Tag Archives: umbul brintik

Lokasi dan Harga Tiket Masuk


Jakarta

Umbul Cokro adalah salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun tahukah kalian, Klaten memiliki banyak umbul atau kolam mata air alami yang tak kalah menarik.

Simak artikel ini untuk mengetahui daya tarik wisata Umbul Cokro dan 7 wisata alternatif Umbul Cokro, lengkap dengan lokasi, jam buka, dan harga tiket masuknya.

Wisata Umbul Cokro

Umbul Cokro KlatenUmbul Cokro Klaten Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Dilansir dari situs Pemprov Jawa Tengah, Umbul Cokro dahulunya bernama Umbul Ingas karena berada di antara pohon ingas besar. Umbul ini lalu dikenal dengan Cokro karena berada di Desa Cokro.


Di sini, pengunjung tak hanya bisa berenang dan berendam, tetapi banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan, seperti main di Waterboom Cokro Tulung, water slide, snorkeling, river tubing, rafting, ATV, dan sebagainya.

Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket

Umbul Cokro berada di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dari pusat kota Klaten, jaraknya sekitar 16 km atau ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.

Jam buka Umbul Cokro adalah pukul 07.30 hingga 17.00 WIB setiap hari. Sementara harga tiket masuknya Rp 15 ribu per orang.

Wisata Alternatif Umbul Cokro

Jika traveler sudah bosan berwisata ke Umbul Cokro, ada beberapa wisata alternatif Umbul Cokro yang bisa kalian pilih, seperti dikutip dari situs Desa Sidowayah dan laman detikJateng.

1. Umbul Manten

Objek wisata air Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Foto diunggah pada Senin (11/12/2023).Objek wisata air Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Jalan Janti Boto, Boto, Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam buka: 06.00-18.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Yang pertama adalah Umbul Manten memiliki beberapa kolam, yakni untuk anak hingga dewasa, dan ada juga kolam terapi ikan. Suasananya asyik buat berendam atau mencari ikan kecil-kecil. Di sini ada tempat makan yang nyaman.

2. Umbul Pelem

Objek wisata Umbul Pelem di Desa Wunut, Tulung, Klaten. Foto diunggah Selasa (2/4/2024).Objek wisata Umbul Pelem di Desa Wunut, Tulung, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Jalan Tegalgondo-Janti, Dukuh Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam buka: 05.00-16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 8.000 (weekday), Rp 10 ribu (weekend).

Tak jauh dari Umbul Manten terdapat Umbul Pelem yang airnya juga jernih. Tempat ini cocok buat kalian yang cuma ingin bersantai tanpa berendam. Ada juga kolam terapi ikan yang membuat rileks. Selain itu, terdapat wahana mandi busa yang seru buat anak-anak.

3. Umbul Nilo

Umbul Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.Umbul Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dusun Margosuko, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam Buka: 08.00-18.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 6 ribu (weekday), Rp 8 ribu (weekend dan liburan).

Umbul Nilo memiliki suasana yang alami karena dikelilingi pohon-pohon beringin. Airnya juga jernih, terdapat kolam untuk anak maupun dewasa. Terdapat joglo dan gazebo untuk bersantai sambil jajan makanan lokal yang enak.

4. Umbul Brintik

Umbul Brintik di Desa Malang Jiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Foto diunggah pada Selasa (12/12/2023).Umbul Brintik di Desa Malang Jiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dusun Brintik, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.
  • Jam buka: 04.30-16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Umbul Brintik terkenal dengan kolam terapinya yang membuat badan jadi rileks dan tentunya menyehatkan. Ada beberapa kolam yang sesuai dengan usia, baik anak-anak maupun dewasa. Selain itu, terdapat sungai kecil yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.

5. Umbul Sigedang Kapilaler

Umbul Sigedhang Klaten konon namanya diambil dari nama pohon pisang yang mengelilinginya. Airnya jernih dan diyakini untuk ritual.Umbul Sigedhang Klaten. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dukuh Umbulsari, Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
  • Jam buka: pukul 07.00-17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Wisata alternatif Umbul Cokro lainnya adalah Umbul Sigedang Kapilaler yang airnya jernih. Wisatawan bisa berfoto underwater bersama ikan-ikan di bawah air. Suasana umbul ini sangat asri karena terdapat beberapa pohon yang rindang. Tempat ini cocok buat kalian yang pengin healing sejenak.

6. Umbul Siblarak

Tempat wisata Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten.Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
  • Lokasi: Dusun Gondang, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
  • Jam buka: pukul 07.30-17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

Umbul Siblarak memiliki dua kolam renang yang besar, sehingga lebih nyaman untuk berenang. Selain berenang, tempat wisata ini juga menawarkan wahana seru seperti flying fox dan menjelajah kawasan sekitar naik ATV.

7. Umbul Ponggok

Foto Underwater di Umbul Ponggok.Foto Underwater di Umbul Ponggok. Foto: Najhan Zulfahmi/detikcom
  • Lokasi: Ponggok, Polanharjo, Ponggok, Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
  • Jam buka: pukul 06.00-16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu.

Yang terakhir ada Umbul Ponggok yang juga tak kalah terkenal. Umbul ini cukup luas dengan kolam berisi ikan-ikan berwarna-warni. Kalian bisa snorkelling dan melakukan foto bawah air yang seru.

Demikian tadi informasi mengenai Umbul Cokro dan wisata alternatif Umbul Cokro, lengkap dengan lokasi, jam buka, dan harga tiket masuknya.

(bai/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Pemandian Ini Sering Dikunjungi Sultan dan Tamu Luar Negeri buat Terapi



Klaten

Ada satu pemandian di Klaten yang kerap dikunjungi oleh Sultan Jogja dan juga tamu-tamu dari luar negeri untuk terapi kesehatan. Inilah kisah Umbul Brintik:

Umbul Brintik di Klaten ini tergolong unik. Umbul ini merupakan satu-satunya umbul yang secara formal ditetapkan Bupati Klaten sebagai terapi kesehatan.

Umbul Brintik secara geografis berbeda dengan objek wisata umbul lainnya yang ada di sisi utara Kabupaten Klaten. Umbul ini terletak di Desa Malang Jiwan, Kecamatan Kebonarum, di wilayah selatan Kabupaten Klaten.


Umbul Brintik memiliki umbul utama yang berada di paling barat. Posisinya paling tinggi, dengan kedalaman sekitar 150 sentimeter. Airnya yang jernih dengan bebatuan andesit di dasarnya membuat mata air tersebut dijadikan umbul khusus terapi kesehatan.

Di bawahnya ada satu kolam khusus terapi kesehatan dengan kedalaman yang lebih dangkal, biasanya untuk pengunjung wanita. Di sisi selatan kolam wanita, ada dua kolam untuk dewasa dan anak dengan tampilan kolam modern berkeramik.

Di sisi utara juga ada dua kolam khusus anak bernuansa modern dengan wahana bermainnya. Total ada enam kolam di bawah teduhnya pepohonan dan panorama asri pedesaan itu.

Objek wisata Umbul Brintik, Desa Malang Jiwan Kecamatan Kebonarum, Klaten.Objek wisata Umbul Brintik Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Sri Sultan Hamengku Buwono X Kerap ke Pemandian Ini

Menurut Kades Malang Jiwan, Suprianto, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY kerap berkunjung ke umbul Brintik untuk mandi dan terapi. Sultan pun berpesan, agar umbul ini tidak dijual. Setelah mendapat nasehat itu, investor dari Singapura yang tertarik membeli air umbul ini pun ditolak.

“Sri Sultan sering ke sini, saya sharing dengan beliau dan dibilang ojo pisan-pisan adol banyu (jangan sekali-kali jual air) jadi saya tidak berani. Juga Gusti Tedjo Wulan Solo juga pernah ke sini,” imbuh Suprianto.

Dikunjungi Juga Tamu dari Luar Negeri

Bulan November lalu, umbul Brintik juga kedatangan Profesor Huang Zeiwei dan Profesor Xu Li dari Zhejiang Medical University. Keduanya mengambil sampel air dan menyatakan hasilnya luar biasa.

“Bilang luar biasa kok ada air seperti ini. Selain itu artis seperti Yati Pesek dan Waljinah juga sering ke sini, kita juga dapat sertifikat dari RS Bethesda dan kerja sama dengan RSUP Dr Sardjito, juga dengan komunitas anak pengidap kanker untuk lokasi terapi,” kata Suprianto.

Menurut Suprianto, enam kolam di umbul Brintik semuanya bagus untuk terapi kesehatan, karena kandungan airnya sangat bagus untuk kesehatan. Baik kandungan mineral maupun pH.

“Kita sudah lab airnya, pH nya 8,2, mineralnya luar biasa, kadar oksigennya tinggi. Bahkan seorang profesor dari UGM mengelab airnya hasil TDS (total dissolved solid) di sini 40, artinya bisa langsung minum sebenarnya dengan debit 90 liter per detik,” tutur Suprianto.

Jadi jangan heran jika bertemu para lansia atau orang dengan kursi roda di umbul Brintik. Salah satunya adalah Sugiono, pengunjung asal Bantul yang berkunjung dua kali dalam sepekan untuk mengantarkan istri terapi air di Umbul Brintik. Setelah sekitar 10 kali terapi, kondisi istrinya mulai membaik.

“Istri saya kan kebas, kalau salat berdiri tidak bisa. Tapi ini alhamdulillah sudah membaik, salat sudah bisa berdiri, tidak sakit lagi,” kata Sugiono.

Cara Menuju ke Umbul Brintik

Umbul Brintik berjarak lima kilometer dari pusat kota Klaten. Untuk sampai ke umbul bersumber air alami itu, traveler bisa mengambil jalur jalan Jogja-Solo.

Sesampainya di simpang tiga bekas PG Gondang Winangun, langsung belok ke jalan raya ke arah Kecamatan Kemalang. Tiba di simpang tiga Pasar Basin, kendaraan tinggal mengambil ke kanan sejauh 100 meter sampai simpang tiga PTPN Kebonarum.

Dari simpang tiga itu belok ke kiri, kemudian lurus ke arah Kecamatan Karangnongko. Di tepi jalan raya akan bertemu gapura Desa Wisata Malang Jiwan dan lurus ke kanan sekitar 200 meter Umbul Brintik ada di tepi jalan.

Area parkir mobil dan motor yang luas disediakan di dekat loket masuk. Harga tiket masuk hanya Rp 10.000 sudah free biaya parkir dengan jam buka mulai pukul 04.30 WIB sampai 17.30 WIB.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker