Tag Archives: usianya

Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


Jakarta

Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Pilih, Ini Ukuran Tempat Tidur Anak Berdasarkan Usia


Jakarta

Memilih ukuran tempat tidur yang pas perlu dilakukan, apalagi untuk anak. Kamu bisa memilih tempat tidur berdasarkan usia anak agar tidak salah pilih.

Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka. Maka dari itu, memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, berikut ini panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.


Ukuran Tempat Tidur Berdasarkan Usia Anak

Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.

Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ini Pondok Pesantren Berusia 4 Abad dari Semarang



Semarang

Di kota Semarang, berdiri sebuah pondok pesantren yang konon usianya sudah 4 abad alias 400 tahun. Inilah pondok pesantren Luhur Dondong.

Salah satu pondok pesantren (ponpes) tertua di Indonesia ada di Semarang. Saat ini, usianya dipercaya sudah 4 abad. Ponpes tersebut dikenal dengan nama pondok Luhur Dondong.

Hingga kini, pondok tersebut dianggap menjadi penolong bagi para perantau di Kota Semarang. Sesuai namanya pondok ini berada di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.


Di pondok pesantren tertua ini, tampak bangunan yang cukup lawas. Di salah satu sudutnya terdapat kentongan dengan ukuran cukup besar.

Suasana di pondok itu tampak sepi pada siang hari. Hanya ada beberapa santri pengelola pondok yang bersiap untuk salat zuhur. Salah satunya Ifan Fahrudin (22). Santri asal Kendal itu pun sempat menceritakan sejarah Pondok Luhur Dondong yang jadi pondok tertua di Indonesia.

“Iya ini masuk pondok tertua di Indonesia. Sejarahnya, pondok ini berdiri sekitar tahun 1.609, didirikan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro pada zaman Mataram,” kata Ifan saat ditemui, Rabu (23/10) pekan lalu.

Pada saat era Sultan Agung itu, lanjut Ifan, Mbah Syafi’i, panggilan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro, diutus untuk ikut serta dalam penyerangan di Batavia. Pada saat itu, ia memutuskan untuk singgah ke pesisir Mangkang.

Mbah Syafi’i yang kerap disebut sebagai Panglima Diponegoro itu pun tak hanya ikut serta dalam peperangan. Ia turut melakukan dakwah hingga mendirikan pondok di Jalan Dondong.

“Dulu awalnya beliau mendirikan padepokan dulu, dekat laut. Tapi makin lama kemakan zaman sama banjir rob, akhirnya geser ke sini yang lebih aman,” jelasnya.

Suasana Pondok Luhur Dondong, di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (23/10/2024).Suasana Pondok Luhur Dondong Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Santri yang telah menimba ilmu di Pondok Luhur Dondong selama kurang lebih empat tahun itu mengatakan, dua dari lima bangunan pondok kondisinya masih seperti sedia kala. Bangunannya masih menggunakan kayu dengan lantai masih berupa tegel. Pengampunya pun sudah dari generasi ke-7.

Ifan mengatakan, saat ini hanya ada sekitar 20 santri yang mengaji di Pondok Luhur Dondong. Beberapa dari mereka pun merupakan perantau dari berbagai daerah yang saat ini tengah bekerja di Kota Semarang.

“Menurut saya pondok ini termasuk pondok yang menolong, untuk menolong orang yang ingin bekerja. Dari pada di kos-kosan yang mahal, mereka bisa tinggal di sini, ikut ngaji,” jelasnya.

Biasanya, para santri akan bekerja maupun sekolah pada pagi hingga siang hari. Sementara pada sore hingga malam hari, mereka akan memperdalam ilmu keagamaan dengan mengaji.

“Santri paling jauh ada dari Sulawesi, Serang, Bogor, yang dari Sumatera dulu juga ada. Kebanyakan yang ngaji di sini itu buruh pabrik, tapi anak SMA juga ada,” paparnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim Diyakini Sebagai yang Tertua di Jawa



Gresik

Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur diyakini sebagai masjid tertua di Pulau Jawa.

Meski usianya sudah tua, masjid yang berlokasi di Dusun Pesucinan, Desa Leran, Manyar, Gresik ini masih mempertahankan orisinalitas dan keunikan bangunannya.

Salah satunya adalah kolam yang sudah ada sejak zaman Sunan Maulana Malik Ibrahim yang masih ada sampai hari ini.


Masjid yang juga biasa disebut Masjid Pesucinan ini masih menyimpan sejumlah bentuk bangunan sejak zaman Sunan Giri. Masih ada bekas langgar kecil di dalam masjid yang masih dilestarikan. Lengkap dengan kolam untuk berwudu.

Kolam berukuran 3×3 meter ini punya kedalaman kurang lebih 2,5 meter. Kolam itu berada di dalam area masjid karena adanya pemugaran.

“Syekh Maulana Malik Ibrahim sekitar awal abad 14 atau akhir abad 13, beliau membawa kapal dagang bersama para santri bersama para pengawal, bersama para sahabatnya bersandar di pelabuhan Leran. Dulu ada pelabuhan kecil, baratnya masjid ini,” jelas Ketua Takmir Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim, Mushollin, Jumat (14/3).

Saat itu Syekh Maulana Malik Ibrahim melakukan salat istikarah lalu mendirikan masjid untuk tempat ibadah dan mendirikan asrama pondok sebelah barat masjid.

Oleh sebab itu, masjid ini dinamakan masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim di Pesucinan berasal dari kata Pesucinan. Pesucinan merupakan tempat kolam untuk wudhu di sini. Bisanya disebut Cinan, tempat wudunya Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Mushollin menambahkan saat pertama melihat masjid ini, kolam wudu pesucinan ada di luar masjid. Namun setelah ada renovasi beberapa kali, ada perluasan juga.

“Akhir tahun 2023 dirombak tetapi tidak mengubah bentuk orisinilnya,” tukasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Melihat Masjid Berusia 1 Abad di Lumajang, Melambangkan Wali Songo



Lumajang

Di Lumajang, ada sebuah masjid kuno yang usianya sudah 1 Abad. Masjid Baitur Rohman ini dibangun tahun 1911 oleh kiai Usman.

Masjid kuno di Lumajang ini berada di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Awalnya masjid ini masih berbentuk surau atau mushala. Lalu pada tahun 1933 direnovasi oleh Kiai Suhaemi dan desain masjidnya dipertahankan hingga sekarang.

Masjid ini menjadi sejarah penyebaran agama Islam di Lumajang dan kini Kiai Usman dan Suhaemi diabadikan sebagai nama jalan di desa setempat.


“Masjid Baitur Rohman ini dibangun tahun 1911 oleh Kiai Usman kemudian dilakukan renovasi oleh Kiai Suhaemi pada tahun 1933 dan desainnya dipertahankan hingga sampai sekarang,” ujar Imam Masjid Baitur Rohman Yoyon Sudarmanto, Minggu (16/3/2025).

Bangunan masjid ini dipenuhi keunikan dan berbagai makna filosofi dari kubah masjid yang berjumlah 9. Yang melambangkan jumlah para wali penyebar agama Islam di nusantara yang dikenal dengan sebutan Wali Songo.

Tangga tingkat masuk ke teras masjid berjumlah 5 tingkat, mengingatkan pada jumlah rukun islam ada 5. Pintu masuk masjid yang berjumlah 3, dengan pintu imam yang sama berjumlah 3 menunjukkan jumlah rukun iman yang berjumlah 6.

Jumlah jendela masjid sebanyak 20 mengingatkan pada sifat wajib Allah SWT yang berjumlah 20. Selain itu, ruangan masjid dipenuhi bangunan kusen pintu memiliki makna kehidupan, yang harus terbuka melihat kekurangan kanan dan kiri atau guyub rukun dan saling membantu antar sesama manusia.

“Masjid ini tidak hanya unik tapi memiliki makna filosofi dalam desain pembangunannya mulai dari kubah, jandela, pintu dan lainnya,” terang Yoyon.

Selain itu, saat pembangunan Masjid Baitur Rohman ini para pekerja yang sedang membangun masjid tidak boleh memiliki hadas besar maupun kecil.

Sehingga saat pekerja memiliki hadas kecil, harus berwudhu terlebih dahulu kemudian melanjutkan pekerjaan membangun masjid.

“Pekerja yang membangun masjid ini juga harus menjaga dari hadas kecil maupun besar,” tandas Yoyon.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com