Tag Archives: wisata bali

Museum Pasifika Punya 11 Ruangan, Intip Keunikannya



Badung

Berdiri sejak 2006, Museum Pasifika menjadi rumah karya seni Asia dan Pasifik. Sebagai museum kelas internasional, Museum Pasifika punya 11 ruangan, komplit dengan karya seni cantik dan audio guide.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

Terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali Popo Danes.

Museum Pasifika terdiri dari delapan paviliun dan 11 ruang dengan tampilan koleksi yang berbeda-beda hasil karya 150 seniman kondang dari 30 negara. Setiap ruangan memiliki keunikan masing-masing, loh.

Berikut simak konsep unik setiap ruangan:

1. Indonesian Room (Ruangan I)

Ruangan 1 khusus menampilkan karya maestro asal Indonesia. Karya spesial yang ada di ruangan ini adalah 5 lukisan karya Raden Saleh. Museum Pasifika menjadi salah satu museum di Indonesia yang memiliki karya Raden Saleh asli yang banyak.

Di ruangan Indonesia ini menampilkan karya beberapa maestro, seperti Affandi, Raden Saleh, Ida Bagus Nyoman Rai, Hendra Gunawan, dan sebagainya

2. Italian Room (Ruangan II)

Ruangan II menampilkan karya seni seniman Italia di Indonesia. Di sini dipamerkan karya seni dari Gilda Ambron dan Renato Cristiano yang menampilkan lukisan perempuan pada masa penjajahan Belanda. Selain itu, terdapat karya dari maestro Piero Antonio Garriazo yang menggambarkan pemandangan perkampungan zaman dulu dan pemandangan sawah dalam lukisannya.


3. Dutch Room (Ruangan III)

Ruangan III ini berfokus untuk menampilkan lukisan pada zaman penjajahan karya pada seniman Belanda. Di sini terdapat diorama yang menggambarkan kehidupan pelukis Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa lampau, seperti Paulides, Isaac Israel, Willem Gerard Hofker, dan lainnya.

Laksmi menyebut karya Isaac Israel tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana merupakan karya masterpiece yang ada di ruangan III.

4. French Room (Ruangan IV)

Di sini dipajang lukisan karya seniman Perancis yang dulunya tinggal di Indonesia, seperti Paul Gerrard, Pierre Sicard, dan Lea Lafugie, yang ditandai dengan kehadiran makna dalam yang tersirat dalam karya-karya mereka. Terdapat pula 1 karya seni Raden Saleh, karena Raden Saleh mempelajari lukisan itu di Prancis.

5. Indo-European Room (Ruangan V)

Ruangan ini menampilkan koleksi lukisan dari seniman Eropa, termasuk dari Jerman, Swedia, dan Inggris. Di samping itu, terdapat pula koleksi surat tulisan dari Ir. Soekarno kepada Le Mayeur, seorang seniman Belgia, yang meminta kesediaannya untuk mengajar melukis kepada calon seniman muda Indonesia, Basuki Abdullah.

Laksmi menyebut di sini terdapat Lukisan Le Mayeur yang paling besar di Bali. Ia menyebut Le Mayeur hanya membuat 8 lukisan besar, dan salah satunya ada di ruangan V, Museum Pasifika.

6. Art Exhibition KTT G20 Summit (Ruangan VI)

Ruangan ini menampilkan karya I Gusti Kobot, salah satu karya seni yang mendapatkan Rekor MURI sebagai lukisan kisah Ramayana terbesar di Indonesia. Dengan ukuran 6m x 4m. Pun ruangan ini menjadi ruang art exhibition KTT G20.

7. Indochina Room (Ruangan VII)

Di ruangan ini, terpampang karya seniman dari Laos, Vietnam, Kamboja, dan Hongkong. Lukisan-lukisan yang dipamerkan memiliki kesamaan dengan corak budaya Indonesia, memberikan kesan yang akrab bagi pengunjung.

8. Asia Room (Ruangan VIII)

Di sini traveler juga bisa menemukan beberapa karya seni dari Singapura, Tibet, Jepang, China, Thailand, Malaysia, dan Philipines.

9. Vanuatu Pacific Room (Ruangan IX)

Karya dari negara kepulauan di Pasifik ini ditampilkan di ruangan ini. Kebanyakan karyanya berupa patung, artefak, peninggalan perahu kayu dan ragam lainnya. Laksmi menyebut di ruangan ini terdapat tiga tengkorak manusia asli, komplit dengan ceritanya.

10. Polynesia Room (Ruangan X)

Karya berupa patung, artefak, baju besi perang, perahu bekas dan lainnya dari Oseania dan Samudera Pasifik ada di ruangan ini. Terdapat beberapa patung besar karya Polgogang dari Tahiti.

11. Exhibition Room (Ruangan XI)

Ruangan ini menyimpan beberapa lukisan, salah satunya lukisan besar tentang Jepang karya Bernard Buffet. Terdapat karya seni dari India, China, dan Pacific Oceania.

Tak perlu khawatir, ketika traveler berkeliling museum, terdapat audio guide yang berisi rekaman suara penjelasan masing-masing ruangan dan karya. Jadi dijamin nggak bakal bosan deh!

Jadi kapan nih traveler berkunjung ke Museum Pasifika. Nggak Cuma menyimpan karya seni zaman dulu, tapi cocok untuk museum date dan banyak spot fotonya juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Grand Lagunas, Wahana Permainan Seru di Hutan Batur Selatan



Bangli

Jika traveler sedang berlibur ke Kintamani, Bali dan mencari destinasi wisata yang menyuguhkan lebih dari sekadar pemandangan indah dan wahana yang menarik, The Grand Lagunas adalah jawabannya.

Terletak di Hutan Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, The Grand Lagunas adalah kawasan Wisata Hutan Terpadu yang berlatar alam yang indah dan balutan keunikan design yang penuh estetika beserta atraksi alam dan buatan yang spektakuler.

Dengan Hutan Batur yang rimbun sebagai latar belakang, traveler dapat menikmati suasana sejuk dan segar sambil mencoba berbagai atraksi menarik yang tersedia.

Eka, manager The Grand Lagunas menjelaskan cerita unik dibalik berdirinya destinasi ini. Bermula dari inisiatif warlok hingga dikembangkanlah rekreasi keluarga dengan mengedepankan konsep keberlanjutan.

“Pemikiran wahana liburan keluarga ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam. Pendirian wahana ini dimulai dari inisiatif masyarakat lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan. Kami mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan pendidikan lingkungan dan rekreasi keluarga,” kata Eka.

Uniknya lagi, seluruh permainan yang dibangun di The Grand Lagunas benar-benar memanfaatkan pepohonan. Tanpa ada menebang pohon di Hutan Batur Selatan.

The Grand Lagunas berlokasi sekitar 77 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai atau dengan waktu tempuh sekitar dua jam untuk sampai ke destinasi ini. Tak perlu jauh masuk ke hutan, The Grand Lagunas mudah dijangkau karena berada di tepi jalan Denpasar – Kintamani.

Penasaran ada apa saja di wahana rimba, The Grand Lagunas?

Yuk simak serba-serbi berwisata di The Grand Lagunas!

Menjajal Wahana Permainan Seru

Belum afdal jika berkunjung ke The Grand Lagunas tapi tak mencoba semua wahana seru yang disediakan. Berikut 6 wahana yang wajib traveler coba di The Grand Lagunas.


1. Rainbow Slide

Wahana pertama dan yang wajib banget traveler coba adalah Rainbow Slide. Eka menyebut, The Grand Lagunas adalah destinasi pertama yang menyajikan keseruan rainbow slide di Bali.

Traveler akan merasakan sensasi meluncur di atas jalur seluncur yang berwarna-warni menggunakan ban. Memberikan pengalaman meluncur yang menyenangkan dan penuh warna. Cocok untuk segala usia, Rainbow Slide adalah favorit bagi anak-anak dan juga orang dewasa.

Setiap pengunjung diperkenankan untuk mencoba wahana rainbow slide sebanyak 3 kali. Tak perlu khawatir, karena saat memainkan wahana ini traveler akan diawasi oleh para petugas. Jangan lupa abadikan momen dengan foto dan video ya!

2. Swing

Tak jauh dari rainbow slide, traveler akan menemukan dua ayunan raksasa. Dengan pemandangan hutan di sekitarnya, wahana swing ini memberikan sensasi berayun tinggi di udara dengan latar belakang yang memukau.

3. Flying Fox

Meluncur dari ketinggian dengan Flying Fox adalah salah satu atraksi paling mendebarkan di The Grand Lagunas. Menikmati sensasi terbang di atas hutan rimbun dengan pemandangan yang luar biasa. Wahana ini memberikan pengalaman adrenalin yang tidak boleh dilewatkan.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50.000 per orang.

4. Tree Top

Tree Top menawarkan petualangan di atas pohon dengan berbagai rintangan yang menantang. Traveler bisa berjalan di atas jembatan gantung, melewati jaring, dan berbagai tantangan lainnya di antara pepohonan tinggi.

Tak perlu takut, selama bermain traveler akan berada di bawah pengawasan para petugas dan menggunakan alat keselamatan berstandar internasional. Ingin menjelajah puncak pohon, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang.

5. Keranjang Sultan

Wahana yang sempat viral ini juga ada di The Grand Lagunas. Keranjang Sultan adalah wahana unik di mana traveler bisa duduk di dalam keranjang besar yang digantung tinggi. Dengan pemandangan hutan sekeliling yang menakjubkan, wahana ini memberikan pengalaman berayun yang santai namun penuh dengan keindahan alam.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang. Namun, sayangnya saat ini keranjang sultan sedang dalam proses perbaikan, jadi traveler belum bisa mencoba wahana hits ini.

6. ATV Sports

Bagi traveler yang suka petualangan, ATV Sports adalah pilihan sempurna. Mengendarai ATV di jalur-jalur menantang di sekitar hutan memberikan pengalaman berkendara yang seru dan mendebarkan. Traveler tak perlu takut lumpur, karena lintasan ATV di The Grand Lagunas kering dan tidak berlumpur.

Untuk mencoba ATV, traveler harus merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari Rp 900.000 untuk 1 orang dan Rp 1.200.000 untuk 2 orang dengan durasi 1 jam 40 menit. Biaya ini sudah termasuk sepatu, helm, pelindung siku, pemandu ATV, dan lainnya.

Tak hanya wahananya yang menarik, The Grand Lagunas juga menawarkan beberapa spot foto menarik. Ada sangkar burung, dengan latar belakang hutan pinus khas Kintamani.

Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Operasional

Terletak di Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, The Grand Lagunas adalah destinasi wisata hutan yang menawarkan berbagai wahana menarik. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Eka menyebut setiap pengunjung rata-rata menghabiskan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.

“Biasanya rata-rata pengunjung menghabiskan waktu di sini itu 1 sampai 2 jam. Kalau dari kita rekomendasiin datang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA,” katanya.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 per orang. Dengan tiket ini, traveler dapat menikmati berbagai wahana seru seperti swing, climbing net, rainbow slide, jungle, dan climbing tree.

Beberapa fasilitas yang bisa traveler nikmati adalah parkiran yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua, restoran, dan welcome drink.

Bingung liburan kemana saat long weekend? The Grand Lagunas menjanjikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan penuh petualangan khususnya bagi rombongan keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Piknik di Kebun Raya Bali, di Sana Ada Paket Barbekunya!



Jakarta

Bali tak kekurangan tempat wisata alam. Traveler mau piknik sambil barbeku, maka Kebun Raya Bali jawabannya.

Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali diresmikan pada 15 Juli 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Kebun Raya Bali berlokasi seluas 50 hektare berbatasan dengan hutan reboisasi Candikuning dan Cagar Alam Batukahu.

Kebun Raya Bali ini berlokasi di Jl. Kebun Raya, Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Nama ‘Eka Karya’ sendiri diusulkan oleh I Made Taman, merujuk pada karya bangsa Indonesia setelah merdeka.


Kebun Raya Bali khusus untuk mengoleksi Gymnospermae dari seluruh dunia, dengan koleksi awalnya didatangkan dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, termasuk Araucaria bidwillii, Cupressus sempervirens, dan Pinus masoniana, serta tumbuhan asli seperti Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Piknik di Kebun Raya Bali

Di Kebun Raya Bali Anda juga bisa melakukan kegiatan piknik dan Anda tidak perlu khawatir mengenai peralatannya karena pihak Kebun Raya sudah menyediakan paket piknik dan barbeku menarik yang dapat Anda gunakan. Berikut Daftar harganya dan fasilitas apa saja yang akan Anda dapatkan:

1. BBQ Package

– Chicken BBQ Rp 150.000 / paket (4 pax)
– Beef BBQ Rp 200.000 / paket (4 pax)

2. Paket Piknik

– Paket A Rp 275.000 / paket (4 pax)

Fasilitas:

– Tenda Teepee Dekorasi
– Picnic Basket
– Sliced Chicken Breast
– Zucchini
– Tomato
– Onion
– Butter
– BBQ Sauce
– Set BBQ Stove.

– Paket B Rp 325.000 / paket (4 pax)

Fasilitas:

– Tenda Teepee Dekorasi
– Picnic Basket
– Sliced Beef
– Zucchini
– Tomato
– Onion
– Butter
– BBQ Sauce
– Set BBQ Stove.

Berikut merupakan informasi mengenai harga tiket masuk Kebun Raya Bali:

Senin -Jumat

Domestik : Rp 20.000
Wisatawan Asing : Rp 20.000

Sepeda : Rp 15.000
Mobil : Rp 15.000

Sabtu, Minggu, hari libur nasional

Domestik : Rp 30.000

Wisatawan Asing : Rp 30.000

Sepeda : Rp 20.000
Mobil : Rp 20.000

Motor : Rp 5.000
Bus : Rp 50.000.

Jam operasional Kebun Raya Bali:

Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita
Sabtu, Minggu & hari libur nasional 08.00-17.00 Wita.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Kebon Vintage Cars, Garasi 190 Mobil Klasik, Surga Pehobi Otomotif di Bali



Denpasar

Bali nggak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya. Traveler pecinta otomotif kini mempunyai destinasi yang wajib dikunjungi, Garasi yang menjadi rumah 190 mobil klasik.

Destinasi itu bernama Kebon Vintage Cars Bali. Ini merupakan destinasi wisata ‘rumah’ bagi mobil-mobil klasik.

Tempat ini merupakan milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

Jos menyebut mulanya ia hanya memiliki sebuah garasi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, namun sejak pandemi Covid-19 bangunan yang mulanya adalah garasi pribadi, akhirnya disulap menjadi Kebon Vintage Cars yang dibuka untuk umum.


Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mobil Tertua Berusia 107, Ada Juga Milik Fatmawati

Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah spesial. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil itu didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

“Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

Sudah tahu kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler pehobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Fakta Kebon Vintage Cars dan Jam Operasional



Jakarta

Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali dibuka untuk umum, lho. Jam operasional dan harga tiketnya bisa cek di sini ya.

Tempat itu menjadi rumah 190 mobil klasik milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

Jos mengatakan awalnya ia hanya memiliki sebuah garasi pribadi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, kemudian dibuka untuk umum setelah pandemi Covid-19.


Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

Tak hanya menjadi ‘rumah’ ratusan mobil antik, setiap sudut garasi mobil ini sip banget untuk jadi spot foto.

Simak fakta-fakta yang menjadi daya tarik Kebon Vintage Cars. Simak juga harga tiket dan jam operasionalnya.

Daya Tarik Kebon Vintage Cars

1. Menyimpan 190 Mobil Antik

Jos, pemilik Kebun Vintage Cars, mulai menggeluti hobi mengoleksi mobil antik pada 1996. Hingga kini, Kebun Vintage Cars sudah mengoleksi 190 mobil antik yang dipajang.

Tidak semua mobil antik milik Jos disimpan di sana. Dia memiliki 250 mobil antik dan sedang disiapkan mengisi setiap sudut Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini seperti, Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

2. Ada Mobil Berusia 107 Tahun

Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

3. 50% Mobil Masih Menyala

Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

“Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

4. Simpan Mobil Milik Ibu Negara Indonesia, Fatmawati

Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah tersendiri. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil ini didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

5. Spot Foto Estetik

Menampilkan ratusan mobil antik dengan warna dan bentuk yang beragam, membuat Kebun Vintage Cars juga cocok untuk spot foto. Tak hanya mobil, traveler juga akan menemukan beberapa barang antik.

Jos menyebut setiap sudut Kebun Vintage Cars sangat oke menjadi spot foto. Namun ia merekomendasikan beberapa spot, seperti di bagian outdoor terdapat beberapa mobil jeep dengan latar belakang drum dan dekat dengan box-box telepon zaman dulu.

Ruangan di Kebon Vintage Cars

Kebon Vintage Cars memiliki luas sekitar 8 are dan memiliki beberapa ruangan yang menjadi garasi bagi mobil-mobil klasik koleksi Jos Dharmawan. Mulai dari Hall 1, hall 2, hall 3, dan bagian outdoor.

Setiap ruangan memiliki koleksi mobil yang berbeda, sesuai dengan tahun dan mereknya. Ada hall khusus mobil pre-warr, hall khusus tahun 1940 hingga 1948, tahun 1950 hingga 1957, hall khusus truk, hingga hall khusus Chevrolet, dan hall khusus jeep.

Menurut Jos, isi dari setiap hall juga akan diubah atau dirotasi setiap tiga bulan. Jadi traveler akan menemukan konsep Kebon Vintage Cars yang berbeda setiap tiga bulan.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Garasi mobil klasik ini berlokasi tak jauh dari pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Tegal Harum No 13, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Untuk melihat berbagai koleksi mobil antik ini, setiap pengunjung dikenakan harga Rp 100.000 untuk dewasa, Rp 50.000 untuk anak-anak, dan gratis untuk anak di bawah enam tahun.

Kebon Vintage Cars buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Jos mengatakan bagi traveler yang berkunjung diperkenankan untuk menyentuh mobil. Namun dilarang untuk naik atau masuk ke dalam mobil, untuk menghindari kerusakan.

Sudah tau kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler penghobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

This Is Bali, Kafe di Ubud, Nyentrik dan Unik Sejak di Pintu Masuk



Ubud

Kafe nyentrik yang satu ini berada di Jalan Goutama, Ubud. Desainnya estetik dan mencolok dengan dominasi warna oranye.

Jika sedang berlibur di Ubud, traveler wajib mampir ke salah satu kafe yang sedang viral. Kafe itu namanya This Is Bali.

Oliver, pemilik This Is Bali, menyebut pemilihan nama kafe itu berawal dari kecintaannya terhadap Pulau Bali dan berbagai makanan tradisional yang ada di Pulau Dewata.

Dia memang amat mengagumi Bali dan menyebut Bali sebagai tempat yang kaya akan budaya, keindahan alam, dan kelezatan kulinernya. Makanya, dia betah tinggal di Bali. Sudah 10 tahun dia berada di sana.

“Saya sudah lama tinggal di Bali, dan mengagumi keindahan Bali terutama dari segi kulinernya. Akhirnya dipilih nama Bali, untuk menggabungkan antara kualitas, budaya, dan kelezatan kuliner dalam satu tempat, yaitu di This Is Bali,” kata Oliver.

Bangunan yang terlihat mencolok, dengan warna putih bercampur oranye membuat traveler mudah menemukan This Is Bali di antara puluhan bangunan di Jalan Goutama. Kesan estetik dan hangat menjadi kesan pertama saat traveler masuk ke kafe ini.

This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kafe yang baru dibuka selama delapan bulan ini memiliki dekorasi instagramable dengan sentuhan Bali yang terkesan modern. Oliver menceritakan konsep unik dari kafe ini. Ia ingin membuat sebuah kafe yang hangat dan nyaman bak rumah sendiri. Komplit dengan desain unik khas Bali dengan sentuhan modern.

“Di Ubud sudah banyak kafe, namun saya punya mimpi untuk membangun kafe seperti home sweet home. Tentu dikolaborasikan dengan konsep khas Bali dan western, mulai dari desain dan menu makanan,” ujar Oliver.

Di sini traveler akan menemukan tempat duduk yang dibuat dengan konsep anti mainstream. Dari bentuk yang tidak simetris hingga ada yang dibuat bak melayang di udara.

Memiliki desain yang unik nan estetik membuat This Is Bali juga menjadi spot yang sip untuk berburu foto instagramable. Oliver menyebut, sebagian besar pengunjung pasti mengabadikan momen ketika berkunjung ke kafe ini. Tempat duduk yang dibuat melayang menjadi salah satu spot favorit pengunjung di This Is Bali.

Soal menu makanan, This Is Bali memadukan menu khas Bali dan western. Mulai dari dessert, signature bowls, hingga minuman yang siap menggoyangkan lidah.

Beberapa menu favorit khas This Is Bali yaitu Real Balinese Bowl, Coconut Brownies, dan Refreshing Tangerine. Semua menu dibanderol dengan harga mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 97 ribu.

This Is Bali juga menghadirkan pengalaman unik bagi traveler ketika ingin memesan menu. Traveler akan diberikan kartu dan sebuah stempel yang berisi beberapa pilihan menu dessert di This Is Bali.


This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Step 1, traveler diminta untuk mengambil selembar kartu. Step 2, traveler wajib memilih dessert yang ingin dipesan. Setelah menentukan pilihan, traveler bisa langsung menstempel menu pilihan di atas kartu. Unik ya!

Karena tempatnya yang estetik dan menunya yang tak kalah lezat membuat kafe ini selalu ramai. Setiap harinya, This Is Bali bisa dikunjungi lebih dari 100 orang.

Oliver juga menyarankan untuk traveler yang ingin berkunjung bisa melakukan reservasi terlebih dahulu agar tak kehabisan kursi. This Is Bali buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga 23.00 WITA.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik dan Tips Berkunjung ke Goa Rajo Waterfall



Bangli

Bali yang biasanya identik dengan pantainya yang indah, pura, dan kekayaan budaya. Tapi tahukah traveler jika Bali juga mempunyai hidden gems air terjun yang asri nan eksotis?

Salah satu destinasi air terjun terbaik di Bali adalah air terjun Goa Rajo. Air terjun itu terletak di Kabupaten Bangli.

Nama Goa Rajo yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Goa Raja” karena air terjun yang satu ini terletak di dalam gua.

Goa Rajo waterfall berlokasi di Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. Traveler diperbolehkan memasuki area air terjun mulai pukul 08.00-18.00 WITA.

Air terjun Goa Rajo di Bangli, BaliAir terjun Goa Rajo di Bangli, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Untuk sampai ke Goa Rajo waterfall, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari area parkir, traveler akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sebelum mengeksplor keindahan Goa Raja waterfall, jangan lupa membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orangnya.

Gua Rajo tergolong air terjun yang hidden gem. Dari loket pembelian tiket, traveler akan berjalan kaki sejauh sekitar 700 meter atau dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit untuk sampai ke air terjun utama.

Traveler akan menuruni beberapa anak tangga dan jalan setapak yang kanan-kirinya ada pepohonan yang asri. Sepanjang jalur, traveler akan dibuat takjub dengan pemandangan sungai-sungai kecil, jembatan kayu, dan bebatuan.


Air terjun Goa Rajo di Bangli, BaliAir terjun Goa Rajo di Bangli, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Di pertengahan jalan, traveler juga akan menemukan Candi Tebing, sebuah candi kecil yang disucikan oleh masyarakat sekitar. Setelah berjalan sekitar 10-15 menit, maka rasa lelah akan terbayar lunas. Traveler akan melihat langsung keindahan air terjun setinggi 55 meter dengan aliran airnya yang deras.

Penasaran apa saja daya tarik hingga tips berlibur ke Gua Rajo waterfall?

Berikut daya tarik dan tips saat berkunjung ke air terjun Gua Rajo:

Daya Tarik Goa Rajo Waterfall

1. Air Terjun di Dalam Goa

Air terjun ini terletak di dalam goa yang menjadikannya sangat eksotis dan unik. Ketinggiannya yang menciptakan gemuruh air yang menyenangkan, bersama dengan pencahayaan alami yang berkilauan dari atas, menciptakan suasana yang menakjubkan bagi pengunjung.

2. Spot Foto Bebatuan yang Ikonik

Tak jauh air terjun, terdapat bebatuan besar yang unik dan ikonik. Traveler bisa naik ke atas batu dan mengabadikan momen dengan latar belakang air terjun yang eksotis.

Dengan cahaya alami yang masuk dari atas goa, bebatuan ini menciptakan bayangan-bayangan menarik dan kontras yang sempurna untuk spot foto instagramable.

“Aku pertama kali ke sini. Air terjunnya unik, karena letaknya di dalam goa. Asri dan cantik banget. Di sekitarnya juga ada bebatuan besar, banyak yang foto di sana, termasuk aku,” ujar salah satu pengunjung, Indah Cahyani.

3. Kolam Alami yang Menyegarkan

Traveler yang tak ingin mandi di bawah air terjun, Goa Rajo waterfall memiliki dua buah kolam alami yang airnya tak kalah segar.

Di pinggir kolam traveler juga akan menemukan satu air terjun mini yang debit airnya tidak terlalu deras. Pinggiran kolam juga terbuat dari batu alam, komplit dengan beberapa bebatuan besar. Menambah kesan alaminya. Kolam alami ini juga menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.

“Yang aku suka dari air terjun ini karena ada kolam alaminya. Jadi kita punya pilihan mau bermain di sekitar air terjun atau di kolam alami ini. Kolamnya juga nggak kalah cantik dan airnya seger,” kata Indah.

Tips Berkunjung ke Goa Rajo Waterfall

Jika traveler sudah berminat untuk berkunjung ke air terjun yang satu ini. detikTravel memberikan beberapa tips yang bisa traveler terapkan.

1. Persiapkan Perlengkapan yang Tepat

Pastikan untuk membawa perlengkapan yang sesuai untuk perjalanan ke air terjun, seperti alas kaki yang nyaman dan tahan air, pakaian yang cocok untuk aktivitas outdoor, serta perlindungan dari sinar matahari seperti topi dan tabir surya.

2. Perhatikan Cuaca

Sebelum pergi, periksa ramalan cuaca untuk daerah Bangli. Jika cuaca buruk atau hujan deras, pertimbangkan untuk menunda kunjungan traveler karena jalan menuju air terjun bisa menjadi licin dan berbahaya. Debit air pun akan meningkat saat hujan turun.

3. Perhatikan Keselamatan

Ikuti petunjuk keselamatan yang ada di sekitar air terjun. Jangan memanjat tebing atau melakukan aktivitas berisiko lainnya yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.

4. Bersiaplah untuk Trekking

Goa Rajo waterfall membutuhkan sedikit perjalanan trekking untuk mencapainya. Pastikan traveler dalam kondisi fisik yang cukup baik untuk melakukan perjalanan ini.

5. Jangan Lupa Kamera

Pastikan untuk membawa kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen-momen indah selama perjalanan traveler ke Goa Rajo waterfall.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Akasa Specialty Coffee, Tempat Ngopi di Atas Awan dengan View Gunung Batur



Kintamani

Satu lagi tempat ngopi yang estetik di daerah Kintamani, Bangli. Di tempat ini, traveler bisa menyeruput segelas kopi dengan bonus pemandangan awan bergumpal-gumpal dan Gunung Batur. Cantik banget!

Lagi berlibur di daerah Kintamani, traveler wajib menyambangi kafe estetik yang jadi primadona warlok Bali. Namanya Akasa Specialty Coffee. Berlokasi di Jalan Raya Penelokan No.777, Batur Tengah, Kintamani, Bangli.

Putu Martawan, operasional sekaligus executive chef Akasa Specialty Coffee, menyebut nama kafe itu terinspirasi dari nama anak dari sang owner, yakni Akasa. Kafe itu mulai beroperasi sejak 27 Maret 2019 atau sebelum pandemi.

Anita, owner Akasa, mempelajari berbagai hal tentang kopi dari sang nenek.

Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Akasa berdiri sejak 27 Maret 2020. Berdiri atas dasar inspirasi owner dari sang nenek yang merupakan pengepul kopi. Akhirnya, owner belajar tentang kopi dan mencoba peruntungan membuka coffee shop di Kintamani. Menggunakan nama sang anak, yaitu Akasa,” kata Martawan.

Akasa menjadi salah dua coffee shop pertama di daerah Kintamani. Martawan menyebut Akasa menjadi salah satu kafe unik yang berada di kawasan Kintamani. Bahkan banyak pengunjung yang kaget dengan kecantikan interior Akasa.


Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kecantikan interior dengan pemandangan lautan awan dan Gunung Batur yang memukau membuat Akasa sempat viral di sosial media. Martawan menyebut, saat viral Akasa melakukan pelebaran kapasitas dan menambah beberapa spot estetik.

Inspirasi desain interior Akasa yang unik mengangkat konsep perpaduan antara warna terakota dan hitam yang menghadirkan atmosfer yang nyaman dan cozy bagi para pengunjungnya. Beberapa spot unik yang bisa traveler temukan seperti spot sangkar burung hingga jembatan kaca dengan latar belakang Gunung Batur.

“Tempat yang jadi rebutan saat ini itu tempat duduk yang dekat dengan jembatan kaca. Karena dari sini pengunjung langsung bisa dapet pemandangan Gunung Batur plus spot foto estetik,” ujar Martawan.

Akasa Specialty Coffee buka mulai pukul 05.30 hingga 19.00 WITA saat weekdays dan 05.30 hingga 20.00 WITA saat weekend. Karena menjadi spot yang oke untuk berburu sunrise, Martawan menyebut, Akasa sudah dipadati pengunjung sejak pukul 05.00 WITA.

Tak hanya menikmati keindahan sunrise di pagi hari. Martawan menyebut dari Akasa traveler juga bisa menikmati keindahan sunset, melihat perubahan warna langit dan turunnya lautan awan di daerah Kintamani.

“Rata-rata orang kesini untuk sunrise, tapi jarang orang tau kalau dari Akasa juga bisa menikmati keindahan sunset. Perubahan warna langit dan turunnya awan hingga menutup Gunung Batur,” katanya.

Menu Akasa Specialty Coffee sudah tak perlu diragukan lagi. Menurut Martawan Akasa selalu melakukan pembaharuan menu setiap empat hingga lima bulan, untuk mengikuti trend pasar. Jika berkunjung, traveler wajib mencoba beberapa menu favorit pengunjung, seperti Nasi Bakar Pindang Sambal Bongkot dan Crispy Chicken Chili Paste. Harga menu makanan di Akasa berkisar antara Rp 38 ribu hingga Rp 85 ribu.

Untuk menu kopi, Akasa menggunakan 100% arabika dengan konsep “from farm to cup”. Traveler wajib mencoba perpaduan coffee dengan sari buah. Signature menu Akasa, seperti Sunkissed coffee hingga stromso. Harga menu minuman di Akasa berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 59 ribu.

Akasa Speciality Coffee menjadi salah satu tempat yang wajib traveler kunjungi jika ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menghadirkan konsep “Second Home”, Akasa memberikan kenyamanan, dengan bonus view lautan awan dan Gunung Batur yang cantik. Jika traveler kedinginan, Akasa sudah menyediakan selimut. Semua tempat duduknya pun sudah dilengkapi dengan sofa, sehingga membuat ngopimu semakin nyaman.

Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Martawan mengungkap Akasa tak memberlakukan sistem reservasi atau booking, melainkan sistem first come first service. Setiap harinya, Akasa Speciality Coffee bisa dikunjungi 150 hingga 175 pengunjung dan meningkat dua kali lihat saat weekend atau hari libur.

Beberapa fasilitas yang disediakan oleh Akasa Speciality Coffee yang dapat traveler nikmati seperti parkir yang luas hingga toilet estetik dengan view gunung.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Lembu Putih Hewan Sakral di Desa Taro, Tidak Disembelih, Tidak Diperjualbelikan



Gianyar

Lembu putih menjadi salah satu warisan sejarah yang ada di Desa Taro. Hewan itu dianggap sebagai ‘duwe’ dan disucikan oleh masyarakat setempat.

Desa Taro adalah salah satu desa wisata di Pulau Dewata yang berprinsip ‘An Eco Spiritual Destination’. Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Desa Wisata Taro memiliki banyak kawasan konservasi.

Salah satunya adalah Konservasi Lembu Putih, lembu itu sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Taro. Keberadaan Lembu Putih itu dikaitkan dengan kedatangan Ida Maha Rsi Markandeya di abad ke tujuh. Dia pendiri Desa Taro.

“Dahulu lembu putih itu dilepas di Desa Taro, bisa masuk ke rumah warga. Tapi tahun 2011 sudah mulai kita konservasi karena banyak yang ke desa tetangga, jadi agar lebih mudah memantau jumlahnya akhirnya kita konservasi,” kata I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

Lembu putih itu disucikan oleh masyarakat setempat sebagai simbolisasi kehadiran Dewa Siwa. Lembu putih dipercaya sebagai kendaraan suci Dewa Siwa.

Uniknya lagi, di Desa Taro, lembu putih betina dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil dengan Ida Bagus. Saat ini, terdapat 56 ekor lembu putih yang dikonservasi oleh Desa Taro.

“Kawasan konservasi lembu putih itu tahun 2019 sudah dikembangkan jadi objek wisata. Di Desa Taro sudah ada 56 ekor lembu putih. Biasanya kalau ada yang mati pasti juga ada yang lahir. Kalau yang betina itu dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil Ida Bagus,” kata Ardika.

Menurut Ardika, lembu putih yang ada di Desa Taro tidak boleh disembelih, tidak boleh diperjualbelikan, dan tidak boleh dikonsumsi. Lembu putih yang dikonservasi hanya khusus untuk upacara keagamaan seperti Mepurwa Daksina dan Memineh Empehan Lembu.

Di kawasan konservasi lembu putih juga terdapat konservasi beberapa tanaman obat dan tanaman yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara agama Hindu.


“Kita juga melakukan konservasi untuk tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman upacara. Ada juga konservasi berbagai jenis pisang,” kata dia.

Tidak hanya lembu putihnya yang disakralkan, tetapi beberapa unsur hewan ini seperti kotoran, urin, susu, dan air mata lembu putih itu disakralkan. Hasil dari lembu putih itu dijadikan sarana upacara maupun terapi pengobatan herbal/non medis.

Lembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, BaliLembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kita punya produk Bio Taro, yaitu produk olahan dari kotoran lembu putih, bisa digunakan untuk pupuk atau pestisida alami. Kita ada produk biogas dari kotoran lembu putih juga, ada briket yang digunakan untuk pupuk,” kata Ardika.

Traveler yang sedang berkunjung ke Desa Wisata Taro wajib mencoba berkunjung ke kawasan konservasi yang satu ini. Terdapat beberapa aktivitas menarik, seperti perkemahan, memberi makan Lembu Putih, outbound, dan outing. Terdapat juga wisata edukasi berbagai jenis tanaman.

Selain itu, juga terdapat taman ruang terbuka hijau yang sangat luas dan asri serta areal bermain anak-anak, bale bengong dan wantilan serbaguna. Untuk masuk ke kawasan konservasi ini, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orangnya.

Jika traveler tertarik untuk outbound, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 per orang, sudah termasuk pemandu, makan siang, dan berbagai peralatan lainnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Mencari Ketenangan dan Ketetapan



Gianyar

Tak hanya menjadi tempat suci, Pura Agung Gunung Raung di Desa Taro menyimpan kisah spiritual tentang perjalanan Maha Rsi Markandeya di Pulau Dewata. Konon, pura ini kerap digunakan buat mereka yang tengah bimbang membuat keputusan dan solusi.

Pura Agung Gunung Raung tak hanya menyajikan pura sebagai tempat suci agama Hindu, namun memasuki pura ini traveler akan diajak untuk menjelajah kembali perjalanan Rsi Markandeya di Bali. Markandeya merupakan sosok di balik berdirinya Desa Taro, desa tertua di Bali.

Traveler bisa menemukan beberapa bangunan suci yang masih alami, tanpa sentuhan cat satu pun.


Pura Agung Gunung Agung, Desa Taro, Gianyar, BaliPura Agung Gunung Agung, Desa Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berikut tentang Pura Agung Gunung Raung

1. Sejarah Pura Agung Gunung Raung

Sejarah pura yang agung di Desa Taro ini berawal dari abad ke-7, ketika Maha Rsi Markandeya melakukan perjalanan dari India. Maha Rsi Markandeya melintasi Jawa Timur dalam rangka menyebarkan ajaran Hindu ke Pulau Bali.

Ketika Maha Rsi Markandeya menetap di Gunung Raung, Jawa Timur, beliau melihat sinar suci dari arah timur dan menelusuri sumber cahaya. Ternyata sinar suci tersebut berasal dari sebuah pohon. Rsi Markandeya melihat bahwa pohon yang bersinar itu ternyata adalah tengah-tengahnya Pulau Bali.

Rsi Markandeya melakukan perabasan hutan hingga mendirikan sebuah pura bernama Pura Sabang Daat. Dari pura ini, Rsi Markandeya melihat ke arah selatan dan melakukan pemetaan untuk daerahnya.

“Pohon yang menyala itu, Rsi Markandeya itu memutuskan bahwa pohon itu terletak di tengah-tengahnya Pulau Bali. Akhirnya beliau melakukan perabasan hutan hingga mendirikan pura yang bernama Pura Sabang Daat,” ujar Ardika.

“Dari Pura Sabang Daat itu, beliau mececingak atau melihat ke arah selatan yang sekarang dikenal dengan Amunduk Taro. Beliau memetakan dan memikirkan dimana yang cocok untuk hutan, pemukiman, dan pertanian,” Ardika menambahkan.

Kedatangan pertama Rsi Markandeya ke Pulau Bali mengalami kegagalan karena banyak pengikutnya yang tewas akibat terserang penyakit dan binatang buas. Akhirnya Rsi Markandeya kembali melakukan semedi di Gunung Raung, hingga mendapatkan wahyu untuk menanam ‘panca datu’ di Giri Tohlangkir, yang sekarang dikenal dengan Pura Basukian.

Setelah melakukan penanaman Panca Datu, Rsi Markandeya kembali ke Amunduk Taro untuk melakukan perabasan hutan, membuat sistem irigasi, dan membuat sistem desa adat.

Tempat Rsi Markandeya untuk melakukan sangkep atau musyawarah itulah yang menjadi Pura Agung Gunung Raung. Di pura ini terdapat balai panjang yang bernama Balai Agung, sebagai tempat untuk mengambil keputusan penting tentang Bali.

Nama Gunung Raung sendiri diambil dari gunung tertinggi di Jawa Timur, menggambarkan asal Maha Rsi Markandeya yang pernah tinggal di sana sebelum melanjutkan perjalanannya ke Bali dan menetap di desa Taro.

“Penamaan Gunung Raung ini karena perpindahan Rsi Markendya yang membawa semua perlengkapannya dari Gunung Raung dan saat itu gunung yang tertinggi adalah Gunung Raung yang juga tempat Rsi Markendya tinggal sebelumnya,” kata Ardika.

2. Keunikan Pura Agung Gunung Raung

Tak hanya sebagai tempat suci Agama Hindu, Pura Agung Gunung Raung juga menyimpan sejarah spiritual Bali. Menurut Ardika, Pura Gunung Raung memiliki beberapa keunikan.

Sebelum memasuki pura ini, traveler akan melihat ‘titi gonggang’ yang berguna untuk menetralisir keinginan dan sifat buruk sebelum memulai persembahyangan.

Pura Agung Gunung Raung juga memiliki empat pintu masuk yang terletak di timur, utara, selatan, dan barat yang menandakan bahwa pura ini berada di tengah-tengah. Biasanya umat Hindu yang melakukan persembahyangan menghadap ke timur, sedangkan di pura ini persembahyangan menghadap ke barat.

“Sembahyang di pura ini unik karena menghadap ke barat, kalau biasanya kan menghadap ke timur atau utara. Karena padmasana di pura ini terletak di tengah, kemanapun arahnya itu tetap menghadap ke padmanasa,” ujar Ardika.

Keunikan Pura Agung Gunung Raung juga terletak dari desain dan arsitekturnya. Menurut Ardika, pembangunan pura ini sama sekali tidak menggunakan pewarna atau cat. Bangunan pura ini terlihat alami menggunakan kayu dan batu saja.

Memasuki pura, traveler juga bisa menemukan beberapa peninggalan sejarah. Contohnya seperti kulkul atau kentongan yang terbuat dari tangkai bunga selegui yang berukuran raksasa. Dipercaya, tangkai bunga itu jatuh di Pura Agung Gunung Raung dan berasal dari pohon yang ditebang di Pulau Jawa. Traveler juga bisa menemukan sebuah patung dari Ida Rsi Markandeya.

Menurut Ardika, Pura Agung Gunung Raung dipercaya sebagai pura untuk mencari solusi, bahkan masih dipercaya hingga saat ini.

“Kalau di pura ini dipercaya sebagai pura mencari solusi. Pura ini merupakan pasraman Rsi Markandeya dan setiap memutuskan hal besar pasti sembahyang di pura ini. Bahkan, saat sekarang pun warga kami kalau sangkepnya tidak mendapatkan solusi, pasti sembahyang dan mengambil keputusan di sini,” tutur Ardika.

3. Lokasi dan Harga Tiket Masuk Pura Agung Gunung Raung

Pura Agung Gunung Raung berlokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Traveler yang ingin masuk ke dalam pura tak dikenakan tiket, melainkan traveler bisa memberikan donasi atau dana punia.

Untuk masuk, traveler juga diharapkan mematuhi beberapa aturan. Tidak sedang haid atau datang bulan, wajib menggunakan pakaian adat Bali, dan wajib ada izin dari pemuka agama. Traveler yang tak memiliki pakaian adat Bali, bisa melakukan penyewaan pakaian adat di sekitar pura.

Andika juga menuturkan beberapa pantangan yang tak boleh dilakukan di Pura Agung Gunung Raung yaitu wanita yang sedang hamil dan anak-anak yang belum tanggal gigi tidak boleh masuk melalui pintu timur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com