Tag Archives: wisata bali

Sejarah Puri Agung Karangasem



Karangasem

Puri Agung Karangasem bukan istana biasa. Istana yang satu ini terbilang istimewa dengan arsitekturnya yang unik. Sudah begitu, ternyata istana ini dibangun setelah Raja Karangasem berhasil berkuasa di Pulau Lombok.

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menyebut Kerajaan Karangasem mulai eksis pada abad ke 17. Kerajaan Karangasem bahkan telah melakukan ekspansi kerajaan hingga ke Pulau Lombok.

Kerajaan Karangasem, yang menguasai Lombok kala itu, membawa kerajaan ini ke masa kejayaannya. Saat menyerang Lombok, di Karangasem terdapat kekosongan kekuasaan. Agar tidak berlama-lama kerajaan lowong, ditugaskanlah I Gusti Gede Putu untuk kembali ke Puri Kelodan untuk mengendalikan pusat kerajaan.

Pada abad ke 18, pusat Kerajaan Karangasem dipindahkan dari Puri Kelodan ke Puri Gede. I Gusti Gede Putu kemudian digantikan oleh Ida A.A. Gde Djelantik (Stederhouder I) dan memindahkan kekuasaan Kerajaan Karangasem ke Puri Kanginan atau Puri Maskerdam.

Pembangunan Puri Agung Karangasem dirintis oleh Raja Karangasem ke XV yaitu Ida A.A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Tahun 1908 Ida A.A. Gde Djelantik menunjuk keponakannya untuk menjadi raja yang bernama Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

Pada akhir abad ke XIX, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Karangasem terakhir yaitu bernama Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

“Untuk Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan kerajaan pada saat itu, jika dilihat dari arsitektur bangunan puri, Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan yang strukturnya masih utuh sampai sekarang,” kata Kosalia.

Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan Raja Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem adalah istana yang istimewa. Dibangun pada lahan dengan luas sekitar 2 hektar, keistimewaan puri ini karena arsitektur puri yang menggabungkan 3 budaya sekaligus, yaitu China, Eropa, dan Bali.

“Untuk arsiteknya itu adalah raja yang terakhir. Saat pengerjaan taman-tamannya, dibantu juga oleh arsitektur Belanda pada saat itu,” kata kata Kosalia.

Sebagai destinasi wisata heritage, sejak tahun 1970 an Puri Agung Karangasem sudah mulai dikunjungi oleh wisatawan. “Waktu saya masih SD, saya lihat orang-orang Eropa sudah banyak yang melihat puri sebagai tempat peninggalan sejarah,” ujar Kosalia.


Di balik arsitektur bangunan unik dan sip, ternyata ada cerita menarik dari Puri Agung Karangasem. Bagi traveler yang ingin mencoba destinasi bersejarah dengan arsitektur dan spot instagramable, Puri Agung Karangasem adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengunjungi Minimarket Berpemandangan Surga yang Viral, Terbaik di Indonesia?



Bangli

Minimarket satu ini viral di media sosial. Alasannya adalah toko modern itu memiliki pemandangan bak di surga. Bisa jadi inilah minimarket dengan pemandangan termahal di Indonesia

Lokasi minimarket itu berada di Kintamani, Bali. Pemandangan spektakuler akan dirasakan oleh setiap traveler. Dipastikan mereka akan betah berlama-lama di sana.

Jika duduk di balkon belakang, traveler akan disuguhi pemandangan terbaik berlatar Gunung Batur. Eloknya kawasan Kintamani di Kabupaten Bangli itu menjadi pemanis saat Anda berbelanja atau sekadar menikmati kopi.


Saking ciamiknya, minimarket ini dinobatkan oleh warganet sebagai minimarket dengan pemandangan tercantik di Indonesia. Tak ayal banyak orang membahas tempat ini sehingga viral di media sosial.

Sebelumnya, pemilik akun @adtwiguna memamerkan pengalaman berkunjung ke minimarket itu awal dibuka dan mengunggah videonya di Instagram miliknya. Dalam unggahan itu, ia menyebut minimarket itu punya view tercantik di Indonesia.

Minimarket itu terletak di Jalan Raya Penelokan, Kintamani, Bangli. Cukup strategis karena berada di pinggir jalan besar dan berada di kawasan wisata.

Buka sejak awal Desember lalu, tempat nongkrong ini langsung kebanjiran pelanggan. Maklum, minimarket ini punya tempat spesial di balkon bagian belakang toko untuk ngopi dan sekadar santai. Pengunjung juga dapat bonus melihat gunung sambil healing.

Namanya saja toko berjejaring, tempat ini menjual barang yang sama, seperti makanan ringan, minuman, dan aneka kopi. Toko ini juga menyediakan fasilitas lengkap seperti kursi dan meja di bagian depan.

“Kebetulan mampir aja di sini habis dari air panas. Kan (minimarket) terkenal di medsos dari waktu lalu. Lumayan ngopi santai murah meriah,” kata Gede Sanjaya, pria asal Singaraja, baru-baru ini.

Musim liburan akhir tahun seperti saat ini, kawasan Kintamani sudah padat wisatawan sejak beberapa hari lalu. Mereka tidak hanya datang ke sejumlah destinasi yang ada seperti Toya Bungkah, Penglipuran dan sekitarnya.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat di Bali yang Punya Tram Lift di Jurang


Jakarta

Beberapa tempat seperti resort, hotel, ataupun beach club di Bali, memiliki layanan tram lift (kereta listrik) untuk pengunjungnya. Tram lift sendiri adalah lift yang dirancang untuk memobilisasi pengunjung yang menuruni lokasi curam, seperti tebing atau jurang.

Dengan tram lift, setidaknya pengunjung bisa merasakan sensasi dan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan menaiki lift biasanya. Ketahui daftar beberapa tempatnya berikut ini.

Tempat yang Memiliki Tram Lift di Bali

Tim detikTravel telah mengumpulkan informasi terkait resort hingga beach club yang memiliki tram lift yang meluncur ke jurang/tebing, di antaranya:


1. Hanging Gardens of Bali

Hanging Gardens of Bali berlokasi di Buahan, Payangan 80571, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dilansir dari laman resminya, resor ini memiliki 44 villa mewah. Terletak di Utara Ubud, resort ini memiliki taman gantung yang didesain menyatu dengan alam.

Fasilitas tram lift, akan mengantarkan pengunjung dari lobi menuju Three Elements Restaurant. Sehingga, hal itu akan memberikan pengunjung rasa tenang yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

2. Sundays Beach Club

Beralamat di Jalan Pantai Sel. Gau Banjar Wijaya Kusuma, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Tempat ini di paling Selatan Bali.

Dilansir dari akun Instagram resminya @sundaysbeachclub’s, untuk bisa memasuki klub pantai pengunjung akan melalui akses kereta gantung, dilanjutkan dengan beberapa anak tangga. Pasalnya, pesisir pantainya terletak di bawah tebing.

Sundays Beach Club ini mengklaim menghadirkan pengalaman pantai, dengan berbagai aktivitas olahraga air (tak-bermotor), penawaran makanan minuman kelas dunia.

3. Ayuterra Resort

Ayana Resort berlokasi Jalan Raya Kedewatan No.17A, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.Hotel dan resort ini menawarkan kemewahan dan juga tempat hiburan, hotel, spa, hingga restoran.

Pengunjung yang ingin menuju rock bar yang ada perlu menggunakan lift kaca di tepi tebing yang menyuguhkan pemandangan hijau dan hamparan lautan biru.

4. Nandini Jungle by Hanging Gardens

Nandini Jungle by Hanging Garden beralamat di Banjar Susut Buahan, Ubud, Payangan, Bali. Kawasan resort ini berdiri di jantung hutan hujan Payangan – Ubud.

Berdasarkan informasi laman resminya, Nandini Bali memiliki 18 villa dan 16 suite mewah. Di setiap vilanya pengunjung bisa menikmati menawarkan pemandangan menakjubkan dari balkon pribadi ke ngarai Ayung.

Tak heran, karena lokasi villa yang berada di lereng yang cukup curam maka tersedia tram lift untuk menghubungkannya.

5. Bvlgari Resort

Bvlgari Resort beralamat di Banjar Dinas Kangin Jalan Goa Lempeh Jalan Raya Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali. Resort ini menawarkan villa-villa mewah, yang juga memiliki fasilitas lift luar.

Terdapat restoran bernama La Spaggia yang letaknya di bawah tebing. Sehingga, hanya dapat diakses melalui tram lift. Waktu operasional dari restoran ini dari pukul 12.00-16.30 WITA

6. Ayana Resort

Berlokasi di Jalan Karang Mas Sejahtera, Jimbaran, Badung, Bali. Resort in memiliki luas 90 hektar yang terletak di taman puncak tebing, Jimbaran, di pantai ‘matahari terbenam’ Bali.

Tempat ini memiliki kawasan untuk hiburan, hotel, spa,kolam renang, gym, restoran, hingga fasilitas rock bar di tepi laut. Tamu yang ingin menuju bar nantinya bisa menggunakan lift kaca di tepi tebing dengan pemandangan mengarah lautan.

7. Karma Kandara Resort

Berlokasi di Jalan Villa Kandara, Banjar Wijaya Kusuma, Ungasan, Bali. Kawasannya berada di Bukit Peninsula Bali, yang dikenal secara global sebagai ‘Billionaire’s Row’.

Resort ini memiliki lift luar yang bisa digunakan pengunjung untuk menuruni tebing yang curam, sebagai akses dari hotel menuju Pantai Karma Bali.

Itu tadi beberapa tempat yang memiliki layanan tram lift atau akses kereta gantung listrik di Bali. Kalian ada yang sudah pernah atau tertarik untuk mencobanya?

(khq/inf)



Sumber : travel.detik.com

Istimewa, Arsitektur Puri Agung Karangasem Padukan 3 Budaya



Karangasem

Puri Agung Karangasem memiliki keistimewaan pada arsitekturnya. Bangunan di Puri Agung Karangasem memadukan tiga budaya sekaligus. China, Eropa, dan Bali.

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menyebut Puri Agung Karangasem dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Karangasem. Dulu, area ini tertutup untuk warga, tetapi kini dibuka untuk umum.

Pembangunan Puri Agung Karangasem dirintis oleh Raja Karangasem ke XV yaitu Ida A.A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Pada akhir abad ke XIX, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Karangasem terakhir yaitu bernama Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan Raja Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem adalah istana yang istimewa. Jika dilihat lebih jauh, ternyata Puri Agung Karangasem tak hanya mengusung konsep arsitektur Bali.

Anak Agung Made Kosalia menjelaskan bahwa arsitektur Puri Agung Karangasem memadukan 3 budaya sekaligus, yaitu budaya China, Eropa, dan Bali. Keunikan arsitektur Puri Agung Karangasem membuat destinasi sejarah ini sip banget untuk traveler yang sedang mencari destinasi instagramable.

Uniknya, ide perpaduan tiga budaya ini tercetus langsung dari sang raja.

“Untuk arsiteknya itu adalah raja yang terakhir yaitu Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem. Dimana saat pengerjaan taman-tamannya, dibantu juga oleh arsitektur Belanda pada saat itu,” kata Kosalia.

Anak Agung Made Kosalia menjelaskan bahwa unsur China terlihat dari ukiran-ukiran pintu istana yang merupakan ukiran khas China. Relief yang digunakan mengangkat budaya Eropa, contohnya relief crown khas Eropa. Ornamen Bali terlihat pada motif ukiran, contohnya adalah Patung Boma.

“Bangunan-bangunan yang ada di sana, unsur Chinanya terlihat dari ukiran pintu istana, itu merupakan ukiran China, yang mengukir juga orang China pada saat itu. Relief yang ada di sana tampak ada unsur budaya Eropa, contohnya seperti crown, itu Eropa punya. Ornamen Bali juga ada, seperti motif ukiran patung Boma,” ujar Kosalia.

Kawasan Puri Agung Karangasem memiliki luas sekitar 4 hektar dan yang digunakan untuk bangunan puri sekitar 2 hektar. Hingga saat ini, struktur Puri Agung Karangasem masih utuh dan sama seperti aslinya.

“Untuk Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan kerajaan pada saat itu, jika dilihat dari arsitektur bangunan puri, Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan yang strukturnya masih utuh sampai sekarang,” ujar Kosalia.

Di satu destinasi bisa lihat tiga budaya sekaligus, unik banget! Puri Agung Karangasem tak hanya unik tapi juga estetik dan instagramable. Sip banget untuk jadi spot foto.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bisa Lho Taman Safari Date di Bali, Cek Harga Tiket dan Jam Operasional



Gianyar

Berlibur ke Bali nggak melulu soal pantainya. Bali mempunyai sejumlah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Safari Bali.

Taman Safari Bali merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 satwa yang terdiri dari 120 spesies. Termasuk, spesies langka dan terancam punah seperti komodo, orang utan, burung jalak Bali, dan sebagainya.

Berada di lahan seluas sekitar 40 hektar, Taman Safari Bali tak hanya menjadi tempat rekreasi, namun juga menjadi kawasan konservasi bagi hewan yang langka dan keberadaanya terancam punah.


Bagi traveler yang ingin berwisata ke Taman Safari Bali, yuk simak ringkasan informasinya dari detikTravel.

Wahana dan Daya Tarik Taman Safari Bali

Di Taman Bali Safari, terdapat berbagai jenis satwa langka dari tiga negara berbeda, yaitu Indonesia, India, dan Afrika. Sebanyak 60 spesies dengan total 400 satwa berasal dari Indonesia, termasuk Babi Rusa, Tapir, Buaya, Jalak Putih, Burung Hantu, dan Harimau Sumatera.

Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan untuk keluarga, dengan pertunjukan satwa dan pengetahuan tentang satwa. Selain itu, ada kampung gajah dengan atraksi gajah, dan beragam kuliner.

Tak hanya itu, di sini traveler bisa mencoba berbagai wahana yang akan mengajak traveler bertualang mengeksplorasi berbagai satwa. Beberapa diantaranya adalah Feed The Predator, Jeep Safari, Jungle Hopper Legend, Elephant Safari, Night Safari, dan Water Play and Fun Zone.

4×4 Jeep Safari, wahana yang akan membawa traveler untuk melihat satwa liar dari dekat menggunakan jeep berukuran 4×4. Traveler akan merasakan sensasi berinteraksi langsung dengan satwa liar di alam bebas. Tak perlu khawatir, kendaraan sudah dilengkapi dengan perlengkapan khusus jadi aman untuk pengunjung.

Jungle Hopper Legend, sama seperti Jeep Safari, wahana ini akan membawa traveler mengeksplorasi berbagai satwa di alam bebas. Traveler akan menikmati sensasi bertualang dan berinteraksi dengan satwa. Paket Jungle Hopper Legend sudah termasuk safari journey, Bali Agung Show, dan atraksi hewan lainnya. Harga untuk paket Jungle Hopper Legend mulai dari Rp 520.000/orang.

Elephant Safari Experience, pas dengan namanya, wahana ini memberikan traveler pengalaman untuk berinteraksi lebih dengan dengan hewan raksasa yang satu ini, gajah. Traveler dapat memberi makan dan menunggangi gajah di Taman Safari Bali.

Night Safari Package, berbeda dari pengalaman safari pada siang hari. Taman Safari Bali juga menghadirkan pengalaman bersafari pada malam hari, namanya Night Safari Package. Traveler bisa menyaksikan aneka satwa di malam hari. Tak hanya itu, terdapat pertunjukan seperti fire dance. Harga untuk Night Safari Package mulai dari Rp 880.000/orang sudah termasuk dinner.

Feed The Predator, wahana ini akan mengajak traveler untuk merasakan sensasi memberi makan hewan buas dari dekat menggunakan trem khusus yang dikurung. Tak perlu khawatir, kegiatan ini tentu diawasi dan dijaga ketat oleh para profesional. Wahana ini tersedia setiap hari pukul 14.00 – 16.00 WITA dengan harga sebesar Rp 275.000/orang.

Water Play & Fun Zone, wahana ini cocok untuk traveler yang berlibur bersama anak. Tak perlu bingung, untuk sampai ke wahana ini, traveler cukup menuju ke Uma Restoran, letak Water Play Zone tepat di samping Uma Restoran. Wahana ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA dengan harga tiket untuk masuk ke Water Play Zone sebesar Rp 30.000/orang.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Taman Safari Bali

Taman Safari Bali berlokasi di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk sampai di sini, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Taman Safari buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA untuk Day Safari dan pukul 18.00 – 21.00 WITA untuk Night Safari. Untuk harga tiket masuk untuk Safari Explorer mulai dari Rp 175.000/orang dan Safari Legend mulai dari Rp 275.000/orang.

Bagi traveler yang ingin berlibur bersama keluarga, Taman Safari Bali adalah pilihan yang sip. Jangan lupa selalu patuhi peraturan yang ada ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Pusat Edukasi Lontar Indonesia: Museum Pustaka Lontar



Karangasem

Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban bertekad menjaga kelestarian naskah lontar yang sudah berusia ratusan tahun. Museum ini dianggap sebagai pusat edukasi lontar di Indonesia.

Lontar merupakan catatan literasi yang menggunakan daun ental sebagai media penulisannya. Sebelum digunakan sebagai media lontar, daun ental harus melalui rangkaian proses panjang hingga bisa digunakan untuk menulis.

Lontar biasanya ditulis menggunakan pengrupak, semacam pisau khusus untuk menulis di atas daun ental. Untuk menimbulkan warna hitam, digunakan tingkih atau kemiri bakar. Lontar ditulis menggunakan aksara Bali.

Dibangun pada bulan Maret 2017 dan rampung pada Agustus 2017, Museum Pustaka Lontar berlokasi di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, Bali. Dari Kota Denpasar, traveler cukup menempuh waktu sekitar 1 jam 50 menit untuk dapat sampai di Museum Pustaka Lontar.

Museum Pustaka Lontar adalah sebuah kompleks museum yang menyimpan ribuan koleksi catatan yang ditulis di atas daun lontar kering. Semua catatan ini usianya sudah tua bahkan ratusan tahun, yang isinya mulai dari tata cara kehidupan ritual hingga keseharian masyarakat Bali. Semua catatan ini pun masih dijadikan pedoman aturan di masyarakat adat Bali.

Kehadiran Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban tak hanya menjadi destinasi wisata budaya, namun kini menjelma menjadi pusat edukasi lontar di Karangasem, Bali.

I Dewa Ayu Puspita Padni, guru Bahasa Bali SMP 5 Amlapura, mengaku ia dan siswa di sekolahnya sering berkegiatan di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban.

“Kami dari sekolah sering berkegiatan di museum ini. Mulai dari nyurat lontar di sini, melakukan persiapan lomba, dan melakukan rekaman jika ada lomba secara online,” kata dia.

Menurut I Dewa Ayu Puspita Padni kehadiran Museum Pustaka Lontar sangat bermanfaat bagi sekitar, terutama untuk edukasi generasi muda terkait budaya ngerupak dan nyurat aksara Bali.

“Kalau kami di sekolah, perlu contoh dan motivasi dari tempat lain. Kebetulan museum ini memiliki koleksi lontar yang lengkap, itu cukup menjadi contoh dan acuan untuk kami dalam menularkan tradisi ngerupak,” dia menjelaskan.

Sebagai salah satu tenaga pendidik, I Dewa Ayu Puspita Padni berpesan untuk tidak memandang sebelah budaya lontar dan sastra Bali. Meskipun di tengah perkembangan teknologi, sastra dan aksara Bali tidak akan pernah tenggelam.

“Secanggih apapun teknologi sekarang, tulisan yang dihasilkan dengan tulisan tangan di atas daun lontar tak akan pernah terkalahkan taksunya. Setiap goresan tangan akan diikuti dan dijiwai oleh sang penulis, itu taksu tersendiri dari lontar dan sastra Bali,” ujarnya.

Ternyata tak hanya menjadi wisata edukasi Budaya, kehadiran Museum Pustaka Lontar telah menjelma sebagai pusat edukasi lontar khususnya bagi masyarakat Kabupaten Karangasem. Bagi traveler pecinta budaya, Museum Pustaka Lontar adalah destinasi yang wajib traveler kunjungi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum Pustaka Lontar, Wisata Edukasi Rumahnya Lontar Bali



Karangasem

Bali timur tak hanya menawarkan keindahan alam yang menawan. Ternyata ada museum tersembunyi, pusatnya lontar Bali. Namanya Museum Pustaka Lontar di Desa Adat Dukuh Penaban.

Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban adalah museum komunitas karena dibangun oleh warga desa adat Pakraman Dukuh Penaban. Pembangunan museum mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2017.

Berdiri pada lahan seluas 1,5 hektar, museum hidden gems ini menyimpan ribuan koleksi catatan yang ditulis di atas daun lontar kering. Bahkan semua catatan ini usianya sudah tua, ada yang berusia sekitar 400 tahun.

Museum Pustaka Lontar menyimpan berbagai lontar yang isinya mulai dari tata cara kehidupan ritual hingga keseharian. Semua catatan ini pun masih dijadikan pedoman aturan di masyarakat adat Bali.

Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, menjelaskan kehadiran Museum Pustaka Lontar memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah pusat wisata edukasi dan pelestarian lontar.

“Tujuan utamanya adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Tapi saat melihat kondisi banyaknya lontar warga yang hancur, kita juga fokus ke pelestarian dan penyelamatan lontar,” dia menjelaskan.

Selain itu, menilik niat pembangunan museum tersebut ternyata Museum Pusaka Lontar dibangun untuk mencegah pemuda merantau. Ya, pembangunan Museum Pusaka Lontar sekaligus menjadi salah satu upaya membuka lapangan pekerjaan bagi warga kampung itu.

“Pendirian museum dilatarbelakangi oleh realita masyarakat desa. Saya melihat masyarakat yang masih SMA sudah berpikir untuk merantau. Saat itu, masyarakat kita sudah tua-tua juga, sedangkan di desa adat ada tradisi yang memang harus kita lakukan setiap tahun,” ujarnya.

Secara turun-menurun, warga Desa Adat Dukuh Penaban merupakan petani penggarap. Belakangan keinginan anak muda untuk merantau sangat kuat.

“Kami di prajuru adat memiliki kekhawatiran juga, bagaimana jika semua masyarakat keluar merantau sementara ada hal yang harus kita lakukan di desa. Karena persoalan ekonomi yang menyebabkan anak-anak ingin merantau. Sehingga, kami berpikir untuk membuka lapangan kerja,” kata I Nengah Suarya.


Daya Tarik Museum Pustaka Lontar

Berkunjung ke museum yang satu ini, traveler akan diajak masuk untuk menjelajahi jaman dulu. Arsitektur bangunan yang masih menggunakan batu bata dengan bangunan-bangunan khas Bali, seperti Bale Sang Kul Putih, Pewaregan, dan Bale Daja.

Bintang utama sekaligus daya tarik dari Museum Pustaka Lontar terletak dari koleksi lontar yang dimiliki museum ini. Traveler yang merupakan generasi muda tentu masih asing dengan bentuk dan wujud lontar.

Di Museum Pustaka Lontar, Traveler akan mendapatkan culture experience dan edukasi untuk mengenal lontar sebagai sumber ilmu pengetahuan. Traveler akan melihat catatan dari masa lalu yang hingga saat ini masih relevan dengan kehidupan masyarakat Bali.

Yang tak boleh traveler lewatkan adalah pengalaman menyurat langsung nama traveler di atas lontar dan di pajang di Bale Daja.

“Nah di sini uniknya, kita tidak hanya mengedukasi saja, namun juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menulis atau menyurat langsung nama mereka di lontar yang sudah kami sediakan dan akan kami pajang di Bale Daja,” ujarnya.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Museum Pustaka Lontar

Museum Pustaka Lontar berlokasi di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, Bali. Dari Kota Denpasar, traveler cukup menempuh waktu sekitar 1 jam 50 menit untuk dapat sampai di Museum Pustaka Lontar. Dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 – 16.30 WITA. Traveler tak dipatok untuk harga tiket masuk karena di Museum Pustaka Lontar masih menerapkan sistem donasi. Ketika berkeliling, traveler akan ditemani dengan seorang tour guide dari museum ini.

“Selama ini kita masih menggunakan sistem donasi dan sudah include dengan tour guide. Namun, kemungkinan ke depan kami akan merancang untuk menetapkan harga tiketnya,” katanya.

Museum Pustaka Lontar memiliki beberapa fasilitas seperti Balai Pertemuan, ruang pameran, Balai Asta Brata, open stage, bale daja, dan dapur. Museum ini juga memiliki fasilitas camp, cocok untuk traveler yang ingin bermalam di sini.

Mau mengisi liburan dengan aktivitas yang anti mainstream, yuk berkunjung ke Museum Pustaka Lontar!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Galeri Seni atau Kafe? Kopi Bali House di Denpasar Beda, Nih



Denpasar

Kopi Bali House, sebuah tempat ngopi yang tak hanya menawarkan kenikmatan secangkir kopi, tapi juga memanjakan pengunjung dengan keindahan seni. Ada lukisan dari kopi juga lho!

Kedai kopi itu berada di Denpasar, Bali. Bukan hanya tempat ngopi dan nongkrong, tetapi kafe ini lengkap dengan ruang seninya.

Sudah berdiri selama 20 tahun, Kopi Bali House tak hanya sebagai tempat ngopi belaka, tapi akan memanjakan mata traveler dengan keindahan lukisan-lukisan seni yang indah. Bahkan beberapa lukisan yang ada terbuat dari kopi lho traveler. Sip banget untuk traveler pecinta produk kopi sekaligus pecinta seni.

Wirawan Tjahjadi, pemilik Kopi Bali House, menjelaskan bahwa kehadiran Kopi Bali House menyuguhkan bermacam-macam kopi dan diharapkan menjadi rumahnya kopi Bali.

“Ini sudah 20 tahun berdiri, dahulu belum banyak yang tau masalah kafe ini. Dulu saya ingin membuat restoran dan menyuguhkan kopi-kopi yang enak dan macam-macam kopi. Akhirnya dibangun Kopi Bali House sebagai rumahnya kopi Bali,” kata Wirawan.

Kopi Bali House memiliki dua lantai yang terdiri dari beberapa ruangan dan memiliki kapasitas 200 pax. Konsep “more than a cup of coffee” yang diusung oleh Kopi Bali House terlihat dari konsep ruangan yang unik. Dindingnya dihiasi oleh lukisan, membuat ruangan semakin estetik dan instagramable.

Lukisan yang ada di Kopi Bali House bukan lukisan biasa. Wirawan menyebut beberapa lukisan yang tergantung di dinding ruangan terbuat dari kopi juga lho traveler. Unik dan cantik banget deh!


Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Kebanyakan lukisan di sini terbuat dari kopi. Bukan sekedar lukisan, karena berhubung kita pabrik kopi, jadi saya berpikir apa yang harus saya manfaatkan dari kopi ini. Akhirnya membuat lukisan dari kopi,” ujarnya.

Uniknya lagi, di sini traveler tak hanya menemukan lukisan dari kopi, tapi ada juga patung yang terbuat dari kayu kopi dan motor jadul yang di atasnya dilukis dengan kopi. Sip banget jadi spot foto instagramable.

Menurut Wirawan Kopi Bali House adalah salah satu kafe unik yang wajib dikunjungi karena konsepnya yang “one stop coffee shop”. Di sini traveler bisa menemukan kopi autentik, makanan lezat, galeri seni, dan berbagai hal terkait kopi.

“Kenapa orang wajib ke sini? Karena, di sini kami menciptakan one stop coffee shop. Kalau mau tahu tentang kopi, saya pasti bisa bantu. Nggak cuma ngopi aja, tapi bisa melakukan dan mengetahui banyak hal di sini, terutama tentang kopi,” dia menjelaskan.

Varian Menu di Kopi Bali House dan Harganya

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali dan ingin menikmati sensasi ngopi dengan konsep yang art banget, Kopi Bali House menjadi pilihan yang tepat. Di sini traveler bisa menemukan menu breakfast, lunch, dan dinner.

Dari menu minuman, Kopi Bali House menawarkan berbagai jenis kopi dengan cita rasa yang autentik. Beberapa menu yang dapat traveler cicipi, seperti black coffee, white coffee, noncoffee, smoothies, milkshake, soda, dan beer.

Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Yang tak boleh traveler lewatkan adalah menu andalan dari Kopi Bali House, yaitu Avocado Coffee. Kopi espresso berpadu dengan susu segar dan buah alpukat siap memanjakan lidah traveler. Lebih sip diminum saat siang hari, segar banget deh!

Wirawan menyebut seluruh kopi yang disajikan di Kopi Bali House adalah 100% dari pabrik sendiri. Hal ini membuat cita rasa kopi yang lezat dan autentik

Untuk menu makanan, traveler bisa menemukan berbagai menu seperti, starters, salads, soups, mains, burger n sandwiches, pasta, dan dessert. detikTravel mencicipi dua menu lezat dari Kopi Bali House, ada risoles dan babi kecap Bali. Rasanya dijamin lezat deh!

Untuk mencicipi menu dari Kopi Bali House, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 25 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Kopi Bali House

Kopi Bali House memiliki lokasi yang strategis, berada diantara Kota Denpasar dan Sanur, lebih tepatnya di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Kopi Bali House buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 22.00 WITA. “Kita biasanya ramai dari pagi sampai siang, karena di sini banyak yang mengadakan business meeting, karena lokasinya strategis. Kalau malem kebanyakan travel yang datang,” katanya.

Pengunjung di Kopi Bali House tak hanya dari wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara. Mulai dari kalangan anak muda hingga orang dewasa bahkan keluarga. Karena konsepnya yang unik, Kopi Bali House tak pernah sepi dari pengunjung. Jadi untuk traveler yang ingin berkunjung disarankan untuk datang lebih awal ya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Margot Riverside, Restoran Instagramable di Tepi Sungai Ayung


Jakarta

Restoran ini tidak hanya menyuguhkan makanan enak, tetapi paket komplet nuansa masa lalu, pemandangan indah Sungai Ayung, dan pepohonan yang rindang. Margot Riverside namanya.

Sesuai dengan namanya, Margot Riverside adalah sebuah restoran dengan bangunan berkonsep tempo dulu dan terletak di tepi Sungai Ayung, lengkap dengan pemandangan yang indah dan asri.

Yanto Soedjianto, pemilik Margot Riverside, menjelaskan restoran itu dibangun sekitar tahun 2017. Peresmian Margot Riverside dilakukan lima tahun kemudian, pada akhir tahun 2022.

Karena berlokasi di alam, Margot Riverside berkonsep semi outdoor agar pengunjung tetap bisa menikmati keasrian Sungai Ayung.

“Di sini konsep yang mau diangkat adalah suasana yang alami dan pemandangan yang indah, terlebih kita ada di pusat kota. Jadi sensasi alam seperti ini sulit didapatkan,” kata Yanto.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Margot Riverside memiliki kapasitas 60 pax dan pet friendly, jadi cocok untuk traveler yang ingin membawa hewan peliharan. Tak hanya bersantap, traveler bisa mencoba menjelajah pinggiran Sungai Ayung.

Yanto mengatakan banyak pengunjung yang membawa makanan yang dipesan ke area bawah dan seolah berpiknik di tepi Sungai Ayung.


“Banyak tamu yang turun ke bawah untuk selfie dan berfoto. Bahkan ada yang pesan makanan dan dibawa ke bawah, ala-ala piknik di pinggir sungai” ujarnya.

Spot favorit pengunjung untuk berfoto adalah di deck. Dari spot ini traveler bisa bersantap sambil menyaksikan keindahan Sungai Ayung dan berfoto dengan latar belakang yang indah. Sayangnya, spot deck ini hanya memiliki empat meja dengan kapasitas sekitar 10 orang.

“Spot favorit pastinya di deck, karena dekat dengan sungai. Kadang pengunjung sampai rebutan di deck. Suasananya bagus terutama di sore hari,” katanya.

Aktivitas Menarik di Margot Riverside

Kurang afdol rasanya jika traveler berkunjung ke Margot Riverside namun tak menjelajahi setiap sudut estetik di sini. Yanto menyebut terdapat beberapa aktivitas menarik yang sering dilakukan oleh pengunjung di Margot Riverside.

Aktivitas yang utama dan favorit pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang sungai dan pepohonan yang asri.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Banyak pengunjung yang selfie di sana sini. Terutama di bawah karena pemandangannya bagus, ada rumput hijau juga. Apalagi dapat spot di deck, itu favorit untuk foto,” ujarnya.

Tak jarang ada pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja sambil bersantap dan menikmati pemandangan sungai di Margot Riverside. Anak muda juga sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di sini.

Bagi traveler yang tinggal atau sedang berlibur di Denpasar, tapi ingin bersantap dengan konsep alam, Margot Riverside adalah pilihan yang sip. Di sini traveler bisa menemukan berbagai pilihan menu khas nusantara.

“Kita di sini ada menu Indonesia, yang rasanya autentik khas Indonesia. Kita bisa buat menu apa saja kalau ada yang request,” jelasnya.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Menu makanan di Margot Riverside terdiri dari banyak pilihan, mulai dari Starters, Indonesian Authentic Heritage, Pasta, Western Cuisine, dan Dessert. Yanto menyebut menu Ikan Bakar Jantung Pisang dan Pindang Serani menjadi menu andalan dari Margot Riverside yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, Margot Riverside menawarkan berbagai jenis menu, seperti juice, coffee, latte, frappe, mocktail, tea, dan lain-lain.

Untuk mencicipi menu dari Margot Riverside tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 10 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Margot Riverside

Margot Riverside memiliki lokasi yang strategis, dengan dengan pusat Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya beralamat di Jalan Padang Galak No.3, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 9 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Margot Riverside buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WITA. Setiap harinya Margot Riverside bisa kedatangan sekitar 100 pengunjung. Bahkan restoran ini sering digunakan untuk foto yearbook dengan minimum spend Rp 75 ribu. Waktu favorit pengunjung adalah weekend mulai pukul 16.00 WITA.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke Margot Riverside dan takut kehabisan spot di deck, traveler bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @margot_riverside_restaurant. Karena menjadi spot favorit, Margot Riverside sedang melakukan pengembangan deck, dan direncanakan rampung dalam sebulan ke depan.

Mau bersantap santai dengan pemandangan sungai yang asri? Traveler tak perlu jauh-jauh, karena Margot Riverside sudah hadir di tengah Kota Denpasar. Sip banget untuk nongkrong atau work form restaurant.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

ZD Living Bukan Sembarang Kafe, Ada Galeri Seni dan Instagramable Banget!



Badung

Kafe ini tentu saja pas buat ngopi, tetapi juga cocok banget buat pecinta seni. Paket komplit itu ada di ZD Living.

Bagi traveler yang sedang berlibur ke Bali dan jalan-jalan ke daerah Badung, ada satu kafe yang wajib traveler kunjungi. Namanya ZD Living. Menawarkan sensasi ngopi cantik di kafe yang cantik pula.

Nggak cuma kafe biasa, ZD Living memiliki galeri seni yang memajang ratusan lukisan karya Zulham Damanik, pemilik dari ZD Living. Lukisan yang terpajang membuat kesan di kafe itu semakin cantik dan instagramable.

Fathur, manager ZD Living, menjelaskan bahwa konsep unik kafe ini terlahir dari ide Zulham Damanik. Nama ZD berasal dari singkatan Zulham Damanik dan kata living diharapkan agar pengunjung ZD Living bisa merasa berada di rumah sendiri.

“Owner ZD Living ini seniman, beliau pelukis. ZD Living ini berawal dari ZD Artworks yang menjual lukisan dan koleksi dari owner. Seiring berjalan ada masukan dari pembeli, kalau dibuka tempat ngopi mungkin enak. Akhirnya dibukalah ZD Living sebagai kafe sekaligus gallery seni,” kata Fathur.

ZD Living resmi dibuka mulai Februari 2021 dan kini sudah menjadi cafe favorit bagi pengunjung yang ingin ngopi di tempat yang unik dan instagramable.

“Ada cerita unik pengunjung, dia menunggu owner dateng untuk tau cerita dibalik lukisan yang ada. Setelah tau ceritanya, dia sampe beli lukisannya,” ujar Fathur.

ZD Living juga sip banget untuk traveler yang ingin melakukan kegiatan meeting, gathering, resepsi, dan ulang tahun. Fathur menyebut ZD Living sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan dalam kapasitas besar.

“Kami untuk kegiatan-kegiatan seperti itu tidak cash tempat dan listrik, hanya menetapkan minimum spend sebesar Rp 2 juta untuk 1 ruangan dengan kapasitas 40 orang,” kata Fathur.

Aktivitas di ZD Living

Terasa kurang lengkap jika traveler berkunjung ke ZD Living tapi tidak mengabadikan setiap sudut kafe yang estetik dan instagramable. Fathur menyebut banyak pengunjung yang datang untuk berfoto dan membuat konten. Ia pun menyediakan satu spot foto unik yang ada di dalam kafe.

“Banyak banget yang datang untuk buat konten dan rata-rata yang datang setelah pesan makan pasti keliling dulu foto-foto. Kita juga ada spot favorit, kita sediakan satu kursi yang di belakangnya berjejeran puluhan lukisan,” kata Fathur.

Tak jarang pengunjung datang untuk work from cafe dan menghabiskan waktu berjam-jam di ZD Living. Hal ini menjadi alasan kafe yang satu ini lebih ramai ketika weekday.

“Tamu-tamu di sini bisa sambil kerja berjam-jam di sini. Mereka mencari working space dan ZD Living menjadi tempat favorit. Nah makanya kita lebih ramai ketika weekdays daripada weekend,” kata dia.

Uniknya ZD Living selalu merubah tata letak dan memperbaharui lukisan di setiap sudut kafe. Walaupun traveler sudah pernah berkunjung ke ZD Living, namun akan merasa masuk ke dalam suasana baru ketika berkunjung lagi ke kafe yang satu ini.


Varian Menu ZD Living dan Harganya

Bagi traveler pecinta seni yang sedang berlibur di Badung dan ingin bersantap dengan konsep art, ZD Living adalah pilihan yang sip. Di kafe ini traveler bisa menyantap berbagai menu nusantara dan western sambil menikmati keindahan setiap lukisan di sudut kafe.

“Uniknya kita di sini, kita menggabungkan cita rasa nusantara dengan seni. Pengunjung di sini nggak cuma makan, tapi bisa menikmati seni,” katanya.

Menu makanan di ZD Living terdiri dari banyak pilihan, mulai dari light food, soup & salad, main course, dessert, noodles, menu vegetables, dan side dishes. Fathur menyebut menu arsik gurame Medan dan iga bakar menjadi menu andalan dari ZD Living yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, ZD Living menawarkan berbagai jenis menu, seperti tea, milk drinks, coffee, milkshakes, side drinks, fresh juices, mocktail, soft drinks, dan beers. Rekomendasi menu andalan yang wajib traveler cicipi adalah ZD Sunrise.

“ZD Sunrise itu signature kita. Itu menu mocktail tanpa alkohol sama sekali. ZD Sunrise itu adalah campuran dari buah-buahan, jadi segar banget,” katanya.

Untuk mencicipi menu dari ZD Living tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional ZD Living

ZD Living berlokasi di Jalan Persada II Banjar Pengipian No.6, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

ZD Living buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 24.00 WITA. Setiap harinya ZD Living bisa dikunjungi oleh 300 hingga 400 pengunjung dengan kapasitas 250 orang.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke ZD Living dan nggak mau kehabisan tempat bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @zdliving.

Bagi traveler pecinta seni yang ingin bersantap cantik, ZD Living menjadi kafe sip yang wajib traveler kunjungi. Banyak spot estetik dan instagramable yang siap menyambut traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com