Tag Archives: ubud water palace

Ubud Water Palace Juara Spot Foto Instagramable di Tengah Kolam Teratai



Ubud – Mau berlibur ke Ubud? Wajib berkunjung ke Ubud Water Palace. Ada spot foto cantik nan instagramable di tengah kolam teratai. Sip dan estetik banget deh!

Ubud menjadi salah satu destinasi liburan yang tak pernah sepi dari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Daerah yang satu ini menyajikan keindahan alam dan seni budaya Bali yang masih kental.

Jika berlibur ke Ubud, traveler tak akan kehabisan destinasi wisata cantik dan kental akan unsur budaya Bali. Satu tempat yang sip untuk traveler pecinta foto adalah Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”. Pura ini didedikasikan untuk Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan. Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Ubud Water Palace menawarkan suasana yang menenangkan. Yang tak boleh dilewatkan adalah spot foto cantik yang dikelilingi oleh kolam dengan bunga Teratai yang menawan.

Daya tarik utama dari Ubud Water Palace adalah keindahan arsitektur bangunan Bali yang kental. Dipercantik dengan ukiran kayu dan batu bata merah. Bangunan pura yang khas menjadikan tempat yang satu ini semakin estetik. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Ubud Water PalaceUbud Water Palace 9Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Setiap harinya Ubud Water Palace bisa dikunjungi sekitar 200 hingga 300 wisatawan. Untuk masuk ke Ubud Water Palace traveler akan dikenakan biaya tiket. Wisatawan asing dikenakan biaya tiket sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 35 untuk anak-anak. Wisatawan lokal dikenakan biaya tiket sebesar Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Dengan membayar tiket masuk traveler sudah mendapatkan beberapa fasilitas, seperti sarung, kimono, dan ikat kepala yang wajib digunakan. “Untuk pengunjung yang sudah membayar tiket masuk akan mendapatkan fasilitas sarung, kimono, dan ikat kepala. Pengunjung bisa berkeliling di dalem sepuasnya,” ujar Jero, penjaga tiket Ubud Water Palace.

Saat traveler memasuki kawasan pura, akan disambut dengan kolam Teratai yang cantik di sisi kanan dan kiri jalan. Pancuran air akan mengiringi langkah traveler memasuki area pura. Ubud Water Palace memiliki 3 spot foto.

Favorit pengunjung adalah spot foto di panggung utama. Tersedia dua kursi dengan hiasan ukiran khas Bali bak raja dan ratu. Pengunjung diperbolehkan duduk dan mengambil foto di kursi ini. Tentu dengan latar belakang gapura (candi bentar) khas Bali.

Di sisi kanan dan kiri panggung utama, traveler juga bisa menemukan spot foto yang sama, lengkap dengan kursi kayu berukiran khas Bali. Pancuran air memperindah spot foto traveler di Ubud Water Palace.

Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam pura, karena hanya diperuntukan bagi umat Hindu untuk beribadah.

Memiliki letak yang strategis, Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati berlokasi di Jalan Kajeng, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Aksesnya pun mudan dijangkau karena dekat dengan Puri Ubud dan Pasar Seni Ubud. Ubud Water Palace buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

Demikian penjelasan mengenai Ubud Water Palace. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana? Siapkan kamera dan pose terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Ubud Water Palace hingga Punya Air Suci dengan Taman Teratai



ubud – Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace atau istana Air Ubud dibangun dengan perencanaan matang. Taman teratai tidak muncul begitu saja.

Ubud Water palace merupakan pura, tempat ibadah bagi umat Hindu Bali di Ubud dengan nama lain Pura Taman Kemuda Saraswati. Pura itu didedikasikan untuk Dewi Saraswati yang merupakan dewi pembelajaran, sastra dan seni Hindu. Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”.

Pura Taman Kemuda Saraswati adalah pura yang istimewa karena arsitekturnya yang khas lengkap dengan kolam teratai yang menjadi daya tarik utama. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Tak hanya estetik, ternyata di balik keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati terdapat kisah sejarah yang mengiringi pura itu.

Cikal bakal pembuatan pura itu diperkirakan sekitar tahun 1946, sedangkan pembangunan Pura Taman Kemuda Saraswati diperkirakan dimulai pada tahun 1951 dan selesai pada tahun 1952. Pada tahun 1951, dilangsungkan upacara “Maligia”, dilanjutkan dengan upacara “Pamungkah” tahun 1953, dan upacara “Piodalan” tahun 1960.

Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri atau founder dari Pura Taman Kemuda Saraswati. Lahir di Puri Saren Kauh Ubud pada tahun 1856 dan wafat pada tahun 1967. Segala detail terkait Pura Taman Kemuda Saraswati, telah dituangkan dalam karya sastranya yang berjudul “Kakawin Rajendra Prasad”.

Dalam mendirikan Pura Taman Kemuda Saraswati, Tjokorda Gde Ngoerah dibantu oleh I Gusti Nyoman Lempad dalam perancangan arsitektur pura. Dalam penciptaan arsitektur pura ini, Nyoman Lempad memadukan keindahan arsitektur dengan budaya dan spiritual yang mendalam.

Keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati memikat sejumlah pemimpin negara, di antaranya presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno, juga presiden pertama India, Rajendra Prasad.

Traveler yang berkunjung ke Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace akan disambut dengan candi bentar yang merupakan gerbang masuk ke areal pura. Masuk lebih ke dalam lagi, traveler akan menemukan Bale Patok yang konon dipergunakan sebagai tempat untuk melipur lara.

Setelah memasuki dan melewati bangunan Bale Patok, dapat dilihat keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati, dimana di tengah telaga nya ada jembatan yang merupakan jalan menuju ke dalam pura.

Di sekeliling jembatan penghubung yang menuju ke Pura Taman Kemuda Saraswati, dapat traveler temui beberapa pancuran air dan bunga Teratai yang indah.

Spot utama dan yang paling favorit dari Ubud Water Palace ini adakah Kori Agung. Terdapat tiga Kori Agung yang merupakan pintu masuk utama ke dalam pura. Kemegahan Kori Agung terlihat dari berbagai ukiran yang begitu indah dan detail.

Traveler yang ingin berfoto di Kori Agung sudah disediakan dua kursi kayu lengkap dengan ukiran khas Bali berwarna emas.

Di balik arsitektur khas Bali yang kental, ternyata ada cerita menarik dari Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace. Bagi traveler yang ingin mencoba destinasi bersejarah dengan arsitektur dan spot instagramable, Pura Taman Kemuda Saraswati adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com