Tag Archives: wisata bali

Sejarah Ubud Water Palace hingga Punya Air Suci dengan Taman Teratai



ubud – Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace atau istana Air Ubud dibangun dengan perencanaan matang. Taman teratai tidak muncul begitu saja.

Ubud Water palace merupakan pura, tempat ibadah bagi umat Hindu Bali di Ubud dengan nama lain Pura Taman Kemuda Saraswati. Pura itu didedikasikan untuk Dewi Saraswati yang merupakan dewi pembelajaran, sastra dan seni Hindu. Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”.

Pura Taman Kemuda Saraswati adalah pura yang istimewa karena arsitekturnya yang khas lengkap dengan kolam teratai yang menjadi daya tarik utama. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Tak hanya estetik, ternyata di balik keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati terdapat kisah sejarah yang mengiringi pura itu.

Cikal bakal pembuatan pura itu diperkirakan sekitar tahun 1946, sedangkan pembangunan Pura Taman Kemuda Saraswati diperkirakan dimulai pada tahun 1951 dan selesai pada tahun 1952. Pada tahun 1951, dilangsungkan upacara “Maligia”, dilanjutkan dengan upacara “Pamungkah” tahun 1953, dan upacara “Piodalan” tahun 1960.

Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri atau founder dari Pura Taman Kemuda Saraswati. Lahir di Puri Saren Kauh Ubud pada tahun 1856 dan wafat pada tahun 1967. Segala detail terkait Pura Taman Kemuda Saraswati, telah dituangkan dalam karya sastranya yang berjudul “Kakawin Rajendra Prasad”.

Dalam mendirikan Pura Taman Kemuda Saraswati, Tjokorda Gde Ngoerah dibantu oleh I Gusti Nyoman Lempad dalam perancangan arsitektur pura. Dalam penciptaan arsitektur pura ini, Nyoman Lempad memadukan keindahan arsitektur dengan budaya dan spiritual yang mendalam.

Keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati memikat sejumlah pemimpin negara, di antaranya presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno, juga presiden pertama India, Rajendra Prasad.

Traveler yang berkunjung ke Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace akan disambut dengan candi bentar yang merupakan gerbang masuk ke areal pura. Masuk lebih ke dalam lagi, traveler akan menemukan Bale Patok yang konon dipergunakan sebagai tempat untuk melipur lara.

Setelah memasuki dan melewati bangunan Bale Patok, dapat dilihat keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati, dimana di tengah telaga nya ada jembatan yang merupakan jalan menuju ke dalam pura.

Di sekeliling jembatan penghubung yang menuju ke Pura Taman Kemuda Saraswati, dapat traveler temui beberapa pancuran air dan bunga Teratai yang indah.

Spot utama dan yang paling favorit dari Ubud Water Palace ini adakah Kori Agung. Terdapat tiga Kori Agung yang merupakan pintu masuk utama ke dalam pura. Kemegahan Kori Agung terlihat dari berbagai ukiran yang begitu indah dan detail.

Traveler yang ingin berfoto di Kori Agung sudah disediakan dua kursi kayu lengkap dengan ukiran khas Bali berwarna emas.

Di balik arsitektur khas Bali yang kental, ternyata ada cerita menarik dari Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace. Bagi traveler yang ingin mencoba destinasi bersejarah dengan arsitektur dan spot instagramable, Pura Taman Kemuda Saraswati adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pengingat Perjuangan Rakyat Bali Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Bali mempunyai satu monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Monumen Bajra Sandhi.

Pulau Bali menjadi salah satu basis perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Sejak 1848 hingga 1946 rakyat Bali telah berjuang habis-habisan untuk mengusir penjajah dari tanah Bali.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan untuk mengenang kembali seluruh perjuangan pahlawan Bali sebelum dan setelah kemerdekaan, kemudian dibangunlah sebuah monumen bernama Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Monumen itu dinamai Monumen Bajra Sandhi.

Monumen Bajra Sandhi dibangun di atas lahan seluas 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter. Arsitektur Monumen Bajra Sandhi dirancang oleh seorang mahasiswa Universitas Udayana, Ida Bagus Gede Yadnya tahun 1981.

“Tahun 1981 itu diadakan sayembara untuk desain Monumen Bajra Sandhi ini. Sayembara ini akhirnya dimenangkan oleh salah satu mahasiswa arsitektur di Universitas Udayana yaitu Ida Bagus Gede Yadnya,” kata Artana Yasa.

Monumen Bajra Sandhi di DenpasarMonumen Bajra Sandhi di Denpasar Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Setelah melalui tahap penyempurnaan gambar, pada Agustus 1988 dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan monumen. Dalam kurun waktu 13 tahun akhirnya pembangunan monumen selesai, tepatnya pada 2001.

Pembangunan monumen masih dilanjutkan dengan membangun diorama yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.

14 Juni 2003, bertepatan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-25 tahun 2003. Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri meresmikan Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Di balik cerita sejarah pendirian Monumen Bajra Sandhi, arsitektur monumen yang satu ini pun sangat unik. Bentuknya persis seperti genta (bajra) yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Bangunan Monumen Bajra Sandhi juga sarat akan makna kemerdekaan. Anak tangga di pintu utama berjumlah 17, tiang agung di dalam berjumlah 8, dan ketinggian monument adalah 45 meter. Angka-angka tersebut merupakan tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945.

Untuk menyaksikan kemegahan dan keunikan Monumen Bajra Sandhi traveler hanya dikenakan biaya tiket masuk mulai dari Rp 5.000 untuk pelajar, Rp 20.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara.

Penasaran dengan kisah perjuangan rakyat Bali? Kuy berkunjung ke Monumen Bajra Sandhi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Wisata Keluarga untuk Mengisi Liburan Umanis Galungan



Denpasar

Satu hari setelah Hari Raya Galungan, umat Hindu merayakan Umanis Galungan. Biasanya akan dirayakan dengan mengunjungi sanak saudara dan berlibur ke destinasi wisata.

Setiap 210 hari sekali atau setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon wuku Dungulan umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan. Menandakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (28/02/2024). Satu hari setelahnya umat Hindu merayakan Hari Umanis Galungan. Saat hari inilah biasanya umat Hindu memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara hingga berekreasi ke tempat wisata.

Jika traveler masih bingung memilih destinasi wisata untuk mengisi waktu Umanis Galungan, detikTravel punya rekomendasi, nih. Traveler bisa mengunjungi objek wisata alam hingga wisata buatan. Sip banget untuk wisata keluarga!

Berikut daftar destinasi wisata di Bali yang wajib traveler kunjungi saat libur Galungan:

1. Taman Safari Bali

Taman Safari Bali merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 satwa yang terdiri dari 120 spesies. Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan untuk keluarga. Seperti Feed The Predator, Jeep Safari, Jungle Hopper Legend, Elephant Safari, Night Safari, dan Water Play and Fun Zone.

• Lokasi: Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Safari Explorer mulai dari Rp 175.000/orang dan Safari Legend mulai dari Rp 275.000/orang.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA untuk Day Safari dan pukul 18.00 – 21.00 WITA untuk Night Safari.


2. Bali Bird Park

Bali Bird Park adalah tempat yang sempurna untuk keluarga yang menyukai burung-burung eksotis. Bali Bird Park juga menjadi media penangkaran berbagai jenis dan spesies burung dari Indonesia hingga mancanegara.

Traveler bisa menemukan berbagai wahana dan aktivitas menarik di dalamnya. Seperti Bali Rainforest, Basic instinct, wahana Guyu-guyu Corner, Feed the Lory, Papua Rainforest Feeding, Meet the Birdstar, Feed the Pelican, dan The Komodo Experience.

• Lokasi: Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 385.000 untuk dewasa dan Rp 192.500 untuk anak-anak.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

3. Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan dan budaya Bali yang autentik. Salah satu hal yang membuat Desa Penglipuran begitu menarik adalah arsitektur tradisional Bali yang terpelihara dengan baik.

Desa Penglipuran mendapat julukan sebagai desa terbersih di dunia. Selain itu, tahun 2023 Desa Penglipuran masuk jajaran desa wisata terbaik di dunia.

Saat datang ke Desa Penglipuran traveler bisa langsung berkunjung ke Hutan Bambu juga loh.

• Lokasi: Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
• Harga Tiket: Rp 15 ribu untuk WNI anak dan Rp 25 ribu untuk WNI dewasa. Harga tiket masuk untuk WNA anak sebesar Rp 30 ribu dan dewasa sebesar Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 18.00 WITA.

4. Trans Studio Bali

Trans Studio Bali merupakan indoor theme park dengan konsep thematic, dimana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik bukan hanya menikmati wahana dan pertunjukan yang ada tetapi juga mengabadikan momen di setiap sudut estetik theme park.

Traveler bisa merasakan berkunjung ke dalam 5 zona lengkap dengan wahana dan atraksi yang memukau. Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone adalah 5 zona dengan konsep yang berbeda.

Beberapa rekomendasi wahana yang wajib traveler coba adalah Formula Kart, Boomerang Coaster, Flying Over Indonesia, The Forbidden Temple Rapid Adventure, dan Road Rage Wasteland Escape.

• Lokasi: Trans Studio Mall Bali, Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar, Bali
• Harga Tiket: Domestik Dewasa KTP Bali: Rp 200 ribu/orang, Domestik Dewasa: Rp 225 ribu/orang saat weekdays dan Rp 275 ribu/ orang saat weekend, Domestik Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 150 ribu/ orang, Asing Dewasa: Rp 500 ribu/ orang, dan Asing Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 350 ribu/ orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 11.00 – 19.00 WITA weekend.

5. Air Panas Penatahan

Air panas yang satu ini menjadi destinasi favorit keluarga ketika hari libur Galungan telat tiba. Sesuai dengan namanya, daya tarik utama dari destinasi ini adalah sensasi relaksasi dengan berendam di kolam air panas alami.

Daya tarik lainnya dari destinasi satu ini adalah adanya akses langsung ke sungai dengan air dingin yang segar dan bebatuan alami. Di sini terdapat beberapa jenis kolam, ada kolam air hangat dan air dingin.

• Lokasi: Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali
• Harga Tiket: Kolam umum: Rp 15.000/orang, Kolam privat: Rp 25.000/orang, Jacuzzi: Rp 40.000/orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

6. Big Garden Corner

Traveler yang tinggal di Denpasar wajib menghabiskan waktu di destinasi komplit satu ini. Namanya Big Garden Corner.

Big Garden Corner juga menawarkan berbagai wahana seru dan area spot foto yang instagramable. Penataan taman dibuat sangat menarik berpadu dengan berbagai patung-patung berukuran besar.

Beberapa spot favorit pengunjung di sini seperti terowongan cinta, art standing stones, miniatur Candi Borobudur, rumah pohon mini, patung membaca koran, dan butterfly park. Big Garden Corner juga memiliki playground dan waterpark untuk anak-anak.

• Lokasi: Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 50 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 150 ribu untuk wisatawan asing.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA.

7. Taman Edelweis Bali

Di Bali Timur traveler bisa menemukan taman cantik dengan hamparan bunga edelweis. Spot fotonya pun juara. Taman Edelweis Bali, sip banget jadi pilihan destinasi wisata keluarga saat libur Galungan.

Taman Edelweis adalah taman wisata buatan yang menanam edelweis atau bunga kasna. Berada di kaki Gunung Agung, Taman Edelweis memiliki suasana alam yang spektakuler yang berpadu dengan udara sejuk khas pegunungan.

Di Taman Edelweis Bali traveler dapat mencoba berbagai spot foto yang cantik. Mulai dari bingkai love, ayunan dengan latar belakang pemandangan, papan nama, kincir angin, dan taman surga.

• Lokasi: Desa Temukus, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Wisatawan lokal KTP Bali: Rp 20 ribu, Wisatawan domestik: Rp 30 ribu, Wisatawan asing: Rp 50 ribu, Anak-anak (5 – 10 tahun): Rp 10 ribu, dan di bawah 5 tahun: Gratis
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

8. Taman Ujung

Taman Ujung merupakan destinasi bersejarah peninggalan Kerajaan Karangasem yang hingga kini masih eksis menjadi tujuan wisata. Taman Ujung memadukan tiga konsep arsitektur yaitu arsitektur Bali, Eropa, dan China. Estetik dan instagramable banget!

• Lokasi: Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Domestik Dewasa: Rp 25 ribu, Domestik Anak-anak: Rp 15 ribu, WNA Dewasa: Rp 75 ribu, dan WNA Anak-anak: Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

9. Tirta Gangga

Taman air Kerajaan Karangasem ini tak pernah sepi akan pengunjung, apalagi ketika waktu libur tiba. Bukan cuma karena pemandangan kolam air dan mata airnya yang alami, Tirta Gangga juga sip menjadi destinasi keluarga karena terdapat kolam pemandian untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Traveler juga bisa memberi makan ikan berukuran jumbo dan menaiki perahu mengelilingi kolam luas di Tirta Gangga.

• Lokasi: Jalan Raya Abang, Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: WNA Dewasa: Rp 50 ribu, WNI Dewasa: Rp 25 ribu, Anak-anak (5-12 tahun): Rp 15 ribu, dan Di bawah 5 tahun: Gratis.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 19.00 WITA.

10. Kebun Raya Bali

Jika traveler ingin menghabiskan waktu bersama keluar, Kebun Raya Bali menjadi destinasi sip di kala libur Galungan. Kebun Raya Bali memiliki hamparan rumput yang luas sehingga cocok untuk kamu yang ingin berlibur dan mengadakan piknik kecil-kecilan bersama keluarga.

• Lokasi: Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
• Harga Tiket: Untuk wisatawan akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000 untuk Hari Senin-Jumat dan Rp 30.000 untuk Hari Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Itulah 10 destinasi seru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Galungan. Sudah tauh mau berlibur kemana? Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan selama liburan, ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi Bonus View Ijo-ijo di Denpasar, di Sini Tempatnya



Denpasar

Coffee shop satu ini terbilang hidden gem. Memang berada di Denpasar, tetapi sedikit tersembunyi dan mengasyikkannya lagi menawarkan view ijo-ijo.

Kedai kopi itu Nataraka Bali. Bolo, salah satu karyawan di Nataraka Bali, menuturkan nama Nataraka diambil dari nama niang (nenek) pemiliknya.

“Dulu saat penentuan nama, owner sudah 6 bulan belum menemukan nama yang cocok. Akhirnya didatangi dalam mimpi, dan memilih menggunakan nama Nataraka yang diambil dari nama sang nenek,” kata Bolo.

Nataraka Bali merupakan sebuah coffee shop yang baru dibuka sejak 18 Januari 2024. Memasuki tempat ini membuat traveler lupa bahwa Nataraka Bali terletak di Kota Denpasar. Suasana tenang komplit dengan rindangnya pepohonan bisa traveler jumpai di sini.

Kedai kopi ini istimewa dengan view sungai dan nuansa alam yang kental. Kombinasi sentuhan modern dan nuansa Bali, Nataraka menciptakan atmosfer yang coffee shop yang unik dan estetik.


Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka memiliki nuansa semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang luas dan langsung menyatu dengan alam. Area outdoor menjadi tempat favorit pengunjung karena banyak pepohonan yang rindang dan syahdu. Oke banget jadi spot foto instagramable.

Nataraka Bali juga sip untuk traveler yang ingin nongkrong dan work form cafe. Suasananya yang tenang plus view pepohonan yang ijo-ijo, dijamin buat mata semakin segar.

“Konsep dari Nataraka ini sebenarnya menyatu dengan alam, apalagi di bawah ada sungai. Table kita yang outdoor juga menyatu dengan pepohonan. Rindang banget, cocok untuk yang mau nongkrong atau nugas,” ujar Bolo.

Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka Bali menjual berbagai menu yang biasanya ada di coffee shop. Namun yang wajib traveler coba adalah menu butterscotch dan sweet soy beef. Harganya pun masih ramah di kantong. Untuk menu makanan harganya berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu dan minuman Rp 29 ribu hingga 35 ribu.

Nataraka berlokasi di Jl. Dukuh I No.10, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 23.00 WITA. Traveler yang kepo juga bisa mengunjungi sosial media mereka @natarakabali.

Karena konsepnya yang unik dan estetik, Nataraka Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Setiap harinya Nataraka bisa dikunjungi hingga ratusan pengunjung. Bahkan hingga kehabisan table, terutama saat weekend.

“Hari weekend itu biasanya rame. Orang-orang selesai CFD atau selesai ibadah gereja yang mencari makan ke sini. Tapi sampai saat ini belum bisa menggunakan sistem reservasi. Kita masih menggunakan sistem first come first service,” papar Bolo.

Mau nongkrong dan ngopi dengan suasana yang ijo-ijo. Yuk langsung cus ke Nataraka Bali. Coffee shopnya estetik, harganya dijamin nggak bikin kantong bolong.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cantiknya Juara! Bajra Sandhi Punya Spot Rahasia, Bisa Dapat View 360 Derajat



Denpasar

Belum banyak yang ahu, Bajra Sandhi mempunyai satu ruangan yang mempunyai view super cantik. Bisa dapat panorama Kota Denpasar secara 360 derajat, dari ketinggian pula. Penasaran? Kuy, simak informasi dari detikTravel.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan unik berbentuk bajra atau genta, itu ternyata menyimpan kisah heroik perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Pendirian monumen itu bermula dari terpilihnya rancangan dari Ida Bagus Gede Yadnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana tahun 1981.

Setelah melalui proses perbaikan, akhiranya Bajra Sandhi mulai dibangun pada Agustus 1988 dan diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri.

Monumen ini memiliki eksterior yang megah dan detail dengan arsitektur khas Bali yang kental. Tentu sarat dengan makna dan filosofi.

Jika dilihat secara vertikal, monumen ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan konsep Tri Angga. Ada Nistaning Utama Mandala (Nistaning Angga) adalah lantai satu, Madyaning Utama Mandala (Madianing Angga) adalah lantai 2, dan Utamaning Utama Mandala (Utamaning Angga) adalah lantai 3.

Belum banyak yang tahu bahwa Bajra Sandhi memiliki ruang peninjauan yang memberikan view juara. Terletak di bagian Utamaning Utama Mandala atau lantai 3 dari monumen ini. Untuk sampai ke ruang peninjauan traveler harus menaiki tangga melingkar.

Sesampainya di atas traveler akan dibuat kagum dengan pemandangan yang juara. Ruang peninjauan yang terletak di bagian puncak Monumen Bajra Sandhi menjadi sebuah spot rahasia yang menakjubkan bagi traveler yang menemukannya.

Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Kota Denpasar secara menyeluruh dengan view 360 derajat. Traveler bisa merasakan sensasi berada di bagian teratas sebuah monumen setinggi 45 meter. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya traveler!

“Di ruang paling atas itu namanya Ruang Peninjauan. Pengunjung bisa memantau atau menyaksikan area sekitar monumen. Pengunjung sangat diperbolehkan untuk naik ke atas, asal tetap menjaga keselamatan,” ujar I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Bagi traveler yang berkunjung ke Bajra Sandhi, tak boleh melewatkan untuk datang ke Ruang Peninjauan. Dijamin akan dapat view juara, dengan pemandangan 360 derajat dari ketinggian. Bener-bener cantik!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Tiket dan Informasi Lain Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Denpasar mempunyai satu wisata sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Bali dan arsitekturnya unik. Namanya Monumen Bajra Sandhi.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan Monumen Bajra Sandhi merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk menghormati pahlawan serta menjadi lambang semangat mempertahankan keutuhan NKRI.

Nama Bajra Sandhi diambil karena bentuk bangunan dari monument ini menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Mulai dibangun pada tahun 1987, Monumen Bajra Sandhi diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas sekitar 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter persegi.

“Tahun 2001 konstruksi Monumen Bajra Sandhi baru selesai dan dilanjutkan dengan pengisian diorama. Diresmikan pada 2003 oleh Ibu Presiden Megawati dan baru dibuka untuk umum tahun 2004,” kata dia.

Bajra Sandhi juga menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang dikelilingi oleh Lapangan Niti Mandala Renon. Penasaran dengan kemegahan dan aktivitas menarik di Monumen Bajra Sandhi? Yuk simak ulasan dari detikTravel!

Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi memiliki daya tarik tersendiri bagi traveler yang kepo dengan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Bajra Sandhi juga sip untuk traveler pecinta foto. Lebih lengkapnya, detikTravel mengulas beberapa daya tarik dari Monumen Bajra Sandhi.

1. Arsitektur yang Unik nan Megah

Monumen ini memiliki arsitektur yang megah dan indah dengan desain yang menggabungkan unsur-unsur tradisional Bali dan modern. Bentuknya pun unik, menyerupai genta milik para Pendeta Hindu.

“Dari segi fisik dan arsitektur kita itu unik, berbeda dari yang lain. Bajra Sandhi itu menyerupai genta yang digunakan oleh pendeta untuk menghantarkan upacara agama Hindu,” kata Arsana Yasa.


2. 33 Diorama dan Ruang Pameran

Ruang diorama terletak di lantai dua Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 buah diorama yang menceritakan dan menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di ruangan ini akan diceritakan secara kronologis dari diorama 1 hingga diorama ke-33.

3. Spot Foto Estetik dan Instagramable

Bajra Sandhi memiliki arsitektur yang unik dan khas Bali. Dengan bentuk menyerupai genta, lengkap dengan penggunaan batu berwarna hitam di setiap bangunan. Membuat Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable.

Favorit pengunjung adalah berfoto di depan Bajra Sandhi dengan latar belakang bangunan monumen. Traveler juga bisa menemukan beberapa spot foto seperti diorama, tangga melingkar, dan beberapa pilar besar yang estetik banget.

4. Ruang Peninjauan 360 Derajat

Bagian atas Bajra Sandhi terdapat ruang peninjauan yang memiliki pemandangan 360 derajat. Ruangan ini terletak di Utamaning Utama Mandala, traveler hanya perlu menaiki anak tangga melingkar untuk sampai ke ruangan ini. Di sini traveler bisa merenung dan bersantai sambil menikmati keindahan Kota Denpasar.

Aktivitas Menarik di Monumen Bajra Sandhi

Tidak hanya menyimpan cerita sejarah, kawasan monumen yang terletak di Kota Denpasar ini kerap ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan. Berikut aktivitas menarik yang bisa traveler lakukan untuk menghabiskan waktu di Monumen Bajra Sandhi.

1. Berburu Spot Foto

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bajra Sandhi namun traveler tak berburu setiap sudut estetik di monumen ini. Dengan arsitekturnya yang khas, Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto yang estetik dan instagramable. Traveler bisa berfoto dan membuat video di setiap lantainya.

“Favorit wisatawan itu biasanya di Kori (pintu masuk) dan di tangga,” katanya.

2. Foto Pre Wedding

Bajra Sandhi menjadi salah satu spot prewedding favorit bagi wisatawan. Dengan latar belakang bangunan berbentuk genta yang khas.

3. Menikmati Keindahan Pemandangan Kota Denpasar dari Ketinggian

Yang tak boleh dilewatkan jika traveler berkunjung ke Bajra Sandhi adalah naik ke lantai atas dan menikmati keindahan pemandangan dari ruang peninjauan. Traveler bisa duduk dan merenung sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Monumen ini memiliki empat pintu masuk, namun traveler hanya bisa masuk dari pintu selatan.

Sebelum memasuki Monumen Bajra Sandhi, traveler harus membayar tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuk Monumen Bajra Sandhi.
• Wisatawan Mancanegara
a. Dewasa : Rp 100.000/orang
b. Anak-anak : Rp 50.000/orang
• Wisatawan Nusantara
a. Dewasa : Rp 30.000/orang
b. Anak-anak : Rp 20.000/orang
• Pengunjung Mahasiswa/Pelajar
a. Mahasiswa Lokal Bali : Rp 10.000/orang
b. Mahasiswa Luar Bali : Rp 20.000/orang
c. Pelajar Lokal Bali : Rp 5.000/orang
d. Pelajar Luar Bali : Rp 10.000/orang

Traveler juga bisa melakukan foto shoot untuk prewedding dengan harga Rp 2.000.000 untuk prewedding mancanegara dan Rp 1.000.000 untuk prewedding nusantara.

Monumen Bajra Sandhi buka setiap hari, kecuali hari-hari besar atau libur resmi. Untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Tak jarang monumen ini akan dipadati oleh kunjungan pelajar ketika hari libur tiba. Arsana Yasa menyebut setiap harinya Bajra Sandhi bisa dikunjungi hingga 500 orang.

Traveler penasaran bagaimana perjuangan rakyat Bali? Semua bisa traveler dapatkan di Monumen Bajra Sandhi. Tak hanya tawarkan cerita sejarah, tapi komplit dengan spot foto estetik.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com

Cantik Menawan… Kafe Penuh Bunga di Sanur



Jakarta

Di Sanur, Bali terdapat kafe yang dipenuhi bunga. Keistimewaan lainnya, kedai kopi ini berhubungan erat dengan angka sembilan.

Dari luar, kafe satu ini sudah memberikan kesan yang berbeda. Disambut dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni, khas dari Neun Cafe. Saat memasuki kafe, traveler langsung disambut dengan ruangan berkonsep klasik luxury.

I Wayan Sudarma, general manager Neun Cafe, menuturkan bahwa nama Neun Cafe diambil dari Bahasa Jerman. Neun berarti sembilan. Segala hal yang berhubungan dengan Neun Cafe akan ada angka sembilan di dalamnya.

“Nama Neun itu diambil dari Bahasa Jerman yang berarti sembilan. Jadi layout restoran ini dari sudut ke sudut berjarak sembilan, lampu-lampu di sini juga berjumlah sembilan. Bahkan alamat kita juga nomor 9,” kata Sudarma.

Meskipun berada di Kota Denpasar, Neun Cafe menawarkan konsep yang klasik dengan suasana yang tenang. Itu bikin kafe tersebut cocok untuk bekerja atau hanya sekedar bersantap sembari menikmati indahnya bunga-bunga.

Nenun Cafe memiliki area semi outdoor. Traveler bisa memiliki tempat duduk di indoor maupun outdoor. Namun favorit pengunjung adalah area outdoor yang menghadap langsung ke area taman.

Selain kafe, Neun Cafe juga memiliki villa berkonsep klasik luxury villa. Lokasinya pun berdekatan dengan Neun Cafe. Meskipun baru berdiri sejak 2022, safe yang satu menjadi primadona bagi wisatawan yang sedang berwisata ke Bali.

Neun Cafe memiliki keunikan. Sudarma menyebut Neun Cafe memiliki ambiance kebun yang 60% hingga 70% dihiasi dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni. Ini adalah spot foto favorit dari pengunjung, berfoto dengan latar belakang kebun bugenvil yang sedang bermekaran. Luar biasa cantiknya!

Nggak cuma taman, traveler juga bisa menikmati segarnya berenang di kolam renang Neun Cafe. Cukup berbelanja sekitar Rp 300 ribu untuk 3 hingga 5 orang. Kolam renang ini juga gak kalah estetik loh untuk jadi spot foto.

“Kita highlight bunga bugenvil ini. Rata-rata pengunjung yang datang, selain makan pasti berburu spot foto. Semua area di sini cocok untuk spot foto, tapi di taman bugenvil dan kolam renang itu favorit,” kata Sudarma.

Neun Cafe juga memiliki beberapa event yang siap mengisi waktu traveler, seperti live acoustic setiap hari Sabtu dan Minggu. Fasilitas yang ditawarkan pun nggak kalah juara, ada parkir yang luas, mushola, dan toilet.

Jika berkunjung ke Neun Cafe, traveler juga wajib mencicipi menu andalan dari cafe ini. Ada Balinese nasi rames ala neun cafe, nasi goreng jadoel, dan pizza. Untuk minuman traveler wajib mencicipi Macchiato Coffee, seger banget.

Nggak perlu khawatir, harga menu di Neun Cafe masih tergolong ramah di kantong. Menu makanan dibanderol dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu dan menu minuman dibanderol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 115 ribu.

Keunikan Neun Cafe membuatnya tak pernah sepi dari pengunjung. Sudarma mengaku bahkan Neun Cafe bisa full saat weekend datang. “Kalau weekend disini bisa full. Rata-rata pengunjung lebih dari 100 orang,” kata dia.

Jika traveler ingin menggelar perayaan spesial, bisa mengajukan reservasi melalui akun Instagram @neun.cafe.

Cafe estetik ini berlokasi di Jalan Duyung, Nomor 9, Sanur, Denpasar Selatan. Tak jauh dari pusat Kota Denpasar, berjarak 10 kilometer atau waktu tempuh sekitar 30 menit. Lokasinya pun mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat plus fasilitas parkir yang luas. Neun Cafe buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 21.00 WITA.

Kabar baiknya, Neun Cafe akan segera buka di daerah Ubud, loh. Pemandangan sawah digabungkan dengan konsepnya yang klasik. Pasti bakal estetik dan instagramable banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Meriahkan Hari Raya Nyepi, Ini 6 Ogoh-Ogoh Spektakuler di Kota Denpasar



Jakarta

Masyarakat Bali tengah menyambut hari raya Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh. Karya seni patung yang gambarkan Bhuta Kala. Berikut enam ogoh-ogoh spektakuler.

Hari raya Nyepi adalah tahun baru Saka yang dirayakan oleh umat Hindu. Pada 2024, hari raya Nyepi jatuh pada Senin (11/03/2024). Umat Hindu akan melakukan tapa brata penyepian atau empat pantangan.

Rangkaian hari raya Nyepi terdiri dari tiga hari, hari Pengerupukan, hari raya Nyepi, dan Ngembak Geni.

Di Bali, hari raya Nyepi identik dengan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh yang dilakukan oleh seka teruna teruni di setiap banjar. Nantinya ogoh-ogoh yang sudah dibuat diarak keliling desa ketika Hari Pengerupukan.

Ogoh-Ogoh juga termasuk seni patung yang berasal dari kebudayaan masyarakat Bali yang menggambarkan kepribadian dari Bhuta Kala. Ogoh-ogoh merupakan sebuah benda yang besar dan berbentuk boneka raksasa.

Penasaran dengan kemegahan ogoh-ogoh di Kota Denpasar?

Berikut ogoh-ogoh spektakuler yang ada di Kota Denpasar:

1. Sura Kasuran karya ST. Eka Pramana Banjar Merta Rauh

Banjar Merta Rauh berlokasi di Jalan Trijata II No.10, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Banjar Merta Rauh dengan ST. Eka Pramana pada tahun 2024 membuat ogoh-ogoh bertajuk “Sura Kasuran” dan berhasil meraih Juara III di Kecamatan Denpasar Utara.

Ogoh-ogoh “Sura Kasuran” menceritakan tentang dua sifat kegelapan yang menjadi dasar munculnya sifat-sifat kegelapan lainnya. Kemabukan (Sura) akan Keberanian (Kasuran) membuat manusia menjadi angkuh. Dua sifat itulah yang membuat manusia jauh dari ajaran Dharma (kebaikan).

2. Teja Lawa karya ST Yowana Werdhi Banjar Batanbuah

ST Yowana Werdhi dari Banjar Batanbuah pada tahun 2024 berhasil meraih Juara II di Kecamatan Denpasar Timur. Dengan ogoh-ogoh bertajuk “Teja Lawa”. Banjar Batanbuah berlokasi di Jl. Sulatri No.7, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali.

Teja Lawa bermakna keberlangsungan hidup setiap makhluk di dunia, bergantung pada teja sebagai komponen utama dalam memproduksi oksigen. Sehingga teja dianggap sebagai gerbang kehidupan yang disebut “lawa”.

Teja sebagai penanda sang kala, menjadi gerbang keberlangsungan aktivitas manusia. Teja sebagai tanda hidup & matinya segala makhluk yang ada. Tatkala sang teja bersinar tak semestinya itulah tanda gerbang pralaya dibuka. Apabila teja dalam tubuh manusia melebihi yang semestinya, sifatnya akan menyerupai raksasa dan mengantarkannya pada kehancuran juga. Begitupun tumbuhan apabila tidak mendapatkan teja sang surya maka tak akan ada pangan yang diterima. Semua yang bersinar adalah miliknya yang bercahaya (acintya).


3. Wayabya karya ST. Eka Cita Banjar Abian Kapas Kaja

Banjar Abian Kapas Kaja berlokasi di Jl. WR Supratman No.115, Sumerta, Kecamatan Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali. Tahun 2024, Banjar Abian Kapas Kaja dengan ST. Eka Cita mengusuh tajuk “Wayabya” pada ogoh-ogoh yang dibuat.

Wayabya mengupas tentang pelindung rumah atau pekarangan dalam kehidupan sosial religius masyarakat Bali. Wayabya merupakan salah satu kekuatan alam maha agung yang diyakini sebagai tempat memohon perlindungan dan kekuatan atau kawisesan. Adapun yang dipuja adalah Ida Hyang Durga Manik kairing antuk Sang Kala Raksa tumut pareng Sang Bhuta Hulu Kebo.

4. Bebali Sidakarya karya Banjar Pebean

Banjar Pebean berlokasi di Jl. Wr. Supratman Gg. Gunung Kawi, Kesiman, Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali. Tahun 2024, Banjar Pebean mengangkat ogoh-ogoh bertajuk “Bebali Sidakarya”. Bebali sidakarya adalah sebuah referensi atau manuskrip yang membahas perihal bagaimana, siapa, dan untuk apa adanya sidakarya.

Sidakarya yang dimaksud dan ditegaskan pada manuskrip ini adalah ” Perputaran Hyang Rawi Tanpa Tindih Ye Ta Mengaron Maha Kala Sidakarya Puja Ya Ta ” artinya pergerakan matahari yang tidak terbendungkan, itulah disebut Maha Kala yang disebut Sidakarya, karena yang menyelesaikan siang dan malam.

Mitologi ini di visualkan pada seorang brahmana yang bernama Mpu Kayu Manis yang ibunya dari masab siwa dan ayahnya masab budha yang berusaha menjelaskan kepada seorang raja yang bernama Raja Batatipati. Sidakarya itu sebenarnya adalah Maha Kala.

5. Podgala karya Banjar Abian Kapas Tengah

Banjar Abian Kapas Tengah yang berlokasi di Jl. Nusa Indah No.57, Sumerta, Kecamatan Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali mengangkat ogoh-ogoh bertajuk “Podgala”. Ogoh-ogoh ini memakan waktu pembuatan sekitar dua bulan, mulai Januari hingga Februari 2024.

Podgala berarti penyucian diri. Berawal dari upacara madiksa yang mempunyai tujuan mulia yaitu meningkatkan kesucian diri guna mencapai kesempurnaan dumadi menjadi manusia. Upacara Madiksa ini bermakna seseorang yang dilahirkan kembali untuk dijadikan pemimpin suci bagi umat Hindu di Bali.

Dalam melahirkan sesuatu yang baik tentunya ada sesuatu kepribadian yang harus bisa dikendalikan seperti tiga sifat dasar pada diri manusia yaitu Tri Guna yang terdiri dari Sattwam (sifat dewasa), Rajas (nafsu, keinginan), dan Tamas (sifat malas,egois, kurang empati). Tiga sifat inilah yang harus dikendalikan atau ditempatkan pada situasi yang tepat. Agar tidak menyalahkan dari arti penyucian diri atau PODGALA.

6. Laliaran karya ST Gemeh Indah Banjar Gemeh

Banjar Gemeh berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali. Pada tahun 2024, Banjar Gemeh membuat ogoh-ogoh yang bertajuk “Laliaran”.

Ogoh-ogoh bertajuk “Laliaran” diambil dari cerita astronomi yang merupakan ilmu paling tua yang dipelajari manusia. Kegiatan gerak matahari bulan dan bintang membentuk pola pada segala yang bergerak dan tak bergerak di bumi. Selama ribuan tahun pengetahuan ini telah dirumuskan dan ditulis sebagai panduan hidup manusia.

Di bali hal serupa dilakukan secara spesifik dengan cara menghitung yang tak hanya menghitung salah satu sumbu putaran dari Sang Hyang Rwa Wisesa Surya (matahari) atau Candra (bulan), tapi keduanya yang menjadi tiga bentuk pengingat: hari, wuku, sasih yang saling bertemu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pura Bukit Gumang, Ratusan Anak Tangga dan Gerbang Raksasa Seolah Menuju Nirwana



Karangasem

Pura Bukit Gumang berada di atas bukit. Untuk mencapai pura, pengunjung harus mendaki ratusan anak tangga dan melewati sebuah gerbang raksasa.

Pura Bukit Gumang dikenal juga dengan Pura Bukit Batu Kursi berada di Desa Adat Bugbug. Pura itu merupakan istana Ida Bhatara Gumang yang juga bernama Sang Hyang Sinuhun Kidul. Dia memiliki permaisuri Dewi Ayu Mas.

Pura Bukit Gumang berhawa sejuk. Pura itu berada di sekitar 305 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pura itu juga termasuk Dang Kahyangan di Desa Bugbug.

Rai, koordinator penjaga gapura di Pura Bukit Gumang, menyebut sebelum masuk ke dalam pura dan berfoto, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk dan menggunakan sarung (kamen) serta selendang. Pengunjung juga diimbau untuk mengenakan pakaian yang sopan.

Melihat dari luar pintu masuk, Pura Bukit Gumang memiliki candi bentar atau gapura kembar dengan ukuran raksasa, tinggi menjulang dan begitu megah. Candi bentar itulah yang menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Untuk menuju candi bentar itu, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Tetapi, jangan khawatir sepanjang perjalanan traveler akan disuguhkan pemandangan pepohonan hijau dan bebukitan.

Menurut Rai, wisatawan yang berkunjung diperbolehkan naik hingga ke areal pura. Tetapi ada batasannya. Pengunjung yang sedang menstruasi, tidak diperbolehkan untuk naik ke pura.

“Pura Bukit Gumang ini tinggi, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Kalau pengunjung kuat, diperbolehkan naik sampai ke areal pura. Namun, di sini ada ketentuan kalau sedang menstruasi tidak diperbolehkan untuk naik,” kata Rai.

Jangan kaget, jika nanti traveler bertemu dengan monyet-monyet yang ada di sekitar pura. Tapi tenang saja, karena monyet di sini tidak agresif, kecuali pengunjung membawa makanan.


Daya Tarik Pura Bukit Gumang

Pura Bukit Gumang menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib traveler kunjungi di Bali timur. Berikut beberapa daya tarik yang dimiliki oleh Pura Bukit Gumang.

1. Arsitektur Pura yang Megah

Arsitektur Pura Bukit Gumang memang tak dapat disangkal keindahannya. Pura ini menampilkan kekayaan seni arsitektur tradisional Bali yang megah. Salah satu ciri khasnya adalah adanya candi bentar atau gapura yang besar dan megah di pintu gerbang.

Struktur bangunan yang kokoh dan hiasan-hiasan tradisional Bali yang menghiasi setiap sudut pura menambah keagungan dan keelokan tempat ini. Keindahan arsitektur Pura Bukit Gumang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin mengagumi keajaiban seni bangunan khas Bali.

2. Pemandangan Alam Memukau

Selain keindahan arsitektur, Pura Bukit Gumang juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Terletak di ketinggian, pura ini menawarkan panorama indah yang meliputi hamparan perbukitan yang hijau yang luas dan menakjubkan.

Pengunjung dapat menikmati kesegaran udara sambil menikmati keindahan alam yang mempesona. Pemandangan alam yang menakjubkan ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang datang ke Pura Bukit Gumang.

3. Bisa Saksikan Sunset dan Berburu Spot Foto

Pura Bukit Gumang punya banyak spot foto, dengan konsep khas Bali. Terutama di gapura atau candi bentarnya yang megah. Hingga ke areal pura. Salah satu momen yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Pura Bukit Gumang adalah kesempatan untuk menyaksikan matahari terbenam. Dengan lokasinya yang berada di bukit, pura ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.

“Spot foto favorit itu dari bawah sampai atas juga jadi spot foto favorit. Apalagi di pura, itu banyak sekali bisa dapat view, terutama saat sunset. Itu cantik banget,” ujarnya.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Pura Bukit Gumang berlokasi di Kabupaten Karangasem tepatnya di Jalan Raya Bugbug, Sengkidu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

“Kalau bulan-bulan liburan, biasanya pengunjung banyak. Bisa sampai ratusan pengunjung yang datang. Biasanya ramai pada waktu siang hari,” kata Rai.

Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk domestik dan Rp 20.000 untuk mancanegara. Untuk menyewa satu set kamen dan selendang, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 untuk pengunjung domestik dan Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara.

Nah, demikian tadi ulasan mengenai Pura Bukit Gumang di Karangasem Bali yang bisa menjadi pilihan traveler untuk berlibur di Bali Timur. Jangan lupa gunakan pakaian yang sopan dan siapkan fisik yang prima ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Estetik di Tuban, Punya View Hutan Mangrove



Badung

Tak banyak yang tahu, kafe satu ini mempunyai view hutan mangrove yang cantik dan estetik. Namanya Koffietons Mangrove, Tuban.

Dari luar, kafe ini terlihat seperti kafe pada umumnya. Memiliki tema cozy yang didominasi dengan warna hitam dan tumbuhan hijau di depannya.

Meskipun berlokasi di kawasan Tuban yang ramai, Koffietons menawarkan suasana yang berbeda. Ketenangan yang berpadu dengan indahnya pemandangan hutan mangrove dapat traveler temui di sini.

Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Memasuki kafe, traveler akan disambut dengan ramah oleh resepsionis kafe dan disajikan mineral water dingin dengan cuma-cuma. Konsepnya yang cozy modern dengan suasana yang tenang membuat Koffietons menjadi tempat favorit untuk nongkrong dan bekerja atau mengerjakan tugas.

Terdapat banyak pilihan tempat duduk. Namun tempat duduk yang paling menarik di Koffietons Tuban adalah tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove. Lebatnya pohon mangrove dan ketenangan airnya akan membuat traveler betah berlama-lama di kafe ini.

Tak jarang spot ini menjadi spot favorit pengunjung untuk hunting foto yang kece. Bahkan harus berebutan untuk mendapatkan tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove ini. Cuma ada empat kursi loh!

Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai Tuban 33a-34b, Kabupaten Badung, Koffietons Tuban menawarkan pilihan menu beragam. Mulai dari kopi yang strong, kopi susu, hingga menu non kopi lainnya. Tidak lupa traveler juga bisa menikmati pilihan makanan ringan seperti Basque Cheese Cake dan makanan berat seperti Dory Sambal Matah.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk menu minuman mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dan menu makanan mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 110 ribu. Koffietons Tuban buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 21.00 WITA.


Dengan segala yang disuguhkan oleh Koffietons Tuban, tidak mengherankan bahwa tempat ini menjadi idola bagi para penggemar kopi dan pecinta spot estetik. Atmosfer yang tenang, pemandangan yang menenangkan, serta hidangan yang menggugah selera, semuanya menyatu dalam sebuah paket komplit di kafe ini.

Jadi, bagi traveler yang lagi cari tempat nongkrong estetik dan nyaman, Koffietons Tuban adalah jawabannya. Ingat datang lebih awal ya, jangan sampai kehabisan spot terbaik di Koffietons Tuban.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com