Tag Archives: wadah

Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


Jakarta

Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


1. Cairan Pembersih Kimia

Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

2. Tekstil

Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

3. Makanan Hewan Peliharaan

Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

4. Barang yang Mudah Berkarat

Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

8 Barang yang Tanpa Sadar Ditimbun di Rumah, dari Pakaian sampai Bumbu Dapur


Jakarta

Barang-barang yang tertimbun di rumah tanpa disadari menjadi masalah umum yang terjadi di banyak keluarga. Seiring waktu, banyak benda-benda yang menumpuk dan mengisi sudut sudut rumah, dari lemari sampai gudang.

Hal ini mungkin terjadi karena pemilik rumah merasa akan menggunakan barang tersebut lagi. Namun, pada kenyataannya, banyak barang yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan lagi. Apa saja barang-barang tersebut?

Barang yang Tanpa Sadar Ditimbun di Rumah

Barang-barang yang tertimbun di rumah tanpa disadari di antaranya pakaian, tas belanja, hingga koran. Begini penjelasannya:


1. Pakaian

Pakaian adalah barang yang seringkali ditimbun di rumah, padahal bisa jadi ada yang masih bagus dan layak pakai. Menurut laman Giorgia Clean, beberapa pakaian yang kotor mungkin hanya perlu dicuci agar terlihat bagus lagi.

Faktanya, memang banyak orang-orang yang menimbun pakaian yang bahkan masih baru dan belum dipakai. Jadi, sebaiknya pisahkan pakaian-pakaian yang sudah tertimbun tersebut. Pakaian yang sekiranya sudah tidak dipakai bisa disumbangkan atau dijual dengan harga diskon di toko barang bekas.

2. Tas Belanja

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan, tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali menjadi pilihan. Saat tidak membawa tas belanja sendiri, tak jarang pembeli akan membelinya lagi sehingga saat tiba di rumah, tas-tas ini akan menumpuk.

Simpan tas-tas belanja ini dalam satu wadah. Jangan lupa untuk membawanya saat akan belanja.

3. Obat Kadaluarsa

Obat-obatan seringkali disimpan untuk berjaga-jaga. Namun, ada saja obat-obatan yang ternyata disimpan terlalu lama dan kadaluarsa. Mengutip laman Simple is More, menyimpan barang ini tentunya bisa menimbulkan risiko kesehatan.

Untuk itu, periksa kadaluarsa obat secara berkala. Buang obat-obatan yang sudah tidak diperlukan.

4. Kotak Kosong dari Barang Elektronik

Kotak-kotak kosong dari barang elektronik biasanya disimpan untuk keperluan garansi. Tapi, kotak tersebut bisa menghabiskan banyak ruang.

Jadi, sebaiknya simpan kotak yang sekiranya memang dibutuhkan. Jika sudah tidak lagi dibutuhkan, buang atau daur ulang agar tidak memakan tempat.

5. Rempah dan Bumbu Dapur

Rempah-rempah dan bumbu dapur seringkali dibeli untuk membuat resep makanan tertentu, tapi tidak digunakan lagi setelahnya. Sehingga, bumbu dapur yang sudah tidak layak digunakan menjadi menumpuk.

Jangan lupa untuk membuang bumbu dapur atau rempah yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Beli bumbu atau rempah sesuai dengan kebutuhan.

6. Pensil dan Buku Catatan

Barang-barang yang dibawa pulang dari suatu acara seperti pulpen dan buku catatan biasanya akan menumpuk. Barang-barang ini bisa jadi hanya disimpan tapi tidak dipakai. Jika kamu memang tidak membutuhkannya, sebaiknya tidak perlu membawa barang-barang tersebut ke rumah.

7. Koran

Koran menjadi barang selanjutnya yang sering ditimbun di rumah tanpa disadari. Koran yang sudah selesai dibaca akan menumpuk seiring berjalannya waktu.

Jika tidak ingin membuangnya, kamu bisa mendaur ulang koran. Sehingga, koran yang sudah dibaca tersebut tidak terbuang sia-sia.

8. Perlengkapan Mandi Ukuran Kecil

Perlengkapan mandi ukuran kecil, misalnya yang diambil dari hotel untuk perjalanan memang praktis. Biasanya orang-orang pikir, barang tersebut akan digunakan lagi untuk perjalanan berikutnya. Namun pada kenyataannya, barang-barang ini tidak tersentuh.

Jadi, pastikan kamu menggunakan barang-barang ini. Jangan sampai malah menumpuk dan tidak terpakai.

Itulah sejumlah barang yang tanpa sadar ditimbun di rumah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(elk/inf)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Merapikan Barang tanpa Harus Membuangnya


Jakarta

Memiliki terlalu banyak barang membuat rumah berantakan dan terkesan sempit. Tumpukan barang perlu dirapikan agar hunian bisa terlihat lebih rapi dan kembali nyaman ditempati.

Membuang bisa dibilang cara terbaik untuk merapikan barang yang menumpuk di rumah. Namun barang yang dibuang sembarangan justru berisiko mencemari lingkungan sekitar.

Detikers bisa kok merapikan barang di rumah tanpa harus membuangnya. Simak caranya di bawah ini.


Cara Merapikan Barang di Rumah

Dilansir Bob Vila dan The Spruce, berikut cara merapikan barang yang berantakan di rumah tanpa harus membuangnya:

1. Gunakan Kontainer untuk Sortir Barang

Barang yang menumpuk di rumah belum tentu semuanya masih digunakan. Beberapa mungkin jarang dipakai dan lainnya bahkan tidak lagi diperlukan.

Detikers dapat menyiapkan beberapa wadah kontainer atau kotak. Setiap wadah bisa diberi label “barang disukai”, “barang sering digunakan”, “barang jarang digunakan”, dan “barang tidak lagi digunakan”.

Saat beres-beres rumah, rapikan barang dan letakkan dalam kotak sesuai dengan kategorinya.

2. Simpan Barang dengan Rapi

Barang yang masih digunakan hendaknya disimpan rapi pada tempatnya. Tata dan letakkan barang di area yang mudah dijangkau sehingga tidak sulit dicari saat memerlukannya.

Simpan barang yang jarang dipakai di ruang penyimpanan atau gudang. Kelompokkan barang dalam wadah sesuai fungsinya agar lebih mudah dicari. Ruang di bawah ranjang tidur, sofa, hingga laci juga dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai tempat penyimpanan.

Pada beberapa titik rumah, wadah dapat diletakkan khusus untuk menyimpan barang-barang kecil. Saat membutuhkannya, kamu bisa langsung mencarinya di tempat tersebut.

3. Perbaiki Barang yang Rusak

Apabila ada barang yang rusak, hendaknya diperbaiki terlebih dahulu sebelum disimpan. Perbaikan bisa dilakukan mandiri jika bisa melakukannya atau bawa ke tempat servis untuk meminta bantuan tukang servis.

Kalau barang sudah benar-benar rusak dan tidak dapat diperbaiki, tak ada opsi lagi selain membuangnya.

4. Ubah Menjadi Barang Berguna

Furnitur atau barang lama bisa dimodifikasi menjadi barang yang berguna. Misalnya, laci yang tidak terpakai lagi dapat diubah menjadi rak penyimpanan atau pot tanaman. Kamu dapat mengoleskan cat atau menambahkan hiasan supaya menjadi lebih bagus.

5. Daur Ulang

Jika ada barang terbuat dari plastik atau kardus bekas, detikers dapat membawanya ke tempat daur ulang terdekat. Plastik bisa dibuat menjadi barang layak jual seperti paving block hingga meja kecil. Bahkan sampah plastik dapat diubah menjadi energi listrik.

Detikers juga dapat mendaur ulang sendiri barang dari plastik atau kardus menjadi kerajinan tangan cantik, seperti tas, dompet, keranjang, wadah, hingga hiasan dan mainan.

6. Sumbangkan ke Orang Lain

Barang tak lagi digunakan yang masih dalam kondisi baik dapat didonasikan ke orang lain. Contohnya, baju yang ukurannya kekecilan, kebesaran, atau modelnya sudah tidak trendi maka bisa disumbangkan ke orang yang membutuhkannya.

7. Jual Barang yang Tidak Dibutuhkan

Opsi lain untuk barang yang sudah tidak dipakai tapi kondisinya masih bagus yaitu dijual kembali. Kamu dapat menjualnya ke orang-orang sekitar atau secara online lewat platform jual beli barang bekas.

Nah, itu tadi sederet cara merapikan barang tanpa membuangnya. Detikers bisa mengawalinya dengan merapikan barang-barang berukuran kecil, kemudian aneka barang dengan ukuran besar setelahnya.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Wajib Tahu! 5 Penyebab Laba-laba Bersarang di Rumah Kamu


Jakarta

Saat melihat dinding dan langit-langit rumah, tidak jarang kamu menemukan banyak sarang laba-laba di pojok langit-langit rumah. Tentunya hal ini membuat kamu menjadi resah karena harus membersihkannya.

Setelah kamu membersihkan sarang laba-laba di langit-langit rumah, solusi terbaik yang harus kamu tahu adalah dengan mengetahui apa penyebab laba-laba bisa masuk dan membuat sarang di rumah. Dengan demikian kamu dapat mencegah hal ini terjadi.

Melansir bob vila, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa penyebab laba-laba masuk dan membuat sarang di rumah kamu.


Akses Masuk yang Mudah

Laba-laba dapat masuk dengan mudah ke dalam rumah melalui retakan, lubang, celah pintu, jendela, dan lantai rumah kamu. Cara terbaik untuk mencegahnya masuk dengan menghilangkan atau menutup celah atau retakan yang memungkinkan laba-laba masuk.

Perhatikan akses kabel yang tersambung ke dalam rumah, bisa jadi hal ini merupakan akses mudah untuk laba-laba masuk ke dalam rumah.

Ruangan yang Kotor dan Jarang Dibersihkan

Laba-laba suka bersembunyi di tempat yang gelap, berdebu, dan kotor. Membersihkan rumah secara teratur akan mengusir laba-laba yang sudah membuat sarang di rumah kamu dan mencegahnya untuk kembali.

Bersihkan debu di sudut yang tinggi dan rendah yang memungkinkan laba-laba untuk bersarang. Semakin bersih rumah, semakin kecil kemungkinan kamu akan melihat laba-laba di rumah.

Adanya Persediaan Makanan Laba-laba

Laba-laba memakan serangga, sehingga apabila di rumah kamu banyak serangga, hal ini membuat laba-laba makin senang dan nyaman untuk bersarang.

Periksa rumah untuk mencari sumber air, tempat bersembunyi serangga atau wadah makanan hewan peliharaan yang terbuka. Jika sudah membersihkan dan membuang persediaan makanannya, kamu juga dapat menyingkirkan laba-laba dari rumah.

Kondisi Cuaca di Lingkungan

Laba-laba menyukai tempat gelap dan nyaman. Jika cuaca di luar rumah dingin, laba-laba kemungkinan akan masuk ke dalam rumah untuk menghangatkan diri dan merasa nyaman, begitupun sebaliknya. Beberapa laba-laba juga lebih menyukai tempat yang lembap dan ada juga yang menyukai tempat kering.

Membawa Masuk Tanpa Sengaja

Laba-laba memang pandai bersembunyi dan biasanya mereka menumpang pada furniture, sayuran dan hewan peliharaan kamu. Perlu untuk memeriksa dan membersihkan diri setelah dari luar rumah.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Ini Sederet Potensi Bahaya di Setiap Bagian Rumah



Jakarta

Rumah merupakan tempat yang seharusnya membuat kita dapat merasa aman dan terlindungi. Namun, beberapa area di tempat tinggal kita bisa saja menjadi lebih berbahaya daripada yang kita duga.

Kecelakaan bisa saja terjadi, bahkan di area yang menurut kita aman. Potensi bahaya di dalam rumah kita bisa mulai dari kamar mandi yang licin hingga dapur yang banyak benda tajam.

Namun, dengan menyadari potensi bahaya, kemungkinan cedera dapat berkurang secara signifikan. Yuk, simak apa saja potensi bahaya di sekitar rumah seperti yang dikutip dari Dengarden, Selasa (5/11/2024).


1. Kamar Tidur

Kamar tidur yang nyaman buat beristirahat pun ternyata punya potensi bahaya, lho. Kamu tidak sepenuhnya aman dari segala sesuatu yang berbahaya.

Misalkan jatuh dari tempat tidur, tersandung karpet, bahkan kepala terbentur meja nakas. Sebagian potensi bahaya bisa cukup parah hingga berpotensi membuat kamu dirawat di rumah sakit.

Pakailah pegangan pada tempat tidur jika perlu, pasang karpet menggunakan bantalan yang anti selip, lalu atur meja nakas yang jauh dari area kasur kamu guna mengurangi resiko terbentur.

2. Loteng

Loteng biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Biasanya bagian ini berantakan dan kurang pencahayaan. Hal ini menciptakan lingkungan yang rawan terjadi kecelakaan karena tidak bisa melihat dengan jelas keadaan di dalam.

Siapa tahu kamu menginjak benda tajam atau menabrak barang-barang di dalam. Selain itu, lantai loteng juga tidak terlalu kokoh, sehingga ada potensi lantai roboh.

Jika mau membuat loteng lebih aman lagi, pasang pencahayaan serta lantai yang berkualitas. Lalu, gunakan wadah penyimpanan yang kuat dan kokoh guna menjaga barang-barang tetap teratur.

Kamu juga harus memperhatikan batas berat dan jangan sampai kelebihan muatan pada ruangan tersebut, yang bisa menimbulkan kerusakan struktural dan meningkatkan resiko kecelakaan.

3. Garasi

Sering kali garasi berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan perkakas, alat olahraga, serta berbagai alat rumah tangga lainnya. Kekacauan barang ini bisa menimbulkan lingkungan yang berbahaya karena menyebabkan seseorang mudah tersandung serta menjatuhkan barang.

Jika ingin mengurangi resiko ini, rapikan perkakas dan peralatan dengan menatanya pada tempatnya dan simpan barang-barang di rak atau lemari. Pastikan bahan-bahan berbahaya seperti bahan kimia dan cat disimpan di tempat yang tertutup dan aman serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Kamu juga perlu mempertimbangkan untuk memasang lampu yang memadai supaya aktivitas di garasi menjadi lebih aman.

4. Dapur

Dapur adalah ruangan yang rawan kecelakaan, terutama karena ada benda tajam, lantai yang cenderung licin, serta permukaan panas. Cedera akibat benda tajam seperti pisau sering terjadi, namun sering kali dapat dihindari dengan cara memakai teknik pemotongan yang tepat.

Kemudian, bersihkan tumpahan minyak atau apapun cairan lainnya pada lantai. Hal ini guna mencegah permukaan licin, sehingga kamu tidak terpeleset dan jatuh.

5. Kamar Mandi

Kamar mandi juga bisa menjadi tempat yang berbahaya jika tidak dirawat dengan baik dan benar. Lantai yang basah adalah area yang rawan untuk kamu terpeleset, terutama bagi lansia dan anak kecil.

Kamu perlu mempertimbangkan untuk memasang keset antiselip guna mencegah kecelakaan itu terjadi, baik di dalam maupun luar pancuran atau bak mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Simpan Benda Ini di Kolong Kasur!



Jakarta

Jika kamu menempati rumah kecil dan memiliki banyak barang, mulailah bersikap kreatif dengan memikirkan penyimpanan untuk barang-barang tersebut. Memakai ruang kosong pada kolong tempat tidur merupakan ide yang tepat, karena dapat menyembunyikan kekacauan visual dan menjauhkan barang dari lorong kamu.

Namun, terdapat peringatan untuk menyimpan barang-barang tertentu pada kolong tempat tidur. Ada beberapa barang yang seharusnya kamu hindari untuk disimpan di sana dengan cara apapun demi menjaga area kamar tidur agar selalu bersih.

Dokumen Penting

Melansir Better Homes & Gardens, pada Kamis (7/11/2024), Dokumen penting seharusnya tertata dengan rapi serta mudah untuk diakses dan terlindungi, idealnya diletakkan di brankas yang tahan api.


Meskipun kamu menyimpan dokumen dengan rapi pada dalam kotak, tapi jika berada di kolong tempat tidur tentu kamu akan susah meraihnya terlebih jika dalam keadaan darurat yang tentunya akan sangat merepotkan, bahkan berbahaya.

Tak hanya itu, serangga, rayap, termasuk kutu buku tentu akan sangat menyukai hal ini dan yang pasti akan membuat dokumen menjadi rusak. Dalam hal ini, kamu bisa menyimpan produk yang berbahan kertas apa pun pada kolong kasur kamu, termasuk juga foto dan kotak kardus.

Jika buku kamu terlalu menumpuk dan terlalu besar untuk diletakkan di meja samping kasur, maka kamu bisa meletakkannya di keranjang, tapi hindari dari bawah kasur jika kamu khawatir dengan serangga.

Barang yang Jarang Dipakai

Sebaliknya, menyimpan barang-barang yang jarang kamu butuhkan di bawah tempat tidur dapat memperkuat mentalitas jauh dari pandangan, jauh dari pikiran.

Barang-barang tersebut bisa tertinggal di sana selama bertahun-tahun, mengumpulkan debu, dan menyebabkan energi yang stagnan. Dukung diri kamu dan ciptakan ruang yang lebih segar dengan rutin merapikan barang-barang tersebut.

Barang yang Sering Dipakai

Jika bicara tentang kenyamanan, kamu mungkin akan mengalami efek sebaliknya jika kamu memutuskan untuk menaruh barang-barang pada kolong tempat tidur. Membungkuk dan meraih barang yang sulit dijangkau setiap hari atau bahkan setiap minggu pasti akan terasa sangat membosankan.

Apalagi jika kamu malas untuk menaruh serta meletakkannya kembali, ini akan berakibat pada kekacauan dan mempersulit kamu untuk menemukan barang apa yang akan kamu butuhkan.

Terlalu Banyak Barang

Menumpuk terlalu banyak barang di bawah tempat tidur dapat menghambat aliran udara dan menciptakan lingkungan yang kurang ideal untuk penyimpanan. Kamu perlu mengetahui bahwa hal ini juga bisa mengganggu kualitas tidur.

Sirkulasi udara yang buruk di bawah tempat tidur dapat sedikit meningkatkan suhu kamar, yang mungkin cukup membuat kamu kesulitan untuk tidur nyenyak. Ruangan yang sesak juga menyulitkan pembersihan di bagian bawah tempat tidur, sehingga berpotensi menumpuk alergen yang berdampak pada pernapasan.

Meskipun mungkin praktis untuk menyimpan barang di bawah tempat tidur, penting untuk memahami efek negatifnya juga.

Keranjang Cucian

Kurangnya ruang pada kamar tidur untuk keranjang cucian mungkin akan membuat kamu berpikir untuk memanfaatkan area pada kolong kasur untuk menaruh keranjang cucian. Kecuali kamu sudah putus asa, sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk hal ini.

Pakaian kotor menahan kelembapan dan menimbulkan bau tak sedap yang akan terus berada di dekat kamu dan akan tercium ketika kamu mencoba untuk tidur.

Ini akan menjadi hal yang berat untuk menarik dan mengeluarkan keranjang cucian dari kolong tempat tidur secara berulang. Sebaiknya kamu menyiapkan ruang untuk keranjang cucian selain di area tempat tidur.

Makanan

Tren laci camilan di nakas yang viral di media sosial membuat menyimpan makanan di kamar tidur semakin umum. Beberapa orang bahkan mungkin mulai menggunakan ruang di bawah tempat tidur mereka untuk menyimpan stok makanan agar tidak perlu ke dapur.

Memang menggoda untuk memiliki cemilan tengah malam yang mudah dijangkau saat bersantai di tempat tidur, tetapi hal itu tidak sebanding dengan risiko menarik hama ke kamar kamu.

Hewan pengerat bisa menggerogoti kemasan yang belum dibuka, sementara serangga seperti semut dan kecoa tertarik pada gula dan pati.

Meskipun makanan disimpan dalam wadah plastik berpenutup di bawah tempat tidur, hama bisa saja menemukan cara untuk mengaksesnya. Untuk mencegah risiko ini, sebaiknya tetap simpan makanan di dapur atau pantry.

Elektronik

Menyimpan perangkat elektronik di bawah tempat tidur dapat menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika ada kabel yang terhubung ke stopkontak di area tersebut, yang mudah menjadi terlalu panas.

Meski tidak sedang diisi daya, perangkat elektronik yang dibiarkan di bawah tempat tidur dalam waktu lama pasti akan berdebu, yang dapat merusak baterai dan sirkuit sehingga perangkat mahal kamu tidak lagi berfungsi.

Kurangi risiko ini dengan mendaur ulang perangkat elektronik lama di pusat daur ulang limbah elektronik terdekat dan simpan perangkat yang masih digunakan di pusat media atau area kantor rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Catat Sebelum Menyesal! 6 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Garasi



Jakarta

Fungsi utama garasi adalah tempat menyimpan kendaraan pribadi. Tapi sering kali garasi juga dimanfaatkan untuk menyimpan Beberapa barang.

Namun, tidak semua barang di rumah bisa disimpan di garasi. Pintu garasi yang sering dibuka dapat menimbulkan kelembapan dan peluang untuk masuk bagi hama.

Melansir Better Homes & Gardens, Senin (11/11/2024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu simpan di garasi rumah.


Cat dan Bahan Kimia

Seringnya pintu garasi dibuka, garasi akan terkenan paparan panas dan dingin saat hujan. Hal ini akan membuat kaleng cat berkarat dan merusak sisa cat yang ada.

Begitu juga dengan bahan kimia yang dapat mengeluarkan asap dari pestisida dan produk pembersih. Sehingga akan mencemari udara dan menimbulkan resiko kesehatan.

Sebaiknya simpan benda-benda ini di gudang luar ruangan atau tempat yang jauh dari sumber panas.

Barang Berbahan Kain

Apapun yang terbuat dari kain akan menarik bagi serangga, ditambah lagi jamur dan lumut yang akan mulai tumbuh di tempat yang panas dan lembap.

Hindari menyimpan pakaian, perlengkapan tidur, kasur, karpet, atau furniture berlapis kain lainnya untuk menghindari kerusakan.

Barang Berbahan Kertas

Seringkali di garasi ditemukan barang kertas, seperti dokumen, foto, atau buku-buku yang sudah menumpuk.

Kertas menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan lumut saat terkena panas dan kelembapan, serta bisa mengundang rayap yang bisa menyebar ke area manapun.

Mainan

Mainan dalam ruangan harus tetap berada di dalam ruangan, terutama boneka atau perlengkapan bayi.

Apabila kamu ingin tetap menyimpannya di garasi, pastikan untuk dimasukkan ke dalam plastik untuk menghindari jamur dan serangga sehingga merusak mainan yang disimpan.

Barang Elektronik

Kelembapan dapat dengan mudah merusak perangkat elektronik dan hama kecil dapat masuk ke dalam komponen.

Suhu yang panas juga dapat melelehkan barang elektronik, seperti piring hitam yang kamu koleksi. Singkirkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan di rumah.

Tabung Gas

Tabung gas dapat menimbulkan bahaya serius jika dibiarkan di garasi. Tabung gas berpotensi bocor yang dapat memicu kebakaran.

Hindari menyimpan zat mudah terbakar di garasi, termasuk wadah gas yang terisi dan kain lap yang basah karena minyak sehingga dapat terbakar dalam suhu tinggi.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu simpan di garasi, Semoga bermanfaat detikers!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Matikan Lampu, Begini Cara Usir Laron di Rumah



Jakarta

Laron adalah sejenis rayap bersayap yang biasa muncul menjelang dan selama musim hujan. Terkadang kerumunan laron bisa masuk rumah dan mengerumuni lampu untuk mencari kehangatan di musim hujan.

Serangga satu ini bisa mengganggu aktivitas dan kenyamanan penghuni rumah. Sebab, laron mengotori lantai mereka berjatuhan dan menyebarkan sayap-sayapnya.

Biasanya laron diusir dengan cara mematikan lampu, tetapi sebenarnya ada cara lain, lho. Berikut beberapa cara mengusir laron yang bisa kamu coba, dikutip dari Enesia dan beberapa sumber lain.


Cara Usir Laron di Rumah

1. Matikan Lampu Sementara

Cara pertama adalah dengan mematikan lampu, karena laron adalah hewan yang menyukai cahaya. Mereka akan otomatis mencari tempat lain yang bercahaya. Kamu juga bisa menyalakan lampu di luar rumah agar laron terpancing keluar.

Namun cara ini agak menyusahkan, apalagi jika lampu sedang digunakan. Selain itu, sering kali masih ada laron yang tersisa di dalam rumah, sehingga kamu harus mengeluarkannya sendiri.

2. Gantungkan Cabai

Jika tak mau mematikan lampu, masih ada cara lain, antara lain dengan menggantungkan cabai di ruang yang didatangi laron. Caranya mudah, yakni potong cabai menjadi dua bagian, kemudian gantungkan di dekat lampu. Maka laron tak akan mendekat.

3. Pasang Wadah Berisi Air

Kamu bisa membuat perangkap laron dengan wadah berisi air. Caranya dengan mengisi ember atau wadah lain dengan air. Letakkan wadah tersebut di bawah lampu yang dikerumuni laron.

Laron akan mengira ada cahaya di air tersebut sehingga mereka akan mendatanginya. Laron kemudian akan terjebak di air.

4. Semprotkan Sabun Cair

Kalian juga bisa membuat cairan pengusir laron sendiri. Caranya cukup dengan membuat larutan dari sabun cair dan air hingga berbusa. Masukkan ke dalam botol semprotan. Semprotkan cairan itu ke arah laron dari jarak dekat, maka mereka akan berjatuhan ke lantai.

5. Semprotkan Cairan Cuka

Cairan pengusir laron lainnya adalah berbahan cuka. Kamu tinggal memasukkan cuka ke dalam botol semprotan. Kocok-kocok terlebih dahulu, kemudian semprotkan cuka ke arah laron.

6. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

Selanjutnya, detikers juga bisa mencoba membuat larutan dari bawang putih. Bawang putih juga ampuh dipakai untuk mengusir laron.

Caranya tinggal menghaluskan beberapa siung bawang putih. Kemudian campurkan dengan air. Masukkan larutan tersebut ke dalam botol semprotan, lalu semprotkan ke arah laron di bawah lampu.

7. Semprot dengan Pembasmi Serangga

Jika tak mau repot, kamu bisa beli semprotan pembasmi serangga di toko. Cukup semprotkan ke arah laron, maka mereka akan berjatuhan ke lantai. Tapi hati-hati menggunakan semprotan ini karena beracun.

8. Pasang Tirai dan Penutup Ventilasi

Setelah sukses mengusir laron dengan cara-cara di atas, lakukan cara untuk mencegah laron datang kembali. Cara ampuh yang bisa dilakukan adalah memasang tirai di pintu dan jendela. Jangan lupa sekalian tutup lubang ventilasi dengan apapun yang mencegah laron masuk ke rumah.

Itulah beberapa cara ampuh mengusir laron di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Trik Mencairkan Bunga Es Freezer yang Cepat dan Aman, Pernah Coba?


Jakarta

Saat kamu ingin membersihkan kulkas, bagian freezer juga perlu dibersihkan. Sayangnya, banyak yang kebingungan cara membersihkan freezer karena penuh bunga es. Padahal cara mencairkan bunga es mudah dan tidak memerlukan bahan atau alat tertentu.

Melansir dari Cleanpedia, cara untuk mencairkan bunga es adalah dengan mematikan kulkas, membuka pintu freezer dan kulkas, dan tunggu hingga es tersebut cair dengan sendirinya. Cara ini sederhana tetapi memang membutuhkan waktu lama karena prosesnya manual.

Apabila kamu ingin mencairkan bunga es freezer dengan cepat, kamu memerlukan alat bantu. Caranya pun beragam, berikut beberapa triknya.


1. Kikis Dinding Es

Cara paling mudah adalah dengan mengikis bunga es yang ada di dalam freezer. Namun, kamu harus menghindari menggunakan alat yang tajam. Khawatirkan benda tajam tersebut merusak bagian kulkas dan kamu tidak bisa meminta garansi jika kerusakannya karena hal tersebut.

Alat tumpul yang bisa digunakan seperti sendok. Caranya dengan arahkan sendok sejajar dengan dinding freezer, jangan menusuk es dengan spatula. Lakukan berulang sampai es berkurang.

2. Letakkan Mangkok Berisi Air Panas

Air panas yang digunakan harus diletakkan di sebuah wadah seperti mangkuk atau piring yang lebar. Bukan dengan disiram. Namun, cara satu ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pada wadah air panas dan tingkat kepanasannya.

Bisa saja mangkuk berisi air panas tersebut pada saat diletakkan di freezer justru ikut dingin. Selain itu, bisa pula justru wadah air panas yang pecah atau rusak karena dua suhu yang berbeda antara di dalam dan luar.

Agar wadah tidak rusak, kamu perlu meletakkan handuk kecil di bawah mangkuk agar panas yang terasa di luar tidak merusak bagian kulkas.

3. Menempelkan Kain Panas

Caranya mirip dengan sebelumnya, tetapi yang masuk ke dalam freezer adalah kain yang telah direndam di dalam mangkuk berisi air yang sangat panas. Kemudian tempel pada pada es untuk membantunya meleleh.

Kamu tidak boleh meninggalkan freezer pada saat melakukan teknik ini. Air pasti dengan cepat menetes karena bunga es mencair dengan cepat. Selain itu, kamu juga perlu sambil mengikir esnya agar mencairkan lebih cepat. Selain itu hindari menyiram freezer dengan air panas secara langsung.

4. Pakai Pengering Rambut

Pengering rambut menghasilkan panas. Namun kamu jangan mengarahkan lubang angin langsung ke dalam freezer, melainkan agak menjauhkannya dengan panas yang sedang. Setelah bunga es tersisa sedikit kamu bisa mematikan pengering rambut dan lanjut dengan mengikisnya secara manual.

5. Gunakan Alkohol

Alkohol hanya bisa digunakan untuk membantu pencairan bunga es yang tipis bukan yang tebal. Caranya dengan merendam kain di dalam air panas yang telah dicampur dengan sedikit alkohol. Gosok kain dengan kain tersebut terutama pada bagian tepinya. Setelah terlihat ada es yang akan lepas dari dinding freezer ambil sendok untuk mengikisnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

6 Langkah Mudah Membersihkan Bagian Dalam Kulkas dengan Aman


Jakarta

Kulkas merupakan salah satu peralatan penting yang ada di rumah. Seperti perabotan lainnya, kulkas juga perlu dibersihkan. Namun, seberapa sering kamu berpikir untuk membersihkannya secara menyeluruh?

Kulkas yang bersih lebih hemat energi dan akan bertahan lebih lama. Saat membersihkan kulkas sebaiknya bagian dalamnya juga dibersihkan, bukan hanya bagian luarnya saja. Nah, saat membersihkan kulkas disarankan untuk mencabut aliran listrik agar mengurangi risiko berbahaya.

Dilansir dari Martha Stewart, berikut cara membersihkan bagian dalam kulkas dengan aman agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


1. Keluarkan Semua Barang

Mulailah dengan mengosongkan semua isi kulkas. Saat mengeluarkan barang, pastikan untuk memeriksa jamur dan makanan yang sudah kadaluarsa, buang semua agar tidak menumpuk di dalam kulkas.

Barang apa pun yang kamu simpan harus dilap. Setelah kulkas kosong dari makanan, minuman, dan bumbu, keluarkan semua rak serta laci.

2. Bersihkan Rak dan Laci

Campurkan sabun cuci piring alami dan air hangat ke dalam ember, celupkan spons bersih ke dalam larutan dan gosok semua sisi laci serta rak hingga bersih.

Bilas kompartemen di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa sabun. Keringkan setiap rak dan wadah dengan kain microfiber.

3. Bersihkan Bagian Dalam

Campurkan cuka dan air hangat dengan perbandingan yang sama dalam botol semprot. Semprotkan ke seluruh permukaan bagian dalam dan biarkan selama beberapa menit sebelum mengelapnya dengan kain lembut.

Pastikan juga untuk menyemprotkan laci samping yang terpasang di lemari es dan semua lekukan. Gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok kulkas hingga bersih.

4. Bersihkan Gasket

Gasket kulkas mengumpulkan cukup banyak kotoran, membersihkannya secara teratur membantu menjaga segel. Untuk membersihkan gasket, campurkan larutan air dan cuka dengan perbandingan yang sama.

Celupkan kapas ke dalam larutan dan usapkan di sepanjang jahitan gasket. Ulangi hingga bersih dan kering dengan kain microfiber.

5. Bersihkan Bagian Bawah Kulkas

Cabut kabel listrik kulkas dan jauhkan dari dinding. Sedot debu atau sapu lantai di bawah kulkas. Bersihkan lantai dengan kain pel, lalu lap hingga kering. Kembalikan kulkas ke posisi semua dan hubungkan kembali kabel listriknya.

6. Mengembalikan Isi Kulkas

Setelah semua komponen kulkas dibersihkan, kamu dapat mengembalikan barang-barang yang dikeluarkan. Luangkan waktu ini untuk melakukan perubahan pada pengorganisasian pada kulkas kamu. Hal ini dapat membantu untuk memaksimalkan penyimpanan sehingga tidak terlihat berantakan.

Itu dia langkah mudah membersihkan kulkas dengan aman. Semoga bermanfaat detikers!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com