Tag Archives: tujuannya

5 Cara Pilih Bed Cover Terbaik Agar Tidur Nyenyak & Kamar Estetik


Jakarta

Bed cover adalah selimut tebal yang melapisi tempat tidur sekaligus berfungsi sebagai dekorasi. Bed cover bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi bisa meningkatkan kenyamanan pemakainya di tempat tidur.

Untuk pengalaman tidur lebih baik, pastikan memilih bed cover yang cocok untuk tempat tidur. Selain itu, pemilihan bed cover yang tepat dapat meningkatkan estetika kamar tidur, lho!

Nah, supaya nggak salah pilih, simak cara memilih bed cover terbaik berikut ini.


Tips Memilih Bed Cover

1. Pertimbangkan Ukuran

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah memilih bed cover yang ukurannya lebih besar daripada kasur Anda. Misalnya, jika Anda memiliki kasur ukuran queen, disarankan untuk memilih penutup selimut ukuran king. Namun, ini tergantung pada tampilan yang diinginkan.

Namun, keputusan ini dapat bervariasi tergantung pada estetika yang diinginkan. Jika tujuannya adalah mendapatkan bed cover dengan tampilan sejajar dengan bagian atas kasur, pertimbangkan untuk memilih ukuran penutup selimut yang sesuai secara akurat dengan ukuran kasur Anda.

2. Pilih Bahan yang Tepat

Ketika Anda memilih bed cover, memahami berbagai jenis bahan yang tersedia dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Bed cover dapat terbuat dari berbagai material, dan setiap bahan membawa karakteristik uniknya sendiri.

Penutup selimut dapat ditemukan dalam berbagai jenis bahan, seperti katun, linen, sutra, satin, campuran poliester, polyester jacquard, sintetis, dan flanel.

Apapun bahan yang dipilih, yang penting tetap mempertimbangkan kenyamanan, daya tahan, dan kebernapasan bahan penutup selimut.

3. Pertimbangkan Tekstur

Pemilihan tekstur bed cover dapat menjadi elemen kunci dalam merancang tampilan dan nuansa kamar tidur Anda.

Ketika memilih bed cover, perhatikan tekstur yang paling sesuai dengan preferensi Anda. Bed cover umumnya bertekstur halus seperti sutra, yang cocok untuk bantal dengan pola dan bantal bertekstur.

Jika Anda ingin menambahkan elemen visual yang menarik dan langsung mencolok pada tempat tidur Anda, pertimbangkan untuk memilih bed cover berwaffle.

Penutup selimut berwaffle memiliki tekstur unik dengan pola berlubang-lubang menyerupai wafel, sehingga memberikan visual yang menarik dan dimensi tambahan pada tempat tidur.

4. Pilih Warna atau Pola yang Tepat

Pertimbangkan apakah Anda ingin bed cover dengan pola atau warna polos, karena hal ini dapat mempengaruhi tampilan dan kenyamanan kamar tidur. Bed cover memiliki peran penting dalam menambahkan warna, pola, dan tekstur ke ruangan tidur sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman.

Sebagai contoh, pemilihan bed cover dengan pola mencolok dapat memberikan minat visual yang dibutuhkan, terutama jika dinding kamar tidurnya polos. Sebaliknya, bed cover dengan warna solid yang kaya dapat menciptakan ruang yang nyaman dan mewah.

5. Pertimbangkan Kualitas dan Iklim

Menetapkan pilihan pada bed cover berkualitas tinggi terbuat dari bahan yang bagus, seperti katun yang banyak diminati karena kelembutannya. Bagi yang tinggal di daerah beriklim panas, penutup selimut katun dapat mempertahankan kesejukan, sementara sutra atau satin memberikan alternatif mewah dengan sentuhan lembut.

Berinvestasi dalam set penutup selimut berkualitas tinggi menjamin masa pakai yang luar biasa, dengan perhatian khusus pada ketebalan kain sebagai penanda kualitas. Aspek kualitas juga mencakup memperhatikan ketebalan kain, indikator kehalusan dan kekuatan bahan.

Dengan mengetahui konsep dan tips ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas saat memilih bed cover, agar menjamin kenyamanan dan kepuasan jangka panjang saat beristirahat.

Itulah beberapa tips memilih bed cover terbaik agar bisa meningkatkan kualitas tidur. Semoga membantu!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Aktivitas Seru Berakhir Pekan di M Bloc Space



Jakarta

M Bloc Space bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.

Tempat nongkrong kekinian di bilangan Jakarta Selatan memang sudah terhitung, tapi M Bloc Space bisa jadi satu dari pilihan tersebut. Ya, kawasan ini di akhir pekan akan jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat segala umur, utamanya muda-mudi.

Sedari siang hingga menjelang sore kawasan ini sudah mulai didatangi pengunjung. Tak hanya dari Jakarta saja, bahkan warga sekitaran Jakarta pun memilih destinasi akhir pekannya ke sini.


detikTravel menemui salah satu warga Bekasi yang hendak berkunjung ke M Bloc Space, Radian. Dia mengatakan tujuannya ke kawasan ini memang sebagai labuan tempat nongkrongnya. Ini bukan kali pertamanya datang ke sini, terkadang bersama teman-temannya dan kali ini dirinya datang bersama pasangannya.

“Iya datang ke sini biasanya di weekend karena suka banyak acara juga dan ya udah beberapa kali juga ke sini. Biasanya kalau sama temen ke sini ya pas ada acara musik, tapi sekarang karena sama pacar jadi nyari tempat nongkrong aja,” katanya saat ditemui detikTravel di depan M Bloc Space, Sabtu (20/7/2024).

Selain memang banyak tenant-tenant makanan, di area ini juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan seru yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Tak sedikit pula pengunjung yang datang sebagai pemburu konten, suasana yang instagramable membuat M Bloc Space jadi magnet bagi para content creator.

1. Galeri Museum Peruri

Saat memasuki area dalam M Bloc Space pengunjung akan melihat satu ruangan yang menyimpan beberapa mesin yang dipakai oleh Peruri kala mencetak uang. M Bloc Space dulunya merupakan Perum Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia).

Dan di ruang ini terdapat mesin pencetak uang, mesin potong, mesin hand press, mesin penghitung uang logam, dan timbangan jadul. Rata-rata umur mesin tersebut sudah lebih dari puluhan tahun. Contohnya mesin pemotong uang itu dipakai saat percetakan Oeang Republik Indonesia daerah Banten – Serang yang digunakan di tahun 1948 hingga 1949. Ataupun mesin penghitung logam buatan Jerman tahun 1937.

2. Acara Kreatif

Saat detikTravel berada di M Bloc Space tengah dihelat salah satu kegiatan yakni CraftopiArt, acara ini merupakan kampus yang diselenggarakan oleh Politeknik Nasional Jakarta jurusan MICE.

“Kegiatan ini dua hari, hari ini sama besok. Sebenarnya minggu ini tuh sesi pre event dari (main) event minggu depan bakal ada exhibition dari CraftopiArt,” kata Aryo salah satu penjual kerajinan di acara tersebut.

Kerajinan tangan yang dijajakan oleh Aryo adalah pernik manik dan rajut, produk manik-manik di booth-nya pun beragam mulai dari gelang hingga gantungan. Dan untuk produk rajutnya ada boneka-boneka, harga yang ia banderol pun beragam mulai Rp 15.000 hingga ratusan ribu.

3. Berburu Kuliner

Ya, tentu rasanya kurang afdol ketika nongkrong di suatu tempat tanpa menikmati kuliner. Di area luar M Bloc Space berderet berbagai kafe-kafe yang menyuguhkan berbagai hidangan makanan dan minuman.

Ada yang autentik Indonesia seperti Suwe Ora Jamu yang tentunya menjajakan jejamuan tradisional khas Indonesia. Kemudian jika ingin ngopi-ngopi santai pun ada cafe Titik Temu yang berada di samping pintu masuk M Bloc Space

4. Spot Foto Istagramble

Bagi muda-mudi yang datang ke sini pastinya akan mengabadikan diri mereka di beberapa spot di M Bloc Space, hampir semua spot di kawasan ini cakep untuk diabadikan. Mulai dari ruangan museum, lorong pintu masuk, di dalam M Bloc Market hingga pinggiran jalan raya.

5. Berbelanja

Di sini juga beragam produk yang bisa kamu bawa pulang, ada pakaian, souvenir hingga kebutuhan sehari-hari juga tersedia di sini. Deretan toko di area luar M Bloc Space terdapat beberapanya seperti Unionwell, Matalokal, Connectoon dan jika ingin membeli kebutuhan sehari-hari plus kudapan sehat bisa jajal di M Bloc Market yang berada di area dalam.

“Untuk M Bloc Space kalau weekend Jumat sampai Minggu bukanya dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB, kalau weekday bukanya dari jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB. Terus itu kalau untuk F&B (area luar M Bloc Space) itu sampai jam 24.00 WIB,” ujar petugas keamanan M Bloc Space, Diki.

Jadi buat kamu yang biasa nongkrong di M Bloc Space apa saja sih kegiatan serunya?

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Museum Layang-layang Menyimpan Kenangan, Merawat Harapan



Jakarta

Museum Layang-layang Indonesia memang tak sepopuler Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilah) atau pun Museum Nasional, tetapi museum itu justru sangat interaktif. Mengisahkan sejarah, mengajak membuat layang-layang, juga merawat harapan.

Dengan bermodalkan rasa penasaran dengan museum tersebut, detikTravel berkesempatan untuk menyambangi Museum Layang-layang ini yang terletak di Jalan H. Kamang no 38, Jakarta Selatan. Setiba di sana, bangunan-bangunan khas Jawa berdiri tegak seraya menyambut kedatangan.

Setelah membeli tiket kemudian dibawa untuk melihat cuplikan video tentang layang-layangan. Sekilas seperti sederhana menyoal layang-layang belaka, namun salah satu guide yang sekaligus perajin layang-layang bernama Asep Irawan.


Ia mengatakan misi di balik adanya Museum Layang-layang ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya Indonesia tentang layang-layang itu sendiri. Mungkin layang-layang banyak dikenal sebagai media bermain saja tapi Asep mengatakan sebetulnya layang-layang juga banyak digunakan di berbagai kegiatan seperti spiritual.

Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaLayang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

“Tujuannya Museum Layang-layang ini untuk melestarikan khazanah budaya Indonesia melalui layang-layang dan berdirinya ini tepat pada 21 Maret 2003. Visi dan misinya ini sebagai tempat pembelajaran anak-anak tentang layang-layang,” kata Asep kepada detikTravel, Senin (24/6/2024).

Pria asal Bandung itu juga mengatakan di zaman sekarang anak-anak kecil banyak yang sudah tidak memainkan layang-layang. Karena tempatnya memainkannya yang sulit dan lebih memilih permainan yang canggih jadi layang-layang ini sedikit banyak mulai ditinggalkan.

Asal Mula Museum Layang-layang

Asep pun menjelaskan tentang hadirnya Museum Layang-layang ini di Jakarta. Endang W. Puspoyo yang merupakan pemilik dari museum itu adalah pecinta layang-layang.

Layang-layang di museum itu adalah koleksi pribadinya yang kemudian dibuka untuk masyarakat umum. Asep mengatakan Endang juga sering mengadakan festival layang-layang dan mengundang banyak perajin layang-layang untuk berpartisipasi.

Endang kala itu tak hanya mengundang perajin lokal saja tapi juga hingga mancanegara. Dari jejaring tersebut alhasil banyak layangan-layangan hias nan unik yang terpajang di Museum Layang-layang ini, mulai dari Indonesia sampai layang-layang dari berbagai negara terdapat di sini.

Layang-layang Bukan Sekadar untuk Bermain-main

Rupanya, layang-layang bukan sekadar media bermain. Lebih dari itu, sedari dulu layangan juga dipakai di berbagai negara, termasuk Indonesia sebagai tradisi dan media spiritual.

“Budayanya ada dan agamanya juga ada kan, nah kalau di negara-negara lain kan ada yang buat upacara kelahiran, kalau di kita (Indonesia) dipakai buat perayaan hasil panen untuk rasa bersyukur jadi nerbangin layang-layang. Itu supaya masyarakat banyak yang datang ke upacara itu dan sambil mendoakan supaya hasil panen lebih banyak lagi,” kata Asep.

Masuk ke dalam Museum Layang-layang yang berbentuk pendopo ini, rasa kagum pertama kali jadi penilaian karena layang-layangan di museum ini mayoritas berukuran besar. Selain itu bentuk-bentuknya juga beragam, ada yang berbentuk binatang hingga wayang dan juga terbuat dari berbagai macam bahan baku seperti kertas, plastik sampai dedaunan.

Asep menerangkan jumlah keseluruhan layang-layangan yang dipajang di museum ini sekitar 100 buah. Namun secara keseluruhan koleksi layang-layang yang dimiliki museum ini bisa lebih dari 1000 layang-layang yang berasal dari berbagai belahan dunia.

“Sekitar 100 ada lah, kalau semuanya ada ribuan tapi nggak dipasang,” kata dia.

Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaLayang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di museum ini pun terdapat beberapa layangan hasil dari tangannya, di antaranya adalah layang-layang berbentuk penari merak yang merupakan tarian khas Jawa Barat. Layang-layangan tersebut ia buat di tahun 1997 dan telah menjuarai perlombaan layang-layang internasional.

“Nah ini (layang-layang) dari Bandung, ini layangan tari burung merak. (Berbahan dasar) kain parasut, ini karya saya dibikin tahun 1997 ini udah lima kali juara internasional dan ditaruh di sini,” kata Asep sambil tersenyum.

Setelah selesai diajak berkeliling museum layang-layang, sembari bercengkrama dengan lelaki murah senyum ini. Terdapat keluarga yang tengah asyik membuat dan mewarnai layang-layang, Ami membawa ketiga anaknya untuk berkunjung ke Museum Layang-layang.

Bagi Ami anak-anaknya senang saat pertama kali diajak ke museum ini, terlebih anak laki-lakinya yang bernama Hamzah. Setelah diberikan rangka layang-layang oleh petugas, dirinya dengan serius menempelkan kertas menggunakan lem dan mewarnai layang-layang hasil tangannya.

Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaAnak-anak bikin layang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Hamzah begitu senang dengan museum ini dengan berbagai bentuk dan ukuran dan baginya membuat layang-layang tak begitu susah.

“Nggak (susah), senang. (Di museum ini) banyak layang-layang yang gede banget,” katanya sambil malu-malu.

Untuk masuk ke Museum Layang-layang ini pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 untuk anak-anak dan Rp 25.000 untuk dewasa.

Dengan harga tersebut selain pengunjung bisa menikmati berbagai koleksi layang-layang, pengunjung juga akan diperlihatkan terlebih dahulu video tentang festival layang-layang dan di akhir tour museum juga akan diberikan pengalaman membuat dan mewarnai layang-layang.

Museum ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, tak ada hari libur kecuali tanggal merah. Yuk buat kamu yang penasaran dengan koleksi layang-layang di museum ini dan ingin mencoba pengalaman membuat layang-layang, langsung saja datang ke Museum Layang-layang ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mampir ke Semesta Gallery, Melihat Karya Seni Sekaligus Spot Foto Estetik



Jakarta

Di Lebak Bulus, Jakarta Selatan ada salah satu ruang pamer seni bernama Semesta Gallery. Tak hanya menyuguhkan karya seni, tempat ini juga punya spot foto estetik.

Tak dipungkiri lagi, zaman sekarang ini media sosial begitu bervariasi, sehingga banyak medium untuk menyalurkan minat. Belum lagi bagi yang senang berfoto, tempat-tempat estetik pasti jadi tujuannya.

Berawal dari media sosial pula, detikTravel berkunjung ke galeri seni tersebut, Selasa (3/9/2024). Di bawah terik matahari, Semesta Gallery ini menyuguhkan suasana yang nyaman nan sejuk karena di sekelilingnya terdapat banyak pepohonan.


Kawasan ini juga cukup luas sehingga pengunjung banyak mengeksplor area-area sekitar Semesta Gallery ini untuk dijadikan latar belakang foto mereka. Shanaz berkunjung ke tempat ini memang sedang mencari ketenangan, sekaligus mencari nyaman secara pandangan matanya.

“Ke sini sih buat nyari suasana tenang aja karena kan tempat enak juga buat healing gitu, terus di sini kan ada galeri seninya jadi sekalian aja liat-liat. Di sini juga tempatnya enak banyak pohon, udaranya juga sejuk jadi enak banget,” ucapnya kepada detikTravel.

Semesta's GallerySemesta Gallery Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Di sela-sela aktivitasnya sebagai mahasiswa, ia sudah beberapa kali datang ke Semesta Galery ini hanya untuk sekadar melepas penat. Tak seperti kebanyakan yang datang ke sini bersama teman atau pasangan, Shanaz datang hanya seorang diri.

“Iya ke sini sendirian aja karena ya memang buat nyari ketenangan aja, kadang juga ke sini bareng teman kalau lagi pengen rame-rame,” ujarnya.

Semesta Gallery ini berada di Jalan Taman Sari No.77, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Saat berkunjung ke Semesta Gallery kebetulan sedang berlangsung pameran seni karya-karya Ria Pasaman yang merupakan ibu dari pemilik galeri ini yakni Andra Semesta.

Tak cuma terdapat galeri seni saja, bagi pengunjung yang lapar di Semesta Gallery juga terdapat cafe yang hidangannya bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Semesta Gallery ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai dari jam 10.00 hingga 17.00 WIB untuk Selasa sampai Kamis

Untuk Jumat hingga Minggu, Semesta Gallery ini buka dari pukul 09.00 hingg 18.00 WIB. Tidak ada pungutan biaya untuk pengunjung yang ingin datang ke tempat ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Foreword Library di Jaksel, Koleksi Bukunya Sip, Suasananya Nyaman dan Tenang



Jakarta

Buat kamu pendamba suasana tenang dan tentu tempatnya juga nyaman, bisa datang ke salah satu perpustakaan yang berada di Cilandak, Jakarta Selatan.

Foreword Library merupakan perpustakaan gratis yang memiliki beragam koleksi buku. Perpustakaan itu terletak di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.

Kendati perpustakaan itu gratis, tetapi fasilitasnya tak kaleng-kaleng. Saat detikTravel berkunjung ke perpustakaan ini, Kamis (12/9/2024) kesan pertama yang dirasakan seperti berada di rumah sendiri. Ya, jika dilihat dari luar bangunan, perpustakaan itu memang layaknya rumah tinggal.


Perpustakaan berada di lantai dua dengan dua ruangan, general reading dan tweens and teens. Foreword Library menyuguhkan pengalaman yang begitu nyaman untuk disinggahi, tak hanya jadi sarana baca buku tapi juga tempat nugas bahkan work from anywhere.

Sedari siang hari tempat ini banyak didatangi pengunjung, ada datang untuk membaca namun mayoritas fokus dengan laptop masing-masing. Salah satunya adalah Riani, ia menggunakan Foreword Library ini pilihan wfh-nya.

Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Baginya selain bukunya yang beragam, tentu yang terpenting adalah tempatnya yang nyaman dan membuatnya senang berlama-lama di sini.

“Perpustakaannya nyaman banget cozy terus banyak buku-buku bagus, terus buat wfh juga oke banget sih nyaman dan tenang. Biasanya aku di sini bisa tiga sampai enam jam di sini karena sekalian wfh dan kada juga ada meeting,” ujarnya kepada detikTravel.

Menurutnya jika dalam satu minggu ia mendapatkan kesempatan wfh maka pilihan pertama tujuannya ada Foreword Library ini. General Manager Foreword Library, Olive, menyampaikan inisiasi awal terbentuknya perpustakaan yang baru menginjak satu tahun ini.

Pemilik perpustakaan ini adalah kakak-adik bernama Nihlah dan Nishrin Assegaf yang gemar membaca dan terpikirkan untuk membuka perpustakaan umum. Diawali dari koleksi buku pribadi kini koleksi di sini kurang lebih 1000 buku.

“Kita coba bikin public library yang accessible buat banyak orang yang inklusif juga dengan pilihan-pilihan buku yang terkurasi, untuk bisa orang-orang datang dan baca,” kata Nihlah.

Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan. Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di perpustakaan ini pun pengunjung dapat meminjam buku, dengan catatan telah menjadi member. Mulai dari meminjam satu buku hingga maksimal tiga buku, durasi peminjaman buku pun selama tiga minggu.

“Jadi kita ada dua kategori untuk membership, pertama untuk lima bulan itu Rp 100.000 dan yang satu tahun itu Rp 200.000. Kita pakai levelan gitu jadi untuk yang pertama gabung membership itu baru boleh pinjam satu buku, nanti kalau udah tiga minggu nah dapat extend satu kali aja,” ungkap librarian di sana, Alisha.

Foreword Library bisa dikunjungi mulai hari Selasa hingga Sabtu, untuk jam bukanya hari Selasa sampai Jumat jam 11.00 hingga 19.30 WIB. Dan untuk hari Sabtu 08.00 sampai 13.00 WIB, Minggu dan Senin libur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com