Tag Archives: weekday

Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk


Purwakarta

Ada sejumlah tempat wisata menarik di Purwakarta, salah satunya yang populer adalah Bungursari Lake Park. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan danau yang asri dan sejuk, cocok untuk travelers yang ingin healing.

Selain itu, masih ada sejumlah daya tarik lainnya dari Bungursari Lake Park. Harga tiket masuknya juga murah, alhasil banyak wisatawan yang datang ke tempat ini untuk liburan bersama keluarga atau sekadar melepas penat.

Penasaran, apa saja daya tarik dari Bungursari Lake Park? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Daya Tarik Bungursari Lake Park

Daya tarik utama dari Bungursari Lake Park yakni terdapat danau yang luas. Di sekeliling danau juga terdapat pepohonan hijau yang menambah suasana asri tempat wisata ini.

Mengutip akun Instagram resminya @bungursarilakepark, kamu bisa menaiki perahu untuk berkeliling danau. Kegiatan ini sangat cocok untuk travelers yang ingin menenangkan pikiran. Uniknya, perahu tersebut mengusung naga merah yang terdapat kepala di bagian depan serta ekor di belakang perahu.

Bungursari Lake Park, salah satu tempat wisata seru di Purwakarta.Bungursari Lake Park (Facebook/Bungursari Lake Park)

Selain menaiki perahu, kamu juga bisa menggelar piknik estetik di pinggir danau bersama teman, keluarga, ataupun pasangan. Jangan lupa untuk menggunakan pakaian yang keren agar bisa berfoto-foto di tepi danau dengan lanskap pemandangan alam yang indah.

Jika kamu tak sempat membawa makanan dan minuman untuk piknik, jangan khawatir. Soalnya, terdapat coffee shop di dalam kawasan Bungursari Lake Park, yaitu Kopi Awi Bungursari.

Pilihan makanan sangat beragam, mulai dari makanan berat hingga camilan tersedia di sini. Ada juga pilihan minuman coffee dan non-coffee, sehingga cocok bagi travelers yang suka minuman manis kekinian.

Oh ya, kamu juga bisa menikmati pemandangan danau dari Kopi Awi Bungursari, lho. Tersedia area tempat duduk outdoor dengan pemandangan langsung ke arah danau. Cocok bagi kamu yang ingin ngobrol santai bareng pasangan sambil menikmati suasana yang tenang.

Bungursari Lake Park juga menyediakan paket liburan bagi kamu yang ingin camping. Selain itu, ada juga paket wisata outbound dan paket acara. Tenang saja, harga yang ditawarkan cukup terjangkau dengan fasilitas yang lengkap.

Harga Tiket Masuk Bungursari Lake Park

Setiap pengunjung yang datang ke Bungursari Lake Park akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang saat weekday. Jika kamu berkunjung saat Sabtu-Minggu, tiket masuknya sebesar Rp 15.000 per orang.

Jika travelers ingin berkemah, pihak pengelola menyediakan paket camping dengan rincian biaya sebagai berikut:

  • Tiket camping: Rp 25.000/orang (1 malam)
  • Tenda: Rp 100.000 untuk 3 orang
  • Tenda plus: Rp 130.000 untuk 5 orang (termasuk karpet).

Lalu, tersedia juga paket camping asyik di tepi danau dengan harga mulai dari Rp 280.000/4 orang. Biaya tersebut sudah termasuk tiket camping, fasilitas tenda, matras, dan sarapan pagi di Kopi Awi.

Rincian Paket Acara di Bungursari Lake Park

Bungursari Lake Park, salah satu tempat wisata seru di Purwakarta.Bungursari Lake Park (Facebook/Bungursari Lake Park)

Selain nongkrong dan berkemah, kamu juga bisa mengadakan berbagai acara di Bungursari Lake Park, mulai dari acara komunitas, kantor, atau outbound sekolah. Untuk harga paketnya juga termasuk murah, lho.

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian paket acara di Bungursari Lake Park yang dilansir akun Instagram-nya:

1. Bale Kahuripan

  • Aula bambu
  • Meet up
  • Gathering
  • Workshop
  • Wedding
  • Harga: mulai dari Rp 500.000.

2. Function Area

  • Area terbuka
  • Outbound
  • Camping
  • Gathering
  • Pentas seni
  • Harga: sesuai harga tarif masuk.

Tersedia juga paket makan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengunjung. Simak rincian paket makanannya di bawah ini:

1. Paket Makan Lunch Box

  • Chicken katsu
  • Ayam asam manis
  • Ayam bakar/ayam goreng
  • Ayam geprek
  • Ayam lada hitam
  • Harga: mulai dari Rp 25.000/pax.

2. Buffet Package Prasmanan

  • Ayam yakiniku
  • Nasi
  • Capcay
  • Mie bihun
  • Kerupuk
  • Buah semangka
  • Air mineral cup
  • Harga: mulai dari Rp 60.000/pax.

Untuk informasi lebih lanjut, travelers bisa tanya-tanya langsung ke akun Instagram resminya @bungursarilakepark.

Lokasi dan Jam Buka Bungursari Lake Park

Bungursari Lake Park terletak di Jalan Awi Mekar, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Jika berangkat dari Jakarta, jaraknya sekitar 90 km atau 1,5 jam perjalanan dengan berkendara mobil. Sementara dari Bandung jaraknya sekitar 75 km atau 1 jam perjalan.

Bungursari Lake Park buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Sebaiknya datang sejak pagi hari agar kamu bisa menikmati suasana alam dari tepi danau yang sejuk dan menenangkan.

Demikian ulasan singkat mengenai Bungursari Lake Park yang berada di Purwakarta. Jadi, tertarik berlibur ke tempat ini.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Menyelami Dunia Kopi di Pasar Santa



Jakarta

Pecinta kopi pasti sudah tidak asing dengan Kedai Dunia Kopi di Pasar Santa. Kedai kopi ini sederhana tapi istimewa.

Wangi kopi menyeruak dari lantai basement Pasar Santa, Jakarta Selatan. Plang kedai ‘Dunia Kopi’ tampak di tengah bangunan. Jajaran toples kopi dengan kapasitas 5 kg tertata rapi di etalase.

Pak Suradi (53), pemilik Dunia Kopi tampak sibuk menghitung pesanan. Ia pindah dari satu gerai ke gerai lain. Mungkin bagi yang tidak biasa akan bingung, karena ternyata Pak Suradi memiliki banyak gerai dalam satu lantai.


“Sekitar 40an gerai, termasuk untuk gudang,” ucap pria asal Purwodadi itu.

Dunia Kopi ada sejak tahun 2000, saat itu baru satu kios yang ia miliki. Lambat laun, usahanya menapaki tangga kepopuleran, terlihat dari banyaknya wisatawan internasional yang datang ke sana.

Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

“Malahan awal-awal itu yang datang bule-bule,” katanya.

Usahanya ini memang sudah lama ia cita-citakan dengan tujuan mengenalkan nama Indonesia lewat kopi.

“Di sini (Indonesia) banyak kopi, masa nggak bisa aku kelola dengan baik,” katanya pada detikTravel, Rabu (30/4).

Saat pertama kali berjualan, hanya dua jenis kopi yang dijual yaitu Arabika dan Robusta. Kopi arabika cenderung dengan citarasa yang kompleks, sementara robusta lebih ke rasa pahit. Kalau pohon arabika tumbuh di ketinggian 1.000-2.000 mdpl, pohon kopi robusta tumbuh di ketinggian lebih rendah, di bawah 700 mdpl.

“Dulu hanya 6 toples saja, sekarang kita buat ekosistemnya, langsung dari petani dari seluruh Indonesia. Jenisnya kita tambah jenisnya, ada robusta, arabika, liberika dan escelsa,” jawabnya.

Dunia Kopi Pasar SantaPak Suradi pemilik Dunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

Varietas kopi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari yellow honey, black honey, sigararutang, sampai yellow bourbon. Bisa dibilang hampir lengkap, tak ayal banyak pelanggan yang hilir mudik di sana.

Di tiap kios, pegawai Dunia Kopi sibuk menimbang kopi. Pelanggan mencatat pesanan mereka dan memilih jenis kopi. Kalau ragu, mereka bisa langsung mencicip kopi di sudut basement, Pak Suradi menyiapkan kios khusus untuk mencicipi kopi. Maklum, kebanyakan pembeli adalah reseller kelas kakap.

“Semua boleh minum kopi, gratis. Ajang promosi lah begitu, bagi-bagi gratis, tidak dibatasi,” ungkap pria kelahiran Blora itu.

Untuk kopi gratis ini saja, ia bisa habis 5-10 kg per hari. Kedai kopi itu beroperasi dari pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB dengan total karyawan 25 orang, penjualan sehari tak kurang dari satu ton.

Modal yang kuat sudah harus disiapkan. Selidik punya selidik, ternyata Pak Suradi menyuntik usahanya dengan dana pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai 4 kali.

Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

“Pinjaman pertama itu Rp 100 juta, pinjaman kedua Rp 200 juta, pinjaman ketiga Rp 300 juta dan terakhir lunas tahun ini Rp 500 juta,” ucapnya.

Selain dukungan modal, Pak Suradi juga merasa sangat terbantu dengan syarat-syarat KUR. Saking sibuknya, berkas-berkas it ditandatangani di kedainya, suatu kemudahan bagi UMKM.

Pak Suradi berkata bahwa turis yang paling banyak datang belakangan ini adalah orang Korea dan Jepang. Mereka sengaja memilih kopi sebagai oleh-oleh. Turis China, Malaysia dan Singapura juga masih daftar 5 turis yang paling banyak singgah.

“Kemarin dari Jepang beli sampai dua koper penuh. Mereka suka kopi Toraja, luwak dan gayo. Tapi paling favorit luwak,” ungkapnya.

Sepanjang usahanya, ia ingat akan satu turis asal Rusia. Turis ini beli kopi sampai dua karung, jenis kopi Bali. Satu hari beli satu karung, semua untuk oleh-oleh. Mereka datang saat weekday.

Beda lagi dengan wisatawan domestik, sukanya kopi robusta dan arabika, datangnya saat weekend. Dunia kopi terasa seperti tempat wisata di Sabtu pagi.

Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

“Mereka datang naik sepeda, ke sini ngopi gratis. Di sini tempatnya nyaman untuk ngumpul dan nggak dibatasi,” jawabnya.

Per 100 gram, kopi ini dijual dengan harga paling murah Rp 13 ribu dan yang paling mahal Rp 20 ribu yaitu excelsa ijen dan liberika Jambi.

Sukses dan tidak pelit ilmu, Pak Suradi membuka kelas barista untuk anak-anak yatim dan pesantren secara gratis. Ada pula kelas umum untuk mereka yang baru mau belajar, biayanya Rp 500 ribu sampai mahir.

Jay (35) adalah trainer dan mekanik mesin kopi di Dunia Kopi. Sejak berkarir sebagai barista di sana pada tahun 2019, ia telah melatih sekitar 300 orang, termasuk peserta disabilitas netra dan rungu.

“Bangga sih sebenarnya, apa yang selama ini diinginkan anak-anak barista tercapai, banyak bule uang suka kopi datang ke Indonesia,” jawabnya.

Pak Suradi tak merasa rugi dengan itu semua. Ia malah senang bisa menjadi perpanjangan tangan dan bermanfaat bagi sekitar. Ia berterima kasih juga pada BRI yang telah mendukungnya selama ini.

“Maju terus untuk pelayanannya, sukses untuk BRI,” katanya.

Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

Pariwisata Lewat Kopi

Perkembangan pariwisata kopi tak lepas dari perhatian Pengamat Ahli Pariwisata Profesor Azril Azhari. Sebagai pecinta kopi, ia bangga nama kopi Indonesia mulai dilirik oleh dunia.

“Ini sangat bagus, tapi sekali lagi sayang karena kita hanya fokus pada kopinya saja,” ungkap mantan dosen Universitas Indonesia itu.

Sejatinya, proses alami yang terjadi pada kopilah yang membuat rasanya mewah. Sebut saja kopi luwak, proses fermentasi yang terjadi di lambung luwak lah yang membuat cita rasa kopi itu jadi berbeda.

“Kopi yang bagus itu sudah difermentasi, kalau di luar negeri itu dibuat jadi tidak alami,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Azril mengatakan bahwa sejak dipetik memang kopi Indonesia mengalami proses alami. Kopi dijemur di panas matahari sehingga kering dengan perlahan.

“Di luar negeri itu keringnya dipaksa lewat oven, di sini dijemur di jalanan,” katanya sambil tertawa.

Pada tahun 2018, Prof Azril mematenkan batik dari ampas kopi. Saat dipakai, batik akan mengeluarkan wangi semerbak layaknya kopi yang dihidangkan.

Dunia Kopi Pasar SantaPak Suradi bersama reseller Dunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

“Harusnya bukan cuma kopinya tapi semua aspek kopi, ampasnya dijadikan bahan untuk spa, sementara sejarah kopi di Maluku dan Sumatera dijadikan paket wisata ‘Spicy Road’, melihat kembali bagaimana VOC menguasai kita di zaman itu,” jawab Prof Azril.

Wisata jalur rempah Indonesia, itulah yang menjadi impian dari Prof Azril. Pendiri ilmu pariwisata Indonesia itu ingin agar kopi Indonesia terus maju dan mengharumkan nama bangsa.

“Indonesia itu sudah terkenal rempah-rempahnya dari dulu, ini tinggal pemerintah saja bagaimana mendukungnya,” tutupnya.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com