Tag Archives: waisak

Syahdunya Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Dipadati Ribuan Orang



Jakarta

Hari Raya Waisak jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para umat Buddha. Wihara Ekayana Arama di Jakarta Barat pun jadi pusat perayaan Hari Waisak 2568 BE.

Para umat Buddha sedari pagi telah memadati Wihara Ekayana Arama. Semua berjejal memasuki barisan untuk mengikuti agenda pertama yakni Pindapata. Di wihara ini memang digelar berbagai rangkaian acara untuk mengenang sang Sidharta Gautama.

Sesuai pantauan di lokasi, pukul 08.10 WIB, sebanyak 45 biksu dan biksuni mulai berjalan menyusuri barisan umat. Terdapat ribuan umat yang hadir dalam perayaan Hari Waisak 2568 BE yang jatuh pada hari Kamis (23/5/2024).


Selesai menjalani sesi Pindapata, umat Buddha dan para biksu serta biksuni melangsungkan Puja Bhakti Waisak, seluruh umat menjalankannya dengan khikmat di tengah cuaca yang panas.

Perwakilan biksu anggota sangha dari Wihara Ekayana Arama, Biksu Nyanagupta menjelaskan dari tema Waisak tahun ini ‘Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa’ dan sub tema ‘Dengan Bodhicitta Mari Kita Wujudkan Keharmonisan’ adalah wujud dari harapan untuk bangsa yang terus dalam suasana yang rukun dan bersatu dalam situasi apapun.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Ia memberikan contoh pemilu yang belakang baru terjadi dan ramai dengan segala prosesnya. Setelah gelaran pemilu itu usai, harapannya mampu menjalin kembali keharmonisan yang terjadi seperti sedia kala.

“Namun semua itu sudah berlalu ya sudah diputuskan bersama, mari kita dukung bersama. Nah kita rajut kembali kehidupan berbangsa ini, kembali ke sila ketiga persatuan Indonesia yang perlu dilandasi seperti dalam ajaran Buddha yakni keharmonisan,” ucapnya.

Rangkaian perayaan Hari Waisak di Wihara Ekayana Arama masih akan terus berlanjut pada nanti malam yang merupakan detik-detik Waisak. Biksu Nyanagupta menyampaikan hal itu menjadi puncak dari perayaan Hari Waisak 2568 BE.

“Dan tentu malam ini sesuai dengan tradisi agama Buddha di Indonesia kita masih ada perayaan purnama Waisak yang tahun ini jatuh di malam hari sekitar jam delapan. Jadi nanti malam masih ada meditasi detik-detik Waisak sebagai penutup rangkaian acara Waisak di Wihara Ekayana Arama ini,” katanya.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Antusiasme umat Buddha dalam menyambut Hari Waisak ini terlihat dari kepadatan di Wihara Ekayana Arama, Biksu Nyanagupta pun menyampaikan terdapat sekitar 8.000 umat Buddha yang hadir di Indonesia Buddhist Center ini.

Sebelumnya pun Wihara Ekayana Arama mengadakan rangkaian perayaan menjelang Hari Waisak di Jakarta International Expo (JIExpo) (19/5) dan umat yang hadir di sana mencapai 10.000 orang.

“Hari ini umat yang datang cukup ramai ada sekitar 8.000 umat yang hadir di sini. Selain itu sebenarnya kemarin kita di JIExpo juga melakukan perayaan Waisak yang dihadiri sekitar 10.000 umat,” sebutnya.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Ketua Pelaksana Hari Waisak 2568 BE tahun 2024 Wihara Ekayana Arama, Krisno menambahkan di beberapa tahun lalu perayaan Waisak sempat dilaksanakan secara online dan baru beberapa tahun ini bisa terlaksana seperti biasanya, Pertumbuhan umat pun semakin bertambah dan ia menyebut antusiasme umat yang hadir tidak pernah pudar.

“Semenjak pandemi kita sempat (melaksanakannya) full online dan setelah pandemi itu jumlah umatnya terus bertambah, makin ramai. Kita juga kapasitas bisa menampung sekitar 8.000 umat gitu ya, kalau kita lihat antusiasmenya tidak menurun malah cenderung meningkat,” jelas Krisno.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Jelang Waisak, Lihat Lagi Patung Buddha Tidur Raksasa di Mojokerto



Mojokerto

Menjelang perayaan Hari Raya Waisak, mari melihat lagi kemegahan patung Buddha tidur berukuran raksasa yang berada di Mojokerto, Jawa Timur.

Di bekas jantung Kerajaan Majapahit, berdiri megah Patung Buddha Tidur raksasa yang kini menjadi ikon wisata religi umat Buddha di Kabupaten Mojokerto.

Patung berlapis warna emas ini tak hanya memancarkan aura spiritual, tapu juga menjadi magnet wisatawan karena kemegahannya. Bahkan, patung ini termasuk daftar tiga patung Buddha terbesar di kawasan Asia Tenggara.


Patung Buddha Tidur yang berada di kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur tersebut juga ditetapkan sebagai patung Buddha tidur terbesar di Indonesia. Patung Buddha ini memiliki ukuran panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter.

This aerial picture shows a giant Buddha statue at the Maha Vihara Mojopahit temple in Mojokerto on June 4, 2023, as Buddha devotees celebrate Vesak day. (Photo by BAGUS SARAGIH / AFP) (Photo by BAGUS SARAGIH/AFP via Getty Images)Patung Buddha Tidur di Mojokerto (Bagus Saragih/AFP/Getty Images)

Patung raksasa tersebut terletak di dalam kompleks Maha Vihara Majapahit, tepatnya Kampung Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Berkat ukurannya yang fenomenal, patung ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2021 silam, sebagai patung Buddha tidur terbesar di tanah air, dan menempati peringkat ketiga terbesar se-Asia Tenggara.

Sejarah Patung Buddha Tidur

Patung Buddha Tidur dibangun pada tahun 1993 oleh seniman patung dari Jawa Tengah dan warga lokal Desa Bejijong. Sosok Buddha digambarkan berbaring ke sisi kanan, posisi yang dikenal sebagai Parinirvana, melambangkan momen menjelang wafatnya Siddharta Gautama di Kusinara.

Keindahan patung ini kian mencolok berkat warna emasnya yang berkilau, memberi kesan agung dan elegan. Di bagian bawah patung terdapat relief yang sarat makna. Relief sisi timur yang tersambung ke utara menggambarkan perjalanan Siddharta menuju Kusinara.

Patung Buddha Tidur di Mojokerto dimandikan jelang peringatan WaisakPatung Buddha Tidur di Mojokerto (Enggran Eko Budianto/detikJatim)

Sementara relief pada sisi selatan yang mengarah ke barat mengisahkan tentang hukum sebab-akibat atau kamma. Kini, Patung Buddha Tidur di Mojokerto tak hanya menjadi simbol spiritual umat Buddha, tapi juga menjadi destinasi religi dan ikon wisata yang membanggakan Mojokerto.

Menjelang perayaan hari Tri Suci Waisak, Maha Vihara Majapahit rutin menggelar ritual pemandian patung yang sarat makna. Ritual ini dilakukan para pengurus vihara dengan menggunakan air yang telah dicampur bunga-bunga berbau harum seperti mawar, melati, kenanga, dan kantil.

Selain itu, debu dan kotoran di permukaan patung juga dibersihkan dengan sikat khusus. Tradisi ini menyiratkan makna pembersihan lahir dan batin, sebagai bentuk refleksi spiritual menjelang Hari Raya Waisak.

Maha Vihara Majapahit sendiri terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk pun cukup terjangkau, yakni Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com