Tag Archives: tren

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Bunga Floating dan Bunga Tetap di KPR


Jakarta

Pada saat membeli rumah dengan sistem KPR, pasti bank membebankan bunga pada setiap tagihan pembayarannya. Terdapat 2 jenis bunga yang dikenakan untuk debitur KPR yakni bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

Kedua jenis bunga ini tidaklah sama. Bagi kamu yang belum bisa membedakan kedua jenis bunga KPR ini, berikut perbedaan bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

1. Suku Bunga Tetap (fixed)

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Seperti namanya, suku bunga tetap (fixed) atau suku bunga flat merupakan tingkat bunga yang nilainya tetap alias tidak berubah. Biasanya bunga KPR bisa berubah-ubah karena mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), kebijakan bank, dan tren bunga pasar.


Namun, suku bunga ini tidak diterapkan dari awal hingga akhir masa cicilan, melainkan ada batasan waktunya. Biasanya beberapa tahun di awal cicilan dimulai.

Sebagai contoh, apabila nasabah yang mengambil KPR mendapatkan bunga tetap selama 2 tahun, maka nasabah akan membayar nominal bunga yang sama selama 2 tahun awal cicilan. Namun, mulai tahun ke-3 nasabah akan dikenakan bunga mengambang (floating) atau sesuai dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan.

Suku bunga satu ini memberikan keuntungan bagi debitur dengan nilai cicilan yang tetap. Debitur dapat menyiapkan tagihan dengan nominal yang sama dalam tahun-tahun pertama pembayaran. Tidak terpengaruh dengan naik-turunnya kondisi perekonomian dan tingkat suku bunga yang ditetapkan perbankan.

2. Suku Bunga Mengambang (floating)

Berkebalikan dengan bunga tetap, suku bunga mengambang (floating) merupakan suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik dan begitu pun sebaliknya.

Biasanya, suku bunga mengambang mulai berlaku dalam kurun beberapa tahun setelah nasabah menyicil KPR. Bisa pula setelah masa suku bunga tetap selesai. Besaran bunga yang dibayarkan pun ditentukan oleh pihak bank. Tenang saja, perubahan suku bunga dari bank ini tidak terjadi setiap hari, tetapi dalam kurun 6-12 bulan sekali.

Keuntungan dari suku bunga mengambang (floating) apabila tren bunga kredit sedang menurun. Hal ini dikarenakan sifat bunga mengambang yang memang dipengaruhi oleh suku bunga di pasaran. Jadi saat bunga kredit sedang turun, debitur bisa mendapat bunga yang rendah sesuai penurunan yang terjadi. Akan tetapi, jumlah cicilan bisa kembali naik jika suku bunga pasar dalam tren naik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Pasar Cimol Gedebage Bandung, Tempat Thrifting dengan Harga Miring


Jakarta

Bagi warga Bandung dan sekitarnya, tentu sudah tak asing dengan Pasar Cimol Gedebage. Tempat itu merupakan salah satu pusat thrifting terbesar di Kota Kembang.

Membeli baju second layak pakai alias thrifting sedang tren di kalangan anak muda. Selain karena harganya murah, beberapa di antaranya merupakan pakaian branded yang harganya cukup mahal jika dibeli dalam kondisi baru.

Sedikit informasi, Cibadak Mal atau biasa disebut Cimol berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Pada awalnya, Pasar Cimol terletak di Jalan Cibadak.


Namun, pada 2004 Pasar Cimol akhirnya dipindahkan ke Gedebage oleh Wali Kota Bandung saat itu, Dada Rosada. Semula, para pedagang mendirikan tenda dan menjual dagangannya di tanah kosong. Lalu pada 2010, seluruh pedagang akhirnya dipindahkan ke dalam gedung pasar.

Nah, apa saja sih aktivitas seru yang bisa dilakukan selama di Pasar Cimol Gedebage? Simak dalam artikel ini.

Aktivitas Seru di Pasar Cimol Gedebage

Daya tarik utama Pasar Cimol Gedebage adalah sebagai tempat jualan barang second terbesar di Bandung. Maka dari itu, tempat ini selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin thrifting dengan harga miring.

Selama di pasar ini, kamu bisa berkeliling mencari pakaian mulai dari kaus, kemeja, jaket, sepatu, rok, celana, tas, topi, dan berbagai aksesoris lainnya. Merek pakaiannya juga bermacam-macam, mulai dari barang branded hingga merek yang asing di telinga juga dijual di Pasar Cimol Gedebage.

Dalam catatan detikJabar, untuk harga pakaian yang dijual juga bermacam-macam, tergantung jenis, kondisi, hingga mereknya. Ada salah satu pedagang yang menjual kemeja dan kaus kerah mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000.

Pasar Cimol Gedebage di Kota Bandung.(Kevin Alfarizky/detikJabar)

Selain itu, ada juga lapak pedagang yang menjual pakaian khusus perempuan. Adapun sejumlah pakaian yang dijual, mulai dari blazer, baju panjang, hingga baju vintage dengan harga mulai dari Rp 35.000 saja.

Salah satu kelebihan berbelanja pakaian second adalah masih bisa ditawar. Jika kamu menemukan kemeja, celana, atau kaus dengan harga yang dirasa terlalu mahal, cobalah untuk menawar harga dengan pedagang hingga menemukan harga yang pas.

Kalau perut sudah lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak pedagang makanan di dalam Pasar Cimol Gedebage, mulai dari bakso, siomay, batagor, mie ayam, dan lain sebagainya. Setelah perut kembali terisi, saatnya detikers kembali thrifting untuk mencari baju yang cocok.

Tips Thrifting di Pasar Cimol Gedebage

Bagi detikers yang ingin thrifting di Pasar Cimol Gedebage, sebaiknya ketahui dulu tips-tipsnya sebelum membeli pakaian second. Jadi, kamu tidak akan menyesal atau rugi setelah thrifting seharian. Daripada penasaran, berikut tipsnya:

1. Siapkan Uang Tunai

Sebelum berbelanja, sebaiknya siapkan uang tunai terlebih dahulu. Kamu bisa mengambil uang di ATM sesuai budget untuk berbelanja.

Sebab, Pasar Cimol Gedebage merupakan pasar tradisional. Jadi, lebih mudah dan cepat bertransaksi jika menggunakan uang tunai.

2. Datang Sejak Pagi Hari

Pasar Cimol Gedebage selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin thrifting. Agar lebih leluasa mencari pakaian yang diinginkan, sebaiknya datang sejak pagi hari.

3. Bawa Tas Belanja Sendiri

Kalau detikers berniat ingin membeli barang dalam jumlah banyak, sebaiknya siapkan tas belanja sendiri dari rumah. Cara ini dapat memudahkan kamu saat berkeliling sehingga tidak kerepotan membawa banyak kantong plastik berisi baju.

4. Cek Kondisi Pakaian

Sebelum membeli, cobalah cek kondisi pakaiannya terlebih dahulu. Pastikan barang yang kamu beli masih dalam kondisi layak pakai dan tidak ada noda. Jika ditemukan kerusakan atau bekas noda yang sulit hilang, sebaiknya kamu mencari pakaian yang lain.

5. Pintar Menawar Harga

Agar bisa mendapatkan pakaian dengan harga miring, detikers harus pandai menawar. Pada umumnya, pedagang mematok suatu barang dengan harga cukup tinggi agar bisa meraup keuntungan besar.

Jadi, cobalah untuk menawar harga dengan santai. Jika tidak menemukan harga yang cocok, cobalah mencarinya ke toko lain. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.

Itu tadi pembahasan mengenai Pasar Cimol Gedebage yang menjadi pusat thrifting di Bandung. Apakah detikers pernah berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com