Tag Archives: wadah

Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


Jakarta

Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

Penyebab Toren Air Berlumut

Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

1. Sinar Matahari

Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

2. Air Baku yang Kotor

Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

3. Udara Lembap

Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Bunga Es di Freezer Bikin Jengkel, Begini Cara Cegahnya!


Jakarta

Freezer punya fungsi penting dalam lemari es, yakni untuk membekukan bahan makanan. Namun, seiring penggunaan terkadang muncul bunga es yang dapat memenuhi freezer.

Hadirnya bunga es di freezer tentu bikin kesal karena dapat mengganggu proses penyimpanan bahan makanan. Lapisan es yang tebal dan keras membuat freezer jadi sempit. Selain itu, freezer juga harus bekerja lebih keras untuk membekukan makanan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya bunga es di freezer. Selain itu, penting juga untuk melakukan beberapa pencegahan agar freezer tak muncul kembali. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Bunga Es Muncul di Freezer

Ada sejumlah faktor yang memicu timbulnya bunga es di freezer. Dilansir situs Ideal Home, berikut beberapa penyebabnya:

1. Sering Buka Pintu Kulkas

Bunga es terbentuk saat udara hangat dan lembap masuk ke freezer. Kemudian pintu freezer yang sering dibuka-tutup memungkinkan udara hangat masuk, sehingga freezer akan mengembun dan membeku.

Maka dari itu, sebaiknya jangan terlalu sering membuka pintu kulkas tanpa alasan yang jelas, misalnya karena iseng atau penasaran. Bukalah pintu kulkas ketika memang ingin mengambil makanan dan jangan dibuka terlalu lama.

2. Cara Menyimpan Makanan Kurang Tepat

Penyebab lainnya karena makanan yang disimpan di dalam kulkas tidak tertutup rapat. Misalnya, menyimpan makanan hangat dan dibiarkan terbuka dapat menambah kelembapan di dalam freezer.

Untuk itu, pastikan menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan adem sebelum dimasukkan ke freezer. Selain itu, jangan mengisi freezer terlalu penuh agar sirkulasi udara tetap lancar sehingga mencegah pembentukan bunga es.

3. Pintu Freezer Tidak Tertutup Rapat

Pintu freezer yang tidak tertutup rapat menyebabkan udara hangat masuk ke dalam dan memicu pembentukan bunga es. Sebagai bentuk pencegahan, kamu perlu menutup pintu freezer dengan rapt serta mengecek keandalan segel pintu lemari es.

4. Termostat Rusak

Termostat berfungsi mengatur suhu freezer agar tetap stabil. Apabila termostat tidak berfungsi dengan baik, maka suhu dingin akan meningkat dan memicu terbentuknya bunga es. Jadi, pastikan suhu freezer sesuai dengan rekomendasi produsen.

Cara Mencegah Bunga Es di Freezer

Munculnya bunga es di freezer dapat dicegah dengan sejumlah cara. Dilansir situs Beko, berikut cara-caranya:

1. Simpan Makanan dengan Benar

Ketika makanan didinginkan di dalam freezer, penting untuk menyimpannya dengan benar. Jika makanan disimpan dalam kondisi hangat dan terbuka maka bisa menambah kelembapan dan memicu bunga es.

Untuk mencegahnya, pastikan kamu menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat. Kamu juga bisa menyimpan makanan dengan dibungkus plastik yang rapat untuk mencegah kelembapan.

2. Jangan Bukan Pintu Kulkas Terlalu Sering

Cobalah untuk mulai berhenti membuka pintu kulkas terlalu sering tanpa tujuan yang jelas. Jika memang akan membuka pintu kulkas hingga berkali-kali, pastikan tidak dibuka terlalu lama atau lebar-lebar agar udara hangat dari luar tidak masuk ke dalam freezer.

3. Cek Segel Pintu Lemari Es

Selain itu, periksa bagian segel pintu lemari es untuk mengecek apakah ada celah di antara pintu dan kabinet. Jika pintu kulkas tidak tertutup rapat, coba bersihkan segel dengan kain lembut atau spons dan air hangat.

Hindari penggunaan produk pembersih abrasif karena dapat merusak segel. Jika ditemukan segel mulai longgar atau retak, segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru.

Demikian cara mencegah bunga es muncul kembali di freezer. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mudah Bersihkan Freezer Agar Bunga Es Nggak Numpuk



Jakarta

Freezer di rumah sering kali luput dari perhatian. Karena jarang dibuka dan tak terlihat kotor secara langsung, banyak penghuni rumah yang menunda-nunda membersihkannya. Padahal, jika dibiarkan, freezer bisa jadi sarang bunga es, tumpukan makanan, dan sisa-sisa noda makanan yang sulit dihilangkan.

Freezer yang penuh bunga es bukan hanya mengurangi efisiensi pendinginan, tapi juga bisa mengganggu kapasitas penyimpanan dan menurunkan kualitas makanan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan freezer dengan benar dan mudah dilakukan di rumah.

Dilansir dari Southern Living, berikut ini adalah panduan lengkap membersihkan freezer agar lebih bersih dan bebas bunga es:


1. Kosongkan Isi Freezer

Langkah pertama, kosongkan seluruh isi freezer. Simpan bahan makanan di dalam cooler atau wadah berpendingin sementara agar tetap segar. Jangan lupa sortir makanan-buang yang sudah kedaluwarsa atau rusak.

2. Cabut Aliran Listrik dan Biarkan Es Mencair

Setelah freezer kosong, cabut colokan listrik dan biarkan suhunya naik perlahan ke suhu ruangan. Proses ini akan mencairkan bunga es yang menempel di dinding freezer secara alami. Hindari mengerok es dengan benda tajam karena bisa merusak permukaan freezer.

3. Bersihkan Permukaan Freezer

Gunakan kain bersih dan larutan sabun untuk membersihkan permukaan dalam freezer. Jika terdapat noda membandel atau bekas tumpahan, gunakan sikat gigi bekas untuk menjangkau celah kecil.

Setelah itu, lap kembali dengan kain kering atau biarkan hingga benar-benar kering. Untuk hasil yang lebih higienis, semprotkan cairan disinfektan yang mengandung cuka atau gunakan tisu basah antibakteri.

4. Bersihkan Bagian Pembuat Es

Jangan lewatkan bagian pembuat es, terutama jika freezer Anda dilengkapi fitur ice maker. Lepaskan komponen yang bisa dilepas, bersihkan menggunakan metode yang sama, lalu pasang kembali setelah kering.

Pastikan juga filter air (jika ada) bersih dan terpasang dengan benar untuk menjaga kualitas es yang dihasilkan.

Dengan rutin membersihkan freezer setidaknya setiap 3-6 bulan, Anda bisa menjaga kualitas penyimpanan makanan sekaligus memperpanjang umur pakai freezer. Selain itu, freezer yang bersih akan bekerja lebih efisien dan hemat listrik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Tidak Mengundang Semut


Jakarta

Salah satu tempat yang sering didatangi semut adalah dapur. Di tempat ini banyak sekali sumber makanan dan tempat berlindung yang cocok untuk kawanan semut.

Di sisi lain, hal ini menjadi masalah bagi penghuni rumah karena bahan dapur hingga makanan yang disimpan di sana tidak lagi higienis.

Tenang, ada cara untuk mencegah semut mendekat ke dapur dan tidak menyentuh bumbu dapur. Dilansir The Spruce berikut caranya.


1. Simpan Makanan dengan Benar

Cara agar bumbu dapur aman dari semut adalah cara penyimpanannya harus benar. Meskipun tersimpan aman di dalam lemari, tempatkan makanan ke dalam wadah tertutup agar semut tak bisa menjangkaunya.

2. Singkirkan Sumber Kelembapan

Selain menjauhi sumber makanan semut, lingkungannya juga harus tetap bersih dan tidak boleh lembap terlalu lama. Area yang lembap merupakan tempat yang disukai oleh semut. Jaga area dapur agar tetap kering. Setelah selesai memasak, segera bersihkan area dapur dari tumpahan air, baik di meja, maupun lantai.

3. Gunakan Pengusir Semut Alami

Dapur merupakan tempat yang harus selalu bersih dan higienis. Sebaiknya tidak banyak bahan kimia karena khawatir dapat masuk ke makanan. Oleh karena itu, untuk mengusir semut atau hewan lain, sebaiknya memakai bahan-bahan yang alami. Ada lho bahan alami yang dibenci semut dan membuat mereka enggan mendekat di antaranya minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, dan cuka.

4. Tutup Akses Masuk Semut

Terakhir yang tak kalah penting adalah menutup akses masuk semut ke dalam rumah. Tubuhnya yang kecil bisa masuk melalui celah-celah kecil seperti retakan pada dinding dan lantai. Jadi perlu dicari dengan cermat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


Jakarta

Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

4. Kabinet Berlubang

Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



Jakarta

Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

1. Identifikasi Kebocoran

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

2. Segera Perbaiki Kebocoran

Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

Tips Mencegah Plafon Bocor

Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

1. Bersihkan Talang Air

Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

2. Ganti Atap yang Rusak

Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

3. Lapisi Area yang Rawan

Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ahli Ingatkan Jangan Taruh 3 Barang Ini di Atas Mesin Cuci, Bahaya!


Jakarta

Menaruh barang di atas mesin cuci terkadang dilakukan dengan alasan lebih efisien. Namun, tidak semua barang bisa ditaruh di atas mesin cuci.

Bahkan, Presiden di Mr. Appliance Glenn Lewis mengingatkan untuk tidak menaruh apa pun di atas mesin cuci maupun mesin pengering. Salah satu alasannya karena ribet harus memindahkan barang-barang ketika mesin cuci mau digunakan.

“Jangan menaruh apa pun di atas mesin cuci dan pengering. Mesin cuci dan pengering tidak dirancang untuk menyimpan barang, dan Anda dapat merusak produk yang disimpan dan peralatannya sendiri,” katanya, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (11/8/2025).


Ada juga beberapa barang yang benar-benar tidak boleh ditaruh di atas mesin cuci. Apa saja itu? Berikut ini informasinya.

Barang-barang yang Berat

Ahli laundry dan pembersihan sekaligus CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, menyarankan untuk jangan pernah menyimpan barang berat seperti keranjang cucian maupun wadah penyimpanan di atas mesin cuci maupun pengering. Barang tersebut bisa memberikan tekanan pada mesin yang berpotensi merusak tutup mesin cuci. Selain itu, jika barang-barang terjatuh bisa merusak mesin atau melukai seseorang.

Cairan Pembersih dengan Bahan Kimia Keras

Kadang-kadang cairan pembersih kerap ditaruh di atas mesin cuci karena lebih mudah digapai. Namun sebaiknya hal ini tidak dilakukan apalagi jika mengandung bahan kimia keras karena bisa merusak permukaan mesin hingga mengeluarkan asap berbahaya apabila cairan saling tercampur.

“Sebaliknya, simpan perlengkapan pembersih Anda di lemari yang berventilasi baik, sebaiknya terkunci dan jauhkan dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan – idealnya jangan langsung di atas mesin untuk menghindari tetesan,” kata Alicia.

Bahan yang Mudah Pecah

Sebaiknya tidak menaruh barang yang mudah pecah di atas mesin cuci. Barang tersebut sebaiknya disimpan di dalam rak yang kokoh dan mudah diakses.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak ditaruh di atas mesin cuci.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Buang! Ini Cara Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Benar


Jakarta

Penghuni rumah biasanya memproduksi dan membuang sampah setiap hari. Sampah tersebut setelah dibuang akan diangkut oleh petugas sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno pernah mengatakan banyak orang belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Padahal langkah ini penting buat lingkungan dan menguntungkan bagi penghuni rumah.

“Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah dengan benar di rumah.

1. Mengurangi Produksi Sampah

Penghuni bisa mulai mengelola sampah dengan mengurangi produksinya. Penghuni dapat beralih dari barang sekali pakai agar sampah tidak cepat menumpuk. Dengan begitu, penghuni mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

“Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” ucapnya.

2. Membuang Sampah pada Tempatnya

Pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang sampah ke pinggir jalan, taman, atau sungai. Sebaiknya penghuni menyediakan beberapa tempat sampah sesuai kategori di rumah.

“Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” imbuhnya.

3. Memilah Sampah sesuai Kategori

Buanglah sampah dengan memilahnya berdasarkan kategori. Umumnya, penghuni rumah hanya perlu memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Gulang menyebutkan sampah organik antara lain sisa makanan dan dedaunan. Lalu, sampah non organik seperti benda yang terbuat dari plastik, kertas, karton, atau kaleng.

4. Mengompos Sampah Organik

Sampah organik yang sudah dipisahkan dapat diolah menjadi pupuk. Hal ini membantu mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA.

Caranya dengan memasukkan sampah organik ke komposter atau wadah penyimpan sampah organik yang tertutup. Sampah tersebut akan menjadi pupuk setelah beberapa hari dibiarkan.

“Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

5. Menjual Sampah Bernilai

Penghuni bisa menghasilkan cuan dari mengelola sampah, lho. Ada beberapa sampah non organik yang punya nilai jual seperti botol plastik, kaleng, dan kertas. Penghuni dapat menjual sampah tersebut ke bank sampah.

“Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” tuturnya.

Itulah cara mengelola sampah rumah tangga. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Ketahui Jarak Aman Pasang Septic Tank biar Sumur Air Nggak Tercemar



Jakarta

Septic tank merupakan wadah untuk menampung kotoran tinja dan limbah domestik setiap bangunan serta mengolahnya agar bisa terurai. Lokasinya berada di dalam tanah, tetapi terdapat pipa dan penanda lokasinya yang terlihat ke permukaan.

Saat memasang septic tank, lokasinya harus jauh dari sumur air bersih rumah. Sebab, berisiko dapat mencemari sumur air bersih jika septic tank bocor atau meledak.

Sumur air bersih harus dalam keadaan bersih agar aman saat digunakan. Air yang tercampur kotoran, tinja, dan limbah tidak bisa dipakai dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, tipes, dan lainnya.


Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkapkan salah satu tingkat pencemaran air paling tinggi di Tanah Air disebabkan lokasi septic tank yang cukup dekat dengan tempat tinggal. Jaraknya hanya sekitar 2-3 meter karena beberapa kawasan permukiman berada di area yang padat.

Jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumur air bersih berisiko membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli). Bakteri satu ini pasti sudah tidak asing di telinga karena bakteri ini kerap menjadi sumber penyakit infeksi saluran pencernaan.

Dengan adanya jarak, kemungkinan-kemungkinan risiko tadi dapat dicegah. Meskipun nantinya ada kebocoran, dapat diperbaiki dengan cepat.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal memasang sumur septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanitasi septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

Tidak hanya itu, jarak sumur resapan air hujan juga jaraknya tidak boleh terlalu dekat dengan septic tank. Sumur resapan air hujan juga salah satu sumber air bersih di rumah saat kekeringan atau krisis air.

Untuk jarak yang disarankan antara sumur resapan air hujan dan septic tank adalah setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

Ada Sarang Laba-laba di Rumah? Coba Atasi dengan 4 Cara Ini!


Jakarta

Ada sejumlah hewan yang sering muncul di dalam rumah, salah satunya adalah laba-laba. Terkadang, hewan ini membuat sarang yang nyaman di langit-langit atau sudut rumah.

Jika menemukan ada sarang laba-laba maka segera dibersihkan agar tidak mengganggu penampilan rumah. Untuk membersihkannya terkadang tidak mudah, apalagi jika sarangnya berada di lokasi yang sulit terjangkau.

Namun jangan khawatir, ternyata membersihkan sarang laba-laba bisa dilakukan dengan mudah. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Cara Mudah Bersihkan Sarang Laba-laba di Rumah

Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah. Dilansir situs Angi, berikut langkah-langkahnya:

1. Sapu Ijuk

Cara paling mudah adalah dengan menggunakan sapu ijuk. Meski alat yang digunakan sederhana, tapi ternyata efektif untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah.

Gunakan sapu ijuk dengan pegangan panjang agar mudah mencapai langit-langit atau sudut rumah yang terdapat sarang laba-laba. Gerakkan sapu dengan perlahan agar bisa mengangkat seluruh sarangnya.

Jika sudah, kumpulkan sarang laba-laba tadi dan masukkan ke dalam pengki. Bisa juga langsung dibuang ke tempat sampah agar lebih aman.

2. Pakai Vacuum Cleaner

Untuk cara yang lebih efektif, detikers bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membasmi sarang laba-laba. Pastikan selang vacuum cleaner cukup panjang sehingga bisa mencapai langit-langit atau sudut yang sulit terjangkau.

Setelah sarang laba-laba berhasil disedot, buang isi wadah vacuum cleaner yang berisi sarang laba-laba ke dalam tempat sampah. Bersihkan juga wadah vacuum cleaner agar tidak ada sisa sarang laba-laba yang menempel.

3. Pita Perekat

Kamu juga bisa menggunakan pita perekat atau duct tape untuk mengatasi sarang laba-laba di rumah. Caranya dengan membungkus pita perekat di sekitar roll cat tembok panjang, lalu arahkan ke sarang laba-laba yang berada di langit rumah.

Geserkan roll cat secara perlahan sampai seluruh sarang laba-laba menempel ke pita perekat. Cara ini dapat mengatasi sarang laba-laba tanpa khawatir merusak dinding atau barang rapuh lainnya.

4. Pakai Pemutih dan Air

Apabila sarang laba-laba di rumah masih aktif, cobalah membasminya dengan membuat campuran larutan pemutih dan air. Campur cairan pemutih dan air ke dalam wadah dengan secukupnya, lalu tuang ke dalam botol semprot.

Semprotkan cairan pemutih ke area yang terdapat sarang laba-laba. Diamkan sejenak agar cairan pemutih bereaksi, kemudian sarangnya dilap dengan kain bersih.

Perlu diingat, saat menyemprotkan cairan pemutih ke sarang laba-laba pastikan tidak ada perangkat elektronik di dekatnya. Sebab, cairan tersebut bisa merusak perangkat dan memicu terjadinya korsleting listrik.

Demikian empat cara ampuh membersihkan sarang laba-laba di rumah dengan mudah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com