Tag Archives: wisata bali

6 Fakta Tari Kecak, Sumber Inspirasi Soundtrack Avatar The Last Airbender



Jakarta

Tari Kecak boleh dibilang sudah tak asing bagi traveler yang pernah berkunjung ke Bali. Ternyata budaya Bali itu menjadi sumber inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

Tari Kecak adalah sebuah seni tradisional Bali yang umumnya ditarikan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar di sekeliling perapian. Terdapat pula beberapa penari yang menari di tengah lingkaran hingga ke kursi penonton.

Keunikan gerakan dan keanggunan tari ini menyimpan makna yang dalam dan filosofis. Lebih dari sekadar hiburan, tari Kecak bagi penduduk Bali adalah sebuah bentuk komunikasi spiritual dengan Tuhan dan para leluhur.

Tari Kecak menjadi salah satu tarian terkenal dari Bali dan menjadi pesona wisata budaya. Tak jarang wisatawan yang datang selalu menonton Tari Kecak sebagai wishlist yang wajib dilakukan.

Baru-baru ini nama tari Kecak kembali mencuat setelah komposer musik di Avatar The Last Airbender, Jeremy Zuckerman. Ia menyebut soundtrack itu terinspirasi dari Tari Kecak.

Penasaran dengan tari Kecak khas Bali?

Berikut 6 fakta menarik tentang Tari Kecak:

1. Hasil Kolaborasi Seniman Bali dan Seniman Musik Asal Jerman

Tarian legendaris tari Kecak merupakan karya seni dari seniman tari asal Bali bernama Wayan Lembak. Ia menciptakan tari Kecak bersama dengan Walter Spies, seorang seniman lukis dan musik asal Jerman.

Wayan Limbak terinspirasi untuk memodifikasi tari Sanghyang menjadi tari Kecak yang bisa diperkenalkan lebih luas ke seluruh dunia.

2. Mengisahkan Epos Ramayana

Saat menonton Tari Kecak, traveler akan dibuat merinding. Tarian ini ternyata mengangkat epos Ramayana dengan konsep dramatari. Tari Kecak yang mengisahkan Epos Ramayana, tepatnya pada saat Rahwana berusaha menculik Dewi Sinta dan bagaimana perjuangan Rama untuk menyelamatkan Dewi Sinta.

Jika ditelaah, tari Kecak menyampaikan pesan moral yang tinggi. Mulai dari pesan keberanian, kesetiaan pasangan, dan strategi yang baik.


3. Cuma Dimainkan oleh Laki-laki

Dalam pementasan tari Kecak hanya dimainkan oleh penari laki-laki saja. Bahkan jumlah penari bisa berkisar antara puluhan hingga lebih penari laki-laki yang duduk melingkar. Pementasan semakin meriah dengan irama dan seruan “cak” sembari mengangkat tangan.

Para penari akan menggunakan kostum yang sederhana, mengenakan kain (kamen) kotak-kotak, menyerupai papan catur. Selain itu, terdapat beberapa tokoh utama Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.

4. Tari Kecak Tak Diiringi Alat Musik

Jika biasanya tari Bali diiringi dengan gamelan khas Bali. Berbeda dengan Tari Kecak, tarian ini tak diiringi oleh alat musik sama sekali. Tari Kecak diiringi oleh suara seruan “cak”, “cak”, “cak” dari para penari laki-laki yang duduk melingkar.

Nah, seruan “cak”, “cak”, “cak” inilah yang ternyata menjadi inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

5. Tarian untuk Berkomunikasi dengan Tuhan

Selain terkenal dengan epos Ramayana, ternyata tari Kecak juga menjadi media berkomunikasi dengan Tuhan dan para leluhur. Kemunculan Tari Kecak juga terinspirasi dari ritual tari sanghyang, sebuah tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.

6. Jumlah Penari yang Banyak

Keunikan tari Kecak juga terletak pada jumlah penarinya yang tak terbatas. Penari inilah yang akan mengiringi pelakon di tengah lingkaran untuk mementaskan epos Ramayana. Tari Kecak bisa ditarikan oleh puluhan hingga ratusan orang. Bahkan, pernah tercatat di Rekor MURI, tahun 2006 tari Kecak pernah ditarikan oleh 5.000 penari.

Nah, traveler sudah tau kan beberapa fakta menarik tentang Tari Kecak. Kuy nonton Tari Kecak langsung di Pulau Dewata.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nyaman Gallery Bisa Bikin Weekend Makin Romantis, Gandengan Tangan, Hati Pelukan



Badung

Tepat di tengah kawasan Seminyak, Bali ada satu galeri seni karya para seniman Indonesia dan mancanegara. Bernama Nyaman Gallery.

Berdiri sejak 2013, Nyaman Gallery menjadi tempat pameran seni kontemporer. Ruang seni yang satu ini menyajikan ratusan karya seni, mulai dari yang berkonsep street art hingga mix media kolase.

Icha, staf galeri di Nyaman Gallery, menuturkan bahwa nama Nyaman Gallery diambil karena ingin menciptakan rasa nyaman untuk para pengunjung, bak rumah sendiri. Nyaman Gallery juga menjadi rumah bagi 15 seniman lokal maupun internasional untuk memamerkan karya seninya.

“Nyaman Gallery merepresentasikan 15 seniman, baik itu lokal, Indonesia, maupun internasional. Karyanya pun berupa lukisan dan fotografi dengan berbagai style,” kata Icha.

Nyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di BaliNyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berkunjung ke Nyaman Gallery, traveler bisa mengeksplor lima ruangan yang menyimpan berbagai karya dari 15 seniman. Tak ada tema khusus di setiap ruangan, namun menurut Icha ada satu area yang berkonsep unik, bak kamar kost.

“Kita di sini ada lima ruangan. Dari masing-masing ruangan kita nggak ada konsep khusus sih. Empat ruangan kita mix karya seni dari 15 seniman. Cuma ruangan di outdoor area ini sedikit unik, konsepnya kaya kamar kost dan lebih menjurus ke beberapa kategori karya,” ujar Icha.

Nyaman Gallery menyimpan ratusan karya, baik itu original artwork atau limited art print. Tak salah jika Nyaman Gallery menjadi galeri seni terbesar di area Seminyak, Bali.

Menurut Icha Nyaman Gallery sip banget untuk para pecinta seni karena tak hanya menyajikan karya seni, tapi traveler bisa menjelajahi barang-barang vintage untuk dekorasi seni.

“Nyaman Gallery ini galeri terbesar di area Seminyak, jadi para pecinta seni wajib coba ke sini. Karya yang kita sajikan cukup beragam. Ada beberapa teknik dan media karya seni, kita juga sajikan dekorasi seni yang vintage,” ujar dia.

Meskipun merupakan gallery komersil, Nyaman Gallery tak mewajibkan setiap pengunjung untuk membeli karya seninya. Bahkan, galeri satu ini tak mengenakan biaya tiket masuk, alias gratis. So, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk berakhir pekan. Seperti single terbaru Maliq & D’Essentials, di sini traveler yang datang bersama pasangan bisa semakin romantis.


Tak perlu khawatir, meskipun tak dipungut biaya, traveler akan tetap ditemani oleh staf galeri untuk melakukan gallery tour. Jika penasaran dengan setiap seniman, traveler bisa menemukan beberapa print katalog dari masing-masing seniman.

Icha menuturkan tak jarang pengunjung yang datang juga menghabiskan waktunya untuk berfoto dan berburu spot foto estetik di Nyaman Gallery. Pengunjung juga banyak yang memboyong karya seni dari Nyaman Gallery sebagai buah tangan.

Nyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di BaliNyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Banyak sih pengunjung yang membeli karya seni di Nyaman Gallery, baik itu original artwork maupun limited art print. Ada juga yang suka membeli dekorasi seni untuk dijadikan oleh-oleh,” kata Icha.

Uniknya, jika traveler sudah lelah berkeliling galeri. Nyaman Gallery juga memiliki cafe estetik yang sip untuk ngopi. Seluruh informasi terkait aktivitas di Nyaman Galler bisa traveler simak di akun Instagram @nyamangallery.

Gallery yang satu ini berlokasi di area Seminyak, tepatnya di Jalan Raya Basangkasa No.88, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Nyaman Gallery buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 21.00 WITA. Setiap harinya gallery ini bisa dikunjungi puluhan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bagi traveler pecinta seni yang mau cari surganya karya seni kontemporer, Nyaman Gallery jadi pilihan yang oke untuk dikunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bali Cliff Glamping, Staycation Mewah di Bibir Tebing



Karangasem

Penginapan di Karangasem, Bali ini boleh dibilang antimainstream. Ini glamping mewah dengan view sunrise dan berada di bibir tebing.

Tempatnya bernama Bali Cliff Glamping. Berlokasi di Jalan Karangasem – Seraya, Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Sesuai dengan namanya, Bali Cliff Glamping terletak di bibir tebing yang menghadap ke laut lepas.

Kadek, salah satu karyawan Bali Cliff Glamping, mengatakan Bali Cliff Glamping menjadi glamping pertama di bibir jurang. Di bangun dengan konsep alami yang khas. Memadukan berbagai ornamen kayu pada setiap detailnya. Sesuai dengan konsep glamping atau glamour camping, di sini setiap bangunan didesain menyerupai tenda. Berasa lagi camping beneran deh!

Bali Cliff Glamping memiliki enam kamar dengan tipe dan bentuk yang sama. Namun, menurut Kadek, setiap kamar memiliki view yang berbeda. Kamar dengan view terbaik adalah kamar di ujung timur karena bisa mendapatkan view sunrise yang menawan.

“Kita di sini memiliki enam kamar, dengan tipe dan fasilitas yang sama. Yang membedakan hanya dari view saja. Menurut saya kamar terbaik itu yang di ujung timur, karena bisa dapet view sunrise waktu pagi hari,” kata Kadek.

Memasuki ruangan traveler akan dibuat kaget karena bak masuk ke dalam tenda, komplit dengan kasur dan peralatannya yang nyaman. Interior didesain dengan konsep minimalis dan klasik. Bernuansa coklat.

Walau terletak di bibir tebing, fasilitas Bali Cliff Glamping ini nggak kaleng-kaleng. Kadek mengatakan, setiap kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas double bed, safety box, kamar mandi dalam, air cooler, handuk, dan masih banyak lagi.

Selama staycation di sini, traveler akan dibuat semakin tenang. Malam hari tak ada suara bising kendaraan. Hanya ada suara jangkrik dan deburan ombak yang memecah malam. Definisi ketenangan yang hakiki.

Saat bangun di pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WITA, traveler bisa langsung bersantai di binbag dan menikmati keindahan matahari yang mulai menampakkan sinarnya. Sembari menikmati teh dan kopi hangat.

Nah untuk staycation di Bali Cliff Glamping traveler wajib membayar sekitar Rp 850.000 hingga Rp 900.000/ kamarnya. Harga ini sudah termasuk paket breakfast untuk dua orang. Jika ingin menambah ekstra bed akan dikenakan biaya sebesar Rp 300.000.

Traveler yang kepo dengan kecantikan Bali Cliff Glamping juga bisa mengunjungi akun Instagram mereka @balicliffglamping. Tertarik menginap di bibir tebing?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Bali Timur: Pantai Labuan Amuk



Karangasem

Bali timur, tepatnya di Kabupaten Karangasem menyimpan banyak permata tersembunyi. Ada pantai cantik bonus view perbukitan yang hijau nan asri.

Traveler yang berlibur ke Bali timur dijamin nggak akan kehabisan wisata untuk dijelajahi. Mulai dari bukit hingga pantai.

Salah satu hidden gem yang wajib dikunjungi saat ke Karangasem adalah Pantai Labuan Amuk. Dikenal karena kecantikan alamnya yang mempesona, pantai ini memiliki pasir putih yang bercampur dengan pasir hitam yang lembut.

Memberikan pemandangan yang menenangkan dengan latar belakang bukit hijau yang memikat. Wilayah pantainya tidak begitu luas, diselingi dengan jalan setapak kayu di sebelah kiri, pantai ini menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil menikmati panorama laut yang menakjubkan.

Pantai ini tergolong hidden gem, karena traveler harus melalui jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. Namun, pesona alam dan ketenangannya membuat pantai ini worth it untuk bersantai dan menjauh dari kebisingan kota.

Landskap hijau dari perbukitan dan air pantainya yang jernih, ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sini.

Karena keindahan bawah lautnya yang memukau dan perairannya yang jernih, Pantai Labuan Amuk menjadi surga bagi penggemar snorkeling. Menikmati terumbu karang berwarna-warni dan ikan tropis yang cantik di kedalaman laut. Traveler bisa menemukan penyewaan alat snorkeling di sekitar pantai.

Bagi traveler yang mau menikmati keindahan alam tapi nggak mau basah-basahan, bisa mencoba aktivitas mancing. Terdapat juga area memancing yang sangat populer, traveler bisa duduk di pinggir jalan setapak sambil memancing dan menikmati indahnya Labuan Amuk.

Ketika mengunjungi pantai Labuhan Amuk Karangasem, traveler tak perlu khawatir mencari tempat makan. Pasalnya, di sepanjang pantai terdapat banyak warung makan dan penjual makanan ringan. Harganya pun relatif terjangkau, jadi nggak akan buat kantongmu bolong.

Pantai ini berlokasi di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Lokasinya cukup jauh dari Kota Denpasar, sekitar 42 kilometer atau 1 jam 15 menit perjalanan.

Labuan Amuk buka setiap hari. Bagi traveler yang berkunjung hanya akan dikenakan biaya parkir mulai dari Rp 5.000 untuk satu kendaraan. Bagi traveler yang ingin berkunjung, detikTravel menyarankan untuk datang di pagi hari saat matahari terbit sekitar pukul 06.30 WITA. Atau bisa di sore hari mulai pukul 16.00 WITA.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, dan belum banyak yang tahu tentang Pantai Labuan Amuk. Tak banyak wisatawan yang berkunjung ke sini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keselamatan dan kebersihan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cocok Banget untuk Museum Date: Museum Pasifika



Badung

Traveler bisa museum date saat jalan-jalan di Badung, Bali. Yakni, di Museum Pasifika.

Museum Pasifika merupakan salah satu museum yang menyimpan dan menampilkan karya para maestro kondang di berbagai belahan dunia. Mulai dari maestro lokal hingga internasional.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

“Pertama, pasti banyak yang penasaran sebenarnya museum ini tentang apa sih, kadang ada yang mikir tentang laut. Nah sebenarnya, Museum Pasifika ini adalah museum untuk karya seni dari Asia Pasifik, seperti lukisan dan patung,” kata Laksmi.

Penasaran dengan kisah Museum Pasifika komplit dengan daya tariknya. Berikut informasi menarik yang wajib traveler simak mengenai Museum Pasifika.

Tentang Museum Pasifika

Museum Pasifika, yang terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali, yaitu Popo Danes.

Dengan visi yang ambisius, Museum Pasifika memadukan seni dari wilayah Pasifik dan Asia di bawah satu atap. Museum yang satu ini memiliki visi untuk menjadi museum kelas internasional.


Museum Pasifika di Badung, BaliMuseum Pasifika di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Misi Museum Pasifika berfokus pada beberapa aspek, pertama museum ini ingin menjadi internasional tourism attraction, bahkan sudah memboyong gelar Best of The Best kategori museum dari TripAdvisor tahun 2022 dan 2023.

Misi kedua berfokus pada pendidikan, terutama pada aspek edukasi seni. Dan terakhir berfokus pada budaya. Museum Pasifika melestarikan karya seni yang hampir punah, bahkan Laksmi mengaku pihaknya membeli kembali karya seni yang sudah dilelang di luar negeri.

Sejak awal pembukaannya, museum ini telah menjadi rumah bagi ratusan koleksi seni, menyelenggarakan berbagai acara dan pameran untuk mempromosikan keanekaragaman budaya Bali kepada mata internasional.

Daya Tarik Museum Pasifika

Berkunjung ke museum akan membawa traveler bak menjelajahi masa lalu. Lewat berbagai karya seni lukisan dan patung dengan gaya khas setiap negara. Kalau di Museum Pasifika, traveler bisa menemukan banyak daya tarik dan keunikannya, berikut ringkasan dari detikTravel.

1. Memiliki 11 Ruangan

Museum Pasifika memiliki 8 paviliun dan 11 ruang exhibition dengan tema dan konsep yang berbeda-beda. Mulai dari ruangan I adalah Indonesian room, ruangan II Italian room, ruangan III Dutch room, ruangan IV French room, ruangan V Indo-European room, ruangan VI art exhibition KTT G20 Summit, ruang VII Indochina room, ruangan VIII adalah Asia room, ruangan IX Vanuatu Pacific room, ruangan X Polynesia room, dan terakhir ruangan XI adalah exhibition room.

2. Simpan Karya Raden Saleh

Museum Pasifika menjadi salah satu museum yang menyimpan karya Raden Saleh asli terbanyak.

“Dengan bangga kita menyebut kalau Museum Pasifika menjadi salah satu museum yang memiliki karya Raden Saleh banyak. Total ada enam karya. Sebanyak lima karya dipajang di ruangan I dan satu karya di ruangan IV,” ujar Laksmi.

3. Punya 1200 Karya Seni

Museum Pasifika yang sudah berdiri sejak 2006 ternyata menyimpan sekitar 1200 karya. Namun karya yang dipajang dan ditunjukkan kepada pengunjung hanya sekitar 600 karya.

Terdiri dari karya seni lukisan, patung, dan benda-benda antik lainnya. Karya seni yang ada adalah karya dari 150 seniman yang berasal dari 30 negara. Beberapa pelukis terkenal yang karyanya ada di Museum Pasifika adalah Paul Gauguin, Raden Saleh, dan Le Mayeur.

4. Memecahkan Rekor MURI, Lukisan Kisah Ramayana Terbesar

Tahun 2024, Museum Pasifika baru saja mendapatkan sertifikat dari MURI. Museum satu ini memiliki lukisan Ramayana terbesar di Indonesia. Berukuran 6m x 4m dan merupakan karya dari I Gusti Ketut Kobot.

5. Ada Audio Guide

Kalau traveler mau berkeliling museum sambil mengetahui cerita dari masing-masing ruangan dan karya. Berbeda dari museum pada umumnya yang menggunakan penjelasan berupa tulisan. Museum Pasifika memiliki audio guide yang bisa menemani traveler saat berkeliling museum.

Traveler hanya perlu memindai qr code yang ada di depan ruangan atau pada masing-masing karya. Nanti akan muncul rekaman suara yang berisi cerita karya. Menarik ya, dijamin nggak akan bosen!

6. Banyak Spot Foto Estetik

Nggak cuma menyimpan karya seni dari Asia dan Pasifik, museum satu ini juga memiliki banyak spot foto estetik. Setiap sudutnya estetik dan instagramable. Traveler bisa menggunakan lukisan-lukisan yang ada sebagai latar belakang foto, terutama lukisan berukuran 6m x 4m.

Aktivitas Menarik di Museum Pasifika

Berkunjung ke Museum Pasifika, traveler dijamin nggak akan bosen. Banyak aktivitas yang bisa dicoba, dijamin bikin betah deh!

1. Berkeliling Museum

Aktivitas utama dan wajib traveler lakukan ketika berkunjung adalah berkeliling museum. Traveler bisa mengunjungi 11 ruangan, ditemani dengan audio guide. Laksmi menyebut, dengan adanya audio guide membuat pengunjung nggak akan bosan saat berkeliling museum.

2. Lomba Menggambar

Saat detikTravel menyambangi Museum Pasifika, terdapat ratusan anak sekolah yang sedang melaksanakan lomba menggambar. Menurut Laksmi, ini merupakan salah satu bentuk implementasi misi Museum Pasifika dalam bidang pendidikan.

3. Kelas Membatik dan Melukis

Kalau ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda, traveler bisa mencoba beberapa kelas, seperti kelas membatik, melukis, dan lainnya. Untuk mencoba kelas ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 450.000/orang.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk
Museum Pasifika memiliki lokasi yang strategis, tepatnya di Komplek Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Blok P, Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Museum Pasifika berlokasi tidak terlalu jauh dari Kota Denpasar, sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan. Jika traveler berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai yang hanya berjarak 13 kilometer, hanya akan memakan waktu sekitar 23 menit.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Harga tiket yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai Rp 10 ribu untuk pelajar, Rp 100 ribu untuk wisatawan internasional, dan Rp 70 ribu untuk wisatawan domestik.

Sebagai museum kelas internasional, fasilitas yang ditawarkan oleh Museum Pasifika juga nggak kalah lengkap. Ada garden dengan kapasitas event 500 orang, kafe, toilet, tempat parkir, dan lainnya.

Laksmi menyebut pengelola museum juga sering mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo, boleh berkunjung ke akun media sosial Instagram @museumpasifika.

Untuk traveler yang ingin museum date atau mencoba berwisata, Museum Pasifika sip banget untuk jadi destinasi yang wajib traveler kunjungi. Ingat patuhi aturan yang ada ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Romantic Dinner Bonus Panorama Sunset di GWK, di Sini Tempatnya



Jakarta – Di Bali Selatan, khususnya di areal GWK ada restoran yang estetik. Keistimewaan lainnya, resto ini mempunyai panorama Bali dan sunset yang cantik menawan.

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali Selatan, wajib untuk coba ke Jendela Bali Restaurant. Dari luar, resto ini sudah bernuansa sangat khas Bali.

Sesuai dengan namanya, Jendela Bali Restaurant menghadirkan pengalaman bersantap sambil menyaksikan pemandangan Bali Selatan. Keindahan panorama Bali selatan akan terlihat indah dan magis.

Memasuki area restoran, traveler akan langsung disambut dengan pemandangan Bali Selatan yang membuat semua pengunjung berdecak kagum. Hamparan pepohonan, lautan, dan bandara bisa traveler saksikan dari sini. Semakin menawan ketika matahari tenggelam di ufuk barat.

Jendela Bali Restaurant memiliki ruangan semi outdoor, traveler bisa memilih area indoor maupun outdoor. Namun, tempat favorit pengunjung adalah di deck yang mendapatkan bonus view Bali Selatan, komplit dengan view bandara.

Di malam hari, restoran ini juga nggak kalah cantik, traveler bisa menyaksikan keindahan pemandangan city light, sambil romantic dinner. Cantik menawan!

Jendela Bali Restaurant di GWK Culture ParkJendela Bali Restaurant di GWK Culture Park (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Jendela Bali menawarkan menu autentik khas Indonesia yang dikemas dengan sentuhan restoran bintang lima. Cita rasa masakan yang disajikan juga kaya akan bumbu dan rempah, siap menggoyang lidah traveler.

Menu makanan Indonesia di Jendela Bali Restaurant yang menjadi favorit dan wajib traveler coba adalah Ayam Bumbu Rajang, Ikan Woku Kemangi, Nasi Goreng Suna Cekuh, Bebek Goreng Krispi, dan juga Sop Iga.

Harga menu di Jendela Bali berkisar antara Rp 48.000 hingga Rp 168.000 untuk makanan dan Rp 25.000 hingga Rp 138.000 untuk minuman.

Jendela Bali Restaurant berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, tepat berada di lingkungan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Restoran ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 21.30 WITA. Oke banget untuk romantic dinner!

Tenang saja, walaupun berlokasi di areal GWK Cultural Park, traveler tidak perlu membeli tiket masuk GWK untuk mengunjungi Jendela Bali Restaurant. Traveler juga bisa menggunakan shuttle bus dari gerbang utama ke lokasi restoran. Shuttle bus ini tidak dipungut biaya alias gratis.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Staycation Mewah di Bibir Tebing Ada di Bali, Berani Tidak?



Karangasem

Bali menawarkan glamping cantik dengan view sunrise, tapi letaknya di bibir tebing. Berani nggak?

Tempatnya bernama Bali Cliff Glamping. Berlokasi di Jalan Karangasem, Seraya, Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Sesuai dengan namanya, Bali Cliff Glamping terletak di bibir tebing yang menghadap ke laut lepas.

Kadek, salah satu karyawan menyebut Bali Cliff Glamping menjadi glamping pertama di bibir jurang. Bali Cliff Glamping itu dibangun dengan konsep alami yang khas, yakni memadukan berbagai ornamen kayu pada setiap detailnya.

Sesuai dengan konsep glamping atau glamour camping, di sini setiap bangunan didesain menyerupai tenda. Berasa lagi camping beneran deh!

Bali Cliff Glamping memiliki enam kamar dengan tipe dan bentuk yang sama. Namun, menurut Kadek, setiap kamar memiliki view yang berbeda. Kamar dengan view terbaik adalah kamar di ujung timur karena bisa mendapatkan view sunrise yang menawan.

“Kita di sini memiliki enam kamar, dengan tipe dan fasilitas yang sama. Yang membedakan hanya dari view saja. Menurut saya kamar terbaik itu yang di ujung timur, karena bisa dapet view sunrise waktu pagi hari,” kata Kadek.

Memasuki ruangan traveler akan dibuat kaget karena bak masuk ke dalam tenda, komplit dengan kasur dan peralatannya yang nyaman. Interior didesain dengan konsep minimalis dan klasik. Bernuansa coklat.

Walau terletak di bibir tebing, fasilitas Bali Cliff Glamping ini nggak kaleng-kaleng. Kadek mengatakan, setiap kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas double bed, safety box, kamar mandi dalam, air cooler, dan handuk.

Selama staycation di sini, traveler akan dibuat semakin tenang. Malam hari tak ada suara bising kendaraan. Hanya ada suara jangkrik dan deburan ombak yang memecah malam. Definisi ketenangan yang hakiki.

Saat bangun di pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WITA, traveler bisa langsung bersantai di binbag dan menikmati keindahan matahari yang mulai menampakkan sinarnya. Sembari menikmati teh dan kopi hangat.

Nah untuk staycation di Bali Cliff Glamping traveler wajib membayar sekitar Rp 850.000 hingga Rp 900.000/ kamarnya. Harga ini sudah termasuk paket breakfast untuk dua orang. Jika ingin menambah ekstra bed akan dikenakan biaya sebesar Rp 300.000.


(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Real Makan with View Lepas Pantai di Karangasem



Karangasem

Tempat makan satu ini mengajak traveler makan with view lepas pantai. Paket komplet buat penyuka makan dan alam.

Tempat makan itu Warung Chic. Nyoman Asrini, salah satu karyawan Warung Chic, menuturkan restoran itu berdiri akhir 2023, tepatnya pada Desember. Nama Warung Chic terinspirasi dari Prancis, artinya cantik dan indah.

“Warung Chic ini bukanya mulai dibuka akhir Desember 2023. Dari segi nama, owner terinspirasi dari Prancis, Chic itu artinya cantik atau suasana yang indah,” kata Asrini.

Memasuki tempat ini akan membuat traveler terpukau. Terletak di Karangasem, tepatnya di Jalan Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Suasana tenang komplit dengan view pantainya yang cantik bisa traveler dapatkan di sini.

Restoran itu istimewa dengan kolam renang yang menghadap langsung ke laut lepas. Hamparan rumput yang hijau berpadu dengan bangunan joglo yang klasik, Warung Chic menciptakan restoran yang unik, estetik, dan nyaman bagi setiap traveler yang berkunjung.

Warung Chic memiliki ruangan semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang berkonsep alami. Area indoor menggunakan bangunan berkonsep joglo klasik. Area favorit pengunjung adalah binbag di tepi kolam renang, yang menghadap langsung ke pantai. Oke banget jadi spot foto.

“Untuk kapasitas kami biasanya 75 orang. Dengan konsep semi outdoor. Jadi pengunjung bisa pilih mau di tepi kolam atau di indoor dengan bangunan konsep joglo klasik,” kata dia.

Menurut Asrini, Warung Chic mengangkat konsep yang natural. Dipercantik dengan pemandangan pantai yang indah. Jika mau sensasi berbeda, traveler bisa menyaksikan sunrise dan sunset dari Warung Chic.

Restoran satu ini sip banget untuk traveler yang ingin healing dan nongkrong cantik. Suasana yang tenang bonus view pantai yang biru dan suara deburan ombak, dijamin buat makin segar.

Warung Chic juga memiliki fasilitas kolam renang. Uniknya kolam renang ini menghadap langsung ke laut, jadi cantik banget. Untuk bisa berenang, pengunjung dikenakan minimal spend sebesar Rp 200.000 per orang untuk dewasa dan Rp 100.000 per orang untuk anak-anak.

Belum lengkap rasanya jika ke Warung Chic tapi tak mencicipi menu andalan ala warung tepi pantai ini. Asrini menyebut Warung Chic menyediakan menu yang beragam dan menggunakan bahan-bahan lokal khas Karangasem.

“Kalau dari menu, kita menawarkan menu yang menggunakan bahan-bahan lokal Karangasem. Contohnya ikannya langsung ambil dari nelayan, jadi masih fresh dan segar,” kata Asrini.

Menu andalan Warung Chic yang wajib traveler coba adalah Italian Pizza, Brownie Ice Cream, dan Maya Sunrise. Tak perlu khawatir kantong bolong, harga menu di sini mulai dari Rp 20.000 untuk minuman dan Rp 30.000 untuk makanan.

Warung Chic buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WITA. Setiap harinya Warung Chic akan ramai dikunjungi mulai pukul 15.00, jadi jangan sampai kehabisan tempat ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Arak Bali di Karangasem Produksi Arak Diatur Adat



Karangasem

Banjar Merita merupakan penghasil arak khas Bali terbaik. Dusun yang satu itu juga memiliki arak spesial, namanya arak api. Dusun tersebut dijuluki Kampung Arak Bali.

Memasuki kawasan Banjar Dinas Merita, Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Karangasem traveler akan disambut dengan barisan pohon lontar atau siwalan. Dari pohon-pohon itulah arak dihasilkan.

Ya, arak Bali adalah merupakan minuman fermentasi dan destilasi yang dibuat secara turun-temurun. Arak itu dikemas secara sederhana yang mengandung etil alkohol/etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi.

Di Bali, arak tak hanya menjadi minuman beralkohol, namun sering digunakan sebagai sajian saat upacara adat dan keagamaan. Arak Bali telah masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2022. Arak Bali sebagai WBTb Indonesia ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

Kampung arak Bali MeritaPembuatan arak di Kampung arak Bali Merita (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kepala Desa Laba Sari, Gede Nyoman Geria, menuturkan tradisi membuat arak di Merita sudah berlangsung sejak 1700-an.

Arak menjadi salah satu warisan yang hingga kini masih dipertahankan oleh warga Merita. Ketekunan warga Merita dalam melestarikan arak Bali membuat banjar yang satu ini mendapatkan julukan kampung arak Bali.

Menurut Geria, satu-satunya sentra produksi arak yang menggunakan bahan tradisional adalah Banjar Dinas Merita.

“Sejak tahun 90-an sudah mulai muncul julukan Kampung Arak Bali. Satu-satunya yang memproduksi arak dengan menggunakan bahan dan cara tradisional adalah Banjar Merita. Dari segi rasa juga kami memiliki perbedaan,” kata Geria.

Yang membuat Banjar Dinas Merita spesial dan mendapat julukan Kampung Arak adalah adanya arak api yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kehadiran Arak Api di Banjar Dinas Merita erat kaitannya dengan Bhatara Arak Geni dan berbagai upacara yang dilaksanakan di Merita.

Gede Geria menuturkan dalam mempertahankan julukan Kampung Arak, pihaknya dan warga Merita sepakat untuk membuat sebuah awig-awig yang secara khusus mengatur tentang pembuatan arak api khas Merita.

“Di Banjar Adat Merita sudah membuat awig-awig agar tidak ada pembuatan arak yang terkontaminasi dengan hal lain dan mengurangi kualitas dari arak khas Merita. Ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan cita rasa arak khas Merita,” ujarnya.

Apabila ada warga yang melanggar awig-awig tersebut, pengurus desa dan banjar adat sudah menyiapkan sanksi khusus.


“Sanksi yang diberikan kepada warga yang melanggar berupa denda beras. Kalau tidak salah jumlahnya satu karung beras Bali,” kata dia.

Geria menyebut seluruh warga Merita yang berprofesi sebagai pengrajin arak pun tak ada yang berani melanggar awig-awig atau aturan tersebut. Sebab arak api khas Merita merupakan salah satu warisan leluhur yang selalu dilestarikan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Big Garden Corner Punya Restoran dengan View Kebun dan Patung Raksasa



Denpasar

Big Garden Corner mempunyai beragam wahana dan spot foto. Salah satu yang menarik adalah restoran dengan view kebun cantik dan patung-patung berukuran raksasa.

Berdiri sejak 2016, Big Garden Corner mulanya adalah gallery art stone yang disulap menjadi destinasi berkonsep eco park wisata. Big Garden Corner memiliki lokasi yang strategis berada dekat dengan Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya, di Jl. Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Eddy Mustofa, corporate manager, menjelaskan Big Garden Corner memiliki banyak daya tarik yang siap menyambut traveler. Big Garden Corner cocok untuk destinasi wisata keluarga yang menyajikan banyak wahana ramah anak.

“Daya tarik sendiri, kita membuat Big Garden Corner menjadi area wisata keluarga seperti wahana playground dan waterpark. Kita juga memiliki beberapa space area garden yang cocok untuk acara seperti ulang tahun dan gathering,” kata Eddy.

Sebagai wisata keluarga, Big Garden Corner memberikan paket komplit kepada pengunjung. Wahana dan spot foto dapat dengan mudah traveler temukan di sini. Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa bersantap dan ngopi cantik di restoran.

Big Garden Corner BaliMakan makin asyik dengan view serba hijau dan patung raksasa di Big Garden Corner Bali. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Big Garden Corner memiliki dua restoran berkonsep semi outdoor lengkap dengan pemandangan kebun cantik.

Dari luar, restoran itu tampak menggunakan konsep alami dengan sentuhan kayu dan atap jerami. Saat masuk, traveler akan disambut ramah oleh pengelola restoran. Ada beberapa tempat duduk yang menghadap langsung ke kebun cantik dan patung raksasa.

Restoran di Big Garden Corner menawarkan berbagai menu pilihan, baik menu nusantara maupun western. Eddy menyebut semua menu yang ditawarkan adalah menu halal, jadi traveler tak perlu khawatir.

Jika bersantap di sini, traveler wajib mencicipi menu andalan yaitu Crispy Duck. Perpaduan kelezatan antara bumbu yang medok dan bebek yang crispy siap menggoyangkan lidah. Dengan harga menu berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu.

Traveler yang ingin menggelar perayaan hari spasial, bisa reservasi di restoran ini. Big Garden Corner menerima reservasi untuk berbagai kegiatan seperti gathering, ulang tahun, arisan, dan lain-lain.

Bagi traveler yang sedang atau berencana berwisata untuk mengisi long weekend nanti, Big Garden Corner ini bisa menjadi pilihan untuk singgah. Karena dalam satu tempat, traveler bisa mendapatkan tempat berwahana, spot foto, dan bersantap. Komplit banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com