Tag Archives: telur-telur

Kamar Mandi Banyak Lalat Kecil? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Lalat merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di rumah. Ada satu jenis lalat yang mungkin sering ditemui di kamar mandi, tetapi bentuknya berbeda dengan lalat pada umumnya. Lalat ini jauh lebih kecil dan lebih banyak diam. Lalat satu ini ternyata bernama lalat limbah.

Dilansir laman Family Handyman, lalat limbah senang hidup di saluran drainase, pipa, dan air yang tergenang. Lalat limbah dapat berkembang biak dengan memakan lendir-lendir yang menempel pada tempat tersebut.

Lalat ini hanya memiliki panjang sekitar 0,6 cm. Tubuhnya kecil berwarna cokelat keabu-abuan atau hitam, dan tampak seperti bulu halus. Sayapnya juga berbulu dan berbentuk seperti daun. Lalat ini memang sering diam. Saat lalat limbah sedang beristirahat, sayapnya menutupi tubuhnya seperti atap untuk perlindungan. Saat merasakan ada gangguan, lalat limbah akan terbang pendek dan melompat-lompat ke lokasi lain.


Lalat limbah biasanya hidup selama 21-27 hari. Lalat betina bertelur di tempat yang lembap, seperti saluran pembuangan, biasanya menghasilkan antara 15 dan 40 telur sekaligus. Telur-telur ini menetas dalam dua hari dan berubah menjadi larva. Larva hidup selama 9-15 hari dan ini merupakan masa terpanjang dalam hidup mereka.

Penyebab Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

1. Mencari Makanan

Lalat limbah biasanya tidak akan muncul pada kamar mandi yang bersih karena mereka datang ketika ada sumber makanan. tertarik pada bahan yang berbau busuk, alga, bakteri, dan jamur. Biasanya sumber makanannya menempel di dekat saluran pembuangan, lekukan bagian bawah barang di kamar mandi dan sudut-sudut yang jarang dibersihkan.

2. Saluran Pembuangan Jarang Digunakan

Lalat limbah akan sering muncul di dalam kamar mandi yang jarang digunakan. Sebab, biasanya jarang dibersihkan dan minim gangguan.

Cara Cegah Lalat Limbah di Kamar Mandi

Inilah beberapa cara untuk mencegah lalat limbah muncul di kamar mandi.

1. Sering Membersihkan Kamar Mandi

Kamar mandi yang bersih pasti tidak ada lumut dan alga yang menempel pada permukaan kamar mandi. Salah satu tanda adanya lumut adalah permukaan lantai yang licin dan kamar mandi sering berbau. Salah satu faktor kemunculan lumut di kamar mandi adalah kondisinya yang lembap.

2. Sering Gunakan Saluran Pembuangan

Untuk mencegah lalat limbah muncul di dalam kamar mandi, gunakan kamar mandi minimal sehari sekali agar saluran pembuangan tetap berfungsi. Selain dipastikan tetap terpakai, jaga juga kebersihannya jangan sampai tersumbat.

3. Pasang Penutup Saluran Pembuangan

Lalat limbah biasanya muncul di kamar mandi melalui saluran pembuangan. Salah satu cara agar serangga kecil tersebut tidak muncul di kamar mandi adalah dengan memasang penutup saluran pembuangan ketika tidak digunakan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Melihat Konservasi Penyu di Bali Utara, Ada Ratusan Bayi Penyu!



Jakarta

Biar liburan di Bali Utara semakin seru, cobain deh datang ke penangkaran penyu yang ada di Desa Pemuteran ini. Kamu bisa melihat bagaimana telur-telur penyu itu diselamatkan hingga dilepaskan.

Tempatnya tidaklah besar. Lokasinya berada di Reef Seen Diver’s Resort Desa Pemuteran, Gerokgak. Di sana terdapat beberapa kolam yang berisi ratusan anak-anak penyu yang berenang ke sana ke mari.

‘Proyek Penyu’ tertulis besar di papan yang berada di tengah-tengah kawasan kolam. Yap, sudah lebih 30 tahun proyek ini berjalan di Desa Pemuteran.


“Kita di sini ada tiga jenis penyu, yaitu penyu hijau, penyu olive dan penyu sisik. Penangkaran ini telah ada sejak tahun 1991 dan setiap tahunnya ribuan penyu yang kita lepas dari sini,” kata Ina, salah satu tim Proyek Penyu, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengKepala Desa Pemuteran bersama Chris Brown dan Ina (Syanti Mustika/detikcom)
Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengProyek Penyu di Desa Pemuteran, Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

Proyek Penyu ini diinisiatif pertama kali oleh Chris Brown, warga Australia yang datang ke Bali di tahun 1990-an. Dia resah melihat telur-telur penyu dijual belikan tanpa masyarakat tahu nilai hidup dari penyu yang masuk ke dalam daftar terancam punah ini.

Lina pun mengatakan bahwa di sini terdapat dua cara penetasan telur, yaitu dengan ditanam di pasir dan inkubator.

“Kita dari dulu menetaskan telur dengan menanamnya di pasir. Dan tingkat keberhasilan dari telur yang menetas adalah 65% saja. Namun, bila menggunakan inkubator, keberhasilan telur mentas mencapai 95%. Kita menggunakan inkubator baru 2 tahun ini, dan bila inkubator penuh, sebagiannya akan kita tanam di tanah,” kata Lina.

Telur-telur penyu ini didapatkan dari nelayan-nelayan yang datang langsung ke sini. Nanti, para nelayan akan mendapatkan insentif terhadap telur yang mereka serahkan.

“Jadi kita ambil telur dan kasih santunan ke nelayan. Lumayan banyak yang kita dapatkan, tahun ini bulan Januari sampai Juli kita udah dapat 2.500 telur,” dia menambahkan.

Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengTelur-telur penyu di dalam inkubator (Syanti Mustika/detikcom)

Setelah telur-telur menetas, mereka pun dipindahkan ke dalam kolam-kolam dan dirawat di sana. Setelah 2-3 bulan, barulah tukik ini dilepaskan ke laut.

“Biasanya, di kehidupan alaminya tukik yang menetas akan langsung berenang ke laut. Namun daya survival mereka sangat rendah dan rentan di makan predator. Karena itulah kita rawat dia hingga usia bisa mencari makan sendiri,” kata dia.

Bayi-bayi penyu ini diberi makan setiap harinya sekali sehari. Kolam mereka pun juga dibersihkan berkala hingga mereka tidak asing bila dipindahkan ke laut.

Untuk bisa melihat penyu-penyu ini dan belajar tentang mereka, traveler hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja (untuk domestik) dan Rp 40 ribu (untuk mancanegara). Tiket ini berlaku untuk seminggu, jadi kamu bisa bolak-balik datang ke sini selama satu minggu.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com