Tag Archives: transportasi

7 Mal di Jakarta yang Terintegrasi dengan Transportasi Umum


Jakarta

Siapa bilang jalan-jalan ke mall harus ribet dengan kendaraan pribadi? Di kawasan Jakarta, banyak mal yang strategis dan mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Traveler pengguna TransJakarta, MRT, KRL, dan LRT sejumlah pusat perbelanjaan dapat diakses dengan nyaman tanpa perlu repot mencari parkir untuk kendaraan pribadi.

Berikut adalah beberapa mall di Jabodetabek yang bisa dijangkau dengan transportasi umum, cocok untuk traveler yang ingin menikmati hari tanpa ribet:


1. Cibubur junction

Mall yang berlokasi strategis di Jl. Jambore No.1, RT.8/RW.7, Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, menawarkan kemudahan akses bagi pengunjung berkat lokasinya yang dekat dengan berbagai moda transportasi umum, seperti halte TransJakarta Cibubur Junction yang terletak tepat di depannya.

Kemudahan juga dirasakan bagi traveler dari Depok yang ingin berbelanja atau sekadar menonton bioskop, traveler dapat memanfaatkan layanan BisKita TransDepok dan turun langsung di halte Cibubur Junction.

Selain itu, akses semakin praktis dengan hadirnya Stasiun LRT Harjamukti yang terintegrasi dengan jaringan kereta LRT, traveler dapat jalan dari pintu keluar selama 5 menit melalui jalur pejalan kaki menuju mall Cibubur Junction bertemu dengan lorong sebelah kanan akan sampai menuju mall Cibubur Junction.

2. Plaza Indonesia

Mall Plaza Indonesia, dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan mewah dan ikonik di ibu kota Jakarta, berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No.Kav.28-30, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat menawarkan keunggulan lokasi yang sangat strategis karena langsung terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, termasuk Halte TransJakarta Bundaran HI Astra.

Traveler bisa menaiki bus nomer 1 tujuan kota – Blok M dari halte TransJakarta Monumen Nasional lalu turun di halte TransJakarta Bundarah HI. Selain itu, terdapat juga stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI tepat berada di depan mall Plaza Indonesia.

Traveler bisa berfoto di area Halte TransJakarta Bundaran HI yang terletak di lantai 2, traveler dapat mengambil foto berlatar belakang Patung Selamat Datang, menciptakan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga berkesan dan penuh keunikan.

3. Points Mall Lebak Bulus

Points Mall berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menawarkan keunikan tersendiri karena terintegrasi langsung dengan Skybridge simpang temu MRT Lebak Bulus, traveler yang turun dari MRT akan disambut dengan pemandangan memukau berupa depo kereta MRT yang terparkir rapih, serta panorama di sepanjang perjalanan melintasi skybridge menuju Points Mall lantai 3.

Traveler juga dapat menikmati aktivitas menarik seperti melihat pemberhentian parkir kereta MRT, melihat kendaraan roda dua dan roda empat dari atas skybride, dan lalu lalang kereta MRT yang melintas, menjadikannya lokasi sempurna untuk mengabadikan momen berswafoto berlatar belakang kereta MRT, menciptakan pengalaman yang unik dan tak terlupakan sebelum memasuki pusat perbelanjaan ini.

4. Aeon Mall Tanjung Barat

AEON Mall Tanjung Barat yang terletak di kawasan strategis di Jl. Raya Tj. Barat No.163, RT.12/RW.4, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, traveler dapat berburu hidangan sushi viral khas Aeon di dalam mal. Di sini traveler dapat bersantai di Sky Garden, sebuah area rooftop yang berada di lantai 5 dengan pemandangan yang menenangkan di atas mall.

Traveler juga dapat duduk dan bersantai di Taman AEON Mall Tanjung Barat yang terletak di luar area mall, memberikan nuansa segar hijaunya pepohonan dan rileks untuk santai dan nongrong sejenak.

Traveler yang menggunakan transportasi umum dapat dengan mudah mengakses mall ini melalui KRL dan turun di Stasiun Tanjung Barat, lalu keluar melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang langsung terhubung dengan mall, menjadikan perjalanan menuju AEON Mall Tanjung Barat semakin praktis untuk berbelanja, bersantai, atau sekadar melepas penat di tempat yang nyaman.

5. Pondok Indah Mall

Mall yang menawarkan akses yang sangat mudah bagi traveler yang menggunakan transportasi umum, karena terintegrasi langsung dengan layanan TransJakarta nomor 8 dengan rute Lebak Bulus – Pasar Baru.

Traveler cukup turun di halte Pondok Indah dan dapat langsung memasuki area mall melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang nyaman, menghubungkan traveler ke dalam kompleks mall yang berada di antara PIM 1 dan PIM 2, memberikan pengalaman akses yang praktis sekaligus memudahkan pengunjung menikmati berbagai fasilitas premium yang tersedia di mall ini.

6. Emporium Pluit Mall

Dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan modern dengan berbagai fasilitas lengkap di Jakarta Utara, lokasinya yang sangat mudah diakses karena berada persis di depan Halte TransJakarta Penjaringan.

Traveler bisa naik turun di stasiun Jakarta Kota lalu disambung melalui halte Transjakarta kali besar barat naik nomer 1A Balai Kota – Pantai Maju kemudian turun di halte transjakarta Penjaringan tepat di depan Emporium Pluit Mall.

Hal ini menjadikan Emporium Pluit Mall pilihan favorit bagi traveler yang menggunakan transportasi umum, memungkinkan traveler untuk langsung masuk ke area mall tanpa perlu berjalan jauh.

Mal ini menawarkan berbagai macam tenant mulai dari toko fashion ternama, restoran dengan cita rasa lokal dan internasional, hingga fasilitas hiburan seperti bioskop yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.

7. Bintaro Exchange Mall

Menjelajahi akuarium BX Sea yang berada di dalam Bintaro Exchange Mall adalah pengalaman yang menarik, di mana traveler dapat melihat beragam ikan-ikan cantik yang memukau dan mendokumentasikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan. Mall ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi hangout bersama teman, keluarga, atau pasangan.

Untuk mencapai lokasi ini, traveler yang menggunakan KRL dapat turun di Stasiun Jurangmangu dan dengan mudah menuju Bintaro Exchange Mall melalui jembatan penghubung yang sudah dilengkapi tanda panah menuju Bintaro Exchange Mall.

Traveler melewati lorong panjang di dalam mall ini hanya memakan waktu sekitar lima menit, sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi pengunjung untuk sampai di akuarium BX Sea, menjadikannya destinasi rekreasi yang praktis dan seru di kawasan Mall Bintaro.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Itinerary Keliling Jakarta Seharian dengan Transportasi Umum



Jakarta

Traveler yang sedang mencari ide liburan untuk mengisi Natal dan tahun baru, detikTravel punya rekomendasinya, nih. Destinasi ini bisa digapai dengan naik transportasi umum.

Traveler mau liburan dengan tema apa nih? Memperkaya edukasi anak, me time atau seru-seruan bersama bestie? detikTravel telah menyusun rangkaian tempat yang bisa kamu kunjungi seharian di Jakarta dengan transportasi umum.

Pagi (08.00 WIB-12.00 WIB)

1. Monas

Destinasi pertama yang bisa kamu kunjungi untuk membuka petualangan kamu adalah Monumen Nasional alias Monas. Traveler bisa nih menikmati indahnya kota Jakarta dengan naik ke puncak Monas atau melihat-lihat di museumnya.


Untuk bisa naik ke Puncak Monas, harga tiketnya Rp 24 ribu untuk dewasa, Rp 13 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Operasionalnya mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Sedangkan harga tiket ke Museum Sejarahnya Rp 8.000 untuk orang dewasa, Rp5.000 untuk mahasiswa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Cara menuju Monas dengan transportasi umum adalah dengan naik Transjakarta dan berhenti di Halte Monas.

2. Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

Setelah puas bermain di Monas, kamu bisa lanjut ke Museum Nasional yang berada di seberangnya. Kamu harus tahu nih, Museum Nasional makin cantik dan kekinian lho. Dijamin berkeliling museum tidak membosankan!

Untuk harga tiket anak-anak (usia 3-12 tahun) Rp 15 ribu/orang, pengunjung dewasa Rp 25 ribu/orang, tikey Imersifa Rp 35 ribu dan untuk turis asing Rp 50 ribu per orangnya. Untuk jam operasionalnya Selasa-Kamis 08.00-16.00 WIB, Jumat-Minggu 08.00-20.00 WIB dan hari Senin tutup.

Di sini, kamu bisa menjelajahi koleksi arkeologi, etnografi, seni rupa, dan ragam pameran. Dan yang sedang digemari sekarang adalah pameran wajah nusantara. Di sini kamu bisa melihat dan mencari tahu keturunan suku menggunakan Augmented Reality, berdasarkan lukisan karya RM Pirngadie. Keren, kan?

Siang (12.00-15.00 WIB)

3. Kota Tua

Sebelum berkeliling Kota Tua, kamu bisa nih mencari makan siang di sekitaran sana. Banyak pilihan kok, mulai dari Cafe Batavia, Taman Fatahillah Food Court, Kedai Kopi Taman Fatahillah dan lainnya. Namun bila ingin makan hemat, banyak pedagang kaki lima yang bisa kamu temui di pinggiran Kota Tua kok.

Setelah makan siang, kamu bisa nih menikmati Kota Tua dengan mendatangi museum-museumnya. Ada Museum Keramik, museum Fatahilla, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

4. Ikut workshop di Museum Seni Rupa dan Keramik

Banyak cara untuk melepas penat keseharian. Salah satu caranya dengan mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta.Mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu kegiatan yang bisa kamu coba untuk me time adalah mengikuti workshop membuat gerabah di Mudeum Seni Rupa. Harganya Rp 50 ribu untuk sekali sesi dan kamu akan mendapatkan pemandu, tanah liat, serta box pembungkus agar bisa dibawa pulang.

Sore (15.00-18.00 WIB)

5. M Blok Space

Destinasi terakhir yang bisa kamu kunjungi adalah kawasan Blok M yang memang sedang hits di tengah anak muda. Menuju kawasa Blok M juga mudah dengan transporrasti umum kok.

Bila naik Transjakarta, kamu bisa turun di beberapa halte, diantaranya Halte CSW, Halte Kejaksaan, dan Halte Blok M.

Bila naik MRT, kamu turun saja di Stasiun MRT Blok M.

Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi adalah M Blok Space. Di sini tak hanya untuk kulineran di berbagai kedai saja, namun banyak pameran menarik yang bisa kamu lihat lho.

M Blok Space sering mengadakan bazaar atau pop-up market yang menampilkan berbagai produk kreatif karya lokal. Kadang juga ada konser mini atau live musik dari seniman lokal.

Kamu yang ingin menambahkan keahlian visa juga mengikuti ragam workshop kreatif dan cari saja jadwalnya di medsos M Blok Space ya.

6. Berburu kuliner viral

Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Setelah puas di M Blok Space, kita bergeser ke kawasan Blok M Square. Di sini kamu bisa menemui ragam makanan dan minuman viral.

Sebut saja Haka Dimsum, Claypot Popo, Uma Oma Cafe, Fitago Ya, Bakmi Tjo Kin, London Layers, Little Salt Bread, Kopi Tuku, Filosofi Cafe, Fumo Chicken Bar, RM Loklin dan banyak lainnya.

7. Taman Literasi

Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

Setelah seharian berkegiatan, kamu bisa nih menikmati sore di Taman Literasi. Banyak juga kafe-kafe yang bisa kamu pilih untuk lokasi ngobrol, bertemu teman atau sekedar me time.

Namun banyak kok kawasan gratis yang bisa kamu duduki di Taman Literasi. Biasanya yang sering dilakukan di sini adalah duduk menghadap ke arah jalur MRT. Bila kamu beruntung, bisa mendapatkan pemandangan kereta MRT lewat dengan latar ciamik langit Jakarta berwarna jingga.

Malam (19.00-20.00 WIB)

8. Makan gultik

Gultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per HariGultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per Hari (Andi Annisa DR/detikcom)

Menutup hari ini kamu bisa menikmati kuliner gultik yang begitu identik dengan kawasan Blok M. Beberapa rekomendasi diantaranya Gultik Agus Budi (Bulungan), Gultik Barito (Depan Gereja Barito), Gultik Sticker, Gultik Mas Tri, Gultik Pak Roni dan Gultik Mas Adit.

Harga kuliner hits ini mulai Rp 10 ribuan.

(sym/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Tempat Kencan Low Budget di Jakarta, Banyak yang Masuknya Gratis!


Jakarta

Bingung cari tempat kencan low budget? Nggak perlu ambil pusing, karena untuk ngisi liburan panjang di Jakarta, kamu bisa menemukan banyak pilihan spot romantis yang ramah di kantong.

Ada ruang publik yang bisa dinikmati bersama masyarakat gratis hingga kawasan bersejarah. Walaupun low budget, tempat-tempat ini juga bisa membuat momen berkesan dan manis bareng pasangan.

Tempat Ngedate Murah di Jakarta

Berikut adalah rekomendasi tempat untuk ngedate low budget untuk quality time bareng pacar atau pasangan versi detikTravel:


1. Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah)

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia. (Weka Kanaka/detikcom)

Museum Nasional Indonesia berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Jakarta Pusat. Harga masuk museum hanya sekitar Rp 25 ribuan untuk orang dewasa (lokal).

Enaknya museum date, kamu mungkin bakal nggak kehabisan topik. Soalnya, kamu bisa bangun obrolan dengan ngomongin topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Mengutip laman resminya, museum ini memiliki koleksi sekitar 190.000an benda. Benda tersebut dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, serta etnografi.

2. Kawasan Blok M

Suasana berwisata di Mbloc Space.Suasana berwisata di Mbloc Space. (Rengga Sancaya/detikcom)

Kawasan Blok M jadi salah satu tempat pacaran Jakarta di malam hari, yang cukup populer di kalangan para anak muda Jakarta. Lokasinya ada di Jakarta Selatan.

Ada apa aja di blok M? Kawasan Blok M terkenal menawarkan berbagai pilihan aktivitas seru untuk pasangan. Mulai dari berburu kuliner viral, nongkrong di cafe, di tambah akses transportasi di sini pun mudah karena dilewati MRT dan jalur TransJakarta.

3. Kota Tua

Warga berjalan di dekat bunga tabebuya yang bermekaran di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin (30/9/2023). Bunga dari pohon Tabebuya yang berasal dari Brazil itu bermekaran dan menambah keindahan kota.Warga berjalan di dekat bunga tabebuya yang bermekaran di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin (30/9/2023). Bunga dari pohon Tabebuya yang berasal dari Brazil itu bermekaran dan menambah keindahan kota. (Ari Saputra)

Untuk membangun suasana sejarah yang romantis, Kota Tua bisa jadi pilihan tempat kencan low budget yang bisa kamu coba. Dari pagi hingga malam, kawasan ini cukup ramai orang terutama di hari libur.

Di sini, kamu dan pasangan kamu menikmati berbagai kegiatan seru tanpa perlu mengeluarkan banyak uang lho.

Pilihannya bisa ke Museum Fatahillah, Museum Wayang, hunting foto, berkeliling dengan sepeda, atau mengunjungi kafe/tenant makan, dan restoran yang ada di sana.

4. Hutan Kota GBK

Hutan Kota GBKHutan Kota GBK. (Tasya Khairally/detikcom)

Untuk edisi picnic date, Hutan Kota GBK bisa jadi pilihannya. Tempatnya ada di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

Untuk masuk ke hutan GBK, kamu tidak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Ruang hijau di menawarkan suasana asri dan sejuk di tengah kota, yang menghadirkan pemandangan gedung-gedung tinggi Jakarta di sekelilingnya.

Di sini, kamu dan pasangan bisa bersantai sambil menikmati suasana atau sambil ngemil menu picnic yang simple, main board game, hingga ngobrol satu sama lain.

5. Perpustakaan Jakarta Cikini

Perpustakaan Jakarta Cikini telah resmi beroperasi. Perpustakaan tersebut diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Kamis (7/7/2022) lalu.Perpustakaan Jakarta Cikini. (Instagram @perpusjkt)

Perpustakaan Jakarta Cikini ada di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Tempat ini buka dari 09.00-17.00 WIB dan jika hari libur tutup sampai 20.00 WIB.

Untuk masuk perpustakaanya, kamu bisa masuk secara gratis kok. Selain itu, banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di sini. Mulai dari nonton teater, foto-foto di spot yang Instagramable, ataupun melihat lukisan.

6. Taman Literasi

Imlekan di Taman LiterasiTaman Literasi Blok M. (Weka Kanaka/detikTravel)

Namanya Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Taman Literasi ini lokasinya ada di kawasan Blok M, dan kamu bisa secara gratis masuk ke sini.

Pembangunan taman ini bertujuan untuk mengaktivasi ruang hijau dan publik kota Jakarta. Terdapat beragam fasilitas di sini, mulai dari healing garden, plaza anak, hingga amphitheater.

Di sini, kamu bisa baca-baca buku di perpustakaan atau sekedar ngobrol di area outdoor. Tenang saja, kalau kelaparan di sekitar lokasi banyak tempat makan yang bisa kamu kunjungi.

7. Pantai Ancol

Suasana Pantai Ancol pada Jumat (10/5/2024)-(Belia/detikcom)Suasana Pantai Ancol pada Jumat (10/5/2024). (Belia/detikcom)

Pantai Ancol lokasinya ada di Jakarta Utara. Dilansir laman website resmi Ancol (15/11/2024), harga tiket masuk Ancol sekitar Rp 30 ribu (motor) dan Rp 30 ribu (mobil).

Di sini, kamu bisa bermain di Pantai selama seharian penuh. Tidak hanya bisa memandangi laut dan pasir putih, di sini kamu juga bisa piknik di Ecopark Ancol, kulineran, melihat pameran seni di Pasar Seni, atau keliling Ancol gratis pakai bus Wara Wiri maupun kereta Sato Sato.

Itu tadi beberapa rekomendasi tempat kencan low budget di Jakarta yang bisa kamu kunjungi. Dengan memanfaatkan tempat-tempat tadi, kamu dan pasangan bisa menikmati quality time tanpa perlu membebani dompet.

(row/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Cara ke Hutan Kota GBK: Jam Buka dan Fasilitasnya


Jakarta

Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) adalah salah satu ruang hijau yang hits di Jakarta. Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan.

Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

Akses dan Rute ke Taman Kota GBK

Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore.Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore. (Grandyos Zafna/detikcom)

Masuk ke Hutan Kota GBK gratis (tidak dipungut biaya). Letaknya sangat strategis karena berada di jantung Jakarta, sehingga akses menuju Taman Kota GBK cukup mudah.


Taman ini bisa dijangkau menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Mengutip laman Jakarta Tourism dan catatan detikTravel, berikut adalah panduan untuk ke Taman Kota GBK:

1. Cara ke Hutan Kota GBK Naik TransJakarta

Halte terdekat dari Taman Kota GBK adalah Halte Polda Metro Jaya di dekat pintu 7 GBK. Selain itu, traveler juga bisa berhenti di Halte Senayan Bank DKI (dulu halte GBK).

Traveler bisa naik Transjakarta koridor 1 Jurusan Blok M-Kota atau koridor 3F Kalideres – Halte Senayan Bank DKI. Dari halte itu, traveler bisa melanjutkan dengan berjalan kaki untuk sampai ke Hutan Kota GBK.

  • Dari Jakarta Timur: Naik Transjakarta koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) – turun di Halte Transjakarta Cawang UKI – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Barat dan Jakarta Selatan: Naik Transjakarta koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) – transit di Kuningan Barat – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Utara: Naik Transjakarta koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit) – turun di Halte Transjakarta Kota – naik koridor 1 (Kota-Blok M) turun di Halte Senayan Bank DKI (GBK) – dari Halte GBK, bisa masuk lewat pintu 5 di samping Mal FX atau pintu 6.

2. Cara ke Hutan Kota GBK Naik MRT

Jika naik MRT ke Taman Kota GBK maka turunnya di Stasiun MRT Istora Mandiri. Traveler bisa keluar dari stasiun yang dekat dengan pintu 6 GBK. Dari stasiun MRT Istora mandiri ke Hutan Kota GBK bisa jalan kaki sekitar 9 menit.

3. Cara ke Hutan Kota GBK Naik KRL

Jika menggunakan KRL ke Hutan Kota GBK, traveler bisa turun di stasiun Palmerah. Dari stasiun, traveler bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek online.

4. Cara ke Hutan Kota GBK dengan Kendaraan Pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, traveler bisa memasuki area kompleks GBK dan mencari area Parkir Selatan GBK. Sementara, sepeda motor bisa diparkir di area Stadion Akuatik dan Helipad.

Jam Buka Hutan Kota GBK

Cara ke Taman Kota GBK Naik MRTHutan Kota GBK. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Hutan Kota GBK buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB. Jadwal itu tercantum pada papan informasi di depan Hutan Kota GBK.

Fasilitas Hutan Kota GBK

Tersedia banyak fasilitas di Hutan GBK, di antaranya:

  • Area kolam trembesi dengan konsep alas kayu di atasnya.
  • Jogging track
  • Bangku taman
  • Ruang ganti
  • Toilet
  • Foodcourt.

Pengunjung juga bisa bawa makanan ke Hutan Kota GBK. Namun, perlu diingat jika membawa makanan dan minuman selalu jaga kebersihan dan buang sampahnya ya.

(khq/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rute ke Dieng dari Jakarta Naik Kereta Api Beserta Waktu Tempuhnya


Dieng terletak di Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Bagi para traveler yang ingin pergi ke Dataran Tinggi Dieng, perjalanan dari Jakarta bisa menjadi pengalaman seru tersendiri.

Apalagi kalau perjalanannya ditempuh dengan kereta api. Kamu mungkin akan menikmati perjalanan yang santai sambil melewati berbagai pemandangan indah di sepanjang jalur rel. Ketahui rutenya dalam artikel ini.

Rute ke Dieng dari Jakarta Naik Kereta 2024

Kalau dari Jakarta ke Dieng lebih dekat Stasiun Purwokerto. Traveler bisa mengawali perjalanan dari Jakarta di Stasiun Gambir atau Stasiun Pasar Senen.


Umumnya, perjalanan dari Jakarta ke Wonosobo naik kereta ditempuh sekitar 4 jam lebih.
DIlihat detikTravel dari laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (27/08/2024), berikut adalah daftar stasiun asal beserta stasiun tujuan dalam rute dari Jakarta ke Dieng dari stasiun tujuan terdekatnya.

1. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Purwokerto

  • Kereta Api Fajar Utama Solo – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bengawan – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Fajar Utama Yk – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Sawunggalih – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gajahwong – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Kutojaya Utara – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Serayu – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Jaka Tingkir – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bangunkarta – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Jayakarta – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Senja Utama Yk – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Singasari – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bogowonto – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Mataram – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Progo- Stasiun Purwokerto

Perjalanan dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Purwokerto ditempuh sekitar 4 jam 36 menitan. Biasanya, keberangkatan dari Stasiun Pasar adalah kereta-kereta kelas ekonomi, sehingga harganya lebih terjangkau.

Harga tiket kereta keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Purwokerto berkisar mulai dari Rp 100 ribuan hingga Rp 600 ribuan.

2. Keberangkatan dari Stasiun Gambir (Jakarta) ke Stasiun Purwokerto

  • Kereta Api Argo Semeru – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Argo Dwipangga – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Taksaka – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bima Compartment – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bima – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gajayana Luxury – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gajayana – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Argo Lawu – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Argo Lawu Luxury – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Purwojaya – Stasiun Purwokerto

Perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Purwokerto ditempuh sekitar 4 jam 23 menitan. Biasanya, keberangkatan dari Stasiun Gambir adalah kereta-kereta kelas luxury yang harganya cenderung lebih tinggi dari kereta yang dari Stasiun Pasar Senen.

Harga tiket kereta keberangkatan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Purwokerto berkisar mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 jutaan.

Seorang warga lokal Desa Gembol yang berjarak sekitar 3 km dari Dieng, Wiwig Prayugi, membagikan pengalaman perjalanannya dari Jakarta ke Dieng.

Wiwig sendiri sering bolak balik Dieng-Jakarta setiap bulannya. Berdasarkan pengalamannya, ia lebih suka naik kereta dari Jakarta keberangkatan pada malam hari.

“Paling enak kalau KA dari Jakarta malam. Biasanya yang paling murah dari Gambir KA Purwojaya jam 21.00 sampai Purwokerto jam setengah 2 (dini hari),” kata Wiwig saat dihubungi detikcom pada (29/08/2024).

Selain Stasiun Purwokerto, sejatinya traveler juga bisa memilih untuk berhenti di Yogyakarta atau Semarang. Namun, pilihan kereta di Purwokerto lebih banyak dan lebih cepat.

“Enaknya dari Purwokerto, pilihan kereta banyak. Yang ke arah Solo dan Yogya lewat, ada juga yang lewat Cilacap. Kalau menurut saya, jamnya enak sih. Dari Jakarta misal Gambir banyak pilihan dari keberangkatan pagi dan malam. Sebenarnya, lewat Semarang juga pilihannya banyak. Tapi, dari Semarang ke Wonosobo lebih lama,” jelasnya.

Ada juga alternatif lain, yakni melewati Pekalongan. Namun, rute ini tidak disarankan oleh Wiwig karena di sana cukup sulit mencari transportasi umum.

“Tidak disarankan untuk yang mengandalkan transportasi umum karena susah banget. Kecuali sudah kenal orang lokal atau pesan trip minta dijemput di Pekalongan juga lebih dekat. Tapi, harus dipastikan yang menjemput paham jalan tembusan Pekalongan-Batang-Dieng, soalnya banyak berkelok-kelok curam dan sering ada kecelakaan,” ungkapnya.

Perjalanan dari Purwokerto ke Dieng

Dari Stasiun Purwokerto, traveler bisa melanjutkan perjalanan menaiki bus atau travel untuk menuju Wonosobo terlebih dahulu.

“Dari stasiun ke terminal PWT bisa naik ojol (ojek online) aja biar cepet. Bus ada yang Patas AC Nusantara jurusan PWT-SEMARANG dengan biaya Rp 80-90 ribu. Yang ekonomi sekitar Rp 50 ribuan. Untuk bus ekonomi lama banget ngetem-ngetem gitu,” kata Wiwig.

Bus Patas hanya ada 2 kali sehari. Sementara, waktu tempuh naik bus dari Purwokerto ke Wonosobo kurang lebih 3 jam.

Setelah sampai terminal Wonosobo, traveler perlu melanjutkan perjalanan lagi untuk sampai Dieng. Kita bisa naik microbus atau dengan transportasi online untuk menuju ke sana.

“Dari Wonosobo ada microbus ke Dieng bayarnya Rp 20 ribu, tapi ngetem lama. Sarannya setelah turun dari agen travel atau terminal, lebih baik nyetop bus di daerah Kalianget, luar kota Wonosobo, micro busnya udah jalan itu nggak ngetem-ngetem lagi. Kalau mau cepat dan rombongan, bisa naik grab/gocar sekitar Rp 270 ribuan,” katanya.

Wiwig merekomendasikan untuk menggunakan jasa agen travel daripada bus. Karena jam keberangkatannya lebih banyak dan bisa langsung dijemput di Stasiun Purwokerto.

“Travel yang paling recommended langganan tiap saya mudik, biaya Rp 110 ribu itu udah dijemput di stasiun dan tiap 2 jam ada. Ada travel yang berangkat jam 3.30 jadi bisa sampai Dieng lebih pagi, pas nanjak kebagian sunrise,” ujar Wiwig.

“Agen travel perlu booking by WhatsApp gitu. Ada juga Joglosemar dan agen travel yang bisa dibook di app tiket,” pungkasnya.

Wisata Dieng

Dieng adalah sebuah dataran tinggi di Jawa Tengah, yang terkenal sering jadi tujuan destinasi wisata. Dataran Tinggi Dieng menawarkan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah.

Bahkan, sering disebut sebagai “Negeri di Atas Awan”. Kawasan Dieng terkenal dengan berbagai destinasi wisata seperti telaga, kawah, hingga andi-candi peninggalan Hindu kuno.

(khq/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Stasiun Gadis Kretek di Dunia Nyata, Ternyata Ada di Semarang



Jakarta

Serial Gadis Kretek menyita perhatian publik. Salah satu latar dalam adegan yang terkenal adalah stasiun kereta api. Ternyata, stasiun itu eksis di dunia nyata.

“Temui saya di stasiun minggu depan, saya akan pulang.”

Itulah potongan dialog yang diucapkan Mas Raja kepada Jeng Yah saat mereka bertemu di stasiun kereta api. Stasiun kereta api ini bukan sengaja dibangun demi kepentingan syuting melainkan menggunakan bangunan yang memang sudah ada sejak zaman Belanda.


Mengutip postingan PT Kereta Api Indonesia di X, stasiun yang menjadi latar Gadis Kretek itu adalah Stasiun Tuntang yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.

Stasiun ini adalah stasiun kereta api kelas III dengan gaya arsitektur “Chalet NIS”. Gaya ini banyak digunakan di stasiun-stasiun awal abad ke-20.

Stasiun Tuntang dibangun pada 1871 dan mulai beroperasi pada 21 Mei 1873. Namun, bangunan yang sekarang eksis itu sudah direnovasi dan merupakan generasi kedua yang berasal dari tahun 1905.

Meskipun stasiun kecil, Stasiun Tuntang punya peran penting dalam mengangkut hasil perkebunan. Pengiriman karet, gula, kopi, dan coklat dari Ambarawa pasti melewati Stasiun Tuntang.

Selain itu, Stasiun Tuntang tempo dulu juga menjadi tempat transit dari layanan bus milik NIS yang memiliki trayek Stasiun Tuntang – Kota Salatiga. Pada 1921, layanan bus tersebut kemudian diakuisisi oleh perusahaan otobus swasta, Eerste Salatigasche Transport Onderneming (ESTO).

Pada 1 Juni 1970, Stasiun Tuntang sempat non aktif. Alasannya, stasiun ini kalah saing dengan moda transportasi lain dan kendaraan pribadi. Stasiun lantas beralih fungsi sebagai museum.

Sampai pada 2002, ketika jalur Ambarawa – Tuntang kembali dibuka, Stasiun Tuntang dilewati kereta uap wisata atau kereta diesel vintege. Dengan kata lain, saat ini Stasiun Tuntang aktif menerima kereta wisata.

Tak hanya itu, stasiun ini juga menjadi tempat penyimpanan sebagian lokomotif diesel. Rencananya, Stasiun Tuntang akan menjadi museum lokomotif diesel.

(pin/fem)





Sumber : travel.detik.com

Naik Bus Jogja Heritage Track



Yogyakarta

Yogyakarta tidak pernah kehabisan cara memanjakan wisatawan. Dengan modal sekali klik di smartphone, traveler bisa loh menikmati jalan-jalan keliling Jogja gratis selama satu jam, sudah begitu ditemani pemandu atau edukator.

Cara baru untuk memudahkan wisatawan dan promosi wisata Yogyakarta itu bernama Jogja Heritage Track. Fasilitas itu dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bus Jogja Heritage Track (JHT) diresmikan pada Maret 2022, namun setiap tahunnya dilakukan relaunching dengan penambahan konsep baru. Di tahun 2024 JHT menambah konsep night tour atau jalan-jalan malam melintasi Jalan Malioboro. Tujuan utama dioperasikannya JHT adalah untuk memperkenalkan sumbu filosofis Jogja kepada para pengunjung.


“Rencananya kita akan jalan-jalan mengenai tema historikal atau perjuangan Jogja sebagai ibu kota republik, dan juga rute kuliner, dan juga rute religius. Saat ini baru digodok sama Dinas Kebudayaan, siapa tahu di tahun ini bisa di-launching,” kata Budi, salah satu edukator Bus Jogja Heritage Track.

Bus JHT memiliki dua jenis bus, yakni bus Kraton yang berwarna kuning dan bus Malioboro berwarna merah. Selama satu jam perjalanan, traveler akan diajak mengelilingi Jogja sesuai rute yang traveler pilih ketika melakukan reservasi.

Bus wisata gratis di Yogyakarta Bus Jogja Heritage Track (JHTBus wisata gratis di Yogyakarta Bus Jogja Heritage Track (JHT) (Arawinda Dea Alisia)

_

Perjalanan akan semakin lengkap karena traveler akan ditemani edukator yang siap menceritakan sejarah Jogja dari masa Panembahan Senopati hingga saat ini. Kabar baiknya, seluruh fasilitas tersebut bisa traveler dapatkan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Karena memang di sini gratis, kami difasilitasi menggunakan dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Budi.

Tertarik untuk menaiki Bus Jogja Heritage Track ini? Yuk, simak prosedur, rute, dan cara reservasinya.

Prosedur Operasional Jogja Heritage Track

  1. Bus beroperasi mulai hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00, dengan libur di hari Senin.
  2. Seluruh pendaftaran dilakukan melalui website jogjaheritage
  3. Minimal usia peserta Bus JHT adalah 15 tahun atau setara SMP. Apabila usia anak-anak atau di bawahnya (bayi yang dipangku atau di gendong) belum bisa difasilitasi.
  4. Kuota Reguler dalam 1 bus adalah 8 orang.
  5. Reservasi mandiri dibuka sejak H-3 mulai pukul 12.00 WIB hingga kuota terpenuhi.
  6. Apabila terdapat peserta yang membatalkan reservasi maka jadwal pada website akan kembali di buka.
  7. Peserta group dapat melakukan reservasi maksimal 5 orang.
  8. Peserta wajib mengenakan pakaian batik, kemeja, dan bersepatu. Dilarang menggunakan kaos, celana pendek, dan bersandal.
  9. Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelumnya di meeting pointl yaitu di Kantor JTTC, Sleman. Cek lokasi di sini.
  10. Masing-masing peserta diwajibkan mengisi link evaluasi setelah selesai mengikuti kegiatan dengan scan barcode yang tersedia.

Rute Jogja Heritage Tour

Mengusung konsep city tour, traveler akan dibawa selama satu jam mengelilingi Jogja sesuai dengan rute yang dipilih. Tidak hanya berkeliling saja, nantinya traveler diajak turun melihat langsung destinasi wisata pilihan seperti Museum Sonobudoyo, Panggung Krapyak, atau Teras Malioboro.

Berikut daftar selengkapnya :

1. Sangkan Paraning Dumadi

Beroperasi pukul 08.30 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rutenya meliputi meeting point, Tugu, Keraton, dan berhenti sebentar di Panggung Krapyak

2. Paraning Dumadi

Beroperasi pukul 11.00 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rute meliputi meeting point, Tugu, Keraton Yogyakarta, dan berhenti sebentar di Teras Malioboro.

3. The Legacy

Beroperasi pukul 14.00 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rutenya meliputi meeting point, Pojok Benteng, Keraton, dan berhenti sebentar di Museum Sonobudoyo.

4. Colonial Heritage (night tour)

Beroperasi hanya pada Hari Rabu pukul 18.00 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rutenya meliputi meeting point, Tugu Pal, Stasiun Tugu, Malioboro, Titik Nol KM, Bintaran, dan Kota Baru.

Cara Reservasi Bus Jogja Heritage Tour

  1. Buka website jogjaheritage
  2. Klik menu “Reservasi Bus Jogja Heritage Track”
  3. Pilih tanggal pemesanan yang diinginkan.
  4. Klik “Liat Jadwal Keberangkatan” dan akan muncul pilihan rute berdasarkan detail informasi sesuai yang diinginkan.
  5. Jika belum terdapat keterangan “Full Booked” maka traveler masih bisa memilih rute tersebut.
  6. Jika sudah menentukan pilihan rute dan bus, pilih menu “Pesan Sekarang”.
  7. Mulailah mengisi keterangan yang tersedia dengan baik dan benar berupa jumlah penumpang, nama penumpang, tanggal lahir, instansi, kota asal, nomor WhatsApp, dan alamat email.
  8. Selanjutnya, untuk mendapat kode OTP, traveler dapat memilih “Kirim OTP WA” atau “Kirim OTP Email”.
  9. Setelah mendapatkan kode, traveler memasukkan kode OTP pada kolom yang tersedia.
  10. Setelah semua keterangan terisi lengkap , klik “Pesan Sekarang”
  11. Setelah itu, pesanan akan diproses oleh admin dan traveler akan mendapatkan informasi lebih lanjut melalui WhatsApp atau Email yang traveler cantumkan.

Demikian ulasan lengkap mengenai Jogja Heritage Track yang bisa menjadi alternatif traveler ketika ingin berkeliling Jogja no budget. Meskipun gratis, pengalaman yang ditawarkan JHT sangat menarik loh, jadi tunggu apalagi? Segera lakukan reservasi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini dia 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta



Jakarta

Halte-halte Transjakarta memiliki fasad unik dan estetik. Ini dia empat halte Transjakarta yang istimewa itu.

Meskipun sudah tidak berstatus sebagai ibu kota, Jakarta dapat dinilai sebagai salah satu Kota di Indonesia dengan akses transportasi umum yang sangat baik. Salah satu terobosan adalah sejak dioperasikannya TransJakarta atau yang dikenal dengan TiJe.

Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Kini, terdapat 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor. Dengan begitu TiJe berhasil dinobatkan sebagai jalur lintasan terpanjang di dunia yakni sejauh 251.2 km.


Tak hanya dirancang sebagai transportasi pendukung aktivitas Kota Jakarta yang padat, kini Halte TiJe juga bertransformasi menjadi salah satu tempat epic dengan bentuk fasad dan fasilitas yang lengkap.

Perubahan itu diklaim untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Berkat keunikan tersebut, tak jarang spot-spot beberapa halte digunakan para wisatawan untuk sekadar menikmati pemandangan cityscape atau mengabadikan foto di sana.

Berikut detikTravel rangkum 6 spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta bisa ditempuh hanya menggunakan TransJakarta koridor 1, yang cocok jadi spot hunting foto bikin makin kece instagrammu!

Halte Karet Sudirman

Masuk dalam 10 halte yang direvitalisasi pada tahun 2023, Halte Karet menjadi salah satu halte estetik yang perlu kamu singgahi.

Cipta karya Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu membangun JPO yang tak biasa. JPOS atau Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda ini dibuat tanpa atap dan bentuk yang unik. Bentuknya bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuk tersebut terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Halte ini juga tak beratap dengan alasan agar para penggunanya dapat melihat bebas pemandangan Kota Jakarta secara luas. Dengan dominasi warna coklat dan hitam, halte ini cocok dengan segala jenis outfit yang kamu gunakan.

Sayangnya, saat hujan dan panas sangat terik, pengguna harus merasakan langsung karena halte ini tidak dilengkapi dengan atap.

Tak perlu khawatir jika kamu hanya memiliki waktu malam hari untuk ke sana, karena halte ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan halte ini semakin ciamik.

Jika berkunjung ke sini jangan lupa untuk naik ke daerah anjungan yang berada di atas untuk memotret dengan latar jalan dan gedung tinggi di sekitarnya.

Halte Dukuh Atas

Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)

Selanjutnya adalah Halte Dukuh Atas. Berbeda dengan halte sebelumnya, untuk memotret foto yang epik traveler perlu menuju skydeck nya yang berada di lantai 2. Dengan bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem serta coklat menciptakan kesan yang hangat dan minimalis.

Dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta. Lokasi ini cocok bagi traveler yang ingin mencari lokasi foto anti mainstream dengan pemandangan modern khas Kota Jakarta.

Saat ini Halte Dukuh Atas juga dihiasi oleh karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas membuat halte ini terlihat cantik dan estetik untuk spot berfoto.

Halte GBK

Halte ini memiliki ikon yang cukup unik, yakni batang pohon yang berada di dalam halte. Tak memilih untuk menebangnya, pihak TransJakarta justru memilih melubangi atapnya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon.

Tak hanya itu, halte ini juga terintegrasi dengan JPO yang memiliki bentuk yang unik dan estetik. JPO nya dikelilingi oleh atap cincin berbentuk segiempat yang disusun memutar. Bukan tanpa makna, bentuk ‘gelora’ ini merupakan simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Hal tersebut juga menjadi representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan area senayan dan GBK.

Bentuk JPOnya yang unik membuat halte ini kerap dijadikan spot foto yang instagramable bagi semua kalangan.

Halte Bundaran HI

Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/1/2023).Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Halte ini menjadi salah satu halte viral yang tak pernah sepi pengunjung. Selain lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Halte Bundaran HI juga memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

Lokasi skydeck nya berada di lantai 2, untuk menuju ke sana traveler perlu melakukan tap-in menggunakan kartu elektronik. Selain bisa berfoto dengan pemandangan Bundaran HI, dari atas sana juga terlihat pemandangan epik cityscape gedung-gedung tinggi Jakarta.

Setelah puas berfoto, traveler bisa membaca kisah di balik proses revitalisasi Halte Bundaran HI dan kisah tentang patung selamat datang yang ada di Bundaran HI.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gratis, Bebas Asap Rokok, Fasilitas Lengkap



Jakarta

Siapa bilang taman-taman keren hanya ada di Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan, ternyata di Jakarta Utara juga terdapat taman yang keren dengan fasilitas lengkap. Taman Sungai Kendal.

Di taman itu terdapat taman bermain anak-anak, skatepark hingga area hijau yang luas. Asyiknya lagi semua fasilitas semua bisa dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

Taman Sungai Kendal terletak di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, taman itu berdiri di area seluas kurang lebih 3,5 hektar. Sejak diresmikan pada 2019, taman itu langsung menjadi primadona warga untuk menghabiskan waktu luang mereka, mulai pagi, siang, hingga sore.


detikTravel datang untuk melihat secara langsung penampakan taman yang fasilitasnya lengkap itu. Di awal masuk, parkiran yang luas bisa untuk ditempat beberapa mobil dan juga puluhan motor dan untuk bisa mencapai ke area bermain, pengunjung perlu melewati jembatan-jembatan yang pas untuk dijadikan spot berfoto juga lari tipis-tipis.

Selagi berjalan di jembatan, pengunjung juga disuguhkan dengan kolam-kolam yang berada bawah jembatan tersebut, terlihat beberapa ikan yang muncul ke permukaan namun terdapat larangan untuk memancing ikan di Taman Sungai Kendal ini.

Setelah melewati jembatan-jembatan tersebut, barulah terlihat taman-taman bermainnya. Di buka dengan permainan-permainan jadul seperti ular tangga yang berukuran besar, namun sayang cat pada area bermain sudah sedikit memudar. Dari area ini, terdapat dua jembatan yang bisa pengunjung akses untuk menuju area bermain yang lebih besar.

Taman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Di sana terdapat area bermain anak-anak yang sudah ramai didatangi oleh pengunjung, wahana perosotan jadi pilihan anak-anak yang bermain di sini. Mereka rela mengantre untuk bergiliran mencobanya, selain perosotan ada pula ayunan yang tak kalah ramainya dijajal oleh anak-anak.

Dan di ujung dekat area bermain ini terdapat lapang serbaguna dan juga skatepark yang bisa digunakan oleh pengunjung dengan gratis. Selagi anak-anak bermain dengan riang, para orang tua yang mengantar bisa duduk manis di bawah pohon-pohon yang rindang.

Suasana dan cuaca di taman ini pun begitu berbeda dengan image Jakarta Utara yang berdebu, Taman Sungai Kendal ini begitu tenang dan juga angin berhembus dengan sejuk. Hal-hal tersebutlah yang menjadi pilihan para warga sekitar untuk membawa anak-anak mereka berkunjung ke taman ini.

Ajeng yang merupakan warga Bakti Cilincing mengungkapkan sudah beberapa kali datang ke taman ini, sedari dulu ia senang untuk berkunjung ke taman ini. Terlebih saat memiliki buah hati, saat diajak ke taman ini sang anak begitu senang karena bisa eksplor kawasan ini dan bermain permainan.

“Sering udah beberapa kali ke sini dari sebelum nikah sampai sekarang punya anak sering beberapa kali karena lebih dekat aja dari rumah saya, nggak terlalu jauh gitu jadi gampang lah untuk ke sininya juga. Terus di sininya juga aman untuk anak-anak karena bebas rokok, fasilitasnya juga cukup sih untuk duduk, piknik, atau untuk main anak-anak tuh cukup cuma ya diperbaiki aja sih sedikit soalnya masih ada beberapa sampah,” kata Ajeng dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (1/7/2024).

Taman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Di taman tersebut, Ajeng dan keluarganya tengah asyik menikmati udara yang sejuk. Sang anak yang bernama Naya pun yang sudah berkeringat sehabis bermain dan mencoba perosotan serta ayunan.

Senada dengan Ajeng, Neneng pun datang bersama keluarga ke Taman Sungai Kendal ini, dengan fasilitas lengkap dan area yang luas ini tak ada pungutan biaya untuk pengunjung yang ingin memasukinya.

“Udah beberapa kali sih datang ke sini, soalnya kan deket terus taman bermainnya juga enak buat anak-anak. Terus anak-anak juga bisa eksplor ke mana-mana gitu jadi ada banyak aktivitas sih di sini, selain gratis tempatnya juga nyaman dan bersih,” kata Neneng.

Bahkan ia menunjukkan salah satu anaknya yang hampir setiap hari datang ke taman ini, walaupun ia menyebut jarak rumah ke taman ini cukup jauh sekiranya tiga kilometer. Namun yang membuatnya dan keluarga kerap datang ke sini karena terdapat transportasi JakLinko.

“Ini nih sering hampir setiap hari, padahal lumayan jauh juga loh jaraknya sekitar tiga kiloan ya, daerah Cakung kita Jalan Baru. Udah gitu ada JakLinko gratis juga kan jadi mempermudah,” kata dia.

Neneng biasa menghabiskan waktu di taman ini sedari pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIB, dan akan kembali ke rumah saat menjelang adzan maghrib. Ya, jam operasional Taman Sungai Kendal ini dibuka pada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Pengamanan Dalam (Pamdal) Wilayah Rorotan, Jakarta Utara, Susiarti mengatakan masyarakat yang datang ke taman di momen libur sekolah ini mengalami peningkatan. Walaupun peningkatannya tak signifikan tapi terlihat dari banyak yang datang di hari biasa.

“Untuk libur sekolah di hari biasa itu masih seperti biasa tapi agak meningkat sedikit ya. Kalau setiap weekend rame walaupun nggak ada libur sekolah tetap rame, biasanya kalau rame itu di sore di jam setengah empat sore sampai magrib itu rame,” ujar Susiarti.

Taman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Susiarti juga mengatakan banyak masyarakat yang datang ke sini membawa keluarganya sebagai tempat rekreasi. Karena dengan banyaknya fasilitas bermain untuk anak, jadi membuat anak merasa senang saat diajak ke Taman Sungai Kendal ini.

“Kalau keluarganya yang datang ke sini ya mereka mengajak putra dan putrinya ya untuk bertamasya, mengenal lingkungan ‘ini loh taman kita yang indah, yang kita kunjungi nggak harus berbayar di sini fasilitas semuanya gratis’. Jadi putra dan putri mereka itu cukup bahagia juga antusias, cukup memberikan semangat dan kebahagiaan bagi putra-putri mereka,” katanya.

Jadi buat kamu warga Cilincing dan sekitarnya nggak usah jauh-jauh cari taman yang lengkap dan sejuk, tinggal datang ke Taman Sungai Kendal saja. Di taman ini juga sudah disediakan toilet yang bersih dan juga mushola.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta yang Wajib Dikunjungi


Jakarta

Berburu spot foto estetik dan Instagramable, tidak melulu harus di tempat yang jauh atau mahal lho detikers. Ternyata, Halte TransJakarta (TiJe) juga punya banyak spot foto menarik untuk diabadikan lho.

Transjakarta sendiri merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang telah beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta.
Saat ini, terdapat sekitar 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor.

Kini, halte TiJe turut bertransformasi menjadi salah satu tempat dengan fasad, fasilitas yang cukup lengkap. Ditambah dengan desain arsitektur unik hingga pemandangan kota yang menawan, tak heran jika banyak orang yang mengabadikan foto di sana.


Halte TransJakarta dengan Spot Foto Estetik

detikTravel telah merangkum beberapa spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta, yang bahkan bisa ditempuh hanya melalui TransJakarta koridor 1.

Berikut adalah spot foto estetik di Halte TransJakarta yang wajib kalian coba kunjungi:

1. Halte Bundaran HI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan renovasi halte TransJakarta Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022).Momen saat mantai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meresmikan renovasi halte TransJakarta Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022). Foto: Rifkianto Nugroho

Halte Bundaran HI memang menjadi salah satu halte viral, karena memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

Terlebih lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar dan perkantoran. Membuat kita dimanjakan dengan pemandangan cityscape, gedung-gedung tinggi Jakarta yang menawan.

Lokasi skydeck ada di lantai 2. Untuk menuju ke sana, kamu hanya perlu melakukan tap-in dengan kartu elektronik atau e-money di halte ini.

Warga antre foto di anjungan halte TransJ Bundaran HI (Rumondang Naibaho/detikcom)Warga antre foto di anjungan halte TransJ Bundaran HI Foto:Rumondang Naibaho/detikcom

Untuk kalian yang cari citylight, maka waktu yang tepat untuk ke sini adalah menjelang magrib atau malam hari. Seringnya, spot ini ramai jadi harap bersabar jika kalian perlu mangantre.

2. Halte GBK

PT. Transportasi Jakarta (TransJakarta) telah merampungkan revitalisasi Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Yuk kita lihat hasilnya.Kondisi Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat setelah direvitalisasi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Foto: Grandyos Zafna

Halte GBK juga salah satu punya ikon yang cukup unik, karena ada batang pohon yang berada di dalam halte.

Pihak TransJakarta memilih tidak menebangnya, sehingga mereka melubangi atap haltenya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon tersebut.

Selain itu, halte ini terintegrasi dengan JPO dengan bentuk yang unik dan estetik. Pasalnya, JPOnya dikelilingi atap cincin yang memutar.

Bentuk tersebut mengandung arti ‘gelora’, simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Nah, JPO halte GBK inilah yang sering jadi spot foto estetik bagi mereka yang turun di halte ini.

3. Halte Karet Sudirman

Halte TransJakarta Karet di Jakarta Pusat yang sempat direvitalisasi kini buka kembali. Halte tersebut sudah melayani penumpang TransJakarta.Halte TransJakarta Karet di Jakarta Pusat. Foto: Andhika Prasetia

Halte Karet termasuk halte viral di sosmed, karena punya Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda (JPOS) estetik. Spot foto ini sudah banyak diabadikan dan berseliweran di sosmed.

JPOS di halte ini dibuat tanpa atap dengan bentuk yang unik, bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuknya terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dominasi warna coklat dan hitam, halte ini bakal cocok dengan hampir semua jenis outfit yang kamu gunakan. Di sini, kalian bisa melihat bebas pemandangan Kota Jakarta yang dikelilingi gedung pencakar langit secara luas.

Jika malam hari, akan ada lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan dan suasana halte semakin cantik. Untuk memotret dengan latar jalan dan gedung-gedung tinggi, kamu bisa naik ke daerah anjungan yang berada di atas.

4. Halte Dukuh Atas

Halte Dukuh AtasSuasana tampilan Halte Dukuh Atas. Foto: Halte Dukuh Atas (dok City Vision)

Halte Dukuh Atas punya bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem dan coklat, sehingga menciptakan kesan minimalis yang keren. Di halte ini, kita akan dikelilingi pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta.

Tidak hanya itu, di sini juga terdapat karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas. Spot tersebutlah yang jadi tempat cantik dan estetik untuk berfoto.

Itu tadi beberapa halte TransJakarta yang punya spot foto estetik. Jadi, jangan ragu untuk mengunjungi Halte TransJakarta dan abadikan momen terbaik kalian di sana ya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com