Tag Archives: visit jawa tengah

Pantai di Kebumen Punya Air Terjun yang Mengalir ke Samudra Hindia



Kebumen

Kebumen ternyata punya pantai dengan air terjun yang mengalir langsung ke Samudra Hindia. Pantai itu bernama Surumanis. Sudah pernah ke sini?

Pantai Surumanis adalah pantai yang berada di Desa Pasir, Kebumen yang menjadi wisata kebanggaan warga desa tersebut. Lokasinya tepat bersebelahan di timur Pantai Pecaron.

Dikutip dari situs resmi Visit Jawa Tengah, Pantai Surumanis memiliki pantai yang indah dengan pasir hitam kecoklatan yang bersih. Pantai ini juga memiliki topografi berbukit, sehingga membuat pengunjung merasa puas karena dapat merasakan dua suasana wisata berbeda dari satu tempat yang sama.


Selain bukit dan tebingnya, daya tarik lain pantai ini adalah batu karang dan ombaknya. Pantai Surumanis dikelilingi batu karang yang memberi kesan eksotik. Ombaknya yang deras khas pantai selatan ketika bertabrakan dengan batu karang menjadi pemandangan yang mempesona.

Daya tarik lainnya yang cukup unik dari pantai ini adalah terdapat air terjun atau curug yang berada di ujung barat pantai. Meski tak begitu tinggi, curug ini tetap menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Pantai Surumanis juga menyediakan fasilitas yang cukup memadai untuk digunakan para pengunjung seperti tempat parkir yang luas, pusat informasi, toilet, rumah makan, dan mushola.

Selain itu, ada juga wahana permainan, camping ground, dan beberapa spot foto yang instagramable. Pantai ini juga memiliki penginapan atau cottage yang bisa kamu sewa.

Lokasi Pantai Surumanis

Pantai Surumanis berlokasi di Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Jaraknya kurang lebih 40 kilometer dari pusat kota Kebumen.

Harga Tiket Pantai Surumanis

Dilansir dari postingan instagram resminya, @wisatapantaisurumanis, harga tiket masuk kawasan pantai ini adalah Rp 12.500 per orang. Tarif tersebut sudah termasuk biaya parkir dan seluruh spot foto yang dapat dijangkau secara gratis.

Sementara bagi yang ingin berkemah di kawasan Pantai Surumanis, cukup merogoh kocek Rp 15.000 per orang.

Cara Menuju ke Pantai Surumanis

Rute dari alun-alun Kebumen menuju Pantai Surumanis: Jalan Soekarno Hatta – Jalan Ronggowarsito – Jalan Sokka Petanahan – Jalan Laut Munggu – Jalan Pantai Petanahan – Jalur Pantai Selatan Jawa – Jalan Pantai Suwuk – Jalan Pantai Pasir – Pantai Surumanis.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

6 Mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng yang Menjadi Misteri


Jakarta

Gunung Prau berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dengan ketinggian mencapai 2.565 mdpl dan medan tidak terlalu sulit, Prau termasuk gunung yang ramah pendaki pemula.

Gunung Prau disebut-sebut memiliki view matahari terbit terbaik. Di balik pesonanya, gunung ini konon menyimpan sederet mitos terkait hal mistis yang masih diyakini masyarakat setempat hingga sekarang. Apa saja mitos Prau di Dataran Dieng yang beredar? Cari tahu pada uraian di bawah.

6 Mitos Gunung Prau yang Menjadi Misteri

Mengutip skripsi berjudul Konstruksi Nilai Sosial Pendaki Gunung Melalui Mitos Pendakian (Studi Kasus: Gunung Prau) yang dipublikasi oleh UIN Jakarta, berikut deretan mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng:


1. Makam Kyai Jalak Ijo

Di jalur pendakian Gunung Prau via Dwarawati terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Letaknya berada di dalam hutan menyimbolkan lokasi kesakralannya. Pusara tersebut dipercaya milik seseorang yang dikenal dengan julukan Kyai Jalak Ijo.

Biasanya, banyak orang berziarah ke makam tersebut di waktu tertentu seperti pada malam 1 Suro atau 1 Muharram. Konon doa yang dipanjatkan di sana dapat dikabulkan, di antaranya saat berdoa meminta rezeki, jodoh, dan penglaris.

2. Dewa Penguasa Gunung Prau

Menurut kepercayaan sejak zaman kerajaan Hindu yang berdiri di Dataran Tinggi Dieng, Gunung Prau merupakan tempat bersemayam dewa penguasa gunung. Dewa ini dianggap sebagai makhluk supranatural suci yang menjaga Prau dari kerusakan.

Para dewa dipercaya akan turun dan menampakkan diri sebagai manusia ketika ritual pemotongan rambut gimbal dilaksanakan setahun sekali di area Candi Arjuno.

3. Larangan Mendaki bagi Wanita yang Haid

Ada juga mitos perempuan haid dilarang mendaki di Gunung Prau. Hal ini karena gunung setinggi 2.565 mdpl itu diyakini sebagai tempat suci, sementara wanita menstruasi dianggap “sedang kotor” sehingga tidak diperbolehkan mendaki.

Pendaki yang melanggar mitos tersebut konon akan tertimpa musibah yang bahkan dapat mengancam nyawanya maupun orang lain, seperti kecelakaan, tersesat, ataupun meninggal dunia.

4. Sandekala

Sandekala adalah mitos umum di dunia pendakian, termasuk di Prau, di mana terdapat larangan mendaki saat adzan Maghrib tiba atau pergantian hari. Waktu tersebut diyakini punya sisi mistis.

Siapa yang mendaki menjelang atau di waktu pergantian hari kabarnya akan diganggu oleh makhluk halus penghuni gunung. Jika mitos ini dilanggar, mereka yang melakukannya bisa mengalami hal mistis seperti kesurupan atau kejadian tak masuk akal seperti berpindah ke alam gaib.

5. Penjelmaan Burung Jalak

Menurut kepercayaan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Prau, pendaki akan mendapat malapetaka saat berusaha menangkap atau mengganggu burung jalak yang ditemukan di jalur pendakian.

Burung jalak di Prau katanya merupakan penjelmaan makhluk halus yang dianggap senang mencelakai dan membahayakan para pendaki.

Selain jalak, hewan-hewan seperti ular, kera, kuda, kelabang, dan harimau juga kabarnya adalah binatang penjelmaan makhluk astral di gunung.

6. Oyot Rimpang

Ada lagi mitos terkenal di Gunung Prau yaitu oyot rimpang. Konon, oyot rimpang merupakan pintu menuju alam gaib. Pintu ini berupa pepohonan tinggi yang tumbuh di padang bunga daisy dan punya bentuk menyerupai kotak.

Lokasi oyot rimpang diduga dapat ditemukan di jalur pendakian Prau via Dwarawati setelah melewati puncak tertingginya. Usai melalui tower yang berada di puncak, pendaki akan menjumpai area Telaga Wurung yang terdapat tanaman tinggi, rerumputan, dan bunga daisy. Kabarnya, di situlah letak oyot rimpang berada.

Masyarakat meyakini siapa saja yang melewati pepohonan kotak bak pintu itu, secara sengaja ataupun tidak, maka ia akan memasuki dunia gaib dan tidak bakal bisa keluar dari sana.

Larangan di Gunung Prau

Selain mitos, ada baiknya mengetahui berbagai larangan Gunung Prau sebelum traveler mendaki di sana. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut beberapa larangan mendaki Prau:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Nah, itu tadi sederet misteri Gunung Prau yang diyakini masyarakat setempat beserta larangan saat mendaki gunung ini. Jika berkesempatan mengunjung Gunung Prap, semua aturan dan larangan wajib dipatuhi yanpa kecuali ya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Daya Tarik Gunung Prau yang Mampu Memikat Hati para Pendaki


Jakarta

Gunung Prau merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang terkenal. Selain ramah bagi pendaki pemula, pemandangan alam dari Gunung Prau juga sangat memukau. Maka tak heran jalur pendakian gunung ini selalu ramai, terutama saat weekend dan hari libur nasional.

Selain itu, masih ada sejumlah daya tarik lainnya dari Gunung Prau. Daya tarik tersebut yang akhirnya membuat banyak pendaki datang kembali ke Gunung Prau.

Lantas, apa saja daya tarik dari Gunung Prau yang mampu memikat hati banyak pendaki? Simak ulasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Gunung Prau

Gunung Prau memiliki sejumlah daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut daya tariknya:

1. Menikmati Sunrise

Daya tarik yang pertama dari Gunung Prau adalah dapat menikmati matahari terbit atau sunrise dari atas puncak. Bagi para pendaki, menikmati sunrise merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu ketika mendaki Gunung Prau.

Saat berada di puncak, terdapat area bernama Sunrise Camp yang dikhususkan bagi pendaki untuk mendirikan tenda. Di tempat ini juga merupakan salah spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Pastikan detikers tidak ketinggalan detik-detik matahari terbit dari puncak Gunung Prau. Disarankan untuk bangun sejak pukul 05.00 WIB agar kamu bisa melihat sunrise sekaligus menikmati pemandangan alam yang begitu memukau.

2. Melihat Keindahan Bunga Daisy

Selain menikmati pemandangan alam yang memukau, para pendaki juga dapat melihat keindahan bunga daisy. Bisa dibilang, kehadiran bunga tersebut menjadi salah satu ciri khas dari Gunung Prau.

Bunga daisy banyak tumbuh di sekitar puncak Gunung Prau. Alhasil, bunga ini sering menjadi penanda bagi para pendaki kalau sebentar lagi akan tiba di puncak.

Selain terdapat di puncak Gunung Prau, bunga daisy juga banyak tersebar di Bukit Teletubbies. Menariknya, bunga itu ternyata sengaja ditanam oleh penduduk lokal dengan tujuan agar kawasan puncak Gunung Prau semakin hijau dan indah.

Bunga daisy akan mekar sempurna pada musim penghujan. Nantinya, bunga tersebut akan mekar dengan warna kelopak putih dan pink, menjadikannya salah satu tanaman yang sangat indah di Gunung Prau.

3. Melihat Pemandangan Alam

Salah satu alasan pendakian Gunung Prau selalu ramai karena banyak pendaki yang ingin melihat pemandangan alam yang begitu memukau. Dari atas puncak, travelers dapat melihat view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Suasana yang tenang, udara dingin, langit biru, dan pemandangan gunung yang indah membuat siapapun yang datang ke puncak Gunung Prau akan dibuat terpukau. So, tempat ini sangat cocok bagi travelers yang ingin healing sejenak dari hiruk-pikuk pekerjaan.

4. Cocok untuk Pendaki Pemula

Untuk bisa menikmati keindahan alam dan menyaksikan sunrise, detikers harus mendaki ke puncak Gunung Prau terlebih dahulu. Eits, tenang saja karena Gunung Prau termasuk salah satu gunung yang cocok untuk pendaki pemula.

Soalnya, Gunung Prau memiliki trek yang tidak terlalu panjang. Gunung yang memiliki ketinggian 2.565 mdpl ini punya enam basecamp jalur pendakian, salah satu yang terkenal adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp pendakian ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, tarif tiket untuk mendaki Gunung Prau via Patak Banteng sebesar Rp 15.000 per orang. Fasilitas di basecamp ini juga lengkap, mulai dari toilet, penginapan, persewaan alat pendakian, warung makan, sewa porter, tour guide, dan pusat oleh-oleh.

Hal yang Dilarang di Gunung Prau

Selain mempersiapkan bekal, peralatan, dan fisik yang kuat, detikers juga perlu tahu sejumlah hal yang dilarang selama berada di Gunung Prau. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Demikian ulasan mengenai empat daya tarik Gunung Prau bagi para pendaki. Tertarik untuk mendaki Gunung Prau dalam waktu dekat?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka


Sigandul View menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Temanggung. Lokasinya ada di jalur perbatasan antara Wonosobo dan Temanggung.

Sigandul View Temanggung terkenal dengan pesona alamnya yang menawan. Destinasi ini menjadi magnet bagi pengunjung, terutama yang ingin menikmati keindahan alam sambil bersantai.

Daya Tarik dan Aktivitas Seru di Sigandul View Temanggung

1. Makan dengan Pemandangan Alam yang Indah

Dilansir laman Visit Jawa Tengah, Sigandul View menawarkan konsep coffee and resto dengan panorama indah dari gunung Sumbing dan Sindoro.

Di sana, kita bisa menyegarkan mata melihat pemandangan hijau dengan udara yang sejuk.


Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pegunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022). (Eko Susanto/detikcom)

Untuk harga menu makanan dan minuman yang ditawarkannya pun cukup beragam. Mulai dari aneka coffee, teh, milk based, menu makanan Indonesia, olahan ikan, hingga snack.

Dilihat dari akun Instagram @sigandul_view, untuk menu minuman harganya mulai dari Rp 15 ribu – 25 ribu. Sementara, menu makanannya dibanderol mulai dari 25 ribuan – Rp 45 ribuan.

2. Mencoba Jembatan Kaca

Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022). Jembatan Kaca di Sigandul View Temanggung. (Eko Susanto/detikcom)

Sigandul View Temanggung juga memiliki jembatan Kaca yang ada di ketinggian. Pengunjung bisa mencoba spot menarik ini. Selain sebagai spot foto, jembatan ini juga sekaligus untuk menguji nyali pengunjung, bukan?

3. Cocok untuk Liburan bersama Anak-anak

Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View Temanggung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka (Eko Susanto/detikcom)

Tak hanya cocok untuk nongkrong dan bersantai, Sigandul View juga menjadi objek wisata yang cocok untuk keluarga dan anak. Pasalnya, di sana anak-anak bisa memberi makan ikan koi di kolam dan bermain dengan kelinci.

4. Menginap di Villa

Bagi pengunjung yang ingin bermalam dan menikmati sunrise keesokan paginya, mereka bisa menginap di villa yang tersedia di sana.

Aktivitas seru lainnya yang bisa kita lakukan adalah menyewa Jeep, untuk menjelajah area sekitar Temanggung.

Alamat Sigandul View

Sigandul View berlokasi di Jalan Raya Parakan – Wonosobo, No.Km. 8, Area Sawah, Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Harga Tiket Masuk Sigandul View 2024

Tiket outdoor Sigandul View dihargai Rp 15.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk harga untuk menikmati jembatan kaca, taman kelinci, dan kolam Ikan.

Jam Buka Sigandul View 2024

Sigandul View buka setiap hari dari jam 07.00 – 21.00 WIB untuk weekdays. Sementara untuk weekend buka dari jam 05.00-22.00 WIB.

Fasilitas di Sigandul View Temanggung

  • Kafe & resto
  • Tempat parkir
  • Musala
  • Toilet
  • Penginapan
  • Gardu pandang.

(khq/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Spot Wisata Ramah Anak dan Keluarga di Semarang, Cocok untuk Nataru!



Semarang

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tiba. Bagi traveler yang memutuskan berlibur ke Semarang, bisa singgah ke beberapa destinasi yang ramah anak dan keluarga lho.

Semarang dikenal sebagai salah satu tujuan yang menjadi idaman saat libur panjang tiba. Mudahnya akses hingga banyaknya destinasi menjadi pertimbangan menarik.

Berkunjung ke Semarang, traveler dapat berkunjung ke berbagai spot wisata yang menawarkan suasana alam hingga taman bermain. Namun, jika traveler mencari yang ramah keluarga, berikut ini daftarnya.


6 Tempat Wisata di Semarang yang Ramah Anak dan Keluarga:

1. Silayur Park

Silayur Park adalah tempat yang ideal untuk liburan bersama anak dan keluarga karena menawarkan beragam aktivitas menyenangkan bagi semua kalangan. Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas seperti kolam renang yang dikelilingi pepohonan, serta area permainan yang cocok untuk anak-anak.

Dilihat dari akun Instagram @silayurpark, tempat wisata ini memiliki berbagai wahana seru, seperti arena outbound dengan tantangan seperti high rope. Bagi pengunjung yang suka basah-basahan, ada juga kolam renang yang menyegarkan.

Jika ingin beristirahat sejenak, Silayur Park menyediakan kafe dan restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat. Pengunjung bisa menikmati camilan seperti tempe kemul dan tahu krispi, atau makanan berat seperti nasi ayam bakar, magelangan, dan nasi nila bakar.

Untuk anak-anak, terdapat kebun binatang mini yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan berbagai hewan jinak, serta area permainan yang lengkap dengan rumah-rumahan kayu, jungkat-jungkit, dan ayunan. Selain itu, tempat ini juga menawarkan suasana yang nyaman dan sejuk berkat banyaknya pepohonan rindang yang tumbuh di sekitar area.

Akses menuju Silayur Park juga sangat mudah dijangkau, menjadikannya pilihan ideal untuk liburan keluarga yang menyenangkan. Dengan fasilitas lengkap dan suasana yang asri, Silayur Park merupakan tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati waktu bersama orang terdekat.

Lokasi: Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Semarang Barat

Harga tiket: Gratis

Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00-16.00 WIB

2. Taman Bunga New Celosia

Suasana Taman Bunga New Celosia di Kabupaten Semarang, Kamis (29/6/2023).Suasana Taman Bunga New Celosia di Kabupaten Semarang, Kamis (29/6/2023). (Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

Dikutip dari laman resminya, Taman Bunga Celosia terletak di lereng Gunung Ungaran, kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang. Dengan suasana pegunungan yang khas dan udara yang sejuk, tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.

Destinasi ini pertama kali didirikan pada tahun 2017 oleh seorang pelopor muda di bidang pertanian. Konsepnya menggabungkan taman bunga modern, spot foto menarik, wahana permainan, dan cafe garden untuk pengalaman wisata yang lengkap.

Taman Bunga Celosia cocok dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga keluarga. Tempat ini juga menawarkan ratusan jenis bunga hias yang menambah pesona taman dan melayani penjualan bunga dalam pot di area sekitar.

Fasilitas di Taman Bunga Celosia sangat memadai, termasuk area parkir luas yang mampu menampung banyak kendaraan. Lokasi ini menyediakan berbagai spot foto unik, seperti Little Italia, Little Korea, Dermaga Putih, hingga taman bunga yang memanjakan mata.

Selain itu, terdapat Cafe Garden Celosia yang menawarkan suasana santai untuk menikmati makanan dan minuman. Pengunjung dapat bersantai sambil memandang panorama pegunungan yang memukau dari sudut taman.

Dengan luas lebih dari 8 hektare, Taman Bunga Celosia menjadi pilihan wisata yang lengkap dan menyenangkan. Tempat ini menawarkan pengalaman berlibur yang tak hanya indah tetapi juga menyegarkan bagi siapa saja yang datang.

Lokasi: Jalan Ke Candi Gedong Songo, Beroken, Banyukuning, Bandungan, Kabupaten Semarang

Harga tiket:

  • Rp 30 ribu pada Senin-Jumat
  • Rp 35 ribu pada Sabtu-Minggu

Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00-17.00 WIB

3. Little Ranch Sidomukti

Dikutip dari laman resminya, Little Ranch yang berada di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti merupakan destinasi wisata edukasi yang mengusung konsep peternakan ala Selandia Baru dengan suasana khas pegunungan. Tempat ini menghadirkan pengalaman unik yang memadukan keindahan alam dan udara segar yang menyejukkan.

Sesuai dengan temanya, Little Ranch menghadirkan berbagai hewan ternak seperti domba texel, ayam arab, kelinci, kuda, dan kambing. Suasana peternakan semakin lengkap dengan keberadaan padang rumput dan kandang-kandang yang dirancang menyerupai peternakan di luar negeri.

Bangunan kandang di Little Ranch didesain menyerupai Red Barn, sebuah gaya khas peternakan di negara-negara seperti Selandia Baru, Swiss, dan Inggris. Pemandangan pegunungan yang indah, kabut tipis, serta perkebunan sekitar menambah kesan alami dan menyerupai peternakan di Eropa.

Di tempat ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan ternak, seperti memberi makan atau menunggangi kuda. Selain itu, tersedia berbagai aktivitas seru seperti mengendarai skuter listrik, ATV, atau sekadar bersantai menikmati suasana di cafe yang ada di area peternakan.

Untuk menikmati keindahan keseluruhan area, pengunjung bisa menggunakan jembatan tinggi atau menara yang juga cocok untuk berfoto. Spot-spot tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan pemandangan yang tak terlupakan.

Selain berbagai aktivitas utama, Little Ranch juga menyediakan wahana permainan anak seperti trampolin, memanah, dan mewarnai. Konsep ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung dari segala usia.

Lokasi: Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

Harga tiket: Rp 20 ribu

Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00-18.00 WIB

4. Saloka Theme Park

Saloka Theme Park Semarang.Saloka Theme Park Semarang. (Dok Saloka)

Dikutip dari situs resminya, Saloka Theme Park merupakan salah satu destinasi wisata Pesona Indonesia yang menghadirkan taman rekreasi tematik untuk keluarga. Tempat ini mengusung konsep kearifan lokal dan terletak di titik strategis yang menghubungkan Semarang, Salatiga, Surakarta, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Taman rekreasi ini dibangun di atas lahan seluas 12 hektare dan dilengkapi dengan 25 wahana modern. Semua wahana dirancang dan dibuat oleh tenaga ahli berpengalaman dengan standar internasional untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Nama Saloka terinspirasi dari legenda Rawa Pening, sebuah kawasan yang berada tak jauh dari lokasi taman ini. Cerita rakyat tersebut berkisah tentang pasangan Ki Hajar Salokantara dan Nyi Endang Sawitri yang memiliki anak bernama Baru Klinting, seekor naga yang mampu berbicara seperti manusia.

Baru Klinthing dikenal sebagai sosok naga yang baik hati dan suka membantu orang lain. Dari legenda inilah, Saloka mengadopsi filosofi keceriaan yang diwujudkan melalui maskotnya, seekor naga bernama Loka.

Dengan membawa semangat dari cerita rakyat, Saloka berupaya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh pengunjungnya. Konsep unik ini membuat Saloka tak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai lokal yang kaya.

Saloka Theme Park menawarkan lima zona seru yang bisa dijelajahi. Saat pertama kali masuk, detikers akan disambut oleh zona Pesisir, di mana dekorasi, interior, dan bentuk bangunannya dirancang menyerupai suasana pantai. Jadi, jangan lupa siapkan kacamata hitam untuk merasakan nuansa pantai yang menyenangkan!

Setelah menikmati suasana pantai, detikers dapat melanjutkan ke zona Balalantara yang menghadirkan tema hutan belantara. Di zona ini, tersedia berbagai wahana dan atraksi yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Bagi anak-anak, zona Kamayayi adalah tempat yang sempurna! Zona ini dirancang khusus untuk si kecil dengan berbagai wahana yang menyenangkan sekaligus edukatif. Tak ketinggalan, tersedia juga berbagai food stall dan kedai es krim yang siap memanjakan selera.

Jika detikers mencari sensasi mendebarkan, zona Ararya adalah pilihan yang tepat! Zona ini dirancang untuk pengunjung yang menyukai tantangan dan wahana dengan sensasi ekstrem.

Untuk yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner, zona Segara Prada menjadi pilihan yang pas. Mengusung tema pertambangan, zona ini memungkinkan detikers menikmati waktu bersama keluarga dengan pengalaman yang santai namun tetap seru.

Lokasi: Jalan Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang

Harga tiket: Rp 150 ribu

Jam buka:

  • Sabtu-Kamis, pukul 10.00-20.00 WIB
  • Jumat, pukul 12.00-20.00 WIB

5. Watu Gajah

Watu Gajah Park, Semarang.Watu Gajah Park, Semarang. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Dikutip dari akun Instagramnya, @watugajahpark, tempat wisata ini menawarkan suasana alam yang cocok untuk berlibur bersama anak dan keluarga. Keindahan taman yang asri di Watu Gajah Park dengan ornamen penuh warna menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin menikmati liburan yang menyegarkan.

Tempat wisata yang berada di daerah pegunungan ini membuat pengunjung dapat menikmati kesejukan alami sambil bersantai di berbagai spot foto yang cocok untuk diunggah ke media sosial. Dengan latar belakang alam yang indah, Watu Gajah Park menyediakan banyak area yang cocok untuk berfoto dan menikmati pemandangan.

Salah satu daya tarik unik di Watu Gajah Park adalah kebun binatang mini yang menawarkan pengalaman edukatif dengan berbagai hewan. Di sini, detikers dapat melihat berbagai jenis burung, termasuk burung love bird yang tinggal di kandang terbesar dan paling menakjubkan, di mana mereka bisa terbang bebas.

Selain kebun binatang mini, Watu Gajah Park juga menawarkan banyak wahana permainan yang menyenangkan. Ada dua kolam renang lengkap dengan seluncuran, area skate park, jogging track, flying fox, sepeda angkasa, dan kolam pemancingan yang cocok untuk seluruh keluarga.

Tidak hanya wahana, Watu Gajah Park juga memiliki taman bunga vertikal yang indah. Bunga-bunga tersebut tumbuh secara vertikal, memberikan kesan berbeda dengan taman bunga pada umumnya. Selain itu, ada juga Lorong Cinta yang terkenal dengan atap besi berbentuk hati, sering dikunjungi pasangan muda yang ingin menikmati suasana romantis.

Fasilitas yang tersedia di Watu Gajah Park cukup lengkap, mulai dari mushola, kamar mandi, gazebo, hingga area parkir yang luas. Di sekitar lokasi wisata, detikers juga dapat menemukan banyak warung makan yang menyajikan masakan khas Semarang yang lezat.

Lokasi: Jalan Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang

Harga tiket:

  • Rp 25 ribu pada Senin-Jumat
  • Rp 30 ribu pada Sabtu dan Minggu

Jam buka: Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

6. Pinusia Park

Pinusia Park Ungaran yang terletak di pusat Kabupaten Semarang, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang seru bagi anak dan keluarga. Dikutip dari laman resmi Visit Jawa Tengah, tempat ini dikenal dengan keindahan hutan pinusnya yang menakjubkan, menjadikannya lokasi ideal untuk melepas lelah dari rutinitas sehari-hari.

_________________

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi Wisata Populer di Purwokerto nan Sejuk



Jakarta

Purwokerto yang berada di kaki Gunung Slamet memiliki hawa sejuk sehingga pas buat healing. Banyak destinasi wisata alam yang bisa dikunjungi, ke mana saja ya?

Traveler yang ingin melepas penat dan rehat dari rutinitas ibu kota, Purwokerto bisa menjadi tujuan wisata yang patut dicoba. Dari perbukitan hijau hingga air terjun yang menyejukkan, ada banyak destinasi menarik yang siap membuatmu merasa lebih rileks dan kembali segar.

Purwokerto juga relatif mudah dijangkau dari Jabodetabek. Kota yang berada di Banyumas, Jawa Tengah itu terhubung dengan transportasi publik, bus umum dan kereta, dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam.


Sejak dulu hingga kini, Purwokerto selalu punya cara menarik perhatian wisatawan. Ke mana saja ya saat pelesiran di Purwokerto?

Berikut 5 Destinasi Purwekerto yang populer:

1. Baturraden

BaturradenBaturraden (Anggraini Sekar/d’Travelers)

Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Purwokerto dan Banyumas. Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Slamet membuat suasana di Lokawisata Baturraden terasa sejuk dan menenangkan.

Traveler bisa berenang di kolam renang, bermain sepeda air, hingga pemandian air panas. Alhasil, tempat wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh rombongan keluarga besar.

Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan hijau sekaligus merasakan suasana alam yang sejuk dan segar. Baturraden buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 WIB.

2. Telaga Sunyi

telagaTelaga Sunyi (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Berada di sekitar Baturraden, Telaga Sunyi masuk dalam daftar desatinasi sepi dan menenangkan. Diintip dari website resmi Visit Jawa Tengah, Telaga Sunyi berbentuk kolam air yang tidak begitu luas dengan kedalaman kurang lebih sampai 5 meter.

Diawali dengan air terjun kecil dan berakhir dengan sungai yang banyak batunya. Sehingga membuat terdengar suara gemericik air yang iramanya menenangkan. Di samping Telaga Sunyi juga terdapat gua sepanjang 6 meter.

Telaga Sunyi buka setiap hari dari jam 8.00 sampai jam 17.00. Tiket masuk Telaga Sunyi cukup terjangkau. Lokasi Telaga Sunyi berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, atau sekitar 15 menit dari Wana Wisata Baturraden.

3. Gunung Slamet

Sunrise gunung SlametSunrise gunung Slamet (Gema Bayu Samudra/d’Traveler)

Bagi kamu yang suka tantangan, mendaki Gunung Slamet bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, pendakian ke puncaknya membutuhkan usaha ekstra, tetapi pemandangan yang ditawarkan benar-benar sepadan.

Gunung Slamet memiliki cukup banyak jalur pendakian, salah satunya dari Purwokerto. Yakni, dimulai dari Baturraden.

Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Baturraden relatif landai namun cukup panjang. Start dan finish dari sini, traveler bisa merasakan mandi-mandi air panas di kaki gunung.

4. The Village Purwokerto

Taman rekreasi di PurwokertoTaman rekreasi di Purwokerto (vindifitriana/d’Traveler)

The Village adalah sebuah wisata kota yang menghadirkan taman publik seluas 2.5 hektar di tengah Karisidenan Banyumas. Diresmikan pada tanggal 7 Februari 2018 dan mulai dibuka untuk umum mulai tanggal 9 Februari 2018.

The Village juga menawarkan kesempatan untuk bertamasya dengan rancangan bangunannya yang memadukan karakteristik Barat dan Nusantara, alam dan kota.

5. Pancuran Tujuh

Baturraden punya banyak destinasi unggulan yang menawarkan berbagai aktivitas seru buat wisatawan. Salah satunya adalah pijat blerang di Pancuran Pitu.Baturraden punya banyak destinasi unggulan yang menawarkan berbagai aktivitas seru buat wisatawan. Salah satunya adalah pijat blerang di Pancuran Pitu. (Arbi Anugrah/detikcom)

Pancuran Tujuh merupakan sumber air panas alami yang berada di kawasan Baturaden. Airnya mengandung belerang yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit.

Untuk onsen massal bisa diisi 10-20 orang. Onsen antara laki-laki dan perempuan dibuat terpisah. Setiap onsen massal ini memiliki ruang bilas masing-masing.

Selain itu, terdapat juga onsen privat yang bisa dinikmati lebih intim. Wisatawan bisa berkumpul dengan keluarga di onsen ini. Untuk sementara onsen privat masih terbatas, yaitu 4 onsen.

Tarifnya Rp 150 ribu per jam untuk 5 orang, kalau nambah orang Rp 30 ribu per kepala. Onsen massal hanya Rp 15 ribu per orang. Jam operasional Pancuran 7 dari pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara itu, onsen buka dari jam 09.00 karena dibutuhkan waktu untuk menguras terlebih dahulu.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com