan setahun sekali. Dalam ritual ini, orang tua harus memberikan hadiah sesuai permintaan anak.

Pencukuran rambut gembel dulunya dilakukan berkeliling desa. Tapi kini pencukuran rambut dilakukan di pelataran Candi Arjuna bersamaan dengan acara Dieng Culture Festival.

Anak rambut gembel diyakini sebagai simbol keberkahan yang tak ternilai harganya. Munculnya anak rambut gembel bermula dari adanya anak yang demam tinggi hingga berhari-hari. Kemudian rambut si anak gimbal dengan sendirinya.

Setelah si anak sembuh, orang tuanya membiarkan rambut anak tersebut panjang sampai si anak meminta sendiri agar rambutnya dicukur.

Nah detikers, itulah tadi aneka misteri Telaga Warna dan mitos-mitos Dieng yang masih dipercaya hingga sekarang oleh sebagian orang.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gresik yang Sayang Dilewatkan, Keindahan Alam hingga Sejarah


Gresik merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang menawarkan destinasi wisata menarik. Mulai dari warisan sejarah, pesona alam, hingga kuliner khas menjadikannya destinasi yang layak untuk dijelajahi.

Dari catatan detik Jatim, tercatat bahwa Gresik memiliki total 131 destinasi wisata. Simak beberapa wisata Gresik berikut ini untuk referensi.

Rekomendasi Wisata Gresik

Dinas pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Pemuda Olahraga Gresik membagi daftar wisata dalam beberapa objek. Misalnya, wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata kuliner, hingga wisata belanja.


1. Setigi Gresik

Wisata Alam SetigiWisata Alam Setigi di Gresik. (Deny Prastyo Utomo/detikTravel)

Jika detikers ingin berwisata alam di Gresik, kamu bisa mengunjungi objek wisata Selo Tirto Giri alias Setigi. Setigi berasal dari kata selo (batu), tirto (air) dan giri (bukit).

Dinamakan demikian, karena kawasannya dikelilingi bebatuan, bukit dan danau di tengah-tengahnya. Tempat wisata ini diresmikan pada 2020 lalu.

Dilansir akun Instagramnya @wisatasetigi, wisata ini mengusung konsep edutainment dari sejarah dan keindahan alam yang memukau.

Sebelum jadi tempat wisata, kawasan ini merupakan lahan bekas tambang. Setelah tidak dipakai lagi, masyarakat setempat secara mandiri akhirnya merubah tempat ini menjadi daerah wisata yang menarik.

Di Wisata Setigi Gresik pengunjung bisa menikmati pemandangan bukit kapur, telaga warna, patung Semar, jembatan peradaban, candi topeng nusantara, miniatur masjid Persia, air terjun dan masih banyak lagi.

Pengunjung juga bisa menikmati ragam kuliner di Wisata Setigi, karena di sana banyak kios makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

  • Lokasi: Area Sawah, Sekapuk, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: Senin – Minggu, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Dewasa Rp 15.000 dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

2. Lontar Sewu

Wisata Lontar SewuWisata Lontar Sewu Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Di Eduwisata gresik Lontar Sewu, pengunjung bisa bermain berbagai wahana untuk anak-anak dan orang dewasa. Mulai dari wahana bianglala, rumah balon, mandi bola, kereta mini, carousel, taman kelinci, hingga flying fox.

Untuk bisa naik wahana, pengunjung perlu bayar lagi ya. Harga setiap wahana cukup terjangkau kok, dilihat dari akun @explore_lontarsewu, biayanya mulai dari Rp 5.000 – 25.000 saja.

  • Alamat: Wisata Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai dari 08.00 – 21.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Senin – Jumat Rp 8.000 per tiket, semantara Sabtu – Minggu dan hari libur Rp 10.000.

3. Pantai Delegan

Pantai Delegan GresikPantai Delegan Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Pantai Delegan menjadi salah satu wisata Gresik yang wajib dikunjungi. Di sini, kamu bisa melihat pemandangan laut utara Jawa dengan ombaknya yang relatif tenang.

Meski tergolong kecil, ada berbagai aktivitas di pantai ini. Mulai dari menikmati dan bermain pasir putih, berenang di sekitar bibir pantai, menyewa banana boat, hingga menaiki perahu bebek.

Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang, jangan khawatir karena tidak ada penyewaan pelampung ban. Di sekitar sana, pantai juga terdapat kios

Angin laut sepoi-sepoi sekitar juga kerap menjadi tempat untuk bermain layang-layang. Di sana, ada kios juga yang menjual layang-layang.

  • Alamat: Secara administratif, Pantai Delegan terletak di Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai pagi hari pukul 07.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

4. Makam Sunan Gresik

Bacapres Anies Baswedan ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik.Suasana ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Dijuluki kota Santri, itulah yang jadi alasan Gresik terkenal menjadi tempat wisata religi. Salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi adalah makam sunan.

Sunan Gresik sendiri menjadi salah satu dari 9 Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Wisatawan bisa berziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).

Makam Sunan Gresik juga dikelilingi oleh pemakaman keluarga dan umum. Biasanya, selesai berziarah ke Makam Sunan Gresik, wisatawan akan mampir ke Masjid Komplek Makam Sunan Gresik guna melaksanakan salat.

  • Alamat: Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilo, Kota Gresik, Jawa Timur.
  • Jam Buka: buka setiap hari selama 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: Peziarah tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

5. Pulau Bawean

Danau Kastoba Pulau BaweanDanau Kastoba di Pulau Bawean. (Pradikta Kusuma/d’Traveler)

Pulau Bawean menjadi destinasi wisata Gresik dengan pemandangan alam ynag menawan. Bisa dibilang ini adalah pulau terluarnya kota Gresik.

Untuk ke sini, kamu bisa mencoba rute jalur laut lewat Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Di pulau ini kita bisa menikmati pantai Gili dengan pasir putihnya, pantai Mayangkara, pantai Mombhul, danau Kastoba yang ada di bagian tengah pulau, hingga Air Terjun Laccar.

  • Alamat: Sekitar 135 kilometer sebelah utara Kota Gresik.
  • Jam Buka: 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis

6. Telaga Ngipik

Berburu senja di Telaga Ngipik, GresikSenja di Telaga Ngipik, Gresik. (Jemmy Purwodianto/detikJatim)

Telaga Ngipik lokasinya ada di tengah kepadatan industri kota Gresik. Disebut Ngipik karena lokasinya ada di Kelurahan Ngipik.

Telaga ini membentang seluas 20 hektare. Di sini, pengunjung bisa bersantai, piknik, sambil menikmati air telaga dengan pepohonan yang rindang yang mengelilinginya.

Biasanya, semakin sore pengunjung yang datang semakin banyak. Mereka berlomba-lomba untuk mencari view terbaik untuk berfoto.

  • Alamat: Jalan Siti Fatimah binti Maimun, bersebelahan dengan Kawasan Industri Gresik (KIG).
  • Jam Buka: 24 jam
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir saja sekitar Rp 2.500).

7. Giri Kedaton

Giri Kedaton di gresikGiri Kedaton di Gresik (Intan Puspita/detikTravel)

Giri Kedaton menjadi objek wisata sejarah di Gresik yang bisa kamu kunjungi. Ini adalah situs kedaton (istana) di era Giri I, yaitu Sunan Giri (Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin).

Giri Kedaton berdiri di puncak sebuah bukit dengan tanjakan yang relatif curam. Dilansir situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Giri Kedaton didirikan pada sekitar tahun 1487 M oleh oleh Sunan Giri.

Awalnya, bangunan ini merupakan pesantren tempat Sunan Giri mengajarkan ajaran Agama Islam kepada para santrinya.

Kini, Giri Kedaton kerap didatangi peziarah maupun wisatawan umum sebagai tempat bermunajat maupun belajar sejarah bangunan kuno.

  • Alamat: Wilayah Sidomukti, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir kendaraan).

8. Banyuurip Mangrove Center

Banyuurip Mangrove Center adalah wisata Gresik yang menawarkan sarana edukasi, konservasi, dan rekreasi mangrove. Ekowisata mangrove dengan hamparan hutan bakau di tepi laut Ujung Pangkah.

  • Alamat: Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari, Senin-Kami mulai dari pukul 08.000 – 16.00 WIB, Jumat 08.000 – 11.00 WIB dengan istirahat dari 13.00 – 16.000. Weekend 08.000 – 16.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Harga menyesuaikan paket wisata.

9. Wisata Bajak Laut

Wisata Bajak Laut adalah waterpark atau kolam renang Gresik yang menjadi destinasi liburan yang cocok untuk keluarga. Di waterpark ini, pengunjung bisa bermain seluncur air yang terkenal berbentuk tentakel gurita.

  • Alamat: Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari dari pukul 8.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekdays Rp 10.000 dan weekend Rp 15.000.

10. Pulau Gili Noko

Pulau Berbentuk Hati di Bawean GresikPulau Gili Noko. (Yunizar Permadi/d’Traveler)

Sama seperti destinasi yang ditawarkan Pulau Bawean, Pulau Noko memiliki pantai yang menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut (pulau itu sendiri).

Selain bisa melihat hamparan pasir putih nan indah, ini adalah tempat yang keren untuk snorkling. Saking beningnya, dengan mata telanjang wisatawan juga bahkan bisa melihat habitat laut di dalamnya.

  • Alamat: Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis.

Setiap sudut Gresik meman menawarkan tempat dengan kegiatan dan keindahan. Jadi, jangan ragu untuk memasukkan Gresik ke dalam daftar destinasi wisata kalian ya detikers.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket, hingga Daya Tariknya


Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di Jawa Tengah. Lokasinya terkenal jadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya.

Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, kompleks candi, kawah, hingga telaga yang indah. Tak heran, jika Dieng dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”.

Rekomendasi Wisata Dieng

Dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar wisata Dieng yang wajib dikunjungi:


1. Bukit Sikunir

Lokasi: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.263 mdpl.

Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan.

Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

Dilansir laman Dieng Plateau, lokasi Telaga Cebong ada di sebelah barat Gunung Sikunir. Dinamakan demikian, karena telaga ini bentuknya menyerupai cebong/berudu. Menariknya, konon jika di pagi hari air telaga ini sering tampak berkilau.

Jam Buka

Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam.

Harga Tiket

Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

2. Candi Arjuna

Lokasi: Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

Objek wisata di dataran tinggi Dieng ditutup saat PPKM Darurat. Kondisi itu dimanfaatkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di area Candi Arjuna.Area Candi Arjuna, bbjek wisata di dataran tinggi Dieng. (Uje Hartono/detikcom)

Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar.

Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

3. Gunung Prau

Lokasi: Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng.

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLanskap momen matahari terbit di Gunung Prau. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi.

Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Gunung Prau Rp 10.000 untuk lokal dan Rp 25.000 ribu untuk wisatawan asing.

4. Kawah Sikidang

Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/2/2021). Menurut pengelola tempat wisata kawasan Dieng, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Anies Efizudin/Antara)

Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat.

Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

Jam Buka

Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

5. Telaga Menjer

Lokasi: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Telaga Menjer di Wonosobo.Telaga Menjer di Wonosobo. (satriarexyg28/d’Traveler)

Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

Jam Buka

Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

6. Telaga Warna

Lokasi: Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

danauTelaga Warna di kawasan wisata Dieng. (Widi Arini/d’Traveler)

Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 40 hektar dan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau.

Dinamakan demikian, karena jika terkena matahari warna air di sana sering berubah-ubah.

Jam Buka

Wisata Telaga Warna buka dari 07.00-18.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

7. Telaga Dringo

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Telaga di DiengTelaga Dringo di Dieng. (isah.af/d’Traveler)

Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo.

Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

Jam Buka

Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

Lokasi: Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

batu ratapan anginObjek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. (Widi Arini/d’Traveler)

Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata Dieng, yang terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan.

Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

Jam Buka

Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

9. Sumur Jalatunda

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Sumur Jalatunda dan lempar batu keberuntunganSumur Jalatunda. (Randy/detikTravel)

Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

Jam Buka

Sumur Jalatunda buka dari jam 06.00-17.00 WIB setiap hari.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Sumur Jalatunda adalah Rp 5.000.

10. Gardu Pandang Tieng

Lokasi: Jalan Dieng, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

Jam Buka

Gardu Pandang Tieng buka 24 jam.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Gardu Pandang Tieng Rp 10.000 per orang.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Putri yang Manja dan Keji di Balik Eksotisnya Telaga Warna Puncak



Bogor

Di kawasan Puncak, Bogor ada Telaga Warna yang begitu eksotis. Di balik keindahan telaga ini, ternyata ada kisah putri yang manja dan keji. Bagaimana kisahnya?

Di Puncak, ada tempat wisata bernama Telaga Warna. Dalam bahasa Sunda, tempat itu disebut Talaga Warna. Tempat itu merupakan danau yang di pinggir-pinggirnya banyak pepohonan. Suasana sejuk terasa jika berada di sekitar danau itu.

Sesuai dengan namanya, air di telaga itu sering berubah warna. Maka dari itu disebut Telaga Warna. Secara ilmiah, perubahan warna itu diakibatkan oleh ganggang yang berada dalam air danau tersebut.


Di samping fenomena yang terlihat, Telaga Warna menyimpan mitos. Di antaranya asal usul telaga tersebut. Konon, Telaga Warna terbentuk karena air mata.

Waktu itu, raja, permaisuri, dan rakyatnya menangis. Mereka menangisi kelakuan kurang beradab putri kerajaan. Air mata itu bercampur dengan mata air yang muncul tiba-tiba di halaman keraton, sehingga membentuk telaga.

Dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Jawa Barat, karya Maya Rohmayati dan Yodi Kurniadi (2018), kisah soal asal usul Telaga Warna tertulis dengan jelas.nan

Di Jawa Barat, dahulu ada sebuah kerajaan. Pemimpinnya adalah raja yang bijaksana, adil, dan sangat sayang kepada rakyatnya. Sebaliknya, rakyat pun sayang kepada raja berikut permaisurinya.

Semua titah raja dilaksanakan rakyat, begitupun segala kebutuhan rakyat dipenuhi oleh raja. Hari demi hari berjalan dalam kemakmuran di kerajaan tersebut.

Namun, raja yang disebut Prabu itu, juga istrinya, merasa ada yang kurang. Sudah bertahun-tahun memimpin kerajaan, mereka belum juga dikaruniai keturunan.

Cara A, B, C, sudah dilakukan pasangan Prabu dan Permaisuri ini untuk mendapatkan keturunan, namun Sang Hyang Tunggal belum juga menghendaki. Hingga akhirnya, keduanya mengangkat putra.

Seorang anak laki-laki diangkat keduanya sebagai anak. Namanya Kebo Iwa. Dia kemudian tumbuh menjadi remaja yang tampan, gagah, dan berbudi luhur.

Kebo Iwa punya kesaktian. Jika dia ingin minum, cukup dia tusukkan telunjukkan ke tanah, maka terpancarlah air bersih dan menyegarkan.

Waktu pun berjalan. Berbahagia kumbang-kumbang di taman, bunga-bunga mekar menjadi tanda anugrah yang dinantikan itu datang.

Di sela mengasuh putra angkatnya, Permaisuri ternyata mengandung. Dari kandungan itu, lahirlah bayi perempuan yang cantik, yang kelak menjadi putri kerajaan.

Lahir Putri Cantik yang Manja

Putri kerajaan itu tumbuh dan besar dalam lingkungan yang serba memberikannya kemudahan. Ingin A, datangah A tanpa sudah payah. Begitulah jua jika ingin B sampai Z, semuanya diantarkan kepadanya.

Lama kelamaan, dia tumbuh dengan diri yang nir empati. Tidak ada rasa pedulinya terhadap orang lain. Yang jelas, jika sesuatu tidak membuat enak dirinya, dia tidak suka dan akan dengan tegas menolaknya. Dia tumbuh menjadi putri yang manja.

Begitupun saat dia menghadapi pesta ulang tahun ke-17 usianya. Jauh sebelum pesta digelar, rakyat yang sayang kepada raja dan permaisuri mengirimkan berbagai perhiasan sebagai hadiah. Namun, raja menyimpannya barangkali suatu waktu rakyat akan membutuhkan.

Raja hanya mengambil sedikit saja dari emas yang didapatkan dan menyerahkannya ke pengrajin kalung. Raja minta dibuatkan kalung yang bagus dan cantik jalinan emas dan permata untuk anaknya yang akan berulang tahun.

Kalung pun selesai. Pesta pun digelar. Dalam pesta, ayah dan ibu sang putri hadir. Putri pun duduk di tengah-tengah mereka dan menghadapi rakyat yang juga hadir di pesta itu.

Tak ingin tertinggal momentum, raja menyerahkan hadiah ulang tahun untuk putrinya berupa kalung. Kalung emas berhias permata buatan perajin emas terbaik di kerajaan itu.

Namun, di mata putri manja itu, kalung seindah demikian tak ada artinya. Dia menampik pemberian ayahnya itu. Kalung yang disebutnya jelek itu lalu dihempaskannya ke lantai.

Raja, Permaisuri, dan Rakyat pun Menangis

Melihat kalung emas berhias permata dihempaskan ke lantai, semua hadiri pesta ulang tahun putri manja, tidak ada yang berani bicara. Semuanya terdiam.

Lambat laun, terdengar suara tangisan yang tertahan dari arah permaisuri. Begitupun raja, dia menangis namun sedikit ditahan. Tetapi, tangisan raja dan permaisuri itu menjadi tanda kesedihan bagi rakyatnya.

Rakyat yang menghadiri pesta ulang tahun itu semuanya menangis. hanyut dalam kesedihan bahwa raja dan permaisuri punya putri yang kurang tata krama. Semuanya menangis, hingga air mata menjadi banjir.

Air mata rakyat bercampur dengan air dari mata air yang tiba-tiba muncul dari tanah di halaman kerajaan. Alhasil, semuanya tenggelam.

Kalung emas berhias permata itu tak ada yang berani mengambilnya. Ketika semua sudah tenggelam menjadi telaga, kalung itu memantulkan cahaya yang menjadi pelangi. Itulah yang kini dikenal sebagai Telaga Warna.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Wisata Pegunungan yang Bisa Ditempuh dengan Motor



Semarang

Traveler bisa kok menikmati keindahan ketinggian tanpa harus capek mendaki. Beberapa gunung ini bisa dituju dengan sepeda motor lho.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) wisata pegunungan yang bisa ditempuh dengan sepeda motor. Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Gunung Telomoyo

Gunung Telomoyo, Magelang, Minggu (4/9/2022).Gunung Telomoyo, Magelang Foto: Eko Susanto/detikJateng

Gunung Telomoyo terletak di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Gunung ini kerap dijadikan sebagai destinasi Sunday morning riding (Sunmori) oleh para pesepeda motor. Di atas puncaknya, kita bisa menyaksikan pemandangan lautan awan.


Selain itu, kita juga bisa menyaksikan gagahnya gunung-gunung lain.

Harga tiket masuk untuk menuju puncak Gunung Telomoyo via Ardat Dalangan adalah Rp15.000 per orang. Selain itu, pengelola juga menyediakan persewaan sepeda motor dengan harga per unitnya sebesar Rp 70.000 hingga Rp 100.000 (khusus sunrise).

Jika ingin merasakan sensasi yang berbeda ketika berkendara menuju puncak Gunung Telomoyo, detikers juga bisa memilih untuk menyewa Jeep. Harga sewa per unitnya adalah Rp400.000 yang bisa membawa lima orang penumpang.

2. Dieng Plateau

Traveler bisa menikmati suasana pegunungan di Dieng dan menjangkaunya dengan sepeda motor. Diantaranya yaitu Bukit Sikunir, Telaga Warna dan Telaga Pengilon, Kawah Sikidang, Candi Arjuna Compelx dan Dieng Plateau Theater.

Namun perlu diperhatikan juga cuaca dan kabut yang menghalangi visibilitas di tengah jalan yang curam, menanjak dan licin.

3. Gunung Ungaran

Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini cocok bagi pendaki pemula yang mulai menggeluti hobi mendaki.

Tak hanya wisata alam, daya tarik Gunung Ungaran juga terdapat situs bersejarah yakni Candi Gedong Songo yang merupakan peninggalan Kerajaan Medang abad ke-9. Selain itu, sederet puncak Gunung Ungaran begitu mengesankan. Gunung ini memiliki tiga puncak yakni Botak, Gendol, dan Ungaran. Puncak Ungaran merupakan puncak tertinggi di gunung tersebut.

Untuk mencapai puncak, pendaki bisa melalui jalur Medini serta Promasan atau Gedongsongo. Bila ingin cepat sampai ke puncak, kamu bisa motoran ke Basecamp Promasan dari Pasar Boja, Kendal.

4. Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih berada di Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat bisa juga dijangkau dengan sepeda motor kok. Kamu harus membayar tiket masuk dan restribusi motor.

5. Puncak, Bogor

Kawasan Puncak, Bogor sering menjadi destinasi liburan singkat warga Jabodetabek, salah satunya karena kemudahan bepergian ke sana. Puncak bisa dinikmati dengan sepeda motor.

Banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan dari ketinggian dengan suasana yang sejuk. Serta jalannya yang berkelok dan menanjak menjadi tantangan tersendiri bagi pemotor.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

4 Rekomendasi Tempat Wisata Sejuk dan Sepi Dekat Jakarta


Jakarta

Akhir pekan jadi waktu yang tepat untuk healing sendiri atau bersama keluarga. Tentunya, detikers harus mencari destinasi wisata yang tepat agar keterbatasan waktu bisa dimanfaatkan dengan baik untuk relaksasi. Salah satu pilihannya adalah mencari tempat wisata yang tidak jauh dari domisili.

4 Rekomendasi Tempat Wisata Sepi dan Sejuk Dekat Jakarta

Berikut pilihan destinasi wisata yang bisa ditempuh pulang pergi dari Jakarta

1. Kawasan Sentul

Lokasi: Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat


Rekomendasi:

Hutan Hujan Sentul

Hutan Hujan Sentul menjadi alternatif warga untuk mengisi akhir pekan. Anda akan diajak trekking dengan pemandangan hamparan sawah dan hijaunya Hutan Pinus.Hutan Hujan Sentul Foto: Grandyos Zafna

Selain pemandangan yang bikin mata segar karena melihat hijau-hijau, kamu juga bisa menikmati cuaca sejuk dan adem dikelilingi gemericik air. Di sini juga tersedia arena camping, trekking ke Goa Garunggang, atau sekadar jalan-jalan sambil makan siang.

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar

Camping ground Gunung PancarCamping ground Gunung Pancar Foto: Shutterstock

Destinasi wisata ini sebetulnya sangat populer dan nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Namun dengan memilih kegiatan dan waktu pelaksanaan yang tepat, kamu bisa menikmati hawa sejuk dan TWA tidak terlalu ramai. Rekomendasi aktivitas di sini adalah trekking, glamping, atau menyeruput kopi.

2. Kawasan Puncak

Lokasi: Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Rekomendasi:

Kebun Raya Cibodas

Objek wisata di Cianjur.Kebun Raya Cibodas Foto: Ismet Selamet

Lokasi wisata ini cocok buat detikers yang mencari hawa sejuk, adem, relaksasi di tengah rimbun pepohonan. Tempat wisata ini tentunya Instagramable, kamu bisa ambil foto di Kebun Sakura atau dekat bunga bangkai raksasa. Bagi pecinta trekking, kamu bisa jalan-jalan menikmati keindahan alam dan gemericik air di rute menuju Air Terjun Ciberureum.

Telaga Warna

Telaga WarnaTelaga Warna Foto: Luthfi Hafidz/detikTravel

Destinasi wisata ini berada dalam kebun teh dan merupakan bagian dari kawasan wisata cagar alam Megamendung. Telaga Warna menyajikan pemandangan yang sangat indah, tenang, dengan air berwarna hijau-biru. Spot ini cocok untuk kamu yang ingin healing sambil menghirup udara segar dan menyantap kuliner lezat.

3. Gunung Bunder

Kemping di Gunung BunderKemping di Gunung Bunder Foto: Roberto Tambunan/d’Traveler

Lokasi: Lecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Kawasan wisata ini dipenuhi pohon pinus yang bikin suasana rimbun, adem, dan sejuk. Area ini cocok buat penyuka trekking menuju wisata alam Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Pangeran, dan Curug Seribu. Kamu juga camping bersama keluarga di tempat yang adem dengan udara segar.

4. Kota Bogor

Lokasi: Jawa Barat area Jabodetabek

Rekomendasi:

Prasasti Batutulis

Prasasti Batutulis, Bogor peninggalan Kerajaan SundaPrasasti Batutulis, Bogor peninggalan Kerajaan Sunda Foto: 20Detik

Kawasan wisata sejarah ini berada di seberang Istana Batutulis yang merupakan tempat peristirahatan Presiden RI 1 Ir Soekarno. Selain melihat bukti historis peninggalan Kerajaan Pajajaran, kamu bisa ambil foto sambil nambah ilmu.

Scientific Tourism Garden

Tempat wisata ini cocok buat kamu yang ingin relaksasi bareng keluarga sambil mengenal alam. Di sini juga ada aneka tanaman hias dan buah-buahan, berikut cara budidaya dan perawatan. Review google menyatakan destinasi wisata ini sangat rindang, sejuk, dan pastinya Instagramable.

Rekomendasi tempat wisata yang telah disebutkan bukannya sepi tanpa ada pengunjung. Sebaliknya, rekomendasi wisata ini sangat dikenal masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Namun dengan pemilihan waktu dan jam berkunjung yang tepat, pengunjung bisa menikmati suasana lebih tenang.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dieng Membeku, Ini 5 Spot Wisata Fotogeniknya



Wonosobo

Dieng yang membeku menarik perhatian wisatawan. Kembali terjadi di musim panas, fenomena ini sayang untuk dilewatkan.

Negeri di Atas Awan, itulah julukan destinasi di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini. Suasana berkabut menciptakan pemandangan memukau, apalagi saat fenomena embun es terjadi.

Berjarak 30 km dari pusat kota Wonosobo, ada 5 tempat wisata fotogenik yang bisa kamu kunjungi selama berada di Dieng.


5 Spot Wisata Fotogenik Dieng

1. Kawah Sikidang

Kawah ini terkenal dengan aktivitas vulkaniknya yang stabil dan mudah diakses. Kamu bisa melihat semburan uap panas dan kolam lumpur mendidih dari jarak yang cukup dekat, tentunya dengan tetap memperhatikan batas aman.

Kawah ini juga memiliki aroma belerang yang khas, sebaiknya kamu memakai masker. Ada satu kegiatan yang wajib dilakukan wisatawan yaitu, merebus telur mentah dan merebusnya langsung di kawah!

2. Bukti Sikunir

Bukit Sikunir menjadi lokasi berburu matahari terbit yang wajib di Dieng. Bahkan, Sikunir masuk dalam daftar spot sunrise terbaik di Indonesia dengan nama Golden Sunrise.

erjalanan menuju puncak Bukit Sikunir memang membutuhkan tenaga ekstra karena kamu harus mendaki selama kurang lebih 30 menit. Namun, lelahmu akan terbayar lunas begitu melihat indahnya mentari pagi yang perlahan menyinari barisan pegunungan.

3. Telaga Cebong

Telaga Cebong terletak di kaki Bukit Sikunir dan bisa kamu kunjungi sebelum atau sesudah menikmati sunrise. Telaga ini memiliki pemandangan yang memukau dengan air yang jernih dan dikelilingi perbukitan hijau.

Banyak wisatawan yang memilih berkemah di sekitar Telaga Cebong untuk merasakan suasana malam yang tenang dan pagi yang indah. Selain itu, di sini kamu juga bisa menyaksikan aktivitas masyarakat lokal yang bercocok tanam di ladang-ladang sekitar telaga.

4. Kompleks Candi Arjuna

Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini bercorak agama Hindu. Tempat ini menjadi lokasi ritual Dieng Culture Festival yang menampilkan prosesi pemotongan rambut anak gimbal.

Dibangun pada abad ke-8, tempat ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai wisata sejarah dan budaya.

5. Telaga Warna

Yang satu ini tak boleh kamu lewatkan saat liburan ke Dieng. Seperti namanya, air di telaga ini dapat berubah warna mulai dari hijau, biru, hingga kuning keemasan. Fenomena ini terjadi karena kandungan belerang di dalam air yang memantulkan sinar matahari dengan sudut berbeda.

Di sekitar telaga, kamu juga bisa menjelajahi gua-gua kecil seperti Gua Semar, Gua Jaran, dan Gua Sumur yang diyakini memiliki nilai spiritual.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com