Tag Archives: turki

Bahan dan Jenis Keset Kamar Mandi


Jakarta

Dari masa ke masa keset kamar mandi selalu dianggap hal yang tidak penting, ada banyak fungsi yang sangat penting dari keset kamar mandi ini.

Keset yang terbaik tidak hanya menyediakan permukaan yang halus dan tentunya antiselip untuk kaki, tetapi bisa memberikan sentuhan warna dan daya tarik tersendiri.

Keset Kamar Mandi Katun Turki

Dengan ukuran 20 x 31 inci, karpet ini memiliki rasa yang kental seperti spa, dan bisa juga di cuci dengan mesin cuci. Keset kamar mandi katun Turki ini 100% murni dari katun, keset jenis ini juga menawarkan desain yang mewah dan tidak hanya memberikan rasa sejuk dan terasa ringan, tetapi juga tingkat penyerapan dari keset berbahan katun ini sangat baik.


Keset Kamar Mandi Batu Tulis

Tidak seperti keset pada umumnya yang berbahan dari kain sintetis atau kayu, bahan dari keset ini berbeda dari yang lainnya. Keset kamar mandi batu berukuran 23 x 15,4 x 0,4 inci dan terbuat dari tanah diatom, bahan dasarnya terdiri dari mineral yang bersifat antimikroba dan menyerap kelembapan dengan baik, keset ini juga tahan jamur dan lumut, yang membuatnya ideal untuk area basah.

Keset Microfiber

Melansir forbes.com, karpet microfiber ini memberikan tampilan yang mewah, dengan ukuran 17 x 24 inci, karpet ini sangat lembut jika di injak, dan juga anti selip serta dapat dicuci menggunakan mesin cuci.

Karpet ini terbuat dari bahan serat mikro chenille yang berbulu lembut dan empuk ketika di pegang, karpet ini bekerja dengan baik untuk mengeringkan kaki kamu ketika keluar kamar mandi, karpet ini juga dilengkapi dengan perekat kuat guna meningkatkan sirkulasi udara dan memberikan daya tarik.

Keset Kamar Mandi Busa

Keset yang berbahan busa memori ini dapat dicuci dengan mesin cuci dan bahan yang berkualitas tinggi, karpet yang bertumpuk rendah ini punya sudut yang bulat serta berbahan karet untuk memastikan karpet tetap menempel sempurna.

Keset Kamar Mandi Kayu

Kalau kamu pernah mengunjungi spa kelas atas yang mewah, pasti kamu akan mendapati keset kamar mandi kayu ini, walau keset ini tidak terlalu populer seperti keset berbahan katun karena tingkat resapannya yang kurang maksimal, tetapi keset berbahan kayu ini menawarkan pemandangan yang apik.

Keset Kamar Mandi Poliester

Karpet poliester ini dirancang tebal agar terasa lembut dan hangat ketika diinjak, di tenun dengan bahan yang berkualitas tinggi. Kain ini sangat cocok untuk cuaca di bulan-bulan musim hujan, karena menjaga kaki tetap hangat dan nyaman bahkan ketika saat basah.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Pameran Seni Budaya China yang Menawan di Galeri Nasional



Jakarta

Pameran seni China digeber di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta mulai 6 September hingga 7 Oktober 2024. Beragam karya seni dipamerkan di sana.

Pameran seni tradisional China itu diselenggarakan oleh Shanghai Art Collection Museum bersama Indonesia Heritage Agency (IHA), Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Pameran itu bertajuk ‘Irama Baru Jalur Sutra Maritim’. Sebanyak kurang lebih 80 karya dari sekitar 50 seniman asal China ambil bagian dalam pameran tersebut.


detikTravel menilik satu per satu karya tersebut pada Rabu (11/9/2024). Karya seni yang dipajang di galeri itu bukan hanya lukisan, tetapi juga terdapat karya seperti patung, paper cut hingga kerajinan sulam.

Gallery sitter, Divan, menjelaskan pameran di Galeri Nasional itu menjadi titik keempat yang disinggahi Shanghai Art Collection Museum. Dia mengatakan pameran itu untuk memperkenalkan lebih luas lagi seni asli yang berangkat dari tradisi di sana.

“(Tujuannya) untuk mengenalkan seni rupa China kepada dunia terutama yang berangkat dari kerajinan atau keahlian asli dari China itu sendiri, terutama di Shanghai. Ini adalah pameran stop keempat setelah sebelumnya merek dari Mesir, Turki, dan Slovakia jadi ini adalah sebuah tur global besar,” ujarnya kepada detikTravel.

Pameran Seni Budaya China di Galeri NasionalPameran Seni Budaya China di Galeri Nasional (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Sebanyak 80 karya yang dipamerkan di sana terbagi menjadi empat bagian. Divan menerangkan dari empat bagian tersebut memiliki keunikannya masing-masing, salah satunya distrik di Shanghai yang bernama Jinzhan.

Warga di sana memiliki kebiasaan untuk melukis sehingga karya dari warga distrik tersebut mempunyai ciri khas tersendiri.

“Bagian pertama ada karya-karya yang berangkat dari kerajinan China secara keseluruhan, kemudian karya dari Shanghai secara spesifik. Ada yang terinspirasi dari Peking Opera, dan karya dari salah satu distrik di Shanghai yaitu Jinzhan, di mana para petani di sana memiliki kebiasaan atau culture melukis,” kata dia.

Pameran Seni Budaya China di Galeri NasionalPameran Seni Budaya China di Galeri Nasional (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Sembari berkeliling terdapat salah satu karya yang sangat indah dan berbeda, dari jauh terlihat seperti lukisan biasa. Namun ketika ditelisik lebih dekat lukisan itu tak menggunakan cat, melainkan disulam menggunakan benang di medium kertas.

Divan menerangkan karya tersebut juga jadi satu dari beberapa favoritnya di pameran ini. Karya yang bergambar bunga teratai itu merupakan hasil tangan seniman bernama Gu Yuchun dan Gu Zipeng.

“Menurut saya yang paling berkesan itu adalah karya berjudul ‘Bunga Teratai dan Embun’ karya Gu Yuchun dan Gu Zipeng, itu adalah keluarga marga Gu yang mengembangkan teknik menyulam di atas kertas,” ujarnya.

“Jadi kertasnya mereka sudah buat sendiri dan mereka sudah tahu keahlian khusus yang dibutuhkan untuk membuat karya yang benar-benar masif dan berimbas,” dia menambahkan.

Pameran seni tradisional China ini berlangsung sejak 6 September hingga 7 Oktober 2024 mendatang. Buka setiap hari dari jam 09.00 sampai 19.00 WIB. Untuk bisa menyaksikan pameran ini, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 per orang.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mesin Ketik dan Keris Usia Ratusan, Ini Harta Karun Pasar Loak Jatinegara


Jakarta

Bagi pecinta barang antik, Pasar Loak Jatinegara adalah surga tersembunyi. Di sini ada berbagai koleksi jadul mulai dari mesin tik tua, uang lama, keramik lawas, hingga keris berusia 200 tahun. Tak hanya itu, ponsel jadul yang pernah hits juga masih dijual dengan harga terjangkau.

Deretan Harta Karun Pasar Loak Jatinegara

Detik travel sempat mengunjungi Pasar Loak Jatinegara pada Jumat (3/10/2025), berikut ‘harta karun’ yang berhasil ditemukan

1. Mesin Ketik Tua

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Perangkat yang sangat terkenal di era 1980-an ini masih bisa kita temukan dalam kondisi cukup baik. Harganya mulai dari Rp 350 ribu dan bisa lebih murah atau mahal, bergantung dari kemampuan tawar menawar calon pembeli.


“Mesin ketik ini sudah ada sejak tahun 80-an. Kondisinya masih bagus, tintanya juga masih ada,” kata Fikri, seorang penjual di Pasar Loak Jatinegara.

Ada mesin ketik yang masih lengkap dan terlihat kuat, tetapi ada juga yang beberapa tombol atau hurufnya sudah lepas. Meski begitu, daya tariknya tetap kuat, terutama bagi kolektor atau penggemar barang antik.

2. Uang Kuno

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu tertata rapi di lapak pasar. Harga yang ditawarkan juga cukup murah, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

“Kalau uang kuno seperti ini, biasanya dicari untuk dijadikan koleksi,” kata Bapak Tami, pemilik lapak uang kuno Pasar Loak Jatinegara.

Uang kuno ini ada yang dibuat tahun 1955, 1959, 1973, 1978, hingga 1996. Tidak hanya uang Indonesia ada juga koin dari berbagai negara lain seperti Jepang, Malaysia, Perancis, India, hingga Turki.

3. Keramik Lawas

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Pasar Loak ini juga menyediakan aneka produk keramik lawas misal piring, asbak, gelas, dan patung. Deretan produk yang tertata rapi ini menunggu calon pembeli untuk melihat, bertanya, dan membelinya.

“Kalau keramik, biasanya yang paling dicari itu adalah patung. Biasanya orang-orang dijadikan pajangan di rumah atau di ruangan,” jelas Fikri.

Menurut Fikri, patung keramik adalah barang yang paling sering dicari oleh pembeli. Alasannya, patung keramik bisa menjadi hiasan rumah atau ruangan yang bisa menambah kesan antik dan klasik.

4. Keris Antik

Pasar Loak JatinegaraKeris antik di Pasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Bagi penyuka benda pusaka, Pasar Loak Jatinegara menyediakan keris berusia ratusan tahun. Menurut Fikri, benda ini diperoleh dari kolektor yang mempercayakan padanya untuk dijual. Keris ini termasuk koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

“Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

5. Ponsel Lawas

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Jika detikers tertarik dengan ponsel lawas, Pasar Loak Jatinegara adalah tempat terbaik. Di sini ada ponsel dengan tombol fisik hingga layar sentuh dengan kondisi yang cukup baik, meski punya berbagai kekurangan.

“Masalahnya adalah karena sudah pernah dipakai, jadi ada beberapa goresan kecil. Tapi masih berfungsi dengan baik,” kata Efendi pemilik lapak ponsel.

Selain punya goresan, ponsel lawas ini dalam kondisi retak atau terkelupas. Ponsel lama tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp 400 ribu. Untuk mendapatkan harga terbaik, calon pembeli masih dapat mencoba tawar menawar dengan pemilik lapak.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com