Tag Archives: tumpahan

Penyebab Kulkas Lembap dan Bau Sampai Cara Mengatasinya



Jakarta

Kulkas yang jarang dirawat dan dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap hingga cenderung bau busuk. Sisa-sisa makanan yang lama disimpan di kulkas akan menimbulkan bakteri yang menyebabkan bau.

Tak hanya itu, bagian dalam maupun luar kulkas juga akan lembap dan terlihat kotor bila jarang dibersihkan.

Sebelum mengatasi bau busuk yang keluar dari dalam kulkas, sebaiknya detikers perlu mencari tahu apa penyebab aroma tersebut bisa muncul. Biasanya, bau itu muncul dari sisa makanan atau minuman yang tersimpan terlalu lama hingga kedaluwarsa.


Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan kulkas mengeluarkan aroma tak sedap. Apa saja? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Penyebab Kulkas Mengeluarkan Bau Busuk

Dilansir situs Which, berikut sejumlah penyebab umum kulkas mengeluarkan bau busuk:

1. Bagian dalam Kulkas Sudah Kotor

Penyebab yang pertama karena bagian dalam kulkas sudah kotor. Umumnya, hal ini disebabkan karena tumpahan makanan atau minuman yang tak terlihat, lalu didiamkan selama berhari-hari karena tak terlihat. Satu-satunya solusi adalah dengan membersihkan seluruh rak kulkas hingga tidak tersisa lagi kotoran.

2. Penampungan Air Kulkas

Sudah mencoba membersihkan bagian dalam kulkas tapi masih tercium bau tak sedap? Bisa jadi penyebabnya datang dari wadah untuk menampung air kulkas. Coba lakukan pengecekan pada bagian tersebut, biasanya wadah tersebut berisi air yang bercampur kotoran.

3. Menyimpan Makanan dengan Cara yang Salah

Penyebab berikutnya bisa jadi karena kamu menyimpan produk makanan atau minuman dengan cara yang salah, terutama yang beraroma menyengat. Jika disimpan di kulkas dengan wadah dibiarkan terbuka, hal itu yang menyebabkan munculnya aroma tidak sedap.

4. Saluran Air Tersumbat

Saluran air yang tersumbat bisa menjadi salah satu faktor munculnya aroma busuk dari kulkas. Cobalah cek bagian belakang kulkas dan lihat bagian pembuangan kondensasi. Biasanya, aroma tak sedap berasal dari sini.

Jika ingin dibersihkan, sebaiknya panggil teknisi atau jasa profesional untuk menghindari terjadinya kerusakan pada kulkas di kemudian hari.

5. Ada Benda Asing di Wadah Pembuangan

Kalau kulkas masih mengeluarkan bau tak sedap, cobalah untuk mengecek wadah pembuangan air kulkas. Hal ini bisa disebabkan karena adanya masalah pada pendingin ruang mesin.

Selain itu, cek juga air yang menggenang di dalam wadah, apakah kosong atau ditemukan benda atau hewan seperti serangga, beras, kacang, hingga makanan yang membusuk. Solusinya adalah dengan membuang seluruh air dan dikuras sampai bersih.

Tips Mengatasi Bau Tak Sedap di Kulkas

Jika bagian dalam kulkas mengeluarkan bau tak sedap, ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Dikutip dari The Spruce, berikut cara-caranya:

1. Bubuk Kopi

Kamu bisa meletakkan bubuk kopi segar pada sebuah wadah atau loyang untuk menghilangkan bau di kulkas. Pastikan kamu mendiamkan bubuk kopi tersebut selama semalaman agar efektif menghilangkan bau.

2. Baking Soda

Baking soda dinilai ampuh untuk menghilangkan bau tak sedap di kulkas. Caranya juga mudah, cukup menuangkan baking soda ke dalam wadah, lalu taruh di dalam kulkas dan diamkan semalaman hingga bau menghilang.

3. Minyak Atsiri

Selain digunakan sebagai aroma terapi, minyak atsiri juga bisa digunakan untuk menghilangkan aroma tak sedap. Untuk cara penggunaannya, tuang minyak atsiri ke bola-bola kapas, lalu masukkan ke dalam kulkas dan diamkan selama 24 jam. Cara ini dinilai ampuh untuk mengatasi bau busuk di kulkas.

Itu dia lima penyebab kulkas mengeluarkan bau busuk dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Tidak Mengundang Semut


Jakarta

Salah satu tempat yang sering didatangi semut adalah dapur. Di tempat ini banyak sekali sumber makanan dan tempat berlindung yang cocok untuk kawanan semut.

Di sisi lain, hal ini menjadi masalah bagi penghuni rumah karena bahan dapur hingga makanan yang disimpan di sana tidak lagi higienis.

Tenang, ada cara untuk mencegah semut mendekat ke dapur dan tidak menyentuh bumbu dapur. Dilansir The Spruce berikut caranya.


1. Simpan Makanan dengan Benar

Cara agar bumbu dapur aman dari semut adalah cara penyimpanannya harus benar. Meskipun tersimpan aman di dalam lemari, tempatkan makanan ke dalam wadah tertutup agar semut tak bisa menjangkaunya.

2. Singkirkan Sumber Kelembapan

Selain menjauhi sumber makanan semut, lingkungannya juga harus tetap bersih dan tidak boleh lembap terlalu lama. Area yang lembap merupakan tempat yang disukai oleh semut. Jaga area dapur agar tetap kering. Setelah selesai memasak, segera bersihkan area dapur dari tumpahan air, baik di meja, maupun lantai.

3. Gunakan Pengusir Semut Alami

Dapur merupakan tempat yang harus selalu bersih dan higienis. Sebaiknya tidak banyak bahan kimia karena khawatir dapat masuk ke makanan. Oleh karena itu, untuk mengusir semut atau hewan lain, sebaiknya memakai bahan-bahan yang alami. Ada lho bahan alami yang dibenci semut dan membuat mereka enggan mendekat di antaranya minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, dan cuka.

4. Tutup Akses Masuk Semut

Terakhir yang tak kalah penting adalah menutup akses masuk semut ke dalam rumah. Tubuhnya yang kecil bisa masuk melalui celah-celah kecil seperti retakan pada dinding dan lantai. Jadi perlu dicari dengan cermat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


Jakarta

Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

4. Kabinet Berlubang

Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tips Mudah Membersihkan Kompor dan Areanya



Jakarta

Area dapur seringkali menjadi bagian rumah yang mudah kotor karena aktivitas memasak, mencuci piring dilakukan di area ini. Bagian dapur yang seringkali mudah kotor dan sulit dibersihkan adalah kompor dan area sekitarnya.

Sisa-sisa makanan, bumbu, lemak dan bekas minyak yang menempel di kompor dan sekitarnya paling sulit dibersihkan dibandingkan dengan area lainnya. Nah,

Bagaimana caranya?


Inilah langkah membersihkan kompor gas dengan mudah, dilansir dari The Spruce.

1. Cuci Pan Support dan Knob

Pertama, pastikan kompor gas mati dan tidak panas. Lalu, lepaskan pan support dan knob.

Rendam pan support kompor ke dalam ember besar berisi air panas dan sabun cuci piring. Sementara knob cukup dicuci biasa dengan air dan sabun.

2. Bersihkan Sisa Makanan

Lap permukaan kompor menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun yang hangat buat membersihkan minyak dan sisa makanan membandel. Kamu bisa menyemprotkan cuka suling dan menaburkan soda kue pada sisa makanan yang terbakar.

Kemudian, tutupi dengan kain basah selama 15 menit sebelum digosok dengan spons kasar. Gunakan sisi kasar spons untuk menggosok pan support dan bilas dengan air bersih.

3. Bilas dan Keringkan

Selanjutnya, bilas permukaan kompor gas dengan spons basah dengan seksama, terutama soda kue pada burner supaya bisa berfungsi dengan baik. Setelah itu, keringkan semua bagian kompor gas dengan kain mikrofiber.

4. Rangkai Kembali Kompor

Kalau semua bagian kompor kering, kamu sudah bisa merangkai kembali kompor. Pasang pan support dan knob kembali pada tempat asalnya.

5. Jaga Kebersihan Kompor

Jangan lupa untuk membersihkan kompor gas secara berkala. Jaga kebersihannya dengan membiasakan untuk lap tumpahan dan cipratan sesegera mungkin setelah memasak ketika kompor sudah dingin.

Itulah cara mudah membersihkan kompor gas agar dapur selalu terlihat bersih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Selain Terlihat Indah, Ini Keuntungan Pasang Wallcovering di Rumah


Jakarta

Ada banyak cara agar interior rumah terlihat cantik dan estetis, salah satunya dengan memasang wallcovering. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tak tahu keuntungan pasang wallcovering di dalam rumah.

Bahkan, sebagian orang masih mengira jika wallcovering dan wallpaper adalah sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Singkatnya, wallcovering menggunakan bahan premium seperti vinyl tebal, kain, dan material sintetis, sedangkan wallpaper menggunakan lapisan kertas atau vinyl tipis.

Bagi kamu yang sedang membangun atau merenovasi rumah dan berencana menggunakan wallcovering pada ruangan, simak dulu sejumlah kelebihannya dalam artikel ini.


Keuntungan Pasang Wallcovering di Rumah

Sales marketing J. Josephson Sebastian mengatakan memasang wallcovering tak sekadar untuk estetika. Ada sejumlah keuntungan jika memasang wallcovering pada interior rumah, yaitu:

1. Mudah Dibersihkan

Bahan premium yang digunakan pada wallcovering tak hanya indah dipandang dan nyaman dipegang, tapi juga mudah dibersihkan. Sebastian menyebut wallcovering sangat mudah dibersihkan dari noda atau kotoran seperti debu, tumpahan saus, atau sisa makanan yang menempel.

“Sangat mudah dirawat dan dibersihkan. Jika ketumpahan saus, jus jeruk, hingga apa pun yang mengenai wallcovering, kamu cukup mengelapnya dengan kain kering atau tisu, dan tidak ada lagi noda tersisa,” kata Sebastian kepada wartawan dalam acara Goodrich Lifestyle Fest 2025, Kamis (31/7/2025).

Jika tidak menggunakan wallcovering, noda atau kotoran yang menempel di dinding terkadang sulit dihilangkan. Seiring waktu, cat dinding juga akan kusam sehingga perlu dicat ulang agar ruangan terlihat kembali cantik.

2. Desain yang Menarik

Bagi kamu yang suka desain estetis dan menarik mata, Sebastian menyarankan agar memasang wallcovering di rumah. Ada banyak desain dan motif yang menarik dan cocok untuk berbagai konsep hunian, mulai dari minimalis, modern, atau Scandinavian.

“Desain wallcovering sangat menarik karena mengikuti perkembangan tren. Contohnya wallcovering motif garis-garis yang sempat populer sekitar 15-20 tahun lalu, tapi kini populer lagi dan mendapat sentuhan baru sehingga lebih minimalis dan keren,” ujarnya.

3. Punya Kualitas Premium

Memasang wallcovering mampu membuat ruangan jadi terkesan mewah dan elegan. Ditambah bahan yang digunakan memiliki kualitas premium di kelasnya, sehingga tidak mudah rusak bahkan tahan terhadap api.

Sebastian mengingatkan wallcovering dan wallpaper memiliki perbedaan yang signifikan. Menurutnya wallpaper sudah ‘jadul’ dan banyak ditinggalkan orang karena mudah rusak. Kini banyak yang sudah beralih ke wallcovering karena punya kualitas terbaik.

“Ketika berbicara tentang wallcovering, banyak orang yang berpikir itu adalah wallpaper. Padahal wallpaper sudah ketinggalan zaman, sangat rapuh, mudah rusak, dan gampang lepas dari dinding,” jelas Sebastian.

“Saat ini, wallcovering banyak dipilih orang karena punya kualitas yang terbaik, anti api, dan anti bakteri, sehingga aman digunakan untuk hunian atau komersial,” paparnya.

4. Ramah Lingkungan

Keunggulan lain yang dimiliki wallcovering adalah ramah lingkungan. Sebastian mengungkapkan seluruh produk wallcovering milik J. Josephson telah memiliki sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) dan Health Product Declaration (HPD) Amerika Serikat.

Selain itu, sudah banyak produk wallcovering yang kini mengusung VOC (Volatile Omission Compounds) rendah. Artinya, saat memasang wallcovering di dalam ruangan maka tak akan tercium aroma material yang dapat mengganggu kenyamanan penghuni.

“Jadi kalau masuk ke salah satu ruangan yang baru dipasang wallcovering, terkadang tercium aroma dari material atau lem yang tidak nyaman di hidung. Namun karena sudah rendah VOC maka tidak akan mencium aroma yang terlalu menyengat. Hal ini tentu sangat baik untuk kenyamanan dan juga kesehatan,” pungkas Sebastian.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Noda Air di Furniture Kayu? Hilang Cuma Pakai Pasta Gigi dan Mayones!


Jakarta

Furniture yang terbuat dari bahan kayu kerap menjadi pilihan penghuni rumah. Furniture berbahan kayu dipilih karena memiliki warna alami yang indah dan juga awet.

Furniture kayu juga perlu dibersihkan meski hanya ada tumpahan air. Jika tidak segera dibersihkan, bisa-bisa akan ada noda air di furnitue kayu.

Walau demikian, penghuni rumah nggak perlu khawatir kalau ada noda air di furniture kayu. Sebab, masih ada cara untuk membersihkannya.


Cara Menghilangkan Noda Air

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.

1. Pakai Mayones atau Minyak Zaitun

Dilansir dari The Spruce, untuk membersihkan noda air bisa dilakukan dengan mengoleskan minyak zaitun ataupun mayones ke area berwarna putih karena bekas air. Diamkan hingga satu jam, lalu bersihkan.

2. Pakai Pasta Gigi Non-gel

Cara kedua yaitu dengan menggunakan pasta gigi non-gel. Taruh pasta gigi tersebut pada kain lembut dan gosokkan pada noda air hingga hilang. Setelah itu, lap sisa pasta gigi pada furniture kayu dengan lap basah dan lap kembali furniture itu dengan kain lembut dan kering.

Sebagai tambahan, dilansir dari Real Simple, membersihkan noda bekas air pada furniture kayu juga bisa dilakukan dengan campuran pasta gigi non-gel dan baking soda. Gosokkan campuran tersebut pada noda air. Setelah itu bersihkan sisa campuran dengan kain lap bersih lalu keringkan Furniture.

3. Pakai Hair Dryer

Cara selanjutnya adalah menggunakan hair dryer atau pengering rambut. Khusus cara ini, harus segera dilakukan saat furniture kayu masih lembap.

“Gunakan hair dryer pada pengaturan terendah, lalu arahkan ke noda air. Gerakkan pengering rambut untuk memastikan tidak ada panas langsung yang mengenai kayu, yang dapat menyebabkan kayu terlalu panas,” ujar ahli kebersihan Sarah Dempsey, dikutip dari Homes & Gardens, Rabu (6/8/2025).

Tips Agar Furniture Kayu Bersih Lebih Lama

Membersihkan furniture kayu tentu diperlukan. Nah, berikut ini beberapa cara agar furniture kayu bersih lebih lama yang dilansir dari Real Simple.

1. Bersihkan Debu

Sering membersihkan debu bisa mencegah menumpuknya debu, goresan, dan kerusakan lainnya. Pemilik furniture bisa membersihkan debu-debu dengan menggunakan kemoceng agar lebih mudah. Membersihkan debu dan mengelap furniture kayu bisa membuatnya lebih tahan lama.

2. Hindari Terkena Sinar Matahari Langsung

Tempatkan furniture kayu jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan area yang lembap kecuali furniture itu memang sengaja dibuat untuk diletakkan di bagian luar rumah atau outdoor. Cahaya matahari bisa membuat warna memudar, panas dan lembap bisa merusak kayu. Untuk meminimalisir paparan sinar matahari bisa menggunakan tirai di dalam rumah.

3. Tutupi Furniture

Menutup bagian permukaan furniture kayu bisa mencegah adanya noda, paparan panas, dan lembap. Pemilik furniture bisa menggunakan taplak meja, coaster, atau yang lainnya. Hindari penggunaan plastik karena bisa menggores permukaan furniture.

Itulah beberapa cara menghilangkan noda air dan cara merawat furniture kayu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Mengusir Semut dari Dapur biar Nggak Balik Lagi



Jakarta

Dapur sering jadi ‘surga’ bagi semut. Serangga kecil ini bisa dengan cepat menyerbu makanan dan minuman, bahkan hanya karena remah-remah yang tertinggal. Selain mengganggu, semut juga berpotensi membawa bakteri dan merusak bagian rumah.

Dilansir dari The Spruce, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar semut tak lagi mondar-mandir di dapur.

1. Bersihkan Dapur secara Menyeluruh

Semut tertarik pada makanan manis dan berminyak. Pastikan dapur selalu bersih dari remah-remah, tumpahan, atau sisa makanan. Meski jumlahnya sedikit, kotoran di sudut atau bawah lemari tetap bisa memancing semut masuk.


2. Simpan Makanan dengan Benar

Gunakan wadah tertutup rapat untuk menyimpan makanan, termasuk makanan hewan peliharaan. Meski disimpan di lemari, tanpa wadah yang tepat semut tetap bisa menjangkaunya.

3. Singkirkan Sumber Kelembapan

Selain makanan, semut juga menyukai air. Periksa keran dan pipa untuk memastikan tidak ada kebocoran. Jaga area dapur tetap kering dan segera lap tumpahan air di meja maupun lantai.

4. Gunakan Pengusir Semut Alami

Beberapa bahan dapur bisa membantu mengusir semut, seperti minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, cuka, atau soda kue. Semut biasanya tidak menyukai aroma-aroma tersebut.

5. Tutup Titik Masuk Semut

Ikuti arah pergerakan semut untuk menemukan celah atau lubang yang mereka gunakan. Tutup celah tersebut dengan dempul atau bahan penutup lain agar mereka tidak bisa masuk lagi.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, dapur akan tetap bersih dan bebas semut. Jadi, kamu bisa masak dan makan dengan nyaman tanpa diganggu pasukan semut yang datang tanpa diundang.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket dengan Tepat


Jakarta

Dapur merupakan salah satu area di rumah yang sangat mudah kotor. Sebab, bisa saja ada tumpahan air, minyak, atau sisa makanan yang jatuh ke lantai.

Terkadang, lantai dapur akan terasa sangat lengket dan kotor usai memasak. Selain bikin tidak nyaman, lantai dapur yang tidak dibersihkan dapat mengundang berbagai hewan, seperti lalat, semut, tikus, hingga kecoak.

Sebenarnya, membersihkan lantai dapur yang kotor bisa dilakukan dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket

Kamu dapat membersihkan lantai dapur yang lengket dan kotor dengan mudah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

1. Sapu Kotoran yang Ada di Lantai

Langkah pertama adalah dengan menyapu lantai dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Biasanya, sisa-sisa makanan atau bumbu sering jatuh ke lantai sehingga bikin kotor.

Selain itu, debu dan kotoran juga bisa muncul di dapur sehingga terasa tidak nyaman saat menginjak lantai. Kalau jarang disapu, debu bisa membuat permukaan keramik jadi kusam dan muncul goresan.

2. Pel Lantai dengan Cairan Pembersih

Tak hanya disapu, lantai dapur juga perlu dipel agar tidak terasa lengket. Dianjurkan menggunakan cairan pembersih khusus lantai agar efektif mengangkat kotoran dan menciptakan aroma wangi ke seluruh dapur.

Jika ditemukan ada bekas noda minyak di lantai, sebaiknya jangan langsung dipel dengan kain pel. Bersihkan noda minyak tersebut dengan tisu atau kain lap kering.

Setelah mengepel lantai dapur, sebaiknya kain pel dicuci dan dijemur sampai kering. Langkah ini dilakukan agar kain pel tidak mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan lagi.

3. Cek Noda di Ubin Dapur

Usai mengepel lantai, sebaiknya cek kembali seluruh permukaan ubin dapur. Pastikan tidak ada sisa noda seperti minyak, air, ataupun bahan dapur lainnya.

Soalnya, sisa noda yang tidak dibersihkan lama-lama akan menjadi lengket dan menempel ke keramik. Selain jadi sulit dibersihkan, hal itu membuat keramik terlihat kusam.

4. Hati-hati Muncul Kerak Sabun

Apabila lantai dapur terlihat buram setelah dibersihkan, kemungkinan ada kerak sabun yang menempel ke ubin. Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan lapisan keramik dengan pembersih serbaguna non-abrasif.

Selain itu, kamu juga bisa membuat pembersih buatan alami dengan menggunakan perasan jeruk lemon segar yang dicampur air. Lalu, bersihkan sisa-sisa kerak sabun yang menempel di lantai dapur.

5. Keringkan Lantai Dapur

Setelah dipel sampai bersih, kamu perlu mengeringkan lantai dapur dengan membuka ventilasi udara atau menggunakan kipas angin. Sebab, sisa-sisa air yang menempel di lantai bisa membentuk bercak. Seiring waktu, bercak air akan menempel dan membentuk kerak sehingga menyebabkan lantai dapur terlihat kotor.

Kamu juga bisa mengeringkan lantai dapur menggunakan kain kering. Pastikan keramik dilap secara optimal hingga ke sudut-sudut dapur agar tidak ada sisa air.

Itu dia cara mudah membersihkan lantai dapur yang lengket dengan tepat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Kapan Bantal Harus Diganti? Ini 4 Tandanya


Jakarta

Bantal merupakan salah satu perlengkapan tidur yang pasti ada di kasur. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan sebagai alas kepala agar tidur jauh lebih nyaman.

Banyak yang belum tau nih kalau pemakaian bantal juga ada waktu kedaluwarsanya lho. Bantal nggak bisa dipakai selamanya apalagi tanpa pernah dicuci. Apabila dibiarkan justru bisa memicu penyakit, seperti alergi.

Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, ada ciri-ciri yang bisa jadi alat ukur apakah bantal yang digunakan masih layak atau tidak.


Dilansir dari Daily Mail, disebutkan umumnya waktu pemakaian bantal berbeda-beda tergantung bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.

Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti

1. Terdapat Noda

Pada bahan apa pun, permukaan bantal seiring waktu bisa berubah warna. Perubahan ini akan terlihat jelas pada bantal berwarna putih. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami.

Jika terdapat noda coklat, kemungkinan adanya pertumbuhan jamur pada bantal. Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.

Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.

Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.

2. Kendur atau Rata

Selain warna, perubahan pada bentuk juga tanda yang jelas bantal harus segera diganti. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.

3. Bantal Berbau

Sebagai perlengkapan tidur, bantal harus bersih dan tidak berbau. Apabila tercium bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.

Jika dua tanda sebelumnya ditambah bantal tersebut juga berbau, mau tidak mau bantal harus diganti. Jika bentuk dan warnanya masih aman, coba bersihkan. Caranya dengan mencuci dicampur detergen dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

4. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

Cara selanjutnya adalah coba menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa di dalam bantal tersebut. Tampilannya jadi lebih kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Ajaib! 4 Bahan Dapur Ini Bisa Hilangkan Noda di Pakaian


Jakarta

Saus sambal atau kecap manis yang tumpah ke baju dan celana rasanya bikin kesal. Terutama jika pakaian tersebut berwarna putih, tentu sangat terlihat jelas bekas noda yang menempel.

Noda yang menempel di baju sebenarnya bisa dibersihkan menggunakan detergen. Namun, cara ini belum tentu efektif karena ada beberapa noda membandel yang sulit dihilangkan.

Daripada kamu harus membeli baju baru, cobalah membersihkan noda di pakaian dengan sejumlah bahan dapur yang mudah didapat. Penasaran apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


Bahan Dapur Ini Bisa Atasi Noda di Baju

Sejumlah pakar membagikan tips membersihkan noda di baju dengan menggunakan bahan dapur saja. Dilansir situs The Spruce, berikut bahan-bahannya:

1. Cuka

Bahan dapur yang pertama ada cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka disebut efektif untuk menghilangkan noda membandel di pakaian.

Cara pakainya juga mudah, campur cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu aduk hingga merata. Setelah itu, oleskan cairan cuka pada noda di pakaian, lalu tunggu selama 10-15 menit, dan bilas dengan air bersih.

2. Air Jeruk

Selain cuka, kamu juga bisa menggunakan air jeruk untuk membasmi noda membandel di baju. Selain noda saus dan kecap, air jeruk juga bisa mengatasi noda keringat yang menempel di kerah baju.

Cara pakainya cukup dengan mengoleskan air jeruk ke noda di pakaian, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 30 menit. Jika sudah, bilas noda dengan air bersih.

Air jeruk tak hanya efektif untuk mengatasi noda, tapi juga membantu menyegarkan pakaian. Kamu bisa menambahkan perasan air jeruk ke dalam mesin cuci agar baju terasa lebih wangi.

“Air jeruk memang efektif mengatasi noda, tapi hindari penggunaannya pada kain halus atau berwarna karena dapat membuat warna jadi pudar,” kata pakar kebersihan Alicia Sokolowski.

3. Soda Kue

Tak hanya efektif mengatasi noda membandel di pakaian, soda kue juga dapat mencerahkan pakaian dan seprai putih, melembutkan kain handuk, dan menghilangkan bau pada pakaian. Soda kue dinilai efektif untuk menyerap cairan dan menetralkan zat asam.

Agar efektif membasmi noda, para ahli menyarankan untuk membuat pasta dengan mencampur soda kue dan air dengan perbandingan 2:1. Lalu, oleskan pasta soda kue pada noda dan diamkan selama 10-30 menit. Jika sudah, bilas dengan air bersih.

4. Garam

Garam juga bisa dipakai untuk mengatasi noda, asalkan noda tersebut baru saja tumpah dan mengenai pakaian. Alicia menyarankan untuk segera menaburkan garam pada noda di baju untuk membantu menyerap cairan.

Diamkan sekitar 5 menit agar garam bereaksi. Setelah itu, bersihkan garam dengan air dingin dan cuci baju tersebut segera mungkin sebelum noda sulit dihilangkan.

Itulah empat bahan dapur yang ampuh mengatasi noda kotor di baju. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com