Tag Archives: wisata bali

Hidden Gems, Virgin Beach, Pantai Berpasir Putih di Karangasem



Karangasem – Belum lengkap rasanya jika berlibur ke Karangasem namun tak berkunjung ke Virgin Beach. Benar-benar seindah itu!

Wisata Bali Timur tak akan pernah habis untuk dijelajahi. Mulai dari wisata sejarah, budaya, dan tak kalah adalah wisata alamnya.

Salah satu destinasi wajib jika traveler berlibur ke Karangasem adalah Virgin Beach. Jika traveler sedang berlibur dan bosan dengan suasana yang itu-itu saja, traveler wajib berkunjung ke Virgin Beach.

Masyarakat sekitar kerap menyebut Virgin Beach dengan nama Pantai Bias Putih karena pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah. Pantai dengan pasir putih yang cantik ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan terpesona dengan keindahan pantai ini.

Virgin Beach tergolong destinasi yang hidden gem. Pesona alam yang indah dan cenderung tenang membuat pantai ini cocok untuk traveler yang ingin bersantai dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Air pantai berwarna biru jernih berpadu dengan pasir pantai yang putih tentu mempercantik pemandangan di Virgin Beach. Tak ada villa ataupun hotel di sekitar pantai ini, benar-benar alami banget!

Jika merasa lapar, traveler bisa menikmati hidangan di warung makan yang ada di pinggir pantai. Hidangan-hidangan lokal siap menemami waktu bersantai di Virgin Beach.

Virgin Beach di Karangasem, BaliVirgin Beach di Karangasem, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Pantai yang berlokasi di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem ini buka setiap hari.

Bagi traveler yang ingin berkunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000. Tenang saja, dengan biaya yang ramah dikantong traveler sudah bisa mengunjungi dua destinasi sekaligus, yaitu Virgin Beach dan Bukit Asah.

Untuk sampai ke Virgin Beach traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun harus tetap berhati-hati ya, karena jalan yang sedikit curam. Dari Kota Denpasar, traveler harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer atau 1 jam 45 menit perjalanan.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, tak banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keamanan dan kebersihan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tur Tradisional di Hutan Mangrove Bali Ini Sangat Kami Rekomendasikan



Jakarta

Traveler mencari aktivitas tak biasa saat berlibur di Bali? Cobalah untuk berkeliling di hutan mangrove ini.

Menikmati suasana alami kawasan hutan mangrove di Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, bisa dilakukan dengan cara berbeda.

Bukan melihat dari pinggir pantai saja atau menyusuri jalan setapak di tengah hutan, melainkan pengunjung bisa naik perahu tradisional untuk berkeliling di hutan seluas lebih dari 200 hektare ini.


Sebelum itu, kamu terlebih dahulu harus menuju ke ujung timur Desa Jungut Batu. Traveler bisa langsung memesan perahu lengkap dengan nelayan yang siap mengantar sekaligus memandu kita.

Satu perahu diisi maksimal empat orang. Perahu dikemudikan menggunakan bambu atau perahu tanpa mesin.

Setelah naik, nelayan yang mengemudikan perahu langsung tancap gas, mendorong perahu ke tengah, lalu masuk di lajur air tawar. Sepanjang jalur di sekelilingnya penuh dengan hutan bakau dengan berbagai spesies dengan akar tunggang yang menjulang hingga enam meter.

Salah satu nelayan sekaligus nakhoda perahu, Ketut Suwitra, menceritakan dari naik hingga balik lagi setidaknya membutuhkan waktu selama 30 menit. Ia akan mengajak wisatawan menyusuri jalur air tawar hingga masuk ke kawasan hutan mangrove.

Wisata keliling kawasan hutan mangrove Nusa Lembongan dengan perahu tradisional, Minggu (10/12/2023). (Putu Krista/detikBali)Wisata keliling kawasan hutan mangrove Nusa Lembongan dengan perahu tradisional (Foto: Putu Krista/detikBali)

Suwitra sudah ikut dalam kelompok nelayan setempat, Surya Mandiri, sejak 2017. Kelompoknya ini secara khusus menggunakan perahu dengan kendali bambu.

Bambu digunakan untuk memberikan rasa nyaman ke wisatawan. Selain itu juga lebih memberikan suasana keasrian alam dengan suara burung.

Satu grup dengan empat orang dikenakan tarif Rp 150 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 300 ribu untuk wisatawan asing. Dari tarif tersebut, Suwitra mengantongi Rp 80 ribu untuk diri sendiri dan sisanya masuk ke dana kelompok.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Museum Sanghyang Dedari, Simpan Cerita Magis Tarian Penolak Bala



Karangasem

Museum Sanghyang Dedari menyimpan berbagai cerita magis di balik tarian sakral Sanghyang Dedari. Mulai dari properti hingga proses pementasan.

Museum ini bisa terbilang hidden gem. Berlokasi di Banjar Dinas Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, museum ini menyuguhkan tema yang unik dengan mengangkat tarian sakral bernama Sanghyang Dedari.

Menurut Bendesa Adat Geriana Kauh, I Nyoman Subrata, Museum Sanghyang Dedari, merupakan sarana edukasi bagi generasi muda tentang Tari Sanghyang Dedari, mulai dari properti yang digunakan hingga proses atau ritual pementasan.

“Museum ini sebagai pusat pembelajaran tentang keberadaan Tari Sanghyang di Bali. Ritual Sanghyang yang keberadaanya sudah sedikit, jadi di museum ini kita bisa melestarikan,” ujarnya.

I Nyoman Subrata menyebut Tari Sanghyang Dedari bermakna sebagai penolak bala. Tarian ini sudah diwarisi secara turun temurun. Menurut cerita, Tarian Sanghyang Dedari sudah ada sejak zaman pra-Hindu.

“Tarian ini adalah sebuah proses penurunan roh dewa dewi yang kemudian memberikan anugerah kepada warga khususnya petani. Sesuai makna dan fungsi, tarian ini sebagai penolak bala. Khususnya bagi petani agar padi mereka bisa tumbuh subur,” ujar dia.

Inspirasi Museum Sanghyang Dedari bermula ketika pengabdian masyarakat dari mahasiswa UI yaitu Ibu Saras Dewi yang melakukan riset terkait Tari Sanghyang Dedari. Kemudian, pada 2016 disepakati dan turun pendanaan untuk membangun museum ini. Museum Sanghyang Dedari resmi dibuka pada 2019.

“Ide awal itu dari pengabdi UI itu, setelah melakukan riset dan berhasil. Akhirnya terbesit untuk melakukan sesuatu untuk melestarikan kembali ritual sakral ini,” kata Subrata.

Jika dilihat dari konsepnya, Museum Sanghyang Dedari adalah museum yang unik. Hingga saat ini, museum ini adalah satu-satunya museum yang menyajikan dengan lengkap terkait Tari Sanghyang Dedari yang sakral.

Belum banyak yang tau, Tari Sanghyang Dedari merupakan salah satu ritual penanaman padi taun. “Keunikan dari museum ini, anda bisa melihat koleksi tentang keberadaan ritual Sanghyang Dedari, khususnya dengan petani yaitu penanaman padi taun, yang merupakan padi khas desa di sini,” kata Subrata.

Kaitan Tari Sanghyang Dedari, yang sangat erat dengan proses penanaman padi taun, membuat di dalam museum ini traveler juga bisa melihat aneka peralatan pertanian tradisional yang lengkap. Contohnya seperti alat pemotong padi bernama ani-ani.

Pementasan Tari Sanghyang Dedari hanya dipentaskan pada saat ritual tertentu dan hanya dipentaskan di Desa Adat Geriana Kauh. I Nyoman Subrata menyebut tak menutup kemungkinan bagi traveler untuk menyaksikan pementasan Tari Sanghyang Dedari. Bagi traveler yang tertarik bisa berkunjung ke museum ini pada bulan April.

“Sangat boleh sekali ditonton, tapi harus mengikut aturan. Minimal menggunakan adat madya, pakaian yang menutupi dan pakai selendang,” kata Subrata.

Kaitan Tari Sanghyang Dedari yang sangat erat dengan proses penanaman padi taun, membuat di dalam museum ini traveler juga bisa melihat aneka peralatan pertanian tradisional yang lengkap.

Bagi traveler yang tertarik berkunjung ke Museum Sanghyang Dedari, hingga saat ini pengelola tidak mematok biaya tiket masuk, namun menerapkan sistem donasi.

Tak perlu khawatir, jika berkunjung ke sini traveler akan ditemani langsung dengan guide atau petugas dari yayasan yang akan menemani traveler berkeliling di sini. Traveler bisa berkunjung ke Museum Sanghyang Dedari setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Museum Sanghyang Dedari juga akan mengembangkan pembangunan Balai Budaya. I Nyoman Subrata menjelaskan bahwa Balai Budaya nantinya akan digunakan untuk kegiatan anak-anak dalam mengembangkan bakatnya. Seperti menari dan mempelajari ritual gending Sanghyang.

(fem/iah)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi With View di Coffee Shop Terbesar di Asia Tenggara di Kintamani



Kintamani

Bagi traveler pecinta kopi dan sedang berlibur ke Kintamani, ada satu coffee shop baru yang unik dan estetik. Namanya Pahdi Specialty Coffee yang dinobatkan jadi coffee shop terbesar di ASEAN.

Pahdi resmi dibuka pada 23 Agustus 2023.Kedai kopi itu dibangun di atas lahan seluas 4800 meter persegi.

Pahdi menjadi primadona baru di Kintamani, sip banget untuk bersantai sambil menikmati kopinya yang unik.

“Selain specialty coffee tadi, kami juga ingin menghadirkan lifestyle. Kita ingin customer yang datang ke Pahdi bisa menikmati Kintamani dengan sudut pandang yang berbeda,” ujar Sang Gede Agus Rico Pratama, founder Pahdi Specialty Coffee.


Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara.Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara. Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Sang Made Dwiky Surya Nareswara, founder lain Pahdi, menjelaskan bahwa inspirasi nama dan interior Pahdi berasal dari keindahan alam Kintamani, yaitu Gunung Batur dan Danau Batur.

“Gunung Batur dan Danau Batur ini memberikan anugerah bagi ekosistem bisnis yang ada di Kintamani ini. Saya mencari beberapa nama yang cocok, akhirnya memilih nama Pahdi. Pahdi itu kita yakini sebagai anugerah Tuhan,” kata Nareswara.

Tak hanya menawarkan keindahan alam Kintamani yang menakjubkan, interior dari Pahdi Specialty Coffee juga tak kalah indah. Dengan mengusung konsep modern tropical, Pahdi sip banget untuk jadi latar belakang foto. Instagramable banget deh!

Varian Menu Pahdi Specialty Coffee

Keunikan Pahdi Specialty Coffee hadir pada signature menu yang belum pernah ada sebelumnya. Seluruh kopi yang ditawarkan di Pahdi 100 persen mengandalkan biji kopi pilihan dari berbagai wilayah di Indonesia. Ada empat varian biji kopi yang jadi andalan. Dua diantaranya tetap mengandalkan biji kopi Kintamani.

Menu andalan dari Pahdi adalah Signature Coffee yang bercita rasa buah-buahan. Rasa manis dari buah berpadu dengan rumput laut yang disajikan tanpa susu sapi. Beberapa Signature Coffee yang dapat traveler nikmati adalah varian Yuzu, Black Guava, Strawberry Milk, Seaweed, Lavender, dan Pannacota Pepero.

Menu kedua yang wajib traveler cicipi adalah Cold Brew. Pahdi melakukan proses cold brew dengan menambahkan buah-buahan dan teh bercita rasa bunga. Terdapat 7 varian dari menu Cold Brew, seperti Jeruk Kintamani, Buah Nanas, Jahe, Buah Cranberry, Bunga Mawar, Buah Strawberry, dan Bunga Osmanthus.

Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara.Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara. Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Traveler juga bisa menikmati menu non coffee seperti Kiwi Soju, Strawberry Soju, dan Wedang Jahe.

Untuk menikmati kopi autentik di PAHDI nggak akan membuat kantong traveler bolong. Cukup dengan Rp 65 ribu hingga Rp 85 ribu traveler sudah bisa menikmati kopi dengan cita rasa buah-buahan. Uniknya lagi, kopi di Pahdi tidak menggunakan gula atau sirup gula loh.

Tak hanya minuman, Pahdi menghadirkan menu makanan yang tak kalah unik. Menu makanan andalan di Pahdi yang wajib traveler cicipi diantaranya adalah Lawar Octopus, Karapu Garo Rica, dan Bubur Ayam Betutu yang merupakan makanan khas Bali dan Manado yang dimodifikasikan dengan modern cuisine.

Mau menikmati menu lezat dari Pahdi, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam. Mulai dari Rp 40 ribu traveler sudah bisa mencicipi menu lezat sembari ditemani dengan pemandangan alam yang indah.

Lokasi dan Jam Operasional Pahdi Specialty Coffee

Pahdi Specialty Coffee berlokasi di Jalan Raya Penelokan, Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Akses menuju coffee shop ini sangat mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Denpasar.

Memiliki latar belakang Gunung Batur dan Danau Batur ditambah dengan udara pegunungan yang sejuk, sip banget untuk nongkrong sambil berfoto.

Pahdi Specialty Coffee buka setiap hari. Untuk hari Senin hingga Kamis buka mulai pukul 09.00 – 19.00 WITA. Sedangkan untuk hari Jumat hingga Minggu mulai pukul 09.00 – 21.00 WITA.

Walaupun baru empat bulan dibuka, nama Pahdi Specialty Coffee sudah tak asing bagi para pecinta kopi. Bagi traveler yang ingin menikmati keindahan alam Kintamani sambil nongkrong di tempat yang Instagramable. Pahdi Specialty Coffee adalah tempat yang sip dan tidak boleh dilewatkan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Main ke Trans Studio Bali, Ada Wahana Apa Aja?



Denpasar – Libur Natal dan tahun baru (nataru) telah tiba. Bali mempunyai taman rekreasi indoor, namanya Trans Studio Bali. Ada wahana berkelas dunia, nggak cuma satu tapi ada 16!

Trans Studio Bali merupakan indoor theme park dengan konsep thematic. Pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik bukan hanya menikmati wahana dan pertunjukan yang ada, tetapi juga mengabadikan momen di setiap sudut estetik theme park.

Belum genap setahun, theme park yang satu ini baru dibuka pada 16 Desember 2022. Berlokasi di lantai atas Trans Studio Mall Bali, Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar Bali, Trans Studio Bali kini jadi destinasi favorit di Bali.

Trans Studio Bali menjadi satu-satunya taman rekreasi di Bali yang memiliki 16 wahana berkelas dunia. Tak tanggung-tanggung, semua wahana yang ada dibagi ke dalam 5 zona dengan konsep yang berbeda-beda.

Beberapa zona yang akan traveler jelajahi di Trans Studio Bali yaitu Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone.

Memasuki Trans Studio Bali, traveler akan disambut dengan Bali Senses, sebuah area dengan kecanggihan digital interaktif yang dipadukan dengan keindahan alam dan budaya Bali.

“Area Bali Senses yang menyambut pengunjung. Bali Senses ini memperkenalkan alam dan budaya Bali dengan kecanggihan digital yang interaktif. Temboknya bisa disentuh dan berasa berjalan di atas air,” kata Sukma Widyantari, PR Trans Studio Bali.

Zona Port of Liverpool, di sini traveler bisa melihat dan masuk ke dalam miniatur Kapal Titanic. Pada zona Port of Liverpool traveler akan menemukan banyak spot foto instagramable dengan latar belakang Kapal Titanic.

Camera Zone, sebuah zona wahana yang terinspirasi dari film. Beberapa wahana yang wajib traveler coba di Camera Zone adalah iFly, Boomerang Coaster, Formula Kart, Frank House, Illusion House, dan Puppet Master Ferrish Wheel. Bagi traveler yang datang dengan anak kecil, Kids Playground adalah wahana yang wajib dicoba.

Culture Zone, di sini traveler akan menemukan wahana dan show yang memperkenalkan budaya Indonesia. Culture Zone menyajikan beberapa wahana seperti Flying Over Indonesia, Lattern Tree, Bat Glider, dan Luckey Tree Climber. Tak kalah seru di Culture Zone traveler bisa menyaksikan Gayatri Show di Amphitheatre.

Adventure Zone, zona yang menawarkan wahana penuh petualangan. Wahana yang wajib traveler coba adalah The Forbidden Temple Rapid Adventure, Werewolf World, Rood Warge Wasteland Escape, dan City of The Dead. Yang tak boleh ketinggalan dari Adventure Zone adalah menyaksikan Temple Raiders Stunt Show.

Terakhir adalah Action Zone. Di sini traveler akan menemukan wahana Ninja Course dan Rooftop Experience. “Di Action Zone ini menyajikan wahana aksi. Pengunjung bisa mencoba seperti menjadi ninja di Ninja Course, ada wahana action jump juga. Tak cuma wahana, di sini ada The Big Clock yang cocok untuk spot foto,” kata dia.

Tak perlu khawatir, dengan membayar tiket masuk seharga Rp 200.000 untuk domestik dengan KTP Bali, Rp 275.000 untuk domestik, serta Rp 500.000 untuk wisatawan asing, traveler sudah bisa menjelajah seluruh wahana dan show yang ada di Trans Studio Bali. Jika ingin mencoba wahana iFly traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 400.000 untuk dua sesi dengan durasi 1 menit per sesi.

“Yang menarik dari Trans Studio adalah dengan satu tiket masuk bisa mencoba semua wahana dan berkali-kali. Jadi pengunjung bisa berwahana sepuasnya di Trans Studio Bali,” katanya saat ditemui oleh detikTravel pada Rabu (13/12).

Semakin penasaran dengan keseruan berwahana di Trans Studio Bali? Skuy main ke Trans Studio Bali. Bener-bener seseru itu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Rekomendasi Wahana di Trans Studio Bali


Denpasar

Taman rekreasi indoor Trans Studio Bali bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburmu. Trans Studio Bali lengkap dengan lima zona permainan dan 16 wahana berkelas dunia. Masih bingung mau mencoba wahana apa? Yuk simak rekomendasi dari detikTravel.

Trans Studio Mall Bali berada di Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar Bali, taman rekreasi indoor iniresmi dibuka pada 16 Desember 2022.

Taman hiburan ini diigadang-gadang menjadi The Most Instagramable Theme Park. Bukan tanpa alasan, setiap sudut dari Trans Studio Bali menjadi tempat yang sip untuk berfoto, estetik dan instagramable banget.

Tak hanya itu, Trans Studio Bali yang terletak di dalam Trans Studio Mall juga menjadi nilai plus dari taman rekreasi ini. Traveler tak perlu khawatir dengan cuaca yang tidak bersahabat.

Trans Studio Bali memiliki banyak wahana dan atraksi yang tersebar dalam 5 zona permainan. Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone. Ada 16 wahana seru yang siap mengisi waktu traveler selama di Trans Studio Bali.

Ingin berlibur di Trans Studio Bali dan masih bingung mau coba wahana apa aja?

Yuk simak 5 rekomendasi wahana yang wajib traveler coba di Trans Studio Bali.

1. Formula Kart

Wahana pertama ini cocok untuk traveler yang ingin merasakan sensasi menjadi seorang pembalap. Dalam sirkuit sepanjang 240 meter persegi traveler bisa bergaya ala pembalap tanpa perlu khawatir cuaca yang tak bersahabat.


2. Boomerang Coaster

Wahana yang satu ini cukup berbeda, Boomerang Coaster di Trans Studio Bali terletak di atas gedung. Memberikan pengalaman tak terlupakan dengan sensasi speed coaster. Dengan trek yang menantang dan menjulang ke langit, Boomerang coaster cocok untuk traveler yang suka tantangan dan memacu adrenalin.

3. Flying Over Indonesia

Flying Over Indonesia menjadi salah satu wahana favorit di Trans Studio Bali. Kerennya, Flying Over Indonesia hanya ada di Trans Studio Bali dan menjadi teater terbang pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.

Sesuai dengan namanya, di wahana ini traveler akan diajak menikmati pemandangan Indonesia dari ketinggian menggunakan paralayang digital. Nggak cuma seru tapi estetik banget.

“Flying Over Indonesia adalah wahana yang recommended banget karena cuma ada di Trans Studio Bali. Bahkan wahana ini teater terbang pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara untuk mengeksplor Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” kata Sukma Widyantari selaku PR Trans Studio Bali.

4.The Forbidden Temple Rapid Adventure

Siapa sangka ada sungai di dalam gedung. The Forbidden Temple Rapid Adventure adalah arum jeram mini yang menyajikan pengalaman bermain arum jeram di dalam gedung. Tak kalah menarik adalah traveler bisa menyaksikan pemandangan Bali dari atas gedung loh!

5.Road Rage Wasteland Escape

Di wahana ini traveler akan dibekali dengan kacamata 4D dan diajak berpetualang menggunakan mobil. Traveler akan merasakan sensasi kabur dari penjara. Mobil yang traveler tumpangi juga akan bergerak dan bergoyang, ditambah dengan efek suara dan ledakan yang membuat wahana ini semakin seru.

Tak hanya wahana seru, Trans Studio Bali juga menghadirkan empat show yang spektakuler. Ada Gayatri Show, Simsalsabim Show, Temple Raiders Stunt Show, dan Dream Festival Parade.

Sebagai The Most Instagramable Theme Park, Trans Studio Bali memiliki banyak spot foto instagramable, seperti Bali Senses dan Kapal Titanic.

Untuk mencoba semua wahana dan atraksi yang ada, traveler hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 200.000 untuk domestik dengan KTP Bali, Rp 275.000 untuk domestik, serta Rp 500.000 untuk wisatawan asing. Sudah termasuk akses ke semua wahana (kecuali iFly).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Memukau… Puri Agung Karangasem, Istana Peninggalan Kerajaan Karangasem


Karangasem

Puri Agung Karangasem adalah salah satu bukti peninggalan Kerajaan Karangasem yang masih eksis. Arsitektur Bali membuat puri ini sangat indah.

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menjelaskan bahwa pembangunan Puri Agung Karangasem dimulai oleh Ida A. A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Pada akhir abad ke-19, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Ida A. A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

“Untuk Puri Agung Karangasem, sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Karangasem saat itu, Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan berupa istana raja yang strukturnya masih utuh sampai sekarang,” kata Anak Agung Made Kosalia.

Puri Agung Karangasem terbilang puri yang sangat istimewa, hal ini karena arsitektur bangunan Puri Agung Karangasem memadukan 3 budaya yaitu China, Eropa, dan Bali.

Walaupun dahulu merupakan istana Kerajaan Karangasem, sekitar tahun 1970 an Puri Karangasem sudah mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Daya Tarik Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem yang merupakan bangunan peninggalan sejarah Kerajaan Karangasem menyimpan banyak keindahan yang menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya adalah arsitekturnya yang unik.

“Istana peninggalan Kerajaan Karangasem ini memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari puri lainnya, di Puri Karangasem ini arsitekturnya memadukan tiga budaya, yaitu budaya China, Eropa, dan Bali,” ujar Kosalia.

Unsur budaya China dapat traveler lihat dari sisi candi yang menggunakan Candi Gelung dan bagian ukiran pintu istana yang identik dengan bangunan China.

Budaya Eropa terlihat pada relief-relief pada tembok serta bagian atas bangunan. Terdapat hiasan berupa crown yang identik dengan Eropa. Unsur Bali dapat traveler temukan pada bentuk motif ukiran patung-patung yang banyak ada di Puri Agung Karangasem.

Karena keunikannya, banyak wisatawan baik domestik maupun asing tertarik dan ingin tau lebih jauh tentang Puri Agung Karangasem.

Hingga saat ini, taksu dari Puri Agung Karangasem tak pernah hilang. Struktur bangunannya pun masih dipertahankan sampai saat ini sebagai warisan wisata sejarah.

Arsitektur yang unik membuat Puri Agung Karangasem memiliki banyak spot foto yang instagramable dan estetik. Terlebih konsep bangunannya yang masih nampak sama seperti awal pembangunan akan membuat fotomu akan semakin indah.

Anak Agung Made Kosalia menyebut pihaknya masih terbuka terhadap wisatawan yang masuk ke tempat tinggal anggota keluarga puri, selama wisatawan merasa nyaman dan mengikuti aturan yang ada.

“Kita mempunyai aturan, untuk masuk ke merajan itu tidak boleh, masuk ke kamar suci raja juga tidak boleh. Wisatawan hanya boleh mengambil foto dari luar saja,” kata Kosalia.


Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem terletak di Jalan Sultan Agung, Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Untuk sampai ke sini traveler harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Denpasar.

Destinasi bersejarah ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA. Bagi traveler yang berkunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 30.000 per orang.

“Biaya tiket masuk ini untuk bisa membiayai operasional karyawan yang bertugas, kita mempekerjakan sekitar 8 orang,” ujar Made Kosalia.

Tak hanya berkeliling, traveler yang ingin mengabadikan momen istimewa di sini dapat melakukan sesi prewedding dengan latar belakang bangunan kerajaan yang unik dan estetik. Untuk sesi prewedding akan dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu.

Penasaran bagaimana potret keindahan istana Kerajaan Karangasem? Puri Agung Karangasem adalah destinasi yang sip. Saat berkunjung tetap patuhi aturan yang ada ya traveler! Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga liburanmu menyenangkan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resmi Dibuka! Simak Harga Tiket Varuna, Teatrikal Bawah Air Pertama di RI



Gianyar

Mulai Kamis (21/12/2023) traveler sudah bisa menyaksikan Varuna, teatrikal bawah air dan dining pertama di Indonesia. Yuk simak rincian harga tiketnya, jangan sampai kehabisan ya!

Varuna mengajak traveler untuk merasakan petualangan sensorik sambil menyantap hidangan lezat dan menyaksikan pertunjukan teatrikal yang memesona. Ditemani dengan narasi yang digambarkan secara apik melalui perpaduan antara animasi potongan kertas, pedalangan, dan pertunjukan memikat.

“Varuna adalah teatrikal bawah air (underwater) dengan dining yang pertama di Indonesia. Selain menikmati show yang spektakuler, di Varuna akan menawarkan pengalaman dining yang tak terlupakan,” kata Alexander Zulkarnain, vice president Media Event & Digital Taman Safari Indonesia.

Traveler sudah bisa menyaksikan Varuna di Taman Safari Bali yang berlokasi di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali. Bertajuk “The Prince of The Sea”, traveler akan dibawa menyelami keindahan bawah laut. Untuk tahap awal, gate akan dibuka mulai pukul 12.30 WITA.

Jenis dan Harga Tiket Varuna di Taman Safari Bali

Bagi traveler yang sudah penasaran dengan keindahan teatrikal bawah air pertama di Indonesia ini, yuk simak harga tiket Varuna. Jangan sampai kehabisan ya!


1. Varuna Regular Package

Wisatawan Domestik
• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 679.500/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 899.000/orang
Wisatawan Mancanegara
• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 852.500/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 1.162.500/orang

Bagi traveler yang memilih Varuna Regular Package akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti 1x Safari journey, Varuna show, animal educational presentation, tiger educational presentation, elephant educational presentation, welcome drink, 1x funzone, dan Rainforest Trail.

Pada Varuna Regular Package traveler tak diizinkan untuk melakukan permintaan pengaturan seat.

2. Varuna Deluxe Package

• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 1.162.500/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 1.472.500/orang

Bagi traveler yang memilih Varuna Deluxe Package akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti 1x Safari journey, Varuna show, animal educational presentation, tiger educational presentation, elephant educational presentation, welcome drink, 1x funzone, dan Rainforest Trail.

Pada Varuna Deluxe Package traveler akan mendapatkan fasilitas tambahan yaitu lunch deluxe set menu dan 1 dining table yang terdiri dari 4 kursi. Seat akan diatur oleh staf Varuna.

Beberapa menu yang dapat traveler pilih, mulai dari Yellow Fin Tuna, Burrata & Tomato (vegetarian), Rosemary Roasted Chicken Breast, La Bonnotte Potato & Capsicum Lasagna (vegetarian), Mango Frozen Mousse, dan Apricot Chocolate Cake.

3. Varuna Premium Package

• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 1.395.000/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 1.937.500/orang

Bagi traveler yang memilih Varuna Deluxe Package akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti 1x Safari journey, Varuna show, animal educational presentation, tiger educational presentation, elephant educational presentation, welcome drink, 1x funzone, dan Rainforest Trail.

Fasilitas tambahan bagi traveler yang memilih Varuna Premium Package adalah tempat duduk yang premium, minuman dan canapes, serta premium set menu. Tak hanya itu, traveler juga dapat memilih seat yang diinginkan. Kursi yang dipilih tidak bisa diubah ya traveler!

Varuna memiliki kapasitas 150 orang. Bagi traveler yang tak mau kehabisan tiket Varuna, dapat langsung melakukan pemesanan tiket di https://tamansafari.com/varuna/.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Second Floor Coffee Sanur, Menikmati Secangkir Kopi Bonus View Titi Banda



Denpasar

Second Floor Coffee sejatinya tidak ‘menjual’ view. Kedai kopi di Sanur ini memiliki keunggulan biji kopi dengan citarasa buah dan mengharamkan gula saat menyeduhnya.

Kini, Second Floor Coffe ada di beberapa kota di Indonesia, tetapi yang pertama ada di Sanur. Kedai kopi ini benar-benar ada di lantai dua di kediaman pemiliknya, Adi Suhendra, di Jalan Bypass Ngurah Rai No.86, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Kedai ini dibangun sejak Maret 2018.

Adi memang memiliki kecintaan pada kopi khususnya kopi Indonesia. Berawal dari ketertarikannya itu, Adi tergelitik untuk mencoba meracik kopi Indonesia dengan berbagai buah-buahan dan tumbuhan tropis yang ada di Indonesia.

Nama Second Floor Coffee diambil dari tempat coffee shop yang memang berlokasi di lantai 2. “Saran nama ini berasal dari istri sih, dulu disarankan kenapa nggak namanya second floor aja karena kan lokasinya nanti di lantai 2,” kata Adi.


Second Floor Coffee di DenpasarAdi Suhendra, pemilik Second Floor Coffee di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti)

Uniknya kehadiran Second Floor Coffee dikhususkan untuk traveler yang bukan pecinta kopi. “Pengalamanku sama istri dan teman-teman kalau ngopi nggak pernah bisa kopi hitam. Itu jadi alasan kalau bikin produk itu targetnya bukan yang antusias ngopi, tapi teman-teman yang nggak antusias kopi,” ujar Adi.

Berkaca dari pengalaman, Adi menjelaskan bahwa dibutuhkan pendekatan khusus untuk konsumen yang bukan antusias kopi. Salah satunya dengan penggabungan rasa buah-buahan dengan biji kopi pilihan.

Selama lima tahun sejak 2012, Adi sudah menghabiskan waktunya untuk melakukan riset dan pengembangan produk hingga berhasil menggagas inovasi speciality coffee yang memadukan buah lokal dan biji kopi pilihan.

Specialty Coffee merupakan kopi yang mempunyai kualitas bagus dengan rentetan proses khusus mulai dari pemetikan kopi (disebut cherry), dipetik sesuai musim atau waktu petik tertentu (bukan pemetikan masal), proses penyucian hingga di-roasting menjadi biji kopi.

“Kami berdedikasi untuk memberikan pengalaman minum kopi yang autentik dan menyenangkan. Kopi khas kami adalah ekspresi yang dibuat dengan cermat dan tujuannya adalah untuk menyajikan kopi yang nikmat untuk para penggemar berat kopi atau mereka yang baru saja memulai perjalanan mereka menikmati kopi,” kata Adi.

Tak perlu khawatir, Adi menjelaskan bahwa semua racikan kopi di Second Floor Coffee tidak menggunakan gula ataupun sirup gula sebagai pemberi cita rasa manis. Signature dan cold brew coffee yang memunculkan cita rasa manis dari penggunaan buah-buahan.

Menu andalan pertama dari Second Floor Coffee ada Signature Coffee yang bercita rasa buah-buahan. Rasa manis dari buah berpadu dengan rumput laut yang disajikan tanpa susu sapi. Second Floor Coffee Sanur menawarkan beberapa varian Signature Coffee.

Peratama ada Black Guava dengan rasa jambu merah, di dalamnya diperkaya dengan aroma coklat. Yuziutto dengan transisi rasa lemon dan jeruk limau yang diperkuat dengan buliran jeruk. Mankay yang beraroma saling sambung menyambung cita rasa tajam buah mangga yang berbaur dengan rasa manisnya.

Varian Kiwi yang di dalamnya terdapat rasa manis dan asam yang tersembunyi. Seaweed dengan aroma nikmat rumput laut yang sarat kandungan antioxidant dengan cita rasa tersembunyi dari teh hijau. Fresamentado, kopi dingin dari single origin coffee dari Kintamani yang dipadukan dengan buah strawberry, susu oat coklat disajikan dalam tumbler yang berguna untuk menjaga suhu minuman tetap terjaga.

Untuk mencicipi Signature Coffee dari Second Floor Coffee traveler hanya perlu membayar sekitar Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu.

Menu andalan kedua adalah Cold Brew Indonesia in a Bottle. Indonesia In A Bottle masuk dalam kategori Cold Brew kopi dengan bahan dasar biji kopi arabika dari Kintamani speciality grade dari seluruh Indonesia.

Second Floor Coffee melakukan proses cold brew kopinya dengan menambahkan buah-buahan dan teh bercita rasa bunga, seperti mawar merah, osmanthus, strawberry, cranberry dan nanas. Jika seal botol masih ditutup, bisa bertahan selama dua minggu dari tanggal produksi. Tapi jika sudah dibuka maka hanya 3-5 hari.

Menu Cold Brew Indonesia in a Bottle memiliki tujuh varian berbeda. Pertama ada Adam, cold brew yang dicampur dengan mawar. Dvil Wood, cold brew kopi yang diracik dengan bunga Osmanthus. Bolsa, cold brew kopi yang berasal dari kopi asli dipadukan dengan manisnya buah strawberry.

Varian Karonda yang dibuat dengan biji kopi pilihan dan dipadukan dengan cranberry. Tupi, kopi rasa tropis yang disandingkan dengan buah nanas yang segar. Kintamani, kopi dengan cita rasa jeruk. Terakhir ada Reja, kopi yang sudah melalui proses brewing bersama dengan jahe.

Untuk mencicipi menu Cold Brew Indonesia in a Bottle traveler hanya perlu membayar Rp 75 ribu.

Tak hanya unik dari segi racikannya, namun cara menyajikan, menuangkan hingga meneguknya pun dibuat dengan prosedur khusus yang semuanya dipaparkan dengan jelas proses dan cerita di balik itu oleh semua oleh para staf Second Floor Coffee.

Bagi traveler yang ingin ngopi tapi bosan dengan rasa kopi yang monoton, Second Floor Coffee adalah solusi yang sip. Perpaduan antara kopi pilihan dengan buah-buahan yang segar akan memberikan pengalaman ngopi yang unik.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Liburan ala Eropa di Bali, Sini ke Kintamani



Bangli

Wisata Bali tak melulu pantai. Ada juga wisata dataran tinggi dengan pemandangan menawan bak di Eropa. Lokasinya di Kintamani.

Kawasan Penelokan di Kintamani, Bangli, Bali, viral di media sosial (medsos) karena disebut mirip Eropa. detikBali juga merasakan keindahan malam hari di Penelokan. Lampu anjungan dan kabut yang turun mengakibatkan pendar cahaya lampu terlihat agak meredup.

Suasana seperti di Eropa makin terasa karena di dekat anjungan terdapat sebuah kafe yang bentuk bangunannya seperti Colosseum. Kafe bernama Colosseum Bali itu kerap dijadikan latar bagi wisatawan berfoto saat malam hari.


Pengalaman serupa juga dikatakan Dayu Sinta. Warga Bangli itu mengajak sepupunya dari luar kota untuk menikmati sensasi foto saat malam hari di Penelokan. “(Sepupu) katanya penasaran, sekalian coba foto di anjungan, ala (foto) di Eropa yang viral,” kata perempuan berusia 20 tahun itu.

Dayu menjelaskan meski tinggal di Bangli, ia tidak bosan menghabiskan waktu di Kintamani. Sebab, objek wisata dan akomodasi baru yang cocok menjadi tempat foto terus bermunculan. “Sekarang ini kan banyak tempat camping yang asyik,” ujar dia.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli, I Gede Putu Budiastawa, sejumlah pihak berupaya menambah sejumlah fasilitas di kawasan itu. Misalkan, sejumlah kafe kekinian mulai bermunculan di Penelokan.

Bahkan sejumlah kafe itu menawarkan layanan melihat matahari terbit dengan latar Danau Batur dan Gunung Batur pada wisatawan. Hal itu menambah daya tarik Kintamani.

“Kami harap wisatawan yang berkunjung bisa lebih nyaman. Atraksi wisata dan fasilitas yang bertambah mengakibatkan kepuasan wisatawan juga bertambah,” kata Budiastawa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli mengusulkan membangun trototar lebar di pinggir Danau Batur pada tahun depan. Tujuannya, agar wisatawan bisa menikmati objek wisata tersebut sambil berjalan kaki.

“Dengan kondisi Kintamani yang mulai menggeliat, makin ramai kunjungan, penerimaan PAD (pendapatan asli daerah) meningkat juga,” Budiastawa berharap.

Artikel ini sudah tayang di detikBali.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com