Tag Archives: wisata bali

Unik! Rumah Momo, Kafe Komplet dengan Perpustakaan Mini Bernuansa 90-an



Denpasar

Rumah Momo, sebuah kafe unik ada di jantung kota Denpasar. Berbeda dari kafe pada umumnya, Rumah Momo mempunyai perpustakaan mini di dalamnya.

Selain mempunyai perpustakaan mini, Rumah Momo juga unik karena bernuansa 1990-an. Ribuan koleksi komik jadul dan novel yang terpajang rapi di rak kayu menambah kesan 90-an. Lebih lengkap lagi, ada permainan tempo dulu yang mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

“Ini konsepnya adalah kembali ke era 90-an. Kebetulan owner juga berada di tahun 90-an, ditambah punya koleksi buku dan permainan jadul. Bu Monica selaku owner kebetulan suka baca buku, jadi punya banyak koleksi buku. Akhirnya dipajang di sini,” kata Ade, manager Rumah Momo dalam perbincangan dengan detikTravel.


Monica, pemilik Rumah Momo, menyebut koleksi komik dan novel itu merupakan koleksi pribadi sejak duduk di bangku SMP. Adapun, koleksi permainan jadul yang ada ialah milik suaminya, Guna Wirawan.

Uniknya, traveler yang berkunjung ke Rumah Momo diperkenankan untuk membaca kumpulan komik dan novel yang ada. Sambil bersantap traveler akan ditemani dengan buku-buku jadul. Tapi, nggak boleh dibawa pulang, ya traveler.

“Untuk buku bisa dibaca di sini saja, tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Jadi pengunjung bisa baca buku sambil makan atau ngopi,” ujar Ade.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Ade menyebut pengunjung yang datang rata-rata bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam di sini. Bahkan sebagian besar pengunjung yang datang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, nongkrong, dan membuat tugas.

Menghabiskan waktu berjam-jam di cafe unik ini tak akan terasa. Traveler disuguhkan dengan banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari membaca komik dan novel yang hits seperti kisah Inuyasha, Doraemon, Dragon Ball, Sailor Moon, dan One Piece.

Traveler juga bisa mencoba berbagai permainan jadul seperti Nintendo yang ada di toilet Rumah Momo. Traveler juga dapat melihat koleksi kaset pita, pemutar musik Walkman, dan Tamiya yang pernah hits di era 90-an.

“Permainan yang ada di sini boleh dimainkan oleh pengunjung. Kami mempunyai beberapa permainan jadul. Di kamar mandi juga ada Nintendonya, jadi unik banget,” kata Ade.

Di sini traveler tak akan kehabisan spot foto dan ngonten. Menurut Ade, sebagian besar pengunjung yang datang pasti membuat konten. Beberapa spot terbaik untuk berfoto adalah di rak buku, rak mainan, dan outdoor.

Nggak cuma konsepnya yang unik, Rumah Momo juga menawarkan berbagai menu lezat yang wajib traveler cicipi. Roti bakar choco crunchy dan nasi ayam cabe garam menjadi menu andalan dari Rumah Momo.

Menu minuman yang wajib traveler cicipi di Rumah Momo adalah iced coffee yang beda zaman dan Selera Momo.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Menu unik kita adalah menu Selera Momo. Jadi setiap hari menu signature itu akan berubah sesuai dengan Selera Momo. Kalau pengunjung pesen menu Selera Momo, dia nggak bakal tahu minuman apa yang datang, karena minuman akan sesuai dengan selera dari Bu Monica atau dari anak bar,” kata Ade.

Keunikan Rumah Momo membuat banyak pengunjung yang penasaran dengan kafe yang satu ini. Setiap hari, kafe ini bisa dikunjungi oleh ratusan pengunjung yang ingin bersantap sambil membaca buku jadul yang ada.

Berlokasi di Jalan Drupadi III No.1A, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Rumah Momo buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 23.00 WITA.

Bagi traveler ingin bersantap sekaligus membaca buku-buku jadul lengkap dengan spot foto yang estetik. Rumah Momo adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Galeri NFT Pertama di Asia Tenggara Ada di Bali, Lho



Badung

Bali memiliki galeri Non Fungible Toke (NFT) pertama di Asia Tenggara, namanya Superlative Gallery. Galeri itu memamerkan 11.100 rangkaian NFT.

Superlative Gallery adalah salah satu destinasi wisata baru yang wajib traveler kunjungi. Menjadi galeri NFT di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, Superlative Gallery menyajikan ratusan lukisan dengan format digital. Pameran bersifat temporer.

Ikhsan Muttaqin, manager Superlative Gallery, menjelaskan Superlative Gallery berawal dari NFT Collection yang sedang booming di Indonesia. Superlative Gallery menyajikan NFT berbentuk karakter sejumlah 11.100 rangkaian NFT.

“Superlative Gallery merupakan salah satu roadmap dari NFT itu sendiri. Ketika 11.100 NFT itu sudah terjual, langkah selanjutnya kita mendirikan Superlative Gallery ini di Bali. Jadi Superlative Gallery ini lahir dari NFT Collection kita,” kata Ikhsan.

Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Superlative Gallery resmi dibuka pada Januari 2021 dan menjadi galeri indoor yang mewadahi seniman Indonesia dalam menggabungkan seni konvensional dan seni digital. Superlative Gallery juga sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar lebih jauh terkait NFT.

Jika berkunjung ke sini, traveler dijamin nggak akan bosan. Setiap bulannya Superlative Gallery akan bekerjasama dengan seniman untuk mengadakan pameran di galeri ini. Tampilan dari Superlative Gallery akan berubah setiap bulannya tergantung dengan gaya dan konsep dari seniman

“Kita per bulan rencananya akan punya pameran dengan konsep yang beda-beda, tergantung dari senimannya. Ada yang solo exhibition atau bisa collective exhibition, jadi jumlah karya dan konsep pameran tergantung dari senimannya. Jadi konsepnya tematik per bulan,” papar Ikhsan.

Mulai dari 5 Januari hingga 5 Februari 2024 di Superlative Gallery traveler bisa menikmati solo exhibition dari salah satu seniman bernama Edi Bonetski dengan tajuk “Mata Garis”.

“Sekarang kita lagi ada pameran dari salah satu seniman asal Tangerang bernama Edi Bonetski yang lahir dari seni konvensional. Kita ajak untuk melakukan pameran di sini. Kita kombinasikan antara seni konvensional dan seni digital, jadi ada beberapa lukisan dari Bang Edi yang kita jadikan NFT,” ujar Ikhsan.

Jika traveler tertarik dengan salah satu karya yang ada di Superlative Gallery, traveler bisa langsung membeli karya seni lukisan atau digital tersebut.

“Pengunjung yang tertarik dengan seni di sini, bisa langsung beli. Kalau tertarik dengan karya seni digital, nanti akan dibantu bagaimana cara membeli karya NFT. Kalau tertarik dengan seni fisik juga akan dijelaskan cara membeli dan harganya,” kata Ikhsan.

Aktivitas Menarik di Superlative Gallery

Superlative Gallery terdiri dari dua lantai. Di lantai satu traveler bisa berkeliling untuk melihat pameran karya lukisan digital atau konvensional dari seniman Indonesia.


Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Tak hanya berkeliling saja, traveler bisa mendapatkan banyak spot foto instagramable di setiap sudut galeri. Spot foto terbaik adalah di ruangan video mapping, cantik dan instagramable banget. Saat ini Superlative Gallery memiliki 4 proyektor untuk video mapping.

Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa naik ke lantai dua dan bersantai sambil menikmati kopi di Society Coffee dan melihat souvenir dari Superlative Gallery.

“Untuk Society Coffee saat ini hanya menjual beverage, seperti kopi, coklat dan matcha. Menu andalannya bernama Society Coffee. Jadi pengunjung bisa ngopi sambil menikmati karya seni,” kata Ikhsan.

Seniman yang melakukan pemeran di Superlative Gallery juga sering melakukan berbagai aktivitas yang bisa traveler coba. Ada talkshow, life painting session, merajut, dan berbagai kegiatan seru yang berbau seni.

Seluruh informasi terkait aktivitas di Superlative Gallery bisa traveler simak di akun Instagram @superlativegallery.id.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Superlative Gallery

Galeri yang satu ini berlokasi di Jalan Raya Legian No.99, Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Superlative Gallery berjarak 8 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau sekitar 20 menit perjalanan.

Mau keliling dan mendapat spot foto instagramable di Superlative Gallery tak akan membuat kantong bolong. Harga tiket masuk galeri saat weekdays dibandrol dengan harga Rp 35 ribu dan Rp 45 ribu saat weekend.

Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Biasanya kita suka ada bundling. Jadi kalau ada kegiatan seperti melukis bersama atau talkshow biasanya kita harga tiketnya bundling,” kata Ikhsan.

Superlative Gallery buka setiap hari, untuk weekday mulai pukul 10.00 – 19.00 WITA dan saat weekend pukul 12.00 – 20.00 WITA. Setiap harinya galeri ini bisa dikunjungi 70 hingga 80 orang. Tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Superlative Gallery.

Traveler yang berkunjung diharapkan mematuhi peraturan yang ada, seperti keep clean, no smoking, no flash, no drink and food, don’t touch, no pets, no weapon, dan respect others.

Bagi traveler yang kepo dengan seni NFT, Superlative Gallery menjadi pilihan yang sip untuk traveler kunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Cuma Galeri Seni, Superlative Gallery Punya Kafe Mungil



Kuta

Traveler yang berkunjung ke Superlative Gallery nggak hanya bisa keliling menikmati karya seni dan berfoto. Di lantai dua traveler bisa menemukan sebuah kafe mungil untuk nongkrong.

Sejak 2021, di daerah Legian, Kuta, Bali memiliki sebuah destinasi wisata baru dengan suguhan seni digital. Superlative Gallery, galeri NFT pertama di Asia Tenggara, menyajikan 11.100 rangkaian NFT.

Superlative Gallery menjadi galeri indoor yang mewadahi seniman Indonesia dalam menggabungkan seni konvensional dan seni digital. Galeri yang satu ini cocok untuk traveler yang kepo dan ingin mempelajari lebih jauh karya-karya NFT.

Pada 5 Januari 2024 hingga 5 Februari 2024 ada suguhan pameran temporer. Yakni, solo exhibition dari salah satu seniman bernama Edi Bonetski dengan tajuk “Mata Garis”.

Galeri ini memiliki dua lantai yang siap traveler jelajahi. Lantai satu traveler bisa menemukan berbagai karya seni digital dan konvensional dari seniman Indonesia. Nggak cuma lukisan, traveler juga akan dibuat terpukau dengan banyak sudut dan spot foto yang instagramable.
Superlative Gallery ini juga menggunakan video mapping untuk menyuguhkan karya para seniman.

Jika traveler sudah lelah menjelajahi setiap sudut galeri, traveler bisa naik ke lantai dua dan ngopi santai di cafe mungil bernama Society Cafe. Tak lepas dari unsur seni, di cafe inipun traveler bisa melihat beberapa karya seni yang dipajang disekitar cafe.

Ikhsan Muttaqin, manager Superlative Gallery, menyebut hingga saat ini Society Cafe hanya menyediakan beverage, baik itu coffe based ataupun noncoffee.

“Untuk Society Coffe kita saat ini hanya menjual beverage, mulai dari coffe based hingga minuman yang manis, seperti coklat dan matcha, jadi belum ada makanan,” kata Ikhsan.

Beberapa menu minuman yang dapat traveler coba di Society Cafe, seperti society coffe, matcha, redvelvet, taro, coklat, caramel latte, vanilla latte, hazelnut latte, mochacino, americano, dan capucino.

Sesuai dengan namanya, menu andalan di cafe mungil ini adalah Society Coffee. Perpaduan kopi espresso dengan gula aren yang siap menemani traveler untuk menikmati keindahan seni di Superlative Gallery.

Ikhsan menyebut lebih dari 50% pengunjung yang datang ke Superlative Gallery pasti bersantai sambil ngopi di Society Cafe. Pengunjung yang membawa kopi masih diizinkan untuk berkeliling galeri, asal selalu menjaga kebersihan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Asyiknya… Nge-Grill di Tepi Sungai Usai Berenang di Nukad Tampaksiring



Gianyar

Nukad Tampaksiring bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Di sini, traveler bisa berenang dan makan with a view.

Bagi traveler yang mendengar kata Nukad pasti masih asing dengan makna nama restoran yang satu ini. Wayan Swastika, manager Nukad Tampaksiring, menjelaskan nama Nukad diambil dari bahasa Bali yang berarti pergi ke tukad (sungai).

“Nama Nukad ini berarti segala sesuatu yang dilakukan di Tukad (sungai). Akhirnya mengambil nama Nukad yang berasal dari kata Tukad,” kata dia.

Restoran yang satu ini mulai dibangun ketika pandemi Covid-19 melanda, tepatnya akhir tahun 2019. Pemilik Nukad yang sering bepergian ke sungai akhirnya mencetuskan ide untuk membuat sebuah usaha kecil-kecilan di tepi sungai.

“Nukad awalnya mulai dibangun ketika pandemi karena banyak bisnis yang tutup dan dirumahkan. Akhirnya kita berinisiatif untuk mengecek tanah yang ada di dekat sungai, sekalian mandi di sungai juga dan kita bersihkan. Akhirnya iseng bikin warung kecil-kecilan,” ujar dia.

Letaknya yang tepat berada di tepi sungai membuat Nukad Tampaksiring memiliki pemandangan yang indah dan alami. Ditambah pepohonan yang hijau membuat udara sekitar menjadi semakin segar. Di sini traveler bisa merasakan sensasi kuliner lezat sembari menikmati jernihnya air sungai dan sejuknya udara.

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Menurut Wayan Swastika, daybed menjadi spot favorit dari pengunjung. Bahkan banyak pengunjung yang rela menunggu agar bisa bersantap di daybed dengan view langsung ke sungai. Wayan Swastika juga merekomendasikan bagi traveler yang ingin bersantai di daybed bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun @nukad.tampaksiring.

“Kalau pengunjung favoritnya sih di daybed. Kadang banyak juga yang di gazebo, terutama untuk keluarga. Di gazebo itu minimum spendnya Rp 300 ribu per gazebo, untuk daybed tidak ada minimum spend,” ujar dia.


Aktivitas Menarik di Nukad Tampaksiring

Nggak cuma bersantai dan menyantap hidangan di restoran ini, traveler juga bisa memesan paket grill yang menjadi menu favorit dari pengunjung Nukad Tampaksiring. Traveler bisa menghabiskan waktu dengan ngegrill di pinggir sungai.

Jika sudah selesai bersantap, traveler diperbolehkan untuk mandi dan berendam di sungai. Arus sungai yang tidak terlalu deras, sip banget untuk berenang. Ditambah airnya yang jernih dan segar. Tak perlu khawatir, Nukad Tampaksiring sudah menyediakan kamar bilas dan ganti.

“Kalau dari pengunjung selama sudah berbelanja, diperbolehkan berenang sepuasnya. Asal tetap menjaga keselamatan,” katanya.

Menurut Wayan Swastika, banyak pengunjung yang datang lebih dari sekali karena ingin makan sambil berenang di Nukad Tampaksiring.

Varian Menu di Nukad Tampaksiring dan Harganya

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Traveler yang ingin bersantap di Nukad Tampaksiring, restoran yang satu ini memiliki menu andalan yang selalu dicoba oleh pengunjung adalah Nukad Grill dan beberapa masakan Bali.

Paket Grill di Nukad Tampaksiring terdiri dari 5 paket, berikut rinciannya.
• Package Small A (1-2 orang) (Ayam fillet) dengan harga Rp 120 ribu.
• Package Small B (1-2 orang) (Beef slice) dengan harga Rp 135 ribu.
• Package Small C (1-2 orang) (Pork slice) dengan harga Rp 135 ribu.
• Package Medium (3-4 orang) dengan harga Rp 215 ribu.
• Package Large (5-7 orang) dengan harga Rp 250 ribu.

Nukad Tampaksiring juga menyediakan menu khas Bali seperti bubur Bali dan nasi sela. Untuk minuman andalan dari Nukad Tampaksiring adalah daluman khas Bali. Harga menu di Nukad Tampaksiring berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 250 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Nukad Tampaksiring

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Nukad Tampaksiring berlokasi di Jalan Pertiwi Brata, Tampaksiring, Gianyar. Untuk sampai di lokasi ini traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan menempuh perjalanan sekitar 41 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar satu jam 17 menit.

Nukad Tampaksiring buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Setiap harinya Nukad Tampaksiring bisa kedatangan ratusan pengunjung, terutama ketika cuaca mendukung.

Nukad Tampaksiring telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti parkiran luas, kamar ganti dan bilas, hingga toilet. Selain itu, pastinya ada restoran, bean bag, alat dan tempat grill, hingga spot foto estetik yang wajib traveler coba.

Bosan dengan suasana restoran yang monoton, traveler wajib mencoba berkunjung ke Nukad Tampaksiring. Nggak cuma bersantap, traveler bisa langsung mandi dan bermain air sungai yang segar dan jernih. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Paket Komplit! Jalan-jalan ke Galeri Seni Pahat Batu di Bali


Jakarta

Big Garden Corner, taman rekreasi di pusat Kota Denpasar tawarkan paket komplit untuk mengisi waktu libur. Punya wahana seru, taman ini juga instagramable banget!

Resmi dibuka sejak Juni 2016, Big Garden Corner mulanya adalah sebuah gallery art stone yang memamerkan berbagai karya seni pahat. Banyaknya karya seni yang dipamerkan membuat gallery art stone disulap menjadi sebuah destinasi wisata bernama Big Garden Corner.

Eddy Mustofa selaku corporate manager menjelaskan Big Garden Corner dikembangkan menjadi destinasi wisata berkonsep eco park wisata yang dapat mewadahi pengunjung dalam melakukan kegiatan alam. Big Garden Corner memiliki luas sekitar 2,5 hektar.

“Ada rekomendasi dari dinas pariwisata daerah Denpasar, kenapa nggak dibuatkan eco park wisata. Akhirnya muncul surat rekomendasi dan kita create Big Garden Corner menjadi destinasi berkonsep eco park wisata yang menarik,” jelasnya.

Bukan taman biasa, Big Garden Corner juga menawarkan berbagai wahana seru dan area spot foto yang instagramable. Penataan taman dibuat sangat menarik berpadu dengan berbagai patung-patung berukuran besar. Sip banget untuk spot foto.

Berikut detikTravel merangkum informasi mengenai objek wisata Big Garden Corner:

Setelah disulap menjadi taman rekreasi, Big Garden Corner menawarkan berbagai daya tarik yang tak boleh dilewatkan. Mulai dari wahana hingga spot foto instagramable, lengkap banget deh!

Big Garden Corner BaliBig Garden Corner Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

1. Patung Batu Berukuran Raksasa


Big Garden Corner yang bermula dari gallery art stone tentu memajang banyak karya seni patung di sini. Dari ukuran kecil hingga yang berukuran raksasa ada di sini.

Satu diantaranya adalah patung Buddha yang menyambut traveler ketika memasuki areal Big Garden Corner. Semua area taman ini selalu dihiasi dengan patung, bahkan traveler yang suka bisa langsung membeli berbagai patung yang ada.

Bukan cuma sebagai pajangan, patung raksasa yang ada bisa menjadi spot foto instagramable dan estetik.

Big Garden Corner BaliBig Garden Corner Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

2. Miniatur Candi Borobudur

Tak perlu jauh-jauh ke Jawa Tengah, di Big Garden Corner traveler sudah bisa menemukan dan berfoto dengan latar belakang Candi Borobudur. Big Garden Corner memiliki miniatur candi Borobudur yang memiliki tinggi 5 meter. Sip banget untuk traveler pecinta spot foto unik.

3. Art Standing Stones

Pernah mendengar istilah Standing Stones? Ini adalah kumpulan batu-batu berukuran besar yang berdiri menjulang tinggi. Masyarakat Inggris di Wiltshire menyebutnya Stonehenge. Batu-batu ini dipercaya berasal dari zaman neolitikum.

Berkunjung ke Big Garden Corner traveler sudah bisa berfoto dengan replika standing stones ala-ala di Inggris.

Big Garden Corner BaliBig Garden Corner Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

4. Rumah Pohon Mini

Jika traveler jeli melihat, Big Garden Corner juga memiliki rumah pohon mini yang mengusung konsep alami. Tak terlalu tinggi, jadi aman Rumah pohon ini menjadi spot favorit bagi anak-anak. Walaupun rumah pohon tidak terlalu tinggi, namun tetap mengawasi anak-anak ketika bermain ya traveler!

5. Spot Foto Estetik

Big Garden Corner juga menawarkan banyak spot foto estetik yang juga menjadi favorit wisatawan. Beberapa spot foto yang bisa traveler coba adalah terowongan cinta, atap payung warna-warni, patung membaca koran, dan ayunan.

Big Garden Corner BaliBig Garden Corner Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Aktivitas Menarik di Big Garden Corner

Mau menghabiskan waktu seharian di Big Garden Corner. Berikut rekomendasi aktivitas menarik dari detikTravel. Yuk disimak!

6. Hunting Spot Foto

Di Big Garden Corner traveler tak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Setiap sudutnya menyediakan spot foto yang unik, tak jarang menjadi favorit setiap wisatawan. Traveler yang berkunjung wajib hunting spot foto dan jangan lupa siapkan outfit terbaikmu!

7. Eksplor Butterfly Park

Dekat dengan pintu masuk, traveler bisa menemukan butterfly park. Eddy Mustofa menyebut terdapat sekitar 100 spesies kupu-kupu yang dapat traveler lihat di sini.

Big Garden Corner BaliBig Garden Corner Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

8. Bermain di Playground dan Waterpark

Bagi traveler yang berkunjung bersama anak-anak, Big Garden Corner juga memiliki playground dan waterpark. Tenang saja, untuk mencoba aktivitas ini traveler tak akan dikenakan biaya tambahan alias gratis.

9. Bersantap di Restoran

Jika sudah lelah beraktivitas, bisa coba bersantap di restoran yang ada. Crispy Duck menjadi menu andalan di sini. Pemandangan restoran adalah kebun bunga dan beberapa sarang lebah madu. Cantik dan asri banget!

Big Garden Corner BaliBig Garden Corner Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Big Garden Corner

Big Garden Corner memiliki letak yang strategis karena berada dekat dengan pusat Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya di Jl. Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Untuk sampai ke sini traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit atau 7 kilometer. Tenang saja, Big Garden Corner memiliki fasilitas parkir yang luas.

Big Garden Corner buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA. Eddy Mustofa menyebut rata-rata pengunjung bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam di sini. Jam favorit pengunjung biasanya di pagi hari dan siang hari mulai pukul 14.00 WITA.

Sebelum masuk ke Big Garden Corner traveler harus membayar tiket masuk sebesar Rp 50 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 150 ribu untuk wisatawan asing.

“Harga tiket sudah termasuk semua aktivitas seperti playground dan waterpark. Untuk wisatawan asing akan mendapatkan experience honey testing, testing varian of tea, dan welcome drink,” paparnya.

Mau liburan dengan paket komplit? Big Garden Corner adalah pilihan yang sip. Punya banyak wahana plus spot foto instagramable. Dijamin nggak bakal bosen deh!

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Ini Pantai Nyanyi, Tempat Indah tapi Kamu Dilarang Berenang



Jakarta

Pantai Nyanyi jadi destinasi alternatif traveler yang bepergian ke Bali. Namun sayang, meski pantainya begitu indah, traveler dilarang berenang di sana.

Pantai Nyanyi terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Di sekelilingnya masih banyak dipenuhi hamparan hijau tanaman tanpa adanya bangunan mewah di pinggir pantai.

Pantai Nyanyi bisa ditempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Tabanan atau sekitar satu jam lebih dari Kota Denpasar menggunakan sepeda motor.


Saat detikBali berkunjung ke pantai ini Jumat (29/12/2023), tampak sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara dengan beragam aktivitas.

Di sekitar Pantai Nyanyi masih terdapat perbukitan dengan hamparan hijau. Menariknya, ada hewan ternak sapi milik warga yang berada di lokasi yang dilepasliarkan begitu saja. Namun, tenang saja, sapi-sapi itu tidak mengganggu.

Tarif masuk Pantai Nyanyi murah meriah. Hanya perlu membayar parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Hal itu membuat Pantai Nyanyi cukup digemari oleh wisatawan.

Sayangnya, Pantai Nyanyi tidak direkomendasikan untuk berenang bagi wisatawan yang berkunjung. Mengingat ombak yang cukup besar dan tinggi.

Meski tidak berenang, duduk di pinggir pantai menikmati pemandangan sunset atau matahari terbenam sudah cukup untuk melepaskan penat.

Artikel ini telah tayang di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Sungguh Indah Sunset di Peninsula Island, Cuma Modal Bayar Parkir!



Jakarta – Bali tak akan pernah gagal memanjakan para wisatawan dengan destinasinya yang cantik nan indah. Dari yang murah meriah sampai mewah pun ada. Tapi destinasi yang satu ini dijamin nggak buat kantong bolong. Cuma bayar parkir aja, loh!

Salah satu rekomendasi destinasi untuk traveler pemburu sunset adalah Peninsula Island. Nggak cuma sunsetnya yang cantik, tapi murah meriah pula. Dijamin nggak bikin kantong bolong.

Peninsula Island merupakan pulau kecil yang berlokasi di Kawasan ITDC, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali. Pulau yang satu ini didominasi dengan pepohonan dan tanaman bunga dengan luas 7,4 hektar. Peninsula Island buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 22.00 WITA.

Karena terletak di Kawasan ITDC, masih banyak yang belum mengetahui bahwa Peninsula Island terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi oleh siapapun.

Bagi traveler pemburu destinasi murah meriah, Peninsula Island menjadi pilihan yang sip yang tak boleh dilewatkan. Untuk masuk ke Peninsula Island traveler tak kenakan tiket masuk alias gratis. Traveler hanya perlu membayar biaya parkir mulai dari Rp 5.000 (tergantung jenis kendaraan).

Peninsula Island BaliSunset di Peninsula Island Bali (Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Banyak aktivitas yang bisa traveler lakukan di sini. Dari berolahraga, berfoto ria dengan bunga-bunga yang cantik, bersepeda, piknik, dan masih banyak lagi. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Peninsula Island adalah sore hari sekitar pukul 16.00 WITA atau 17.00 WITA.

Spot favorit pengunjung adalah taman bunga kembang kertas. Ketika mekar taman ini akan dipenuhi dengan bunga berwarna ungu yang indah dan cantik. Taman bunga ini menjadi spot terbaik untuk berfoto.

Dari Peninsula Island traveler juga bisa menikmati indahnya sunset. Sambil ditemani dengan suara deburan ombak dan indahnya taman bunga kembang kertas. Cantiknya kelewatan!

Salah satu pengunjung di Peninsula Island, Krisna (20) mengatakan Peninsula Island adalah destinasi yang menarik karena memiliki banyak spot foto dan tak ada biaya tiket masuk. Terlebih ketika sore hari saat sunset tiba, Peninsula Island menjadi sangat indah.

“Di sini cantik banget, banyak spot foto. Kita bisa lihat sunset dari taman bunga kembang kertas, indah banget deh. Apalagi nggak dikenakan biaya tiket masuk, jadi tinggal bayar parkir aja untuk yang bawa kendaraan,” tuturnya.

Tak perlu khawatir, di sini traveler bisa menemukan vending machine dan beberapa warung yang menjajakan minuman serta makanan ringan menikmati waktu sunset.

Tertarik untuk datang ke Peninsula Island? Nggak cuma estetik tapi ramah di kantong pula. Sip banget untuk hunting foto dan nikmati keindahan sunset. Jangan lupa tetap jaga kebersihan ya traveler!

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Peninsula Island, Destinasi Wisata Low Budget untuk Berburu Spot Foto Estetik



Badung

Ingin berburu spot foto estetik di Bali? Peninsula Island menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Pulau kecil di wilayah ITDC, Nusa Dua ini memiliki pemandangan yang indah dan cantik.

Traveler pasti sudah tak asing dengan wilayah Nusa Dua, Bali. Kawasan yang terkenal elit ini ternyata memiliki pulau kecil bernama Peninsula Island. Peninsula Island merupakan sebuah pulau yang berlokasi di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Peninsula Island memiliki luas sekitar 7,4 hektar yang didominasi dengan karang, tanaman bunga, dan pepohonan. Meskipun berada di kawasan ITDC, Peninsula Island tetap terbuka untuk umum, loh.

Peninsula Island buka setiap hari mulai pukul 06.00-22.00 WITA. Berlibur ke Peninsula Island nggak akan bikin kantong bolong. Traveler yang berkunjung ke pulau ini tidak dikenakan biaya tiket masuk, alias gratis. Hanya perlu membayar biaya parkir dengan harga Rp 5.000 (Tergantung jenis kendaraan).

Penasaran dengan daya tarik dan aktivitas menarik di Peninsula Island? Yuk simak pembahasan dari detikTravel.

Daya Tarik Peninsula Island

Pulau yang satu ini memiliki banyak daya tarik. Terutama untuk traveler yang mencari spot foto estetik dan instagramable.

1. Taman Bunga Kembang Kertas

Favorit wisatawan yang berkunjung ke Peninsula Island adalah taman bunga kembang kertas yang berwarna ungu. Taman ini biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama ketika musim mekar tiba.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Peninsula Island hanya untuk berfoto dengan latar belakang tanaman bunga ini.


2. Spot Sunset

Traveler yang ingin berburu sunset di Pulau Dewata. Peninsula Island menjadi salah satu opsi yang sip untuk menikmati sunset di sore hari. Pulau ini memiliki spot sunset yang epik, lengkap dengan debur ombak dan pemandangan taman yang indah.

3. Jogging Track dan Lapangan

Baru menginjakkan kaki di Peninsula Island, traveler akan disambut dengan hamparan rumput hijau yang luas dengan tugu Patung Arjuna dan Krisna. Lapangan hijau ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi piknik atau hanya sekedar bersantai bersama keluarga.

Lapangan ini dikelilingi oleh jogging track. Pagi dan sore hari menjadi waktu favorit pengunjung untuk berolahraga di lapangan ini.

Aktivitas Menarik di Peninsula Island

Berbagai kegiatan rekreasi dapat traveler lakukan di Peninsula Island. Berikut rekomendasi aktivitas dari detikTravel.

1. Piknik

Peninsula Island memiliki lapangan rumput hijau yang luas. Sip banget untuk traveler yang ingin piknik di sini. Traveler juga bisa mengajak anak-anak untuk bermain di lapangan ini. Jangan lupa membawa makanan, minuman, dan tikar alas duduk ya!

2. Jogging

Di pinggir lapangan terdapat jogging track yang bisa traveler gunakan untuk jogging. Pemandangan yang disajikan saat jogging pun tak main-main. Traveler bisa melihat pepohonan dan ditemani dengan suara ombak.

3. Berburu Spot Foto

Berbicara soal spot foto, di Peninsula Island traveler tak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Ada patung Arjuna dan Krisna di lapangan dan taman bunga kembang kertas yang sering menjadi spot favorit wisatawan.

4. Menikmati Sunset

Aktivitas terakhir yang tak boleh traveler lewatkan adalah menikmati keindahan sunset Bali di Peninsula Island. Di sini terdapat beberapa tempat duduk untuk menikmati sunset. Traveler juga bisa menikmati sunset dari tepi pantai.

Demikian ulasan mengenai Peninsula Island. Tiket masuk gratis, banyak spot foto, dan spot nyunset pula. Jangan lewatkan berkunjung ke Peninsula Island ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Seger Banget! Nyunset di Tepi Sawah Sambil Berenang di Taroo Ubud



Gianyar

Taroo Ubud, restoran cantik yang bernuansa “paddy pool and lounge” bukan sekadar tempat makan. Restoran yang satu ini menawarkan beragam aktivitas, lengkap dengan spot foto dan pemandangan sunsetnya yang cantik.

Resmi dibuka pada 12 Mei 2023, Taroo Ubud bisa sekaligus menjadi tempat traveler bersantai sambil berenang di kolam renang air hangat. Indra, general manager Taroo Ubud, menjelaskan bahwa nama Taroo berasal dari kata “Kalpataru” yang bermakna peneduh bagi semua orang yang berkunjung ke restoran ini.

Taroo Ubud memiliki konsep indoor dan outdoor yang cocok untuk berbagai aktivitas pengunjung.

“Nama Taroo ini berasal dari nama pohon Kalpataru. Dengan mengambil nama Taroo ini kita ingin menjadi peneduh bagi semua pengunjung yang datang. Kita punya dua konsep yaitu indoor dan outdoor. Kalau di indoor biasanya untuk meeting, kalau outdoor cocok untuk berbagai venue event,” kata Indra dalam perbincangan dengan detikTravel.

Taroo Ubud memiliki satu buah stage yang dipercantik dengan tiga patung “Cili” berukuran raksasa. Indra menjelaskan patung ini melambangkan Dewi Sri sebagai Dewi Kemakmuran.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nggak cuma stage, Taroo Ubud menyediakan fasilitas kolam renang yang berbeda dari restoran lainnya. Di sini traveler bisa berenang di kolam air panas dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau.

“Kita punya kolam renang juga dengan konsep yang berbeda, di sini kolam renang kita adalah kolam air hangat. Kita menggunakan natural treatment menggunakan garam, jadi nggak pakai chemical,” ujar Indra.

Jika tak ingin berenang, traveler bisa bersantai di beanbag yang berbatasan langsung dengan sawah. Pemandangan akan semakin indah ketika matahari mulai terbenam. Cantik banget deh!


Aktivitas Seru di Taroo Ubud

Nggak cuma bersantap saja, di restoran ini traveler bisa mendapatkan banyak aktivitas seru. Bean Bag di tepi sawah cocok untuk traveler yang ingin ngechill dan bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Jika datang bersama keluarga traveler bisa berendam dan berenang di kolam renang air hangat.

Untuk mencoba berenang di sini traveler bisa mencoba pool package, sudah lengkap dengan makanan, minuman, dan towels. Harga pool package mulai dari Rp 300 ribu untuk 4 orang, Rp 400 ribu untuk 4 orang, dan Rp 1 juta untuk 6 orang.

Jika traveler tak mau mengambil pool package namun ingin tetap berenang, traveler bisa membayar biaya towel sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.

Taroo Ubud juga menyediakan aktivitas hiburan, salah satunya adalah free class salsa dance. Free class salsa diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WITA. Jadi traveler bisa langsung belajar salsa dengan dua instruktur.

Setiap hari Jumat traveler bisa menyaksikan fire dance selama 15 menit. Untuk hari Sabtu Taroo Ubud punya DJ dan karaoke. Taroo Ubud juga terbuka untuk traveler yang ingin mengadakan meeting, gathering, dan wedding vanue. Traveler juga bisa mengadakan romantic dinner di tepi sawah, hanya di Taroo Ubud.

Fasilitas

Tak hanya viewnya yang juara, Taroo Ubud juga menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung yang datang. Fasilitas yang ada seperti tempat parkir yang luas, kolam renang air hangat, stage, shower, toilet, dan ruang ganti. Semua fasilitas yang disediakan tentu mendukung traveler untuk berenang di paddy pool.

Varian Menu Taroo Ubud dan Harganya

Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Taroo Ubud namun tidak mencoba menu andalan dari restoran yang satu ini. Taroo Ubud hadir dengan berbagai menu, baik menu nusantara maupun western.

Indra menyebut menu makanan andalan dari Taroo Ubud adalah Nasi Goreng Jadul dan Sate Maranggi. Nasi goreng jadul disajikan lengkap dengan sambal ebi yang menambah kenikmatan dari menu yang satu ini.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kebetulan disini saya pesan menu Nasi Goreng Jadul. Pas nyobain rasanya emang beda sih, sambal ebinya enak banget, apalagi di makan dengan view sawah dan sunset. Nikmat deh,” ujar Gusti, salah satu pengunjung Taroo Ubud.

Kalau dari segi minuman, Taroo Ubud punya menu andalan bernama Taroo Breeze dan Frozen Melon Daiquiri. Rasa manis dari buah-buahan berpadu dengan kesegaran dari soda, cocok banget untuk ngechill di tepi sawah.

Harga menu di Taroo Ubud dibanderol dengan harga yang beragam dan tentu ramah di kantong. Untuk menu makanan dan minuman dibanderol mulai harga Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Taroo Ubud

Taroo Ubud berlokasi di Jalan Rapuan, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk sampai ke Taroo Ubud traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit atau 19 kilometer.

Taroo Ubud buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 23.00 WITA. “Kita fleksibel kalau ada yang reservasi atau buat kegiatan sampai malam, asal diinformasikan sejak awal agar kami bisa persiapkan,” ujar Indra.

Tak perlu takut kehabisan tempat, traveler bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun instagram @tarooubud. Jika melakukan reservasi dalam jumlah besar, traveler bisa melakukan reservasi H-1 kegiatan. Taroo Ubud memiliki kapasitas 165 orang dan setiap harinya bisa dikunjungi sekitar 250 pengunjung.

Mau ngechill di tepi sawah sambil berenang di air hangat. Semuanya ada di Taroo Ubud. Lengkap dengan menu yang nikmat. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ubud Water Palace Juara Spot Foto Instagramable di Tengah Kolam Teratai



Ubud – Mau berlibur ke Ubud? Wajib berkunjung ke Ubud Water Palace. Ada spot foto cantik nan instagramable di tengah kolam teratai. Sip dan estetik banget deh!

Ubud menjadi salah satu destinasi liburan yang tak pernah sepi dari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Daerah yang satu ini menyajikan keindahan alam dan seni budaya Bali yang masih kental.

Jika berlibur ke Ubud, traveler tak akan kehabisan destinasi wisata cantik dan kental akan unsur budaya Bali. Satu tempat yang sip untuk traveler pecinta foto adalah Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”. Pura ini didedikasikan untuk Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan. Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Ubud Water Palace menawarkan suasana yang menenangkan. Yang tak boleh dilewatkan adalah spot foto cantik yang dikelilingi oleh kolam dengan bunga Teratai yang menawan.

Daya tarik utama dari Ubud Water Palace adalah keindahan arsitektur bangunan Bali yang kental. Dipercantik dengan ukiran kayu dan batu bata merah. Bangunan pura yang khas menjadikan tempat yang satu ini semakin estetik. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Ubud Water PalaceUbud Water Palace 9Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Setiap harinya Ubud Water Palace bisa dikunjungi sekitar 200 hingga 300 wisatawan. Untuk masuk ke Ubud Water Palace traveler akan dikenakan biaya tiket. Wisatawan asing dikenakan biaya tiket sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 35 untuk anak-anak. Wisatawan lokal dikenakan biaya tiket sebesar Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Dengan membayar tiket masuk traveler sudah mendapatkan beberapa fasilitas, seperti sarung, kimono, dan ikat kepala yang wajib digunakan. “Untuk pengunjung yang sudah membayar tiket masuk akan mendapatkan fasilitas sarung, kimono, dan ikat kepala. Pengunjung bisa berkeliling di dalem sepuasnya,” ujar Jero, penjaga tiket Ubud Water Palace.

Saat traveler memasuki kawasan pura, akan disambut dengan kolam Teratai yang cantik di sisi kanan dan kiri jalan. Pancuran air akan mengiringi langkah traveler memasuki area pura. Ubud Water Palace memiliki 3 spot foto.

Favorit pengunjung adalah spot foto di panggung utama. Tersedia dua kursi dengan hiasan ukiran khas Bali bak raja dan ratu. Pengunjung diperbolehkan duduk dan mengambil foto di kursi ini. Tentu dengan latar belakang gapura (candi bentar) khas Bali.

Di sisi kanan dan kiri panggung utama, traveler juga bisa menemukan spot foto yang sama, lengkap dengan kursi kayu berukiran khas Bali. Pancuran air memperindah spot foto traveler di Ubud Water Palace.

Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam pura, karena hanya diperuntukan bagi umat Hindu untuk beribadah.

Memiliki letak yang strategis, Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati berlokasi di Jalan Kajeng, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Aksesnya pun mudan dijangkau karena dekat dengan Puri Ubud dan Pasar Seni Ubud. Ubud Water Palace buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

Demikian penjelasan mengenai Ubud Water Palace. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana? Siapkan kamera dan pose terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com