Tag Archives: wadah

Jangan Abai, 6 Benda Ini Harus Dicuci Setelah Dipakai


Jakarta

Mencuci barang-barang di rumah sering kali menyita waktu. Akibatnya banyak barang jarang dibersihkan. Ada barang yang justru baru bisa dibersihkan seminggu atau bahkan sebulan sekali. Padahal kebanyakan barang harus harus segera dibersihkan setelah dipakai.

Dilansir situs The Spruce, terdapat 5 benda berikut yang harus langsung dibersihkan. Tidak boleh ditunda-tunda karena sekali pemakaian sudah mengumpulkan banyak kotoran dan kuman.

1. Lap Cuci Piring

Manajer Umum Park Slope Cleaning Diana Ciechorska mengatakan bahwa lap cuci piring adalah salah satu barang yang harus dicuci setiap kali digunakan atau setiap hari. Menurutnya karena lap cuci piring menyentuh segala hal.


“Lapisan lap cuci piring menyentuh segala hal, mulai dari tangan hingga meja dapur. Jadi, saya mencucinya setiap hari untuk menghindari penyebaran kuman,” ungkap Ciechorska.

2. Spons Cuci Piring

Para ahli juga menyarankan untuk mensterilkan atau mengganti spons secara teratur. Hal ini dikarenakan dalam sekali pakai, banyaknya bakteri dan partikel makanan yang dapat menempel pada spons. Oleh karena itu, perlu mensterilkan spons secara rutin.

3. Kain Mikrofiber

Kain mikrofiber merupakan andalan untuk membersihkan rumah karena dapat digunakan hampir di mana saja. Meski selalu digunakan, kain mikrofiber tetap harus dibersihkan setiap hari.

4. Talenan

Biasanya orang-orang hanya mengelap talenan setelah digunakan lalu disimpan kembali. Padahal, talenan harus selalu dibersihkan setiap selesai digunakan. Kepala Pemasaran CottageCore Scott Schrader juga setuju karena benda-benda di dapur perlu perhatian lebih. Menurutnya, apalagi jika talenan sehabis digunakan untuk memotong daging merah.

“Peralatan ini harus dibersihkan setiap kali digunakan untuk menghilangkan atau meminimalkan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang,” kata Schrader.

5. Mangkuk Hewan Peliharaan

Jangan terbiasa membiarkan mangkuk hewan peliharaan dalam jangka waktu yang lama sampai beberapa hari atau seminggu. Sebaiknya mangkuk hewan peliharaan juga sama seperti mangkuk manusia yang harus dicuci setiap kali digunakan.

“Bakteri dan sisa makanan dapat terkumpul dengan cepat, cucilah setiap hari agar hewan peliharaan tetap aman dan sehat,” ujar Schrader.

6. Wadah Penyimpanan

Wadah penyimpanan makanan juga menjadi barang penting untuk dibersihkan menyeluruh setiap habis digunakan. Sebab, sisa sedikit air saja bisa menyebabkan pertumbuhan jamur.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Ampuh Bersihkan Lumut di Kamar Mandi, Gampang!


Jakarta

Lumut dapat tumbuh di berbagai sudut rumah, salah satunya di kamar mandi. Munculnya lumut di kamar mandi dapat mengganggu estetika dan bisa terus tumbuh jika tidak segera dibersihkan.

Dilansir situs Bathroom City, Senin (19/5), lumut bisa muncul karena suhu lembap yang tinggi di kamar mandi. Faktor lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang cocok bagi lumut dan jamur tumbuh.

Jika ditemukan ada lumut di kamar mandi, sudah saatnya untuk segera dibersihkan. Ada sejumlah cara yang diklaim ampuh dapat membersihkan lumut di kamar mandi. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Cara Membersihkan Lumut di Kamar Mandi

Ada beberapa cara untuk membersihkan lumut di kamar mandi. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut sejumlah tips yang diklaim mudah dan cepat:

1. Cairan Pemutih

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan cairan pemutih. Cara penggunaannya juga mudah, cukup campurkan larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 1:1, setelah itu siram di area yang terdapat lumut. Lalu bersihkan menggunakan sikat berbulu dan bilas dengan air.

Campuran cairan pemutih dan air dinilai sangat efektif membersihkan lumut di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, hingga pancuran air (shower). Namun, pastikan kamu membuka semua ventilasi udara di kamar mandi saat sedang membersihkannya.

2. Cuka Putih

Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata dapat membasmi lumut di kamar mandi. Kamu bisa menggunakan cuka untuk membersihkan lumut di lantai, pancuran, saluran pembuangan, atau kloset.

Untuk cara penggunaannya, kamu bisa menuangkan cuka ke area yang ditumbuhi lumut, lalu diamkan selama 5-10 menit. Setelah itu, bersihkan dengan spons atau kain lap. Jika lumut sulit dihilangkan, kamu bisa menggosoknya dengan sikat berbulu.

3. Boraks

Apabila cara di atas belum efektif membasmi lumut, kamu bisa menggunakan boraks. Bahan ini disebut dapat membersihkan lumut di kamar mandi secara ampuh.

Cara penggunaannya juga mudah, cukup campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

Setelah itu, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

Itulah tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur


Jakarta

Dapur merupakan salah satu area di dalam rumah yang mudah kotor. Apalagi jika detikers gemar memasak dengan minyak yang banyak, bisa saja minyak meletup dan menempel di dinding dapur.

Apabila dinding dapur tidak dilapisi dengan keramik, maka noda minyak sangat mudah menempel di dinding. Selain terlihat kotor, jika tidak segera dibersihkan maka bisa menimbulkan jamur.

Ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan noda minyak yang menempel di dinding dapur. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


Cara Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur

Jika terdapat banyak noda minyak yang menempel di dinding dapur, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara mudah untuk membersihkannya.

Dilansir situs Teka Cleaning dan How Stuff Works, berikut cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur:

1. Tepung

Jika kamu sedang memasak dan minyak meletup mengenai dinding dapur, segera bersihkan dengan tepung. Cukup dengan menaburkan ke titik-titik yang terdapat noda minyak, lalu diamkan selama 5-10 menit agar tepung menyerap minyak. Setelah itu, bersihkan sisa tepung dengan lap kering.

Sebagai catatan, cara ini hanya berhasil jika noda minyak belum kering atau masih basah.

2. Baking Soda

Apabila noda minyak sudah mengering, kamu tetap bisa membersihkannya dengan baking soda. Sebab, soda kue dapat ampuh melarutkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

Untuk menghilangkan noda minyak di dinding, cukup campurkan 3 sendok makan soda kue dengan 1 gelas air ke dalam wadah. Setelah itu, gunakan spons untuk menggosok noda lemak di dinding secara perlahan.

3. Sabun Cuci Piring

Sabun cuci piring juga bisa digunakan untuk membersihkan noda minyak pada dinding. Caranya juga mudah, cukup teteskan sabun ke titik-titik yang terdapat noda, lalu diamkan sekitar 30 menit. Setelah itu, bersihkan dinding dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain lap.

4. Garam dan Sabun Cuci Piring

Agar lebih ampuh membersihkan noda minyak, kamu bisa mengkombinasikan garam dan sabun cuci piring. Untuk cara pakainya, campurkan sekitar 2-3 sendok makan garam dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata sampai berbusa.

Setelah itu, gosok cairan tersebut ke dinding yang penuh noda minyak dengan spons sampai bersih. Setelah itu, bilas dengan air dan keringkan menggunakan kain lap.

5. Cuka

Cara berikutnya adalah menggunakan cuka. Bahan ini dinilai ampuh untuk membersihkan noda minyak yang membandel pada dinding. Sebab, asam pada cuka dapat melarutkan minyak yang sudah mengering, sehingga dapat digosok dengan spons.

Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih di area yang penuh noda minyak, lalu diamkan sekitar 5 menit agar cuka meresap. Setelah itu, gosok dengan spons lembut agar noda menghilang.

6. Jeruk Lemon

Selain dijadikan minuman segar, jeruk lemon juga disebut ampuh menghilangkan noda di dinding dapur. Cukup menggunakan air jeruk lemon yang dituang ke dalam botol spray, lalu semprotkan ke titik yang penuh noda minyak. Diamkan selama beberapa menit dan lap menggunakan kain hingga kering.

7. Cuka dan Baking Soda

Perpaduan cuka dan baking soda juga bisa dipilih untuk membersihkan noda minyak. Soalnya, kedua bahan itu dapat memecah residu minyak yang menempel pada dinding sehingga lebih mudah dibersihkan.

Cukup campurkan cuka dan baking soda ke dalam wadah dan aduk hingga merata, lalu oleskan pada dinding yang terdapat noda minyak dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, gosok dengan spons dan bilas dengan air sampai bersih.

Demikian tujuh cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


Jakarta

Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

1. Membersihkan Blender Asal-asalan

Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

2. Meletakkan Gelas Terbalik

Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Mudah Bersihkan Noda Bekas Kuah Opor pada Baju



Jakarta

Hari besar seperti Idul Adha biasanya dirayakan dengan makan-makan, salah satunya makanan opor. Namun, terkadang kuah opor bisa kena pakaian dan meninggalkan noda membandel

Warna kuning pada kuah opor sangat mudah untuk menempel pada kain. Untuk membersihkannya pun cukup menantang.

Nah, kalau pakaian atau taplak meja terkena kuah opor, nggak perlu panik ya. Berikut ini cara membersihkan noda makanan seperti bekas kuah opor pada pakaian.


Cara Bersihkan Noda Kuah Opor pada Baju

Inilah cara menghilangkan noda kunyit dari pakaian, dilansir dari The Spruce.

1. Hilangkan Kelebihan Cairan Noda Kunyit pada Pakaian

Hilangkan cairan berlebih yang menempel pada pakaian menggunakan sendok. Langkah ini sebaiknya segera dilakukan agar noda tidak semakin menempel pada pakaian.

2. Taburkan Baking Soda

Kemudian, taburkan baking soda di atas noda kuah opor dan biarkan selama 20 menit agar minyaknya terserap. Setelah itu, bersihkan baking soda dari pakaian.

3. Rendam Bagian Noda pada Pakaian

Masukkan bagian baju yang ada noda ke dalam ke dalam wadah yang berisi cuka dan diamkan selama 20 menit. Peras sisa cuka sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya. Ulangi langkah pertama hingga ketiga sesuai kebutuhan.

Jika pakaian terkena noda kunyit bubuk, bukan noda kunyit yang berbahan dasar minyak, bisa dimulai dari langkah ini.

4. Cuci Pakaian

Terakhir, cuci Pakaian yang terkena noda kunyit di mesin cuci dengan air dingin. Pakaian dapat dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk dikeringkan, tetapi pastikan nodanya benar-benar hilang karena panas dari pengering akan mengeringkannya.

Cara Bersihkan Noda Opor atau Noda Makanan pada Taplak Meja

Selain pakaian, kuah opor juga bisa terkena taplak meja. Menurut laman homejelly.com, cara yang paling mudah membersihkan noda opor dari taplak meja adalah dengan membuat campuran bahan pembersih sendiri. Berikut ini bahan yang diperlukan dan cara membersihkan noda.

1. Enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring.

2. Baking Soda

3. Detergen

Langkah-langkah:

1. Bersihkan residu makanan yang sudah mengeras pada taplak meja.

2. Semprotkan enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring langsung kepada noda tersebut dan gosok secara perlahan. Setelah digosok, biarkan selama 15 menit.

3. Siapkan baskom untuk mencucinya. Isi baskom tersebut dengan air hangat, lalu tambahkan dengan ± 2 sendok makan detergen.

4. Masukkan taplak meja ke dalam cairan detergen tersebut dan biarkan terendam selama 15 menit. Bila nodanya sangat membandel, kamu bisa biarkan taplak meja terendam selama ± 8 Jam atau semalaman dengan tambahan baking soda. Lalu bilas.

5. Cek taplak meja. bila sudah bersih kamu bisa menjemurnya di luar hingga kering. Pastikan agar taplak meja tidak ditempatkan di tempat yang terlalu panas.

Itulah cara membersihkan noda opor pada pakaian maupun taplak meja. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Ini Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Air


Jakarta

Setiap rumah biasanya memiliki wadah penampung cadangan air bersih yang disebut toren air atau tangki air. Tangki ini berpotensi ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap, padahal air perlu dijaga kebersihannya.

Bukan cuman lembap, lumut dapat tumbuh akibat paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Toren air memang sebaiknya dirawat agar bebas dari lumut.

Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Simak caranya berikut ini, dikutip dari catatan detikProperti.


Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Air

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah toren air ditumbuhi lumut.

1. Rutin Kuras Toren Air

Penghuni rumah bisa menguras tangki air secara rutin untuk menghambat pertumbuhan lumut. Disarankan untuk menguras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Jika lumut tumbuh dengan cepat, penghuni dapat lebih sering melakukan pengurasan, misalnya 3-4 bulan sekali.

2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

Sinar matahari dapat menembus bahan plastik berwarna cerah pada toren air, sehingga memicu pertumbuhan lumut. Hal ini bisa dihindari dengan memasang pelindung di atas tangki, seperti atap.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Selain itu, eksterior toren air berbahan plastik juga bisa dicat dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata untuk mencegah cahaya yang menembus dinding tangki.

4. Tutup Tangki dengan Rapat

Pastikan menutup toren air dengan rapat. Langkah ini penting buat mencegah sinar matahari yang masuk ke tangki.

Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

10 Benda yang Sebaiknya Tidak Ditaruh di Atas Kulkas, Bisa Berbahaya!



Jakarta

Atas kulkas sering kali jadi ‘meja darurat’ di rumah. Mulai dari botol minyak, roti, hingga peralatan dapur kecil semuanya kerap numpuk di atas permukaan kulkas. Bahkan, ada yang sengaja melapisinya dengan taplak lengkap dengan kantong-kantong untuk menyimpan berbagai barang.

Padahal, nggak semua benda aman ditaruh di atas kulkas, lho! Alih-alih praktis, kebiasaan ini justru bisa bikin kulkas cepat rusak, barang jadi cepat basi, bahkan bisa membahayakan keselamatan.

Melansir dari Southern Living, berikut daftar benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas:


1. Minyak Goreng

Menurut Petya Holevich, supervisor pembersihan rumah dari Fantastic Service, minyak sangat sensitif terhadap panas dan cahaya. Suhu hangat dari atas kulkas bisa mengubah rasa dan kualitas minyak, bahkan bisa mempercepat tengik.

2. Roti

Roti memang sering jadi andalan sarapan, tapi kalau diletakkan di atas kulkas, teksturnya bisa cepat berubah. Panas dari kulkas bisa menimbulkan embun dalam kemasan, yang akhirnya mempercepat pertumbuhan jamur.

3. Keripik

Camilan favorit satu ini juga sebaiknya disimpan jauh dari kulkas. Suhu hangat membuat teksturnya cepat melempem dan minyak di dalamnya bisa rusak, bikin rasa keripik jadi hambar.

4. Minuman Beralkohol

Bryan Griffin, pendiri Patriot Maids Cleaning Services, mengungkap bahwa suhu panas dari kulkas dapat merusak cita rasa minuman beralkohol dan mengurangi daya simpan botolnya.

5. Benda Pembersih

Menurut Kathy Cohoon, manajer operasional Two Maids, bahan pembersih sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan berventilasi. Menaruhnya di atas kulkas bisa jadi kombinasi berbahaya karena panas bisa memicu reaksi kimia.

6. Benda Berat

Permukaan atas kulkas umumnya terbuat dari bahan logam atau plastik tipis. Menaruh benda berat seperti rice cooker, galon, atau tumpukan buku bisa menekan struktur kulkas dan berpotensi penyok. Selain itu, benda berat bisa jatuh dan membahayakan orang di sekitarnya.

7. Microwave dan Pemanggang Roti

Dua alat ini menghasilkan panas dan butuh ventilasi khusus. Menaruhnya di atas kulkas bisa mengganggu sirkulasi panas keduanya-risikonya? Bisa merusak dua perangkat sekaligus.

8. Wadah Plastik Kosong

Kelihatannya aman, tapi wadah plastik bisa berubah bentuk atau bahkan retak kalau terus-menerus terpapar suhu hangat dari kulkas. Apalagi jika wadah tersebut terbuat dari bahan murah.

9. Benda Mudah Terbakar

Lilin, korek api, atau bahan kimia sebaiknya dijauhkan dari permukaan kulkas. Panas dari mesin kulkas bisa memicu kebakaran jika benda-benda ini tidak sengaja terpancing nyala.

10. Obat-Obatan

Obat memerlukan suhu penyimpanan yang stabil. Menaruhnya di atas kulkas bisa membuat efektivitasnya menurun karena panas yang dihasilkan dari mesin kulkas merambat ke atas.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kata Ahli, Singkirkan Barang Ini Kalau Mau Rumah Cepat Laku DIjual


Jakarta

Biasanya, kesan pertama yang ditimbulkan sangat penting saat menjual rumah. Selain itu, apa yang dilihat oleh calon pembeli bisa membuat perbedaan.

Para ahli real estat menyarankan untuk menyingkirkan beberapa barang agar rumah bisa cepat terjual. Umumnya, barang-barang yang harus disingkirkan menyangkut dengan personal pemilik rumah, seperti foto keluarga maupun atribut kesukaan dari tim olahraga favorit.

Berikut ini merupakan informasi mengenai benda-benda yang harus disingkirkan agar rumah bisa cepat laku terjual dilansir dari The Spruce.


Foto Keluarga

Para ahli real estat sepakat sebaiknya foto keluarga tidak terlihat atau disingkirkan dulu sebelum rumah dijual. Menyingkirkan barang-barang personal membuat rumah terasa lebih netral yang bisa membuat calon pembeli membayangkan tinggal di sana.

Furniture Besar

Saat calon pembeli meninjau rumah, mereka memperhatikan beberapa hal utama, salah satunya adalah ukuran ruangan. Jadi, sebaiknya meminimalkan jumlah furniture.

Furniture yang diletakkan secukupnya saja agar tetap nyaman dan tidak terkesan berantakan. Dengan begitu, furniture besar sebaiknya disingkirkan.

“Pertimbangkan untuk menyingkirkan furniture tambahan untuk menciptakan kesan (ruangan) yang lebih terbuka dan lapang,” kata seorang agen properti di Los Angeles, Alan Taylor, dikutip dari The Spruce.

Barang Berharga

Saat rumah ingin dijual, sebaiknya singkirkan barang-barang berharga seperti perhiasan, uang, dokumen, hingga resep obat. Simpan barang-barang berharga itu dengan baik ketika rumah dibuka untuk calon pembeli.

Dekorasi yang Mengganggu

Saat rumah ingin dijual sebaiknya simpan barang seminimal mungkin. Kalau bisa singkirkan barang-barang yang dianggap kontroversial, misalnya mengandung unsur politik, agama, maupun atribut tim olahraga favorit.

“Kami pernah memiliki pembeli yang menolak rumah hanya karena rumah tersebut didekorasi dengan tema tim lawan mereka,” kata CEO Staging Studio Andress Eichstadt.

Barang-barang Hewan Peliharaan

Bisa saja calon pembeli tidak begitu menyukai atau memiliki hewan peliharaan. Menurut CEO, agen properti, dan broker di West + Main, Stacie Staub, kehadiran hewan peliharaan di rumah bisa menjadi hal yang tidak baik untuk sebagian calon pembeli rumah. Mereka akan mempertanyakan mengenai kebersihan, alergi, atau kerusakan umum rumah.

Maka dari itu, ahli real estat menyarankan untuk menyembunyian perlengkapan hewan peliharaan, seperti kotak pasir, wadah makanan, kandang, tempat tidur hewan peliharaan, dan mainan, saat calon pembeli sedang melihat-lihat rumah.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya disingkirkan agar rumah bisa cepat terjual.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Kolong Kasur, Bisa Rusak!


Jakarta

Kolong kasur kerap menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang yang tidak dipakai. Area itu menyediakan tempat kosong dan tersembunyi, sangat sempurna untuk menyimpan barang agar tidak terlihat berantakan.

Walau demikian, tidak semua barang aman ditempatkan di kolong kasur. Beberapa barang justru akan rusak jika dibiarkan di bawah sana.

Nah, berikut ini adalah barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur dilansir dari berbagai sumber.


1. Dokumen Penting

Dikutip dari The Spruce, organisator profesional Danica Carson menyarankan untuk jangan pernah menyimpan surat, kartu, maupun dokumen-dokumen berharga lainnya. Hal itu karena rentan dicuri.

“Produk kertas merupakan makanan bagi serangga kecil, jadi jangan pernah simpan apa pun yang memiliki makna emosional atau finansial di bawah tempat tidur,” katanya.

Apabila ingin menyimpan dokumen berharga, ia menyarankan untuk disimpan di brankas tahan api.

2. Alat Elektronik

Barang selanjutnya adalah alat elektronik. Sebab, debu-debu bisa menumpuk yang menyebabkan alat elektronik korosi, kepanasan, atau merusak sensor. Debu pada alat elektronik juga bisa meningkatkan risiko kebakaran.

3. Sepatu

Sebaiknya sepatu diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus alih-alih di kolong kasur. Sebab, sepatu bisa bau dan menjadi tempat tinggal bakteri. Kalau mau menaruh sepatu di kolong kasur, tempatkan di dalam kontainer kedap udara terlebih dahulu.

4. Bahan Kimia

Barang selanjutnya adalah produk yang mengandung bahan kimia, misalnya bekas kaleng cat atau bahan pembersih. Sebab, wadah bisa bocor dan mengeluarkan asap serta mudah terbakar.

5. Barang-barang yang Terbuat dari Kulit

Dilansir dari Ideal Home, sebaiknya jangan menyimpan barang-barang yang terbuat dari kulit di kolong kasur. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan.

“Lingkungan yang kering dan berdebu di bawah tepat tidur dapat mengeringkan dan menyebabkan kerusakan pada bahan alami seperti kulit,” ujar organisator profesional dari KonMari Consultant Sue Spencer.

Agar barang-barang yang disimpan di kolong kasur bisa tetap aman, sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah terlebih dahulu untuk mencegah debu menumpuk dan merusak barang tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk diangin-anginkan agar tetap terkena udara dan tidak bau.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Ada Sarang Semut di Rumah? Atasi dengan 5 Bahan Alami Ini


Jakarta

Semut merupakan serangga kecil yang tidak mengancam manusia. Meski begitu, jika semut sudah memiliki sarang di dalam rumah bisa saja mengganggu kenyamanan penghuninya.

Sarang semut di dalam rumah biasanya terletak secara tersembunyi, biasanya terdapat di celah dinding, lantai, atau di bawah lemari. Terkadang, pemilik rumah juga tak sadar kalau ada sarang semut di dalam tempat tinggalnya.

Jika menemukan sarang semut, cara mengatasinya tak cukup dengan menutup atau menghancurkannya. Sebab, koloni semut masih dapat berpindah tempat selagi sang ratu semut masih hidup.


Apabila kehadiran semut di dalam rumah sudah cukup mengganggu, sudah saatnya untuk segera diatasi. Kamu pun bisa mengatasi sarang semut dengan sejumlah bahan alami. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Atasi Sarang Semut dengan Bahan Alami

Sejumlah pakar membagikan berbagai tips untuk mengatasi sarang semut di rumah dengan bahan alami. Dikutip dari Better Homes & Gardens, Rabu (16/7/2025), berikut cara-caranya:

1. Cuka Putih

Cuka putih dapat digunakan untuk membasmi sarang semut. Bau cuka yang menyengat serta sifatnya yang asam sangat tidak disukai semut sehingga mereka akan menghindar.

Cukup campurkan satu sendok makan ke dalam wadah berisi air, lalu aduk hingga merata. Kemudian tuang larutan cuka ke dalam botol semprot dan semprotkan ke sarang semut. Kamu juga dapat menyemprotkan cairan ini ke jalur semut sehingga mereka tidak akan melewatinya lagi.

2. Kulit Jeruk Lemon

Kulit jeruk lemon yang tidak terpakai sebaiknya jangan langsung dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk membasmi semut. Cukup taburkan kulit jeruk ke dekat sarang semut dan biarkan semut tersebut keluar karena tidak kuat mencium aroma yang menyengat.

3. Minyak Pepermin

Cara berikutnya adalah menggunakan minyak pepermin. Harry Peters yang bekerja di Tidy Choice mengatakan aroma dari minyak pepermin dapat mengusir semut dari sarangnya. Minyak ini juga efektif untuk membasmi serangga lain, seperti lalat dan nyamuk.

“Minyak pepermin dapat digunakan di dalam rumah atau kebun untuk mencegah hama yang tidak diinginkan masuk ke rumah Anda,” kata Harry.

Kamu dapat mencampur minyak pepermin dan air, lalu dituang ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan ke sarang semut di dalam rumah hingga serangga kecil itu keluar.

4. Kayu Manis

Sejumlah penelitian menunjukkan kayu manis memiliki senyawa yang disebut trans-cinnamaldehyde yang efektif mengusir semut. Caranya cukup meletakkan bubuk kayu manis di sekitar sarang semut, lalu biarkan mereka keluar dari sarangnya karena tidak kuat menghirup aroma yang menyengat.

5. Garam

Satu lagi bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi sarang semut di rumah, yakni menggunakan garam. Taburkan garam di sekitar sarang semut dalam jumlah banyak agar efektif mengusir serangga kecil tersebut. Kamu juga bisa menggunakan semprotan larutan garam untuk membasmi sarang semut.

Itu dia lima bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi sarang semut di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com