Tag Archives: transportasi

Itinerary Sehari Hemat Buat Akhir Pekan



Jakarta

Bekasi bisa menjadi tujuan akhir pekan traveler buat healing sejenak. Berikut rekomendasi liburan sejenak di Bekasi.

Wisata di Bekasi ini mencakup Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Kini, akses ke Bekasi lebih mudah dengan transportasi publik. Selain kereta api, Bekasi terhubung dengan Transjabodetabek.

Bekasi memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata alam, taman permainan buatan, hingga tempat-tempat bersejarah.


Healing Hemat di Bekasi Saat Akhir Pekan:

Berikut tujuh rekomendasi tempat wisata di Bekasi yang cocok untuk anak-anak dan keluarga, lengkap dengan daya tarik, jam buka, dan harga tiket masuknya.

1. Taman Hutan Kota Bekasi

Sejumlah pohon di kawasan Hutan Kota Bekasi mati saat musim kemarau tahun ini.Hutan Kota Bekasi (Rengga Sancaya)

Alamat: Jalan Veteran No 46, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Jam buka: 06.00-22.00 WIB.
Harga tiket: gratis.

Traveler tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar tiket masuk di Taman Hutan Kota Bekasi. Traveler bisa datang langsung ke kawasan Alun-alun M Hasibuan Kota Bekasi.

Sempat tidak terurus dan menjadi pangkalan pedagang kaki lima, kini Hutan Kota Bekasi kembali rapi dan bisa digunakan untuk berbagai aktivitas pengunjung. Saat sore dan malam hari, kawasan ini sering dijadikan tempat nongkrong, ada pula yang berolahraga.

2. Deltamas Hill

Lokasi: Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Jam buka: 06.00 – 18.00 WIB.
Harga tiket masuk: gratis namun ada biaya parkir Rp 20 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil.

Deltamas Hill atau Sabana Deltamas berada di kawasan Kota Deltamas. Tempat ini memiliki hamparan rumput yang luas sehingga menarik untuk tempat berfoto.

Biasanya tempat ini dipakai untuk foto pre-wedding. Di sini, traveler bisa menikmati sunset. Dari Kota Bekasi, jaraknya sekitar 40 menit untuk mencapai lokasi ini.

3. Pantai Muara Beting

Lokasi: Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB.
Harga tiket masuk: Rp 20 ribu.

Bekasi juga memiliki pantai, yaitu Pantai Muara Beting yang berada di ujung utara Kabupaten Bekasi. Lokasi pantai ini cukup jauh dari pusat Kota Bekasi, yakni sekitar 60 km atau ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Pantai ini berpasir hitam dengan pepohonan dan tanaman kecil di tepi pantai. Di pantai ini, traveler bisa menikmati pemandangan indah matahari terbenam. Kalian juga bisa naik perahu menyusuri sungai yang terhubung dengan laut.

4. Pantai Mekar

Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini.Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. (Agung Pambudhy)

Lokasi: Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Jam buka: 08.00-22.00 WIB.
Harga tiket masuk: sekitar Rp 5 ribu untuk ke wisata mangrove.

Pantai lain yang bisa dikunjungi di Bekasi adalah Pantai Mekar. Pantai Mekar masuk dalam program Mugekiwari (Muaragembong Kawasan Indah Wisata Bahari.

5. Situ Rawa Gede Kota Bekasi

Lokasi: Jalan Rawa Gede, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (belum termasuk wahana).
Jam buka:

Weekday: 07.00-18.30 WIB.
Weekend 07.00-20.00 WIB.

Dikutip dari Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Universitas Pelita Bangsa Vol III No 1, Februari 2017, Situ Rawa Gede merupakan danau alami seluas 7,3 hektare. Fungsi utamanya sebagai daerah resapan air untuk menanggulangi bencana banjir.

Kini danau tersebut juga dimanfaatkan untuk tempat wisata yang berada di tengah kota. Di sekeliling danau terdapat sejumlah tempat untuk menikmati danau, seperti warung dan tempat pemancingan.

6. Trans Snow World Bekasi

Traveler yang mau main salju buat liburan, wajib datang ke Trans Snow World Bekasi. Tempat wisata ini lagi banting harga khusus buat temani liburan kamu!Trans Snow World Bekasi (Agung Pambudhy)

Lokasi: Jalan Cut Mutia No 180, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Jam Buka:
Senin – Jumat : Pkl 11.00 – 19.00 WIB
Sabtu, Minggu & Hari Libur : Pkl 10.00 – 20.00 WIB
Last Entrancee 2 jam sebelum Jam Tutup
Harga tiket masuk: mulai dari Rp 145 ribu

Trans Snow World adalah taman hiburan yang menyediakan tempat bermain salju buatan di dalam ruangan. Di sini traveler bisa bermain lempar salju seperti di negara-negara subtropis.

Terdapat lereng buatan untuk berseluncur dengan ban atau ski. Kamu juga bisa berkeliling naik chair lift. Tempat wisata ini sangat dingin, sehingga kalian harus pakai baju hangat. Jika tidak bawa, kalian bisa menyewa peralatan dan perlengkapan di sini.

7. Gedung Juang 45 Bekasi

Gedung Juang 45 Tambun. (Agung Pambudhy)
Lokasi: Jalan Sultan Hasanudin No 39, Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Jam buka: 09.00-16.00 WIB.
Harga tiket masuk: gratis.

Bekasi juga memiliki tempat bersejarah, antara lain Gedung Juang 45 yang merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia. Gedung Juang 45 kini dimanfaatkan sebagai museum dengan berbagai koleksi artefak bersejarah. Selain itu, gedung ini juga menjadi tempat berkumpul para komunitas di Bekasi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Nikmati Embun Es di Dieng? Ini Panduan Transportasi ke Sana



Wonosobo

Dieng kembali membeku. Fenomena embun es membuat suhu udara tembus sampai minus 3 derajat.

Dieng Plateau adalah dataran tinggi vulkanik yang terletak di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. Fenomena ini menjadi salah satu yang paling ditunggu oleh wisatawan.

Fenomena embun es muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.


Embun es di Dieng akan berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat musim kemarau (Juni – Oktober). Walaupun Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat (warm climate), frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa kondisi cuaca terpenuhi.

Cara ke Dieng

Ada beberapa cara untuk mencapai Dieng Plateau, baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Berikut panduan lengkapnya:

1. Menggunakan Transportasi Umum

Dari Jakarta

Kamu bisa naik kereta api menuju Purwokerto atau Yogyakarta. Dari Purwokerto, lanjutkan perjalanan dengan bus menuju Wonosobo. Dari terminal Wonosobo, tersedia angkutan umum yang menuju Dieng.

Dari Semarang

Naik bus atau travel menuju Wonosobo. Dari Wonosobo, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum ke Dieng.

Dari Yogyakarta

Naik bus ke Magelang, kemudian lanjutkan perjalanan ke Wonosobo. Dari terminal Wonosobo, naik angkutan umum ke Dieng.

2. Menggunakan Kendaraan Pribadi

Kendaraan pribadi memiliki lebih banyak nilai plus, karena perjalanan akan lebih fleksibel. Dari Wonosobo, kamu hanya perlu mengikuti jalan utama menuju arah Dieng. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1 jam dengan pemandangan indah sepanjang jalan.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rute Kereta Jakarta-Dieng dengan Harga, Waktu Tempuh, dan Tips Lengkap


Jakarta

Dieng adalah kawasan wisata di Jawa Tengah yang dikenal dengan hawa sejuk nyaris dingin dan pemandangan indah. Bagi kamu yang ingin ke Dieng dari Jakarta naik kereta, sebetulnya tidak tersedia perjalanan yang langsung menuju Dieng. Traveler hanya bisa naik kereta sampai Stasiun Purwokerto, lalu naik kendaraan umum atau online menuju Dieng.

Rute Kereta Jakarta-Dieng dan Kendaraan Lainnya

candi arjunaCandi Arjuna di Dieng Foto: detik

Perjalanan Jakarta-Dieng naik kereta bisa dibagi menjadi Jakarta-Purwokerto, lalu lanjut ke dataran tinggi Dieng. Berikut penjelasan lengkapnya

Rute Kereta Jakarta-Purwokerto

Kereta rute Jakarta ke Purwokerto bisa ditempuh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen


Gambir-Purwokerto

  • Argo Semeru: 4 jam 16 menit Rp 440 ribu
  • Argo Semeru Compartment: 4 jam 16 menit Rp 1,26 juta
  • Taksaka: 4 jam 10 menit Rp 475 juta
  • Taksaka Luxury: 4 jam 10 menit Rp 1,2 juta
  • Argo Dwipangga: 4 jam 8 menit Rp 520 ribu
  • Argo Dwipangga Luxury: 4 jam 8 menit Rp 1,2 juta
  • Manahan: 4jam 39 menit Rp 450 ribu
  • Bima: 4 jam 16 menit Rp 440 ribu
  • Bima Compartment: 4 jam 16 menit Rp 1,26 juta
  • Gajayana: 4 jam 21 menit Rp 460 ribu
  • Gajayana Luxury: 4 jam 21 menit Rp 1,375 juta
  • Cakrabuana (ekonomi): 4 jam 58 menit Rp 175 ribu
  • Cakrabuaba (eksekutif): 4 jam 58 menit Rp 360 ribu
  • Argo Lawu: 4 jam 9 menit Rp 520 ribu
  • Argo Lawu Luxury: 4 jam 9 menit Rp 1,2 juta
  • Purwojaya: 4 jam 14 menit Rp 360 ribu.

Pasarsenen-Purwokerto

  • Fajar Utama Solo (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 185 ribu
  • Fajar Utama Solo (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 400 ribu
  • Fajar Utama YK (ekonomi): 4 jam 53 menit Rp 164 ribu
  • Fajar Utama YK (eksekutif): 4 jam 53 menit Rp 355 ribu
  • Sawunggalih (ekonomi): 4 jam 30 menit Rp 175 ribu
  • Sawunggalih (eksekutif): 4 jam 30 menit Rp 380 ribu
  • Gajahwong (ekonomi): 5 jam 15 menit Rp 210 ribu
  • Gajahwong (eksekutif): 5 jam 15 menit Rp 440 ribu
  • Gaya Baru Malam Selatan (ekonomi): 5 jam 7 menit Rp 231 ribu
  • Gaya Baru Malam Selatan (eksekutif): 5 jam 7 menit 425 ribu
  • Bangunkarta (ekonomi): 4 jam 58 menit Rp 185 ribu
  • Bangunkarta (eksekutif): 4 jam 58 menit Rp 380 ribu
  • Sawunggalih (ekonomi): 4 jam 21 menit Rp 175 ribu
  • Sawunggalih (eksekutif): 4 jam 21 menit Rp 380 ribu
  • Mataram (ekonomi): 4 jam 31 menit Rp 185 ribu
  • Mataram (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 400 ribu
  • Madiun Jaya (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 196 ribu
  • Madiun Jaya (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 425 ribu
  • Singasari (ekonomi): 4 jam 31 menit Rp 196 ribu
  • Singasari (eksekutif): 4 jam 31 mnit Rp 410 ribu
  • Bogowonto (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 164 ribu
  • Bogowonto (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 355 ribu
  • Senja Utama YK (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 164 ribu
  • Senja Utama Yk (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 355 ribu
  • Serayu: 11 jam 5 menit Rp 67 ribu
  • Jaka Tingkir: 4 jam 40 menit Rp 185 ribu
  • Jayakarta: 4 jam 44 menit Rp 203 ribu
  • Progo: 4 jam 39 menit Rp 189 ribu.

Rute Purwokerto-Wonosobo

Perjalanan selanjutnya bisa menggunakan transportasi online atau kendaraan umum dengan pilihan sebagai berikut:

  • Bus patas AC Puwokerto-Semarang Rp 80-90 ribu
  • Bus patas Purwokerto-Semarang Rp 50 ribu

Waktu tempuh Purwokerto-Wonosobo adalah 2-3 jam dalam kondisi tidak macet atau sangat ramai. Informasi harga tiket dan jenis bus yang tersedia bisa berubah sesuai kebijakan penyedia kendaraan serta pengelola transportasi.

Rute Wonosobo-Dieng

Di rute terakhir ini kamu bisa pilih kembali pilih angkutan umum atau transportasi online. Jika traveler mengambil paket wisata lengkap dengan antar jemput, kamu angkat dijemput di lokasi yang telah ditentukan sebelum ke Dieng.

Tips Liburan Jakarta-Dieng

The Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat DiengThe Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat Dieng Foto: Dok. Instagram @theheaven.wonosobo

Liburan Jakarta-Dieng bisa jadi makin menyenangkan dengan penerapan tips-tips berikut:

  • Pesan tiket Jakarta-Purwokerto jauh-jauh hari agar dapat harga murah
  • Tentukan akomodasi dengan mempertimbangkan review online, kualitas layanan, dan profesionalisme
  • Susun dan terapkan itinerary lengkap dengan budgeting agar tidak boncos, tapi tetap terasa menyenangkan.

Pesona Dieng yang dijuluki tanah para dewa karena punya banyak candi ini memang sayang dilewatkan. Dengan jarak yang tidak jauh dari Jakarta, jangan lupa masukin Dieng ke wish list liburan terbaru kamu ya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Aktivitas Seru, Jam Buka, dan Harga Tiketnya



Bandung

Bandung punya destinasi seru buat liburan, Kiara Artha Park yang ramah anak dan keluarga. Ada beragam atraksi dan wahana seru yang bisa dicoba. Apa saja?

Di tengah kota Bandung ada tempat rekreasi bernama Kiara Artha Park, sebuah taman kota berkonsep modern. Taman seluas 13 hektare ini selalu ramai didatangi wisatawan lokal maupun luar kota yang ingin bermain, rekreasi, atau sekadar melepas penat.

Ada Apa Saja di Kiara Artha Park?

1. Taman

Kiara Artha Park merupakan taman tengah kota. Di sini ada pepohonan rindang yang teduh dan sebuah danau buatan. Traveler dapat bersantai di bawah pohon atau di tempat duduk yang tersedia sambil menikmati suasana.


Pengunjung bisa jalan-jalan di sekitar danau atau mengelilingi taman dengan sepeda, skuter, atau bus trem. Area taman ini juga cocok banget untuk kumpul-kumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga, anak, teman, maupun pasangan.

Selain itu, kamu dapat melakukan aktivitas olahraga seperti jogging atau lari di sekitar Kiara Artha Park.

2. Playground

Terdapat area bermain di Kiara Artha Park yang dilengkapi ayunan, papan seluncur, dan wahana lain. Traveler juga dapat bermain trampolin, mencoba wall dan pipe climbing, sampai menjajal wahana ninja warrior di Lollipops yang ada di Kiara Artha Park.

Di Kiara Artha Park juga terdapat arena bermain gokart yang seru yaitu Fuku Kart. Untuk bermain di sini dikenakan tiket masuk tambahan ya.

3. Air Mancur Menari

Sejak dibuka 17 Agustus lalu, ruang publik Kiara Artha Park, Kota Bandung, selalu ramai dikunjungi. Begini keseruannya saat menikmati Kiara Artha Park di malam hari.Kiara Artha Park Foto: Rico Bagus

Air Mancur Menari dapat disaksikan di danau Kiara Artha Park. Pertunjukan air mancur ini berlangsung setiap harinya pada jam-jam tertentu.

Keindahan Air Mancur Menari bertambah pada malam hari dengan berhiaskan sorotan lampu berwarna-warni yang mempesona.

4. Wisata Kuliner

Deretan wisata kuliner dapat traveler temukan di Kiara Artha Park. Mulai dari gerai makanan siap saji, kedai kopi, kafe, hingga jajanan tenda. Menu makanan, minuman, dan camilan ringan yang disuguhkan bervariasi. Bukan hanya tenant-nya saja yang beragam, tetapi juga tersedia banyak tempat duduk. Jadi, kamu tidak usah bingung mau duduk di mana saat menyantap hidangan.

5. Spot Photo

Selain view Kiara Artha Park yang menawan bisa dijadikan lokasi foto, traveler dapat mengabadikan momen bersama teman maupun keluarga di spot yang berada di sana. Dengan merogoh kocek terjangkau, kamu sudah dapat berfoto sepuasnya dan membawa pulang hasil foto aesthetic berkualitas bagus.

Jam Buka Kiara Artha Park

Kiara Artha Park buka setiap hari dari jam 09.00-21.00 WIB. Taman tengah kota ini cenderung masih sepi pengunjung di pagi hari dan jadi spot yang pas jika ingin menikmati udara segar.

Kalau mau menyaksikan suasana taman dan pertunjukan Air Mancur Menari yang dipenuhi lampu-lampu, traveler bisa datang ke sini pada sore menjelang malam hari.

Lokasi Kiara Artha Park

Kiara Artha Park beralamat di Jalan Banten, Kebonwaru, Kecamatan Batununggal. Dari Alun-Alun Kota Bandung, objek wisata ini berjarak 5-6 km dan dapat ditempuh sekitar 15-20 menit, tergantung kondisi jalan.

Cara Menuju ke Kiara Artha Park

Taman ini berjarak sekitar 8-9 km dengan waktu tempuh 17-23 menit dari Stasiun Bandung. Sedangkan dari Gedung Sate, jarak tempuhnya berkisar 4,5 km dan dapat menjangkaunya dalam waktu 10-13 menit.

Akses menuju Kiara Artha Park sangat mudah. Destinasi wisata ini bisa dijangkau menggunakan sepeda motor, mobil, sepeda maupun transportasi umum. Kiara Artha Park memiliki tiga akses pintu masuk yang tersebar di Jl. Ibrahim Adjie, Jl. Jakarta, dan Jl. Banten.

Harga Tiket Masuk Kiara Artha Park

Untuk masuk ke Kiara Artha Park dikenakan tiket masuk dengan harga terjangkau, yaitu Rp 10.000 saja. Untuk menjajal wahana permainan atau menyewa kendaraan yang tersedia, traveler perlu mengeluarkan biaya lagi.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Semarang-Dieng Naik Motor Berapa Jam? Ini Rutenya



Semarang

Dieng, wisata populer Jawa Tengah yang mampu membuat wisatawan serasa di Eropa. Di tengah tahun, Dieng akan sangat dingin dan jadi tempat liburan favorit.

Dataran Tinggi Dieng, atau Dieng Plateau, adalah kawasan dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Terkenal dengan keindahan alamnya, kekayaan budaya, dan peninggalan sejarah, Dieng Plateau menawarkan pengalaman wisata yang unik dan menarik.

Dieng Plateau berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Beberapa tempat wisata yang populer di Dieng antara lain Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Bukit Ratapan Angin, dan Bukit Sikunir yang terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya.


Dieng berlokasi di Wonosobo. Tak seperti tetangganya, stasiun Wonosobo tidak melayani perjalanan penumpang. Mau tak mau, butuh sedikit usaha untuk sampai ke tempat ini.

Semarang menjadi salah satu kota terdekat untuk menjangkau Wonosobo. Pilihan transportasinya beragam, mulai dari roda dua hingga bus pariwisata.

Traveler yang ingin mencoba dengan kendaraan pribadi, motor atau mobil harus tau durasi perjalanan dan rutenya. Berikut rincian perjalanan menuju Dieng dari Semarang.

Rute Semarang-Dieng dengan Kendaraan Pribadi

Meski sama-sama di Jawa Tengah, namun perjalanan dari Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh. Belum lagi selama di tengah perjalanan travelers harus menepi sejenak untuk istirahat dan makan, tentu waktu perjalanannya bisa semakin lama.

Namun, jika travelers ingin jalan-jalan santai dari Semarang ke Dieng menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget kok. Cek dulu rute perjalanannya di bawah ini:

Rute Semarang-Dieng Naik Motor

Dari pantauan Google Maps, setidaknya ada tiga rute yang bisa dipilih dari Semarang-Dieng menggunakan sepeda motor, yakni via Jalan Raya Pantura, via Ngalian Kendal, atau via jalan Patean-Boja.

Jika melalui Jalan Raya Pantura, jarak tempuhnya sekitar 92,5 kilometer. Lantas, Semarang-Dieng berapa jam naik motor dengan rute ini? Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

Opsi kedua adalah via Ngalian Kendal, namun rutenya sedikit lebih jauh yakni 93,5 kilometer. Untuk waktu perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam.

Rute terakhir yang bisa dipilih yaitu via Jalan Patean-Boja dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 3 jam.

Menurut Google Maps, rute yang direkomendasikan adalah via Jalan Raya Pantura. Namun, tak ada salahnya jika travelers memilih rute yang lain.

Rute Semarang-Dieng Naik Mobil

Apabila travelers menggunakan mobil, ada tiga rute dari Semarang-Dieng yang bisa dipilih, yaitu via Jalan Tol Semarang-Batang, via Jalan Patean-Boja, dan via Jalan Sukorejo-Parakan.

Rute yang pertama terbilang lebih cepat karena detikers akan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Jarak tempuhnya sekitar 91 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

Apabila tak ingin melalui jalan tol dan ingin menikmati suasana pegunungan, detikers bisa memilih opsi kedua yakni Jalan Patean-Boja. Meski begitu, waktu yang ditempuh jauh lebih lama yakni sekitar 3,5 jam.

Rute ketiga yakni melalui Jalan Sukorejo-Parakan. Waktu perjalanannya sekitar 3 jam dengan total jarak mencapai 110 kilometer. Kalau memilih rute ini sebaiknya travelers memiliki sopir kedua, sehingga bisa bergantian kalau sudah merasa lelah.

Naik Transportasi Umum dari Semarang ke Dieng

Jika tak mau repot-repot mengendarai mobil atau motor, detikers bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau mobil travel dari Semarang ke Dieng. Namun, kamu tidak akan langsung sampai di Dieng, tetapi turun di kota Wonosobo.

Dari pantauan sejumlah situs travel agen online, kamu bisa menggunakan mobil travel dari Semarang ke Wonosobo dengan tarif mulai dari Rp 100.000 per orang. Opsi lainnya adalah menggunakan bus rute Semarang-Wonosobo dengan harga tiket mulai dari Rp 70.000 per orang.

Itu dia penjelasan mengenai rute Semarang-Dieng naik motor atau mobil serta total jarak dan waktu tempuhnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Murah Meriah Jogja-Solo dengan KRL, Tarif Tiket Rp 8 Ribu


Yogyakarta

Yogyakarta sejak lama terhubung dengan kereta, dulu ada Prambanan Ekspress (Prameks) nan legendaris, hingga kemudian dipensiunkan dan menjadi KRL atau kereta rel listrik dengan nama KRL Jogja-Solo. Tarifnya flat Rp 8000.

KRL Jogja-Solo bisa sangat diandalkan untuk wira-wiri Jogja-Klaten-Solo-Karanganyar pp. Untuk area Karanganyar, stasiun paling ujung ada di Stasiun Palur.

KRL Jogja-Solo hanya memiliki satu jalur yang melintas di 13 stasiun yaitu Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, dan Palur.


Kereta itu beroperasi mulai pukul 05.00 dari Stasiun Palur. Sementara itu, dari Stasiun Tugu ke arah Solo kereta pertama pukul 05.30.

Rekomendasi Wisata Murah di Jawa Tengah Cukup Rp 8 Ribu

KRL Jogja-Solo memungkinkan ongkos transportasi bisa ditekan sehingga masih tersedia biaya untuk eksplorasi tempat wisata.

1. Yogyakarta

Jejeran andong terpakir di Kawasan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (8/6/2025).Jejeran andong terpakir di Kawasan Malioboro (dok. se)

Ada beberapa destinasi dekat stasiun Tugu Yogyakarta, yaitu Malioboro, Pasar Beringharjo, Museum Titik Kilometer Jogja dan Alun-alun Kidul.

2. Klaten

Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten.Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten (dok. Achmad Syauqi/detikJateng)

Kota Klaten, tak jauh dari Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Seribu Umbul atau mata air, seperti Umbul Ponggok, Umbul Susuhan, dan Umbul Mudal. Kota ini juga memiliki situs peninggalan Hindu-Buddha, yaitu Candi Plaosan. Tempat wisata dekat stasiun adalah Alun-alun Klaten, Taman Lampion Klaten, Hutan Kota Gergunung hingga Sendang Tirto Sinongko.

3. Purwosari

Kampung Batik Laweyan di SoloKampung Batik Laweyan di Solo (dok. Wahyu Setyo Widodo)

Jika berhenti di Stasiun Purwosari, kamu bisa mampir ke beberapa tempat wisata mulai dari Taman Sriwedari (taman rekreasi dan hiburan), Lokananta (studio dan museum rekaman musik legendaris), Kampung Batik Laweyan (pusat industri batik tradisional), Loji Gandrung (bangunan bersejarah dengan arsitektur Indis), serta Koridor Gatot Subroto (Gatsu) yang kini memiliki mural dan night market.

4. Solo Balapan

Masjid Sheikh Zayed SoloKomplek Masjid Sheikh Zayed di Solo (dok. Waskita Karya)

Traveler yang turun di Stasiun Solo Balapan bisa berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed, yang berjarak 1,7 km dari Stasiun Solo Balapan. Masjid Sheikh Zayed ini adalah replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Masjid Sheikh Zayed memiliki luas 8.000 m2 dengan dua lantai dengan empat menara dan 82 kubah batu pualam putih, sehingga terkesan mewah.

5. Solo Jebres

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagara X duduk di kursi paringgitan saat acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025). Tingalan Jumenengan atau peringatan kenaikan takhta Adipati Mangkunegaran KGPAA Mangkunagara X tersebut sebagai bentuk syukur atas berjalannya kepemimpinan di Mangkunegaran yang berharap sebagai penanda baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt.Acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah (dok. Mohammad Ayudha/Antara)

Pura Mangkunegaran juga cukup populer karena merupakan kediaman resmi dari Adipati Mangkunegara. Lokasi ini juga menjadi tempat menyimpan peninggalan-peninggalan Kadipaten Mangkunegaran dan kebudayaan Jawa. Selain itu ada Benteng Vanstenburg, Pasar Klewe, Taman Balekambang dan Museum Batik Danar Hadi.

Daftar wisata yang bisa diakses dengan KRL Jogja-Solo itu bisa jadi pertimbangan traveler yang ingin liburan dengan biaya lebih terjangkau. Yuk detikers, segera susun wish list kota liburan kamu yang bisa dijangkau dengan KA Commuter Line Yogya-Jawa Tengah!

(bnl/row)



Sumber : travel.detik.com

Harmoni Sejarah, Budaya, dan Transportasi Modern



Jakarta

Di tengah hiruk pikuk pergerakan penumpang, Stasiun Yogyakarta tetap anggun dengan sentuhan arsitektur bersejarahnya. Kini, stasiun ini tak hanya jadi saksi perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi pusat integrasi transportasi yang menyatukan masa lalu dan masa depan mobilitas.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan beautifikasi ini tidak hanya mengusung fungsi modern yang menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan customer tapi juga tetap menghargai nilai historis dan budaya kota khas Yogyakarta.

“Stasiun Yogyakarta kini identik dengan visual dan esetetikanya sehingga menjadi ruang publik yang mengundang interaksi lebih luas dari masyarakat, baik dari penumpang KA maupun dari masyarakat yang mampir atau singgah ke depan Stasiun Yogyakarta sekadar untuk mengabadikan gambar diri bersama stasiun ikonik ini,” ujar Feni dalam rillis yang diterima detiktravel, Senin (8/9/2025).


Stasiun Yogyakarta setelah dibeutifikasiStasiun Yogyakarta setelah dibeutifikasi (Dok. KAI Properti)

Feni mengatakan Stasiun Yogyakarta adalah salah satu pintu masuk masyarakat dari berbagai kota. Dia pun menyadari bahwa Stasiun Yogyakarta adalah wajah atau kesan pertama yang akan dikenang dari para wisatawan yang menginjakkan kakinya di kota gudeg itu, sehingga kenyamanan diprioritaskan.

Stasiun Yogyakarta kini tampil dengan visual dan estetikanya yang cantik dan fungsinya sebagai simpul transportasi antarmoda. Seperti yang diketahui bahwa Stasiun Yogyakarta melayani tak hanya kereta api jarak jauh atau antar kota tapi juga kereta lokal, KRL Commuterline, dan KA Bandara YIA.

Fasilitas di Stasiun Yogyakarta juga dibuat agar membuat traveler lebih nyaman. Mulai dari ruang tunggu, loket tiket, ATM, dan toilet, serta fasilitas tambahan seperti penitipan barang (locker), shower, dan akses lift dan eskalator untuk kenyamanan penumpang.

Stasiun YogyakartaStasiun Yogyakarta (dok. PT KAI)

Selain itu, Stasiun Yogyakarta bakal bersolek dan menunjukkan wajah berbeda pada momen khusus tertentu. Misalnya, Ramadhan tampil dengan tematik kubah masjid, liburan sekolah dengan tematik ikon karakter Jumbo dan keceriaan khas liburan sekolah, dan HUT RI dengan tematik merah putihnya.

“KAI Daop 6 memastikan bahwa Stasiun Yogyakarta tidak hanya menjadi ruang transit dan pintu masuk tapi juga turut membangun citra kota yang khas dengan nilai sejarah dan budaya serta menciptakan pengalaman perjalanan yang berkesan,” kata Feni.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Menuju Perpustakaan Jusuf Kalla UIII dengan KRL dan TransJakarta


Depok

Perpustakaan Jusuf Kalla di Kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menjadi oase bagi pendamba keheningan di tengah ramainya Depok. Di sini kita bisa mengerjakan tugas, kerja, atau sekadar baca buku dari koleksinya yang mencapai ribuan buku. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sini.

Bahkan perpustakaan ini bisa jadi destinasi liburan bareng keluarga atau healing sendirian. Buat detikers yang ingin ke perpustakaan Instagrammable dan cozy ini, berikut cara aksesnya dengan transportasi umum.

Perpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Mode transportasi umum jadi pilihan buat yang ingin liat salah satu perpustakaan terbesar di area Jabodetabek ini


TransJakarta

Jika memilih naik TransJakarta, detikes bisa naik jurusan Flyover Raya Bogor. Berikut beberapa pilihannya:

  • Rute 7B Kampung Rambutan-Blok M
  • Rute 7E Kampung Rambutan-Ragunan
  • Rute S22 Ciputat-Kampung Rambutan.

Perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan angkutan kota (angkot) nomor D37, lalu turun di depan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perjalanan juga bisa dilanjutkan dengan angkutan online.

KRL

Bagi detikers yang pilih KRL bisa turun di Stasiun Depok. Selanjutnya, detikers naik kendaraan online menuju Perpustakaan Jusuf Kalla UIII. Jarak Stasiun Depok-Perpustakaan Jusuf Kalla UIII sekitar 9 km dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Lokasi Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

Perpustakaan Jusuf Kalla UIII beralamat di Jalan Raya Bogor Km 33 Nomor 5, Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Akses menuju perpustakaan bisa melalui gerbang utama kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perpustakaan Jusuf Kalla berada di sisi kanan Gedung Joko Widodo di area kompleks UIII Depok.

detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan pada Rabu (8/10/2025) siang. Di sini, detikers akan merasakan suasana tenang dan sejuk kontras dengan cuaca Depok yang sangat panas. Suasana di perpustakaan ini cukup ramai, namun tetap tenang saat hari kerja.

Koleksi Buku Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

Perpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Perpustakaan 8 lantai ini memiliki koleksi ribuan buku dengan genre dan pengaturan sebagai berikut:

  • Buku ilmu komputer dan sistem informasi di rak 000
  • Buku filsafat dan psikologi di rak 100
  • Buku agama di rak 200
  • Buku tentang Islam, Babism, dan Bahai Faith di rak 297
  • Buku bahasa di rak 400
  • Buku ilmu pengetahuan di rak 500
  • Buku seni dan rekreasi di rak 700
  • Buku literatur di rak 800
  • Buku sejarah dan geografi di rak 900.

Semua koleksi buku bisa diakses kecuali yang dalam pengawasan pengelola. Pengunjung tentunya harus melakukan registrasi lebih dulu dan membayar tarif masuk sebesar Rp 10 ribu. Setelah itu, traveler akan mendapatkan voucher Wi-Fi perpustakaan dengan kode unik dan kalung pengenal dari petugas.

Barang bawaan pengunjung bisa disimpan dalam loker yang tersedia di lantai 1. Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang baca, kecuali air putih. Selama di ruang baca, pengunjung diharapkan tidak ribut dan menjaga ketenangan.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Rute dan Akses Menuju Destinasi Wisata Petak Sembilan, Glodok


Jakarta

Kawasan wisata budaya dan kuliner Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat bisa diakses dengan kendaraan umum. Simak di sini informasinya.

Akhir pekan belum mempunyai rencana liburan? Petak Sembilan di kawasan Pecinan Glodok bisa jadi pilihan menarik. Kawasan ini dikenal sebagai surga kuliner khas Tionghoa, lengkap dengan suasana pasar yang dipenuhi toko China.

Bukan hanya menyuguhkan makanan lezat, Petak Sembilan juga menawarkan pengalaman berjalan di antara gang sempit dengan aroma dupa, jajanan tradisional, hingga toko Cina yang legendaris. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


Masih bingung soal transportasi umum menuju ke sana? detikTravel sudah merangkum beberapa cara mudah menuju Petak Sembilan.

Naik TransJakarta

Perjalanan bisa dimulai dengan naik TransJakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di Halte Glodok. Setelah itu, lanjutkan berjalan kaki sekitar 250 meter menuju kawasan Pecinan Jakarta atau dikenal juga sebagai Chinatown.

Setelah melewati gapura khas Tionghoa di pintu masuk, lanjutkan berjalan sekitar 50 meter hingga menemukan Gang Petak 9 di sisi kanan jalan. Bagi yang baru pertama kali datang, disarankan bertanya kepada warga sekitar, karena gang ini tidak memiliki papan nama resmi yang menandai sebagai Petak Sembilan.

Naik KRL

Alternatif lain adalah menggunakan KRL. Naik kereta menuju arah Kampung Bandan dan turun di Stasiun Duri. Dari sana, berjalan sekitar 100 meter ke Jalan Duri Utama 1, kemudian naik mikrolet M41. Turun di Jalan Kemenangan 1 dan lanjutkan berjalan sekitar 200 meter menuju kawasan Petak Sembilan.

Naik MRT

Moda transportasi modern ini juga bisa jadi pilihan. Turun di Stasiun Bundaran HI, lalu lanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta koridor 1 dan turun di Halte Glodok. Selanjutnya, cukup berjalan kaki menuju kawasan Pecinan untuk menemukan Petak Sembilan.

Petak Sembilan bukan sekadar destinasi kuliner, tetapi juga tempat untuk merasakan atmosfer budaya Tionghoa yang masih terjaga di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Jadi, siapkan kamera dan selera makan terbaikmu, karena setiap sudutnya siap memanjakan mata dan perut!

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kutablang, Stasiun Paling Barat Indonesia, dan Relasi Erat dengan KA Cut Meutia



Jakarta

Stasiun Kutablang hidup lagi. Stasiun kereta api yang berada di ujung barat Indonesia itu, berdenyut setelah layanan Kereta Api (KA) Perintis Cut Meutia beroperasi kembali.

KA Cut Meutia melayani lintas Krueng Geukueh – Kutablang di Provinsi Aceh. Jalur itu menjadi simbol keterhubungan masyarakat sekaligus bagian penting dari sistem pertahanan nasional berbasis rel.

Sepanjang Januari-September 2025, KA Cut Meutia melayani 31.412 pelanggan. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.


“KA Cut Meutia menjadi alat transportasi dan lambang semangat Aceh untuk kembali bangkit melalui infrastruktur yang memperkuat konektivitas dan pertahanan wilayah barat Indonesia,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam rilis kepada detikTravel, Jumat (24/10/2025).

Stasiun KA Kutablang AcehStasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

Terletak di Gle Putoh, Kabupaten Bireuen, Stasiun Kutablang kini menjadi stasiun aktif paling barat di Indonesia. Dari sinilah perjalanan KA Cut Meutia berakhir setelah melintasi jalur sepanjang 21,45 kilometer dari Stasiun Krueng Geukueh. Kutablang menjadi penanda batas geografis perkeretaapian nasional dan simbol kedaulatan transportasi di wilayah Aceh.

“Kutabalang mewakili semangat menjaga wilayah terluar bangsa. Saat ini, selain untuk pertahanan juga menjadi fasilitas yang menghubungkan masyarakat, pendidikan, serta wisata,” kata Anne.

Dari Rel Perang ke Jalur Pertahanan dan Harapan

Sejarah perkeretaapian Aceh dimulai tahun 1876, ketika jalur pertama dari Ulee Lheue ke Kutaraja (Banda Aceh) sepanjang 5 kilometer dibangun untuk kepentingan militer. Rel ini digunakan sebagai jalur logistik dan mobilisasi pasukan dalam Perang Aceh. Dalam dua dekade berikutnya, jalur terus diperluas hingga mencapai 502 kilometer, menghubungkan Banda Aceh – Sigli – Lhokseumawe – Langsa – Pangkalan Susu (Sumatera Utara).

Sejak awal, rel di Aceh berperan strategis bagi keamanan dan pertahanan. Jalur ini memungkinkan pasokan logistik dan pergerakan personel secara cepat di kawasan perbatasan barat. Setelah Indonesia merdeka, peran itu berlanjut sebagai infrastruktur dasar untuk membangun konektivitas nasional.

Stasiun KA Kutablang AcehKA Cut Meutia hidupkan Stasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

Meski operasional kereta api di Aceh sempat berhenti pada 1982 akibat kerusakan jembatan dan penurunan aktivitas ekonomi, semangat untuk menghidupkannya tidak pernah padam. Kini, melalui jalur Krueng Geukueh – Kutablang, rel yang dahulu dibangun untuk kepentingan militer kembali berfungsi sebagai jalur penguatan konektivitas dan pertahanan bangsa.

Selain sebagai infrastruktur pertahanan dan transportasi publik, lintas KA Cut Meutia juga berkembang menjadi jalur wisata edukatif. Penumpang dapat menikmati panorama sawah, perdesaan, dan pantai yang membentang di sepanjang jalur.

Beberapa sekolah dan komunitas di Aceh menjadikan perjalanan ini sebagai sarana belajar sejarah, mengenalkan generasi muda pada kisah perjuangan dan teknologi rel bangsa.

Perintis untuk Pemerataan dan Ketahanan Wilayah

KA Cut Meutia merupakan satu dari sembilan kereta api perintis di Indonesia. Bersama KA Datuk Belambangan di Sumatera Utara, KA Lembah Anai di Sumatera Barat, dan KA Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan, layanan ini memperluas pemerataan transportasi sekaligus memperkuat fondasi pertahanan wilayah dari barat hingga timur Nusantara.

“Kereta api adalah infrastruktur strategis. Di Aceh, KA Cut Meutia menjadi penghubung masyarakat sekaligus bagian dari kesiapan bangsa menjaga dan membangun wilayah Indonesia,” kata Anne.

(fem/row)



Sumber : travel.detik.com