Tag Archives: ubud

Penasaran Berapa Bayar Satu Malam di Hotel Nikah Luna Maya? Cek di Sini


Jakarta

Luna Maya dan Maxime Bouttier resmi menikah pada Rabu (7/5/2025) dengan prosesi yang digelar di COMO Shambhala Estate, Bali. Dikutip dari situsnya, tarif hotel eksklusif ini mencapai lebih dari Rp 10 juta per malam untuk suite.

Tentunya, hotel ini menawarkan kenyamanan ekstra bagi para konsumen. Traveler tak hanya dimanjakan dengan kamar yang bikin betah, tapi juga layanan yang bikin rileks.

Tarif Menginap di COMO Shambhala Estate

Buat detikers yang ingin mencoba layanan hotel yang terletak di Ubud, Gianyar ini, bisa cek langsung di laman terkait. Sebagai gambaran, berikut tarif menginap untuk 2 orang dewasa check in Jumat (9/5/2025) dan check out Sabtu (10/5/2025).


Suite

Tarif menginap untuk suite adalah Rp 12,9 juta per malam sudah termasuk diskon dari harga awal sebesar Rp 18,4 juta per malam. Biaya sudah termasuk pajak dan biaya lain.

Villa

Tarif Rp 16,5 juta per malam ini berlaku untuk satu kamar tidur dengan diskon dari harga awal sebesar Rp 23,5 juta. Harga menginap sudah termasuk pajak dan biaya lain.

Pengunjung dikenakan tarif tambahan jika ingin menikmati layanan lain yang tersedia di COMO Shambhala Estate. Layanan ini mencakup yoga, sarapan sehat, dan treatment lain yang bertujuan membantu tubuh healing.

Sebagai informasi, tarif menginap di COMO Shambhala Estate bisa berubah setiap saat. Calon pengunjung wajib update informasi lebih dulu dan memilih jadwal menginap sebelum memilih ingin menikmati layanan di COMO Shambhala Estate.

COMO Shambhala Estate menawarkan layanan kembali ke alam sebagai sarana kesehatan holistik. Desain kamar dan villa terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia, yang pastinya bikin nyaman dan dekat dengan alam. Dengan berbagai layanan ini, COMO Shambhala Estate sukses menyabet penghargaan internasional misal Top 10 Wellness Retreats in the World oleh Travel + Leisure 2023.

(row/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Di Balik Pabrik-pabrik, Ada Setitik Keindahan Bali di Karawang



Karawang

Tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pulau Dewata, di Karawang pun bisa. Traveler datang saja ke Kampung Turis yang suasananya Bali banget!

Karawang yang terkenal sebagai kota industri, ternyata menyimpan Hidden Gem. Di balik pabrik-pabrik yang berdiri di kota itu, ada Kampung Turis yang keindahannya serupa Ubud di Bali.

Lokasinya berada di kaki Gunung Sanggabuana, tepatnya di Desa Mekar Buana, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang. Begitu masuk ke sini, traveler akan merasa seperti bukan di Karawang, tapi di Bali.


Kampung Turis Karawang menghadirkan pemandangan alam yang begitu menawan. Udara sejuk dan suasana asri khas pegunungan menambah rasa betah berada di objek wisata itu.

“Banyak tamu yang berkunjung ke Kampung Turis terkagum-kagum dan tidak menyangka kalau Karawang memiliki tempat wisata yang lengkap dan mempesona seperti Kampung Turis,” kata General Manager Kampung Turis, Heri Heryana.

Area Bukti Sidampyak, Kampung Turis KarawangKampung Turis Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Di area perbukitan Kampung Turis terbentang hamparan sawah nan hijau dengan landscape terasering ala Ubud Bali yang begitu eksotis.

Kampung Turis jadi semakin istimewa, karena nuansanya yang ditata dengan baik, dengan sentuhan artistik ala Bali yang begitu menarik.

“Hal menarik lainnya yang sulit didapatkan pengunjung di tempat wisata lain adalah, nuansa artistik Bali yang dapat dilihat dari model bangunan, gapura, pura hingga landscape sawah terasering khas Ubud Bali yang menjadi daya tarik Kampung Turis,” paparnya.

Kampung Turis menghadirkan berbagai wahana hiburan yang lengkap dan menarik, yaitu: Water Park, Resto, Cafe, Villa, Danau, Kids Play Ground, Pendopo, Meeting Room dan Air Terjun.

Selain itu, Kampung Turis juga menyediakan wahana education dan adventure, yang dilengkapi dengan aneka permainan yang menarik seperti, playing fox, high rope, archery, ATV dan permainan menarik lainnya.

“Saat ini, Kampung Turis tengah mengembangkan wahana edukasi dan adventure (eduventure) yang juga menjadi wahana unggulan untuk memenuhi kebutuhan segmen corporate,instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, komunitas bahkan family untuk menyelenggarakan kegiatan outbound, training, meeting family gathering, wedding dan juga kegiatan sekolah,” ucap Heri.

Pesona Kampung Turis tidak hanya digandrungi oleh wisatawan lokal Karawang dan Bekasi. Tetapi juga oleh wisatawan dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Purwakarta, Tanggerang, Bogor, Subang, dan daerah lainnya di Jawa Barat.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Resort Cantik di Ubud buat Nikmati Bali Seutuhnya



Ubud

Pesona Bali bisa dinikmati secara seutuhnya dengan menginap di sebuah resort di Ubud. Ubud memang jadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Resort tersebut adalah Visesa Ubud. Sebagai destinasi yang mendalami kebudayaan Bali, resor ini tidak hanya menyajikan akomodasi, tapi juga menghadirkan beragam pengalaman yang mencerminkan semangat hospitality Bali yang sejati.

Salah satu keunggulan utama Visesa Ubud adalah atmosfer The Truly of Ubud Ambience yang tercermin dalam arsitektur dan dekorasi resort, serta pelayanan staf yang memiliki kepribadian unik.


“Visesa Ubud Resort bukan hanya tempat menginap, tetapi perwujudan dari keaslian budaya Bali. Kami menghadirkan The Truly of Ubud Ambience, menciptakan pengalaman yang membawa tamu merasakan kehangatan dan keramahan Bali,” kata Lia Agustina, perwakilan pemilik Visesa Ubud Resort dalam keterangannya, Jumat (12/1/2024).

Visesa Ubud Resort punya tiga restoran berbeda untuk dicicipi traveler. Traveler bisa menikmati cita rasa otentik Indonesia di Lumbung, nikmati berbagai hidangan makanan internasional di Lesung, dan merasakan ketenangan di Sunbathing Haven, sebuah sawah yang indah menjadi latar belakang untuk pengalaman makan siang yang menyenangkan.

Visesa UbudVisesa Ubud Foto: (dok. Istimewa)

Traveler juga bisa merasakan ketenangan dan relaksasi melalui pengalaman spa eksklusif dari Visesa Ubud Resort. Rasakan sensasi keunikan perawatan di Gua dan Paviliun, diikuti dengan pilihan makanan dan minuman yang sehat untuk perawatan kesehatan yang menyeluruh.

Resort ini juga menawarkan berbagai fasilitas dan aktivitas untuk terlibat dalam budaya dan lingkungan lokal. Seperti di area Permaculture, dimana para tamu bisa ikut serta dalam pertanian dan perawatan hewan.

Ada juga area bermain anak-anak di luar ruangan dan pelatihan kelas belajar Balinese dance yang bisa diikuti secara gratis. Ada pula aktivitas pembuatan sesajen hingga kelas yoga pun ada.

Visesa Ubud Resort didesain secara khusus sesuai dengan filosofi Hindu Bali, Tri Hita Karana (harmoni antara Tuhan, Manusia dan Alam). Estetika tradisional sudah terlihat sejak traveler melangkah masuk ke resort ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Rekomendasi Wisata di Bali utara



Jakarta

Bali Utara punya banyak destinasi wsiata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

detikcom telah merangkum pada Jumat (23/8/2024) ragam tempat wisata di Bali utara yang bisa kamu kunjungi dan pamerkan di media sosial.

1. Handara Gate


Gerbang Handara BaliGerbang Handara Bali (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

Sejatinya, Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Handara Golf & Resort. Sesuai dengan namanya, ini adalah tempat ciamik untuk para pecinta golf bermain dan menginap.

Bila traveler hanya ingin berfoto di gerbangnya, cukup membayar Rp 30 ribu untuk durasi foto selama tiga menit. Di saat weekend, sangat ramai turis yang mengantre untuk hunting foto di sini.

Tidak ada jam operasional, traveler bisa datang kapanpun karena diizinkan foto ‘semenjak terang hingga gelap’ di sana.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut. Bila kamu beruntung, bisa nih berpartisipasi dalam pelepasan tukik. Sayang sekali, tidak ada waktu khusus untuk aktivitas pelepasan ini.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi keigatan seru. Setelah puas snorkling melihat aneka terumbu karang, kamu bisa bersantai menikmati es kelapa di pinggir pantai yang tenang.

Nah, traveler yang tak bisa snorkling, bisa nih trekking ke Bukit Batu Kursi. Tempat ini rumah bagi kawasan suci bernama Pura Batu Kursi yang berada tepat di puncak bukit. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Traveler dapat menyusuri jalan setapak berupa susunan tangga batu untuk mencapai puncak bukit.

3. Desa Les

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Banyak desa wisata yang bisa kita kunjungi di Bali Utara, salah satunya adalah Desa Les. Di sini traveler bisa juga snorkling, trekking hingga melihat penyulingan arak Bali.

Desa Les di Tejakula, Buleleng masuk ke dalam 50 besar ADWI 2024. Desa ini kaya akan produksi pertanian seperti lontar, aneka buah-buahahn, hingga kaya akan hasil ikan lautnya.

Dari dulu, Desa Les memang ramai dikunjungi oleh turis asing. Namun dengan berkembangnya informasi dan sosial media, Desa Les mulai ramai dikunjungi turis domestik.

Traveler di sini juga bisa melihat proses penyulingan arak dan gula lontar di Dapoer Moela. Kamu bisa melihat banyak kendi-kendi arak yang siap diminum para tamu yang datang.

Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience. Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal. Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

Traveler bisa menyewa perahu nelayan atau membeli paket wisata tur lumba-lumba ini. Adapun harganya Rp 125 ribu per pax, dan satu kapal itu bisa membawa 10 penumpang.

Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

5. Air Terjun Banyumala

Air Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya KusumaAir Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. (Made Wijaya Kusuma Foto)

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

Adapun tiket masuk ke air terjun Rp 20 ribu per orang. Untuk sampai ke air terjun kamu harus trekking sekitar 15-20 menit, tergantung kekuatan kaki mu.

Walau sedikit melelahkan, percayalah lelahmu terbayarkan dengan indahnya air terjun ini. Air terjun setinggi 20 meter ini mengalir deras di antara rerumputan hijau yang menghiasi tebing air.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

Sejarahnya, Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).

Selain melihat pemandangan indah ini, aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menikmati wahana air. Kamu bisa berkeliling Danau Beratan dengan speed boat atau bebek air. Di sini juga ada penyewaan perahu lho.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Kawasan wisata Danau Buyan berlokasi di Desa Pancasari, tepatnya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju Danau Buyan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 57 km dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu kemping, memancing, trekking, hingga piknik.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mungkin Ini Hotel Paling Hidden Gem di Subang, Begitu Tenang Serasa di Ubud!



Subang

Tren staycation di tempat-tempat anti-mainstream mulai digandrungi. Nah, hotel ini boleh dibilang hidden gem, tidak jauh dari Jakarta.

Favehotel Pamanukan adalah hidden gem yang dimaksud. Terletak di jalan M. Tjeje Dzakaria no 92, Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, hotel ini memiliki view yang tak disangka-sangka, seolah mendapatkan kejutan yang menenangkan.

Dari depan, hotel ini tampak berkelas dengan desain yang modern. Lobby dan Lime Restoran berada di lantai pertama dengan konsep konekting, memberi kesan minimalis namun tetap elegan.


Memiliki luas 8.000 meter persegi, Favehotel Pamanukan jadi yang terbesar kedua di Subang. Hotel bintang tiga itu memiliki 107 kamar dengan empat tipe kamar yaitu Standard room mulai dari Rp 545.000 per malam, Standard Balcony room mulai dari Rp 645.000 per malam, Deluxe room mulai dari Rp 795.000 per malam, dan Suite room mulai dari Rp 1.020.000 per malam.

Dalam undangan media trip bersama Archipelago pada Jumat-Sabtu (30-31 Agustus), detikTravel merasakan langsung bagaimana bermalam di Favehotel Pamanukan. Tipe kamarnya standar room dengan twin bed, pemandangan jendela langsung menghadap sawah. Rasanya seperti sedang ada di Ubud!

Favehotel Pamanukan, SubangSuite room di Favehotel Pamanukan, Subang (dok Favehotel Pamanukan)

Pasar utama hotel ini adalah MICE, kebanyakan yang menginap adalah ekspatriat dari China, Korea Selatan dan Jepang. Durasi menginapnya pun bisa bulanan alias long-stay.

Subang yang adalah kawasan pertanian dan pabrik, tak memiliki banyak tempat hiburan. Mau tak mau, Favehotel harus mampu memberikan sesuatu yang berbeda kepada tamu.

Hal itu dituangkan ke dalam restoran. Kebanyakan hotel-hotel dengan tamu asing memiliki rasa makanan yang menyesuaikan lidah bule atau bisa dibilang kurang garam dan bumbu. Namun hal ini sangat berbeda dengan Lime Restoran yang dikelola oleh Favehotel, tiap menu makanan dibuat dengan penuh bumbu.

Favehotel Pamanukan di SubangsFavehotel Pamanukan di Subangs (bonauli/detikcom)

Siang itu, tim media mendapat menu makanan Padang karena setiap hari restoran menyajikan tema yang berbeda. Soto Padang yang pekat dan kuat rasa terjadi bersama emping dan sambal yang pedas. Menu-menu lain seperti rendang, sayur dan gulai ikan pun menambah selera makan.

Menu makanan saat sarapan pun berganti tema setiap hari. Jangan khawatir, rasanya akan dibuat sama-sama enak dan kaya bumbu.

Fasilitas lain yang disediakan oleh hotel adalah gym dan kolam renang. Khusus untuk kolam renang, tamu akan diantar ke waterpark Subang, karena pemilik hotel juga mengelola waterpark tersebut. Sementara itu, gym berada di bangunan terpisah dari hotel, fasilitasnya pun lengkap!

Favehotel Pamanukan di SubangsFavehotel Pamanukan di Subangs (bonauli/detikcom)

Untuk melengkapi kebutuhan tamu-tamu MICE, Favehotel Pamanukan juga memiliki ruang rapat dan ballroom.

Favehotel Pamanukan hanya berjarak dua jam dari Jakarta. Traveler yang mau staycation di tempat tenang dengan view Ubud, rasanya bisa healing ke Favehotel Pamanukan.

Selamat staycation dan jajal kejutan yang menenangkan itu.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Ubud, Sawah Hijau nan Viral Ini Ada di Bandung



Bandung

Tak perlu jauh-jauh ke Ubud, Bali untuk menyaksikan pemandangan sawah nan hijau. Cukup ke Bandung saja, traveler bisa melihat pemandangan sawah seindah Ubud.

Pemandangan persawahan selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Objek wisata yang menampilkan persawahan biasanya terdapat di Ubud, Bali.

Namun kali ini traveler bisa menikmati pemandangan alam dengan sepuas-puasnya di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Area persawahan tersebut menunjukkan pemandangan yang menarik.


Di tengah-tengah sawah itu terdapat jalan setapak penghubung Kampung Cihamerang, Desa Batu Karut, dan Kampung Cisema, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Pada lokasi tersebut terdapat beberapa saung yang kerap digunakan warga untuk beristirahat kala tengah menanam padi. Sehingga suasana persawahan tetap asri dan sejuk.

Area persawahan tersebut kali ini telah menjadi primadona masyarakat. Hal tersebut terjadi kala beberapa warga mengunjungi lokasi tersebut dan mengunggahnya di sosial media. Bahkan masyarakat mengenal lokasi tersebut dengan nama Cisema Banjaran.

Banyak masyarakat bekunjung ke lokasi persawahan tersebut sambil berolahraga. Kemudian beberapa warga lainnya datang dengan menggunakan sepeda.

Beberapa masyarakat ada yang datang hanya menikmati beberapa kuliner hingga berswafoto. Mereka mayoritas datang bersama keluarga dan kerabatnya.

Kondisi ramainya wisata pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.Pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Warga Banjaran, Weni Maulani (47) mengatakan, sengaja mengunjungi lokasi tersebut pasca viral di sosial media. Dirinya datang bersama anak-anaknya sejak pagi hari.

“Iya sengaja dateng ke sini dari Banjaran. Saya dari jam 7 pagi sudah di sini,” ujar Weni, kepada detikJabar, Minggu (6/10/2024).

Weni mengaku mengetahui tempat tersebut sejak dahulu. Namun kata dia, semenjak tempat tersebut viral menjadi banyak dikunjungi orang-orang.

“Memang sudah tahu tempat ini. Cuma dulu mah belum seramai ini, karena udah viral jadi sudah ramai, banyak warung-warung juga,” katanya.

Pihaknya mengaku sangat menikmati area persawahan tersebut. Sehingga dirinya bisa menikmati kuliner dan pemandangan yang ada.

“Memang baru ke sini lagi. Tadi makan baso tahu aja. Saya pengen mah lebih diperbanyak gazebo-gazebonya. Jadi lebih tertata lagi lokasinya,” jelasnya.

Sementara itu, warga setempat, Dedi (42) mengungkapkan awalnya terdapat beberapa orang yang bersepeda ke lokasi tersebut. Kemudian orang tersebut langsung membuat video dan menggunggah ke sosial media.

“Ini mulai ramai itu awalnya sekitar sebulan yang lalu ada yang maen sepeda, terus di upload videonya ke sosial media. Setelah itu ramai, dan viral aja sekarang,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan area persawahan tersebut merupakan milik warga. Sehingga objek wisata tersebut tidak ditarif biaya apapun.

“Sawah milik warga, dan ini juga akses jalan warga. Jadi memang iya engga di tarif aja,” bebernya.

Dengan banyaknya masyarakat datang ke lokasi tersebut banyak warga yang terbantu. Pasalnya beberapa warga memutuskan untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah bisa membangun ekonomi masyarakat. Mohon dijaga kebersihannya. Terus kalau bisa jangan mengganggu sawahnya,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sensasi Menikmati Kopi Luwak dan Teh Aneka Aroma di Kintamani



Jakarta

Anda pernah nonton ‘The Bucket List’? Film yang pertama kali tayang pada 2007 itu dibintangi dua aktor gaek Hollywood Jack Nicholson dan Morgan Freeman.

Isinya menceritakan kehidupan kedua pria beda kasta yang bertemu di rumah sakit karena penyakit mematikan. Dari situ mereka membuat sebuah catatan kecil untuk dilakukan sebelum kematian menjemput.

Saya menduga adegan yang paling menarik bagi penonton di tanah air adalah ketika keduanya membahas cita rasa Kopi Luwak. Jack dan Morgan terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air mata saat tahu bahwa kopi yang disebut memiliki aroma dan cita rasa terunik di dunia itu berasal dari kotoran kucing pohon liar alias luwak.


Saya pribadi baru mencobanya pada akhir pekan lalu saat melintasi Jalan Raya Kintamani – Gianyar, Bali. Di sepanjang jalan itu berjejer perkebunan kopi menawarkan sensasi minum kopi luwak orisinal.

Menjelang jam makan siang kami singgah di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’ yang memiliki kebun kopi seluas dua hektare. Tempat ini tidak memungut biaya masuk alias gratis. Area parkirnya luas. Setiap rombongan akan didampingi oleh seorang pemandu.

Selain pohon kopi Robusta dan Arabica, di area seluas itu kita juga bisa mengenali pohon salak, vanilla, cokelat, dan lainnya. Hal menarik lainnya, di tengah kebun beberapa ekor luwak tengah meringkuk di atas dahan pohon kopi. Juga ada beberapa sapi terikat di dalam kandang.

“Itu sengaja untuk kami manfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik,” kata Ni Luh Putu Juni Fira Dewi yang menjadi pemandu. Alumnus SMKN 1 Tampak Siring itu telah dua tahun bekerja di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’.

Sebelumnya dia pernah bekerja di villa Tegal Alang, Ubud.

Sejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, KintamaniSejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani (Sudrajat / detikcom)

Di ujung kebun kami mulai mencium aroma biji kopi terpanggang. Dua perempuan paruh baya terlihat khusuk menyangrai biji kopi di atas penggorengan baja. Suluh-suluh kayu di bawahnya merah menyala menyeburkan bara. Tak jauh dari dapur, Fira menunjukkan kepada kami gumpalan kotoran Luwak. Warnanya cokelat kehitaman.

“Kotoran ini biasanya kami bersihkan, dikupas kulitnya lalu dijemur selama beberapa hari. Setelah itu disangrai selama 45 menit baru ditumbuk hingga menjadi semacam tepung. Untuk satu kilogram kopi sangrai butuh sekitar dua jam untuk menghaluskannya,” kata Fira.

Tak sampai setengah jam di kebun, pengunjung tersu berdatangan secara berkelompok. Kebanyakan para turis dari Australia dan Eropa. Semua disambut ramah dan diberi penjelasan serupa.

Tak cuma tentang kopi dan kopi luwak, para pengunjung juga diperkenalkan kepada rempah-rempah berikut khasiatnya seperti kunyit, jahe, rosela, sereh, ginseng, dan lainnya.

Di tepi kebun yang berbatasan dengan bebukitan hijau berderet kursi kayu. Para pengunjung bebas memilih tempat duduk. Para pemandu lalu menghidangkan selusin cangkir gelas mungil berisi kopi dan teh beragam aroma. Kripik singkong dan pisang goreng menjadi pelengkapnya. Semua gratis!

“Ini sudah menjadi tradisi kami untuk menghormati tamu. Kalau mau mau kopi luwak baru kena charged Rp 50 ribi per cup,” kata Fira.

Sejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani - BaliSejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani – Bali (Sudrajat / detikcom)

Sejumlah turis riuh berdecak kagum dan memberi applause. Penasaran, kami pun coba memesan secangkir kopi luwak.

“Kalau biasanya kita menyeruput capucino, kali ini di Kintamani Bali kita lebih suka menikmati CatPooCino alias Kopi Luwak,” seloroh seorang turis asal Australia disambut tawa rekan-rekannya.

Kami sepakat, cita rasa kopi luwak memang beda dari kopi lainnya. “Lebih lembut, asemnya juga lebih rendah dari kopi biasa,” ujar Meliyanti Setyorini, teman seperjalanan penulis.

Untuk teh, dia suka yang aroma coconut. “Campurannya pas buat lidah gue,” dia menambahkan.

Wartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak CoffeeWartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak Coffee Foto: Sudrajat / detikcom

Cantik Agriculture Luwak Coffee’ juga menyediakan toko yang menjual berbagai produk hasil olahan kopi dan minuman yang telah dicicipi selama tur. Selain kopi aneka rasa, toko ini juga menawarkan berbagai produk lain seperti sabun buah, dupa, dan arak Bali.

(jat/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cari Kafe Tepi Sawah di Kuta? Singgah Saja ke Stuja



Badung

Kawasan Kuta Bali merupakan kawasan padat wisata yang dipenuhi beragam spot nongkrong. Namun, mencari suasana nongkrong yang tenang pun bisa didapatkan jika traveler singgah ke Stuja Coffee.

Adapun Stuja merupakan jenama kafe yang telah memiliki dua cabang di Bali. Salah satu yang terkenal adalah Stuja di Pantai yang terletak di kawasan Sanur. Namun yang tak kalah menarik yang dapat traveler singgahi adalah cabang pertama Stuja di Jalan Merta Agung No.3-7, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Stuja Coffee BaliStuja Coffee Kerobokan, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dikenal juga sebagai Stuja Kerobokan, spot satu itu menawarkan pemandangan berbeda dari Stuja di pantai. Nuansanya begitu tenang dan memiliki panorama utama tepi sawah.


Sebelumnya, tempat itu dikenal berada di area luas pematang sawah. Namun sayangnya hamparan sawah tersebut kini tersisa beberapa petak saja. Kendati demikian, suasana tenang pun masih dapat traveler rasakan jika berkunjung ke sana.

Adapun kafe tersebut bertemakan semi industrialis dengan sentuhan kontainer di bagian depan. Memasuki bagian dalam, kafe tersebut memiliki ruang indoor maupun semi-outdoor. Dengan ruangan indoor banyak ditempati bagi para traveler yang wfh. Selain itu, ornamen kekinian hingga merchandise juga dijual di sini.

Stuja Coffee BaliWFC di Stuja Coffee Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Sementara di bagian outdoor, selain juga bisa digunakan untuk work from cafe, tempat itu juga asyik untuk nongkrong hingga menjadi arena bermain bagi anak-anak karena adanya playground.

“Kalau kita sebenarnya lebih ke simple, modern gitu sih. Kemudian juga kita tetap kayak meng-highlight itu reuse, reduce, recycle juga sih,” ujar Marketing Stuja Melissa saat ditemui detikTravel di lokasi pada Minggu (10/11/2024).

Selain itu di area semi-outdoor tersedia juga fasilitas photobox. Traveler dapat mengabadikan momen bahkan menempelkan hasil foto di tempat tersebut. Selain itu, tersedia juga mushola yang dapat digunakan untuk muslim traveler yang sedang singgah.

Traveler pun dapat menikmati suasana santai di sisa-sisa pematang sawah yang ada. Sentuhan kecil khas ubud pun mungkin dapat dirasakan di sana.

“Untuk pemilihan tempatnya karena memang tertarik dengan view sawahnya yg luas. Cuma seiring berjalannya waktu mulai banyak bangunan yang dibangun di dekat-dekat sini,” terang Melisa.

Tak ayal menurut Melisa, para pengunjung kafe pun didominasi oleh mereka yang mencari ketenangan, misalnya saja para pekerja yang ingin work from cafe hingga keluarga.

Di sisi lain, tersedia banyak menu baik makanan dan minuman di Stuja. Sementara Melisa menjelaskan bahwa pihaknya banyak menggunakan kopi lokal dalam sajian minumannya.

Stuja Coffee BaliStuja Coffee Bali (Weka Kanaka/detikcom)

Sedangkan yang menarik perhatian kami adalah Nasi Goreng Genyol. Hidangan itu adalah salah satu signature dari tempat tersebut yang menggunakan genyol atau lemak hewani. Tetapi berbeda dari genyol pada umumnya yang menggunakan lemak babi, pada genyol tersebut menggunakan lemak sapi.

Toping genyol yang tersaji cukup menggungah selera lantaran garing di luar namun lumer seketika menyentuh lidah.

Jika tertarik berkunjung, Stuja Kerobokan buka setiap hari pukul 8.00 – 22.00 Wita.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Glamping Terbaik di Bogor, Punya View Kebun Teh-Persawahan Hijau


Jakarta

Tidak hanya objek wisata, Bogor punya sederet tempat bermalam model glamour camping (glamping) terbaik. Lokasinya berada di lingkungan yang asri dan sejuk dengan panorama pegunungan, kebun teh, hingga persawahan hijau.

Menginap di glamping cocok banget jadi aktivitas untuk mengisi akhir pekan dan muslim liburan bersama keluarga hingga pasangan. Apalagi glampingnya juga ada yang dilengkapi paket trekking maupun outbound, liburan jadi makin seru pastinya.

Penasaran dengan glamping di Bogor? Temukan rekomendasinya di bawah ini.


Rekomendasi Glamping Terbaik di Bogor

Ada banyak tempat glamping di Bogor yang punya view bagus dan fasilitas lengkap. Mengutip Google Review, berikut rekomendasi glamping terbaiknya:

1. Pakarangan Glamping Resort

Glamping di Pakarangan Glamping ResortPakarangan Glamping Resort (dok. Pakarangan Glamping Resort)

Cobain glamping ini kalau mau menikmati sensasi bermalam bak di kawasan Ubud, Bali. Letaknya dikelilingi persawahan terasering dan sungai kecil bebatuan, pengunjung bisa bermain-main di sungainya. View yang ditawarkan di sini meliputi pegunungan, sawah, dan hutan hijau nan syahdu.

Tersedia fasilitas cukup lengkap untuk glampingnya, mulai dari welcome drink dan snack, smart TV, sofabed, meja kursi, AC, toiletries, dan free WiFi. Ada akses juga ke panorama deck dan restoran.

  • Lokasi: Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp 900.000 per malam.

2. The Ciliwung Adventure Camp

Glamping ini berada di tengah kebun teh. Lokasinya juga menghadap telaga, pegunungan, dan perbukitan hijau. Suasana yang disuguhkan sudah pasti sejuk dan nyaman.

Bukan hanya glamping, ada pula camping dengan tenda. Fasilitas menginap di sini mulai dari sarapan, minum teh, mandi air hangat, WiFi, mini playground, hingga keliling kebun teh dan telaga.

  • Lokasi: Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp 1.450.000 per malam.

3. D’Paseban Glamping

Glamping di D'Paseban Glamping BogorD’Paseban Glamping Bogor (dok. Instagram @d_pasebanglamping)

D’Paseban Glamping menawarkan bermalam affordable dengan fasilitas lengkap. Glampingnya dilengkapi kasur queen size, complimentary, hingga kamar mandi luar. Fasilitas bersama yang dapat digunakan seperti gazebo, mini playground, restoran, penangkaran burung, serta kolam renang.

Menginap di sini akan disuguhkan view Gunung Salak dan lingkungan asri hijau. Lokasinya juga dekat dengan wisata Curug Cibulao dan Curug Orok. Traveler cukup berjalan kaki untuk pergi ke sana.

  • Lokasi: Paseban, Megamendung, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp 540.000 per malam.

4. Leuweung Geledegan Ecolodge

Glamping di Leuweung Geledegan Ecolodge BogorLeuweung Geledegan Ecolodge Bogor (dok. Leuweung Geledegan Ecolodge)

Kalau mau coba glamping aesthetic di Bogor, bisa jajal Leuweung Geledegan Ecolodge. Lokasinya berada di kaki Gunung Salak sehingga lingkungannya masih asri dan rimbun pepohonan hijau. Suasananya sejuk dan nyaman untuk berlibur.

Selain menginap, ada aktivitas yang dapat diikuti pengunjung meliputi fun games, panahan, ATV, paintball, hingga outbound. Ada restoran dan coffee shop yang bisa didatangi atau bisa pesan suki dan grill untuk makan bersama keluarga. Dilengkapi juga aviari dan kolam renang.

  • Lokasi: Tamansari, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp Rp 540.000 per malam.

5. Tiris Pisan Village

Glamping di Tiris Pisan VillageTiris Pisan Village (dok. Tiris Pisan Village)

Bermalam di sini akan mendapatkan glamping yang dilengkapi queen size bed, kulkas mini, kamar mandi dalam, AC, amenities, teh dan kopi, hingga sarapan. Traveler bisa melakukan trekking ke air terjun dan akses gratis kolam renang.

Sesaat setelah bangun tidur, pengunjung dapat langsung disambut dengan matahari pagi dan view menakjubkan. Karena glamping ini dipasangkan jendela transparan, jadi traveler dapat memandangi panorama cukup dari dalam kamar.

Lokasi: Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor
Harga: Mulai Rp 990.000 per malam.

6. De Boekit Glamping

Glamping di De Boekit GlampingDe Boekit Glamping (dok. Instagram @deboekitglamping)

Tempat ini punya tenda glamping dan kamar mandi dalam cukup luas yang dilengkapi water heater. Tersedia sofa, meja bangku, serta karpet, jadi traveler bisa duduk-duduk tanpa kedinginan. Teras luar terdapat nilon hammock dan bangku untuk bersantai.

Glampingnya sudah termasuk 2-3 paket sarapan. Selain menginap, De Boekit Glamping menawarkan paket trekking dan outbound.

  • Lokasi: Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp 840.000 per malam.

7. Edelweiss Family Glamping

Glamping di Edelweiss Glamping BogorEdelweiss Glamping Bogor (dok. Instagram @edelweissglamping.bogor)

Edelweiss Family Glamping punya tenda glamping luas dengan fasilitas komplet. Dapat ditemukan kamar mandi pribadi, TV, AC, lemari gantung dan rak sepatu, dispenser air, meja dan kursi, serta board game yang bisa mengisi waktu luang.

Ada kolam renang dan mini golf juga yang bisa diakses sepuasnya. Pengunjung yang mau nonton layar tancap dapat menggunakan fasilitas kursi santai. Paket glampingnya juga sudah termasuk sarapan dan WiFi.

  • Lokasi: Gunung Sari, Pamijahan, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp 1.300.000.

8. The Highland Park Resort

Glamping di The Highland Park Resort BogorThe Highland Park Resort Bogor (dok. The Highland Park Resort Bogor)

Tempat ini menawarkan menginap dengan view taman, hutan rimbun, dan Gunung Salak kehijauan yang memukau. Lokasi glampingnya di lahan yang luas dan dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari kolam renang, mini zoo, hingga coffee shop.

Kawasannya yang luas dapat dikelilingi dengan sepeda listrik. Setiap titik di tempat ini punya view cantik yang bisa dijadikan background foto. Traveler pun dapat menikmati petualangan berkuda di sini.

  • Lokasi: Sinarwangi, Sukajadi, Tamansari, Kabupaten Bogor
  • Harga: Mulai Rp 800.000.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com