Tag Archives: unesco

DolanRia Prambanan by BTN, Taman Bermain Warisan Budaya Pertama di RI



Jakarta

Siapkan diri Anda untuk pengalaman taman bermain warisan budaya yang belum pernah ada sebelumnya! InJourney Destination Management bersama Loket.com mempersembahkan DolanRia Prambanan by BTN, yang akan diadakan pada 5-7 Juli 2024 di Candi Prambanan.

DolanRia Prambanan merupakan festival Taman Bermain Warisan Budaya Pertama di Indonesia yang menggabungkan berbagai unsur permainan, musik, pertunjukan seni, dan budaya yang edukatif, menciptakan pengalaman yang penuh keceriaan dan keseruan.

Festival ini terdiri atas PentasRIA, yang merupakan sajian ragam pertunjukan kesenian budaya lokal dengan kehadiran seniman dan para musisi terkenal yang inspiratif di antaranya Quinn Salman, The Bandels, RAN, dan Mocca.


Ada pula LokakaRIA sebagai kelas-kelas edukasi yang dapat diikuti anak-anak dengan 11 pilihan yang memberikan kesempatan untuk belajar melalui berbagai topik-topik menarik.

Dengan tema ‘Generasi Jelajah Budaya’, DolanRia hadir menciptakan suasana unik, di mana anak-anak belajar bahwa keberagaman adalah jembatan untuk memperkaya pengalaman. Pengunjung juga dapat menikmati Pameran Keluarga dan juga Pasar Medang yang berkolaborasi dengan pelaku kuliner UMKM di sekitar kawasan destinasi dengan mengangkat lokalitas.

Nantinya pengunjung diharapkan merasakan petualangan menjelajahi dunia dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas, merangkul perbedaan budaya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.

“Sebagai pengelola destinasi, kami senantiasa berupaya memberikan kegiatan wisata yang menyenangkan di masa liburan sekolah. DolanRia Prambanan adalah pengalaman baru yang menggabungkan keindahan dan nilai historis Candi Prambanan, sebuah warisan budaya UNESCO dengan seni edukasi dan hiburan bagi keluarga dan anak-anak kita di seluruh Indonesia. Kami berharap pengunjung merasakan energi liburan yang berbeda di DolanRia Prambanan,” ujar Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan dalam keterangannya, Kamis (4/7/2024).

DolanRia Prambanan kali ini menghadirkan Nussa sebagai kawan bermain anak-anak dan keluarga, menjadikan liburan ini penuh kenangan. Nussa, tokoh animasi pemenang Penghargaan Festival Film Indonesia 2021, mengisahkan anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Nussa dan adiknya, Rarra, yang berusia 5 tahun. Kedua karakter ini digambarkan sebagai anak-anak yang pemberani, aktif, periang, dan imajinatif.

Melalui petualangan mereka, Nussa dan Rarra mengajarkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak. Diharapkan melalui interaksi langsung dengan Nussa, anak-anak dapat mengambil pelajaran berharga yang akan menjadi pondasi kuat generasi emas Indonesia ke depannya.
“Dengan kehadiran sosok Nussa bisa menarik lebih banyak menarik minat pengunjung selama penyelenggaraan DolanRia kali ini,” tambah Febby.

DolanRia Prambanan by BTN Foto: BTN

Sementara Vice President Loket.com Faqih Mulyawan mengatakan sebagai promotor, pihaknya memastikan pengunjung dapat merasakan liburan yang menyenangkan di DolanRia Prambanan.

“Prambanan dan Yogyakarta menjadi tempat di mana anak-anak dan keluarga dapat menjelajahi dunia dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas, merangkul ragam budaya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh, sambil menikmati suasana magis Prambanan sebagai warisan budaya Indonesia. Dengan menggabungkan Nussa, taman bermain, musik, seni, dan budaya, festival ini diharapkan menjadi tempat sempurna untuk dikunjungi bersama keluarga. Loket.com dan seluruh tim yang terlibat selalu memprioritaskan kenyamanan bagi semua yang hadir di DolanRia Prambanan,” katanya.

Beragam aktivitas seru dihadirkan untuk menunjang kegiatan fisik dan permainan di DolanRia, di antaranya area Balance Bike dan Kebun Binatang Mini memungkinkan anak-anak melatih keseimbangan, empati, dan eksplorasi dunia hewan.

“Kami sangat antusias mempersiapkan kegiatan petualangan yang seru untuk anak-anak dan keluarga selama liburan sekolah. Berharap ini dapat seterusnya dinikmati dan meninggalkan pengalaman seru bagi anak-anak dan keluarga,” imbuh Faqih.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu menjelaskan BTN mendukung kegiatan DolanRia sebagai bentuk komitmen BTN dalam melestarikan warisan budaya nusantara.

“DolanRia Prambanan diharapkan menjadi ruang temu, bermain dan belajar anak-anak Indonesia merasakan secara langsung berbagai pengalaman mengenal budaya nusantara dari kegiatan mulai dari kelas belajar, wahana bermain, pameran seni pertunjukan, hiburan, musik dan dongeng,” tutur Nixon.

Untuk meningkatkan antusiasme pengunjung DolanRia, BTN memberikan tawaran menarik diantaranya diskon khusus hingga 50 persen bagi pengunjung yang membeli tiket via Loket.com, baik dengan kartu debit maupun transaksi melalui virtual account.

Selain itu, pengunjung yang menggunakan aplikasi BTN Mobile juga dimanjakan dengan cashback khusus jika bertransaksi dengan QRIS di aneka kuliner Pasar Medang.
Tak hanya itu, pengunjung dapat membuka tabungan BTN melalui BTN Mobile selama event berlangsung.

“Kami juga memberikan tiket gratis untuk 200 orang pertama yang hadir on the spot dan membuka rekening BTN,” kata Nixon.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari Kawan DolanRia dan rasakan petualangan seru masa liburan sekolah yang penuh warna dan keceriaan di DolanRia Prambanan! Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian tiket, kunjungi media sosial @dolanriaprambanan.

(ncm/ega)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Curug Sodong Sukabumi, Pesona Air Terjun Kembar di Geopark Ciletuh


Jakarta

Curug Sodong Sukabumi adalah wisata alam yang berada di kawasan Geopark Ciletuh, Jawa Barat. Air terjun ini setinggi 20 meter ini unik karena memiliki dua aliran yang berdampingan di satu lokasi.

Geopark Ciletuh telah menjadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2015. Selain pemandangannya yang mempesona, ada beberapa daya tarik yang membuat traveler wajib datang ke Curug Sodong Sukabumi.

Daya Tarik Curug Sodong Sukabumi

Berikut ini beberapa daya tarik dari Curug Sodong:


1. Air Terjun Kembar

Curug Sodong Sukabumi memiliki keunikan yang tidak banyak dimiliki air terjun lain. Curug ini memiliki dua aliran air terjun yang berdampingan, sehingga sering disebut sebagai curug kembar. Aliran keduanya ada kadang sama-sama deras, meski tak jarang salah satunya mengalir lebih lambat.

2. Sejarah Bongkahan Batu

Aliran dua air terjun tersebut dipisahkan bongkahan batu yang sangat kokoh. Dalam mitosnya, seperti ditulis detikJabar, batu ini jangan sampai jatuh karena air laut (Samudera Hindia) berisiko naik ke darat.

Panel informasi di lokasi Curug Sodong Sukabumi menjelaskan mitos ini secara geologis. Batu yang memisahkan aliran curug kemungkinan bisa jatuh karena gempa yang besar. Gempa inilah yang berisiko mengakibatkan air laut naik ke darat menjadi tsunami.

3. Pemandangan Air Terjun Lain

Curug Sodong Sukabumi menyediakan bonus bagi para pengunjung. Mereka tidak hanya menikmati keindahan air terjun tersebut, tapi juga bentang alam serupa di sekitarnya. Kedua air terjun tersebut adalah Curug Cikanteh dan Curug Ciateul.

4. Akses Mudah

Salah satu alasan wisatawan banyak memilih Curug Sodong Sukabumi adalah aksesnya yang mudah. Pengunjung bisa membawa kendaraan hingga dekat dengan air terjun. Selanjutnya, wisatawan bisa langsung melihat pemandangan Curug Sodong Sukabumi dari tempat parkir.

5. Fasilitas Lengkap

Fasilitas di Curug Sodong Sukabumi semakin lengkap setelah mendapat suntikan dana Rp 7 Miliar dari anggaran pemulihan ekonomi nasional tahun 2021. Beberapa fasilitasnya yaitu:

  • Area parkir luas
  • Mushola
  • Gazebo
  • Toilet
  • Homestay
  • Amfiteater

Harga Tiket Masuk, Lokasi, dan Jam Buka

Bagi detikers yang tertarik mengunjungi Curug Sodong Sukabumi, berikut informasi detailnya

Harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke Curug Sodong Sukabumi, harga tiket masuknya adalah Rp 5 ribu per orang. Namun, informasi lain menyatakan harga tiket masuk Curug Sodong Sukabumi adalah Rp 12 ribu untuk dewasa. Sedangkan untuk anak-anak adalah Rp 7 ribu dan Rp 12 ribu bagi pengunjung yang akan berkemah.

Lokasi

Curug Sodong berada di Kompleks Geopark Ciletuh, Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya Curug Sodong Sukabumi sekitar 45 km yang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota.

Jam Buka

Tempat wisata Curug Sodong Sukabumi buka setiap hari pada pukul 08.00-16.00 WIB. Namun untuk wisatawan yang berkemah atau camping, Curug Sodong Sukabumi dibuka setiap saat (24 jam).

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Curug Sodong Sukabumi, lengkap dengan daya tarik, tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya. Sebelum berkunjung, jangan lupa mengupdate informasi sehingga bisa berwisata dengan aman dan nyaman.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok Buat Anak dan Keluarga


Jakarta

Candi Prambanan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Meski secara administrasi berada di Sleman, Yogyakarta, lokasi Prambanan berada juga berbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Klaten.

Candi ini tak kalah terkenal dari Candi Borobudur. Legenda tentang Candi Prambanan juga sudah dikenal sebagai cerita rakyat Nusantara, yakni dongeng Roro Jonggrang dan seribu candi.

Selain jalan-jalan di Candi Prambanan, ada banyak tempat wisata menarik yang lokasinya tak begitu jauh. Simak artikel ini untuk mengenal daya tarik Candi Prambanan dan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga.


Sejarah Wisata Candi Prambanan

Dikutip dari situs Pemkab Sleman, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan awalnya digunakan sebagai tempat persembahan tiga dewa Hindu (Trimurti) yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

Candi dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya. Hal ini dilakukan untuk menandingi Candi Borobudur dan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha.

Sekitar tahun 930-an, candi ini ditinggalkan karena pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur. Candi menjadi rusak karena tak terawat, dan runtuh diduga karena faktor alam seperti erupsi Gunung Merapi hingga gempa bumi hebat pada abad ke-16.

Penduduk sekitar meskipun tahu keberadaan candi ini, tetapi tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Maka muncul cerita rakyat tentang Roro Jonggrang, bahwa pembuatan candi tersebut dilakukan oleh makhluk halus.

Di masa penjajahan, sekitar 1700-an, candi ini ditemukan dan mulai dilakukan penelitian. Namun justru marak penyalahgunaan batu-batu ini yang dipakai hiasan rumah orang Belanda atau menjadi fondasi rumah warga lokal.

Pemugaran baru dimulai pada 1918 dan dirampungkan pada era Sukarno tahun 1953. Sejak 1991, Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Di dalam kompleks prambanan terdapat berbagai candi, antara lain Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wishnu, Candi Nandi, Candi Garuda (Candi A), Candi Angsa (Candi B), Cand Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut.

Lokasi dan Harga Tiket

Lokasi Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika traveler melewati Jalan Jogja-Solo pasti akan melihat kemegahan Candi Prambanan dari kejauhan.

Dikutip dari akun Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, harga tiketnya adalah sebagai berikut:

  • Tiket WNI atau warga dengan KITAS
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 50 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 25 ribu per anak
  • Tiket WNA
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 400 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 240 ribu per anak

Wisata Sekitar Candi Prambanan

Traveler mungkin tak cuma ingin berwisata di satu lokasi. Dari Candi Prambanan, kalian bisa berkunjung ke 10 tempat wisata lainnya, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga:

1. Sendratari Ramayana

Pertunjukan Sendratari Ramayana BalletPertunjukan Sendratari Ramayana Ballet (Niken Pratiwi)

Lokasi: Jalan Taman Prambanan Kulon, Klurak, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY (sisi selatan kompleks Candi Prambanan).
Jam buka: 19.30 WIB
Harga tiket masuk: Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).

Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam.

2. Candi Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)

Lokasi: Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.
Harga tiket masuk:

  • Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
  • Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

Dilansir dari situs borobudurpark.com, Candi Ratu Boko tidak berwujud seperti Prambanan atau Borobudur. Ratu Boko adalah reruntuhan sebuah kerajaan, maka juga sering disebut sebagai Kraton Ratu Boko.

Situs Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

Dari sini, detikers bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

3. Candi Sewu

Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Jam buka: 06.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan

Satu lagi wisata sejarah di sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi, yaitu Candi Sewu yang berada di utara Prambanan. Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

4. Tebing Breksi

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. (Kemenparekraf)

Lokasi: Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 10.000

Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

Selain menyaksikan pemandangan menarik dari ketinggian, detikers juga bisa merasakan sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

5. Kids Fun Park

Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.
Jam buka: 10.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000

Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini, anak-anak bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

6. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogja. (Instagram @waterboomjogja)

Lokasi: Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam operasional: 09.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 45 ribu

Masih di Kabupaten Sleman, traveler juga bisa seru-seruan bermain di Waterboom Jogja. Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

7. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)

Lokasi: Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 07.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 30 ribu.

Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

Dari ketinggian, detikers juga bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta sambil menikmati makanan.

8. HeHa Skyview

Objek wisata di Gunungkidul.HeHa Skyview Foto: (Instagram)

Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 35 ribu.

HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini.

Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

9. Bukit Bintang

Lokasi: Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul.
Jam buka: 24 jam
Harga tiket masuk: gratis

Bukit Bintang menjadi salah satu tempat favorit untuk nongkrong di malam hari. Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang.

Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

10. Gembira Loka Zoo

Gembira Loka ZooGembira Loka Zoo Foto: dok Humas GL Zoo

Lokasi: Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 60 ribu.

Gembira Loka Zoo adalah kebun binatang di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini cocok untuk mengedukasi anak tentang jenis-jenis hewan.

Tempatnya sangat luas, tetapi ada kereta yang berkeliling sehingga detikers tidak perlu capek-capek. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

Nah, itulah tadi informasi mengenai Candi Prambanan, lengkap dengan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Alam Terbaik di Indonesia, Tersebar dari Barat ke Timur


Jakarta

Indonesia memiliki hamparan alam yang memukau dari ujung timur hingga barat. Dengan kondisi alamnya ini, sejumlah titik yang menyajikan panorama terbaik telah dijadikan tempat wisata yang dapat dikunjungi.

Mulai dari pemandangan bawah laut yang menawan, gunung, air terjun, tempat bersejarah, hingga hewan endemik yang dilindungi, semuanya bisa ditemukan di di sini. Sejumlah lokasi tersebut tidak kalah dari tempat-tempat lain, bahkan keelokannya sudah banyak dikenal dunia. Lantas, di mana saja tempat wisata terbaik di Indonesia ini?

10 Tempat Wisata Terbaik di Indonesia

Dilansir Lonely Planet dan Culture Trip, berikut deretan wisata cantik di Tanah Air yang patut didatangi:


1. Labuan Bajo

Biawak komodo di Loh Sebita, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Kamis (5/9/2024).Komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia. Tak heran banyak yang memasukkan tempat wisata ini ke dalam wishlist liburan mereka.

Di sana, traveler dapat menemukan gugusan kepulauan eksotis seperti Pulau Komodo, Pulau Manjarite, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Pantai cantik dengan pasir pink dan perbukitan hijau juga bisa dikunjungi. Uniknya, kamu bisa menyaksikan komodo, spesies kadal terbesar yang telah ada sejak zaman pra sejarah.

2. Gunung Bromo

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies di Bromo. Foto: Rachman_punyaFOTO

Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur yang selalu dipadati wisatawan.

Traveler dapat menyaksikan panorama matahari terbit dari berbagai spot yang ada, menunggang kuda dan mobil jip di area Pasir Berbisik, berfoto di padang rumput hijau bernama Bukit Teletubbies, hingga mencapai puncak untuk melihat Kawah Bromo.

3. Raja Ampat

Raja AmpatRaja Ampat Foto: detik

Pemandangan bawah laut Raja Ampat akan sangat disayangkan apabila terlewatkan. Tempat ini merupakan rumah bagi lebih dari 530 spesies karang, 700 spesies moluska, dan 1.300 jenis ikan. Sebab itu, perairan Raja Ampat disebut-sebut sebagai “surga” bagi para penyelam.

Selain itu, gugusan Pulau Karst, Pantai Pasir Putih, Puncak Pianemo, Telaga Bintang, hingga Pulau Wayag adalah destinasi yang tidak boleh diabaikan jika traveler datang ke sana.

4. Kepulauan Derawan

Penyu di DerawanPenyu di Derawan Foto: (Khairul Leon/d’Traveler)

Kepulauan di Kalimantan Timur ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Sejumlah pulau tersebut memiliki pesonanya masing-masing.

Traveler dapat melakukan snorkeling atau diving untuk menikmati panorama bawah lautnya yang dipenuhi karang, ubur-ubur, penyu, hingga ikan pari. Menyaksikan sunset dan sunrise serta melihat fenomena langka yaitu munculnya hiu paus (whale shark).

5. Bali

Pura Ulun Danu di Tabanan, BaliPura Ulun Danu di Tabanan, Bali. Foto: (Syanti/detikcom)

Bali sudah tersohor dengan kecantikan alamnya, baik di Indonesia maupun dunia. Bukan hanya pantainya, Pulau Dewata menyimpan hutan rimbun, persawahan hijau, air terjun cantik, sampai kawasan pedesaan dengan arsitektur tradisional yang masih asri.

Kamu bisa mengunjungi Pantai Kuta, Pantai Pandawa, hingga Pantai Melasti kalau ingin bersantai di tepi pantai. Mengunjungi Air Terjun Tibumana dan Sumampan, mandi di Pemandian Tukad Arca, atau mendatangi sejumlah pura yang indah.

6. Candi Borobudur

Candi Borobudur. Foto diambil pada Selasa (14/6/2022).Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Bukan hanya untuk beribadah, tapi kamu dapat mengunjungi candi ini untuk menikmati kemegahan bangunan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

Diperkirakan berdiri sejak abad ke-8, Candi Borobudur terkenal dengan pahatan dan relief bersejarah yang terukir di batuan penyusunnya. Setiap reliefnya menggambarkan kisah kehidupan manusia yang bermakna amat dalam.

7. Kepulauan Gili

Ilustrasi Pulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara BaratPulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat Foto: Rachman_punyaFOTO

Selain NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai tempat wisata cantik yang tak kalah yaitu Kepulauan Gili, yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Kepulauan ini terkenal dengan keelokan bawah lautnya untuk melakukan snorkeling dan diving.

Kalau tidak jago berenang, traveler tetap bisa kok menyaksikan panorama perairan Gili dengan mengikuti tur kapal yang dilengkapi kaca transparan di bagian bawahnya. Kamu juga dapat berkeliling pulau, mencicipi kuliner khas, hingga berkuda di pantai Kepulauan Gili.

8. Danau Toba

Best view saat merapat di pelabuhan Ambarita SamosirBest view saat merapat di pelabuhan Ambarita Samosir Foto: detik

Toba di Sumatera Utara merupakan danau terbesar di Tanah Air. Mengutip laman Kemenparekraf, danau ini juga tercatat jadi yang terbesar di Asia Tenggara dan di urutan kedua paling besar di dunia.

Kalau ke sana, pastikan traveler mengunjungi Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau itu menyajikan lanskap alam memukau dan suasana yang sejuk. Uniknya, ditemukan dua danau di pulau tersebut yaitu Sidihoni dan Aek Natonang. Sehingga bisa dibilang terdapat danau di atas danau.

9. Kepulauan Wakatobi

Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto: Agung Pambudhy

Wakatobi di Sulawesi Tenggara terdiri gugusan empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko serta deretan pulau kecil lain. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim keempat pulau besarnya itu.

Kepulauan ini dikenal sebagai “surganya” bawah laut lantaran hampir sekitar 90% jenis karang di dunia terdapat di sana. Wakatobi juga tersohor sebagai salah satu world class diving site. Pada 2012, UNESCO bahkan menetapkan kepulauan tersebut sebagai Cagar Biosfer Bumi ke-8.

10. Tanjung Kelayang

Tanjung KelayangTanjung Kelayang Foto: (Afif Farhan/detikTravel)

Wisata di Pulau Belitung ini menawarkan pantai eksotis dengan pasir putih yang berhias bebatuan granit besar. Kawasan batu granitnya ini menjadi destinasi Geopark Belitong yang ditetapkan UNESCO pada 2021 silam.

Lautnya juga tak indah dengan perairan biru kehijauan yang jernih dan berombak tenang. Traveler dapat bermain air atau berenang di tepian, bermain pasir, maupun menelusuri pantainya.

Nah, itu tadi 10 wisata alam terbaik di Indonesia. Jadi, traveler pernah ke tempat mana saja nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Kembali ke Zaman Batu di Situs Megalit Meghibu



Pagar Alam

Kota Pagar Alam di Sumatera Selatan punya situs-situs megalit bersejarah. Traveler akan diajak kembali ke zaman batu di Situs Megalit Batu Beghibu.

Situs Megalit Batu Beghibu atau Batu Beribu (dengan ibu) itu berada di desa Tegur Wangi, Kelurahan Pagar Wangi Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Sumsel.

Lokasi tepatnya berada di tengah persawahan milik warga setempat. Situs Megalit Batu Beghibu ini menjadi salah satu dari 67 situs yang didaftarkan ke UNESCO oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pagar Alam.


Dikutip dari situs Pemkot Pagar Alam, seorang peneliti bernama Van der Hoop pernah meneliti situs-situs bersejarah di Pagar Alam. Berdasarkan studi peneliti berkebangsaan Belanda ini, ditemukan 22 kawasan di Pagar Alam yang diyakini sudah ada dari zaman prasejarah atau zaman batu.

Terdapat 4 Megalit berdekatan seperti orang yang sedang menggendong bakul padi. Tidak jauh dari megalit tersebut, ada tiga rumah batu atau rumah dalam tanah yang semuanya terbuat dari batu.

Pemilik tanah, Suriana (70), mengatakan situs megalit tersebut terletak di bawah pohon besar dan dipenuhi rerumputan sebelum dijadikan tempat wisata. Saat ini, area itu sudah diberi pagar agar tidak rusak.

“Tanah ini tanah warisan dari nenek. Saya kurang tahu kapan ini dijadikan wisata tapi saat anak saya masih kecil (sekitar tahun 80-an) itu sudah ada turis-turis yang ke sini dan para peneliti,” katanya saat diwawancarai, Minggu (17/11/2024).

Suriana menjelaskan keempat megalit tersebut dulunya memiliki bentuk yang sangat jelas dan kecil. Saat ini ukurannya sedikit membesar. Suriana memperkirakan hal itu disebabkan jarak antara keempat megalit. Dulunya jarak itu berjauhan, kini sudah sempit.

“Kayaknya itu (sambil menunjuk Megalit Batu Beghibu) seperti orang memikul bakul padi dari panen. Dulu kelihatan tangkai padinya dipegang dan diletakkan di bakul. Kalau sekarang sudah tidak jelas lagi. Itu yang bentuk wajah asli tidak di rubah. Perkiraan itu pada zaman Majapahit tapi saya kurang tahu pastinya,” ujarnya.

Semenjak situs Megalit Batu Beghibu menjadi tempat wisata, pengunjung tidak dapat memegang megalitnya sebab diberi kandang. Saat itu pernah salah satu megalitnya terjungkit ke bawah dan diletakkan ke tempat semula.

“Iya di sini gratis tidak di pungut biaya, biasanya hari weekend banyak orang yang berwisata ke sini. Kalau penyebutannya itu Batu Beghibu tapi ada yang bilang ada Batu Beribu. Ada juga Batu Beranak tapi sering disebut Batu Beghibu,” tuturnya.

Selain situs Megalit Batu Beghibu, berjarak sekitar 100 meter terdapat situs Rumah Batu. Dimana menurut cerita rumah batu tersebut dijadikan tempat tinggal masyarakat zaman dulu.

“Iya, kalau rumah batu ini ketahuannya sekitar tahun 80-an, soalnya setiap membajak sawah air di atasnya selalu kering. Setelah dibongkar di dalamnya terdapat lukisan seperti orang yang memegang cangkul dan lukisan lainnya, tapi saat ini sudah tidak ada karena lumut,” ujarnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Profil Gunung Padang, Situs Megalitik Tertua di Indonesia



Cianjur

Situs Gunung Padang merupakan punden berundak terbesar di Indonesia. Situs megalitikum tertua ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional (CBN).

Walaupun namanya Gunung Padang, tapi gunung tersebut tidak berlokasi di Padang, Sumatera Barat. Gunung ini justru berada di Cianjur, Jawa Barat.

Lokasi Gunung Padang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Gunung ini memiliki ketinggian 885 meter di atas permukaan laut (MDPL).


Situs Gunung Padang adalah bukti peradaban kuno Indonesia. Situs ini penting untuk diteliti lebih lanjut. Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, kolaborasi dengan BRIN diperlukan guna menyibak sejarah situs Gunung Padang.

“Banyak yang berpendapat Situs Gunung Padang ini sudah ada sejak belasan hingga puluhan ribu tahun lalu. Situs ini membutuhkan penelitian lebih dalam untuk mengungkap sejarah dan jejak peradaban nenek moyang kita. Kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu mengungkap lebih dalam tentang sejarah situs ini,” ujar Fadli Zon seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/1/2025).

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Retno Raswaty, menambahkan Situs Gunung Padang adalah salah satu aset budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, upaya pelestarian dan pengembangan situs ini terus dilakukan.

“Kami di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan situs ini agar generasi mendatang dapat terus menikmati dan mempelajari warisan budaya kita. Harapan kami, Situs Gunung Padang dapat dinobatkan sebagai Warisan Dunia UNESCO, karena nilai sejarah dan arkeologinya yang luar biasa,” imbuh Retno.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkunjung ke Situs Gunung PadangSitus Gunung Padang Foto: (dok. Istimewa)

Menteri Kebudayaan pun berharap situs ini tidak hanya dilihat sebagai artefak, tetapi juga menjadi sumber informasi yang akan menambah kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia.

“Kita ingin Situs Gunung Padang menjadi tempat yang memberikan banyak informasi tentang peradaban masa lalu,” tambah Fadli.

Sejarah Gunung Padang

Gunung Padang pertama kali ditemukan oleh Nicolaas Johannes Krom. Ia adalah orang yang pertama melaporkan keberadaan situs Gunung Padang pada tahun 1914.

Kisah Nicolaas menemukan gunung Padang dimuat dalam tulisannya yang berjudul Rapporten Oudheidkundige Dienst (Buletin Dinas Kepurbakalaan).

Gunung Padang bukan gunung yang aktif. Kawasan Gunung Padang tercatat sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Bentuk punden berundak situs ini mencerminkan zaman megalitikum yang terdiri dari lima teras dan tersusun dengan berbagai ukuran.

Dengan luas sekitar 291.800 meter persegi, Situs Gunung Padang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya yang penting di Indonesia.

Dinamakan gunung Padang karena kata ‘Padang’ merupakan sebuah akronim dari beberapa kata. “Pa” berarti tempat, “Da” artinya besar atau agung, dan “Hyang” bermakna leluhur.

Ketika ketiga kata tersebut disusun, maka akan menjadi kata “Padang” yang artinya “Tempat Agung Para Leluhur”.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung Tertinggi di Indonesia yang Berjuluk ‘The Seven Summits’


Jakarta

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak pegunungan. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki ketinggian hingga lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Tanah Air.

Sebagai informasi, total terdapat 629 gunung di Indonesia dan tujuh di antaranya memiliki puncak tertinggi yang paling fenomenal. Kemudian, ketujuh puncak gunung itu dijuluki sebagai The Seven Summits of Indonesia.

Adapun sejumlah puncak gunung tertinggi di Indonesia yang menjadi favorit para pendaki, misalnya Gunung Semeru dan Gunung Kerinci. Selain itu, masih ada sejumlah puncak gunung tertinggi di Tanah Air yang tak hanya menarik minat pendaki lokal, tapi juga datang dari mancanegara.


Penasaran, apa saja tujuh gunung tertinggi di Indonesia yang disebut sebagai The Seven Summits? Simak daftarnya dalam artikel ini.

7 Gunung Tertinggi di Indonesia

Mengutip laman Kementerian Kehutanan, tujuh gunung tertinggi di Indonesia merupakan puncak-puncak gunung tertinggi yang mewakili tujuh pulau besar dan wilayah kepulauan di Indonesia. Berikut daftar gunungnya:

1. Gunung Jayawijaya

Gunung Jayawijaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Gunung ini memiliki beberapa puncak, salah satu yang tertinggi adalah Puncak Carstensz dengan ketinggian 4.884 mdpl. Puncak gunung ini tersusun dari karang (limestone) dan bagian puncaknya tertutup oleh salju abadi.

Gunung Jayawijaya juga terdiri dari sejumlah puncak lainnya yang juga tak kalah tinggi, yakni Puncak Jaya (4.862 mdpl), Puncak Mandala (4.760 mdpl), Puncak Trikora (4.730 mdpl), Puncak Idenberg (4.673 mdpl), Puncak Yasmin (4.535 mdpl), dan Puncak Carstensz Timur (4.400 mdpl).

Pada 1999, Gunung Jayawijaya menjadi bagian dari Indonesia Seven Summits, menyusul status World Seven Summits yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Gunung Jayawijaya sendiri terletak di Provinsi Papua,

2. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, sekaligus paling tertinggi di Pulau Sumatera. Gunung yang terletak di perbatasan Kerinci, Provinsi Jambi, dengan Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Solok Selatan, memiliki ketinggian mencapai 3.805 mdpl.

Gunung Kerinci menyandang status sebagai World Heritage Site dengan kategori Tropical Rainforest Heritage of Sumatera. Gunung tersebut juga dinobatkan sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia serta Asia Tenggara.

3. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung yang memiliki ketinggian mencapai 3.762 mdpl ini termasuk salah satu yang jadi favorit banyak pendaki.

Gunung Rinjani termasuk gunung berapi aktif dan memperlihatkan keaktifannya dari kepundan anak gunung yang muncul di tengah kaldera gunung, yaitu Danau Segara Anak.

4. Gunung Semeru

Gunung Semeru memiliki ketinggian mencapai 3.676 mdpl. Bagian puncak tertinggi dari gunung ini dikenal dengan nama Mahameru. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi keempat di Indonesia sekaligus gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Secara administratif, Gunung Semeru termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini tergolong gunung berapi aktif dan setiap kurang lebih 20 menit sekali mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam bercampur pasir dan batu-batu kecil.

5. Gunung Latimojong

Di daftar berikutnya adalah Gunung Latimojong. Gunung yang terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, ini merupakan sebuah jajaran pegunungan yang terdiri dari beberapa puncak.

Puncak tertinggi Gunung Latimojong bernama Rante Mario dengan ketinggian mencapai 3.430 mdpl, menjadikannya sebagai tempat tertinggi di Pulau Sulawesi. Sedangkan puncak kedua tertingginya bernama Nenekmori.

6. Gunung Binaiya

Gunung Binaiya merupakan gunung tertinggi di Kepulauan Maluku. Terletak di Pulau Seram, Kabupaten Maluku, puncak dari Gunung Binaiya memiliki ketinggian 3.027 mdpl. Gunung Binaiya termasuk gunung non-vulkanologi dan terdiri dari pegunungan karst.

7. Gunung Raya

Pulau Kalimantan juga memiliki gunung yang masuk dalam daftar The Seven Summits of Indonesia, yakni Gunung Raya. Gunung yang juga disebut Bukit Raya ini memiliki ketinggian 2.278 mdpl. Lokasi gunung ini berada di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sebenarnya, Pulau Kalimantan memiliki gunung tertinggi, yaitu Gunung Kinabalu. Namun, gunung tersebut berada di bawah kedaulatan negara Malaysia, sehingga tidak bisa dimasukkan dalam kategori Seven Summits Indonesia.

Itu dia tujuh gunung tertinggi di Indonesia yang masuk dalam daftar The Seven Summits of Indonesia. Tertarik untuk mendaki salah satu gunung tersebut?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Museum di Bali Dinobatkan Jadi Salah Satu yang Terindah di Dunia



Badung

Saat beberapa museum di Indonesia dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, kabar bagus datang dari Bali. SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World’s Most Beautiful Museums 2025.

Penghargaan itu diberikan oleh Prix Versailles, lembaga asal Prancis yang menilai desain arsitektur, keberlanjutan, dan nilai budaya, pada 5 Mei 2025. Tahun ini, SAKA Museum menjadi satu-satunya museum dari Indonesia yang terpilih, bersama tujuh museum dunia lainnya seperti Grand Palais di Paris, Kunstsilo di Norwegia, dan Cleveland Museum of Natural History di Amerika Serikat.

Penghargaan ini diberikan kepada museum yang tak hanya memiliki arsitektur luar dan dalam yang memukau, tapi juga mampu memberikan pengalaman bermakna bagi pengunjung yang mencerminkan nilai budaya, inovasi, dan keunikan lokasinya. Penghargaan ini menandai dimulainya edisi ke-11 Prix Versailles, yang akan terus mengumumkan proyek-proyek terbaik dunia dari berbagai kategori sepanjang tahun.


Terletak di Ayana Bali di Jimbaran, SAKA Museum menambah daftar pengakuan internasional. Sejak dibuka pada 2024, museum itu dikenal luas sebagai salah satu destinasi budaya terbaik di Indonesia dan dinobatkan sebagai salah satu World’s Greatest Places 2024 oleh TIME Magazine, serta masuk dalam Top 100 Kyoto Global Design Awards atas inovasi dan keberlanjutan dalam desainnya.

“SAKA Museum telah menjadi sumber kebanggaan budaya dan inspirasi bagi Bali. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras seluruh tim SAKA Museum, sekaligus menegaskan pentingnya ruang belajar budaya yang berkelanjutan, mudah diakses, dan inovatif,” ujar Dr. Judith E. Bosnak, Direktur SAKA Museum, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (13/5/2025).

Sebagai ruang yang hidup untuk mengekspresikan budaya, SAKA Museum terus menghadirkan program-program baru untuk membantu masyarakat memahami lebih dalam tentang identitas budaya Bali. Pameran-pameran terbaru menampilkan cerita spiritual dan alam Bali, dihadirkan dengan cara yang menarik dan berkelas dunia.

SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World's Most Beautiful Museums 2025.SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World’s Most Beautiful Museums 2025. (SAKA Museum)

“The Kasanga: Nyepi Exhibition” menghadirkan pengalaman mendalam tentang hari keheningan yang paling dihormati di Bali, menampilkan berbagai karya seni yang menggambarkan tahapan perayaan Nyepi.

“Subak: The Ancient Order of Bali” membuka wawasan tentang sistem irigasi dan pura air tradisional Bali yang sudah diakui UNESCO dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat selama ratusan tahun.

Pameran yang akan datang, “Heritage Gallery: The Five Elements”, mengangkat bagaimana lima unsur alam-tanah, air, api, udara, dan eter-dipahami secara spiritual oleh masyarakat Bali sebagai dasar keseimbangan alam pulau ini.

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Raja Ampat Terancam Rusak, Ini Alternatif Tempat Diving


Jakarta

Indonesia tak pernah kehabisan wisata alam yang memancing jiwa petualangan pengunjung. Termasuk bagi penyuka diving dan snokeling yang mendamba keindahan bawah laut Indonesia, yang kaya keanekaragaman hayati.

Alternatif 12 Tempat Diving

Sebagai alternatif spot diving selain Raja Ampat yang kini sedang dalam polemik, berikut pilihannya

1. Bali dan Lombok

Keindahan Bali tak hanya yang terlihat di permukaan, tapi juga di bawah laut dengan biodiversity hewan dan tumbuhan. Spot menyelam di Bali dan Lombok dikutip dari situs Seacrush terdiri dari:


Padangbai

Spot Padangbai dengan air jernih biru memungkinkan penyelam melihat keindahan Padangbai dengan sangat jelas. Di sini juga ada kebun terumbu kerang dengan view yang sangat indah dan peluang mengasah kemampuan fotografi.

USAT Liberty Wreck

Di wilayah Tulamben, Bali bagian utara ada bekas kapal argo USA Army yang ditembak Jepang tahun 1942. Dengan kedalaman 5-30 meter, spot menyelam ini cocok dinimati pagi dan malam hari serta cocok bagi snorkeler. Buat yang sekadar ingin berenang, tentunya bisa juga menikmati spot ini.

Amed Japanese Wreck

Kapal ini dulunya adalah bagian dari patroli Jepang yang tenggelam tahun 1942. Kedalamanya adalah 2-12 meter yang lebih dangkap dibandung USAT Liberty Wreck. Spot menyelam in cocok bagi diver level 1.

Pulau Menjangan

Pulau ini terletak di pusat wilayah yang dilindungi di Bali bagian barat laut. Menjangan dengan kedalaman 20-30 meter ini menawarkan kekayaan kehidupan makro dibanding spot diving lain. Pulau Menjangan lebih cocok bagi penyelam profesional, dengan jumlah kunjungan lebih sedikit.

Crystal Bay dan Manta Point di Nusa Penida

Di sini, pengunjung bisa melihat ikan mola-mola pada pertengahan Juni hingga Oktober, atau ikan pari mantai di Manta Point. Spot Manta Point cocok bagi snorkeler.

2. Taman Nasional Komodo

Kawasan yang berstatus warisan dunia dan kekayaan biosfere dari UNESCO ini menawarkan pemandangan serta keanekaragaman hayati. Taman Nasional Komodo ini berlokasi di Selat Lintah dengan gelombang kuat, yang membawa banyak kehidupan. Spot menyelan di Taman Nasional Komodo adalah:

Manta Alley

Spot yang menjadi tempat ikan pari membersihkan diri ini adalah spot ikonik di Taman Nasional Komodo. Dengan kedalaman 20 meter dan gelombang kuat, spot ini lebih cocok penyelam berpengalaman yang nyaman dengan ombak.

Castle Rock

Site dengan kedalaman beragam 4, 20, hingga 24 meter ini punya ombak kuat. Namun site ini juga punya banyak keanekaragaman hayati yang sulit dilewatkan.

Cystal rock

Kawasan dengan ombak kuat ini sangat menarik bagi para raksasa penghuni laut. Hiu abu-abu, hiu sirip putih, dan giant trevally adalah beberapa contoh bagian dari ekosistem ini yang juga berkaitan dengan Castle Rock dan Gili Lawa Laut.

Batu Bolong

Dilihat dari atas, kawasan ini memang terlihat bolong tanpa ada yang istimewa. Namun di kedalaman 70 meter ada berbagai jenis ikan misal napoleon wrasse, giant trevallies, tuna, dan hiu sirip putih. Kawasan ini juga punya gelombang yang sangat kuat.

Cauldron aka Shotgun

Kawasan ini hanya untuk penyelam berpengalaman yang biasa dengan gelombang kuat. Penyelam bergerak sepanjang struktur seperti dinding laut yang kaya ikan dan terumbu karang. Selanjutnya, penyelam seperti tertembak air laut ke dalam mangkuk raksasa. Mangkuk dengan dasar pasir laut ini membuat penyelam seperti sedang naik rollercoaster.

3. Taman Nasional Komodo dan Lembeh di Sulawei

Wilayah yang berlokasi di Manado bagian utara Sulawesi ini menawarkan pengalaman wall dives dan peluang mengambil foto bawah laut yang lias biasa cantik. Taman laut ini terdiri atas Pulau Bunaken, Siladen, Mantehage, Nain, dan Manado Tua dengan kedalaman mencapai 600 meter.

Lekuan 2

Site di luar Bunaken ini punya dinding vertikal dengan banyak terumbu karang lembut dan keras, serta visibilitas luar biasa baik. Site ini juga terkenal dengan fotografi wide angle.

Ron’s Point

Berlokasi di ujung selatan Pulau Bunaken, site ini punya lembah dengan plateau besar dan kedalaman 35 meter. Di sini ada penghuni laut besar misal hiu, tuna besar, dan pari raksasa.

Alternatif spot menyelam ini bisa jadi opsi dive dan snorkeling selain Raja Ampat.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Labuan Bajo, Pesona Surga Tersembunyi di Indonesia



Manggarai Barat

Terletak di ujung barat pulau besar Flores di Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo adalah permata tersembunyi yang mendapat banyak puji.

Labuan Bajo berawal dari desa nelayan kecil, alam dan budaya yang indah membuat kawasan ini menjadi pusat wisata NTB yang mulai mendapat banyak perhatian.

Yang membuat desa ini begitu menonjol adalah reptil purba komodo yang tinggal di Pulau Komodo. Sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, Pulau Komodo terus bersolek untuk mempertahankan statusnya.


Kamu yang mau liburan ke Labuan Bajo, bisa intip destinasinya berikut ini:

1. Wisata Perahu Pulau Komodo

komodo di Loh Liangkomodo di Loh Liang (Bonauli/detikcom)

Perjalanan ke Pulau Komodo adalah daya tarik utama kawasan ini. Pulau ini merupakan taman nasional yang terletak di sebelah barat Labuan Bajo. Komodo adalah reptil terbesar di dunia dan melihat salah satu makhluk luar biasa ini dari dekat adalah pengalaman yang istimewa dan mengesankan.

Yang paling populer adalah Live on Board Phinisi, wisatawan bisa staycation di kapal sambil berlayaar ke beberapa pulau di sekitar taman nasional.

Turun dari perahu di Loh Liang di Taman Nasional Komodo seperti melakukan perjalanan kembali ke masa lalu, ke zaman ketika kadal purba menguasai planet ini. Pemandu lokal dalam safari berjalan kaki akan mengajak kamu untuk melihat langsung kehidupan rusa, babi hutan, dan banyak spesies burung di alam liar.

Destinasi populer lainnya adalah Pink Beach. Pantai ini memiliki pasir pink dan sangat cantik. Airnya jenih, terumbu karangnya sangat indah. Kamu bisa melakukan beberapa kegiatan seperti snorkeling, berjemur atau banana boat.

2. Gua Pangkat

Gua di Labuan Bajo.Gua di Labuan Bajo. (eko_tarnando/d’Traveler)

Sekitar 10-15 km timur laut Labuan Bajo terdapat Gua Rangko yang menakjubkan. Gua ini terkenal dengan perairan biru kehijauan yang mencolok, diterangi oleh sinar matahari yang menembus langit-langit gua. Di dalam gua bisa menjadi sangat hangat, membuat berenang yang menyegarkan di air yang jernih dan sejuk menjadi lebih menarik.

Saat berada di dalam air, pastikan untuk mengagumi formasi batu kapur yang rumit dan menikmati permainan cahaya dan bayangan yang mempesona. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat matahari tengah hari ketika efeknya paling kuat.

Gua Rangko dapat diakses dengan naik perahu singkat menuju pantai di depan gua. Titik keberangkatan kapal ditandai di Google Maps sebagai “Mulai Kapal ke Gua Rangko” (pada koordinat: -8.455861, 119.951083). Biaya perahunya adalah Rp 100.000 per orang dan ada biaya masuk sebesar Rp 50k (sekitar $3,25) per orang untuk gua.

Untuk opsi bebas repot, kamu juga dapat memesan kombinasi Perjalanan Gua Rangko dan Snorkeling dengan penjemputan dan pengantaran ke hotel.

3. Batu Cermin Cave – Mirror Stone Cave

Gua di Labuan BajoGua di Labuan Bajo (Johanes Randy)

Sebuah keajaiban geologis, Gua Batu Cermin (atau Batu Cermin) mendapatkan namanya dari kilauan dinding kalsit di bawah sinar matahari pagi. Pertunjukan cahaya menawan ini memberikan ilusi cermin besar yang memantulkan sinarnya.

Gua ini ditutupi pola rumit yang terbentuk dari fosilisasi karang dan makhluk laut lainnya. Tiket masuknya seharga Rp 50 ribu per orang dan tur berpemandu dikenakan biaya tambahan Rp 50 ribu per grup, yang sangat kami rekomendasikan. Sebagai permulaan, informasi tambahan meningkatkan pengalaman gua, dan kedua, banyak hal menarik yang mudah terlewatkan oleh mata yang tidak terlatih.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com