Tag Archives: tim

Perlukah Cabut Kulkas Saat Ditinggal Mudik?



Jakarta

Meninggalkan rumah saat mudik menjadi hal kekhawatiran tersendiri. Apalagi, banyak peralatan elektronik yang berisiko ditinggal tanpa pengawasan dalam jangka panjang, seperti kulkas. Kalau kamu, termasuk tim matikan atau tetap nyalakan kulkas saat mudik?

Kulkas memang salah satu peralatan elektronik di rumah yang membutuhkan daya listrik besar dibanding barang lainnya. Sehingga, kondisi kulkas harus diperhatikan sebagai upaya mencegah kerusakan.

Melansir dari situs Southern Living, sebelum pergi mudik, sebaiknya catat dan perhatikan makanan apa saja yang masih ada di dalam kulkas. Jika sudah tidak dimakan, maka lebih baik buang. Jika masih bisa dimakan, maka simpan dengan baik. Hal ini dapat menjaga kulkas agar bebas bakteri selama ditinggal.


Selain itu, perhatikan suhu kulkas. Idealnya ada di 35 hingga 40 derajat Fahrenheit. Upayakan jangan melebihi dan kurang daripada derajat tersebut.

Bisa juga kamu tambahkan soda kue untuk menghilangkan bau di dalam kulkas. Letakkan sekotak soda kue di bagian belakang rak kulkas agar membantu mencegah bau tidak sedap saat kamu kembali ke rumah.

Kemudian, kamu perlu pertimbangkan. Apakah kamu akan mudik selama satu minggu atau satu bulan?

Jika mudik kurang dari seminggu, maka:

  • Biarkan kulkas menyala dan simpan pada suhu yang ditentukan.
  • Matikan pembuat es jika tidak digunakan.
  • Buang makanan yang sudah tidak dimakan.
  • Bersihkan kulkas.

Jika mudik lebih dari seminggu, maka:

  • Pertimbangkan untuk mencabut kabel kulkas.
  • Matikan pembuat es.
  • Kosongkan kulkas.
  • Biarkan pintu kulkas sedikit terbuka untuk mencegah tumbuhnya jamur dan lumut.

Jadi, pertimbangkan berapa lama kamu akan mudik baru sebaiknya tentukan apakah kulkas dicabut atau tidak. Namun, yang pasti, untuk kulkas yang ada freezernya lebih baik dimatikan bagian freezernya. Sebab, freezer atau pembuat es dapat menghemat listrik, mencegah kerusakan seperti saluran tersumbat akibat gumpalan es, dan menghindari kebocoran air.

Itulah penjelasan tentang apakah sebaiknya kulkas dimatikan atau tidak selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Dulu Stadion Sepakbola, Kini Taman Hits di Jakarta


Jakarta

Memiliki sejarah yang panjang Stadion Menteng di Jakarta Pusat menjelma menjadi Taman Menteng, sebuah kawasan ruang terbuka hijau yang jadi destinasi masyarakat untuk menikmati hari dan berolahraga.

detikTravel menyambangi taman itu pada Selasa (27/8/2024). Taman Menteng merupakan sebuah stadion sepakbola di era kolonial Belanda dan pernah menjadi stadion klub sepakbola Persija Jakarta.

Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Pada 19601, Stadion Menteng menjadi markas Persija. Kendati menjadi kandang tim sepakbola ibu kota, Stadion Menteng bahkan telah dikenal pula sebagai Stadion Persija, pada 1975 stadion itu dialihfungsikan menjadi taman untuk resapan air.


Pemda DKI juga memasukkannya ke dalam cagar budaya yang tidak boleh diubah. Hingga kemudian pada 2006 menjadi Taman Menteng.

Melansir Jakarta Tourism, alih fungsi stadion tersebut karena saat itu Kota Jakarta kekurangan kawasan resapan sehingga harus mengubah stadion menjadi taman. Kini Taman Menteng memiliki kurang lebih 44 sumur resapan.

Kandang Persija

Merujuk sejumlah sumber disebutkan Stadion Menteng berdiri pada 1921 dengan nama Stadion Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Pembangunannya diarsiteki dua orang dari Belanda, yakni F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.

Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Stadion Menteng kemudian digunakan sebagai kandang Persija. Sebelumnya, Persija bermarkas di Stadion IKADA. Presiden Sukarno memberikan Stadion Menteng kepada Persija pada awal 1960-an setelah Stadion IKADA disulap menjadi Monas.

Tetapi, Persija juga harus tergusur lagi pada 26 Juli 2006 saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan Stadion Menteng sebagai taman dan tempat parkir.

Kendati keberatan dan membawanya ke ranah hukum, Persija kalah. Persija pindah markas ke Stadion Lebak Bulus.

Kondisi Terkini

Terletak di Jalan HOS. Cokroaminoto, Taman Menteng jadi tempat bersantai dengan fasilitas yang lengkap. Taman itu memiliki tiga lapangan yakni futsal, basket, area alat kebugaran. Adapun wahana permainan anak seperti perosotan-ayunan, dua rumah kaca, hingga toilet.

Masyarakat banyak menggunakan taman ini berbagai kegiatan, Taman Menteng ini juga banyak dikelilingi oleh perdagangan makanan dan minum. Jadi tak perlu khawatir jika berkunjung ke sini perut keroncongan atau dahaga kering.

Salah satu pedagang yang sudah berjualan lama di taman ini adalah Erwin, pedagang es kelapa muda ini menyebut sudah 20 tahun berjualan di kawasan ini.

Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Dari yang masih kecil sampe sekarang ada yang udah anak dua, jadi polisi, jadi tentara. Banyak lah dan rata-rata bilang ‘masih aja jualan di sini bang’,” sebut Erwin sembari bersantai di atas motor.

Erwin juga mengatakan hari-hari ramai taman ini adalah Sabtu dan Minggu, pada pagi hari juga sore hari. Jika di hari kerja Senin hingga Jumat, taman ini biasa didatangi oleh para pelajar yang berolahraga ataupun karyawan yang hendak santap siang.

“Kalau hari-hari kaya begini ya cuma segini-segini aja, banyaknya anak-anak sekolah Obama (SDN 01 Menteng) yang olahraga di sini,” tambahnya.

Taman Menteng ini bisa dinikmati masyarakat tanpa adanya pungutan biaya, buka setiap hari dari jam 05.00 hingga 22.00 WIB. Untuk parkir pun tak perlu khawatir karena taman ini terdapat tempat parkir bertingkat atau juga bisa parkir di antara Taman Menteng dan Taman Kodok.

Tugu Trirura 66

Di Taman Menteng tersimpan Tugu Tritura 66. Sebelumnya, tugu itu berdiri kokoh di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan monumen bersejarah itu dipindahkan dari Jalan Rasuna Said ke Taman Menteng pada acara peresmian relokasi Tugu 66 pada Rabu (5/10/2022). Selain Anies, acara itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya tokoh pergerakan mahasiswa angkatan 66, seperti Akbar Tandjung, Laskar Ampera, anggota DPD RI Fahira Idris, BEM Nusantara, serta unsur organisasi perangkat daerah terkait.

Anies mengatakan kehadiran Monumen Tugu 66 menjadi peringatan perjalanan sejarah Indonesia. Namun, visual patung itu menjadi terhalang lantaran adanya proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said.

“Sebetulnya ini dibahas agak panjang, ketemuan dengan senior kita semua para pejuang 66 yang ceritakan tentang kondisi monumen di kawasan Rasuna Said yang saat itu ada proses konstruksi dan lain-lain sehingga kehadirannya sebagai monumen berkurang efektivitasnya,” kata Anies.

“Monumen itu kan salah satu tugasnya memberikan kepada kita peringatan, ada sebuah bangunan yang bisa bisa lihat lalu kita teringat. Nah, itu bermasalah dan kita sampaikan insyaallah dan akan kami lakukan prosesnya,” ujar Anies.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Lokasi Kota Batik di Indonesia, Salah Satunya Pekalongan


Jakarta

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi Indonesia. Pada tahun 2009, batik diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Ada beberapa kota di Indonesia yang dijuluki sebagai “Kota Batik”, bahkan salah satunya dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia. Kota apakah itu?

Kota Batik Indonesia

Kota-kota yang dijuluki sebagai “Kota Batik” di antaranya Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Berikut informasi lengkapnya.


1. Pekalongan

Kota pertama yang dijuluki kota Batik adalah Pekalongan. Mengutip laman Pemkot Pekalongan, hal ini tak terlepas dari sejarah bahwa dari puluhan dan ratusan tahun lampau sampai sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

Hal ini membuat batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Menariknya Pekalongan mempunyai sejumlah kampung batik yang eksis dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah Kampung Batik Kauman yang legendaris.

Kampung Batik Kauman disinyalir menjadi kampung pertama yang ada di kawasan Pekalongan. Di sini masih ada rumah-rumah kuno dan masjid jami yang didirikan pada tahun 1952.

Mengutip laman resminya, Kampung Batik Kauman dikenal sebagai industri batik yang menghasilkan batik tulis, batik cap, dan kombinasi keduanya. Ada belasan pranggok (tempat memproduksi batik) ini yang menghasilkan corak, model, dan motif beragam.

2. Solo

Batik juga menjadi salah satu sektor industri penting dari hasil manifestasi seni dan budaya di kota Solo. Menurut laman Pemkot Surakarta, dilihat dari perkembangannya, batik Solo dan Yogyakara merupakan cikal bakal lahir dan berkembangnya batik di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sama seperti Pekalongan, Solo memiliki berbagai kawasan yang menjadi tempat produksi kain khas Indonesia ini. Berikut di antaranya:

Kampung Batik Kauman yang ada di Solo ini ditetapkan sebagai Kampung Wisata Batik dan sentra batik tertua di Kota Solo. Tak hanya sebagai sentra industri batik, namun Kampung Batik Kauman juga menjadi destinasi wisata edukasi.

Kampung batik ini menjadi tempat pelatihan, pembuatan, penelitian, dan pengembangan batik. Jadi, wisatawan dapat melihat proses pembuatan batik dari nol hingga menjadi produk jual.

Kampung batik tertua kedua di Solo adalah Kampung Batik Laweyan. Berdiri selama 500 tahun, Kampung Batik Laweyan memiliki 250 macam motif khas Laweyan.

Sama seperti Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan menjadi destinasi wisata. Ada fasilitas untuk wisatawan mulai dari penginapan, restoran, pusat pelatihan budaya Jawa, Laweyan Batik Training Center, masjid, dan kuliner khas Solo.

3. Yogyakarta

Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council) menetapkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 18 Oktober 2014. Menurut laman Universitas Gadjah Mada, sebelum penetapan tersebut, tim penilai dari Dewan Kerajinan Dunia datang ke Yogyakarta untuk melihat dan menilai perkembangan batik yang ada.

Hasilnya, Yogyakarta memenuhi tujuh kriteria untuk ditetapkan sebagai kota batik dunia, yaitu nilai sejarah, nilai keaslian, nilai pelestarian, nilai ekonomi, nilai ramah lingkungan, nilai global, nilai keberlanjutan. Wisatawan juga bisa menemukan kampung batik di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kampung Batik Giriloyo.

Giriloyo merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta. Mengutip laman Batik Giriloyo, di desa ini, wisatawan bisa berburu batik atau belajar tentang proses membuat batik langsung dari pengrajinnya.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa memanjakan lidah dengan menikmati kuliner khas daerah ini. Mulai dari pecel kembang turi hingga rempeyek super gede.

Selain tiga kota yang dijuluki “Kota Batik” tersebut, ada juga beberapa daerah yang juga terkenal dengan produksi batiknya. Mulai dari CIrebon yang memiliki Sentra Batik Trusmi, Semarang yang mempunyai Kampung Batik Semarang, Sragen dengan Kampung Batik Girli Kliwonannya, hingga daerah Lasem, Rembang yang punya Sentra Batik Lasem.

Itulah sejumlah kota batik di Indonesia di mana kamu bisa membeli batik dan melihat bagaimana proses pembuatannya. Tertarik untuk mengunjungi salah satu kota batik ini?

(elk/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ngabuburit di TIM Bisa Mampir ke Masjid Amir Hamzah yang Estetik



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah taman modern yang kerap menjadi spot muda-mudi nongkrong pun ngabuburit di kala ramadan. Ke sini, traveler jangan lupa singgah ke Masjid Amir Hamzah.

Kawasan TIM kini digandrungi oleh banyak muda-mudi sekitar Jakarta. Itu karena lokasinya yang cukup luas, memiliki berbagai bangunan yang futuristik, hingga berbagai fasilitas. Tempat ini kerap digunakan bagi muda-mudi untuk berkegiatan seni, olahraga, hingga membaca.

Bagi yang ngabuburit di sini, tak afdol juga rasanya jika tak singgah ke Masjid Amir Hamzah yang memiliki rupa industrial minimalis. Tempat ini juga bisa menjadi spot ngadem atau menenangkan diri di tengah hiruk pikuk perkotaan. Pasalnya, suasana masjid di sini cukup sunyi karena letaknya di bagian belakang area TIM.


Berkunjung ke sini, traveler akan disuguhi area yang cukup adem dengan rimbun pepohonan. Kemudian, traveler akan menemui rupa bangunan masjid yang begitu estetik. Jika tidak ada atribut atau penanda masjid, mungkin saja banyak orang mengira ini sebagai tempat nongkrong.

Masjid Amir HamzahMasjid Amir Hamzah. (Weka Kanaka/detikcom)

Bangunan dengan aksen kaca besar di segala sisi khas masjid dipadukan dengan ornamen lantai kayu dan atap dengan desain industrial. Di dalamnya, masjid memperoleh cahaya dari desain atap yang futuristik dengan celah-celah kaca. Selain itu, masjid ini dikelilingi oleh kolam ikan. Sehingga, nongkrong di tepian masjid sambil memandangi kolam menjadi aktivitas yang dapat menenangkan diri.

Konsep modern namun tak biasa ini membuat banyak orang kerap tak menyadari keberadaan masjid ini.

“Banyak yang bertanya-tanya, ada yang sudah ke sini, masih ada yang nanya masjidnya di mana. Karena normalnya masjid berkubah,” kata DKM Masjid Amir Hamzah, Edy Junaedi, saat ditemui detikTravel pada momen Ramadan tahun lalu.

Sejarah masjid, berpindah-pindah dan sempat di bawah tanah

Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) belum diresmikan secara formal namun mulai dibuka untuk umum beberapa waktu lalu. Pembangunan dengan merobohkan bangunan lama dan hanya menyisakan Teater Kecil serta sedikit bangunan planetarium. Arsitek membangun ulang dengan gaya kontemporer melalui pendekatan industrial yang lagi hits dan mewabah di berbagai ruang publik lain. Hasilnya, kawasan TIM versi baru mengundang decak kagum akan visi dan narasi yang dibawakan. Pun demikian, sebagai sebuah ide, karya ini memantik diskusi dan juga kritik. Setidaknya, bagi pengkritiknya, desain baru TIM kurang merespon iklim tropis yang memerlukan resapan air dan pepohonan di mana-mana, menghindari beton ekspose yang bikin gerah, dan biaya perawatan yang tak sedikit.Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). (Ari Saputra)

Kini, Masjid Amir Hamzah memang telah berdiri dengan estetik. Masjid ini memiliki sejarah cukup panjang dengan lokasi yang kerap berpindah lokasi. Bahkan, suatu waktu masjid ini sempat berada di basement bawah tanah.

Pada awalnya masjid ini berposisi di tempat yang berada sekarang. Sebelum akhirnya mesti dibongkar dan direlokasi karena adanya proses perluasan kampus Institute Kesenian Jakarta (IKJ) yang berada tepat di sebelahnya.

“Pada tahun 2013, itu ada niat buat revitalisasi karena ada perluasan dari kampus, jadi Masjid Amir Hamzah untuk sementara dibongkar dulu, direvitalisasi, direlokasi ke basement,” kata Edy.

Empat tahun lamanya masjid ini berada di basement, kemudian pindah di samping planetarium selama tiga tahun. Tak berhenti di situ, pada tahun 2017, Masjid Amir Hamzah mesti kembali ke basement hingga akhirnya berada di tempat saat ini.

“Hampir 4 tahun kita pindah di basement, setelah 4 tahun ini kita dipindah ke samping Planetarium itu hampir 3 tahun. Dan, pada 2017 dibongkar lagi kita pindah ke basement lagi,” katanya.

Hingga akhirnya, setelah proses revitalisasi di TIM rampung, begitu pula proses revitalisasi Masjid Amir Hamzah diselesaikan. Tepatnya pada tahun 2019, masjid ini kembali ke posisi asalnya dia berdiri.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Spot-spot Nongkrong Estetik di Taman Ismail Marzuki, Catat ya!



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) bisa menjadi pilihan sebagai tempat nongkrong hemat. Apa saja spotnya? Catat ya traveler!

Selain karena gratis, kawasan TIM juga memiliki spot-spot yang estetik untuk berfoto bersama teman-teman atau untuk selfie.

Letaknya berada di pinggir Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat. Biasanya masyarakat ramai mengunjungi tempat ini ketika sore hari.


Entah itu sehabis para pelajar usai sekolah ataupun pekerja di sekitar area itu yang hendak rehat sejenak untuk sekadar duduk-duduk santai.

Salah satu petugas keamanan yang berjaga di Taman Ismail Marzuki mengatakan, ketika sore hari tiba yang ditandai mulai banyaknya pedagang yang berjualan, di situlah waktu yang biasanya mulai banyak berdatang masyarakat untuk menikmati sore hari di Cikini.

Ketika detikTravel berada di Taman Ismail Marzuki dan waktu tepat menunjukkan sekitar pukul 15.45 WIB. Betul saja para pedagang pun mulai bermunculan di area depan Taman Ismail Marzuki.

Kemudian tak lama berselang, masyarakat yang entah keluar dari gedung-gedung di area Taman Ismail Marzuki atau sekelilingnya mulai menghampiri pinggiran jalan itu.

Selain pinggiran Jalan Cikini atau area depan Taman Ismail Marzuki, area mana saja sih yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh masyarakat, yuk simak beberapa pilihan spotnya.

1. Depan Patung Ismail Marzuki

Tempat ini biasa dijadikan area untuk duduk-duduk santai masyarakat yang hendak menunggu transportasi atau pun yang memang sengaja menjadikan area tersebut sebagai spot nongkrong mereka.

Selain itu, tepat tak jauh dari patung tersebut ada photo box yang bisa dicoba oleh masyarakat dengan latar belakang patung Ismail Marzuki.

2. Tangga Gedung Ali Sadikin

Sebelum masuk ke dalam gedung ini, kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk akses menuju ke Perpustakaan Jakarta. Nah anak tangga inilah yang biasanya juga dijadikan area nongkrong oleh masyarakat.

tempatnya teduh juga bersih, begitu nyaman untuk duduk-duduk sore sambil bercengkrama dengan teman-teman.

3. Kolam Planetarium

Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiTempat Nongkrong di Taman Ismail Marzuki Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Jika masuk ke outdoor di dalam area Taman Ismail Marzuki dan berada dekat Planetarium, kamu akan menemukan sebuah kolam yang cukup luas.

Di tempat ini pula terdapat area luas yang biasa dijadikan tempat duduk-duduk santai oleh masyarakat dan biasanya pula area ini dijadikan tempat untuk latihan menari oleh para pelajar.

Menurut petugas keamanan lainnya yang berada di Taman Ismail Marzuki, Mukti mengatakan untuk aktivitas nongkrong ini diperbolehkan selagi tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang sudah ada.

Kegiatan melanggar norma hingga membuang sampah sembarangan sudah tentu dilarang di sini. Sedangkan untuk waktu, terbilang begitu leluasa karena warga bisa nongkrong hingga malam.

“Kalau untuk jam operasional itu kita di Taman Ismail Marzuki itu di jam 07.00 pagi mungkin sudah bisa diakses untuk umum hanya saja belum bisa masuk ke area dalam venue, karena untuk venue sendiri dibuka ketika ada kegiatan paling yang bisa diakses itu area outdoor. Dan terkait untuk jam operasional itu sebenarnya kita ada di jam 09.00 sampai 22.00 WIB,” ungkap Mukti.

Jadi buat kamu yang nyari tempat nongkrong murah dan estetik bisa langsung datang ke Taman Ismail Marzuki. Selain nongkrong-nongkrong di Taman Ismail Marzuki, kamu juga bisa kunjungi Perpustakaan Jakarta.

Taman Ismail Marzuki dengan bangunan yang berkonsep minimalis ini cocok untuk dijadikan latar belakang foto yang keren.

4. Perpustakaan Jakarta

Rasanya seperti kurang afdol jika berkunjung Ke Taman Ismail Marzuki tanpa mengunjungi Perpustakaan Jakarta yang berada di Gedung Ali Sadikin.

Bukan hanya jadi tujuan tempat baca saja, banyak dari pengunjung yang datang ke sana juga menjadikan perpustakaan tersebut sebagai tempat berfoto karena areanya yang estetik, belum lagi suasana di dalam yang nyaman bikin betah buat nongkrong berlama-lama.

5. Tangga Kecil Dekat Masjid Amir Hamzah

Buat kamu yang belum tahu spot nongkrong estetik lainnya di Taman Ismail Marzuki, ini adalah salah satunya.

Tak terlalu jauh dari Masjid Amir Hamzah terdapat beberapa anak tangga yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk santai, tempat yang hening dan sejuk (sore hari) cocok banget buat kamu yang ingin suasana lebih tentram dibanding nongkrong di area depan Taman Ismail marzuki.

6. Foodcourt Gedung Ali Sadikin

Buat kamu yang ingin nongkrong dan sambil makan-makanan berat, tempat ini cocok banget deh. Berada di lantai satu, foodcourt ini bisa jadi pilihan kamu ketika ingin nongkrong tapi perut keroncongan.

Di sini terdapat berbagai pilihan makanannya mulai dari kudapan berat hingga cemilan, dan tentunya juga minuman. Tak jauh dari foodcourt juga terdapat kursi panjang yang dilengkapi dengan meja, bisa bengat buat menikmati makanan kalau kursi di depan foodcourt penuh.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jejak Manusia Purba di Gua Braholo, Dipercaya Peradaban Tertua



Gunungkidul

Gua Braholo menyimpan jejak prasejarah yang cukup penting. Goa ini dipercaya menjadi bukti peradaban tertua di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gua Braholo terletak di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Lokasinya berada di atas sebuah bukit karst di seberang jalan dekat dengan pemukiman warga.

Untuk menuju ke sini, traveler harus melewati puluhan undakan tangga dari jalan masuk. Setelah menaiki puluhan anak tangga, kita akan disambut dengan bagian depan Gua Braholo seluas kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 15 meter.


Pemandangan puluhan stalaktit meruncing ke bawah di dinding atas gua pun terpampang jelas. Di permukaan gua tampak setidaknya empat lubang bekas ekskavasi dengan ukuran bervariatif.

Tanah di permukaan gua tersebut terasa gembur. Terdapat kotoran kelelawar tercecer di atas tanah. Gua Braholo tidak begitu dalam, hanya sekitar 20 meter.

Dari muka gua pun tampak tembok alami berupa bebatuan karst berwarna putih. Sebagian lainnya sudah dipenuhi lumut sehingga tampak menghitam.

Juru pelihara Gua Braholo, Marsono mengungkapkan, gua itu sudah diteliti sejak 1995. Dia mengatakan masyarakat sekitar sudah mengetahui keberadaan goa tersebut sejak lama dan dulunya sering digunakan untuk bertapa.

“Penelitian pertama (Goa Braholo) di (tahun) 95,” jelas Marsono saat ditemui di rumahnya seberang Gua Braholo.

Marsono menjelaskan GUa Braholo menjadi tempat persinggahan karena luas dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Selain itu, goa tersebut memiliki penerangan yang mumpuni.

“Dari Balai Pelestari Cagar Budaya menganalisa bisa menjadi tempat tinggal karena Goa Braholo luas, sirkulasi udaranya bagus,” katanya.

Proses ekskavasi di Goa Braholo dilakukan hampir setiap tahun hingga pandemi COVID-19 merebak pada tahun 2020 dan masih belum dilanjutkan hingga kini. Saat dilakukan ekskavasi pertama, pada penggalian beberapa meter ditemukan tulang hewan sisa makanan manusia prasejarah.

“Dari beberapa meter ditemukan tulang (hewan) sisa makanan (manusia prasejarah),” sebutnya.

Lebih lanjut, Marsono mengatakan kerangka manusia ditemukan pada penggalian selanjutnya. Sayangnya, Marsono tidak paham betul kerangka manusia yang ditemukan itu dari zaman apa. Dia hanya menjelaskan kerangka yang ditemukan merupakan sisa manusia yang hidup di zaman prasejarah.

“Semacam alat dan semuanya terbuat dari batu dan tulang,” sebutnya.

Pada ekskavasi terakhir sebelum pandemi COVDI-19, lanjut Marsono, ditemukan sisa kerang dan tulang makanan manusia prasejarah. Dia mengatakan letak ditemukannya sisa makanan itu terpisah dengan tulang manusia.

“Sisa makanan itu ditemukan di tengah. Kalau tulang manusia ditemukan di pinggir,” terangnya.

Disebut Peradaban Tertua

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Gunungkidul, Andi Riana, menerangkan Goa Braholo merupakan tempat persinggahan manusia masa prasejarah. Dia mengatakan manusia di goa tersebut belum mengenal konsep penguburan. Andi menyebutkan goa Braholo peradaban tertua di DIY.

“Itu memang tertua untuk wilayah se-DIY,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menerangkan jenis goa yang bisa dihuni secara temporal merupakan tempat yang terbuka seperti Goa Braholo. Goa tersebut merupakan jenis goa yang tidak menjorok ke dalam, hanya di permukaan.

“Kalau di goa-goa bisa dihuni tentunya goanya terbuka di muka,” jelasnya.

Adapun alasan lain goa Braholo dijadikan tempat persinggahan karena bisa untuk berlindung. Selain itu Goa Braholo yang terbuka itu dimungkinkan untuk mendapatkan pencahayaan matahari yang cukup.

“Yang utama fungsinya itu untuk berlindung,” tuturnya.

Temuan di Goa Braholo berlapis-lapis dari permukaan tanah hingga beberapa kedalaman. Dia mengungkapkan temuan di goa tersebut merupakan sampah atau sisa dari masa prasejarah.

“Temuan itu merupakan sampah atau buangan dari kehidupan masa itu. Jadi berlapis-lapis temuannya dan kebetulan banyak sekali di setiap lapisan tanah,” ungkapnya.

Andi menjelaskan temuan spesifik di Goa Braholo adalah jarum dari tulang masa prasejarah. Selain itu ditemukan pula kapak, sudip dan lain sebagainya. Selain dari tulang, dia mengungkapkan alat manusia prasejarah berbahan batu.

Adapun ukuran alat yang ditemukan tidak lebih besar dari telapak tangan manusia dewasa. Andi menerangkan peralatan tersebut tajam. Tujuannya untuk menguliti hewan.

“Peralatan mereka amat sangat sederhana, yang penting tajam bisa untuk menguliti binatang untuk bekal makan mereka,” jelasnya.

Andi mengatakan pihak yang pernah meneliti goa Braholo yakni Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) kini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Arkeologi Jogja, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja. Dia mengatakan Prof Truman Simanjuntak merupakan orang Puslit Arkenas yang mengekskavasi goa Braholo pertama kalinya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Monumen Rawagede di Karawang, Dark Heritage Simpan Luka Sejarah



Jakarta

Monumen Rawagede, destinasi dark heritage di Karawang, mengenang tragedi pembantaian 1947. Pengunjung dapat belajar sejarah dan berziarah di makam korban.

Monumen ini berlokasi di Dusun Rawagede, Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang tragedi pembantaian yang terjadi pada tahun 1947.

Dalam insiden tragis itu sekitar 431 warga sipil laki-laki, yang usianya berkisar mulai dari 15 tahun, tewas.


Di dalam kompleks monumen, para pengunjung dapat menyaksikan patung-patung, diorama yang menggambarkan suasana pembantaian, serta foto-foto dokumentasi kunjungan pemerintah dan sosok penting Kapten Lukas, yang memainkan peran besar dalam peristiwa tersebut.

Monumen Rawagede beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk masuk ke area monumen, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp 2.500, belum termasuk biaya parkir.

Meski harga tiketnya relatif terjangkau, namun pengalaman yang didapatkan dari kunjungan ke monumen itu sangat mendalam. Terutama, bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Sejarah Monumen Rawagede

Monumen Rawagede merupakan salah satu destinasi yang dikategorikan sebagai wisata dark heritage di Indonesia yang menyimpan kisah tragis dari masa lalu. (Asti Azhari/detikcom)

Dark heritage ini menjadi destinasi wisata sejarah berkat usulan masyarakat setempat dan dipelopori oleh Bapak K. Sukarman HD, yang kala itu menjabat sebagai lurah. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, monumen ini resmi dibuka pada 9 Desember 1996. Selain berfungsi sebagai tempat peringatan, monumen ini juga berperan sebagai sarana edukasi mengenai tragedi Rawagede, mencakup peristiwa sebelum dan setelah tragedi tersebut terjadi.

Menurut Sukarman, mantan lurah yang kini berusia 75 tahun, Monumen Rawagede awalnya dibangun sebagai tempat pemakaman bagi para korban pembantaian.

“Awalnya dibuat pemakaman dulu, jasad para korban yang dikebumikan di depan rumahnya masing-masing dipindahkan agar anak cucu generasi bangsa tahu bahwa ada peristiwa ini, sekaligus menghormati jasad para korban pembantaian,” kata Sukarman kepada tim detikTravel dalam perbincangan dengan detikTravel pada 4 Oktober 2024.

Peristiwa tragis itu bermula ketika Belanda mencari keberadaan Kapten Lukas, seorang pejuang yang melarikan diri ke Rawagede. Sayangnya, tidak ada satu pun warga yang memberikan informasi kepada serdadu Belanda.

“Salah satu penyebab pembantaian adalah, tak ada satu pun warga yang menjawab pertanyaan serdadu Belanda yang bertanya di mana Kapten Lukas berada dan para pejuang lainnya. Masyarakat memilih bungkam, meski mengetahui keberadaan Kapten Lukas dan para pejuang,” ujar Sukarman.

Akibat keheningan warga, tentara Belanda langsung menembaki warga yang telah dikumpulkan. Tragedi ini membuat sungai di sekitar Rawagede berubah menjadi merah darah, karena beberapa jasad korban dibuang ke sungai. Sukarman juga menggambarkan bagaimana para istri korban terpaksa mengubur jasad suami dan anak mereka dengan kain seadanya.

“Jasad dikubur di lubang yang tidak lebih dari 50 cm, hingga sore hari bau busuk mulai tercium,” ujar Sukarman.

Di dalam kompleks Monumen Rawagede, terdapat sekitar 181 makam korban pembantaian. Para pengunjung, termasuk traveler yang tertarik pada wisata sejarah, dapat berziarah dan mendoakan para korban di makam-makam tersebut. Setiap makam telah mendapatkan izin dari keluarga korban, sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang gugur dalam peristiwa tersebut.

Salah satu pengunjung dari Karawang Barat, Fajar, mengungkapkan bahwa rasa penasaran terhadap sejarah pembantaian Rawagede membuatnya tertarik kembali mengunjungi Monumen Rawagede. Menurutnya, kunjungan sebelumnya hanya singkat dan ia belum sempat mengeksplorasi monumen secara menyeluruh.

“Penasaran sih, karena sebelumnya pernah ke sini tapi cuma sebentar, hanya sampai ke area makam, belum masuk ke monumennya,” ujar Fajar.

Saat berkunjung ke monumen tersebut, Fajar merasakan kesan yang cukup unik. “Kesan saya sih agak mistis, karena banyak makam korban pembantaian di sini, jadi sedikit merinding. Tapi, suasana terasa adem juga karena banyak pepohonan,” ujar dia.

Menurut Sukarman, monumen ini sering dikunjungi oleh pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga mahasiswa, serta para peneliti yang tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai sejarah perjuangan bangsa.

Pendanaan untuk operasional dan perawatan monumen didukung oleh Yayasan Rawagede, dengan anggaran dari pemerintah Kabupaten Karawang serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Perbaikan dan pelestarian fasilitas di monumen ini juga melibatkan peran aktif masyarakat lokal.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kondisi Terkini Hotel Yamato, Tempat Insiden Perobekan Bendera Belanda


Jakarta

Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit, adalah tempat yang menyimpan jejak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, hotel tersebut masih eksis dan beroperasi. Menariknya, gaya bangunannya tetap mempertahankan infrastruktur klasik dan elegan dari masa kolonial.

Sebelum mengetahui beragam fasilitas hotel mewah ini, mari kita napak tilas kronologi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 lalu.


Peristiwa Hotel Yamato

Peristiwa yang terjadi di Hotel Yamato adalah insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda atau disebut het vlag incident. Insiden Hotel Yamato di latar belakangi oleh amarah masyarakat Surabaya, yang tidak terima terhadap pengibaran bendera Belanda di atas hotel tersebut.

Pasalnya, pengibaran bendera Belanda itu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus, tepat beberapa bulan yang lalu.

Mengutip buku Sejarah Indonesia Kelas XI Kemdikbud oleh Sardiman AM dan Amurwani Dwi Lestariningsih, ketika di Surabaya, orang-orang Inggris dan Belanda yang berhubungan dengan Jepang menginap di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman Belanda.

Pada 19 September 1945, seorang bernama Mr. Ploegman dibantu kawan-kawannya mengibarkan bendera Belanda berwana merah, putih, biru di atap menara Hotel Yamato.

Dikutip dari buku Surabaya di Mana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu? karya Ady Setyawan, pada pukul 09.00 WIB bendera Belanda itu dikibarkan. Aksi ini kemudian mengundang arek-arek Suroboyo berkumpul di depan hotel.

Ada beberapa pemuda yang berhasil memanjat atap hotel dan menurunkan bendera merah putih biru, kemudian merobek bagian warna birunya. Kusno Wibowo dan Onny Manuhutu adalah tokoh pemuda yang merobek bendera Belanda di Hotel Yamato.

Setelah warna biru bendera Belanda dirobek, bendera tersebut dikibarkan kembali sebagai bendera dengan warna merah putih. Dengan berkibarnya bendera Sang Merah-Putih, para pemuda Surabaya satu per satu meninggalkan Hotel Yamato dengan penuh semangat dan menjaga kewaspadaan.

Dampak insiden di Hotel Yamato melatar belakangi berbagai pertempuran di Surabaya, termasuk penyebab terjadinya “Pertempuran Surabaya”.

Sejarah dan Kondisi Terkini Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit dibangun oleh Sarkies Family atau Sarkies Brothers pada tahun 1910. Awalnya, hotel ini dikenal sebagai “Hotel Oranje atau Hotel Oranye.

Saat Jepang menjajah dan menguasai Indonesia, nama hotel ini berganti menjadi Hotel Yamato. Kala itu, hotel ini juga digunakan head porter atau base camp saat pertempuran.

Kemudian sekitar tahun 1969, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

hotel majapahit surabayaHotel Majapahit Surabaya. (Deny Prastyo Utomo)

Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya, menyebut bahwa pada 10 September 1945, hotel ini sempat bernama Merdeka.

“Tahun 1945 sampai 1946 berganti Lucas Martin Sarkies yakni kembali pada keluarga pendiri, tahun 1969 dijual ke Men Trust Holding. Nah, sampai sekarang, namanya tetap, yakni Hotel Majapahit,” ujar Benny kepada detikJatim, pada (23/04/2022) lalu.

Tim detikJatim pernah diajak berkeliling di hotel bersejarah yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar ini.

Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikcom)

Terlihat pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh. Namun, tetap ada tambahan, seperti beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

Hotel MajapahitHotel Majapahit. (Lena Ellitan/dtravelers)

Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, menyebut salah satu satu bukti keaslian bangunan terlihat dari ubin marmer yang diimpor langsung dari Belanda.

Menurutnya, selain untuk menjaga keaslian hal tersebut juga jadi karakter bagi bagunan vintage Majapahit.

Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Penamaan Majapahit sendiri bukan diambil asal-asalan. Nama ini diambil karena sejalan dengan visi misi Kerajaan Majapahit, yang jadi salah satu kerajaan jaya dan tertua pada eranya. Maka dari itu, Majapahit dipakai dengan harapan seperti namanya.

Hotel Majapahit ini juga telah mengalami beberapa kali perombakan kepemilikan, nama, hingga peremajaan. Tapi, tidak demikian dengan keorisinilan bangunan secara keseluruhan.

Lokasi Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit Surabaya beralamat di Jalan Tunjungan Nomor 65, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Lokasi hotel ini juga sangat strategis, yakni di jantung kota Surabaya.

Fasilitas Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit adalah hotel bintang 5 berkelas internasional dengan fasilitas yang lengkap. Menariknya, hotel ini masih mempertahankan beberapa elemen klasik era kolonial.

Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya.Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya. (dok. Instagram @hotelmajapahitsby)

Tidak hanya memberikan suasana yang kaya akan sejarah, namun tetap menawarkan kenyamanan modern. Hotel Majapahit memiliki sekitar 139 kamar.

Berikut adalah fasilitas yang ada di Hotel majapahit Surabaya:

  • Kolam renang
  • Restoran
  • Tempat parkir
  • Pusat kebugaran
  • Ruangan ber AC
  • Room service
  • Akses untuk kursi roda
  • Sarapan (breakfast)
  • Spa
  • Bar
  • Area hijau
  • Piano dan meja biliar
  • Area bermain anak-anak
  • Bak mandi air panas/Whirlpool
  • Tempat untuk pernikahan dan ruang pertemuan
  • Wifi gratis.

Mengingat hotel ini jadi tempat bersejarah, makna setiap ada event sejarah kemerdekaan tahunan yang biasa diselenggarakan. Di antaranya peringatan perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada bulan September, dan Parade Surabaya Juang di bulan November.

Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya (Aprilia Devi)

Dari catatan detikJatim, teatrikal yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda tentang sejarah Kota Pahlawan.

Acara-acara tersebut juga termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November yang telah rutin digelar sejak tahun 2009. Hotel ini juga masih digandrungi para wisatawan lokal maupun internasional.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Hujan-hujan, Hangatkan Badan di Wisata Air Panas Pangandaran



Pangandaran

Berbagai daerah di Tanah Air tengah dilanda hujan. Untuk menghangatkan badan, tak ada salahnya berkunjung ke wisata air panas Pangandaran. Sudah pernah belum?

Meski terkenal dengan keindahan pantainya, Pangandaran ternyata punya sumber mata air panas di kolam yang berpotensi menjadi objek wisata.

Lokasi kolam air panas itu berada di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Konon air tersebut bersumber dari Gunung Munggang Pare.


Tokoh Masyarakat Padaherang Eris Riswana mengatakan meski Gunung Munggang tiga kilometer dari lokasi kolam air panas. Ia menduga sumber air panas dalam kolam itu berasal dari kaki gunung tersebut.

Ia mengatakan Gunung Munggang itu bersifat aktif, namun senyap. Maksudnya, tidak ada tanda yang menunjukan gunung itu berapi aktif.

“Selama saya hidup sampai saat ini belum pernah meletus,” kata Eris.

Perangkat Desa Kedungwuluh, Anggi mengatakan memang kabarnya Gunung Munggang itu aktif dan menghasilkan sumber air panas di sumur yang tak jauh dari kantor desa.

“Lokasi sumur dan kolam itu berada depan kantor desa,” kata Anggi.

Menurutnya, kolam itu sering dimanfaatkan untuk pemandian air panas.

“Sudah sejak dulu sebelum saya lahir sudah ada. Cuman tepatnya dari kapannya kurang tau pastinya,” katanya.

Bahkan, kata dia, kolam itu sering dipakai warga setempat dan dari luar desa juga. Sebelumnya, tempat tersebut sempat menjadi destinasi wisata warga kampung.

“Dulu sempat di kelola ditarik retribusi, tapi tidak berjalan dan digratiskan sampai saat ini,” ucapnya.

Kendati demikian, kata dia, pihak desa belum pernah mengukur ketinggian gunung tersebut. “Ketinggian sih kurang tau lebih tepatnya. Cuman kalo gunungnya masuk wilayah Desa Karangmulya dan Desa Kedungwuluh,” katanya.

Pemkab Pangandaran Akan Kaji Potensi Wisata Air Panas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran menghitung jumlah potensi destinasi wisata daerah di tingkat desa. Salah satu yang ditinjau Cipanas di Desa Kedunwuluh.

Pjs Bupati Pangandaran Benny Bacthiar mengatakan baru pertama kalinya dengar ada Cipanas di Pangandaran. Tentu hal tersebut menjadi potensi.

“Mudah mudahan, teman-teman di Desa bisa mencari sumber utamanya dimana dan insyaallah kalau ada waktu saya akan mengundang dari tim Geologi untuk mencoba membantu kita untuk melihat apakah mungkin atau tidak ini menjadi destinasi wisata,” ucap Benny.

“Kebayang tidak? Kabupaten Pangandaran itu asumsinya wisata pantai. Tapi ternyata punya juga air panas. Kan kalau ini dikembangkan menjadi luar biasa,” sambung Benny.

Menurutnya, Padaherang ini satu kecamatan di kabupaten Pangandaran yang biasa dilalui kendaraan wisatawan.

“Justru itu, jadi saya inginnya ketika wisatawan masuk ke Pangandaran itu orang sudah tahu, oh ternyata di sini ada tempat wisata ini dan di Kecamatan Kalipucang ada wisata juga,” ucapnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Promo Akhir Tahun! Main di Skorz Dapat Extra 1 Jam Gratis



Jakarta

Menjelang akhir tahun, waktu yang tepat untuk menghabiskan momen seru-seruan bersama teman atau keluarga di tempat yang seru dan penuh aktivitas.

Untuk kamu yang mencari pengalaman bermain yang seru di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, Skorz FX Sudirman hadir dengan promo spesial liburan yang sayang untuk dilewatkan!

Skorz, yang berlokasi di FX Sudirman Level 3, menjadi destinasi hiburan interaktif dengan area seluas lebih dari 2000 meter persegi. Di sini, kamu bisa menikmati 15 arena permainan olahraga yang dirancang untuk semua kalangan, seperti:


  • Basketball & Futsal: Cocok untuk kamu yang ingin adu kekompakan dalam tim.
  • Pickleball: Tantangan unik yang menggabungkan olahraga tenis dan bulutangkis.
  • Mini Golf: Seru untuk dimainkan bersama keluarga.
  • Laser Tag: Rasakan adrenalin bermain laser tag dalam arena penuh aksi.
  • Wall Climbing: Uji keberanianmu dengan memanjat dinding yang menantang.
  • Billiards: Santai sejenak sambil menunjukkan skill.

Bukan hanya itu, fasilitas tambahan seperti ruang ganti, charging spot, kafe, hingga karaoke room menjadikan Skorz FX Sudirman tempat yang nyaman untuk bersantai setelah bermain.

Kabar baiknya, mulai 16 hingga 31 Desember 2024, kamu bisa menikmati tambahan 1 jam bermain di setiap sesi! Dari yang sebelumnya kamu harus membayar untuk bermain hanya selama 2 jam, kini kamu dapat bermain selama 3 jam penuh!

Promo ini berlaku untuk semua sesi setiap hari, pada jam-jam berikut:

Sesi 1: 10.00 – 13.00
Sesi 2: 13.15 – 16.15
Sesi 3: 16.30 – 19.30
Sesi 4: 19.45 – 22.00

Skorz FX Sudirman cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari family day, acara gathering kantor, hingga hangout bersama teman. Dengan promo tambahan 1 jam bermain, momen seru bersama orang terdekat kamu akan makin fun!

Jangan sampai ketinggalan, promo ini hanya berlaku hingga 31 Desember 2024. Yuk, segera pesan tiket kamu di detikevent dan nikmati pengalaman bermain yang pastinya bakal lebih seru dan berkesan di Skorz FX Sudirman!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com