Tag Archives: twa

Cerita, Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tariknya


Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat. Orang-orang juga mengenalnya sebagai Tangkuban Perahu.

Dilansir laman pengelola Taman Wisata Alam (TWA) ini, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung berapi aktif yang memiliki deretan kawah yang menakjubkan.

Lokasi Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu berada di Jl. Tangkuban Parahu No. 282, Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Lokasinya sekitar sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung. Akses ke Tangkuban Parahu bisa ditempuh dengan jalur Bandung-Ledeng-Lembang.

Jika dari arah Lembang, untuk bisa mencapai gerbang utama masuk objek wisata Gunung Tangkuban Parahu jaraknya 11 km ke arah Subang.

Daya Tarik Tangkuban Parahu

Terdapat beberapa kawah TWA Gunung Tangkuban Parahu yaitu:

  1. Kawah Ratu
  2. Kawah Upas
  3. Kawah Baru
  4. Kawah Domas.

Kawah yang paling populer di Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu. (Irpan Rispandi/d’Traveler)

Tidak hanya menikmati pemandangan alam daan kawah putihnya yang terkenal, sekarang di sana juga terdapat permainan outbound, taman cinta dan taman edukasi.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Tangkuban Parahu adalah Rp 20.000 untuk weekdays, dan Rp 30 ribu di weekend. Harga tersebut berlaku untuk wisatawan lokal.

Sementara, bagi wisatawan mancanegara dikenakan Rp 200.000 per orang di weekdays dan Rp 300.000 per orang.

Anak usia 5 tahun ke atas sudah dikenakan biaya tiket. Berdasarkan akun Instagram @twa_tangkubanparahu dilihat (30/07/2024), berikut adalah daftar harga tiket masuk Tangkuban Perahu:

Weekdays

  • Rombongan Pelajar/Mahasiswa: Rp 18.000 per orang.
  • Wisatawan lokal: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 200.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 12.000 per unit.
  • Tiket masuk mobil: Rp 25.000 per unit.
  • Tiket masuk bus (roda 6): Rp 110.000 per unit.
  • Tiket angkutan shuttle/ontang-anting: Rp 10.000 per orang.

Weekend dan Tanggal Merah

  • Wisatawan Lokal: Rp 30.000 per orang.
  • Pelajar/Mahasiswa: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 300.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 14.500.
  • Tiket masuk mobil: Rp 30.000.
  • Tiket masuk bus: Rp 125.000.

Biaya Parkir

  • Parkir bus: Rp 10.000.
  • Parkir mobil: Rp 5.000.
  • Parkir motor = Rp 3.000 (weekdays) dan Rp 3.500 (weekend).

Jam Buka

Tangkuban Parahu buka setiap hari untuk umum, mulai dari jam 08.00-17.00 WIB.

Fasilitas Tangkuban Parahu

Wisatawan tak perlu khawatir, karena di objek wisata Tangkuban Parahu telah banyak fasilitas tersedia. Berikut di antaranya:

  • Pusat informasi di ara Kawah Ratu.
  • Parkir kendaraan.
  • Toilet.
  • Gazebo.
  • Terminal bus Jayagiri.
  • Aula serbaguna.
  • Angkutan ontang-anting (shuttle).
  • Pos kesehatan.
  • Masjid.
  • Orchid garden.
  • Area outbond.
  • Menara.
  • Panggung budaya.

Cerita Tangkuban Parahu

Geografiwan sekaligus Pengamat dan Pecinta Lingkungan, T. Bachtiar menjelaskan mengapa dinamakan Gunung Tangkuban Parahu karena gunungnya terlihat seperti parahu terbalik.

“Karena ada dua kawah yang berdampingan dengan arah barat dan timur. Jadi, terlihat gunung itu dari arah selatan seperti perahu terbalik. Itu sebabnya mengapa Gunung Tangkuban Parahu, bentuknya terlihat seperti perahu yang terbalik. Jadi hanya orang yang melihat dari arah selatan (Lembang) yang melihat gunung itu seperti perahu yang terbalik,” terang Bachtiar dikutip dari situs TWA Tangkuban Parahu.

kawahKawah di area Tangkuban Perahu. (Neny Setiyowati/d’Traveler)

Legenda Sangkuriang

Tangkuban Parahu juga jadi salah satu cerita rakyat terkenal, yakni legenda Sangkuriang. Mengisahkan tentang seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi.

Karena parasnya yang cantik, banyak raja jatuh hati padanya. Bahkan mereka rela berperang untuk mendapatkan hati Dayang Sumbi.

Suatu waktu, Dayang Sumbi tengah mengasingkan diri bersama jelmaan dewa berwujud seekor anjing jantan bernama Tumang di sebuah bukit.

Ketika tengah menenun, kain Dayang Sumbi terjatuh. Ia pun memberi sumpah bahwa siapa pun yang mengambilkan kain itu berjenis laki-laki, maka akan dijadikan suaminya.

Ternyata, si Tumang yang mengambil kain tersebut. Akhirnya mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Sangkuriang.

Singkat cerita, Sangkuriang tumbuh menjadi pemanah andal. Suatu hari saat ia tengah berburu, dirinya menyuruh si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang.

Namun, Tumang tidak menurut. Dengan anak panahnya, Sangkuriang pun membunuh Tumang.

Setelah itu, hati si Tumang diberikan kepada Dayang Sumbi untuk dimakan dan dimakan. Setelah mengetahui kebenarannya, Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok dari tempurung kelapa.

Pukulan itu membuat luka di kepala Sangkuriang. Sejak itu, Sangkuriang sangat menyesal dan memutuskan untuk pergi mengembara.

Setelah sekian lama, tanpa disadari ia kembali lagi ke tempat sang ibu, Dayang Sumbi. Namun, keduanya tidak saling mengenali. Tak disangka, mereka berdua jatuh cinta.

Suatu waktu, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang. Seketika, ia pun teringat. Kemudian dirinya mencoba untuk menjelaskan pada Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya.

Sangkuriang pun tidak peduli dan tetap ingin menikahi Dayang Sumbi. Namun, Dayang Sumbi tidak ingin pernikahan itu tidak terjadi. Alhasil, Dayang Sumbi pun meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau dengan perahunya dalam waktu satu malam.

Dirinya menganggap bahwa Sangkuriang sepertinya tidak bisa memenuhi permintaan itu. Namun, Sangkuriang berusaha untuk mewujudkan permintaan itu dan dibantu oleh jin.

Melihat hal tersebut, Dayang Sumbi pun segera menebarkan kain ke arah timur dan memohon pada Sang Yang Tunggal supaya Sangkuriang gagal. Permintaannya pun dikabulkan dan matahari segera terbit.

Mengetahui hal itu, Sangkuriang pun marah. Seketika ia menendang perahu yang dibuatnya sampai perahu, tersebut terbalik dalam posisi telungkup. Dari situlah perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Namun, Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang menghilang dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Konon, Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi sampai pada akhirnya menghilang ke alam gaib.

Terlepas dari cerita rakyat tersebut, situs TWA Gunung Tangkuban Parahu menulis bahwa Gunung Tangkuban Parahu sebenarnya terbentuk dari letusan Gunung Sunda. Di mana Gunung Sunda meletus sebanyak dua kali. Kedua letusan tersebutlah yang melahirkan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Tempat-Tempat yang Bikin Tenang Total



Jakarta

Healing bisa makin maksimal saat dilakukan di tempat wisata yang tenang, apalagi tanpa sinyal. Di mana saja?

Liburan tanpa gangguan bisa terlaksana dengan banyak pilihan. Salah satunya, menjauhkan HP dari genggaman.

Tetapi, kini HP sudah menjadi salah satu perangkat untuk menjadi kamera sekaligus. Nah, akan lebih maksimal andai traveler memilih destinasi tanpa sinyal. HP dibuat mode flight atau memang menuju destinasi tanpa sinyal seluler.


Tempat healing tenang total tanpa sinyal:

1. Pantai Pasir Perawan

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (16/12). Hamparan pasir yang lembut akan ditawarkan oleh 'Pantai Pasir Perawan' yang ada di Pulau Pari. File/detikFoto.Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu (Agung Pambudhy)

Pantai Pasir Perawan berlokasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seperti namanya, pantai ini memiliki pasir putih yang sangat cantik, hutang mangrove yang masih alami, air lautnya sebening kaca dan cocok untuk berenang karena berarus tenang.

Tak begitu jauh dari Jakarta, namun melipir ke pantai ini membuat sinyal ponselmu hilang dari peredaran dan kamu bisa liburan tanpa gangguan!

2. Kampung Adat Baduy Dalam

Kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Lebak, Banten resmi menjadi wilayah blank spot internet sejak September 2023. Pemutusan sinyal internet ini adalah permintaan dari para tetua adat Baduy dan dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Saat itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong, membenarkan bahwa sinyal internet di Baduy Dalam sudah diputus. Pemutusan sinyal internet dilakukan pertengahan bulan September.

Saat itu, tetua adat Baduy Dalam meminta agar wilayahnya dijadikan titik tanpa sinyal internet atau blank spot. Tetua adat tak ingin masyarakat Baduy terpengaruh oleh konten negatif dari internet.

Permintaan itu dilayangkan melalui surat kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Suratnya berisi dua permintaan yaitu Pertama, menghapus sinyal atau mengalihkan sinyal internet di wilayah tanah Ulayat Baduy. Kedua, permintaan membatasi atau menutup aplikasi yang berisi konten negatif yang bisa mempengaruhi moral dan akhlak generasi muda Baduy.

3. Trekking di Sentul

Cover Gif Curug Ciburial, Sentul, BogorCover Gif Curug Ciburial, Sentul, Bogor (Rachman_punyaFOTO)

Trekking di Sentul bisa menjadi pilihan untuk sepi tanpa sinyal seharian. Banyak pilihan rute dan curug yang bisa dituju. Operator tur juga tersedia cukup banyak.

Di sini, traveler bisa trekking di dalam hutan dengan sebagian jalur sawah. Juga, melintasi sungai.

Destinasi yang dituju bisa ke Curug Leuwi Asih, Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk, Curug Putri Kencana, Curug Cibingbin, Bukit Paniisan, Goa Garunggang, Curug Leuwi Asih, Curug Cibaliung dll.

4. Hutan Mangrove PIK

Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran.Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. (Pradita Utama)

Taman Wisata Angke (TWA) memperkenalkan Hutan Mangrove PIK sebagai salah satu tempat wisata asri di pinggir ibu kota. Hutan mangrove memang tidak memiliki sinyal telekomunikasi yang baik karena tempatnya yang terpencil dan vegetasi yang lebat.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Hutan Mangrove adalah hunting foto, belajar menanam mangrove, menikmati sunset dari menara pandang dan menyusuri rimbunnya bakau dengan perahu. Tiket masuknya mulai dari Rp 30 ribu di hari biasa dan Rp 35 ribu di akhir pekan.

5. Kebun Teh Gambung Ciwidey

Kebun Teh CiwideyKebun Teh Ciwidey (Muhammad Iqbal/detikTravel)

Kebun teh Gambung di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu wisata perkebun teh antimainstream. Cantik dan mempesona, kebun teh ini belum seramai di Rancabali.

Kebun Teh Gambung juga terkenal sebagai pusat pengembangan teh, sehingga suasanannya tenang karena menjadi area penelitian. Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang mau mencari suasana tenang dan sunyi.

6. Telaga Sunyi

telagaTelaga Sunyi Baturaden (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Tempat wisata ini terkenal dengan suasana sunyi dan pemandangan indah. Ya, Telaga Sunyi di Baturradem, Banyumas, Jawa Tengah. Destinasi ini berada di area pegunungan yang dikelilingi oleh hutan pinus.

Berjarak dari 2,5 km dari pusat wisata Baturraden, wisatawan bisa menjangkaunya dengan mudah. Aktivitas di sini tentu saja berenang, berfoto, bersantai dan menikmati keindahan alam. Harga tiketnya Rp 10.000-15.000 per orang.

7. Taman Literasi Martha Tiahahu

Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

Kalau yang lainnya berada di alam, yang satu ini bisa ditemukan di tengah kota, Taman Literasi Martha Tiahahu. Berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan, Taman Literasi menjadi salah satu tempat wisata tenang, cocok bagi si kutu buku.

Masuk ke perpustakaannya, pengunjung akan diminta tenang tanpa boleh berbicara selama berada di sana. Tak perlu khawatir lapar, taman ini dikelilingi dengan taman yang menyediakan kawasan kuliner pilihan.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Wisata Alam yang Lebih Sepi dan Murah Dibandingkan Puncak



Jakarta

Puncak selalu menjadi destinasi favorit warga Jabodetabek untuk menghabiskan libur akhir pekan. Nah, banyak alternatif wisata alam lain yang lebih sepi dan terjangkau lho.

detikTravel telah merangkum, Jumat (4/7/2025) wisata alam lainnya yang bisa kamu kunjungi selain Puncak Bogor untuk menikmati akhir pekan. Berikut 5 di antaranya:

1. Taman Wisata Alam Gunung Pancar


Gua Agung Garunggang menjadi daya tarik wisata di area Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Bogor. Eksotisme gua ini bisa saja pudar karena masih marak kasus pungli di Gunung Pancar.Taman Wisata Alam Gunung Pancar Foto: Andhika Prasetia

TWA Gunung Pancar terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Tempat wisata yang satu ini buka setiap hari selama 24 jam.

Taman Wisata Alam Gunung Pancar bisa jadi pilihan traveler yang ingin menikmati keindahan alam dengan ragam fasilitas dan kegiatan. Di sini tak hanya rindang, namun juga punya jalur hiking, sepeda, camping, trekking dan menikmati pemandian air panas.

Harga untuk menikmati keindahan alam di sini cukup terjangkau kok. Mulai Rp 10 ribu per orangnya. Terdapat juga paket-paket kegiatan yang bisa kamu pilih berdasarkan budget. Misalnya paket trekking hutan pinus Rp 190 ribu/orang, glamping mulai Rp 1,3 juta, dan paket lainnya.

2. Gunung Batu Jonggol

Traveler yang ingin hiking tipis-tipis bisa juga datang ke Gunung Batu Jonggol berada di Desa Sukaharja, Kabupaten Bogor memiliki ketinggian 875 mdpl. Walau tak terlalu tinggi, jalur menuju puncaknya lumayan menantang lho.

Selain hiking atau trekking, kamu juga bisa berkemah menikmati sunset dan sunrise di sini lho. Untuk mendaki Gunung Batu Jonggol, kalian cukup merogoh kocek Rp 15.000 per orang. Untuk mendaki sampai puncak dikenakan biaya tambahan Rp 5.000 per orang. Untuk parkir kendaraan dikenakan biaya Rp 15.000. Sedangkan untuk mendirikan tenda, kamu harus nambah Rp 5.000 lagi.

3. Taman Nasional Gunung Ciremai

Taman Nasional Gunung Ciremai.Taman Nasional Gunung Ciremai. Foto: Istimewa

Gunung yang mencakup dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat bisa jadi pilihan untuk destinasi alam bagi para petualang. Ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat lho.

Menjadi gunung tertinggi, tentu traveler akan dimanjakan dengan pemandangan Jawa Barat dari puncak gunung. Belum lagi dengan rindangnya pohon di hutan alami sepanjang jalur pendakian. Kini, Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektar.

Untuk tiket masuk saat weekday Rp10 ribu dan weekend/hari libur Rp15 ribu. Jika kamu ingin hiking tiketnya Rp 20 ribu dan camping Rp 5.000.

4. Gunung Munara

Spot wisata alam alternatif lainnya yang bisa traveler pilih yaitu Gunung Munara yang berada di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Gunung ini cocok untuk hiking tipis-tipis karena tingginya hanya 1.119-1.204mdpl saja.

Tiket masuknya Rp 10 ribu saja dan bila camping tambah lagi Rp 5.000.

5. Kebun Raya Bogor

Rumah Kaca Anggrek Kebun Raya Bogor dan koleksi anggrek di dalamnya.Rumah Kaca Anggrek Kebun Raya Bogor dan koleksi anggrek di dalamnya. Foto: Trisna Wulandari/detikEdu

Wisata bernuansa alam selain Puncak yang bisa kamu datangi tanpa perlu merasa lelah mendaki adalah Kebun Raya Bogor. Teruntuk harga tiket, Senin-Jumat Rp 15.500, Sabtu-Minggu dan libur nasional Rp 25.500, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan

Kebun Raya Bogor punya banyak pohon dan bunga yang di tentu saja di sini berhawa sejuk, adem, dan punya beragam area estetik. Kamu jelajahi juga Griya Anggrek, Taman Anggrek Hitam, Taman Teijsmann dan spot cantik lainnya.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Rekomendasi Liburan Dekat Jakarta tapi Adem Selain Puncak dan Lembang


Jakarta

Warga Jabodetabek yang ingin liburan di tempat adem tak perlu khawatir. Tersedia banyak pilihan yang memungkinkan kamu healing, me time, atau liburan bareng keluarga. Tentunya tempat wisata ini mudah diakses.

Rekomendasi Liburan Dekat Jakarta tapi Adem

Berikut pilihannya dikutip dari arsip berita detikTravel

Kota Bogor

Cara ke Kebun Raya Bogor naik KRL bisa dilakukan dari Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tangerang. Yuk, simak langkah-langkahnya di sini.Dome Kebun Raya Bogor Foto: Kebun Raya Bogor

Kota Bogor adalah destinasi wisata dengan hawa sejuk, adem, segar cocok untuk healing dan liburan sendiri atau bersama keluarga. Sebagai destinasi populer, Bogor punya banyak pilihan wisata populer. Berikut pilihannya


Kebun Raya Bogor

Warisan zaman kolonial ini adalah kebun botani paling tua di Asia Tenggara dengan luas 87 hektare. Kebun Raya Bogor tidak hanya punya koleksi 14 ribu tanaman, tapi juga sarana dan fasilitas liburan bagi pengunjung.

Istana Bogor

Bangunan resmi kepresidenan ini berada di dalam Kompleks Kebun Raya Bogor, sehingga pengunjung bisa lihat langsung. Pada hari-hari tertentu, pengunjung bahkan dapat menikmati tur dan suasana di area Istana Bogor.

The Jungle Waterpark Bogor

Wahana permainan air ini cocok untuk liburan keluarga saat akhir pekan atau musim libur sekolah. Di sini ada giant aquarium yang memungkinkan pengunjung seperti berenang bersama hewan laut. Wahana lain yang tersedia adalah tower slide, racer slide, jungle beach, dan kolam air hangat.

Sentul

Curug Bidadari di SentulCurug Bidadari di Sentul Foto: Curug Bidadari di Sentul

Kawasan kota modern di area pegunungan ini berada di di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor seluas 3 ribu hektare. Di sini ada wisata alam yang memungkinkan kamu treking, ada glamping buat pengunjung yang ingin healing, tersedia juga pilihan bagi yang ingin wisata bareng keluarga.

Curug Bidadari

Air terjun ini memungkinkan kamu untuk trekking sambil menikmati hawa sejuk, adem, dan pepohonan hijau. Jalur treking di sini mungkin tidak terlalu sulit, namun pengunjung tetap disarankan olahraga dan pemanasan lebih dulu.

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar

Destinasi wisata ini menyediakan berbagai fasilitas bagi pengunjungnya. Di sini tersedia camping ground, jalur trekking, sepeda, dan pemandian air panas alami. Semua fasilitas tersedia di dala arena hutan pinus yang menyediakan udara sejuk dan segar.

Taman Budaya Sentul

Destinasi wisata keluarga ini menyediakan beragam aktivitas seru, wisata edukatif, dan kuliner lezat. Tentunya tersedia wisata alam yang bisa dinikmati di alam terbuka Sentul. Di sini juga tersedia permainan tali, offroad, panahan, dan wahana permainan lainnya.

Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk

mangroveTWA Angke Kapuk Foto: (Wahyu/detikTravel)

Ekowisata ini adalah kawasan konservasi mangrove yang terletak di Jakarta Utara. Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang asri dan udara segar di kawasan yang cocok untuk wisata edukasi, rekreasi keluarga, dan berbagai aktivitas outdoor.

Hutan Kota Srengseng Sawah

Warga berolahraga di Hutan Kota Srengseng, Jakbar, Jumat (27/6/2025). Pramono menginstruksikan Dinas Pertamanan untuk melakukan renovasi Hutan Kota Srengseng.Hutan Kota Srengseng Sawah Foto: Andhika Prasetia

Kawasan hutan kota ini adalah destinasi yang cocok bagi kamu yang ingin healing, me time, dan jalan-jalan sendiri. Tentunya tempat ini juga cocok bagi yang berwisata bersama keluarga. Hutan kota tidak hanya menyediakan koleksi pohon, hawa adem, dan sejuk tapi juga keanekaragaman hewan dalam habitatnya.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

4 Rekomendasi Tempat Wisata Sejuk dan Sepi Dekat Jakarta


Jakarta

Akhir pekan jadi waktu yang tepat untuk healing sendiri atau bersama keluarga. Tentunya, detikers harus mencari destinasi wisata yang tepat agar keterbatasan waktu bisa dimanfaatkan dengan baik untuk relaksasi. Salah satu pilihannya adalah mencari tempat wisata yang tidak jauh dari domisili.

4 Rekomendasi Tempat Wisata Sepi dan Sejuk Dekat Jakarta

Berikut pilihan destinasi wisata yang bisa ditempuh pulang pergi dari Jakarta

1. Kawasan Sentul

Lokasi: Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat


Rekomendasi:

Hutan Hujan Sentul

Hutan Hujan Sentul menjadi alternatif warga untuk mengisi akhir pekan. Anda akan diajak trekking dengan pemandangan hamparan sawah dan hijaunya Hutan Pinus.Hutan Hujan Sentul Foto: Grandyos Zafna

Selain pemandangan yang bikin mata segar karena melihat hijau-hijau, kamu juga bisa menikmati cuaca sejuk dan adem dikelilingi gemericik air. Di sini juga tersedia arena camping, trekking ke Goa Garunggang, atau sekadar jalan-jalan sambil makan siang.

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar

Camping ground Gunung PancarCamping ground Gunung Pancar Foto: Shutterstock

Destinasi wisata ini sebetulnya sangat populer dan nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Namun dengan memilih kegiatan dan waktu pelaksanaan yang tepat, kamu bisa menikmati hawa sejuk dan TWA tidak terlalu ramai. Rekomendasi aktivitas di sini adalah trekking, glamping, atau menyeruput kopi.

2. Kawasan Puncak

Lokasi: Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Rekomendasi:

Kebun Raya Cibodas

Objek wisata di Cianjur.Kebun Raya Cibodas Foto: Ismet Selamet

Lokasi wisata ini cocok buat detikers yang mencari hawa sejuk, adem, relaksasi di tengah rimbun pepohonan. Tempat wisata ini tentunya Instagramable, kamu bisa ambil foto di Kebun Sakura atau dekat bunga bangkai raksasa. Bagi pecinta trekking, kamu bisa jalan-jalan menikmati keindahan alam dan gemericik air di rute menuju Air Terjun Ciberureum.

Telaga Warna

Telaga WarnaTelaga Warna Foto: Luthfi Hafidz/detikTravel

Destinasi wisata ini berada dalam kebun teh dan merupakan bagian dari kawasan wisata cagar alam Megamendung. Telaga Warna menyajikan pemandangan yang sangat indah, tenang, dengan air berwarna hijau-biru. Spot ini cocok untuk kamu yang ingin healing sambil menghirup udara segar dan menyantap kuliner lezat.

3. Gunung Bunder

Kemping di Gunung BunderKemping di Gunung Bunder Foto: Roberto Tambunan/d’Traveler

Lokasi: Lecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Kawasan wisata ini dipenuhi pohon pinus yang bikin suasana rimbun, adem, dan sejuk. Area ini cocok buat penyuka trekking menuju wisata alam Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Pangeran, dan Curug Seribu. Kamu juga camping bersama keluarga di tempat yang adem dengan udara segar.

4. Kota Bogor

Lokasi: Jawa Barat area Jabodetabek

Rekomendasi:

Prasasti Batutulis

Prasasti Batutulis, Bogor peninggalan Kerajaan SundaPrasasti Batutulis, Bogor peninggalan Kerajaan Sunda Foto: 20Detik

Kawasan wisata sejarah ini berada di seberang Istana Batutulis yang merupakan tempat peristirahatan Presiden RI 1 Ir Soekarno. Selain melihat bukti historis peninggalan Kerajaan Pajajaran, kamu bisa ambil foto sambil nambah ilmu.

Scientific Tourism Garden

Tempat wisata ini cocok buat kamu yang ingin relaksasi bareng keluarga sambil mengenal alam. Di sini juga ada aneka tanaman hias dan buah-buahan, berikut cara budidaya dan perawatan. Review google menyatakan destinasi wisata ini sangat rindang, sejuk, dan pastinya Instagramable.

Rekomendasi tempat wisata yang telah disebutkan bukannya sepi tanpa ada pengunjung. Sebaliknya, rekomendasi wisata ini sangat dikenal masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Namun dengan pemilihan waktu dan jam berkunjung yang tepat, pengunjung bisa menikmati suasana lebih tenang.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com