Tag Archives: tubuh

Panduan Ketinggian TV Ideal Berdasarkan Ukuran Layar dan Ruangan



Jakarta

TV menjadi salah satu barang elektronik yang sering ada di rumah. Biasanya, TV diletakkan pada meja TV atau dipasang di dinding untuk menghemat ruang. Pemasangan TV di dinding sebetulnya tidak bisa sembarangan sebab ada tinggi ideal agar nonton TV terasa lebih nyaman.

Melansir dari situs The Spruce, pada umumnya tinggi pemasangan TV rata-rata adalah 1 meter. Tinggi 1 meter diukur dari lantai ke bagian tengah layar. Namun, tinggi ini masih bisa disesuaikan dengan preferensi, bisa dinaikkan atau diturunkan.

Jika memilih menggunakan meja TV, maka tinggi meja TV berada di sekitar ½ sampai 1 meter. Hal yang pasti adalah ketinggian TV harus setinggi mata orang dewasa saat duduk.


Berbeda lagi jika kamu pasang TV di kamar tidur. Pemasangan TV bisa lebih tinggi yakni sekitar 1,2 meter yang diukur dari lantai ke tengah layar. TV yang dipasang di kamar tidur memang harus lebih tinggi sebab ada tempat tidur yang juga sudah memiliki ketinggian.

Akan tetapi, ketinggian TV di kamar tidur juga bisa bergantung dari preferensi kamu. Misalnya, kamu lebih suka menonton TV sambil duduk atau sambil berbaring di kasur.

Adapun, setiap TV memiliki ukuran yang berbeda-beda. Sehingg, titik tengah TV juga berbeda-beda. Cara mudahnya adalah mengukur dari lantai sampai bagian bawah layar TV Untuk itu, berikut merupakan panduan mengukur ketinggian pemasangan TV berdasarkan ukuran TV dari lantai sampai bagian bawah layarnya:

  • TV 42 inci: berada di antara 70 – 80 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
  • TV 50 inci: berada di antara 63 – 73 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
  • TV 55 inci: berada di antara 61 – 71 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
  • TV 65 inci:berada di antara 56 – 66 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
  • TV 75 inci: berada di antara 48 – 58 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar

Nyatanya, tidak semua orang mengikuti aturan ideal tinggi pemasangan TV. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini:

Preferensi Penonton

Meskipun terdapat pedoman rata-rata tinggi pemasangan TV, pada akhirnya akan menyesuaikan dengan ketinggian sesuai preferensi penontonnya.

Tipe Penonton

Tipe penonton dengan tubuh tinggi atau pendek memiliki ketinggian mata yang berbeda-beda. Ruangan yang umumnya digunakan oleh orang dewasa akan memiliki ketinggian TV yang lebih tinggi daripada ruangan yang digunakan oleh anak-anak.

Ukuran Layar

Jika layar TV terlalu besar akan lebih sulit menyesuaikan pada ketinggian mata. Sehingga kadang ketinggian TV akan menyesuaikan dengan ukuran layar.

Jarak

Jika ada objek atau benda di sekitarnya, bisa tambahkan jarak sekitar 7-8 cm dari layar sehingga bisa menaikkan titik tengah TV.

Itulah pembahasan mengenai ketinggian pemasangan TV yang ideal. Namun, kembali lagi sesuaikan dengan preferensi kamu. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Handuk Bisa Jadi Sarang Mikroba Meski Tampak Bersih



Jakarta

Handuk memiliki bahan yang berbeda dari kain yang lain karena mampu menyerap air dengan cepat. Namun, serat atau bahan dari handuk ini ternyata juga bisa menyimpan banyak kotoran.

Melansir dari situs BBC, tubuh kita masih dipenuhi oleh mikroba bahkan setelah kita mandi. Mikroba ini justru dapat berpindah ke handuk kita. Jadi, handuk tidak hanya menyimpan mikroba dari sumber lain seperti udara yang membawa bakteri, tetapi juga dari tubuh kita sendiri.

Menyimpan handuk di kamar mandi juga tidak dianjurkan, sebab kamar mandi adalah area yang banyak air. Setiap penghuni rumah menyiram air di toilet, bisa saja mengenai handuk yang ada di dekatnya.


Seiring berjalannya waktu, mikroba pada handuk lama-kelamaan dapat mengubah tampilan handuk. Bahkan, dalam waktu dua bulan, handuk bisa lebih memudar warnanya.

Mikroba-mikroba dalam handuk ini memang sangat berbahaya, sebab menurut profesor biologi dari Universitas Simmons, AS, Elizabeth Scott, mengatakan bahaya mikroba pada handuk bisa berisiko terhadap penularan infeksi. Oleh karena itu, semakin lama seseorang menggunakan handuk maka semakin lama juga handuk bisa lembap dan menjadi tempat bertumbuhnya mikroba.

Maka, solusinya adalah mencuci handuk secara teratur dapat membantu mengurangi infeksi bakteri. Scott menyarankan cuci handuk setiap seminggu sekali, tetapi jika seseorang sakit, maka handuk harus dicuci setiap hari.

“Mereka perlu punya handuk sendiri dan handuk tersebut perlu dicuci setiap hari. Itulah yang kami sebut kebersihan terarah untuk menangani risiko,” ujar Scott.

Scott juga menyarankan bahwa mencuci handuk berbeda dengan jenis kain yang lain. Handuk perlu suhu lebih panas sekitar 40 hingga 60 derajat celcius dan waktu yang lebih lama saat mencuci. Jika ingin dicuci pakai suhu rendah, bisa tambahkan pemutih untuk melawan mikroba pada handuk.

Akan tetapi, menurutnya, cara paling efektif membersihkan handuk adalah dengan mencuci dengan desinfektan sekaligus deterjen sambil mengeringkan di bawah sinar matahari.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



Jakarta

Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


“Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

  1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
  2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
  3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Sering Jadi Kebiasaan, Ini Bahaya Taruh Handuk Basah di Atas Kasur


Jakarta

Ada banyak kebiasaan di rumah yang ternyata tidak baik untuk dilakukan, salah satunya adalah menaruh handuk basah di atas tempat tidur. Meski dianggap sepele, hal ini ternyata bisa memicu berbagai penyakit.

Bagi sebagian orang, menaruh handuk di atas kasur merupakan suatu kebiasaan. Hal ini biasa dilakukan ketika seseorang keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Tak sempat menggantungnya di jemuran, alhasil handuk sengaja ditaruh di atas kasur.

Namun, handuk basah dibiarkan tergeletak begitu saja di atas tempat tidur sedangkan penghuni rumah sudah pergi untuk beraktivitas. Selama berjam-jam handuk menempel di atas seprai yang akhirnya bikin basah dan lembap.


Ternyata, kebiasaan buruk tersebut tak hanya bikin kasur jadi basah dan tidak nyaman untuk ditiduri, tapi juga memicu sejumlah penyakit. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Taruh Handuk di Atas Kasur Ternyata Berbahaya

Sebagian dari detikers mungkin pernah menaruh handuk basah di atas kasur secara sengaja. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan maka sebaiknya segera disetop karena bisa berbahaya bagi kesehatan.

Dilansir laman Yahoo! Life UK, Selasa (27/8/2025), selain seprai tempat tidur menjadi basah, kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur dapat memicu tumbuhnya bakteri. Dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa menyebabkan munculnya jamur.

“Seprai Anda akan menyerap kelembapan sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur,” kata Rhiannon Johns, seorang desainer interior dan Head of Brand Piglet in Bed.

Tumbuhnya jamur dan bakteri di tempat tidur nggak bisa dianggap sepele. Apabila seprai tak segera dibersihkan maka jamur bisa menyebar ke seluruh kasur. Hal itu bisa menimbulkan infeksi kulit, gatal-gatal, hingga muncul ruam di seluruh badan.

“Tidak hanya itu, sel-sel kulit mati dan kotoran dari tubuh yang dibersihkan menggunakan handuk, akan diserap lagi oleh tempat tidur jika meletakkan handuk basah di atasnya. Hal ini kurang higienis dan bisa memicu kemungkinan infeksi kulit,” ungkap dr Ross Perry GP, direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

Selain jamur dan bakteri dapat tumbuh karena kondisi yang lembap, handuk yang digunakan sehari-hari juga bisa kotor dan membawa berbagai macam mikroba. Jika handuk basah diletakkan di tempat tidur, maka otomatis mikroba itu akan berpindah ke kasur.

“Penelitian kecil menunjukkan bahwa handuk yang kotor berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit menular,” ujar dr Ross.

Menurut Rhiannon, sebaiknya hentikan kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur setelah dipakai untuk mandi. Disarankan segera menjemur handuk di tempat yang panas agar cepat kering sehingga mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

Jika tak sengaja menaruh handuk basah di kasur dan lupa untuk mengangkatnya selama berjam-jam, dianjurkan untuk mencuci seprai agar tidak lembap sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri. Rhiannon juga menyarankan mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

“Untuk kesegaran yang lebih menyeluruh, jemur handuk di atas tali jemuran di luar ruangan. Cahaya matahari akan membantu membunuh bakteri, jadi manfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya,” tuturnya.

“Selain itu, sebelum merapikan tempat tidur di pagi hari, sebaiknya balikkan selimut untuk diangin-anginkan agar tidak ada debu dan kotoran,” pungkas Rhiannon.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com